NEW
Font size
WorksheetsPendahuluan: Komponen Siklus AMP-SR
Total questions: 74
Worksheet time: 37mins
Komponen utama dalam siklus AMP-SR yang berurutan mencakup identifikasi, pelaporan, pengkajian, dan respons. Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan tujuan umum siklus ini?
Menghapus kebutuhan notifikasi kasus kematian
Mengganti semua prosedur klinis dengan audit rutin
Mengukur dan memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan
Menambah jumlah laporan tanpa tindak lanjut nyata
Pada tahap pelaporan AMP-SR, dokumen yang digunakan untuk penelusuran kasus kematian meliputi MCCD, ringkasan medik, ringkasan medik perantara, dan otopsi verbal. Mana yang paling menggambarkan fokus tahap ini?
Pelaksanaan program pencegahan lintas sektor
Perencanaan anggaran intervensi jangka panjang
Pengumpulan data kematian terstandar dan terverifikasi
Evaluasi akhir dampak kebijakan kesehatan
Tahap pengkajian dalam AMP-SR menekankan identifikasi faktor yang dapat diperbaiki serta merumuskan rekomendasi. Strategi mana yang paling tepat untuk menghubungkan pengkajian ke respons?
Menerjemahkan rekomendasi menjadi rencana, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi
Menghapus rekomendasi yang sulit dan menunggu data baru
Memindahkan semua temuan ke arsip tanpa tindak lanjut
Menugaskan tim baru tanpa merujuk hasil pengkajian
Jika notifikasi kasus mortalitas maternal meningkat tetapi tidak ada perubahan pada tahap respons, konsekuensi paling mungkin terhadap kualitas pelayanan adalah apa?
Penghapusan tahap pengkajian untuk efisiensi
Perbaikan layanan otomatis karena lebih banyak notifikasi
Penurunan kebutuhan pelaporan dan dokumentasi
Peningkatan data tanpa perbaikan layanan bermakna
Siapa pihak yang wajib melakukan pelaporan awal bila kematian maternal terjadi di rumah sakit atau fasilitas kesehatan tempat kematian terjadi?
Dinas Kesehatan provinsi domisili
Keluarga pasien secara mandiri
Puskesmas domisili pasien
RS/Faskes tempat kematian terjadi
Dalam kasus kematian saat proses rujukan sebelum serah terima kasus, siapa yang bertanggung jawab melaporkan?
Puskesmas wilayah domisili
RS/Faskes penerima rujukan
Dinas Kependudukan setempat
RS/Faskes perujuk kasus rujukan
Kematian yang terjadi di rumah, perjalanan, klinik, atau tempat praktik mandiri wajib dilaporkan oleh siapa?
Puskesmas wilayah kerja tempat kematian
Unit transfusi darah kabupaten
RS rujukan provinsi terdekat
Dinas Kesehatan sesuai KTP pasien
Berdasarkan PP 47/2016, mana yang termasuk faskes yang disorot dalam alur pelaporan kematian ini?
Laboratorium dan Optikal
Rumah Sakit dan Puskesmas
Unit transfusi dan Apotek
Apotek dan Optikal
Dalam skema notifikasi, ke mana Dinkes kabupaten/kota tempat kematian melaporkan saat kasus berasal dari rujukan?
Kementerian pusat langsung
Dinkes provinsi sesuai KTP
Dinkes kab/kota rujukan
RT/RW setempat
Apa tujuan utama koordinasi antara Dinkes provinsi rujukan dan Dinkes provinsi domisili pada alur notifikasi?
Sinkronisasi data kasus lintas wilayah
Penetapan diagnosis klinis detail
Pengadaan alat medis rujukan
Pengalihan pembiayaan pasien
Jika kematian terjadi di faskes rujukan provinsi lain, langkah awal notifikasi yang benar adalah?
Mengirim berkas langsung ke Dinkes sesuai KTP
Melapor hanya ke puskesmas domisili
Menunggu keluarga melapor ke Dinkes domisili
Notifikasi dari faskes tempat kematian ke Dinkes setempat
Dalam sistem MPDN, hasil koordinasi antar Dinkes dicatat untuk indikator mana?
Gizi buruk kabupaten
AKI dan AKB otomatis tercatat
Cakupan imunisasi dasar
Angka harapan hidup
Siapa saja petugas rumah sakit yang dapat menjadi pelapor kematian melalui MPDN?
Bagian Anak, Laboratorium, Farmasi, IGD, Katering
Bagian Kebidanan, Radiologi, Farmasi, IGD, Keamanan
Bagian Kebidanan, Bagian Anak, Catatan Medik, IGD, Manajemen
Kebersihan, Radiologi, Catatan Medik, Farmasi, Manajemen
Peran verifikator dalam alur notifikasi kematian adalah
Menentukan penyebab kematian secara klinis
Mengisi rekam medis pasien meninggal
Mengirimkan ambulans ke lokasi kejadian
Melakukan verifikasi di Dinkes alamat mati
Jika pelapor dari RS tidak bisa melapor, siapa yang dapat menggantikan?
RS rujukan provinsi atau BPJS Kesehatan
Polisi setempat atau aparat kelurahan domisili
Klinik swasta kabupaten lain atau keluarga almarhum
Puskesmas wilayah kerja atau Verifikator Dinkes Kab/Kota alamat mati
RS/Faskes sebagai pelapor bertanggung jawab melaporkan kematian yang terjadi
Di dalam fasyankes tersebut atau saat perjalanan rujukan dari fasyankes itu
Hanya jika kematian terjadi setelah keluar dari fasyankes
Di luar fasyankes manapun tanpa batasan wilayah kerja
Hanya pada pasien yang dirujuk masuk dan sudah serah terima
Puskesmas sebagai pelapor bertanggung jawab untuk kematian yang terjadi
Di fasyankes wilayah kerjanya, di luar fasyankes, atau saat perjalanan rujukan
Hanya di puskesmas induk, tidak termasuk jaringan pustu
Hanya kematian pada perjalanan rujukan dari rumah sakit
Hanya di rumah warga yang ber-KK wilayahnya
Verifikator Dinkes Kabupaten/Kota meliputi kematian yang terjadi
Hanya di puskesmas tertentu yang ditunjuk
Di seluruh kabupaten/kota wilayah kerjanya
Hanya di rumah sakit milik pemerintah
Hanya kasus rujukan antarprovinsi
Kematian di rumah, perjalanan, klinik, atau praktik mandiri wajib dilaporkan oleh
Rumah sakit terdekat tanpa memandang wilayah
Puskesmas yang wilayah kerjanya mencakup tempat kematian
Keluarga almarhum ke dinas catatan sipil
Kepala desa lokasi kejadian meninggal
Kematian dalam proses rujukan dilaporkan oleh
RS/Faskes perujuk hingga serah terima kasus terjadi
RS/Faskes penerima sejak pasien dikirim
Puskesmas wilayah kerja alamat pasien
Dinkes provinsi domisili pasien
Urutan alur notifikasi awal pada skema halaman 6 menunjukkan
Identifikasi dari RS/Faskes atau Puskesmas lalu ke Dinkes Kab/Kota tempat meninggal
Pelaporan langsung keluarga ke Dinkes provinsi domisili
RS rujukan menghubungi BPJS sebelum verifikasi
Puskesmas mengirim data ke rumah sakit perujuk
Contoh variasi pelapor pada gambar halaman 8 menggambarkan
Alur pelaporan khusus untuk bencana massal
Perpindahan lokasi dari rumah hingga RS lintas kabupaten/kota
Hanya kematian yang terjadi di satu rumah sakit
Penggunaan satu kendaraan ambulans tanpa rujukan
Mengapa RS perujuk tetap melaporkan kematian hingga serah terima kasus?
Tanggung jawab notifikasi berada pada perujuk sampai diterima penerima
Karena penerima selalu menolak laporan kematian
Agar data medis lengkap untuk klaim asuransi
Untuk menggantikan verifikasi Dinkes kabupaten
Pernyataan yang tepat tentang alternatif pelapor adalah
Pelaporan harus ditunda sampai RS rujukan menerima pasien
Puskesmas wilayah RS atau Verifikator Dinkes dapat melapor jika RS tidak bisa
Klinik swasta di luar wilayah selalu mengambil alih pelaporan
Hanya keluarga pasien yang boleh menggantikan pelapor resmi
Istilah mana yang TIDAK termasuk tujuan regionalisasi informasi kematian dalam sistem Dinkes?
Menentukan Dinkes penerima sesuai jenis alamat
Menyatukan semua data tanpa pemilahan
Memilah data berdasarkan wilayah alamat
Mengirim data otomatis ke alamat terkait
Dalam kasus perinatal, informasi kematian akan dikirim juga ke Dinkes alamat mana?
Dinkes Alamat KTP (AK)
Dinkes Alamat Domisili (AD)
Dinkes Alamat Rujukan (AR)
Dinkes Alamat Lahir (AL)
Skenario: Dinkes alamat domisili mengetahui seorang warga meninggal, namun belum ada peringatan data masuk. Tindakan yang paling tepat adalah apa?
Menunggu notifikasi otomatis diterima
Meminta data kepada Dinkes alamat mati (AM)
Mengirim data langsung ke pusat nasional
Menghapus data karena belum tervalidasi
Pernyataan yang benar tentang notifikasi untuk Dinkes penerima data adalah apa?
Hanya menerima data tanpa peringatan apapun
Harus mencari data secara manual setiap hari
Hanya dapat melihat total tanpa perincian
Mendapat peringatan dan melihat data proporsional
Apa tujuan utama penugasan kepada RS/Puskesmas setelah notifikasi diterima?
Menyusun laporan keuangan internal
Melakukan inspeksi sarana dan prasarana
Melengkapi RM, RMP, dan OV
Mengatur jadwal kunjungan pasien
Dokumen mana yang termasuk dalam laporan yang dikirim ke Dinkes Kabupaten/Kota?
Pedoman Klinis dan SOP Instalasi
Rencana Anggaran dan Evaluasi Kinerja
Data Kunjungan dan Kepuasan Pasien
Ringkasan Medik dan Otopsi Verbal
Alur pelaporan menyebutkan bahwa Dinkes Kabupaten/Kota selanjutnya melapor kepada siapa?
Dinkes Provinsi atasannya
Kementerian Keuangan pusat
Komite Etik RS regional
Badan Pusat Statistik wilayah
Dalam konteks koordinasi lintas batas, peran Dinkes Provinsi yang tepat adalah apa?
Melakukan koordinasi untuk pengkajian penatalaksanaan
Menyusun kurikulum pelatihan nasional
Mengirim pasien ke fasilitas swasta terdekat
Menetapkan tarif pelayanan kesehatan provinsi
Pada skema 'Tempat Meninggal', siapa yang meminta Ringkasan Medik (RM) dari RS/Faskes tempat meninggal?
Keluarga pasien dan aparat desa
Dinkes Kab/Kota tempat meninggal
RS/Faskes perantara rujukan
Dinkes Provinsi lintas wilayah
Dalam skema, OV (Otopsi Verbal) terutama dikaitkan dengan proses di tingkat mana?
Puskesmas wilayah kerja
Dinas sosial kabupaten
Kantor catatan sipil
Laboratorium rujukan
Jika seorang ibu meninggal di fasilitas rujukan perantara, unit mana pada kolom 'Rujukan' yang wajib melengkapi RMP?
RS/Faskes perantara rujukan
RS/Faskes tempat meninggal
Puskesmas wilayah domisili
Dinkes kabupaten sesuai KTP
Untuk kasus kematian dengan domisili berbeda dari tempat meninggal, koordinasi yang ditunjukkan garis putus-putus hijau dilakukan antara siapa?
BPJS dan kepolisian
Kementerian dan DPRD
Dinkes kab/kota terkait
RS swasta dan asuransi
Dalam diagram proses audit di rumah sakit untuk kematian maternal dan perinatal, tahap yang dilingkari bertuliskan “Audit di RS” paling terkait dengan aktivitas apa?
Menilai kasus di RS tempat meninggal
Mengeluarkan rujukan ke dinas provinsi
Mencocokkan data dengan KTP pasien
Mengarsipkan data di puskesmas domisili
Panah berwarna ungu pada legenda menunjukkan “Notifikasi awal”. Berdasarkan alur, tindakan paling tepat setelah notifikasi awal diterima oleh RS/Faskes tempat meninggal adalah apa?
Langsung melakukan koordinasi lintas dinas
Meminta laporan dari RS/Perantara terkait
Mengirim berkas ke dinas sesuai KTP
Melaporkan ke puskesmas wilayah domisili
Seorang pasien meninggal di RS/Faskes perantara. Untuk keperluan analisis, ke mana alur identifikasi kasus mengarah menurut diagram?
RS/Faskes tempat rujukan akhir dan dinas provinsi KTP
RS/Faskes tempat meninggal dan dinas kab/kota rujukan
Dinas provinsi domisili dan puskesmas rujukan
Puskesmas wilayah kerja domisili dan dinas sesuai KTP
Dalam audit medik untuk kematian maternal/perinatal, hasil yang harus ditetapkan meliputi diagnosis penyebab kematian menurut ICD-10 MM/PM. Apa dua komponen tambahan yang juga harus diidentifikasi?
Riwayat sosial dan kebijakan rumah sakit terbaru
Aspek keuangan dan rencana anggaran rinci
Faktor medik yang berpengaruh serta rekomendasi klinik
Keluhan keluarga serta bukti laboratorium lengkap
Siapa peserta utama pada audit medik yang menetapkan kodifikasi diagnosis kematian?
DPJP dan kelompok staf medik
Manajemen puncak rumah sakit
Tim pengkaji internal eksternal
Seluruh profesional pemberi asuhan
Ruang lingkup audit klinik yang terkait kodifikasi diagnosis terutama berada di mana?
Laboratorium rujukan regional
Puskesmas sebagai primer
Rumah sakit sebagai layanan klinis
Kabupaten kota sebagai program
Dalam pengkajian AMP di tingkat kabupaten/kota, salah satu hasil yang diharapkan adalah rekomendasi dan rencana tindak lanjut. Dua hasil lainnya adalah...
Aspek manajemen berpengaruh dan dapat diperbaiki
Rincian biaya pengobatan dan klaim asuransi
Evaluasi etika penelitian dan izin komite
Penilaian mutu data dan validasi statistik
Kapan batas waktu maksimal penetapan kodifikasi diagnosis kematian harus dilakukan?
Segera pada hari yang sama kematian
Paling lama tiga puluh hari setelah audit
Paling lambat tujuh hari sejak tanggal kematian
Menunggu rapat triwulan berikutnya
Siapa yang menegakkan kodifikasi diagnosis apabila kematian terjadi di fasilitas pelayanan?
Kepala dinas kesehatan
Komite keuangan rumah sakit
Tim pengadaan peralatan
DPJP atau forum audit medik
Standar baku yang digunakan untuk kodifikasi diagnosis kematian maternal dan perinatal adalah...
DSM-5 untuk gangguan mental
ICD-10 MM dan ICD-PM WHO
SNOMED CT seluruh terminologi
ICD-11 semua bab klinis
Dalam ICD-10 MM, klasifikasi yang harus dipertimbangkan mencakup...
Komplikasi neonatal, nutrisi, vaksinasi
Kode prosedur bedah, pembiusan, alat
Penyebab langsung, tidak langsung, faktor penunjang
Triage gawat darurat, skala nyeri, ASA
Dalam ICD-PM, kategori yang perlu ditetapkan untuk perinatal antara lain...
Skor Apgar menit pertama dan kelima
Penyakit utama bayi dan penyakit utama ibu
Tingkat pendidikan ibu dan pekerjaan ayah
Sumber pembiayaan dan kelas perawatan
Pada skema audit di rumah sakit, di mana proses pengkajian AMP terutama dilakukan?
Kelompok audit teknologi informasi
Kelompok audit kematian maternal perinatal
Kelompok audit medik keperawatan klinik
Kelompok audit keuangan dan kepegawaian
Dokumen yang disiapkan untuk audit medik pascakejadian dalam kodifikasi diagnosis adalah...
Ringkasan medik dan ringkasan medik perantara
Rencana belanja anggaran tahunan
Formulir klaim dan laporan pajak
Surat persetujuan tindakan operatif
Waktu pelaksanaan audit medik pascakematian untuk kodifikasi diagnosis biasanya adalah...
Setiap tiga bulan terjadwal rutin
Tujuh hingga empat belas hari setelah kematian
Sesudah selesainya proses litigasi
Pada akhir tahun kalender berjalan
Pada formulir Medical Certification of Cause of Death (MCCD) untuk kematian maternal, bagian yang mencatat penyakit atau kondisi yang MENYEBABKAN kematian secara langsung adalah bagian mana?
Part I baris d
Part I baris a
Part II catatan
Kolom interval waktu
Dalam pengisian MCCD, penyebab kematian dasar (underlying cause of death) seharusnya dicatat di mana?
Baris terendah yang terisi di Part I
Baris tertinggi yang terisi di Part I
Bagian Part II kondisi signifikan
Di kolom kode ICD khusus
Apa fungsi utama Part II pada formulir MCCD kematian maternal?
Mencatat kondisi yang berkontribusi namun tidak menyebabkan rantai
Menentukan usia kehamilan saat kejadian
Menuliskan estimasi interval onset hingga kematian
Mencatat penyebab langsung yang memicu kematian
Pada lembar kerja berbahasa Indonesia, kolom 'Perkiraan waktu dari onset kejadian sampai kematian' digunakan untuk apa?
Mencatat interval waktu masing-masing kondisi
Menuliskan lokasi fasilitas kesehatan pasien
Menetapkan prioritas tindakan resusitasi
Menentukan golongan pembiayaan pasien
Dalam rantai sebab kematian, entri pada baris (b), (c), dan (d) di Part I seharusnya menggambarkan apa?
Komplikasi sosial ekonomi keluarga
Tindakan terapi yang berhasil diberikan
Penyakit/kondisi yang mendahului kondisi di atasnya
Kondisi yang tidak berkaitan dengan kematian
Berdasarkan contoh pengisian, penyebab langsung kematian pada kasus nifas adalah apa?
Anemia defisiensi Fe
Atonia uteri
Hemorragi post partum
Syok hipovolemik
Urutan benar rantai sebab pada contoh adalah mana?
Atonia uteri ← Hemorragi post partum ← Syok hipovolemik
Hemorragi post partum ← Atonia uteri ← Anemia defisiensi Fe
Syok hipovolemik ← Anemia defisiensi Fe ← Malnutrisi
Syok hipovolemik ← Hemorragi post partum ← Atonia uteri
Pada contoh, kondisi yang dicatat di Part II sebagai berkontribusi namun tidak terkait langsung dengan rantai sebab adalah apa?
Malnutrisi
Hemorragi post partum
Atonia uteri
Syok hipovolemik
Apa definisi kematian maternal yang paling tepat?
Kematian saat hamil atau 42 hari setelah berakhirnya kehamilan akibat sebab terkait kehamilan
Kematian janin sebelum lahir pada usia kehamilan berapa pun
Kematian perempuan setiap usia akibat penyakit menular umum di masyarakat
Kematian ibu selama nifas tanpa kaitan dengan proses obstetrik atau kehamilan
Batas waktu yang termasuk dalam definisi kematian maternal adalah
Selama hamil atau 42 hari setelah berakhirnya kehamilan
Sampai 90 hari setelah persalinan atau keguguran
Hanya selama persalinan sampai selesai kala empat
Hanya selama trimester ketiga sampai tujuh hari nifas
Kematian obstetrik langsung adalah kematian maternal akibat
Komplikasi obstetrik atau intervensi, kelalaian, atau penatalaksanaan yang tidak tepat
Penyakit kronis yang tidak terkait kehamilan dan tidak dipengaruhi kehamilan
Faktor sosial ekonomi seperti kemiskinan dan akses layanan
Kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama masa kehamilan
Contoh kondisi yang tergolong kematian obstetrik tidak langsung adalah
Penyakit yang sudah ada sebelumnya diperberat selama kehamilan
Perdarahan postpartum akibat atonia uteri akut
Emboli air ketuban saat proses persalinan aktif
Ruptur uteri karena induksi oksitosin berlebihan
Kriteria eksklusi dalam definisi kematian maternal adalah kematian yang disebabkan oleh
Komplikasi kehamilan trimester pertama
Penyakit yang diperberat kehamilan
Kelalaian dalam penatalaksanaan persalinan
Kecelakaan atau penyebab insidentil
Perinatal death merujuk pada kematian
Perempuan usia subur karena penyakit kronis nonobstetrik
Balita setelah usia enam bulan karena infeksi saluran napas
Ibu hamil selama trimester pertama akibat perdarahan
Janin atau neonatus pada periode perinatal sesuai definisi ICD-PM
Dalam pengisian WHO death certificate (ICD-PM), garis paling bawah pada bagian penyebab kematian digunakan untuk
Mencatat sebab dasar kematian yang mendasari rantai peristiwa
Menuliskan semua komorbiditas tanpa urutan kronologis
Mencantumkan data administrasi seperti alamat keluarga
Memberi tanda tangan penanggung jawab pelayanan
Pernyataan yang benar tentang hubungan kehamilan dengan kematian maternal adalah
Kematian hanya dihitung jika ada penyakit pra-kehamilan
Kematian terkait atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya
Kematian selalu tidak berhubungan dengan intervensi medis
Kematian hanya dihitung jika terjadi saat proses persalinan
Komponen yang tidak termasuk dalam definisi kematian obstetrik langsung adalah
Kelalaian atau kesalahan penatalaksanaan klinis
Komplikasi obstetrik kehamilan dan persalinan
Cedera akibat kecelakaan kerja saat hamil
Rangkaian kejadian akibat intervensi obstetri
Kematian obstetrik tidak langsung TIDAK disebabkan oleh
Penyebab obstetrik langsung seperti perdarahan persalinan
Penyakit pra-kehamilan yang diperberat kehamilan
Kondisi medis yang timbul selama kehamilan nonobstetri
Gangguan metabolik yang dipicu adaptasi kehamilan
Tujuan pengumpulan indikator perinatal minimum adalah
Mengganti seluruh rekam medis ibu dan bayi secara permanen
Mengestimasi biaya perawatan intensif neonatal individual
Memantau pola kematian perinatal untuk perbaikan layanan
Menentukan tanggung jawab hukum dalam kejadian kematian
Informasi yang terutama dicatat sebagai 'Main disease or condition in the fetus or infant' pada formulir ICD-PM adalah
Riwayat operasi ibu dalam tiga bulan terakhir
Penyakit utama pada ibu yang menyertai kehamilan
Penyakit utama pada janin atau bayi yang menyebabkan kematian
Tempat kejadian kematian dan saksi peristiwa
Mengapa kecelakaan tidak termasuk dalam definisi kematian maternal?
Karena selalu termasuk dalam statistik kematian umum
Karena terjadi di luar fasilitas kesehatan sehingga tidak tercatat
Karena bukan akibat atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya
Karena hanya memengaruhi janin dan bukan ibu hamil
Dalam rantai penyebab kematian pada sertifikat kematian, urutan pelaporan peristiwa digunakan untuk
Mengelompokkan penyakit menular dan tidak menular
Mengisi kolom waktu dari onset menuju kesembuhan
Menyusun diagnosa secara alfabet tanpa prioritas klinis
Menjelaskan progresi sebab hingga sebab dasar kematian
Indikator perinatal minimum yang dikumpulkan paling berkaitan dengan
Rencana keluarga pascasalin dan kontrasepsi ibu
Riwayat pendidikan orang tua dan pekerjaan keluarga
Penyebab utama pada ibu serta pada janin atau bayi
Kondisi rumah dan kebersihan lingkungan keluarga
