wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pendahuluan: Komponen Siklus AMP-SR

Total questions: 74

Worksheet time: 37mins

Name
Class
Date
1.

Komponen utama dalam siklus AMP-SR yang berurutan mencakup identifikasi, pelaporan, pengkajian, dan respons. Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan tujuan umum siklus ini?

a)

Menghapus kebutuhan notifikasi kasus kematian

b)

Mengganti semua prosedur klinis dengan audit rutin

c)

Mengukur dan memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan

d)

Menambah jumlah laporan tanpa tindak lanjut nyata

2.

Pada tahap pelaporan AMP-SR, dokumen yang digunakan untuk penelusuran kasus kematian meliputi MCCD, ringkasan medik, ringkasan medik perantara, dan otopsi verbal. Mana yang paling menggambarkan fokus tahap ini?

a)

Pelaksanaan program pencegahan lintas sektor

b)

Perencanaan anggaran intervensi jangka panjang

c)

Pengumpulan data kematian terstandar dan terverifikasi

d)

Evaluasi akhir dampak kebijakan kesehatan

3.

Tahap pengkajian dalam AMP-SR menekankan identifikasi faktor yang dapat diperbaiki serta merumuskan rekomendasi. Strategi mana yang paling tepat untuk menghubungkan pengkajian ke respons?

a)

Menerjemahkan rekomendasi menjadi rencana, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi

b)

Menghapus rekomendasi yang sulit dan menunggu data baru

c)

Memindahkan semua temuan ke arsip tanpa tindak lanjut

d)

Menugaskan tim baru tanpa merujuk hasil pengkajian

4.

Jika notifikasi kasus mortalitas maternal meningkat tetapi tidak ada perubahan pada tahap respons, konsekuensi paling mungkin terhadap kualitas pelayanan adalah apa?

a)

Penghapusan tahap pengkajian untuk efisiensi

b)

Perbaikan layanan otomatis karena lebih banyak notifikasi

c)

Penurunan kebutuhan pelaporan dan dokumentasi

d)

Peningkatan data tanpa perbaikan layanan bermakna

5.

Siapa pihak yang wajib melakukan pelaporan awal bila kematian maternal terjadi di rumah sakit atau fasilitas kesehatan tempat kematian terjadi?

a)

Dinas Kesehatan provinsi domisili

b)

Keluarga pasien secara mandiri

c)

Puskesmas domisili pasien

d)

RS/Faskes tempat kematian terjadi

6.

Dalam kasus kematian saat proses rujukan sebelum serah terima kasus, siapa yang bertanggung jawab melaporkan?

a)

Puskesmas wilayah domisili

b)

RS/Faskes penerima rujukan

c)

Dinas Kependudukan setempat

d)

RS/Faskes perujuk kasus rujukan

7.

Kematian yang terjadi di rumah, perjalanan, klinik, atau tempat praktik mandiri wajib dilaporkan oleh siapa?

a)

Puskesmas wilayah kerja tempat kematian

b)

Unit transfusi darah kabupaten

c)

RS rujukan provinsi terdekat

d)

Dinas Kesehatan sesuai KTP pasien

8.

Berdasarkan PP 47/2016, mana yang termasuk faskes yang disorot dalam alur pelaporan kematian ini?

a)

Laboratorium dan Optikal

b)

Rumah Sakit dan Puskesmas

c)

Unit transfusi dan Apotek

d)

Apotek dan Optikal

9.

Dalam skema notifikasi, ke mana Dinkes kabupaten/kota tempat kematian melaporkan saat kasus berasal dari rujukan?

a)

Kementerian pusat langsung

b)

Dinkes provinsi sesuai KTP

c)

Dinkes kab/kota rujukan

d)

RT/RW setempat

10.

Apa tujuan utama koordinasi antara Dinkes provinsi rujukan dan Dinkes provinsi domisili pada alur notifikasi?

a)

Sinkronisasi data kasus lintas wilayah

b)

Penetapan diagnosis klinis detail

c)

Pengadaan alat medis rujukan

d)

Pengalihan pembiayaan pasien

11.

Jika kematian terjadi di faskes rujukan provinsi lain, langkah awal notifikasi yang benar adalah?

a)

Mengirim berkas langsung ke Dinkes sesuai KTP

b)

Melapor hanya ke puskesmas domisili

c)

Menunggu keluarga melapor ke Dinkes domisili

d)

Notifikasi dari faskes tempat kematian ke Dinkes setempat

12.

Dalam sistem MPDN, hasil koordinasi antar Dinkes dicatat untuk indikator mana?

a)

Gizi buruk kabupaten

b)

AKI dan AKB otomatis tercatat

c)

Cakupan imunisasi dasar

d)

Angka harapan hidup

13.

Siapa saja petugas rumah sakit yang dapat menjadi pelapor kematian melalui MPDN?

a)

Bagian Anak, Laboratorium, Farmasi, IGD, Katering

b)

Bagian Kebidanan, Radiologi, Farmasi, IGD, Keamanan

c)

Bagian Kebidanan, Bagian Anak, Catatan Medik, IGD, Manajemen

d)

Kebersihan, Radiologi, Catatan Medik, Farmasi, Manajemen

14.

Peran verifikator dalam alur notifikasi kematian adalah

a)

Menentukan penyebab kematian secara klinis

b)

Mengisi rekam medis pasien meninggal

c)

Mengirimkan ambulans ke lokasi kejadian

d)

Melakukan verifikasi di Dinkes alamat mati

15.

Jika pelapor dari RS tidak bisa melapor, siapa yang dapat menggantikan?

a)

RS rujukan provinsi atau BPJS Kesehatan

b)

Polisi setempat atau aparat kelurahan domisili

c)

Klinik swasta kabupaten lain atau keluarga almarhum

d)

Puskesmas wilayah kerja atau Verifikator Dinkes Kab/Kota alamat mati

16.

RS/Faskes sebagai pelapor bertanggung jawab melaporkan kematian yang terjadi

a)

Di dalam fasyankes tersebut atau saat perjalanan rujukan dari fasyankes itu

b)

Hanya jika kematian terjadi setelah keluar dari fasyankes

c)

Di luar fasyankes manapun tanpa batasan wilayah kerja

d)

Hanya pada pasien yang dirujuk masuk dan sudah serah terima

17.

Puskesmas sebagai pelapor bertanggung jawab untuk kematian yang terjadi

a)

Di fasyankes wilayah kerjanya, di luar fasyankes, atau saat perjalanan rujukan

b)

Hanya di puskesmas induk, tidak termasuk jaringan pustu

c)

Hanya kematian pada perjalanan rujukan dari rumah sakit

d)

Hanya di rumah warga yang ber-KK wilayahnya

18.

Verifikator Dinkes Kabupaten/Kota meliputi kematian yang terjadi

a)

Hanya di puskesmas tertentu yang ditunjuk

b)

Di seluruh kabupaten/kota wilayah kerjanya

c)

Hanya di rumah sakit milik pemerintah

d)

Hanya kasus rujukan antarprovinsi

19.

Kematian di rumah, perjalanan, klinik, atau praktik mandiri wajib dilaporkan oleh

a)

Rumah sakit terdekat tanpa memandang wilayah

b)

Puskesmas yang wilayah kerjanya mencakup tempat kematian

c)

Keluarga almarhum ke dinas catatan sipil

d)

Kepala desa lokasi kejadian meninggal

20.

Kematian dalam proses rujukan dilaporkan oleh

a)

RS/Faskes perujuk hingga serah terima kasus terjadi

b)

RS/Faskes penerima sejak pasien dikirim

c)

Puskesmas wilayah kerja alamat pasien

d)

Dinkes provinsi domisili pasien

21.

Urutan alur notifikasi awal pada skema halaman 6 menunjukkan

a)

Identifikasi dari RS/Faskes atau Puskesmas lalu ke Dinkes Kab/Kota tempat meninggal

b)

Pelaporan langsung keluarga ke Dinkes provinsi domisili

c)

RS rujukan menghubungi BPJS sebelum verifikasi

d)

Puskesmas mengirim data ke rumah sakit perujuk

22.

Contoh variasi pelapor pada gambar halaman 8 menggambarkan

a)

Alur pelaporan khusus untuk bencana massal

b)

Perpindahan lokasi dari rumah hingga RS lintas kabupaten/kota

c)

Hanya kematian yang terjadi di satu rumah sakit

d)

Penggunaan satu kendaraan ambulans tanpa rujukan

23.

Mengapa RS perujuk tetap melaporkan kematian hingga serah terima kasus?

a)

Tanggung jawab notifikasi berada pada perujuk sampai diterima penerima

b)

Karena penerima selalu menolak laporan kematian

c)

Agar data medis lengkap untuk klaim asuransi

d)

Untuk menggantikan verifikasi Dinkes kabupaten

24.

Pernyataan yang tepat tentang alternatif pelapor adalah

a)

Pelaporan harus ditunda sampai RS rujukan menerima pasien

b)

Puskesmas wilayah RS atau Verifikator Dinkes dapat melapor jika RS tidak bisa

c)

Klinik swasta di luar wilayah selalu mengambil alih pelaporan

d)

Hanya keluarga pasien yang boleh menggantikan pelapor resmi

25.

Istilah mana yang TIDAK termasuk tujuan regionalisasi informasi kematian dalam sistem Dinkes?

a)

Menentukan Dinkes penerima sesuai jenis alamat

b)

Menyatukan semua data tanpa pemilahan

c)

Memilah data berdasarkan wilayah alamat

d)

Mengirim data otomatis ke alamat terkait

26.

Dalam kasus perinatal, informasi kematian akan dikirim juga ke Dinkes alamat mana?

a)

Dinkes Alamat KTP (AK)

b)

Dinkes Alamat Domisili (AD)

c)

Dinkes Alamat Rujukan (AR)

d)

Dinkes Alamat Lahir (AL)

27.

Skenario: Dinkes alamat domisili mengetahui seorang warga meninggal, namun belum ada peringatan data masuk. Tindakan yang paling tepat adalah apa?

a)

Menunggu notifikasi otomatis diterima

b)

Meminta data kepada Dinkes alamat mati (AM)

c)

Mengirim data langsung ke pusat nasional

d)

Menghapus data karena belum tervalidasi

28.

Pernyataan yang benar tentang notifikasi untuk Dinkes penerima data adalah apa?

a)

Hanya menerima data tanpa peringatan apapun

b)

Harus mencari data secara manual setiap hari

c)

Hanya dapat melihat total tanpa perincian

d)

Mendapat peringatan dan melihat data proporsional

29.

Apa tujuan utama penugasan kepada RS/Puskesmas setelah notifikasi diterima?

a)

Menyusun laporan keuangan internal

b)

Melakukan inspeksi sarana dan prasarana

c)

Melengkapi RM, RMP, dan OV

d)

Mengatur jadwal kunjungan pasien

30.

Dokumen mana yang termasuk dalam laporan yang dikirim ke Dinkes Kabupaten/Kota?

a)

Pedoman Klinis dan SOP Instalasi

b)

Rencana Anggaran dan Evaluasi Kinerja

c)

Data Kunjungan dan Kepuasan Pasien

d)

Ringkasan Medik dan Otopsi Verbal

31.

Alur pelaporan menyebutkan bahwa Dinkes Kabupaten/Kota selanjutnya melapor kepada siapa?

a)

Dinkes Provinsi atasannya

b)

Kementerian Keuangan pusat

c)

Komite Etik RS regional

d)

Badan Pusat Statistik wilayah

32.

Dalam konteks koordinasi lintas batas, peran Dinkes Provinsi yang tepat adalah apa?

a)

Melakukan koordinasi untuk pengkajian penatalaksanaan

b)

Menyusun kurikulum pelatihan nasional

c)

Mengirim pasien ke fasilitas swasta terdekat

d)

Menetapkan tarif pelayanan kesehatan provinsi

33.

Pada skema 'Tempat Meninggal', siapa yang meminta Ringkasan Medik (RM) dari RS/Faskes tempat meninggal?

a)

Keluarga pasien dan aparat desa

b)

Dinkes Kab/Kota tempat meninggal

c)

RS/Faskes perantara rujukan

d)

Dinkes Provinsi lintas wilayah

34.

Dalam skema, OV (Otopsi Verbal) terutama dikaitkan dengan proses di tingkat mana?

a)

Puskesmas wilayah kerja

b)

Dinas sosial kabupaten

c)

Kantor catatan sipil

d)

Laboratorium rujukan

35.

Jika seorang ibu meninggal di fasilitas rujukan perantara, unit mana pada kolom 'Rujukan' yang wajib melengkapi RMP?

a)

RS/Faskes perantara rujukan

b)

RS/Faskes tempat meninggal

c)

Puskesmas wilayah domisili

d)

Dinkes kabupaten sesuai KTP

36.

Untuk kasus kematian dengan domisili berbeda dari tempat meninggal, koordinasi yang ditunjukkan garis putus-putus hijau dilakukan antara siapa?

a)

BPJS dan kepolisian

b)

Kementerian dan DPRD

c)

Dinkes kab/kota terkait

d)

RS swasta dan asuransi

37.

Dalam diagram proses audit di rumah sakit untuk kematian maternal dan perinatal, tahap yang dilingkari bertuliskan “Audit di RS” paling terkait dengan aktivitas apa?

a)

Menilai kasus di RS tempat meninggal

b)

Mengeluarkan rujukan ke dinas provinsi

c)

Mencocokkan data dengan KTP pasien

d)

Mengarsipkan data di puskesmas domisili

38.

Panah berwarna ungu pada legenda menunjukkan “Notifikasi awal”. Berdasarkan alur, tindakan paling tepat setelah notifikasi awal diterima oleh RS/Faskes tempat meninggal adalah apa?

a)

Langsung melakukan koordinasi lintas dinas

b)

Meminta laporan dari RS/Perantara terkait

c)

Mengirim berkas ke dinas sesuai KTP

d)

Melaporkan ke puskesmas wilayah domisili

39.

Seorang pasien meninggal di RS/Faskes perantara. Untuk keperluan analisis, ke mana alur identifikasi kasus mengarah menurut diagram?

a)

RS/Faskes tempat rujukan akhir dan dinas provinsi KTP

b)

RS/Faskes tempat meninggal dan dinas kab/kota rujukan

c)

Dinas provinsi domisili dan puskesmas rujukan

d)

Puskesmas wilayah kerja domisili dan dinas sesuai KTP

40.

Dalam audit medik untuk kematian maternal/perinatal, hasil yang harus ditetapkan meliputi diagnosis penyebab kematian menurut ICD-10 MM/PM. Apa dua komponen tambahan yang juga harus diidentifikasi?

a)

Riwayat sosial dan kebijakan rumah sakit terbaru

b)

Aspek keuangan dan rencana anggaran rinci

c)

Faktor medik yang berpengaruh serta rekomendasi klinik

d)

Keluhan keluarga serta bukti laboratorium lengkap

41.

Siapa peserta utama pada audit medik yang menetapkan kodifikasi diagnosis kematian?

a)

DPJP dan kelompok staf medik

b)

Manajemen puncak rumah sakit

c)

Tim pengkaji internal eksternal

d)

Seluruh profesional pemberi asuhan

42.

Ruang lingkup audit klinik yang terkait kodifikasi diagnosis terutama berada di mana?

a)

Laboratorium rujukan regional

b)

Puskesmas sebagai primer

c)

Rumah sakit sebagai layanan klinis

d)

Kabupaten kota sebagai program

43.

Dalam pengkajian AMP di tingkat kabupaten/kota, salah satu hasil yang diharapkan adalah rekomendasi dan rencana tindak lanjut. Dua hasil lainnya adalah...

a)

Aspek manajemen berpengaruh dan dapat diperbaiki

b)

Rincian biaya pengobatan dan klaim asuransi

c)

Evaluasi etika penelitian dan izin komite

d)

Penilaian mutu data dan validasi statistik

44.

Kapan batas waktu maksimal penetapan kodifikasi diagnosis kematian harus dilakukan?

a)

Segera pada hari yang sama kematian

b)

Paling lama tiga puluh hari setelah audit

c)

Paling lambat tujuh hari sejak tanggal kematian

d)

Menunggu rapat triwulan berikutnya

45.

Siapa yang menegakkan kodifikasi diagnosis apabila kematian terjadi di fasilitas pelayanan?

a)

Kepala dinas kesehatan

b)

Komite keuangan rumah sakit

c)

Tim pengadaan peralatan

d)

DPJP atau forum audit medik

46.

Standar baku yang digunakan untuk kodifikasi diagnosis kematian maternal dan perinatal adalah...

a)

DSM-5 untuk gangguan mental

b)

ICD-10 MM dan ICD-PM WHO

c)

SNOMED CT seluruh terminologi

d)

ICD-11 semua bab klinis

47.

Dalam ICD-10 MM, klasifikasi yang harus dipertimbangkan mencakup...

a)

Komplikasi neonatal, nutrisi, vaksinasi

b)

Kode prosedur bedah, pembiusan, alat

c)

Penyebab langsung, tidak langsung, faktor penunjang

d)

Triage gawat darurat, skala nyeri, ASA

48.

Dalam ICD-PM, kategori yang perlu ditetapkan untuk perinatal antara lain...

a)

Skor Apgar menit pertama dan kelima

b)

Penyakit utama bayi dan penyakit utama ibu

c)

Tingkat pendidikan ibu dan pekerjaan ayah

d)

Sumber pembiayaan dan kelas perawatan

49.

Pada skema audit di rumah sakit, di mana proses pengkajian AMP terutama dilakukan?

a)

Kelompok audit teknologi informasi

b)

Kelompok audit kematian maternal perinatal

c)

Kelompok audit medik keperawatan klinik

d)

Kelompok audit keuangan dan kepegawaian

50.

Dokumen yang disiapkan untuk audit medik pascakejadian dalam kodifikasi diagnosis adalah...

a)

Ringkasan medik dan ringkasan medik perantara

b)

Rencana belanja anggaran tahunan

c)

Formulir klaim dan laporan pajak

d)

Surat persetujuan tindakan operatif

51.

Waktu pelaksanaan audit medik pascakematian untuk kodifikasi diagnosis biasanya adalah...

a)

Setiap tiga bulan terjadwal rutin

b)

Tujuh hingga empat belas hari setelah kematian

c)

Sesudah selesainya proses litigasi

d)

Pada akhir tahun kalender berjalan

52.

Pada formulir Medical Certification of Cause of Death (MCCD) untuk kematian maternal, bagian yang mencatat penyakit atau kondisi yang MENYEBABKAN kematian secara langsung adalah bagian mana?

a)

Part I baris d

b)

Part I baris a

c)

Part II catatan

d)

Kolom interval waktu

53.

Dalam pengisian MCCD, penyebab kematian dasar (underlying cause of death) seharusnya dicatat di mana?

a)

Baris terendah yang terisi di Part I

b)

Baris tertinggi yang terisi di Part I

c)

Bagian Part II kondisi signifikan

d)

Di kolom kode ICD khusus

54.

Apa fungsi utama Part II pada formulir MCCD kematian maternal?

a)

Mencatat kondisi yang berkontribusi namun tidak menyebabkan rantai

b)

Menentukan usia kehamilan saat kejadian

c)

Menuliskan estimasi interval onset hingga kematian

d)

Mencatat penyebab langsung yang memicu kematian

55.

Pada lembar kerja berbahasa Indonesia, kolom 'Perkiraan waktu dari onset kejadian sampai kematian' digunakan untuk apa?

a)

Mencatat interval waktu masing-masing kondisi

b)

Menuliskan lokasi fasilitas kesehatan pasien

c)

Menetapkan prioritas tindakan resusitasi

d)

Menentukan golongan pembiayaan pasien

56.

Dalam rantai sebab kematian, entri pada baris (b), (c), dan (d) di Part I seharusnya menggambarkan apa?

a)

Komplikasi sosial ekonomi keluarga

b)

Tindakan terapi yang berhasil diberikan

c)

Penyakit/kondisi yang mendahului kondisi di atasnya

d)

Kondisi yang tidak berkaitan dengan kematian

57.

Berdasarkan contoh pengisian, penyebab langsung kematian pada kasus nifas adalah apa?

a)

Anemia defisiensi Fe

b)

Atonia uteri

c)

Hemorragi post partum

d)

Syok hipovolemik

58.

Urutan benar rantai sebab pada contoh adalah mana?

a)

Atonia uteri ← Hemorragi post partum ← Syok hipovolemik

b)

Hemorragi post partum ← Atonia uteri ← Anemia defisiensi Fe

c)

Syok hipovolemik ← Anemia defisiensi Fe ← Malnutrisi

d)

Syok hipovolemik ← Hemorragi post partum ← Atonia uteri

59.

Pada contoh, kondisi yang dicatat di Part II sebagai berkontribusi namun tidak terkait langsung dengan rantai sebab adalah apa?

a)

Malnutrisi

b)

Hemorragi post partum

c)

Atonia uteri

d)

Syok hipovolemik

60.

Apa definisi kematian maternal yang paling tepat?

a)

Kematian saat hamil atau 42 hari setelah berakhirnya kehamilan akibat sebab terkait kehamilan

b)

Kematian janin sebelum lahir pada usia kehamilan berapa pun

c)

Kematian perempuan setiap usia akibat penyakit menular umum di masyarakat

d)

Kematian ibu selama nifas tanpa kaitan dengan proses obstetrik atau kehamilan

61.

Batas waktu yang termasuk dalam definisi kematian maternal adalah

a)

Selama hamil atau 42 hari setelah berakhirnya kehamilan

b)

Sampai 90 hari setelah persalinan atau keguguran

c)

Hanya selama persalinan sampai selesai kala empat

d)

Hanya selama trimester ketiga sampai tujuh hari nifas

62.

Kematian obstetrik langsung adalah kematian maternal akibat

a)

Komplikasi obstetrik atau intervensi, kelalaian, atau penatalaksanaan yang tidak tepat

b)

Penyakit kronis yang tidak terkait kehamilan dan tidak dipengaruhi kehamilan

c)

Faktor sosial ekonomi seperti kemiskinan dan akses layanan

d)

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama masa kehamilan

63.

Contoh kondisi yang tergolong kematian obstetrik tidak langsung adalah

a)

Penyakit yang sudah ada sebelumnya diperberat selama kehamilan

b)

Perdarahan postpartum akibat atonia uteri akut

c)

Emboli air ketuban saat proses persalinan aktif

d)

Ruptur uteri karena induksi oksitosin berlebihan

64.

Kriteria eksklusi dalam definisi kematian maternal adalah kematian yang disebabkan oleh

a)

Komplikasi kehamilan trimester pertama

b)

Penyakit yang diperberat kehamilan

c)

Kelalaian dalam penatalaksanaan persalinan

d)

Kecelakaan atau penyebab insidentil

65.

Perinatal death merujuk pada kematian

a)

Perempuan usia subur karena penyakit kronis nonobstetrik

b)

Balita setelah usia enam bulan karena infeksi saluran napas

c)

Ibu hamil selama trimester pertama akibat perdarahan

d)

Janin atau neonatus pada periode perinatal sesuai definisi ICD-PM

66.

Dalam pengisian WHO death certificate (ICD-PM), garis paling bawah pada bagian penyebab kematian digunakan untuk

a)

Mencatat sebab dasar kematian yang mendasari rantai peristiwa

b)

Menuliskan semua komorbiditas tanpa urutan kronologis

c)

Mencantumkan data administrasi seperti alamat keluarga

d)

Memberi tanda tangan penanggung jawab pelayanan

67.

Pernyataan yang benar tentang hubungan kehamilan dengan kematian maternal adalah

a)

Kematian hanya dihitung jika ada penyakit pra-kehamilan

b)

Kematian terkait atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya

c)

Kematian selalu tidak berhubungan dengan intervensi medis

d)

Kematian hanya dihitung jika terjadi saat proses persalinan

68.

Komponen yang tidak termasuk dalam definisi kematian obstetrik langsung adalah

a)

Kelalaian atau kesalahan penatalaksanaan klinis

b)

Komplikasi obstetrik kehamilan dan persalinan

c)

Cedera akibat kecelakaan kerja saat hamil

d)

Rangkaian kejadian akibat intervensi obstetri

69.

Kematian obstetrik tidak langsung TIDAK disebabkan oleh

a)

Penyebab obstetrik langsung seperti perdarahan persalinan

b)

Penyakit pra-kehamilan yang diperberat kehamilan

c)

Kondisi medis yang timbul selama kehamilan nonobstetri

d)

Gangguan metabolik yang dipicu adaptasi kehamilan

70.

Tujuan pengumpulan indikator perinatal minimum adalah

a)

Mengganti seluruh rekam medis ibu dan bayi secara permanen

b)

Mengestimasi biaya perawatan intensif neonatal individual

c)

Memantau pola kematian perinatal untuk perbaikan layanan

d)

Menentukan tanggung jawab hukum dalam kejadian kematian

71.

Informasi yang terutama dicatat sebagai 'Main disease or condition in the fetus or infant' pada formulir ICD-PM adalah

a)

Riwayat operasi ibu dalam tiga bulan terakhir

b)

Penyakit utama pada ibu yang menyertai kehamilan

c)

Penyakit utama pada janin atau bayi yang menyebabkan kematian

d)

Tempat kejadian kematian dan saksi peristiwa

72.

Mengapa kecelakaan tidak termasuk dalam definisi kematian maternal?

a)

Karena selalu termasuk dalam statistik kematian umum

b)

Karena terjadi di luar fasilitas kesehatan sehingga tidak tercatat

c)

Karena bukan akibat atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya

d)

Karena hanya memengaruhi janin dan bukan ibu hamil

73.

Dalam rantai penyebab kematian pada sertifikat kematian, urutan pelaporan peristiwa digunakan untuk

a)

Mengelompokkan penyakit menular dan tidak menular

b)

Mengisi kolom waktu dari onset menuju kesembuhan

c)

Menyusun diagnosa secara alfabet tanpa prioritas klinis

d)

Menjelaskan progresi sebab hingga sebab dasar kematian

74.

Indikator perinatal minimum yang dikumpulkan paling berkaitan dengan

a)

Rencana keluarga pascasalin dan kontrasepsi ibu

b)

Riwayat pendidikan orang tua dan pekerjaan keluarga

c)

Penyebab utama pada ibu serta pada janin atau bayi

d)

Kondisi rumah dan kebersihan lingkungan keluarga