wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS: Etika dan Nilai Profesional

Total questions: 30

Worksheet time: 23mins

Name
Class
Date
1.

Seorang perempuan, 25 tahun nifas 2 minggu yang lalu, datang ke TPMB dengan keluhan nyeri hebat pada payudara. Hasil pemeriksaan dengan diagnosa abses payudara. Pasien meminta agar bidan tidak menceritakan kepada keluarga tentang penyakit yang dialaminya. Apa prinsip etik yang diterapkan pada kasus tersebut?

a)

Confidentiality

b)

Fidelity

c)

Veracity

d)

Justice

e)

Autonomy

2.

Seorang perempuan Ny D G1P0A0 datang ke TPMB untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil pemeriksaan denyut jantung janin terdengar di dua tempat namun samar. Bidan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan USG ke dokter kandungan namun pasien menolak dengan alasan pribadi. Bidan telah menjelaskan manfaat dan alternatif pemeriksaan secara lengkap tapi bidan menghormati keputusan pasien tanpa memaksakan keputusannya. Apakah prinsip etik yang diterapkan pada kasus tersebut?

a)

Confidentiality

b)

Fidelity

c)

Veracity

d)

Justice

e)

Autonomy

3.

Seorang ibu hamil Ny T datang ke klinik untuk memeriksakan kehamilannya, ibu tersebut merupakan pasien BPJS yang sudah mengambil nomor antrian dan datang tepat waktu. Beberapa menit kemudian datang pasien kedua Ny C yang merupakan pasien umum meminta untuk diperiksa lebih dulu karena terburu-buru. Bidan menolak permintaan Ny C dan tetap memeriksa sesuai urutan antrian yang berlaku. Apa prinsip etik yang dilakukan bidan tersebut?

a)

Beneficence

b)

Autonomy

c)

Veracity

d)

Justice

e)

Confidentiality

4.

Seorang Perempuan, 28 tahun G2P1A0 hamil 34 minggu datang ke TPMB dengan keluhan mengeluarkan gumpalan darah dari jalan lahir sejak 30 menit yang lalu. Hasil anamnesis: terasa nyeri pada abdomen dan gerakan janin dirasakan berkurang. Hasil pemeriksaan: TD 100/60 mmHg, N 100 x/menit, P 24 x/menit, S 36,8 C, TFU 34 cm, DJJ (+) kurang jelas, palpasi sulit dilakukan. Bidan memberikan penjelasan secara rinci dan benar tentang kondisi kesehatan klien dan rencana asuhan yang akan diberikan yaitu merujuk ke RS. Apa prinsip praktik kebidanan yang sesuai pada kasus tersebut?

a)

Non maleficence

b)

Beneficence

c)

Veracity

d)

Justice

e)

Confidentiality

5.

Seorang perempuan umur 23 tahun, G1P0A0, hamil 39 minggu, datang ke RS dengan keluhan perut mules sejak 4 jam yang lalu. Hasil anamnesis: keluar lendir bercampur darah. Hasil pemeriksaan: TD 120/70 mmHg, N 88 x/menit, S 36,8C, P 22 x /menit, TBJ 4200 gr, kontraksi 4x/10 menit/43 detik, DJJ 130 x/menit, PD: pembukaan 10 cm, selaput ketuban (-). Bidan menyampaikan bahwa akan dilakukan operasi section caesar sesuai dengan kondisi ibu dan janin. Apa prinsip etik yang dilakukan bidan sesuai kasus tersebut?

a)

Non maleficence

b)

Beneficence

c)

Autonomy

d)

Justice

e)

Confidentiality

6.

Seorang bidan memberikan pelayanan yang adil, jujur, menghormati keputusan pasien, tidak membedakan latar belakang sosial, serta mengutamakan kepentingan ibu dan bayi. Apakah nilai personal esensial yang paling dominan dan saling terkait pada kasus ini?

a)

Aesthetic dan truth

b)

Altruisme dan equality

c)

Justice, truth, freedom, dan altruism

d)

Equality dan aesthetic

e)

Freedom dan justice saja

7.

Seorang perempuan umur 29 tahun datang ke PMB mengatakan hamil 9 bulan dan ingin melahirkan dan tidak memiliki biaya untuk melahirkan. Bidan tetap melaksanakan pertolongan persalinan dan tidak membeda-bedakan dalam memberikan pelayanan. Pada kasus tersebut, nilai esensial profesi yang diterapkan bidan adalah.....

a)

Aesthetics

b)

Altruism

c)

Equality

d)

Freedom

e)

Truth

8.

Seorang perempuan umur 29 tahun datang ke PMB mengatakan hamil 9 bulan dan ingin melahirkan. Saat pasien datang bidan sedang ada acara keluarga. Bidan meminta ibu dan keluarga untuk datang ke PMB lain dengan alasan sedang ada acara keluarga. Pada kasus tersebut nilai esensial profesi yang tidak dilakukan bidan adalah....

a)

Aesthetics

b)

Altruism

c)

Equality

d)

Freedom

e)

Human dignity

9.

Seorang bidan mengetahui bahwa rekannya sering datang terlambat sehingga pelayanan antenatal menjadi terganggu. Bidan merasa hal ini tidak sesuai dengan profesionalisme, tetapi belum ada keluhan langsung dari pasien. Apakah kondisi yang terjadi pada kasus tersebut?

a)

Isu etik

b)

Konflik etik

c)

Dilema etik

d)

Dilema moral

e)

Konflik moral

10.

Seorang Perempuan hamil aterm inpartu datang ke PMB bidan S. hasil pemeriksaan menunjukkan kehamilan dengan presentasi bokong dan tafsiran berat janin 3900 gram dengan kesejahteraan ibu dan janin baik. Berdasarkan data yang diperoleh, bidan S kemudian memutuskan dilakukan rujukan. Namun keluarga pasien bersikeras untuk tetap melahirkan di bidan tersebut, karena keluarga kesulitan biaya. Terjadilah perdebatan antara bidan dengan keluarga pasien. Apakah kondisi yang sedang dihadapi oleh bidan tersebut?

a)

Dilemma moral

b)

Konflik moral

c)

isu etik

d)

dilema etik

e)

konflik etik

11.

Seorang perempuan usia 30 tahun datang ke TPMB untuk memeriksakan kehamilannya dengan keluhan pusing dan pandangan mata kabur. Hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium didapatkan diagnose preeklampsi. Suami pasien meminta untuk tidak memberitahukan kepada ibu hamil karena takut pasien stress. Di sisi lain bidan memiliki kewajiban untuk jujur kepada pasien. Apakah kondisi yang dihadapi oleh bidan tersebut?

a)

Dilemma moral

b)

Konflik moral

c)

Dilemma etik

d)

Isu etik

e)

Konflik etik

12.

Seorang bidan di rumah sakit diminta membantu dokter melakukan aborsi atas indikasi sosial (kehamilan tidak diinginkan akibat perkosaan). Secara hukum dan kebijakan rumah sakit, tindakan tersebut diizinkan. Namun bidan tersebut memiliki keyakinan pribadi dan agama yang menentang aborsi. Apakah kondisi yang sedang dihadapi bidan tersebut?

a)

Dilema moral

b)

Konflik moral

c)

Isu etik

d)

Dilemma etik

e)

Masalah moral

13.

Seorang ibu hamil menolak imunisasi TT karena takut efek samping. Bidan menjelaskan manfaat, risiko, dan alternatif secara jelas serta menghargai keputusan klien tanpa paksaan. Apakah area standar profesi bidan yang diterapkan pada kasus tersebut?

a)

Keselamatan pasien

b)

Etika professional

c)

Komunikasi efektif dan konseling

d)

Dokumentasi kebidanan

e)

Kolaborasi

14.

Seorang bidan dilaporkan karena menyebarkan informasi kondisi kehamilan pasien di media sosial tanpa izin. Tidak terjadi kerugian fisik pada pasien, namun melanggar kerahasiaan. Kasus ini paling tepat ditangani oleh

a)

Pengadilan negeri

b)

Konsil Kebidanan

c)

Majelis Etik Profesi

d)

Majelis Pertimbangan

e)

Dinas Kesehatan

15.

Seorang bidan menghadapi laporan dugaan malpraktik dan membutuhkan rekomendasi profesional untuk menentukan langkah terbaik sebelum kasus diproses lebih lanjut. Lembaga yang berfungsi memberi nasihat dan rekomendasi awal adalah …

a)

Majelis Pertimbangan

b)

Majelis Etik

c)

Konsil Kebidanan

d)

Dinas Kesehatan

e)

Pengadilan

16.

Seorang bidan dilaporkan oleh masyarakat karena diduga melanggar kode etik profesi, seperti bersikap tidak sopan dan melanggar kerahasiaan klien. Kasus ini pertama kali harus ditangani oleh

a)

Majelis Pertimbangan

b)

Majelis Etik

c)

Konsil Kebidanan

d)

Dinas Kesehatan

e)

Pengadilan negeri

17.

Seorang bidan dilaporkan karena dugaan pelanggaran etik yang berpotensi berdampak pada keselamatan pasien. Sebelum kasus diteruskan ke konsil kebidanan, diperlukan kajian etik mendalam. Apakah alasan utama melibatkan Majelis Pertimbangan Etik dalam tahap ini?

a)

Untuk mempercepat proses hukum

b)

Untuk menentukan sanksi administrative

c)

Untuk memastikan penilaian etik dilakukan secara proporsional dan adil

d)

Untuk membela bidan secara hukum

e)

Untuk menggantikan peran konsil kebidanan

18.

Seorang bidan diduga melanggar standar komunikasi profesional, namun belum jelas apakah terjadi pelanggaran etik atau hanya perbedaan persepsi. Peran Majelis Pertimbangan Kebidanan yang tepat adalah

a)

Memberi sanksi etik langsung

b)

Menilai pelanggaran kode etik

c)

Memberi kajian dan rekomendasi awal

d)

Menjatuhkan sanksi disiplin

e)

Mencabut kewenangan praktik

19.

Seorang bidan lupa menyampaikan satu informasi minor kepada pasien yang tidak berdampak pada keputusan atau keselamatan pasien. Jenis kelalaian pada kasus ini adalah

a)

Culpa lata

b)

Culpa levis

c)

Culpa levissima

d)

Culpa dolosa

e)

Malpraktik pidana

20.

Seorang bidan menolong persalinan dengan perdarahan hebat tetapi tidak segera melakukan rujukan dan tidak memberikan tindakan awal meskipun telah mengetahui tanda kegawatdaruratan. Akibatnya, kondisi ibu memburuk. Jenis kelalaian pada kasus tersebut adalah

a)

Culpa levis (kelalaian ringan)

b)

Culpa levissima

c)

Culpa lata (kelalaian berat)

d)

Risiko medis

e)

Force majeure

21.

Seorang bidan melakukan pertolongan persalinan di praktik mandiri, padahal SIPB miliknya telah habis masa berlakunya. Dalam persalinan tersebut terjadi komplikasi perdarahan yang menyebabkan pasien harus dirujuk dalam kondisi kritis. Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023, tindakan bidan tersebut termasuk

a)

Risiko medis

b)

Malpraktik etik

c)

Pelanggaran disiplin profesi

d)

Pelanggaran hukum administrative

22.

Seorang ibu melaporkan bidan karena tidak melakukan rujukan tepat waktu pada kasus persalinan lama, sehingga bayi mengalami cedera permanen. Keluarga menuntut ganti rugi atas kerugian yang dialami. Apakah jenis malpraktik pada kasus tersebut?

a)

Malpraktik pidana

b)

Malpraktik perdata

c)

Malpraktik administratif

d)

Pelanggaran etik

e)

Risiko medis

23.

Seorang bidan memberikan obat penggugur kandungan kepada seorang perempuan tanpa indikasi medis dan tanpa kewenangan. Tindakan tersebut menyebabkan perdarahan hebat dan mengancam nyawa pasien. Apakah jenis malpraktik pada kasus tersebut?

a)

Malpraktik perdata

b)

Malpraktik administratif

c)

Pelanggaran etik

d)

Risiko medis

e)

Malpraktik pidana

24.

Seorang bidan melakukan tindakan aborsi ilegal dan, selain sanksi pidana, ia juga berpotensi dikenai sanksi terkait status dan kewenangan tenaga kesehatan. Dasar hukum yang mengatur pembinaan dan sanksi terhadap tenaga kesehatan adalah

a)

KUHP

b)

Undang-Undang Kebidanan No. 4 Tahun 2019

c)

Undang-Undang No. 17 Tahun 2023

d)

Peraturan Daerah

e)

Permenkes No. 320 Tahun 2020

25.

Seorang bidan membantu tindakan aborsi secara sengaja dan sadar, bukan dalam kondisi kedaruratan medis dan tidak sesuai ketentuan hukum. Jenis perbuatan hukum tersebut dikategorikan sebagai

a)

Aborsi spontan

b)

Aborsi terapeutik yang sah

c)

Aborsi provocatus criminalis

d)

Risiko medis

e)

Pelanggaran administratif ringan

26.

Seorang ibu bersalin datang dengan perdarahan hebat dan tidak sadar. Tidak ada keluarga yang mendampingi. Bidan harus segera melakukan tindakan penyelamatan. Apakah bentuk informed consent yang sesuai pada kasus tersebut?

a)

Informed consent tertulis

b)

Informed consent lisan

c)

Implied consent

d)

Express consent

e)

Informed consent dengan isyarat

27.

Pasangan suami istri yang sah secara hukum menjalani program bayi tabung menggunakan sperma suami dan ovum istri sendiri di fasilitas pelayanan kesehatan yang berizin. Bidan terlibat dalam pendampingan dan edukasi pasien. Apakah tinjauan hukum terhadap tindakan tersebut?

a)

Dilarang karena bertentangan dengan hukum

b)

Diperbolehkan karena sesuai ketentuan hukum kesehatan

c)

Termasuk pelanggaran etik bidan

d)

Hanya boleh dilakukan di luar negeri

e)

Tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan

28.

Seorang bidan memberikan pelayanan persalinan di praktik mandiri sesuai kewenangannya, menggunakan SOP, serta mendokumentasikan tindakan dalam rekam medis. Tindakan bidan tersebut mencerminkan area standar …

a)

Komunikasi interpersonal

b)

Praktik profesional, etis, legal, dan aman

c)

Pendidikan kesehatan

d)

Kepemimpinan

e)

Pengembangan profesi

29.

Sebagai koordinator ruang bersalin, bidan mengatur jadwal tugas, memastikan ketersediaan alat, dan mengoordinasikan tim dalam penanganan kegawatdaruratan. Area standar yang diterapkan adalah …

a)

Pengembangan profesi

b)

Penelitian

c)

Kepemimpinan dan manajemen pelayanan kebidanan

d)

Komunikasi interpersonal

e)

Pendidikan kesehatan

30.

Seorang perempuan, 28 tahun, nifas hari ke-7 datang ke TPMB dengan keluhan pusing, batuk, dan demam. Bidan lupa menanyakan alergi obat yang mengakibatkan pasien mengalami reaksi alergi berat dan harus dirawat di rumah sakit. Keluarga menuntut ganti rugi atas biaya perawatan yang dialami pasien. Apakah jenis hukum yang terjadi pada kasus tersebut?

a)

Hukum pidana

b)

Hukum perdata

c)

Hukum administrasi

d)

Hukum tertulis

e)

Hukum tidak tertulis