WorksheetsSurvival Quiz Summer Camp OTW Kampus
Total questions: 20
Worksheet time: 2hrs 40mins
Saat pendakian Feri menemukan sebuah papan petunjuk kayu yang bertuliskan “QXUGBFPQBR” yang memiliki arti “PYTHAGORAS”. Dengan cara pemecahan kode yang sama tulisan di sampingnya yaitu “GZIQFMIDJS” berarti:
Fahrenheit
Microscope
Physiology
Geoscience
Jumlah pengunjung basecamp summer camp OTW Kampus dari hari pertama hingga kelima secara berturut-turut adalah: 45,50,56,63,71. Jika tren ini berlanjut secara konsisten, berapa jumlah pengunjung pada hari ketujuh?
80
85
90
95
Tiga mahasiswa mendapatkan uang jajan mingguan dari orang tua mereka yang rencananya akan ditabung untuk mendaki bersama di akhir tahun 2025.
Feri menerima uang makan harian sebesar Rp30.000
Arfa menerima uang makan mingguan sebesar Rp220.000
Darius menerima Rp50.000 setiap kali dia meminta, dan ia meminta sebanyak 4 kali dalam seminggu.
Jika mereka semua menjalani 1 minggu penuh, pernyataan manakah yang Paling Tepat?
Uang jajan Darius paling besar
Uang jajan Feri paling kecil
Uang jajan Darius paling kecil
Uang jajan Arfa paling besar
Sebuah tim pendakian terdiri dari 8 orang akan melakukan pendakian dan kemah selama 3 hari 2 malam.
Setiap orang membutuhkan:
2 liter air per hari
0,5 kg logistik per hari
Namun, karena jalur pendakian cukup berat, 20% dari total air harus ditambah sebagai cadangan, dan 10% logistik dikurangi karena sebagian makanan dikonsumsi sebelum pendakian dimulai.
Berapakah total air dan logistik yang harus dibawa tim tersebut?
38,4 liter air dan 10,8 kg logistik
48 liter air dan 10,8 kg logistik
57,6 liter air dan 12 kg logistik
57,6 liter air dan 10,8 kg logistik
Seorang pendaki berjalan dengan kecepatan rata-rata 4 km/jam.
Jika jarak basecamp ke lokasi kemah adalah 12 km dan pendaki beristirahat 30 menit setiap 2 jam, maka waktu total yang dibutuhkan adalah …
3 jam
3,5 jam
4 jam
4,5 jam
Semua pendaki membawa jas hujan.
Sebagian pendaki membawa jaket tebal.
Kesimpulan yang pasti benar adalah …
Semua pendaki membawa jaket tebal
Sebagian pendaki membawa jas hujan
Semua pendaki membawa jas hujan dan jaket tebal
Sebagian pendaki tidak membawa jas hujan
Perbandingan jumlah pendaki pria dan wanita dalam suatu tim adalah 3 : 2.
Jika total pendaki 20 orang, maka jumlah pendaki wanita adalah …
6
8
10
12
Sebuah kompor portable membutuhkan 120 gram gas per hari.
Jika tim mendaki selama 4 hari dan membawa 3 kompor, maka gas minimal yang dibutuhkan adalah …
1.200 gram
1.320 gram
1.440 gram
1.500 gram
Jika hujan turun, pendaki menunda pendakian.
Hari ini pendakian tidak ditunda.
Kesimpulan yang paling tepat adalah …
Hari ini hujan turun
Pendaki tetap mendaki meskipun hujan
Hari ini tidak hujan
Pendaki tidak siap mendaki
Sebuah tim pendaki mencatat konsumsi air selama pendakian sebagai berikut:
Hari ke-1: rata-rata 2,1 liter/orang
Hari ke-2: meningkat 15% dari hari ke-1
Hari ke-3: menurun 10% dari hari ke-2
Jika jumlah pendaki 12 orang, maka total air yang dikonsumsi selama pendakian adalah …
73,26 liter
74,52 liter
75,18 liter
76,44 liter
Ketua tim menyatakan:
“Jika cuaca buruk dan jalur licin, maka pendakian dibatalkan.”
Faktanya, pendakian tetap dilakukan, tetapi beberapa pendaki mengalami keterlambatan karena jalur licin.
Kesimpulan yang paling logis adalah …
Cuaca tidak buruk dan jalur tidak licin
Cuaca buruk tetapi jalur tidak licin
Cuaca tidak buruk tetapi jalur licin
Cuaca buruk dan jalur licin
Sebuah tim ingin mengurangi beban logistik tanpa mengorbankan keselamatan.
Empat strategi diajukan:
1. Mengurangi cadangan air
2. Membagi alat masak antar kelompok
3. Mengurangi pakaian ganti
4. Mengganti makanan kaleng dengan makanan kering
Strategi yang paling rasional dan aman adalah …
1 dan 3
2 dan 4
2 dan 3
1 dan 4
“Pendaki yang membawa beban berlebih cenderung kelelahan lebih cepat, terutama pada jalur dengan elevasi curam. Oleh karena itu, pembagian beban harus mempertimbangkan kondisi fisik, bukan hanya jumlah barang.”
Pernyataan yang paling tepat berdasarkan teks adalah …
Semua pendaki harus membawa beban yang sama
Beban ringan menjamin pendakian lebih cepat
Kondisi fisik memengaruhi efektivitas pembagian beban
Jalur curam selalu menyebabkan pendakian gagal
Aktivitas pendakian yang tidak terkontrol dapat menyebabkan degradasi lingkungan pegunungan.
Dampak jangka panjang yang paling mungkin terjadi akibat peningkatan jumlah pendaki tanpa pengelolaan yang baik adalah …
Penurunan suhu udara di kawasan pegunungan
Hilangnya vegetasi endemik dan erosi tanah
Peningkatan curah hujan lokal
Bertambahnya sumber mata air
Pendakian gunung tidak lagi sekadar aktivitas olahraga atau petualangan, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari industri pariwisata alam. Peningkatan jumlah pendaki memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti munculnya jasa pemandu, porter, dan penginapan. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, aktivitas ini juga menimbulkan tekanan ekologis berupa sampah, erosi jalur, serta gangguan terhadap flora dan fauna endemik.
Oleh karena itu, pengelola kawasan konservasi mulai menerapkan berbagai kebijakan, seperti pembatasan kuota pendaki, kewajiban edukasi lingkungan sebelum pendakian, serta penerapan prinsip carry in–carry out. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan kelestarian alam. Keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kesadaran pendaki dan konsistensi pengawasan dari pihak pengelola.
Gagasan utama teks tersebut adalah …
Pendakian gunung sebagai olahraga ekstrem
Dampak ekonomi pendakian bagi pengelola kawasan
Perkembangan pendakian gunung dan tantangan pengelolaannya
Peran masyarakat lokal dalam pariwisata alam
Pendakian gunung tidak lagi sekadar aktivitas olahraga atau petualangan, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari industri pariwisata alam. Peningkatan jumlah pendaki memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti munculnya jasa pemandu, porter, dan penginapan. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, aktivitas ini juga menimbulkan tekanan ekologis berupa sampah, erosi jalur, serta gangguan terhadap flora dan fauna endemik.
Oleh karena itu, pengelola kawasan konservasi mulai menerapkan berbagai kebijakan, seperti pembatasan kuota pendaki, kewajiban edukasi lingkungan sebelum pendakian, serta penerapan prinsip carry in–carry out. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan kelestarian alam. Keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kesadaran pendaki dan konsistensi pengawasan dari pihak pengelola.
Dampak negatif yang secara implisit disampaikan penulis akibat pendakian tanpa pengelolaan adalah …
Menurunnya minat wisatawan
Kerusakan ekosistem pegunungan
Konflik antarpendaki
Penurunan pendapatan masyarakat lokal
Pendakian gunung tidak lagi sekadar aktivitas olahraga atau petualangan, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari industri pariwisata alam. Peningkatan jumlah pendaki memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti munculnya jasa pemandu, porter, dan penginapan. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, aktivitas ini juga menimbulkan tekanan ekologis berupa sampah, erosi jalur, serta gangguan terhadap flora dan fauna endemik.
Oleh karena itu, pengelola kawasan konservasi mulai menerapkan berbagai kebijakan, seperti pembatasan kuota pendaki, kewajiban edukasi lingkungan sebelum pendakian, serta penerapan prinsip carry in–carry out. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan kelestarian alam. Keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kesadaran pendaki dan konsistensi pengawasan dari pihak pengelola.
Kebijakan pembatasan kuota pendaki bertujuan utama untuk …
Mengurangi keuntungan ekonomi
Membatasi aktivitas masyarakat lokal
Menjaga keseimbangan antara ekonomi dan kelestarian alam
Menghilangkan minat pendakian gunung
Pendakian gunung tidak lagi sekadar aktivitas olahraga atau petualangan, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari industri pariwisata alam. Peningkatan jumlah pendaki memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti munculnya jasa pemandu, porter, dan penginapan. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, aktivitas ini juga menimbulkan tekanan ekologis berupa sampah, erosi jalur, serta gangguan terhadap flora dan fauna endemik.
Oleh karena itu, pengelola kawasan konservasi mulai menerapkan berbagai kebijakan, seperti pembatasan kuota pendaki, kewajiban edukasi lingkungan sebelum pendakian, serta penerapan prinsip carry in–carry out. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan kelestarian alam. Keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kesadaran pendaki dan konsistensi pengawasan dari pihak pengelola.
Hubungan sebab–akibat yang tepat berdasarkan teks adalah …
Pendakian meningkat → edukasi lingkungan dihapus
Tekanan ekologis meningkat → perlunya kebijakan pengelolaan
Jasa porter berkembang → kerusakan jalur pendakian
Kuota pendaki diterapkan → pendakian berhenti total
Pendakian gunung tidak lagi sekadar aktivitas olahraga atau petualangan, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari industri pariwisata alam. Peningkatan jumlah pendaki memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti munculnya jasa pemandu, porter, dan penginapan. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, aktivitas ini juga menimbulkan tekanan ekologis berupa sampah, erosi jalur, serta gangguan terhadap flora dan fauna endemik.
Oleh karena itu, pengelola kawasan konservasi mulai menerapkan berbagai kebijakan, seperti pembatasan kuota pendaki, kewajiban edukasi lingkungan sebelum pendakian, serta penerapan prinsip carry in–carry out. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan kelestarian alam. Keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kesadaran pendaki dan konsistensi pengawasan dari pihak pengelola.
Sikap penulis terhadap aktivitas pendakian gunung dapat disimpulkan sebagai …
Menolak sepenuhnya aktivitas pendakian
Mendukung tanpa syarat
Netral tanpa solusi
Mendukung dengan pengelolaan berkelanjutan
Pendakian gunung tidak lagi sekadar aktivitas olahraga atau petualangan, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari industri pariwisata alam. Peningkatan jumlah pendaki memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti munculnya jasa pemandu, porter, dan penginapan. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, aktivitas ini juga menimbulkan tekanan ekologis berupa sampah, erosi jalur, serta gangguan terhadap flora dan fauna endemik.
Oleh karena itu, pengelola kawasan konservasi mulai menerapkan berbagai kebijakan, seperti pembatasan kuota pendaki, kewajiban edukasi lingkungan sebelum pendakian, serta penerapan prinsip carry in–carry out. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan kelestarian alam. Keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kesadaran pendaki dan konsistensi pengawasan dari pihak pengelola.
Jika kesadaran pendaki rendah tetapi kebijakan tetap diterapkan, dampak paling mungkin adalah …
Kebijakan berjalan efektif tanpa hambatan
Tekanan ekologis meningkat drastis
Kebijakan tidak optimal meskipun aturan sudah ada
Jumlah pendaki meningkat
