wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

disfonia25

Total questions: 91

Worksheet time: 48mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pria berusia 19 tahun memiliki suara tinggi. Pemeriksaan laring menunjukkan bahwa laring dalam kondisi normal. Terapis bicara menggunakan metode yang menerapkan tekanan ringan pada kartilago tiroid anterior. Apa nama metode ini?

a)

Chant talk

b)

Manipulasi digital

c)

Fokus

d)

Glottal fry

e)

Yawn-sigh

2.

Seorang wanita berusia 50 tahun mengeluh tentang kelelahan vokal. Data penilaian menunjukkan bahwa gerakan rahang selama berbicara sangat terbatas dan gigi cenderung menutup. Apa metode yang tepat untuk klien ini?

a)

Pendekatan Pushing

b)

Pendekatan Mengunyah

c)

Fokus

d)

Posisi Kepala

e)

Fonasikan Inhalasi

3.

Seorang klien pria berusia 67 tahun datang ke klinik terapi bicara dengan keluhan suara. Pemeriksaan menunjukkan suara serak, aktif menggunakan suaranya selama 45 jam seminggu di tempat kerja, sering membersihkan tenggorokan, dan kelelahan vokal. Apa metode yang tepat untuk klien ini?

a)

Latihan fungsi vokal

b)

Menekan

c)

Berbicara dengan nada nyanyian

d)

Gorengan glotal

e)

LSVT

4.

Seorang terapis bicara melakukan pemeriksaan untuk menentukan frekuensi dasar selama berbicara pada seorang klien berusia 26 tahun. Bagaimana teknik pemeriksaan dilakukan?

a)

Memperpanjang durasi vokal

b)

Memperpanjang durasi /s/

c)

Menyesuaikan nada dengan alat musik

d)

Bernafas selama 5 detik

e)

Melakukan rentang nada

5.

Seorang terapis bicara memeriksa seorang klien wanita berusia 41 tahun. Klien diminta untuk membaca kata-kata dan frasa tanpa mencubit hidungnya. Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan dalam suara. Apa kemungkinan diagnosisnya?

a)

Asimilasi nasal

b)

Hiponasalitas

c)

Hiper nasalitas

d)

Cul-de-sac

e)

Suara normal

6.

Seorang gadis datang ke unit terapi bicara bersama orang tuanya. Teman-temannya mengatakan suaranya terdengar "aneh" dan dia merasa tidak aman serta tidak ingin pergi ke sekolah. Pengamatan menunjukkan bahwa pembukaan mulutnya saat berbicara sangat kecil. Apa yang dimaksud dengan "aneh" dalam suaranya?

a)

Tinggi nada

b)

Kualitas

c)

Keras suara

d)

Resonansi

e)

Pernafasan

7.

Seorang klien diminta untuk meniup tisu selama 5 detik. Aspek apa yang sedang dinilai?

a)

Kapasitas paru-paru vital

b)

Aliran udara

c)

Tekanan udara

d)

Intensitas suara

e)

Nada

8.

Agar seorang terapis wicara berhasil di dalam menerapkan metode counseling maka, seorang terapis wicara harus:

a)

Berbahasa yang mudah dimengerti klien

b)

Berbahasa yang baik dan benar

c)

Menggunakan istilah baku

d)

Tidak meninggalkan bahasa ilmiah

e)

Berbahasa asing

9.

Seorang klien umur 66 tahun, mengalami gangguan suara. Hasil pengkajian data: stroboscopy menunjukkan posisi laring terlalu tinggi, kecemasan berlebihan, pernafasan dangkal, harshness. Terapis wicara memberikan terapi dengan metode yang menggunakan stimulus konsonan /m, n, l, r/. Apakah nama metode tersebut?

a)

Pushing/pulling

b)

Relaksasi

c)

Inhalation Phonation

d)

Stimulasi nasal-glide

e)

Yawn-sigh

10.

Seorang klien laki-laki datang ke klinik dengan keluhan suara serak. Hasil pengkajian data: serak, fundamental frekuensi saat bicara 126 Hz, MPT 6 detik, 6 kali pitch break saat bercakap-cakap 1 menit, kepala sedikit tertekuk ke arah dagu, sering throat clearing. Bagaimana penilaian MPT klien?

a)

Normal sesuai rata-rata usia

b)

Di bawah rata-rata usia

c)

Masih sesuai range usia

d)

Di atas rata-rata usia

e)

Sangat di atas rata-rata usia

11.

Seorang klien perempuan umur 30 tahun, datang ke pelayanan terapi wicara dengan keluhan suara terganggu. Saat anamnesis, terapis wicara menanyakan “sudah berapa lama gangguan suara dirasakan?”. Apakah tujuan pertanyaan tersebut?

a)

Mengetahui etiologi

b)

Mengetahui variasi permasalahan

c)

Mengetahui durasi permasalahan

d)

Mengetahui gambaran penggunaan suara

e)

Mengetahui gambaran permasalahan

12.

Seorang klien perempuan umur 29 tahun, datang ke klinik terapi wicara dengan keluhan kelelahan bicara saat lama bervocal. Terapis wicara melakukan pemeriksaan dengan palpasi laring. Apakah ciri laring dalam kondisi normal?

a)

Naik laring sama besar pada semua bunyi vocal

b)

Rasa nyeri saat pemeriksaan

c)

Berkurangnya ruang thyrohyoid

d)

Tidak ada ruang thyrohyoid

e)

Ketegangan berlebihan di laring

13.

Seorang terapis wicara meminta klien membaca kata dan kalimat yang mengandung bunyi denasal. Apa tujuan tes tersebut?

a)

Mengetahui kemampuan pernafasan

b)

Mengetahui kemampuan kenyaringan

c)

Mengetahui kemampuan penutupan velofaringeal

d)

Mengetahui kemampuan kualitas suara

e)

Mengetahui kemampuan nada suara

14.

Seorang klien perempuan umur 29 tahun, datang ke pelayanan terapi wicara dengan keluhansuara terganggu sejak 1 bulan. Hasil pengkajian data: penggunaan suara mayoritas dalam pekerjaan, serak, bilateral vocal nodul, nada rendah, hard glottal attack. Terapis wicara memberikan terapi dengan metode yang menggunakan nyanyian saat berbicara. Apakah nama metode tersebut?

a)

Respiration training

b)

Establishing New Pitch

c)

Pitch inflection

d)

Pushing

e)

Chant talk

15.

Hasil pemeriksaan klien laki-laki umur 38 tahun, suara serak, saat inspirasi bahu diangkat. Apakah jenis pernafasan klien?

a)

Thoracic

b)

Clavicular

c)

Diaphragmatic

d)

Abdominal

e)

Diaphragmatic-abdominal

16.

Seorang klien laki-laki umur 27 tahun, datang ke unit terapi wicara dengan keluhan suara terganggu. Hasil pengkajian data: nyeri di daerah leher dan rahang, suara tegang, tidak ditemukan patologi laring. Apakah metode yang tepat digunakan pada klien tersebut?

a)

Masking

b)

Change of loudness

c)

Accent

d)

Circumlaryngeal massage

e)

Tongue protrusion /i/

17.

Seorang terapis wicara sedang memberikan penanganan kepada klien laki-laki, 65 tahun, dengan menggunakan teknik voice function exercises. Bagaimanakah tahapan kedua dari teknik tersebut?

a)

Pitch Glide

b)

Resonant Voice

c)

Breathing Control

d)

Vocal Fry

18.

Hasil pemeriksaan rasio s/z seorang klien adalah diatas 1.0 dengan hasil durasi /s/ sesuai usia dan pengurangan kemampuan pada durasi /z/. Apakah indikasi hasil pemeriksaan tersebut?

a)

Kontrol pernafasan buruk

b)

Kapasitas paru buruk

c)

Pernafasan dangkal

d)

Aliran udara buruk

e)

Patologi di laring

19.

Hasil observasi seorang klien laki-laki umur 50 tahun, kepala sedikit tertunduk kearah dagu, tubuh tidak tegak, dan leher tegang. Apakah unsur yang terpengaruh dari data tersebut?

a)

Support respirasi untuk bicara

b)

Psikologis klien

c)

Kondisi patologi di laring

d)

Motivasi klien

e)

Kebiasaan sehari-hari

20.

Hasil tes perbandingan bunyi s/z seorang laki-laki usia 26 tahun adalah /s/ = 12.01 detik, /z/ = 12.42 detik. Apa informasi yang diperoleh dari data tersebut?

a)

normal respirasi, tidak ada patologi p.s

b)

ketidakefisienan respirasi

c)

ada patologi pita suara

d)

normal fungsi vocal

e)

ada vocal nodul

21.

Seorang terapis wicara melakukan pemeriksaan terkait kemampuan resonansi. Dugaan sementara klien mengalami nasal emisi. Bagaimana teknik pemeriksaan yang dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Inhalasi maksimal lalu fonasi selama mungkin

b)

Menghitung jumlah inhalasi ekshalasi dalam satu menit

c)

Meletakkan cermin di bawah nares hidung saat durasi fonasi vokal

d)

Melakukan variasi kenyaringan

e)

Membuat gelembung di air pada gelas selama 5 detik

22.

Terapis wicara memberikan penanganan pada seorang klien dengan kondisi hiperfungsi vocal dengan metode yawn-sigh. Bagaimana prinsip metode tersebut?

a)

Memberikan penekanan pada tulang thyroid

b)

Menguap dengan fonasi lembut

c)

Menarik kursi saat berfonasi

d)

Berfonasi saat inhalasi

e)

Memberikan suara bising di telinga saat membaca

23.

Saat wawancara, terapis wicara bertanya “apakah pekerjaan anda?”. Apakah tujuan pertanyaan tersebut?

a)

Mengetahui banyaknya penggunaan vocal

b)

Mengetahui etiologi

c)

Mengetahui riwayat medis

d)

Mengetahui variasi permasalahan

e)

Mengetahui kebiasaan vocal sehari-hari

24.

Saat pemeriksaan, klien diberikan pertanyaan “apakah anda sering bicara dalam situasi bising?”. Apakah tujuan pertanyaan tersebut?

a)

Mengetahui banyaknya penggunaan vocal

b)

Mengetahui etiologi

c)

Mengetahui riwayat medis

d)

Mengetahui variasi permasalahan

e)

Mengetahui kebiasaan vocal sehari-hari

25.

Seorang terapis wicara memberikan penanganan pada klien dengan gangguan suara. Klien diminta untuk memperpanjang konsonan nasal + vocal atau diftong, mulai dari suku kata, kata dan frase. Apakah unsur suara yang menjadi target tujuan terapi pada klien tersebut?

a)

Nada

b)

Kualitas

c)

Respirasi

d)

Resonansi

e)

Kenyaringan

26.

Terapis wicara mengatakan “banyak minum yah agar laring dan vocal tract tetap lembab”, kepada seorang klien. Apakah tujuan saran tersebut?

a)

Bagian dari keterangan ahli lain

b)

Bagian dari higienis vocal

c)

Bagian dari riwayat medis

d)

Bagian dari perilaku vocal

e)

Bagian dari etiologi

27.

Seorang klien dengan kondisi Parkinson, datang ke pelayanan terapi wicara. Terapis wicara menentukan metode penanganan yang efektif pada kondisi tersebut. Apakah nama metode tersebut?

a)

LSVT (Lee Silverman Voice Treatment)

b)

Metode Relaksasi

c)

Terapi Suara

d)

Terapi Perilaku

28.

Seorang terapis wicara meminta klien membaca kalimat yang mengandung bunyi bersuara. Terapis mencatat adanya usaha berlebihan saat berfonasi dan fonasi lebih pendek dari seharusnya. Apakah instrument yang digunakan pada pemeriksaan tersebut?

a)

Pitch range

b)

Rasio S/Z

c)

CAPE-V

d)

MPT

e)

Nasometer

29.

Seorang terapis wicara memberikan terapi kepada klien laki-laki umur 54 tahun, dengan tujuan meningkatkan kemampuan adduksi saat fonasi. Klien diminta bersenandung menggunakan sedotan. Apa nama metode yang digunakan?

a)

Accent method

b)

Cup bubbles

c)

Lips trill

d)

Voice function exercise

e)

Negative practice

30.

Seorang terapis wicara melakukan pemeriksaan pada Perempuan umur 32 tahun, untuk mengetahui kemampuan frekuensi dasar dan intensitas sehari-hari. Apakah pemeriksaan yang digunakan?

a)

Membaca, perpanjang vokal, bicara spontan

b)

Membaca, bicara spontan

c)

Membaca, perpanjang vokal

d)

Perpanjang vokal, bicara spontan

e)

Perpanjang vokal

31.

Seorang terapis wicara melakukan pemeriksaan pada perempuan umur 23 tahun, dengan menggunakan rasio s/z. Apakah tujuan pemeriksaan tersebut?

a)

Efisiensi glottis

b)

Kapasitas paru

c)

Efisiensi fonasi

d)

Resistensi saluran napas

e)

Tekanan udara paru

32.

Seorang terapis wicara melakukan pemeriksaan pada perempuan umur 23 tahun, dengan menggunakan rasio s/z. Hasil pemeriksaan menunjukkan penutupan glottal tidak lengkap, Berapakah nilai pemeriksaan tersebut?

a)

Sama dengan 1.0, masing-masing durasi sama

b)

Kurang dari 1.0, masing-masing durasi sama

c)

Kurang dari 1.0

d)

Lebih dari 1.0, durasi /s/ lebih panjang

e)

Lebih dari 1.0, durasi /z/ lebih Panjang

33.

Seorang terapis wicara melakukan pemeriksaan pada perempuan umur 23 tahun, dengan menggunakan CAPE-V. Manakah gejala suara yang tidak termasuk dalam tujuan instrumen tersebut?

a)

Roughness

b)

Hipernasaliti

c)

Breathiness

d)

Strain

e)

Pitch

34.

Seorang terapis wicara melakukan pemeriksaan pada perempuan umur 23 tahun, dengan menggunakan CAPE-V. Manakah yang bukan tugas yang diberikan pada pemeriksaan tersebut?

a)

Percakapan spontan

b)

Membaca kalimat

c)

Meniru kalimat

d)

Perpanjang vokal

e)

Menyusun kalimat

35.

Seorang terapis wicara melakukan pemeriksaan pada perempuan umur 23 tahun, dengan menggunakan CAPE-V. salah satu tugas adalah memproduksi kalimat, yang menggunakan bunyi glottal. Manakah kalimat yang diberikan pada pemeriksaan tersebut?

a)

Malam minggu makan nasi goreng

b)

Hari hujan hingga hampir subuh

c)

Pertandingan itu berakhir seri

d)

Pak Ketut pandai membuat patung

e)

Mirna bernyanyi dengan merdu

36.

Seorang terapis wicara melakukan pemeriksaan maximum phonation time pada perempuan umur 23 tahun. Bagaimana membuat kesimpulan hasil pemeriksaan tersebut?

a)

Mencari rata-rata

b)

Mencari durasi terpanjang

c)

Durasi tes pertama

d)

Menjumlahkan seluruh hasil

e)

Durasi tes terakhir

37.

Seorang terapis wicara memberi rujukan kepada klien untuk melakukan pemeriksaan dengan nasometer. Apakah tujuan instrumen tersebut?

a)

Melihat kondisi pita suara

b)

Mengetahui volume udara paru

c)

Mengetahui kemampuan pencapaian nada

d)

Mengetahui keseimbangan resonansi

e)

Melihat pergerakan laring

38.

Seorang klien umur 45 tahun, datang ke pelayanan terapi wicara dengan keluhan suara tidak terdengar sejak 1 bulan yang lalu. Terapis wicara menggunakan instrumen untuk asesmen kenyaringan. Apakah instrumen yang dapat digunakan pada klien tersebut?

a)

Visi pitch

b)

Sound level meter

c)

Perfect piano

d)

PRAAT

e)

Spirometer

39.

Seorang terapis melakukan pemeriksaan pada anak laki-laki 10 tahun, dengan beberapa kata dan kalimat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bunyi-bunyi nasal pada bunyi yang diawali dan diikuti oleh konsonan nasal. Apakah nama gejala tersebut?

a)

Hipernasaliti

b)

hiponasaliti

c)

nasaliti asimilasi

d)

nasal emisi

e)

denasaliti

40.

41. Seorang terapis melakukan pengamatan pada Perempuan umur 40 tahun dengan keluhan suara serak. Apakah gejala yang diperoleh dari kegiatan tersebut?

a)

Suara serak

b)

Batuk berdahak

c)

Demam tinggi

d)

Sesak napas

41.

Seorang terapis melakukan terapi pada anak laki-laki usia 7 tahun dengan keluhan suara serak karena adanya ketegangan berlebih di laring. Apakah metode yang tepat diberikan pada kasus tersebut?

a)

Pushing approach

b)

Ear training

c)

Blowing bubbles

d)

Count big

e)

Laryngeal massage

42.

Seorang terapis wicara melakukan penanganan dengan metode masking untuk meningkatkan kemampuan kenyaringan pada klien Perempuan, 28 tahun. Apakah prinsip penanganan yang dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Terapi suara simtomatik

b)

Terapi suara higienis

c)

Terapi suara psikogenik

d)

Terapi suara fisiologis

e)

Terapi suara eklektik

43.

Seorang terapis wicara melakukan asesmen pada klien Perempuan 31 tahun dengan keluhan suara serak. Klien menyatakan bahwa orang-orang selalu memintanya mengulang apa yang diucapkannya saat bicara tatap muka. Apakah pemeriksaan yang dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Resistansi laring

b)

CAPE-V

c)

Palpasi laring

d)

Fundamental frekuensi

e)

The Voice Handicap Index (VHI)

44.

Seorang terapis wicara melakukan pemeriksaan Maximum Phonation Time (MPT) pada klien perempuan 30 tahun. Bagaimana cara yang tepat prosedur tes tersebut?

a)

Hitung rata-rata kemampuan setelah 2 kali perlakuan

b)

Hitung rata-rata setelah 3 kali perlakuan

c)

Ambil durasi terpanjang setelah 2 kali perlakuan

d)

Ambil durasi terpanjang setelah 3 kali perlakuan

e)

Produksi /a/ dalam waktu 10 detik

45.

Seorang terapis wicara melakukan pemeriksaan pada klien perempuan 36 tahun, dengan keluhan suara kelelahan bersuara dan ketidakstabilan nada saat bernyanyi. Hasil pemeriksaan: tidak ada ruang (space) pada thyroid, terdapat nyeri di daerah thyrohyoid dan ketegangan di daerah laring. Apakah pemeriksaan yang dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Resistansi laring

b)

CAPE-V

c)

Palpalsi laring

d)

Fundamental frekuensi

e)

The Voice Handicap Index (VHI)

46.

Seorang perempuan, 24 tahun, penyanyi mengeluhkan suaranya menjadi kasar (roughness) dan sulit mencapai nada yang tertingginya. Hasil pemeriksaan: kelelahan dan ketegangan di laring. Tujuan terapi mengurangi fonotrauma (vocal abuse), meningkatkan keseimbangan resonansi. Apakah metode yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Semi-Occluded Vocal Tract and Resonant

b)

Lee Silverman Voice Treatment

c)

Pushing approach

d)

Inhalation phonation

e)

Accent method

47.

Pada saat penanganan, klien perlu diberikan edukasi. Apakah tujuan tindakan tersebut?

a)

Memperpanjang durasi terapi

b)

Terapis wicara terlihat professional

c)

Klien memahami dasar gangguan suaranya

48.

Seorang perempuan umur 73 tahun, masih aktif memberikan ceramah, datang ke pelayanan terapi wicara dengan keluhan kelelahan bicara. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan gangguan neurologis dan organik. Terapis wicara menggunakan latihan untuk meningkatkan kekuatan vokal. Apakah nama metode tersebut?

a)

Semi-Occluded Vocal Tract and Resonant

b)

Lee Sivelman Voice Treatment

c)

Accent method

d)

Phonation Resistance Training Exercises (PhoRTE)

e)

Laryngeal massage

49.

Seorang terapis wicara meletakan sebuah tabung yang tersambung ke telinga dan lubang hidung klien. Klien diminta untuk membaca sebuah wacana. Hasilnya terdengar bunyi di tabung pada vocal dan konsonan plosive. Apakah indikasi hasil pemeriksaan tersebut?

a)

Hipernasaliti

b)

Denasaliti

c)

Asimilasi nasal

d)

Cul-de-sac

e)

Hiponasaliti

50.

Seorang terapis wicara melakukan pemeriksaan pada klien transgender, umur 27 tahun yang mengeluhkan suaranya belum sesuai dengan karakter menjadi perempuan seperti yang diharapkan. Apakah ciri suara yang sesuai dengan karakter yang diinginkan?

a)

Nada rata-rata 200Hz

b)

Denasaliti

c)

Asimilasi nasal

d)

Cul-de-sac

e)

Hiponasaliti

51.

Seorang perempuan umur 52 tahun, penyanyi profesional, datang ke klinik terapi wicara dengan keluhan kelelahan vocal. Hasil pengkajian data: kesadaran penempatan posisi tubuh saat bicara buruk, tekanan udara subglottal buruk. Terapis wicara membuat program terapi untuk meningkatkan tekanan udara subglottal menggunakan air. Apakah metode yang digunakan?

a)

Accent method

b)

Cup bubbles

c)

Lips trill

d)

Voice function exercise

e)

Negative practice

52.

Seorang laki-laki umur 32 tahun, datang ke klinik terapi wicara dengan keluhan gangguan suara. Hasil pengkajian data: hoarseness, perilaku throat clearing, muscle tension disorders. Terapis wicara membuat program terapi dengan menggunakan pendekatan accent method. Apa bunyi yang digunakan pada metode tersebut?

a)

Nasal

b)

Plosive

c)

Glottal

d)

Frikatif

e)

Afrikatif

53.

Terapis wicara menggunakan formulir Voice Handicap Index (VHI) kepada klien laki-laki usia 38 tahun, dengan keluhan suara terganggu. Bagaimana teknik pengumpulan data yang digunakan?

a)

Ditanyakan langsung kepada klien

b)

Diberikan langsung kepada klien

c)

Diisi melalui pengamatan terapis wicara

d)

Ditanyakan melalui orang terdekat klien

e)

Diisi oleh klien dan terapis wicara

54.

Seorang terapis wicara memerlukan data yang berkaitan dengan penilaian dampak gangguan suara diri sendiri dari klien Perempuan usia 22 tahun. Apakah instrumen yang digunakan?

a)

Voice Handicap Index

b)

Rasio S/Z

c)

CAPE-V

55.

Seorang terapis wicara membaca hasil Voice Handicap Index, klien perempuan usia 33 tahun. Terlihat pada aspek fungsional gangguan suara klien mengganggu kegiatan sehari-hari. Manakah salah satu item aspek tersebut?

a)

Saya merasa seolah harus berusaha keras untuk memproduksi suara

b)

Kejernihan suara saya tidak dapat diprediksi

c)

Masalah suara saya membuat saya merasa kesal

d)

Suara saya membuat saya berbeda dengan orang lain pada umumnya.

e)

Suara saya sulit didengar orang lain

56.

Seorang terapis wicara melakukan pemeriksaan resonansi pada klien dengan keluhan suara terdengar seperti sedang “pilek”. Manakah item tes yang sesuai?

a)

Hitung 1-10

b)

Hitung 20-30

c)

Hitung 30-40

d)

Hitung 60-70

e)

Hitung 70-80

57.

Seorang terapis wicara melakukan skrining untuk memperoleh gambaran umum suara klien. Apakah teknik yang digunakan pada kasus tersebut?

a)

Mengisi formulir Voice Handicap Indeks

b)

Menceritakan sebuah gambar

c)

Memperpanjang vokal

d)

Menanyakan riwayat penyebab

e)

Menunjukkan gambar yang ditanyakan

58.

Terapis wicara memberikan daftar kata untuk menilai nasal emisi dan hipernasalitas, pada klien 10 tahun. Manakah yang sesuai dengan kasus tersebut?

a)

topi, takut, dekat

b)

nyamuk, gelas, dasi

c)

sekolah, nasi, malam

d)

nanti, gampang, tadi

e)

mangga, muffin, lemon

59.

Hasil pengkajian data seorang klien menunjukkan adanya gejala hiponasaliti. Untuk menguatkan diagnosis, klien dirujuk untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Siapakah ahli relevan yang dituju?

a)

Nutritionist

b)

Fisioterapis

c)

Dokter THT

d)

Dokter syaraf

e)

Audiolog

60.

Seorang terapis wicara melakukan pemeriksaan subjektif dengan tujuan mengetahui fundamental frequency (F0) saat bicara, pada klien umur 26 tahun. Bagaimana cara menilai hasil tes tersebut?

a)

Klien bernyanyi

b)

Klien produksi nada terendah dan tertinggi

c)

Klien membaca dan samakan nadanya dengan alat musik

d)

Klien memvariasikan nada

e)

Klien produksi jangkauan nada

61.

Hasil pengamatan pernapasan klien laki-laki terlihat dangkal. Terapis wicara melakukan pemeriksaan lanjut terkait hal tersebut. Bagaimana pemeriksaan terkait kondisi tersebut?

a)

Minta klien inspirasi maksimal, hitung waktu pencapaiannya

b)

Minta klien inspirasi-ekspirasi, hitung banyaknya dalam 1 menit

c)

Minta klien memperpanjang vokal /a/, hitung waktu pencapaiannya

d)

Minta klien meniup tisu dalam waktu 5 detik

e)

Minta klien membuat gelembung dengan sedotan

62.

Seorang klien laki-laki membawa hasil pemeriksaan laring dengan instrumen laringoskopi cermin. Apakah keuntungan instrumen tersebut?

a)

Memungkinkan pemeriksaan perilaku vibrasi pita suara

b)

Dapat menilai seluruh vokal tract

c)

Pencahayaan sangat baik, fotografi baik

d)

Hasil videografi sangat bagus

e)

Gambaran singkat anatomi fisiologi laring

63.

Seorang terapis wicara minta klien untuk memproduksi bunyi /pi/ beberapa kali. Apakah tujuan pemeriksaan tersebut?

a)

Kapasitas vital paru

b)

Tekanan udara

c)

Aliran udara

d)

Resistensi laring

e)

Efisiensi glotis

64.

Seorang terapis wicara melakukan terapi dengan meminta klien menempatkan larutan di mulut, miringkan kepala ke belakang, lalu seperti sedang berkumur dan dibuat perpanjang fonasi saat ekspirasi. Apakah nama teknik tersebut?

a)

Gargling

b)

Humming

c)

Trill

d)

Coughing

e)

Throat clearing

65.

Hasil pengkajian data: pada kalimat “mangga manis punya mutia” terkesan menjadi “baga badis puya butia”. Apakah perkiraan gejala yang kondisi tersebut?

a)

Hipernasaliti

b)

Hiponasaliti

c)

Nasal asimilasi

d)

Nasal emisi

e)

Strident voice

66.

Seorang terapis melakukan terapi pada klien dengan gejala hipernasaliti. Teknik yang digunakan dengan memperluas ruang resonansi di oral sehingga berpengaruh pada resonansi nasal. Apakah metode yang tepat?

a)

Chewing

b)

Pushing

c)

Chant talk

d)

Altering tongue position

e)

Inhalation phonation

67.

Hasil pengamatan: postur tubuh sedikit membungkuk, dan terdapat pola klavikular saat inspirasi. Apakah dampak utama pada kondisi tersebut?

a)

Nada

b)

Kenyaringan

c)

Kualitas

68.

D. Respirasi E. Resonansi

a)

Respirasi

b)

Resonansi

69.

Terapis wicara melakukan wawancara tentang riwayat penyebab pada klien laki-laki dengan keluhan suara menjadi serak sejak 3 bulan yang lalu, Apakah pertanyaan yang sesuai dengan kondisi tersebut?

a)

Berapa orang yang tinggal serumah

b)

Apakah sering berkumpul dengan teman-teman

c)

Kapan anda menyadari pertama kali suara mulai terganggu

d)

Apakah ada anggota keluarga yang mengalami gangguan suara

e)

Bagaimana tanggapan keluarga tentang suara saat ini

70.

Seorang anak laki-laki umur 10 tahun dengan keluhan suara serak, diterapi dengan tujuan mengurangi perilaku vokal abuse. Apakah teknik yang tepat digunakan pada kasus tersebut?

a)

Laryngeal massage

b)

Vocal hygiene program

c)

Yawn-sigh

d)

Chewing

e)

Resonant voice therapy

71.

Terapis wicara melakukan wawancara tentang pertimbangan gaya hidup pada klien laki-laki dengan keluhan suara menjadi serak sejak 3 bulan yang lalu, Apakah pertanyaan yang sesuai dengan kondisi tersebut?

a)

Berapa orang yang tinggal serumah

b)

Pernahkah mengalami masalah ini sebelumnya

c)

Kapan anda menyadari pertama kali suara mulai terganggu

d)

Apakah anda memiliki penyakit neurologis

e)

Apakah tempat kerja terpapar suara bising

72.

Terapis wicara memberikan edukasi bagaimana mengurangi risiko paparan bising di lingkungan kerja, kepada klien yang mengeluh suaranya serak. Apakah saran yang sesuai dengan kondisi tersebut?

a)

Minumlah airnya, biarkan tenggorokan Anda rileks sejenak, lalu lanjutkan berbicara

b)

Kurangi jarak antar anda dan lawan bicara agar anda dapat didengar tanpa berteriak

c)

Menguap untuk melemaskan tenggorokan Anda

d)

Telan secara perlahan dan sengaja

e)

Waspadai kebiasaan berdehem saat banyak bicara

73.

Terapis wicara melakukan terapi dengan laryngeal massage dengan manual circumlaryngeal therapy. Bagian manakan pemijitan dilakukan?

a)

Tulang hyoid dan daerah thyrohyoid

b)

Kartilago thyroid dan krikoid

c)

Kartilago krikoid dan daerah thyrohyoid

d)

Tulang hyoid dan kartilago arytenoid

e)

Kartigo arytenoid dan thyroid

74.

Seorang terapis wicara mendapatkan rujukan klien perempuan usia 44 tahun, dengan kondisi mengalami spastik disfonia. Terapis wicara membutuhkan beberapa informasi, sehingga dibutuhkan tim multidisiplin. Siapakah yang termasuk tim inti gangguan suara?

a)

Fisioterapis

b)

Dokter THT

c)

Audiologis

d)

Neurologis

e)

Pulmonologis

75.

Seorang terapis memberikan edukasi tentang anatomi fisiologi laring kepada klien dan keluarga, untuk menumbuhkan pemahaman tentang masalah suara dan motivasi untuk mengubah perilaku bersuara. Apakah media yang tepat digunakan?

4 lines
76.

Seorang terapis melakukan asesmen dengan menggunakan CAPE-V, untuk mendapatkan data mengenai kemampuan kualitas suara pasien. Salah satu item tes menggunakan unsur bunyi plosive tidak bersuara. Apakah kalimat yang sesuai pada kasus tersebut?

a)

Hewan hutan hidup harmonis

b)

Aku pergi ke toko buku sore hari

c)

Citra pergi ke toko pakaian

d)

Malam minggu makan nasi goreng

e)

Aku ingin ikut upacara esok

77.

Seorang terapis wicara melakukan pada pasien perempuan dengan keluhan gangguan suara. Terapis meletakkan ibu jari dan jari telunjuk pada laring bagian atas dan merasakan ruang antar hyoid dan tyroid terlalu sempit saat pasien tidak berfonasi. Apakah nama pemeriksaan pada kasus tersebut?

a)

Rasio s/z

b)

Palpasi laring

c)

Pitch range

d)

CAPE-V

e)

MPT

78.

Seorang anak laki-laki usia 9 tahun dirujuk ke klinik terapi wicara dengan keluhan suara terdengar “tertutup” saat berbicara. Orang tua melaporkan anak sering bernapas melalui mulut dan memiliki riwayat pilek berkepanjangan. Terapis wicara melakukan penilaian resonansi dengan meminta anak membaca sebuah kalimat. Manakah kalimat yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Marni makan muffin

b)

Pak yono suka kopi

c)

Memancing sering di hari minggu

d)

Suara nani merdu

e)

Mahmud sering mengantuk di ruang kelas

79.

Seorang perempuan usia 28 tahun, guru TK, datang ke klinik terapi wicara dengan keluhan suara serak sejak 6 bulan terakhir. Pasien sering merasa tegang di leher saat berbicara lama, dan cepat lelah ketika mengajar. Pemeriksaan THT tidak menunjukkan kelainan struktural pada pita suara. Terapis menegakkan diagnosis disfonia fungsional dan membuat perencanaan intervensi dengan metode Chewing. Apakah tujuan utama metode tersebut?

a)

Meningkatkan resonansi daerah nasal

b)

Meningkatkan penutupan glottis

c)

Meningkatkan respirasi diafragma

d)

Mengurangi ketegangan otot supraglottis

e)

Mengurangi hard glottal attack

80.

Seorang mahasiswa usia 20 tahun dengan keluhan suara serak fungsional mengikuti sesi terapi wicara menggunakan metode chewing. Pada sesi awal, terapis menjelaskan tujuan latihan dan mendemonstrasikan gerakan mengunyah secara berlebihan sambil memproduksi suara vokal. Selama latihan, terapis memperhatikan pasien tampak ragu, tegang, dan kurang percaya diri dalam mengikuti instruksi. Apakah tindakan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Minta pasien mengulangi langkah terapi di rumah

b)

Mengkoreksi langsung saat terdapat kesalahan

c)

Membangun rasa nyaman dengan menjelaskan perlahan

d)

Mengurangi latihan agar pasien tidak Lelah

e)

Mengalihkan ke metode terapi lainnya

81.

Seorang laki-laki, usia 42 tahun datang ke klinik terapi wicara dengan keluhan suara serak kronis dan cepat lelah saat berbicara lama. Hasil Voice Handicap Index (VHI) menunjukkan skor total 72. Apa interpretasi hasil pada kasus tersebut?

a)

Gangguan suara sedang yang tidak memerlukan intervensi terapi wicara

b)

Gangguan suara emosional tanpa komponen fisik dan fungsional

c)

Gangguan suara ringan dengan dampak minimal terhadap aktivitas komunikasi

d)

Gangguan suara objektif yang hanya dapat dikonfirmasi melalui pemeriksaan laringoskopi

e)

Gangguan suara berat yang dirasakan signifikan oleh pasien dalam kehidupan sehari-hari

82.

Seorang perempuan 30 tahun, call center officer, melaporkan suara cepat lelah dan kesulitan berbicara lama. Hasil VHI menunjukkan skor tertinggi pada domain fisik dibandingkan domain fungsional dan emosional. Apa interpretasi hasil pada kasus tersebut?

a)

Terapi harus difokuskan pada konseling emosional

b)

Gangguan suara hanya memengaruhi aktivitas sosial pasien

c)

Skor domain fisik sedikit relevan dalam perencanaan terapi suara

d)

Pasien mengalami gangguan psikologis yang dominan akibat suara

e)

Dampak gangguan suara dirasakan pada sensasi dan karakteristik suara

83.

Pada asesmen perceptual klinis, seorang pasien fonotrauma menunjukkan suara rough dan strained, terutama setelah berbicara lama. Apa interpretasi hasil pada kasus tersebut?

a)

Peningkatan ketegangan dan trauma mekanik

b)

Adanya gangguan neurologis primer

c)

Ketidakseimbangan resonansi oral dan nasal

d)

Kelemahan otot pernapasan perifer

e)

Gangguan degenerative

84.

Seorang terapis wicara melakukan pemeriksaan perilaku vokal pada seorang pasien perempuan dengan suara serak usia 39 tahun. Apa aspek yang dinilai pada kasus tersebut?

a)

Observasi postur

b)

Laringoskopi

c)

CAPE-V

d)

VHI

e)

GRBAS

85.

Seorang terapis wicara melakukan terapi suara pada seorang pasien laki-laki dengan diagnosis disfonia fungsional. Awal sesi terapi menggunakan teknik “warm-up” dengan meningkatkan ketegangan pita suara dengan cara menaikkan secara perlahan rentang nada. Apa nama metode pada kasus tersebut?

a)

Chant talk

b)

Flow Phonation

c)

Inhalation phonation

d)

Vocal Function Exercises

e)

Lee Silverman Voice Treatment

86.

Seorang anak perempuan usia 7 tahun datang ke klinik terapi wicara bersama orang tuanya dengan keluhan suara anak terlalu tinggi dan tegang. Tidak ditemukan kelainan organik pada pemeriksaan THT, sering berbicara dengan suara keras dan cepat saat di kelas. Terapis mencurigai adanya gangguan suara fungsional tipe hiperfungsional. Apa pemeriksaan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Maximum Phonation Time (MPT)

b)

Intensitas suara rata-rata

c)

Kualitas suara dengan CAPE-V

d)

Resonansi dengan mirror test

e)

Frekuensi dasar (F0) dengan software analisis akustik

87.

Seorang anak perempuan usia 7 tahun dengan disfonia fungsional menunjukkan ketegangan otot laring saat berbicara. Terapis wicara membuat tujuan utama intervensi pada fase awal terapi adalah menurunkan ketegangan fonasi. Apa metode yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Chewing

b)

Auditory Feedback

c)

Digital manipulation

d)

Hierarchy analysis

88.

Anak usia 9 tahun dengan disfonia fungsional menunjukkan perbaikan kualitas suara di ruang terapi, namun suara kembali serak di sekolah. Apa strategi intervensi yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Mengganti seluruh teknik terapi

b)

Menghentikan terapi sementara

c)

Menambah durasi latihan di klinik

d)

Fokus pada latihan fonasi berkelanjutan

e)

Melibatkan guru pada program higiene suara

89.

Seorang anak usia 9 tahun saat bicara terdengar monoton dan nada lebih rendah dibanding teman sebaya. Tidak ada kelainan organik. Hasil analisis akustik menunjukkan F0 di bawah normal. Apa interpretasi yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Disfonia organik

b)

Afonia psikogenik

c)

Gangguan suara fungsional

d)

Kelumpuhan pita suara

e)

Gangguan suara resonansi

90.

Seorang terapis wicara membuat tujuan terapi agar pasien berbicara dengan suara lebih efisien, tanpa ketegangan berlebih, untuk pasien anak umur 10 tahun dengan diagnosis disfonia fungsional. Apa metode yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Glottal fry

b)

Flow Phonation

c)

Inhalation phonation

d)

Resonant Voice Therapy

e)

Lee Silverman Voice Treatment

91.

Masa depan tergantung pada apa yang Anda lakukan hari ini ……………..

a)

Masa depan tergantung pada apa yang Anda lakukan hari ini.

b)

Masa depan tergantung pada apa yang Anda pikirkan besok.

c)

Masa depan tergantung pada apa yang orang lain lakukan hari ini.

d)

Masa depan tergantung pada apa yang Anda lakukan kemarin.