wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KdK1_UaS_2O26

Total questions: 52

Worksheet time: 39mins

Name
Class
Date
1.

Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi perawat serta pihak yang menerima pelayanan keperawatan. Bentuk perlindungan hukum keperawatan dapat dibedakan menjadi perlindungan ke dalam dan perlindungan ke luar. Pernyataan yang paling tepat mengenai perlindungan hukum keperawatan adalah .....

a)

Perlindungan ke dalam diberikan kepada pemberi pelayanan keperawatan

b)

Perlindungan ke luar diberikan kepada masyarakat atau pasien

c)

Perlindungan ke dalam diberikan kepada rumah sakit atau institusi pelayanan

d)

Perlindungan menyeluruh diberikan kepada seluruh warga negara tanpa batas

e)

Perlindungan ke luar diberikan kepada profesi perawat

2.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan disusun sebagai dasar hukum penyelenggaraan pembangunan kesehatan nasional. Tujuan diberlakukannya undang-undang tersebut adalah sebagai berikut, kecuali ....

a)

Meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat

b)

Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya

c)

Menjamin hak setiap orang untuk memperoleh pelayanan kesehatan

d)

Menjamin hak keselamatan dan kelalaian perawat dalam praktik keperawatan

e)

Mewujudkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan

3.

Seorang perawat memberikan obat antiinflamasi untuk mengurangi edema pada pasien pasca pemasangan infus sesuai dengan instruksi medis dan prosedur yang berlaku. Dalam jangka panjang, pasien mengalami kerusakan jaringan dan pembuluh darah yang diduga sebagai efek samping obat. Pasien kemudian menuntut perawat untuk membayar ganti rugi atas dampak yang ditimbulkan. Apa alasan yang paling tepat sehingga perawat tersebut dapat memperoleh perlindungan hukum?

a)

Tindakan perawat dilakukan berdasarkan tugas limpahan tanpa pengawasan

b)

Pelayanan asuhan keperawatan diberikan sesuai standar profesi dan prosedur

c)

Terdapat kelalaian perawat yang menyebabkan kecacatan pasien

d)

Tidak adanya tanggung jawab dari rumah sakit tempat perawat bekerja

e)

Tindakan perawat dilakukan di luar ketentuan peraturan perundang-undangan

4.

Seorang perawat memberikan obat antiinflamasi untuk mengurangi edema pada pasien pasca pemasangan infus sesuai dengan instruksi medis. Beberapa waktu kemudian, pasien mengalami kerusakan jaringan dan pembuluh darah yang diduga sebagai efek samping obat. Pasien dan keluarga menyampaikan keberatan dan mempertanyakan tanggung jawab perawat atas kejadian tersebut. Apa kewajiban perawat yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi kejadian seperti pada kasus di atas?

a)

Memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan kode etik dan standar profesi

b)

Setiap tindakan keperawatan harus didokumentasikan secara lengkap dan benar

c)

Memberikan informasi yang tidak jujur kepada pasien dan keluarga

d)

Melakukan tindakan keperawatan di luar kompetensi perawat

e)

Melakukan tindakan terapi di luar kewenangan profesi

5.

Di sebuah rumah sakit pendidikan, sering terjadi miskomunikasi antara perawat, dokter, dan apoteker terkait pemberian obat. Akibatnya, pasien mengalami keterlambatan terapi dan penurunan kepuasan pelayanan. Evaluasi manajemen menunjukkan bahwa setiap profesi bekerja secara terpisah sejak masa pendidikan. Latar belakang utama perlunya pendidikan interprofesi pada kasus tersebut adalah ....

a)

Perbedaan jenjang pendidikan antar tenaga kesehatan

b)

Kurangnya jumlah tenaga kesehatan di rumah sakit

c)

Minimnya kolaborasi dan pemahaman peran antar profesi sejak pendidikan

d)

Rendahnya kompetensi klinis perawat

e)

Kurangnya fasilitas rumah sakit

6.

Mahasiswa keperawatan, kedokteran, dan farmasi mengikuti satu kegiatan pembelajaran bersama. Mereka berdiskusi, memecahkan masalah pasien, dan saling memahami peran masing-masing profesi dalam tim kesehatan. Situasi tersebut paling tepat menggambarkan definisi pendidikan interprofesi sebagai ....

a)

Pendidikan yang dilakukan oleh satu profesi secara mandiri

b)

Pendidikan lintas profesi tanpa interaksi

c)

Proses belajar bersama, dari, dan tentang profesi lain untuk meningkatkan kolaborasi

d)

Pendidikan klinik khusus tenaga medis

e)

Pendidikan berbasis disiplin ilmu tunggal

7.

Dalam simulasi kasus kegawatdaruratan, mahasiswa keperawatan dan kedokteran bekerja dalam satu tim. Mereka belajar berkomunikasi efektif, berbagi peran, dan mengambil keputusan bersama demi keselamatan pasien. Tujuan utama pendidikan interprofesi pada kasus tersebut adalah ....

a)

Meningkatkan kompetensi akademik masing-masing profesi

b)

Menyamakan kewenangan semua profesi kesehatan

c)

Meningkatkan kemampuan kolaborasi dan keselamatan pasien

d)

Mengurangi beban kerja tenaga kesehatan

e)

Mempercepat masa studi mahasiswa

8.

Setelah mengikuti program pendidikan interprofesi, mahasiswa melaporkan peningkatan saling menghargai antar profesi, komunikasi yang lebih baik, dan penurunan konflik saat praktik klinik. Manfaat pendidikan interprofesi yang paling tepat pada kasus tersebut adalah ....

a)

Meningkatkan jumlah lulusan tenaga kesehatan

b)

Menghilangkan perbedaan peran profesi

c)

Meningkatkan sikap saling menghargai dan kerja tim efektif

d)

Mengurangi kebutuhan supervisi dosen

e)

Menyamakan kompetensi semua profesi

9.

Dalam pembelajaran interprofesi, mahasiswa dilatih untuk memahami peran masing-masing profesi, berkomunikasi efektif, bekerja dalam tim, dan menjunjung nilai etika kolaboratif. Domain pendidikan interprofesi yang tercermin pada kegiatan tersebut adalah ....

a)

Kompetensi klinis individu

b)

Pengetahuan medis lanjutan

c)

Peran dan tanggung jawab, komunikasi, kerja tim dan nilai profesional

d)

Keterampilan teknis keperawatan

e)

Manajemen pelayanan kesehatan

10.

Seorang mahasiswa keperawatan praktik di ruang rawat inap bersama mahasiswa kedokteran dan farmasi. Dalam diskusi kasus pasien, setiap profesi menyampaikan pendapat sesuai perannya dan mengambil keputusan bersama untuk rencana perawatan pasien. Konsep komunikasi interprofesi yang paling tepat pada situasi tersebut adalah .....

a)

Komunikasi satu arah antar profesi

b)

Komunikasi berdasarkan hierarki profesi

c)

Komunikasi kolaboratif antar profesi dengan tujuan bersama

d)

Komunikasi informal tanpa tanggung jawab

e)

Komunikasi antar individu tanpa koordinasi

11.

Dalam sebuah tim kesehatan, perawat merasa ragu menyampaikan pendapat karena dokter sering berbicara dominan dan tidak memberi kesempatan anggota tim lain untuk berbicara. Faktor utama yang memengaruhi komunikasi interprofesi pada kasus tersebut adalah ....

a)

Perbedaan usia anggota tim

b)

Perbedaan latar belakang budaya

c)

Ketimpangan kekuasaan dan hierarki profesi

d)

Kurangnya alat komunikasi

e)

Kurangnya pengetahuan medis

12.

Saat diskusi rencana asuhan pasien, mahasiswa keperawatan mendengarkan pendapat apoteker tanpa memotong pembicaraan, mengangguk, dan mengulang inti informasi untuk memastikan pemahaman. Perilaku tersebut menunjukkan keterampilan ....

a)

Komunikasi pasif

b)

Mendengarkan secara aktif

c)

Komunikasi nonverbal saja

d)

Komunikasi satu arah

e)

Komunikasi tertulis

13.

Dalam rapat tim kesehatan, seorang perawat berkata, “Bagaimana pendapat teman-teman dari profesi lain terkait rencana perawatan ini?”. Tindakan perawat tersebut mencerminkan kemampuan untuk ......

a)

Mengambil alih keputusan tim

b)

Menghindari tanggung jawab

c)

Mendorong partisipasi dan ide anggota tim lain

d)

Menunda pengambilan keputusan

e)

Mengurangi peran profesi lain

14.

Dalam situasi pasien memburuk, perawat menyampaikan kondisi pasien kepada dokter secara jelas, singkat, dan terstruktur menggunakan format SBAR. Tujuan utama komunikasi efektif interprofesi pada kondisi tersebut adalah ....

a)

Menunjukkan kemampuan komunikasi perawat

b)

Mempercepat pergantian shift

c)

Meningkatkan keselamatan pasien

d)

Mengurangi beban kerja dokter

e)

Menghindari diskusi tim

15.

Seorang mahasiswa keperawatan menyadari bahwa informasi penting pasien belum disampaikan kepada tim lain. Ia kemudian mengklarifikasi data dan menyampaikannya dalam diskusi tim. Kemampuan berpikir kritis yang ditunjukkan mahasiswa tersebut adalah .....

a)

Menghafal prosedur komunikasi

b)

Menjalankan instruksi tanpa analisis

c)

Mengidentifikasi masalah dan mengambil inisiatif komunikasi

d)

Menghindari konflik antar profesi

e)

Menunggu perintah dari profesi lain

16.

Mahasiswa keperawatan mengikuti simulasi kasus pasien bersama mahasiswa kedokteran dan farmasi. Masing-masing profesi menyampaikan pandangan sesuai kompetensinya, saling menghargai, dan menyepakati rencana perawatan pasien secara bersama. Prinsip utama kerjasama antar profesi pada situasi tersebut adalah ....

a)

Dominasi satu profesi

b)

Pembagian tugas tanpa komunikasi

c)

Kolaborasi berbasis peran dan tujuan bersama

d)

Kerjasama informal tanpa struktur

e)

Koordinasi sepihak oleh profesi medis

17.

Dalam diskusi tim interprofesi, mahasiswa keperawatan berperan mengoordinasikan data keperawatan, menyampaikan kondisi pasien, dan menjembatani komunikasi antar anggota tim. Peran tim yang ditunjukkan mahasiswa keperawatan tersebut adalah ...

a)

Pengambil keputusan utama

b)

Pemimpin administratif

c)

Koordinator dan komunikator asuhan

d)

Pelaksana instruksi pasif

e)

Pengamat tanpa peran aktif

18.

Sebuah tim interprofesi melakukan identifikasi masalah, diskusi rencana tindakan, pelaksanaan, dan evaluasi bersama setelah simulasi pembelajaran. Tahapan tersebut mencerminkan ....

a)

Pembagian kerja individual

b)

Proses tim kolaboratif

c)

Komunikasi satu arah

d)

Evaluasi sepihak

e)

Diskusi non-terstruktur

19.

Dalam pembelajaran interprofesi, diskusi tidak berjalan efektif karena sebagian anggota tim merasa pendapatnya tidak dihargai. Masalah utama yang menghambat kerjasama tim adalah .....

a)

Kurangnya alat pembelajaran

b)

Perbedaan jadwal kuliah

c)

Rendahnya rasa saling menghargai

d)

Kurangnya pengetahuan klinis

e)

Jumlah anggota tim terlalu banyak

20.

Dosen meminta setiap mahasiswa lintas profesi menjelaskan perannya masing-masing sebelum diskusi kasus dimulai. Strategi tersebut bertujuan untuk ....

a)

Menilai kemampuan individu

b)

Mengurangi waktu diskusi

c)

Meningkatkan pemahaman peran dan kerjasama

d)

Menentukan pemimpin tim

e)

Menghindari perbedaan pendapat

21.

Dalam pembelajaran antar profesi, mahasiswa diminta menyelesaikan studi kasus secara kelompok lintas program studi. Metode pembelajaran yang paling tepat untuk melatih kerjasama tim adalah .....

a)

Ceramah satu arah

b)

Ujian tertulis individu

c)

Diskusi kasus interprofesi

d)

Belajar mandiri

e)

Observasi tanpa interaksi

22.

Setelah pembelajaran interprofesi, dosen menilai kemampuan mahasiswa dalam komunikasi, kontribusi tim, dan refleksi kerja kelompok. Metode evaluasi yang paling sesuai adalah ....

a)

Ujian pilihan ganda

b)

Penilaian berbasis kinerja tim

c)

Absensi kehadiran

d)

Tes hafalan konsep

e)

Penilaian individu tertulis saja

23.

Seorang perawat memberikan asuhan keperawatan kepada pasien tanpa membedakan latar belakang suku, agama, status sosial, maupun pandangan politik pasien tersebut. Apakah kode etik yang paling tepat tercermin dalam tindakan perawat tersebut?

a)

Prinsip menjaga hubungan profesional dengan sejawat

b)

Prinsip menghormati harkat dan martabat manusia tanpa diskriminasi

c)

Prinsip meningkatkan citra profesi keperawatan di masyarakat

d)

Prinsip menjalankan kewenangan sesuai kebijakan institusi

e)

Prinsip menjaga stabilitas hubungan terapeutik jangka panjang

24.

Seorang perawat mengetahui kondisi medis pasien dari hasil pemeriksaan, namun keluarga pasien meminta agar informasi tersebut disampaikan kepada pihak lain tanpa persetujuan pasien. Bagaimana sikap perawat yang paling sesuai dengan kode etik keperawatan dalam situasi tersebut?

a)

Menyampaikan informasi karena diminta oleh keluarga pasien

b)

Menyampaikan sebagian informasi untuk menghindari konflik

c)

Menjaga kerahasiaan informasi sesuai ketentuan etik dan hukum

d)

Menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada tenaga medis lain

e)

Menunda penyampaian informasi sampai kondisi pasien membaik

25.

Seorang pasien menolak tindakan keperawatan tertentu setelah mendapatkan penjelasan yang cukup, sementara keluarga mendesak agar tindakan tetap dilakukan demi keselamatan pasien. Apakah  dilema etik yang paling tepat menggambarkan situasi tersebut?

a)

Konflik antara prinsip keadilan dan kerahasiaan

b)

Konflik antara prinsip otonomi dan prinsip manfaat

c)

Konflik antara prinsip kejujuran dan kesetiaan

d)

Konflik antara prinsip nonmaleficence dan keadilan

e)

Konflik antara prinsip profesionalisme dan solidaritas

26.

Dalam praktik keperawatan, seorang perawat memberikan informasi yang jujur kepada pasien mengenai kondisi, tindakan yang akan dilakukan, serta risiko yang mungkin terjadi. Apakah Prinsip etik yang paling dominan diterapkan dalam tindakan perawat tersebut ?

a)

Prinsip keadilan dalam pelayanan kesehatan

b)

Prinsip kesetiaan terhadap profesi

c)

Prinsip menjaga kerahasiaan informasi pasien

d)

Prinsip kejujuran dalam hubungan terapeutik

e)

Prinsip mencegah konflik kepentingan

27.

Seorang perawat menolak melakukan tindakan keperawatan yang tidak diperlukan dan berpotensi menimbulkan risiko tambahan bagi pasien. Apakah prinsip etik yang mendasari keputusan perawat tersebut ?

a)

Prinsip keadilan dalam pemberian asuhan

b)

Prinsip manfaat dalam meningkatkan kualitas hidup

c)

Prinsip kejujuran dalam komunikasi terapeutik

d)

Prinsip otonomi dalam pengambilan keputusan

e)

Prinsip tidak merugikan dalam praktik keperawatan

28.

Seorang pasien tidak mampu menyuarakan kebutuhannya karena keterbatasan kondisi fisik. Perawat kemudian menyampaikan kepentingan dan kebutuhan pasien tersebut kepada tim kesehatan. Apakah peran yang sedang dijalankan perawat dalam kasus tersebut ?

a)

Peran advokat dalam melindungi kepentingan pasien

b)

Peran kolaborator dalam tim kesehatan

c)

Peran edukator dalam pelayanan keperawatan

d)

Peran pengambil keputusan klinik

e)

Peran pelaksana kebijakan institusi

29.

Seorang perawat membantu pasien memahami pilihan tindakan medis yang tersedia agar pasien dapat ikut serta dalam menentukan keputusan perawatannya. Apakah bentuk nursing advocacy yang paling sesuai dengan tindakan perawat tersebut?

a)

Safeguarding untuk mencegah risiko tindakan

b)

Mediating antara keluarga dan tenaga kesehatan

c)

Decision-making support dalam proses pelayanan

d)

Rights protection untuk menjaga kerahasiaan data

e)

Informational control untuk membatasi informasi

30.

Seorang perawat melakukan pemasangan infus tanpa melakukan identifikasi pasien sesuai prosedur. Akibatnya, cairan yang seharusnya diberikan kepada pasien lain justru diberikan kepada pasien tersebut dan menimbulkan reaksi yang merugikan. Apa unsur utama yang menunjukkan bahwa kasus tersebut merupakan malpraktik keperawatan?

a)

Dilakukannya tindakan keperawatan secara mandiri oleh perawat

b)

Terjadinya penyimpangan dari standar prosedur operasional yang berlaku

c)

Timbulnya reaksi klinis setelah tindakan keperawatan

d)

Dilaksanakannya tindakan invasif pada pasien

e)

Adanya keluhan pasien terhadap pelayanan

31.

Seorang perawat tidak melakukan pemantauan tanda vital secara berkala pada pasien pascaoperasi sebagaimana tercantum dalam rencana asuhan keperawatan. Kondisi pasien kemudian memburuk dan memerlukan intervensi lanjutan. Apakah jenis kesalahan yang paling tepat menggambarkan tindakan perawat pada kasus tersebut?

a)

Kesalahan komunikasi antar tenaga kesehatan

b)

Kesalahan administratif akibat kekeliruan pencatatan

c)

Pelanggaran etik karena tidak meminta persetujuan pasien

d)

Kesalahan tindakan karena melakukan prosedur yang tidak diperlukan

e)

Kesalahan kelalaian karena tidak melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan

32.

Seorang pasien mengalami cedera setelah dilakukan tindakan keperawatan yang tidak sesuai standar. Hasil investigasi menunjukkan bahwa cedera tersebut secara langsung disebabkan oleh tindakan perawat. Mengapa kasus tersebut dapat dikategorikan sebagai malpraktik keperawatan?

a)

Karena tindakan keperawatan dilakukan dalam konteks pelayanan klinik

b)

Karena cedera pasien muncul setelah tindakan keperawatan diberikan

c)

Karena terdapat hubungan sebab-akibat yang jelas antara tindakan dan kerugian pasien

d)

Karena pasien menyampaikan ketidakpuasan terhadap pelayanan keperawatan

e)

Karena tindakan keperawatan dilakukan tanpa kolaborasi tenaga medis lain

33.

Seorang perawat telah melakukan tindakan keperawatan sesuai SOP, namun tidak mendokumentasikan tindakan tersebut secara lengkap dalam rekam medis. Beberapa hari kemudian muncul komplain dari pasien. Apakah aspek yang berpotensi menimbulkan permasalahan hukum dalam kasus tersebut ?

a)

Pelaksanaan intervensi keperawatan

b)

Kepatuhan terhadap standar profesi

c)

Hubungan terapeutik perawat dan pasien

d)

Ketidaklengkapan dokumentasi keperawatan

e)

Kewenangan perawat dalam praktik klinik

34.

Seorang perawat baru melakukan tindakan menggunakan alat medis tertentu tanpa memiliki pelatihan dan kompetensi yang memadai. Tindakan tersebut menyebabkan komplikasi pada pasien. Apakah faktor yang paling berperan dalam terjadinya malpraktik keperawatan pada kasus tersebut?

a)

Tidak terpenuhinya kompetensi dan keterampilan perawat

b)

Tingginya beban kerja di unit pelayanan

c)

Kurangnya koordinasi antar tenaga kesehatan

d)

Tidak optimalnya komunikasi dengan pasien

e)

Keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan

35.

Seorang perawat baru saja lulus dan telah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Ia kemudian langsung memberikan asuhan keperawatan mandiri di sebuah klinik tanpa mengurus izin praktik. Beberapa waktu kemudian terjadi komplain dari pasien terkait pelayanan yang diterima. Mengapa tindakan perawat tersebut dinyatakan tidak sesuai dengan ketentuan hukum keperawatan ?

a)

Karena STR memiliki masa berlaku terbatas dan harus diperbarui secara berkala

b)

Karena praktik keperawatan wajib didahului dengan kepemilikan STR dan Surat Izin Praktik (SIP)

c)

Karena perawat hanya diperbolehkan memberikan pelayanan di fasilitas pemerintah

d)

Karena praktik mandiri hanya diperbolehkan bagi perawat dengan masa kerja tertentu

e)

Karena pelayanan keperawatan harus selalu berada di bawah pengawasan langsung dokter

36.

Di ruang rawat inap, seorang dokter meminta perawat untuk melakukan tindakan medis tertentu yang belum pernah dikuasai perawat tersebut dan tidak tercantum dalam kewenangannya. Perawat merasa ragu karena belum memiliki kompetensi untuk tindakan tersebut. Apa tindakan yang paling tepat dilakukan perawat berdasarkan aspek hukum dan etik keperawatan ?

a)

Melaksanakan tindakan berdasarkan perintah dokter sebagai penanggung jawab pasien

b)

Melaksanakan tindakan dan mencatatnya secara lengkap dalam rekam medis

c)

Melaksanakan tindakan dengan pendampingan tenaga kesehatan lain

d)

Menunda tindakan sampai memperoleh persetujuan keluarga pasien

e)

Menolak melaksanakan tindakan dan menyampaikan keberatan sesuai mekanisme yang berlaku

37.

Seorang perawat melakukan tindakan keperawatan sesuai SOP pada pasien gawat darurat. Meskipun demikian, pasien mengalami komplikasi yang tidak dapat dihindari. Keluarga pasien melaporkan perawat tersebut ke pihak berwajib. Bagaimana kedudukan hukum perawat tersebut berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023?

a)

Perawat tetap bertanggung jawab secara pidana karena terjadi komplikasi klinis

b)

Perawat dapat dikenakan sanksi hukum karena adanya laporan dari keluarga pasien

c)

Perawat memperoleh perlindungan hukum karena tindakan dilakukan sesuai standar profesi

d)

Perawat harus membuktikan tidak adanya kesalahan melalui proses peradilan

e)

Perawat diwajibkan mengganti kerugian akibat dampak tindakan keperawatan

38.

Seorang perawat mengetahui adanya kesalahan pemberian obat yang hampir terjadi pada pasien. Perawat segera melaporkan kejadian tersebut melalui sistem pelaporan insiden rumah sakit. Apa makna tindakan pelaporan tersebut menurut prinsip keselamatan pasien dalam UU No. 17 Tahun 2023 ?

a)

Bentuk pelanggaran disiplin yang harus ditindaklanjuti secara administratif

b)

Upaya perlindungan hukum bagi perawat dari tuntutan pasien

c)

Tindakan pencegahan agar perawat tidak dikenakan sanksi profesi

d)

Bentuk pelaporan insiden untuk pembelajaran dan peningkatan mutu pelayanan

e)

Bukti bahwa perawat tidak mampu melaksanakan tugas secara mandiri

39.

Seorang perawat secara sengaja membagikan informasi kondisi kesehatan pasien melalui media sosial tanpa izin pasien atau keluarga. Tindakan tersebut dilaporkan sebagai pelanggaran disiplin profesi. Siapa yang berhak menangani pelanggaran tersebut ?

a)

Manajemen rumah sakit

b)

Organisasi profesi perawat

c)

Pengadilan etik rumah sakit

d)

Dinas Kesehatan setempat

e)

Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI)

40.

Seorang perawat menghadapi dilema etik ketika pasien menolak tindakan medis yang direkomendasikan, sementara keluarga mendesak agar tindakan tetap dilakukan. Perawat kemudian mengumpulkan data tentang kondisi pasien, kebijakan rumah sakit, serta nilai yang dianut pasien. Apakah tahap dalam model pengambilan keputusan etik MORAL yang sedang dilakukan oleh perawat tersebut?

a)

Menyusun alternatif dan konsekuensi dari setiap pilihan

b)

Mengkaji ulang kriteria etik yang relevan

c)

Mengumpulkan dan mengklarifikasi data terkait dilema etik

d)

Menetapkan keputusan dan melaksanakan tindakan

e)

Mengevaluasi hasil keputusan yang telah diambil

41.

Setelah mengidentifikasi dilema etik, seorang perawat menganalisis berbagai pilihan tindakan, termasuk mempertimbangkan manfaat, risiko, dan dampak jangka panjang bagi pasien. Manakah tahap dalam model MORAL yang paling tepat menggambarkan proses tersebut ?

a)

Mengkaji kebijakan institusi dan norma sosial

b)

Menimbang kriteria etik untuk memilih keputusan terbaik

c)

Mengidentifikasi dan menganalisis alternatif beserta konsekuensinya

d)

Melakukan evaluasi terhadap keputusan yang diambil

e)

Melakukan evaluasi terhadap keputusan yang diambil

42.

Setelah keputusan etik dilaksanakan, perawat menilai hasil tindakan, dampak jangka pendek dan panjang, serta mempertimbangkan penerapan keputusan tersebut pada kasus serupa di masa mendatang. Apakah tahap akhir dalam model MORAL yang sedang dilakukan oleh perawat tersebut?

a)

Menyusun alternatif keputusan baru

b)

Menimbang ulang prinsip etik yang digunakan

c)

Mengevaluasi proses dan hasil pengambilan keputusan

d)

Mengklarifikasi kembali dilema etik yang muncul

e)

Menetapkan strategi tindakan lanjutan

43.

Seorang perawat membandingkan beberapa alternatif keputusan etik dengan mempertimbangkan prinsip otonomi, beneficence, dan nonmaleficence sebelum menentukan tindakan yang akan dipilih. Apakah tahap dalam model MORAL yang ditunjukkan oleh perawat tersebut?

a)

Mengklarifikasi dilema etik berdasarkan fakta klinis

b)

Menimbang kriteria etik dan menentukan prioritas keputusan

c)

Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai rencana

d)

Mengevaluasi dampak jangka panjang dari keputusan

e)

Mengembangkan rencana implementasi bersama pasien

44.

Setelah memilih keputusan etik terbaik, perawat menyusun rencana tindakan bersama pasien, keluarga, dan tim kesehatan, lalu melaksanakan rencana tersebut secara sistematis. Manakah tahap dalam model MORAL yang paling sesuai dengan tindakan perawat tersebut?

a)

Mengidentifikasi konteks dan faktor personal

b)

Meninjau ulang alternatif keputusan

c)

Mengumpulkan kembali data etik yang relevan

d)

Mengevaluasi keberhasilan keputusan etik

e)

Menetapkan posisi etik dan melaksanakan tindakan

45.

Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke puskesmas dengan kehamilan 6 minggu akibat kekerasan seksual. Pasien menyampaikan keinginannya untuk mengakhiri kehamilan dan meminta pendapat perawat. Perawat mengetahui bahwa hukum memperbolehkan aborsi pada kondisi tertentu dengan prosedur yang ketat. Bagaimana sikap profesional perawat yang paling tepat dalam situasi tersebut ?

a)

Menolak memberikan informasi karena bertentangan dengan nilai pribadi

b)

Menyarankan pasien mengikuti keputusan keluarga terdekat

c)

Memberikan informasi yang objektif dan merujuk sesuai ketentuan hukum

d)

Mengalihkan pembicaraan agar pasien membatalkan niatnya

e)

Menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada dokter tanpa komunikasi lanjutan

46.

Dalam kasus kehamilan akibat pemerkosaan, perawat bersama tim kesehatan mengidentifikasi beberapa pilihan, seperti melanjutkan kehamilan, melakukan rujukan sesuai hukum, atau memberikan konseling lanjutan tanpa intervensi medis. Apakah tahap dalam model MORAL yang ditunjukkan oleh proses tersebut ?

a)

Menilai kriteria etik dan prinsip moral yang berlaku

b)

Mengembangkan rencana implementasi tindakan

c)

Mengidentifikasi alternatif tindakan dan konsekuensinya

d)

Mengevaluasi keputusan yang telah diambil

e)

Menetapkan sikap etik profesional perawat

47.

Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke fasilitas kesehatan dengan kehamilan 8 minggu akibat kekerasan seksual. Pasien menyatakan keinginan untuk melakukan aborsi, sementara perawat merasa ragu karena pertimbangan hukum, etika profesi, dan nilai pribadi. Manakah tahap dalam model MORAL yang dilakukan situasi tersebut ?

a)

Menimbang prinsip etik yang paling dominan dalam kasus aborsi

b)

Mengumpulkan dan mengklarifikasi fakta etik, hukum, dan klinis

c)

Menyusun rencana tindakan bersama tim kesehatan

d)

Menentukan keputusan akhir yang paling aman

e)

Mengevaluasi dampak keputusan terhadap pasien dan profesi

48.

Seorang pasien kanker stadium terminal menyampaikan kepada perawat bahwa ia tidak ingin melanjutkan pengobatan dan meminta agar hidupnya diakhiri untuk menghindari penderitaan yang berkepanjangan. Perawat memahami bahwa eutanasia aktif tidak diperbolehkan secara hukum di Indonesia. Bagaimana sikap profesional perawat yang paling tepat dalam menghadapi permintaan pasien tersebut?

a)

Menyetujui permintaan pasien sebagai bentuk empati terhadap penderitaan

b)

Mengabaikan permintaan pasien agar tidak menimbulkan masalah hukum

c)

Memberikan penjelasan yang jujur serta mengarahkan pada perawatan paliatif

d)

Menyarankan keluarga untuk mengambil keputusan menggantikan pasien

e)

Menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada dokter tanpa keterlibatan perawat

49.

Seorang pasien dengan penyakit degeneratif berat meminta penghentian seluruh tindakan medis yang bersifat mempertahankan hidup, termasuk alat bantu napas, setelah mendapatkan penjelasan yang lengkap. Apakah sikap yang ditunjukkan oleh pasien?

a)

Eutanasia aktif

b)

Bunuh diri berbantuan tenaga kesehatan

c)

Kelalaian tenaga kesehatan

d)

Pelanggaran prinsip nonmaleficence

e)

Penolakan terapi sebagai bentuk otonomi pasien

50.

Dalam perawatan pasien terminal, keluarga meminta perawat untuk “melakukan sesuatu” agar pasien segera meninggal karena dianggap terlalu menderita. Apakah pertimbangan etik utama yang harus dipegang perawat dalam situasi tersebut?

a)

Mengutamakan permintaan keluarga sebagai pihak terdekat

b)

Menghindari konflik emosional dengan keluarga pasien

c)

Mematuhi prinsip tidak merugikan dan ketentuan hukum

d)

Menyesuaikan tindakan dengan norma budaya setempat

e)

Mempercepat pengambilan keputusan klinis

51.

Seorang perawat memberikan analgesik dosis adekuat untuk mengurangi nyeri pasien terminal, meskipun terdapat risiko efek samping yang dapat memperpendek harapan hidup pasien. Tindakan perawat tersebut secara etik paling tepat dikategorikan sebagai?

a)

Eutanasia aktif terselubung

b)

Eutanasia pasif yang disengaja

c)

Prinsip double effect dalam perawatan paliatif

d)

Kelalaian dalam pemberian obat

e)

Pelanggaran prinsip keadilan

52.

Jika seorang perawat secara sengaja memberikan tindakan yang bertujuan langsung untuk mengakhiri hidup pasien atas permintaan pasien tersebut, maka tindakan tersebut berpotensi melanggar etika keperawatan karena?

a)

Mengabaikan peran keluarga dalam pengambilan keputusan

b)

Tidak sesuai dengan standar komunikasi terapeutik

c)

Mengurangi kolaborasi antarprofesi

d)

Menurunkan citra institusi pelayanan kesehatan

e)

Bertentangan dengan prinsip nonmaleficence dan hukum yang berlaku