WorksheetsKdK1_UaS_2O26
Total questions: 52
Worksheet time: 39mins
Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi perawat serta pihak yang menerima pelayanan keperawatan. Bentuk perlindungan hukum keperawatan dapat dibedakan menjadi perlindungan ke dalam dan perlindungan ke luar. Pernyataan yang paling tepat mengenai perlindungan hukum keperawatan adalah .....
Perlindungan ke dalam diberikan kepada pemberi pelayanan keperawatan
Perlindungan ke luar diberikan kepada masyarakat atau pasien
Perlindungan ke dalam diberikan kepada rumah sakit atau institusi pelayanan
Perlindungan menyeluruh diberikan kepada seluruh warga negara tanpa batas
Perlindungan ke luar diberikan kepada profesi perawat
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan disusun sebagai dasar hukum penyelenggaraan pembangunan kesehatan nasional. Tujuan diberlakukannya undang-undang tersebut adalah sebagai berikut, kecuali ....
Meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya
Menjamin hak setiap orang untuk memperoleh pelayanan kesehatan
Menjamin hak keselamatan dan kelalaian perawat dalam praktik keperawatan
Mewujudkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan
Seorang perawat memberikan obat antiinflamasi untuk mengurangi edema pada pasien pasca pemasangan infus sesuai dengan instruksi medis dan prosedur yang berlaku. Dalam jangka panjang, pasien mengalami kerusakan jaringan dan pembuluh darah yang diduga sebagai efek samping obat. Pasien kemudian menuntut perawat untuk membayar ganti rugi atas dampak yang ditimbulkan. Apa alasan yang paling tepat sehingga perawat tersebut dapat memperoleh perlindungan hukum?
Tindakan perawat dilakukan berdasarkan tugas limpahan tanpa pengawasan
Pelayanan asuhan keperawatan diberikan sesuai standar profesi dan prosedur
Terdapat kelalaian perawat yang menyebabkan kecacatan pasien
Tidak adanya tanggung jawab dari rumah sakit tempat perawat bekerja
Tindakan perawat dilakukan di luar ketentuan peraturan perundang-undangan
Seorang perawat memberikan obat antiinflamasi untuk mengurangi edema pada pasien pasca pemasangan infus sesuai dengan instruksi medis. Beberapa waktu kemudian, pasien mengalami kerusakan jaringan dan pembuluh darah yang diduga sebagai efek samping obat. Pasien dan keluarga menyampaikan keberatan dan mempertanyakan tanggung jawab perawat atas kejadian tersebut. Apa kewajiban perawat yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi kejadian seperti pada kasus di atas?
Memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan kode etik dan standar profesi
Setiap tindakan keperawatan harus didokumentasikan secara lengkap dan benar
Memberikan informasi yang tidak jujur kepada pasien dan keluarga
Melakukan tindakan keperawatan di luar kompetensi perawat
Melakukan tindakan terapi di luar kewenangan profesi
Di sebuah rumah sakit pendidikan, sering terjadi miskomunikasi antara perawat, dokter, dan apoteker terkait pemberian obat. Akibatnya, pasien mengalami keterlambatan terapi dan penurunan kepuasan pelayanan. Evaluasi manajemen menunjukkan bahwa setiap profesi bekerja secara terpisah sejak masa pendidikan. Latar belakang utama perlunya pendidikan interprofesi pada kasus tersebut adalah ....
Perbedaan jenjang pendidikan antar tenaga kesehatan
Kurangnya jumlah tenaga kesehatan di rumah sakit
Minimnya kolaborasi dan pemahaman peran antar profesi sejak pendidikan
Rendahnya kompetensi klinis perawat
Kurangnya fasilitas rumah sakit
Mahasiswa keperawatan, kedokteran, dan farmasi mengikuti satu kegiatan pembelajaran bersama. Mereka berdiskusi, memecahkan masalah pasien, dan saling memahami peran masing-masing profesi dalam tim kesehatan. Situasi tersebut paling tepat menggambarkan definisi pendidikan interprofesi sebagai ....
Pendidikan yang dilakukan oleh satu profesi secara mandiri
Pendidikan lintas profesi tanpa interaksi
Proses belajar bersama, dari, dan tentang profesi lain untuk meningkatkan kolaborasi
Pendidikan klinik khusus tenaga medis
Pendidikan berbasis disiplin ilmu tunggal
Dalam simulasi kasus kegawatdaruratan, mahasiswa keperawatan dan kedokteran bekerja dalam satu tim. Mereka belajar berkomunikasi efektif, berbagi peran, dan mengambil keputusan bersama demi keselamatan pasien. Tujuan utama pendidikan interprofesi pada kasus tersebut adalah ....
Meningkatkan kompetensi akademik masing-masing profesi
Menyamakan kewenangan semua profesi kesehatan
Meningkatkan kemampuan kolaborasi dan keselamatan pasien
Mengurangi beban kerja tenaga kesehatan
Mempercepat masa studi mahasiswa
Setelah mengikuti program pendidikan interprofesi, mahasiswa melaporkan peningkatan saling menghargai antar profesi, komunikasi yang lebih baik, dan penurunan konflik saat praktik klinik. Manfaat pendidikan interprofesi yang paling tepat pada kasus tersebut adalah ....
Meningkatkan jumlah lulusan tenaga kesehatan
Menghilangkan perbedaan peran profesi
Meningkatkan sikap saling menghargai dan kerja tim efektif
Mengurangi kebutuhan supervisi dosen
Menyamakan kompetensi semua profesi
Dalam pembelajaran interprofesi, mahasiswa dilatih untuk memahami peran masing-masing profesi, berkomunikasi efektif, bekerja dalam tim, dan menjunjung nilai etika kolaboratif. Domain pendidikan interprofesi yang tercermin pada kegiatan tersebut adalah ....
Kompetensi klinis individu
Pengetahuan medis lanjutan
Peran dan tanggung jawab, komunikasi, kerja tim dan nilai profesional
Keterampilan teknis keperawatan
Manajemen pelayanan kesehatan
Seorang mahasiswa keperawatan praktik di ruang rawat inap bersama mahasiswa kedokteran dan farmasi. Dalam diskusi kasus pasien, setiap profesi menyampaikan pendapat sesuai perannya dan mengambil keputusan bersama untuk rencana perawatan pasien. Konsep komunikasi interprofesi yang paling tepat pada situasi tersebut adalah .....
Komunikasi satu arah antar profesi
Komunikasi berdasarkan hierarki profesi
Komunikasi kolaboratif antar profesi dengan tujuan bersama
Komunikasi informal tanpa tanggung jawab
Komunikasi antar individu tanpa koordinasi
Dalam sebuah tim kesehatan, perawat merasa ragu menyampaikan pendapat karena dokter sering berbicara dominan dan tidak memberi kesempatan anggota tim lain untuk berbicara. Faktor utama yang memengaruhi komunikasi interprofesi pada kasus tersebut adalah ....
Perbedaan usia anggota tim
Perbedaan latar belakang budaya
Ketimpangan kekuasaan dan hierarki profesi
Kurangnya alat komunikasi
Kurangnya pengetahuan medis
Saat diskusi rencana asuhan pasien, mahasiswa keperawatan mendengarkan pendapat apoteker tanpa memotong pembicaraan, mengangguk, dan mengulang inti informasi untuk memastikan pemahaman. Perilaku tersebut menunjukkan keterampilan ....
Komunikasi pasif
Mendengarkan secara aktif
Komunikasi nonverbal saja
Komunikasi satu arah
Komunikasi tertulis
Dalam rapat tim kesehatan, seorang perawat berkata, “Bagaimana pendapat teman-teman dari profesi lain terkait rencana perawatan ini?”. Tindakan perawat tersebut mencerminkan kemampuan untuk ......
Mengambil alih keputusan tim
Menghindari tanggung jawab
Mendorong partisipasi dan ide anggota tim lain
Menunda pengambilan keputusan
Mengurangi peran profesi lain
Dalam situasi pasien memburuk, perawat menyampaikan kondisi pasien kepada dokter secara jelas, singkat, dan terstruktur menggunakan format SBAR. Tujuan utama komunikasi efektif interprofesi pada kondisi tersebut adalah ....
Menunjukkan kemampuan komunikasi perawat
Mempercepat pergantian shift
Meningkatkan keselamatan pasien
Mengurangi beban kerja dokter
Menghindari diskusi tim
Seorang mahasiswa keperawatan menyadari bahwa informasi penting pasien belum disampaikan kepada tim lain. Ia kemudian mengklarifikasi data dan menyampaikannya dalam diskusi tim. Kemampuan berpikir kritis yang ditunjukkan mahasiswa tersebut adalah .....
Menghafal prosedur komunikasi
Menjalankan instruksi tanpa analisis
Mengidentifikasi masalah dan mengambil inisiatif komunikasi
Menghindari konflik antar profesi
Menunggu perintah dari profesi lain
Mahasiswa keperawatan mengikuti simulasi kasus pasien bersama mahasiswa kedokteran dan farmasi. Masing-masing profesi menyampaikan pandangan sesuai kompetensinya, saling menghargai, dan menyepakati rencana perawatan pasien secara bersama. Prinsip utama kerjasama antar profesi pada situasi tersebut adalah ....
Dominasi satu profesi
Pembagian tugas tanpa komunikasi
Kolaborasi berbasis peran dan tujuan bersama
Kerjasama informal tanpa struktur
Koordinasi sepihak oleh profesi medis
Dalam diskusi tim interprofesi, mahasiswa keperawatan berperan mengoordinasikan data keperawatan, menyampaikan kondisi pasien, dan menjembatani komunikasi antar anggota tim. Peran tim yang ditunjukkan mahasiswa keperawatan tersebut adalah ...
Pengambil keputusan utama
Pemimpin administratif
Koordinator dan komunikator asuhan
Pelaksana instruksi pasif
Pengamat tanpa peran aktif
Sebuah tim interprofesi melakukan identifikasi masalah, diskusi rencana tindakan, pelaksanaan, dan evaluasi bersama setelah simulasi pembelajaran. Tahapan tersebut mencerminkan ....
Pembagian kerja individual
Proses tim kolaboratif
Komunikasi satu arah
Evaluasi sepihak
Diskusi non-terstruktur
Dalam pembelajaran interprofesi, diskusi tidak berjalan efektif karena sebagian anggota tim merasa pendapatnya tidak dihargai. Masalah utama yang menghambat kerjasama tim adalah .....
Kurangnya alat pembelajaran
Perbedaan jadwal kuliah
Rendahnya rasa saling menghargai
Kurangnya pengetahuan klinis
Jumlah anggota tim terlalu banyak
Dosen meminta setiap mahasiswa lintas profesi menjelaskan perannya masing-masing sebelum diskusi kasus dimulai. Strategi tersebut bertujuan untuk ....
Menilai kemampuan individu
Mengurangi waktu diskusi
Meningkatkan pemahaman peran dan kerjasama
Menentukan pemimpin tim
Menghindari perbedaan pendapat
Dalam pembelajaran antar profesi, mahasiswa diminta menyelesaikan studi kasus secara kelompok lintas program studi. Metode pembelajaran yang paling tepat untuk melatih kerjasama tim adalah .....
Ceramah satu arah
Ujian tertulis individu
Diskusi kasus interprofesi
Belajar mandiri
Observasi tanpa interaksi
Setelah pembelajaran interprofesi, dosen menilai kemampuan mahasiswa dalam komunikasi, kontribusi tim, dan refleksi kerja kelompok. Metode evaluasi yang paling sesuai adalah ....
Ujian pilihan ganda
Penilaian berbasis kinerja tim
Absensi kehadiran
Tes hafalan konsep
Penilaian individu tertulis saja
Seorang perawat memberikan asuhan keperawatan kepada pasien tanpa membedakan latar belakang suku, agama, status sosial, maupun pandangan politik pasien tersebut. Apakah kode etik yang paling tepat tercermin dalam tindakan perawat tersebut?
Prinsip menjaga hubungan profesional dengan sejawat
Prinsip menghormati harkat dan martabat manusia tanpa diskriminasi
Prinsip meningkatkan citra profesi keperawatan di masyarakat
Prinsip menjalankan kewenangan sesuai kebijakan institusi
Prinsip menjaga stabilitas hubungan terapeutik jangka panjang
Seorang perawat mengetahui kondisi medis pasien dari hasil pemeriksaan, namun keluarga pasien meminta agar informasi tersebut disampaikan kepada pihak lain tanpa persetujuan pasien. Bagaimana sikap perawat yang paling sesuai dengan kode etik keperawatan dalam situasi tersebut?
Menyampaikan informasi karena diminta oleh keluarga pasien
Menyampaikan sebagian informasi untuk menghindari konflik
Menjaga kerahasiaan informasi sesuai ketentuan etik dan hukum
Menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada tenaga medis lain
Menunda penyampaian informasi sampai kondisi pasien membaik
Seorang pasien menolak tindakan keperawatan tertentu setelah mendapatkan penjelasan yang cukup, sementara keluarga mendesak agar tindakan tetap dilakukan demi keselamatan pasien. Apakah dilema etik yang paling tepat menggambarkan situasi tersebut?
Konflik antara prinsip keadilan dan kerahasiaan
Konflik antara prinsip otonomi dan prinsip manfaat
Konflik antara prinsip kejujuran dan kesetiaan
Konflik antara prinsip nonmaleficence dan keadilan
Konflik antara prinsip profesionalisme dan solidaritas
Dalam praktik keperawatan, seorang perawat memberikan informasi yang jujur kepada pasien mengenai kondisi, tindakan yang akan dilakukan, serta risiko yang mungkin terjadi. Apakah Prinsip etik yang paling dominan diterapkan dalam tindakan perawat tersebut ?
Prinsip keadilan dalam pelayanan kesehatan
Prinsip kesetiaan terhadap profesi
Prinsip menjaga kerahasiaan informasi pasien
Prinsip kejujuran dalam hubungan terapeutik
Prinsip mencegah konflik kepentingan
Seorang perawat menolak melakukan tindakan keperawatan yang tidak diperlukan dan berpotensi menimbulkan risiko tambahan bagi pasien. Apakah prinsip etik yang mendasari keputusan perawat tersebut ?
Prinsip keadilan dalam pemberian asuhan
Prinsip manfaat dalam meningkatkan kualitas hidup
Prinsip kejujuran dalam komunikasi terapeutik
Prinsip otonomi dalam pengambilan keputusan
Prinsip tidak merugikan dalam praktik keperawatan
Seorang pasien tidak mampu menyuarakan kebutuhannya karena keterbatasan kondisi fisik. Perawat kemudian menyampaikan kepentingan dan kebutuhan pasien tersebut kepada tim kesehatan. Apakah peran yang sedang dijalankan perawat dalam kasus tersebut ?
Peran advokat dalam melindungi kepentingan pasien
Peran kolaborator dalam tim kesehatan
Peran edukator dalam pelayanan keperawatan
Peran pengambil keputusan klinik
Peran pelaksana kebijakan institusi
Seorang perawat membantu pasien memahami pilihan tindakan medis yang tersedia agar pasien dapat ikut serta dalam menentukan keputusan perawatannya. Apakah bentuk nursing advocacy yang paling sesuai dengan tindakan perawat tersebut?
Safeguarding untuk mencegah risiko tindakan
Mediating antara keluarga dan tenaga kesehatan
Decision-making support dalam proses pelayanan
Rights protection untuk menjaga kerahasiaan data
Informational control untuk membatasi informasi
Seorang perawat melakukan pemasangan infus tanpa melakukan identifikasi pasien sesuai prosedur. Akibatnya, cairan yang seharusnya diberikan kepada pasien lain justru diberikan kepada pasien tersebut dan menimbulkan reaksi yang merugikan. Apa unsur utama yang menunjukkan bahwa kasus tersebut merupakan malpraktik keperawatan?
Dilakukannya tindakan keperawatan secara mandiri oleh perawat
Terjadinya penyimpangan dari standar prosedur operasional yang berlaku
Timbulnya reaksi klinis setelah tindakan keperawatan
Dilaksanakannya tindakan invasif pada pasien
Adanya keluhan pasien terhadap pelayanan
Seorang perawat tidak melakukan pemantauan tanda vital secara berkala pada pasien pascaoperasi sebagaimana tercantum dalam rencana asuhan keperawatan. Kondisi pasien kemudian memburuk dan memerlukan intervensi lanjutan. Apakah jenis kesalahan yang paling tepat menggambarkan tindakan perawat pada kasus tersebut?
Kesalahan komunikasi antar tenaga kesehatan
Kesalahan administratif akibat kekeliruan pencatatan
Pelanggaran etik karena tidak meminta persetujuan pasien
Kesalahan tindakan karena melakukan prosedur yang tidak diperlukan
Kesalahan kelalaian karena tidak melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan
Seorang pasien mengalami cedera setelah dilakukan tindakan keperawatan yang tidak sesuai standar. Hasil investigasi menunjukkan bahwa cedera tersebut secara langsung disebabkan oleh tindakan perawat. Mengapa kasus tersebut dapat dikategorikan sebagai malpraktik keperawatan?
Karena tindakan keperawatan dilakukan dalam konteks pelayanan klinik
Karena cedera pasien muncul setelah tindakan keperawatan diberikan
Karena terdapat hubungan sebab-akibat yang jelas antara tindakan dan kerugian pasien
Karena pasien menyampaikan ketidakpuasan terhadap pelayanan keperawatan
Karena tindakan keperawatan dilakukan tanpa kolaborasi tenaga medis lain
Seorang perawat telah melakukan tindakan keperawatan sesuai SOP, namun tidak mendokumentasikan tindakan tersebut secara lengkap dalam rekam medis. Beberapa hari kemudian muncul komplain dari pasien. Apakah aspek yang berpotensi menimbulkan permasalahan hukum dalam kasus tersebut ?
Pelaksanaan intervensi keperawatan
Kepatuhan terhadap standar profesi
Hubungan terapeutik perawat dan pasien
Ketidaklengkapan dokumentasi keperawatan
Kewenangan perawat dalam praktik klinik
Seorang perawat baru melakukan tindakan menggunakan alat medis tertentu tanpa memiliki pelatihan dan kompetensi yang memadai. Tindakan tersebut menyebabkan komplikasi pada pasien. Apakah faktor yang paling berperan dalam terjadinya malpraktik keperawatan pada kasus tersebut?
Tidak terpenuhinya kompetensi dan keterampilan perawat
Tingginya beban kerja di unit pelayanan
Kurangnya koordinasi antar tenaga kesehatan
Tidak optimalnya komunikasi dengan pasien
Keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan
Seorang perawat baru saja lulus dan telah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Ia kemudian langsung memberikan asuhan keperawatan mandiri di sebuah klinik tanpa mengurus izin praktik. Beberapa waktu kemudian terjadi komplain dari pasien terkait pelayanan yang diterima. Mengapa tindakan perawat tersebut dinyatakan tidak sesuai dengan ketentuan hukum keperawatan ?
Karena STR memiliki masa berlaku terbatas dan harus diperbarui secara berkala
Karena praktik keperawatan wajib didahului dengan kepemilikan STR dan Surat Izin Praktik (SIP)
Karena perawat hanya diperbolehkan memberikan pelayanan di fasilitas pemerintah
Karena praktik mandiri hanya diperbolehkan bagi perawat dengan masa kerja tertentu
Karena pelayanan keperawatan harus selalu berada di bawah pengawasan langsung dokter
Di ruang rawat inap, seorang dokter meminta perawat untuk melakukan tindakan medis tertentu yang belum pernah dikuasai perawat tersebut dan tidak tercantum dalam kewenangannya. Perawat merasa ragu karena belum memiliki kompetensi untuk tindakan tersebut. Apa tindakan yang paling tepat dilakukan perawat berdasarkan aspek hukum dan etik keperawatan ?
Melaksanakan tindakan berdasarkan perintah dokter sebagai penanggung jawab pasien
Melaksanakan tindakan dan mencatatnya secara lengkap dalam rekam medis
Melaksanakan tindakan dengan pendampingan tenaga kesehatan lain
Menunda tindakan sampai memperoleh persetujuan keluarga pasien
Menolak melaksanakan tindakan dan menyampaikan keberatan sesuai mekanisme yang berlaku
Seorang perawat melakukan tindakan keperawatan sesuai SOP pada pasien gawat darurat. Meskipun demikian, pasien mengalami komplikasi yang tidak dapat dihindari. Keluarga pasien melaporkan perawat tersebut ke pihak berwajib. Bagaimana kedudukan hukum perawat tersebut berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023?
Perawat tetap bertanggung jawab secara pidana karena terjadi komplikasi klinis
Perawat dapat dikenakan sanksi hukum karena adanya laporan dari keluarga pasien
Perawat memperoleh perlindungan hukum karena tindakan dilakukan sesuai standar profesi
Perawat harus membuktikan tidak adanya kesalahan melalui proses peradilan
Perawat diwajibkan mengganti kerugian akibat dampak tindakan keperawatan
Seorang perawat mengetahui adanya kesalahan pemberian obat yang hampir terjadi pada pasien. Perawat segera melaporkan kejadian tersebut melalui sistem pelaporan insiden rumah sakit. Apa makna tindakan pelaporan tersebut menurut prinsip keselamatan pasien dalam UU No. 17 Tahun 2023 ?
Bentuk pelanggaran disiplin yang harus ditindaklanjuti secara administratif
Upaya perlindungan hukum bagi perawat dari tuntutan pasien
Tindakan pencegahan agar perawat tidak dikenakan sanksi profesi
Bentuk pelaporan insiden untuk pembelajaran dan peningkatan mutu pelayanan
Bukti bahwa perawat tidak mampu melaksanakan tugas secara mandiri
Seorang perawat secara sengaja membagikan informasi kondisi kesehatan pasien melalui media sosial tanpa izin pasien atau keluarga. Tindakan tersebut dilaporkan sebagai pelanggaran disiplin profesi. Siapa yang berhak menangani pelanggaran tersebut ?
Manajemen rumah sakit
Organisasi profesi perawat
Pengadilan etik rumah sakit
Dinas Kesehatan setempat
Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI)
Seorang perawat menghadapi dilema etik ketika pasien menolak tindakan medis yang direkomendasikan, sementara keluarga mendesak agar tindakan tetap dilakukan. Perawat kemudian mengumpulkan data tentang kondisi pasien, kebijakan rumah sakit, serta nilai yang dianut pasien. Apakah tahap dalam model pengambilan keputusan etik MORAL yang sedang dilakukan oleh perawat tersebut?
Menyusun alternatif dan konsekuensi dari setiap pilihan
Mengkaji ulang kriteria etik yang relevan
Mengumpulkan dan mengklarifikasi data terkait dilema etik
Menetapkan keputusan dan melaksanakan tindakan
Mengevaluasi hasil keputusan yang telah diambil
Setelah mengidentifikasi dilema etik, seorang perawat menganalisis berbagai pilihan tindakan, termasuk mempertimbangkan manfaat, risiko, dan dampak jangka panjang bagi pasien. Manakah tahap dalam model MORAL yang paling tepat menggambarkan proses tersebut ?
Mengkaji kebijakan institusi dan norma sosial
Menimbang kriteria etik untuk memilih keputusan terbaik
Mengidentifikasi dan menganalisis alternatif beserta konsekuensinya
Melakukan evaluasi terhadap keputusan yang diambil
Melakukan evaluasi terhadap keputusan yang diambil
Setelah keputusan etik dilaksanakan, perawat menilai hasil tindakan, dampak jangka pendek dan panjang, serta mempertimbangkan penerapan keputusan tersebut pada kasus serupa di masa mendatang. Apakah tahap akhir dalam model MORAL yang sedang dilakukan oleh perawat tersebut?
Menyusun alternatif keputusan baru
Menimbang ulang prinsip etik yang digunakan
Mengevaluasi proses dan hasil pengambilan keputusan
Mengklarifikasi kembali dilema etik yang muncul
Menetapkan strategi tindakan lanjutan
Seorang perawat membandingkan beberapa alternatif keputusan etik dengan mempertimbangkan prinsip otonomi, beneficence, dan nonmaleficence sebelum menentukan tindakan yang akan dipilih. Apakah tahap dalam model MORAL yang ditunjukkan oleh perawat tersebut?
Mengklarifikasi dilema etik berdasarkan fakta klinis
Menimbang kriteria etik dan menentukan prioritas keputusan
Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai rencana
Mengevaluasi dampak jangka panjang dari keputusan
Mengembangkan rencana implementasi bersama pasien
Setelah memilih keputusan etik terbaik, perawat menyusun rencana tindakan bersama pasien, keluarga, dan tim kesehatan, lalu melaksanakan rencana tersebut secara sistematis. Manakah tahap dalam model MORAL yang paling sesuai dengan tindakan perawat tersebut?
Mengidentifikasi konteks dan faktor personal
Meninjau ulang alternatif keputusan
Mengumpulkan kembali data etik yang relevan
Mengevaluasi keberhasilan keputusan etik
Menetapkan posisi etik dan melaksanakan tindakan
Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke puskesmas dengan kehamilan 6 minggu akibat kekerasan seksual. Pasien menyampaikan keinginannya untuk mengakhiri kehamilan dan meminta pendapat perawat. Perawat mengetahui bahwa hukum memperbolehkan aborsi pada kondisi tertentu dengan prosedur yang ketat. Bagaimana sikap profesional perawat yang paling tepat dalam situasi tersebut ?
Menolak memberikan informasi karena bertentangan dengan nilai pribadi
Menyarankan pasien mengikuti keputusan keluarga terdekat
Memberikan informasi yang objektif dan merujuk sesuai ketentuan hukum
Mengalihkan pembicaraan agar pasien membatalkan niatnya
Menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada dokter tanpa komunikasi lanjutan
Dalam kasus kehamilan akibat pemerkosaan, perawat bersama tim kesehatan mengidentifikasi beberapa pilihan, seperti melanjutkan kehamilan, melakukan rujukan sesuai hukum, atau memberikan konseling lanjutan tanpa intervensi medis. Apakah tahap dalam model MORAL yang ditunjukkan oleh proses tersebut ?
Menilai kriteria etik dan prinsip moral yang berlaku
Mengembangkan rencana implementasi tindakan
Mengidentifikasi alternatif tindakan dan konsekuensinya
Mengevaluasi keputusan yang telah diambil
Menetapkan sikap etik profesional perawat
Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke fasilitas kesehatan dengan kehamilan 8 minggu akibat kekerasan seksual. Pasien menyatakan keinginan untuk melakukan aborsi, sementara perawat merasa ragu karena pertimbangan hukum, etika profesi, dan nilai pribadi. Manakah tahap dalam model MORAL yang dilakukan situasi tersebut ?
Menimbang prinsip etik yang paling dominan dalam kasus aborsi
Mengumpulkan dan mengklarifikasi fakta etik, hukum, dan klinis
Menyusun rencana tindakan bersama tim kesehatan
Menentukan keputusan akhir yang paling aman
Mengevaluasi dampak keputusan terhadap pasien dan profesi
Seorang pasien kanker stadium terminal menyampaikan kepada perawat bahwa ia tidak ingin melanjutkan pengobatan dan meminta agar hidupnya diakhiri untuk menghindari penderitaan yang berkepanjangan. Perawat memahami bahwa eutanasia aktif tidak diperbolehkan secara hukum di Indonesia. Bagaimana sikap profesional perawat yang paling tepat dalam menghadapi permintaan pasien tersebut?
Menyetujui permintaan pasien sebagai bentuk empati terhadap penderitaan
Mengabaikan permintaan pasien agar tidak menimbulkan masalah hukum
Memberikan penjelasan yang jujur serta mengarahkan pada perawatan paliatif
Menyarankan keluarga untuk mengambil keputusan menggantikan pasien
Menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada dokter tanpa keterlibatan perawat
Seorang pasien dengan penyakit degeneratif berat meminta penghentian seluruh tindakan medis yang bersifat mempertahankan hidup, termasuk alat bantu napas, setelah mendapatkan penjelasan yang lengkap. Apakah sikap yang ditunjukkan oleh pasien?
Eutanasia aktif
Bunuh diri berbantuan tenaga kesehatan
Kelalaian tenaga kesehatan
Pelanggaran prinsip nonmaleficence
Penolakan terapi sebagai bentuk otonomi pasien
Dalam perawatan pasien terminal, keluarga meminta perawat untuk “melakukan sesuatu” agar pasien segera meninggal karena dianggap terlalu menderita. Apakah pertimbangan etik utama yang harus dipegang perawat dalam situasi tersebut?
Mengutamakan permintaan keluarga sebagai pihak terdekat
Menghindari konflik emosional dengan keluarga pasien
Mematuhi prinsip tidak merugikan dan ketentuan hukum
Menyesuaikan tindakan dengan norma budaya setempat
Mempercepat pengambilan keputusan klinis
Seorang perawat memberikan analgesik dosis adekuat untuk mengurangi nyeri pasien terminal, meskipun terdapat risiko efek samping yang dapat memperpendek harapan hidup pasien. Tindakan perawat tersebut secara etik paling tepat dikategorikan sebagai?
Eutanasia aktif terselubung
Eutanasia pasif yang disengaja
Prinsip double effect dalam perawatan paliatif
Kelalaian dalam pemberian obat
Pelanggaran prinsip keadilan
Jika seorang perawat secara sengaja memberikan tindakan yang bertujuan langsung untuk mengakhiri hidup pasien atas permintaan pasien tersebut, maka tindakan tersebut berpotensi melanggar etika keperawatan karena?
Mengabaikan peran keluarga dalam pengambilan keputusan
Tidak sesuai dengan standar komunikasi terapeutik
Mengurangi kolaborasi antarprofesi
Menurunkan citra institusi pelayanan kesehatan
Bertentangan dengan prinsip nonmaleficence dan hukum yang berlaku
