WorksheetsTRY OUT AM MATERI KELAS X TAHAP 2
Total questions: 24
Worksheet time: 27mins
Sebuah kebijakan relokasi permukiman di pinggiran sungai dianggap gagal karena hanya mempertimbangkan aspek hidrologi tanpa melihat keterkaitan dengan akses ekonomi warga. Berdasarkan prinsip geografi, kegagalan evaluasi kebijakan ini disebabkan karena pengabaian terhadap prinsip...
Interelasi
Deskripsi
Aglomerasi
Persebaran
korologi
Pemerintah merencanakan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan memadukan analisis sebaran hutan, kondisi geologi, serta dampaknya terhadap ekonomi regional secara menyeluruh. Penggunaan pendekatan yang memadukan persebaran, interelasi, dan deskripsi wilayah tersebut secara komprehensif merupakan perwujudan prinsip...
Interelasi
Ekologi
Deskripsi
Korologi
interaksi
Seorang peneliti mengevaluasi fenomena kekeringan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menemukan bahwa rendahnya curah hujan berkaitan dengan pola angin monsun, dan dampaknya menyebabkan gagal panen bagi petani lokal. Data ini kemudian disajikan dalam bentuk peta sebaran curah hujan dan tabel kerugian ekonomi. Manakah pernyataan yang merupakan penerapan prinsip geografi yang tepat dalam kasus tersebut? (4 jawaban)
Tabel kerugian ekonomi petani digunakan untuk memperkuat penjelasan melalui prinsip deskripsi.
Analisis mengenai hubungan antara angin monsun dengan kejadian kekeringan menggunakan prinsip interelasi.
Penyajian peta sebaran curah hujan di wilayah NTT merupakan bentuk penerapan prinsip persebaran.
Seluruh kajian yang menyatukan aspek fisik dan sosial dalam satu wilayah NTT tersebut merupakan aplikasi prinsip korologi.
Penentuan lokasi NTT berdasarkan koordinat garis lintang adalah penerapan satu-satunya prinsip korologi.
Pemerintah kota mengevaluasi bahwa banjir tahunan di wilayahnya tidak dapat diatasi hanya dengan membangun tanggul di dalam kota, karena banjir tersebut disebabkan oleh alih fungsi hutan menjadi vila di daerah pegunungan (hulu) yang terletak di kabupaten tetangga. Pendekatan geografi yang paling tepat untuk mengevaluasi dan mencari solusi masalah ini adalah...
Pendekatan Topikal
Pendekatan Kompleks Wilayah
Pendekatan Keruangan
Pendekatan Deskripsi
Pendekatan Kelingkungan
Analisis mengenai penentuan lokasi pembangunan terminal bus yang mempertimbangkan aspek kemiringan lereng, kestabilan tanah, dan jarak dari pusat kota di sebuah wilayah merupakan penerapan dari...
Pendekatan Kelingkungan
Pendekatan Kompleks Wilayah
Pendekatan Terpadu
Pendekatan Keruangan (Spasial)
Pendekatan Deskriptif
Sebuah provinsi berencana membangun kawasan industri besar di area muara sungai (hilir). Pembangunan ini diharapkan meningkatkan ekonomi regional, namun para ahli geografi memperingatkan beberapa hal:
1. Pembangunan akan memicu migrasi besar-besaran tenaga kerja dari desa ke sekitar kawasan industri.
2. Limbah panas dari pabrik dapat merusak ekosistem hutan mangrove yang berfungsi menahan abrasi.
3. Dampak pencemaran air di muara akan dirasakan oleh nelayan di wilayah pesisir kabupaten tetangga.
4. Lokasi pembangunan berada di atas tanah aluvial yang memiliki risiko amblesan tanah (land subsidence) jika beban bangunan terlalu berat.
Pertanyaan: Berdasarkan kasus di atas, manakah pernyataan evaluatif berikut yang benar mengenai penerapan Pendekatan Geografi? (4 jawaban)
Analisis mengenai risiko amblesan tanah akibat karakteristik tanah aluvial di lokasi pabrik merupakan penerapan Pendekatan Keruangan (Spasial) karena fokus pada faktor fisik lokasi
Evaluasi mengenai dampak limbah panas pabrik terhadap kerusakan hutan mangrove adalah bentuk Pendekatan Kelingkungan (Ekologi) karena meninjau interaksi aktivitas manusia dengan ekosistem.
Masalah pencemaran yang berdampak hingga ke nelayan di kabupaten tetangga paling tepat dianalisis dengan Pendekatan Kompleks Wilayah karena melibatkan interaksi dan keterkaitan antarwilayah.
Pergerakan tenaga kerja dari desa ke kota (migrasi) akibat adanya daya tarik ekonomi di kawasan industri tersebut merupakan kajian utama dalam Pendekatan Kelingkungan.
Penentuan tata letak antar-bangunan pabrik agar efisien dan tidak mengganggu jalur transportasi logistik menggunakan Pendekatan Keruangan.
Sebuah tim pengembang akan membangun kompleks perumahan (real estate) di lahan seluas 10 hektar. Mereka harus merancang tata letak bangunan, saluran drainase, dan jaringan kabel bawah tanah dengan sangat presisi hingga ukuran meter terkecil. Berdasarkan skalanya, jenis peta yang paling tepat dan wajib dievaluasi oleh tim tersebut adalah...
Peta Geografis (skala > 1:1.000.000) karena cakupan wilayahnya luas.
Peta Skala Kecil (1:250.000 - 1:500.000) agar seluruh wilayah sekitar perumahan terlihat.
Peta Skala Sedang (1:50.000 - 1:250.000) untuk menyeimbangkan antara detail dan luas wilayah.
Peta Kadaster (1:100 - 1:5.000) karena menyajikan tingkat detail properti dan batas tanah yang sangat tinggi.
Peta Korografi (skala sangat kecil) untuk melihat posisi perumahan terhadap peta provinsi.
Dalam merencanakan jalur evakuasi bencana tsunami di wilayah pesisir yang memiliki perbukitan, Badan Penanggulangan Bencana memerlukan data ketinggian daratan yang sangat akurat untuk menentukan titik kumpul yang aman. Jenis peta yang paling krusial untuk dievaluasi dalam perencanaan ini adalah...
Peta Batimetri, karena menunjukkan kedalaman laut di sekitar pesisir.
Peta Tata Guna Lahan, karena menunjukkan lokasi pemukiman penduduk.
Peta Topografi, karena garis konturnya memudahkan penilaian ketinggian lereng untuk lokasi titik evakuasi aman.
Peta Geologi, karena menunjukkan struktur batuan yang kuat untuk pondasi bangunan shelter.
Peta Dunia, untuk melihat pergerakan lempeng tektonik secara global.
Sebuah badan otoritas pembangunan sedang merencanakan proyek "Smart Forest City". Proyek ini mencakup pembangunan pusat perkantoran modern namun tetap mempertahankan 70% luas hutan lindung di atas lahan berbukit. Untuk mendukung analisis perancangan, tim ahli mengumpulkan berbagai data spasial: peta batas kepemilikan lahan, peta kemiringan lereng, peta jenis pohon, dan peta persebaran satwa endemik.
Pertanyaan: Berdasarkan kebutuhan proyek tersebut, manakah pernyataan evaluatif berikut yang benar mengenai pemilihan dan penggunaan jenis peta? (4 jawaban)
Peta Kadaster mutlak diperlukan oleh tim hukum dan pengembang untuk memastikan batas-batas kepemilikan lahan proyek tidak tumpang tindih dengan lahan warga sekitar
Peta Topografi harus dievaluasi oleh tim arsitek untuk menentukan lokasi gedung perkantoran agar tidak dibangun di area dengan kemiringan lereng yang ekstrem atau rawan longsor.
Peta Persebaran Satwa dan Peta Jenis Pohon dikategorikan sebagai Peta Umum karena menyajikan informasi yang dapat dilihat oleh masyarakat luas di lokasi tersebut.
Gabungan dari berbagai peta tersebut (topografi, vegetasi, dan satwa) jika disatukan dalam satu analisis ruang akan membentuk sebuah basis data Peta Tematik yang komprehensif untuk pelestarian lingkungan.
Untuk melihat posisi proyek "Smart Forest City" dalam konteks persaingan ekonomi di tingkat Asia Tenggara, tim manajemen lebih membutuhkan Peta Korografi atau Peta Geografis daripada peta skala besar.
Seorang peneliti sedang mengamati citra satelit resolusi tinggi dan menemukan sebuah objek berbentuk persegi panjang, memiliki ukuran yang seragam, berderet teratur, dan terletak di sepanjang garis pantai. Peneliti menyimpulkan objek tersebut adalah tambak udang. Evaluasi manakah yang paling mendasari kesimpulan tersebut?
Asosiasi objek dengan garis pantai dan keberadaan air di dalam petak (rona gelap) memperkuat identifikasi sebagai tambak.
Ukuran objek yang besar menunjukkan bahwa itu adalah fasilitas industri perikanan.
Tekstur objek yang halus menandakan permukaan air yang tenang di dalam tambak.
Bentuk dan pola yang teratur menunjukkan objek tersebut adalah buatan manusia yang terintegrasi.
Dalam membedakan antara sekolah dan perkantoran pada citra resolusi tinggi, penggunaan unsur bentuk seringkali tidak mencukupi karena keduanya cenderung berbentuk huruf L, U, atau persegi panjang. Unsur interpretasi manakah yang paling valid untuk mengevaluasi perbedaan kedua objek tersebut?
Tekstur, karena atap sekolah biasanya lebih kasar dibanding gedung perkantoran.
Asosiasi, yaitu keberadaan lapangan olahraga di area sekolah yang jarang ditemukan di perkantoran.
Bayangan, karena gedung kantor biasanya lebih tinggi daripada sekolah.
Rona, karena gedung perkantoran biasanya menggunakan cat yang lebih cerah.
Dalam sebuah citra satelit resolusi tinggi, ditemukan objek dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Gedung berukuran besar dengan atap berwarna cerah (rona cerah).
2. Terdapat bayangan yang sangat panjang di sisi barat objek pada pengambilan gambar pagi hari.
3. Objek tersebut berasosiasi dengan jaringan jalan yang lebar dan deretan truk yang terparkir.
4. Di samping kompleks gedung, terdapat area perairan berbentuk persegi yang memiliki rona sangat gelap dan tekstur halus.
Pertanyaan: Manakah pernyataan evaluasi berikut yang benar terkait interpretasi objek-objek tersebut? (4 jawaban)
Penilaian bahwa gedung tersebut memiliki ketinggian yang signifikan didasarkan pada analisis unsur bayangan, karena panjang bayangan berbanding lurus dengan tinggi objek.
Objek perairan di samping gedung dapat dievaluasi sebagai kolam pengolahan limbah (IPAL) berdasarkan unsur situs dan asosiasinya dengan kompleks industri, bukan sekadar kolam ikan biasa.
Kesimpulan bahwa area perairan memiliki tekstur halus didasarkan pada fakta bahwa permukaan air yang tenang memberikan rona seragam tanpa variasi kecerahan yang kontras.
Identifikasi bahwa gedung tersebut adalah pabrik (bukan sekolah) lebih kuat jika menggunakan unsur asosiasi (adanya truk logistik dan jalan lebar) daripada hanya melihat unsur bentuk gedung.
Unsur rona gelap pada perairan tersebut secara mutlak membuktikan bahwa air tersebut jernih, karena air jernih menyerap seluruh spektrum cahaya matahari.
Seorang peneliti mengamati fenomena kemacetan di pusat kota. Ia merumuskan masalah penelitian sebagai berikut: "Bagaimana pengaruh pembangunan jalan tol baru terhadap volume kendaraan di jalan arteri?". Namun, setelah melakukan observasi awal, ia menemukan bahwa kemacetan justru disebabkan oleh parkir liar di sepanjang jalan arteri tersebut.
Evaluasi apa yang paling tepat dilakukan oleh peneliti terhadap langkah penelitiannya?
Melanjutkan penelitian karena rumusan masalah asli masih berkaitan dengan transportasi.
Mengubah teknik pengambilan data dari kuesioner menjadi wawancara tanpa mengubah masalah
Melakukan revisi pada rumusan masalah agar sesuai dengan realita lapangan (parkir liar) untuk menjaga aktualitas dan validitas penelitian.
Langsung menarik kesimpulan bahwa jalan tol tidak efektif tanpa perlu mengolah data lebih lanjut.
Mengabaikan temuan parkir liar agar penelitian tetap fokus pada variabel jalan tol sesuai rencana awal.
Seorang peneliti ingin memetakan tingkat kepuasan warga terhadap fasilitas taman kota di seluruh wilayah provinsi. Karena keterbatasan waktu dan biaya, ia memutuskan hanya mengambil sampel warga yang sedang berada di taman kota terbesar di pusat provinsi pada hari Minggu.
Kritik yang paling tepat terhadap langkah pengambilan sampel (sampling) tersebut adalah...
Sudah tepat karena mengambil lokasi dengan jumlah pengunjung terbanyak
Kurang valid karena terjadi bias sampling; sampel tersebut tidak mewakili karakteristik seluruh warga provinsi (populasi) dan cenderung hanya mewakili warga kota tertentu saja
Sangat efektif karena efisiensi waktu adalah prioritas utama dalam penelitian geografi sosial.
Sudah benar asalkan jumlah responden yang diwawancarai lebih dari 100 orang
Sebaiknya menggunakan sensus agar seluruh warga provinsi terdata tanpa kecuali.
Dalam tahap penyusunan laporan penelitian geografi, peneliti wajib mencantumkan 'Tinjauan Pustaka'. Manakah pernyataan berikut yang secara akurat mengevaluasi fungsi dari langkah tersebut dalam sebuah penelitian? (3 jawaban)
Tinjauan pustaka berfungsi untuk memastikan bahwa penelitian yang dilakukan bukanlah plagiarisme dari karya orang lain.
Langkah ini bertujuan untuk menambah jumlah halaman laporan agar terlihat lebih profesional dan mendalam.
Tinjauan pustaka memberikan landasan teoretis yang kuat untuk membangun kerangka berpikir peneliti.
Tinjauan pustaka membantu peneliti dalam merumuskan hipotesis yang lebih logis dan terukur.
Di suatu daerah aliran sungai, ditemukan banyak batu granit, batu apung, dan konglomerat. Jika masyarakat setempat ingin membangun fondasi bangunan yang sangat kuat dan tahan beban berat, maka hasil evaluasi terhadap jenis batuan yang paling tepat untuk dipilih adalah...
Batu apung, karena teksturnya yang ringan sehingga tidak membebani tanah.
Batu konglomerat, karena terdiri dari campuran berbagai macam kerikil yang sudah menyatu
Batu granit, karena merupakan batuan beku dalam dengan struktur kristal yang rapat, keras, dan tahan terhadap pelapukan.
Batu serpih, karena mudah dibelah-belah menjadi lembaran tipis untuk lantai.
atu obsidian, karena permukaannya yang tajam dapat mencengkeram semen dengan kuat.
Batu marmer dan batu kuarsit merupakan hasil perubahan dari batuan induk yang berbeda akibat pengaruh suhu dan tekanan tinggi. Dalam proyek konstruksi mewah, marmer lebih banyak dievaluasi untuk nilai estetika, sedangkan kuarsit dievaluasi untuk ketahanan fisik. Hal ini dikarenakan...
Marmer berasal dari batu pasir yang lunak, sedangkan kuarsit berasal dari batu kapur yang keras.
Marmer berasal dari metamorfosis batu kapur (kalsit) yang mudah dibentuk, sedangkan kuarsit berasal dari batu pasir kuarsa yang memiliki tingkat kekerasan sangat tinggi.
Proses pembentukan kuarsit memerlukan air, sedangkan marmer terbentuk dalam kondisi kering
marmer adalah batuan beku, sedangkan kuarsit adalah batuan sedimen
Kuarsit mengandung banyak fosil sehingga lebih kuat dibandingkan marmer yang tidak berfosil.
Kasus: Dalam sebuah ekspedisi geologi di zona subduksi, tim peneliti menemukan beberapa sampel batuan dengan karakteristik yang sangat kontras:
Sampel X: Memiliki lapisan-lapisan sejajar yang mengandung jejak fosil kerang.
Sampel Y: Sangat keras, terdiri dari butiran kuarsa yang saling mengunci, dan tidak bereaksi dengan asam.
Sampel Z: Memiliki rongga-rongga kecil bekas gas (vesikuler) dan tekstur kristal yang tidak terlihat oleh mata.
Pertanyaan: Berdasarkan data sampel di atas, manakah pernyataan evaluatif berikut yang benar? (3 jawaban)
Sampel X merupakan batuan sedimen yang terbentuk melalui proses pengendapan mekanik atau organik, sehingga sangat krusial untuk mengevaluasi sejarah geologi dan umur relatif suatu wilayah.
Sampel Y dapat dievaluasi sebagai batuan metamorf jenis kuarsit, yang kemungkinan besar terbentuk dari proses rekristalisasi batu pasir akibat tekanan dan suhu tinggi di zona aktif.
Sampel Z diidentifikasi sebagai batuan beku dalam (plutonik) karena adanya rongga gas menunjukkan magma mendingin dengan sangat lambat di bawah permukaan bumi.
Perubahan Sampel X menjadi Sampel Y secara teoretis melibatkan siklus batuan yang membutuhkan proses litifikasi kembali di dasar samudra.
Jika Sampel X bereaksi dengan asam (HCl) dan mengeluarkan buih, maka batuan tersebut kemungkinan besar adalah batuan karbonat (batu kapur) yang dapat bermetamorfosis menjadi marmer.
Di lapisan Troposfer, berlaku hukum Lapse Rate di mana suhu menurun seiring bertambahnya ketinggian. Namun, pada kondisi tertentu dapat terjadi Inversi Suhu (suhu di atas lebih panas dari bawah). Evaluasi dampak yang paling berbahaya dari fenomena inversi suhu di wilayah perkotaan yang padat industri adalah...
Meningkatnya intensitas hujan asam di wilayah pinggiran kota
Terperangkapnya polutan (asap dan gas beracun) di dekat permukaan bumi karena udara tidak dapat naik, yang memicu masalah pernapasan massal.
Terbentuknya lubang ozon yang lebih besar tepat di atas pusat kota.
Hilangnya sinyal telekomunikasi karena gelombang radio terhambat oleh udara panas.
Terjadinya badai siklon tropis secara mendadak di daratan.
Sebuah laporan ilmiah menyatakan bahwa keberadaan pesawat jet supersonik yang terbang di lapisan Stratosfer bawah lebih berbahaya bagi lingkungan dibandingkan pesawat komersial biasa di Troposfer atas. Argumen evaluatif yang paling kuat untuk mendukung pernyataan tersebut adalah...
Pesawat jet supersonik menyebabkan polusi suara yang lebih bising di Stratosfer.
Gas buang (NOx) dari mesin jet di Stratosfer dapat langsung merusak lapisan ozon, sementara di Troposfer ozon justru merupakan polutan.
Pesawat jet supersonik lebih mudah terbakar karena suhu Stratosfer yang sangat dingin.
Tekanan udara di Stratosfer terlalu tinggi sehingga mesin pesawat lebih cepat rusak.
Stratosfer tidak memiliki awan, sehingga emisi pesawat langsung jatuh ke bumi tanpa melalui proses pencucian oleh hujan.
Termosfer memiliki suhu yang sangat tinggi tetapi tekanan yang sangat rendah. Evaluasi manakah yang benar mengenai fenomena fisik di lapisan ini? (2 jawaban)
Seorang astronot yang terpapar udara Termosfer akan langsung merasa terbakar karena suhu molekulnya mencapai ribuan derajat.
Oksigen di Termosfer sangat melimpah sehingga satelit dapat menggunakan mesin pembakaran oksigen cair.
Fenomena Aurora terjadi di lapisan ini akibat interaksi antara medan magnet Bumi dengan partikel bermuatan dari angin matahari.
Lapisan Ionosfer di dalam Termosfer memungkinkan komunikasi radio jarak jauh melalui pemantulan gelombang radio kembali ke permukaan Bumi.
Sebuah wilayah pegunungan yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air mengalami penggundulan hutan (deforestasi) secara masif untuk dialihfungsikan menjadi lahan pertanian semusim. Evaluasi perubahan parameter hidrologi yang paling signifikan akan terjadi di wilayah hilir adalah...
Meningkatnya volume infiltrasi karena tanah tidak lagi tertutup tajuk pohon
Menurunnya frekuensi banjir karena air hujan langsung terserap oleh tanaman pertanian
Meningkatnya debit aliran permukaan (run-off) dan sedimentasi sungai yang memicu pendangkalan bendungan di hilir.
Meningkatnya laju transpirasi total wilayah tersebut karena tanaman pertanian memiliki metabolisme lebih cepat dari pohon hutan
Menurunnya intensitas evaporasi karena suhu udara di pegunungan menjadi lebih dingin tanpa pohon.
Pernyataan: "Pembangunan gedung pencakar langit dan pengaspalan jalan di pusat kota tidak akan mengganggu ketersediaan air tanah selama curah hujan tetap tinggi." Kritik yang paling tepat untuk menyanggah pernyataan di atas adalah...
Pernyataan tersebut benar karena air tanah hanya bergantung pada jumlah curah hujan tahunan
Pernyataan tersebut salah karena pengaspalan dan beton menciptakan lapisan impermeabel (kedap air) yang memutus jalur infiltrasi, sehingga air hujan menjadi banjir daripada mengisi kembali akuifer.
Pembangunan gedung justru membantu penguapan air tanah melalui sistem pendingin ruangan (AC).
Curah hujan di kota besar biasanya lebih rendah karena adanya efek pulau panas perkotaan (urban heat island)
Air tanah di perkotaan hanya dapat diisi kembali melalui pipa drainase buatan, bukan melalui proses alami.
Kasus: Sebuah kawasan DAS (Daerah Aliran Sungai) mengalami perubahan fungsi lahan besar-besaran. Di bagian hulu (pegunungan), hutan lindung ditebang untuk perkebunan sawit. Di bagian tengah, dibangun kawasan industri dengan perkerasan jalan beton. Di bagian hilir, pemukiman padat menggunakan pompa air tanah secara masif untuk kebutuhan harian.
Pertanyaan: Berdasarkan prinsip siklus hidrologi, manakah pernyataan evaluatif berikut yang benar terkait dampak perubahan tersebut? (Pilih semua yang benar)
Alih fungsi hutan menjadi perkebunan di hulu akan menurunkan kapasitas infiltrasi, yang secara otomatis meningkatkan debit puncak (peak flow) sungai saat hujan deras sehingga risiko banjir bandang meningkat.
Betonisasi di wilayah tengah mengakibatkan waktu konsentrasi (waktu yang dibutuhkan air hujan untuk sampai ke sungai) menjadi lebih lama, sehingga genangan air di daratan dapat berkurang.
Pengambilan air tanah yang berlebihan di hilir dapat menyebabkan penurunan muka air tanah (watertable), yang jika terjadi di dekat pantai akan memicu intrusi air laut ke dalam akuifer daratan.
Berkurangnya vegetasi di hulu tidak hanya berdampak pada air tanah, tetapi juga menurunkan jumlah evapotranspirasi, yang dalam jangka panjang dapat memengaruhi kelembapan udara dan intensitas presipitasi lokal.
Peningkatan aliran permukaan (run-off) di bagian tengah dan hulu akan menurunkan laju perkolasi, sehingga cadangan air di lapisan akuifer dalam akan sulit terisi kembali secara alami.
