wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

K kimia Dasar

Total questions: 43

Worksheet time: 1hrs 26mins

Name
Class
Date
1.
Name
4 lines
2.
Kelas
a)
A
b)
B
3.
NIM
4 lines
4.
Manakah pernyataan di bawah ini yang benar tentang hukum laju reaksi?
a)
Laju reaksi tidak dipengaruhi oleh konsentrasi reaktan.
b)
Laju reaksi selalu konstan sepanjang reaksi berlangsung.
c)
Hukum laju reaksi dapat dijelaskan oleh persamaan kuadratik.
d)
Laju reaksi selalu meningkat seiring waktu.
e)
Laju reaksi dapat diukur dengan melihat perubahan kuantitas produk.
5.
Dalam reaksi: NH3​+H2​O⇌NH4+​+OH− Pasangan yang merupakan basa konjugat dari suatu asam adalah ...
a)
NH₃ dan OH⁻
b)
H₂O dan OH⁻
c)
NH₄⁺ dan H₂O
d)
OH⁻ dari H₂O
e)
NH₄⁺ dari NH₃
6.
Pernyataan yang salah mengenai katalis adalah:
a)
Katalis meningkatkan laju reaksi.
b)
Katalis dapat digunakan berulang kali tanpa mengalami perubahan.
c)
Katalis merubah posisi kesetimbangan dalam reaksi.
d)
Katalis tidak dikonsumsi dalam reaksi.
e)
Katalis mempengaruhi mekanisme reaksi.
7.
Tentukan orde reaksi A, orde reaksi B dan orde reaksi total dari reaksi A + B -> C + D dari data di bawah ini:
a)
1,1
b)
1,2
c)
2,1
d)
0,1
e)
2,2
8.
Berikut ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi, kecuali
a)
Luas permukaan
b)
Katalis
c)
Konsentrasi Produk
d)
Tekanan
e)
Suhu
9.
Bagaimana prinsip dasar dari gravimetri dalam analisis kimia?
a)
Mengukur perubahan warna suatu senyawa.
b)
Mengukur massa dari suatu zat dalam bentuk gas.
c)
Mengukur perubahan suhu dalam suatu reaksi kimia.
d)
Mengukur volume gas yang terbentuk dalam suatu reaksi.
e)
Mengukur perubahan massa suatu zat sebagai dasar analisis.
10.
Proses pengendapan pada gravimetri sering melibatkan:
a)
Pembentukan gas yang mudah terukur.
b)
Pembentukan endapan padatan yang dikeluarkan dari larutan.
c)
Perubahan warna larutan yang sesuai dengan konsentrasi.
d)
Peningkatan suhu reaksi untuk meningkatkan kecepatan reaksi.
e)
Pembentukan senyawa kompleks yang mudah dianalisis.
11.
Manakah dari berikut yang bukan merupakan langkah umum dalam analisis gravimetri?
a)
Pembentukan endapan padatan.
b)
Pengukuran massa endapan.
c)
Pemisahan senyawa kompleks.
d)
Pengukuran absorbansi radiasi elektromagnetik.
e)
Perhitungan kandungan unsur dalam sampel.
12.
Apa yang terjadi pada logam selama reaksi oksidasi?
a)
Logam menerima elektron.
b)
Logam kehilangan elektron.
c)
Logam menangkap oksigen.
d)
Logam melepaskan hidrogen.
e)
Logam membentuk senyawa kovalen.
13.
Apa yang terjadi pada nomor oksidasi logam selama oksidasi?
a)
Nomor oksidasi meningkat.
b)
Nomor oksidasi tetap.
c)
Nomor oksidasi berkurang.
d)
Nomor oksidasi selalu nol.
e)
Nomor oksidasi bergantung pada logam yang digunakan.
14.
Nilai bilangan oksidasi dari S dalam Na2SO3 adalah...
a)
3
b)
4
c)
5
d)
6
e)
2
15.
Yang berperan sebagai oksidator pada reaksi MnSO4 + MnO2 + H2SO4 → Mn2(SO4)3 + H2O adalah…
a)
MnO2
b)
MnSO4
c)
H2SO4
d)
Mn2(SO4)3
e)
H2O
16.
20 mL Asam Sulfat dititrasi menggunakan NaOH 0,1 M. Apabila dibutuhkan 30 mL NaOH, jadi kemolaran Asam Sulfat ialah…
a)
0,01 M.
b)
0,10 M.
c)
0,050 M.
d)
0,075 M.
e)
0,150 M.
17.
Manakah dari berikut ini yang bukan merupakan indikator asidi alkalimetri yang umum digunakan?
a)
Fenolftalein
b)
Metil oranye
c)
Bromtolin
d)
Lakmus
e)
Indigo karmin
18.
Jika Anda ingin menentukan konsentrasi larutan asam dengan menggunakan asidi alkalimetri, pilihlah indikator yang sesuai:
a)
Fenolftalein
b)
Metil merah
c)
Bromtolin
d)
Indigo karmin
e)
Lakmus
19.
Berikut adalah reaksi yang terjadi selama titrasi menggunakan asidi alkalimetri: HCl+NaOH→NaCl+H2​O Apa yang terjadi selama titrasi ini?
a)
HCl mengoksidasi NaOH.
b)
HCl mengalami reduksi oleh NaOH.
c)
HCl mengalami oksidasi oleh NaCl.
d)
NaOH mengalami reduksi oleh HCl.
e)
NaOH mengalami oksidasi oleh HCl.
20.
Apa aplikasi kompleksometri di bidang farmasi yang paling umum?
a)
Penentuan kadar ion logam dalam sampel farmasi.
b)
Analisis kandungan air dalam sediaan obat.
c)
Pengukuran pH larutan obat.
d)
Deteksi senyawa organik dalam formulasi farmasi.
e)
Penentuan viskositas obat cair.
21.
Dalam formulasi farmasi, kompleksometri dapat digunakan untuk mengukur kadar kalsium (Ca2+) dalam:
a)
Tablet vitamin
b)
Sediaan obat tetes mata
c)
Salep antiinflamasi
d)
Suplemen mineral
e)
Cairan infus
22.
Senyawa kompleksometri yang sering digunakan dalam penentuan kadar kalsium dalam formulasi farmasi adalah:
a)
EDTA (Etilendiaminatetraasetat)
b)
NaCl (Natrium Klorida)
c)
KCl (Kalium Klorida)
d)
HCl (Asam Klorida)
e)
H2SO4 (Asam Sulfat)
23.
21,0 mL larutan standar EDTA distandarkan dengan 25,0 mL 0,011 M CaCO3. 75 mL sampel air sadah memerlukan 29,5 mL larutan EDTA tersebut diatas untuk menentukan kesadahan total sebagai mg CaCO3 perliter. Hitunglah ppm CaCO3 dan ppm Ca dalam sampel air tersebut?
a)
200 ppm
b)
100 ppm
c)
106,1 ppm
d)
206,1 ppm
e)
150 ppm
24.
Manakah pernyataan berikut yang benar tentang aplikasi gravimetri di bidang farmasi?
a)
Gravimetri hanya berguna untuk analisis unsur-unsur ringan.
b)
Gravimetri tidak dapat digunakan untuk mengukur kadar logam berat dalam obat.
c)
Metode gravimetri hanya efektif untuk senyawa organik dalam formulasi farmasi.
d)
Gravimetri tidak dapat digunakan untuk analisis kuantitatif farmasi.
e)
Gravimetri berguna untuk menentukan kadar logam berat dalam obat.
25.
Jika 50 mL larutan asam asetat (CH3​COOH) dengan konsentrasi 0,2 M dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M hingga mencapai titik ekivalen, hitung volume NaOH yang dibutuhkan.
a)
25 mL
b)
50 mL
c)
75 mL
d)
100 mL
e)
125 mL
26.
Manakah pernyataan berikut yang benar mengenai teori tumbukan dalam konteks laju reaksi?
a)
Semua tumbukan antara partikel-partikel reaktan akan membentuk produk.
b)
Tumbukan yang efektif untuk membentuk produk harus memiliki energi yang kurang dari energi aktivasi.
c)
Semakin tinggi suhu, semakin rendah kemungkinan tumbukan yang berhasil.
d)
Jumlah tumbukan yang terjadi tidak memiliki pengaruh terhadap laju reaksi.
e)
Tumbukan harus memiliki sudut seratus delapan puluh derajat untuk menjadi efektif.
27.
Mereaksikan 10 mL CH₃COOH 0,5 M dengan 5 mL larutan NaOH 0,1 M. Tentukan mol CH₃COOH sisa reaksi tersebut
a)
0,005 mol
b)
0,0005 mol
c)
0,0045 mol
d)
0,045 mol
e)
0,035 mol
28.
Salah satu sistem dalam larutan penyangga adalah Basa Lemah dan Asam Konjugasinya. Pada reaksi berikut NH₄OH + HCl → NH₄Cl + H₂O yang berperan sebagai basa konjugasi adalah
a)
NH4OH
b)
HCl
c)
NH4Cl
d)
OH-
e)
NH4+
29.
Campuran dibawah ini bersifat penyangga,kecuali. .
a)
Larutan NH4OH dengan larutan NH4Cl
b)
Larutan NH4OH dengan larutan (NH4)2SO4
c)
Larutan HNO2 dengan larutan NH4NO3
d)
Larutan H3PO4 dengan larutan Na H2PO4
e)
Larutan H2CO3 dengan larutan NaHCO3
30.
Jika larutan mengandung ion ammonium (NH₄⁺), uji dengan menambahkan NaOH akan menghasilkan:
a)
Endapan putih.
b)
Gas amonia dengan bau khas.
c)
Gas karbon dioksida.
d)
Larutan berwarna merah.
e)
Endapan coklat.
31.
Anion yang menghasilkan garam perak larut dalam suasana asam atau netral termasuk dalam golongan:
a)
A. I
b)
B. II
c)
C. III
d)
D. IV
e)
E. V
32.
Endapan coklat kemerahan dengan AgNO₃ dihasilkan oleh anion:
a)
CO₃²⁻
b)
CrO₄²⁻
c)
SO₄²⁻
d)
PO₄³⁻
e)
S²⁻
33.
Anion yang perlu dianalisis untuk memastikan keamanan produk farmasi adalah:
a)
Cl⁻ dan NO₃⁻
b)
CN⁻ dan NO₂⁻
c)
PO₄³⁻ dan SO₄²⁻
d)
Na⁺ dan K⁺
e)
Mg²⁺ dan Fe³⁺
34.
Mengapa analisis kation penting dalam penyusunan formula obat seperti tablet elektrolit?
a)
Untuk memastikan stabilitas senyawa aktif.
b)
Untuk menentukan kebutuhan ion logam seperti Na⁺ atau K⁺.
c)
Untuk mendeteksi anion yang berbahaya.
d)
Untuk mengidentifikasi bahan tambahan dalam larutan.
e)
Untuk mengevaluasi efek anion pada bahan baku.
35.
Reaksi pendahuluan analisis anion dalam sampel menggunakan AgNO3 akan menghasilkan endapan dengan berbagai warna, salah satunya adalah warna putih. Berikut ini adalah daftar sampel yang menghasilkan endapan putih kecuali
a)
Karbonat
b)
Thiosianat
c)
Sulfonat
d)
Thiosulfat
e)
Klorida
36.
Analis kuantitatif kation dan anion menggunakan metode berikut ini kecuali
a)
Titrasi asam basa
b)
Titrasi argentometri
c)
AAS
d)
Spektrofotometri UV-Vis
e)
Spektrometri Massa
37.
Dalam analisis kualitatif, pemisahan kation golongan III (Al³⁺, Cr³⁺, Fe³⁺) dilakukan dengan pereaksi:
a)
HCl encer
b)
H₂S dalam suasana asam
c)
NH₄OH dalam suasana basa setelah pengendapan golongan I dan II
d)
(NH₄)₂CO₃ dalam suasana netral
e)
Tidak ada pereaksi golongan, hanya uji nyala
38.
Dalam analisis kation golongan I, endapan putih yang larut seluruhnya dalam air panas, kemudian dengan penambahan K₂CrO₄ menghasilkan endapan kuning, menunjukkan adanya kation:
a)
Ag⁺
b)
Hg₂²⁺
c)
Pb²⁺
d)
Ba²⁺
e)
Cu²⁺
39.
Kation Hg²⁺ termasuk dalam golongan analisis kation:
a)
Golongan I (pereaksi HCl)
b)
Golongan II (pereaksi H₂S suasana asam)
c)
Golongan III (pereaksi NH₄OH/NH₃ suasana basa)
d)
Golongan IV (pereaksi (NH₄)₂CO₃)
e)
Golongan V (tidak bereaksi dengan pereaksi golongan sebelumnya)
40.
Sebanyak 10 mL larutan Ca²⁺ 0,02 M dititrasi dengan larutan EDTA dan membutuhkan 10 mL EDTA. Tentukan konsentrasi EDTA (M EDTA)
a)
0,01 M
b)
0,02 M
c)
0,03 M
d)
0,04 M
e)
0,05 M
41.
Larutan 50 mL CaCl₂ 0,02 M dicampur dengan 50 mL Na₂CO₃ 0,02 M. Diketahui Ksp CaCO₃ = 3,3 × 10⁻⁹. Apakah endapan CaCO₃ terbentuk?
a)
Terbentuk endapan, karena Q = 1,0 × 10⁻⁴ < Ksp
b)
Tidak terbentuk endapan, karena Q = 1,0 × 10⁻⁴ < Ksp
c)
Terbentuk endapan, karena Q = 1,0 × 10⁻⁴ > Ksp
d)
Tidak terbentuk endapan, karena Q = 1,0 × 10⁻⁴ > Ksp
e)
Tidak dapat ditentukan tanpa data pH
42.
Perhatikan reaksi kimia berikut: Zn (s) + Cu2+(aq)→Zn2+(aq)+Cu (s) Berdasarkan reaksi di atas, pernyataan yang tepat mengenai ion Cu²⁺ adalah ...
a)
Cu²⁺ mengalami oksidasi dan bertindak sebagai reduktor
b)
Cu²⁺ mengalami reduksi dan bertindak sebagai oksidator
c)
Cu²⁺ mengalami reduksi dan bertindak sebagai reduktor
d)
Cu²⁺ mengalami oksidasi dan bertindak sebagai oksidator
e)
Cu²⁺ tidak mengalami perubahan bilangan oksidasi
43.
Perhatikan reaksi kesetimbangan berikut menurut teori Brønsted–Lowry: HCO3−​+H2​O⇌H3​O++CO32−​ Pasangan asam–basa konjugat yang benar adalah ...
a)
HCO₃⁻ (asam) dengan CO₃²⁻ (basa konjugat)
b)
H₂O (basa) dengan HCO₃⁻ (asam konjugat)
c)
HCO₃⁻ (basa) dengan H₂O (asam konjugat)
d)
H₂O (asam) dengan H₃O⁺ (basa konjugat)
e)
HCO₃⁻ (asam) dengan H₃O⁺ (basa konjugat)