wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Metode supervisi Jalan Jembatan

Total questions: 82

Worksheet time: 41mins

Name
Class
Date
1.

Dalam kontrak pekerjaan jalan dan jembatan, fungsi utama konsultan pengawas yang paling tepat adalah...

a)

Menggantikan peran kontraktor dalam pelaksanaan

b)

Menjamin mutu, waktu, dan biaya sesuai kontrak serta memastikan kepatuhan teknis

c)

Membuat desain ulang bila ada perubahan kondisi lapangan

d)

Mengelola proyek secara penuh atas nama pemilik pekerjaan

2.

Jika ditemukan ketidaksesuaian agregat lapis pondasi (LPA) terhadap spesifikasi, tindakan konsultan pengawas yang paling tepat adalah...

a)

Mengizinkan tetap dipakai jika volume kecil

b)

Meminta kontraktor melakukan perbaikan dan mengajukan justifikasi teknis tertulis

c)

Langsung memutus kontrak karena pelanggaran spesifikasi

d)

Mengganti dengan material lain tanpa persetujuan pemilik

3.

Perbedaan paling mendasar antara quality assurance (QA) dan quality control (QC) dalam tugas pengawas adalah...

a)

QA dilakukan oleh kontraktor, QC oleh pemilik

b)

QA adalah sistem jaminan mutu, QC adalah inspeksi dan pengujian harian

c)

QC hanya untuk struktur jembatan, QC hanya untuk jalan

d)

QA adalah pelaporan, QC adalah administrasi proyek

4.

Dalam pekerjaan struktur beton jembatan, konsultan pengawas paling bertanggung jawab memastikan...

a)

Desain tulangan selalu dibuat ulang saat pengecoran

b)

Trial mix dilakukan namun tidak perlu pengujian slump

c)

Formwork, reinforcement, dan prosedur pengecoran sesuai metode kerja dan spesifikasi

d)

Beton bisa dicor kapan saja selama cuaca tidak ekstrem

5.

Salah satu indikator bahwa konsultan pengawas telah menjalankan fungsi pengawasan waktu (schedule control) adalah...

a)

Mengajukan addendum kontrak sejak awal

b)

Membuat laporan mingguan yang menghubungkan deviasi progres dengan rencana pemulihan (recovery plan)

c)

Membiarkan keterlambatan kecil tanpa analisis

d)

Mengubah baseline schedule tanpa persetujuan

6.

Dalam penanganan klaim keterlambatan akibat cuaca, pengawas wajib...

a)

Menolak semua klaim karena cuaca adalah risiko kontraktor

b)

Mengaji data curah hujan, catatan log harian, serta dampaknya terhadap lintasan kritis (critical path)

c)

Menyetujui klaim jika kontraktor menyatakan pekerjaan terganggu

d)

Mengganti metode kerja kontraktor secara sepihak

7.

Ketika konsultan pengawas menginstruksikan pekerjaan tambahan di luar kontrak tanpa perintah kerja resmi, risiko terbesar adalah...

a)

Pengawas kehilangan kepercayaan kontraktor

b)

Pemilik bisa menolak pembayaran karena tidak ada dasar kontraktual, menimbulkan dispute

c)

Kontraktor tidak bisa melanjutkan pekerjaan utama

d)

Volume pekerjaan menjadi lebih kecil

8.

Dalam sistem pengendalian mutu pekerjaan aspal hotmix, pengawas yang kompeten akan menekankan...

a)

Ketebalan lapis dapat ditoleransi selama permukaan halus

b)

Semua campuran boleh diproduksi tanpa Marshall test

c)

Pengujian suhu campuran saat produksi, penghamparan, pemadatan, dan kepadatan akhir sesuai spesifikasi

d)

Pengujian core drill hanya dilakukan jika proyek bermasalah

9.

Pengawas menemukan pekerjaan pasangan batu pada abutment tanpa drain hole sesuai gambar. Tindakan terbaik adalah...

a)

Menyetujui karena drain hole tidak memengaruhi struktur

b)

Meminta revisi gambar dan menghentikan pekerjaan tanpa dasar

c)

Memberikan instruksi perbaikan sesuai desain, serta mendokumentasikan NCR (Non Conformance Report)

d)

Mengabaikan karena waktu proyek sudah mepet

10.

Dokumen yang paling krusial untuk membuktikan fungsi supervisi dalam audit proyek adalah...

a)

Surat jalan material

b)

Catatan harian (daily report), berita acara pekerjaan, hasil uji, serta instruksi tertulis (site instruction)

c)

Foto dokumentasi saja

d)

Rekap absensi pekerja

11.

Ketika terjadi deviasi elevasi pada lantai jembatan (deck slab), pengawas harus...

a)

Meminta kontraktor menambah topping tanpa menghitung beban tambahan

b)

Menginstruksikan evaluasi struktural dan opsi perbaikan yang memenuhi desain serta keselamatan

c)

Mengizinkan karena deviasi kecil pasti aman

d)

Menunda pekerjaan sampai akhir proyek

12.

Dalam fungsi administrasi kontrak, tindakan yang paling tepat dari konsultan pengawas terkait pengukuran volume (quantity measurement) adalah...

a)

Menyetujui volume berdasarkan permintaan kontraktor

b)

Mengukur bersama (joint measurement), mencatat dalam laporan, dan memastikan sesuai BOQ & metode pengukuran kontrak

c)

Mengukur volume hanya setelah proyek selesai

d)

Menggunakan estimasi agar cepat

13.

Fungsi pengawas dalam keselamatan kerja (K3) paling tepat adalah...

a)

Membuat desain APD untuk pekerja

b)

Menggantikan Safety Officer kontraktor

c)

Memastikan rencana K3 kontraktor diterapkan, audit K3 dilakukan, dan memberi instruksi korektif bila ada pelanggaran

d)

Hanya mendokumentasikan kecelakaan setelah terjadi

14.

Pengawas menerima metode kerja (method statement) pekerjaan launching girder. Langkah paling kritis yang harus dipastikan adalah...

a)

Metode kerja dibuat oleh subkontraktor

b)

Ada perhitungan engineering (lifting/launching analysis), rencana mitigasi risiko, serta kesiapan alat dan personel tersertifikasi

c)

Jadwal pelaksanaan cepat

d)

Lokasi launching tidak memerlukan pengamanan

15.

Konsultan pengawas tidak boleh melakukan perubahan desain kecuali...

a)

Kontraktor mengusulkan alternatif lebih murah

b)

Pemilik ingin percepatan

c)

Ada instruksi resmi dari perencana/pemilik melalui prosedur perubahan (variation order) disertai evaluasi teknis

d)

Pengawas merasa desain kurang bagus

16.

Dalam kontrak konstruksi jalan dan jembatan, konsultan pengawas wajib memastikan bahwa mutu pekerjaan sesuai spesifikasi. Jika terjadi deviasi mutu yang berulang tetapi konsultan tidak mengeluarkan instruksi tertulis, maka konsultan dapat dinilai gagal dalam aspek...

a)

Administrasi kontrak

b)

Pengendalian mutu (Quality Control)

c)

Pengendalian biaya

d)

Penyusunan dokumen tender

17.

Konsultan pengawas menemukan bahwa pekerjaan pondasi jembatan dilaksanakan dengan metode yang tidak sesuai metode kerja yang disetujui. Tindakan paling tepat sesuai tanggung jawab pengawas adalah...

a)

Membiarkan karena tanggung jawab metode kerja milik kontraktor

b)

Menunggu laporan bulanan untuk ditulis sebagai catatan

c)

Menghentikan pekerjaan sementara dan meminta revisi metode kerja

d)

Mengizinkan jika hasil uji mutu masih memenuhi syarat

18.

Tanggung jawab konsultan pengawas pada fase awal proyek yang paling kritis dalam mencegah klaim keterlambatan adalah...

a)

Menyetujui as-built drawing

b)

Memverifikasi baseline schedule dan metode pelaksanaan

c)

Memastikan pembayaran termin tepat waktu

d)

Menyusun addendum kontrak

19.

Jika konsultan pengawas menyetujui pekerjaan subbase tanpa pengujian kepadatan yang cukup, lalu terjadi kerusakan dini, tanggung jawab konsultan terutama terkait...

a)

Kesalahan desain geometrik

b)

Kelalaian verifikasi bukti pengujian lapangan

c)

Kesalahan pemilihan material oleh owner

d)

Kesalahan jadwal dari kontraktor

20.

Dalam pengawasan pekerjaan girder jembatan, pemeriksaan toleransi elevasi bearing pad adalah tanggung jawab konsultan karena terkait langsung dengan...

a)

Efisiensi biaya pekerjaan

b)

Kecepatan erection di lapangan

c)

Kinerja struktur dan distribusi beban

d)

Kemudahan pekerjaan bekisting

21.

Manakah yang paling tepat menggambarkan batas kewenangan konsultan pengawas terhadap perubahan desain di lapangan?

a)

Konsultan boleh mengubah desain jika kondisi lapangan berbeda

b)

Konsultan hanya boleh memberi rekomendasi teknis, keputusan ada pada perencana/PPK

c)

Konsultan wajib mengubah desain untuk menghindari keterlambatan

d)

Konsultan dapat mengubah spesifikasi jika kontraktor kesulitan material

22.

Saat terjadi pekerjaan tambah kurang (variation order), tanggung jawab konsultan pengawas yang benar adalah...

a)

Mencatat perintah perubahan, memverifikasi justifikasi teknis dan biaya, serta memastikan persetujuan owner sebelum pelaksanaan

b)

Menginstruksikan pekerjaan langsung tanpa dokumen agar tidak terlambat

c)

Menyetujui pembayaran tanpa verifikasi kuantitas pekerjaan

d)

Mengabaikan dokumentasi karena perubahan minor

23.

Konsultan pengawas bertanggung jawab memastikan keselamatan kerja dalam proyek jembatan. Jika terjadi kecelakaan karena akses kerja tidak aman, konsultan paling mungkin dimintai pertanggungjawaban karena...

a)

Tidak menjalankan fungsi monitoring implementasi SMKK/K3

b)

Tidak melakukan desain ulang akses sementara

c)

Tidak menyediakan APD

d)

Tidak mengikuti rapat internal kontraktor

24.

Dalam pekerjaan pengecoran beton deck slab, pengawas wajib menolak pengecoran jika slump test berada di luar toleransi karena berpengaruh terhadap...

a)

Nilai estetika permukaan beton

b)

Workability dan potensi segregasi yang berdampak pada kekuatan beton

c)

Panjang umur lapisan aspal

d)

Jadwal penyelesaian jembatan

25.

Seorang pengawas lapangan menyetujui pemakaian bahan yang belum lolos uji laboratorium dengan alasan agar pekerjaan tidak terlambat. Secara tanggung jawab profesi, tindakan ini paling tepat disebut...

a)

Keputusan lapangan yang adaptif

b)

Pelanggaran prinsip pengendalian mutu dan berpotensi malpractice

c)

Pelaksanaan percepatan proyek

d)

Strategi penghematan biaya

26.

Tanggung jawab konsultan pengawas dalam penerbitan progress payment yang paling fundamental adalah...

a)

Menyesuaikan nilai pembayaran agar sesuai cashflow owner

b)

Mengonfirmasi volume pekerjaan terpasang sesuai pengukuran dan bukti uji

c)

Menambah nilai pembayaran agar kontraktor tetap semangat bekerja

d)

Menunda pembayaran untuk menghindari audit

e)

Menentukan harga satuan baru secara sepihak

27.

Konsultan pengawas tidak mengidentifikasi potensi retak dini pada curing beton pier. Setelah jembatan beroperasi, terjadi spalling dan korosi. Kelalaian pengawas termasuk pada aspek...

a)

Pengendalian mutu material aspal

b)

Pengendalian jadwal pelaksanaan

c)

Pengawasan prosedur curing dan inspeksi mutu beton

d)

Pengawasan pekerjaan drainase

28.

Dalam sistem pengawasan konstruksi, tanggung jawab pengawas terhadap shop drawing yang diserahkan kontraktor adalah...

a)

Mengganti shop drawing jika kontraktor salah

b)

Menyetujui sebagai bukti bahwa desain sudah benar secara total

c)

Memeriksa kesesuaian terhadap desain, spesifikasi, metode kerja, dan pelaksanaan lapangan

d)

Menolak semua shop drawing untuk menghindari risiko

29.

Konsultan pengawas menemukan bahwa pekerjaan timbunan jalan memakai material yang lolos gradasi tetapi mempunyai kandungan organik tinggi. Keputusan yang tepat adalah...

a)

Mengizinkan karena gradasi sesuai

b)

Mengizinkan jika pemadatan mencapai 95%

c)

Menolak material karena kandungan organik berdampak pada stabilitas jangka panjang

d)

Menunggu audit BPK untuk keputusan

30.

Dalam konteks tanggung jawab konsultan pengawas, pernyataan yang paling tepat adalah...

a)

Konsultan hanya bertanggung jawab pada laporan administrasi proyek

b)

Konsultan bertanggung jawab pada kualitas, waktu, dan biaya sebagai pengambil keputusan akhir

c)

Konsultan bertanggung jawab melakukan kontrol teknis mutu, verifikasi volume, rekomendasi teknis, dan pelaporan kepada PPK

d)

Konsultan bertanggung jawab atas semua kesalahan kontraktor karena berada di lapangan

31.

Pengendalian Teknis vs Pengendalian Mutu. Dalam proyek pembangunan jembatan, pengawas menemukan bahwa slump beton sesuai spesifikasi, namun hasil uji kuat tekan 7 hari jauh di bawah target. Tindakan pengendalian teknis yang paling tepat adalah...

a)

Menghentikan seluruh pekerjaan sampai umur 28 hari keluar

b)

Mengubah mix design di lapangan berdasarkan hasil slump

c)

Mengidentifikasi faktor curing, temperatur, waktu pengangkutan, dan kualitas material serta memverifikasi metode pelaksanaan

d)

Melakukan penambahan air agar workability lebih baik dan memudahkan pengerjaan

32.

Penolakan Material (Material Rejection). Besi tulangan yang datang memiliki sertifikat pabrik (mill certificate) yang sesuai, namun uji tarik lapangan menunjukkan yield strength di bawah standar. Apa langkah pengendalian teknis terbaik?

a)

Terima material karena sertifikat lebih valid

b)

Tolak material dan lakukan investigasi penyebab mismatch antara sertifikat dan hasil uji

c)

Menggunakan besi yang lebih tebal sebagai kompensasi

d)

Gunakan besi untuk bagian non-struktural tanpa prosedur

33.

Konflik Metode Pelaksanaan vs Spesifikasi. Kontraktor mengusulkan metode slip-form untuk pelat lantai jembatan guna percepatan jadwal, tetapi metode ini tidak disebutkan dalam dokumen kontrak. Sebagai pengawas teknis, langkah yang paling sesuai adalah...

a)

Menolak karena tidak tertulis dalam kontrak

b)

Menyetujui jika kontraktor menanggung seluruh risiko

c)

Meminta method statement dan lakukan kajian teknis, uji coba (trial), serta persetujuan konsultan/perencana sesuai prosedur perubahan metode kerja

d)

Mengizinkan tanpa prosedur agar progres tidak terganggu

34.

Pengendalian Pemadatan Timbunan Jalan. Timbunan pilihan memenuhi kadar air optimum, namun hasil sand cone menunjukkan kepadatan hanya 92% dari yang disyaratkan 95%. Mana tindakan pengawas yang paling tepat?

a)

Menambah lapis berikutnya agar terjadi “self-compaction”

b)

Memerintahkan rework: scarifying, pengaturan kadar air, dan pemadatan ulang sesuai energi pemadatan

c)

Menyetujui karena masih mendekati 95%

d)

Mengurangi standar kepadatan melalui instruksi lapangan

35.

Pengendalian Lendutan (Deflection Control). Pada pelaksanaan struktur girder baja jembatan, pengukuran camber menunjukkan deviasi negatif melebihi toleransi. Hal ini paling berpotensi menyebabkan...

a)

Kesalahan dalam penempatan parapet

b)

Masalah estetika semata tanpa dampak struktural

c)

Perubahan distribusi beban, potensi overstress, dan ketidaknyamanan lalu lintas akibat lendutan berlebih setelah pembebanan

d)

Kenaikan umur struktur karena camber negatif memperkaku struktur

36.

Pengendalian Teknis pada Pekerjaan Beton Prategang. Pada stressing tendon, elongation aktual lebih kecil 7% dibanding perhitungan teoritis, melewati toleransi. Apa penyebab teknis paling kritis untuk segera dicek?

a)

Kualitas permukaan bekisting

b)

Friction loss yang lebih besar akibat salah alignment duct, blockage, atau deviasi profil tendon

c)

Jenis semen yang dipakai

d)

Tingkat slump beton

37.

Pengawasan Sambungan Aspal. Hasil core drill menunjukkan ketebalan AC-WC memenuhi, namun ditemukan stripping lokal pada area sambungan memanjang. Indikasi penyebab paling dominan adalah...

a)

Nilai VIM terlalu kecil

b)

Temperatur penghamparan saat joint terlalu rendah dan kurang tack coat sehingga bonding buruk

c)

Agregat terlalu tajam

d)

Lalu lintas terlalu ringan saat pemadatan

38.

Pengendalian Teknis Drainase Jalan. Dalam audit lapangan, saluran samping memenuhi dimensi, namun genangan tetap terjadi di beberapa titik jalan. Tindakan pengawas teknis paling tepat adalah...

a)

Meminta pelebaran saluran tanpa analisis

b)

Menyimpulkan jalan rusak karena faktor alam

c)

Memverifikasi longitudinal slope, elevasi invert, cross fall, outlet, serta keterhubungan sistem drainase (continuity) dan sedimentasi

d)

Membuat saluran baru tanpa pengecekan desain

39.

Pengendalian Teknis RMC (Ready Mix Concrete). Concrete truck tiba terlambat melewati batas waktu maksimal yang ditentukan, namun slump masih sesuai. Apa keputusan pengawas yang paling benar?

a)

Beton tetap diterima karena slump memenuhi

b)

Beton diterima dengan penambahan admixture untuk menambah setting time

c)

Beton ditolak/diinvestigasi karena durasi transit memengaruhi hydration awal, workability semu, serta risiko penurunan kekuatan dan cold joint

d)

Beton diterima dengan tambahan air agar mudah dipompa

40.

Ketidaksesuaian Shop Drawing. Shop drawing pemasangan bearing pad menunjukkan ukuran berbeda dari gambar rencana. Pengawas teknis harus...

a)

Mengikuti shop drawing karena itu dibuat kontraktor

b)

Mengikuti gambar rencana tanpa pengecekan kondisi aktual

c)

Menghentikan pekerjaan pada item terkait dan melakukan klarifikasi (RFI) serta verifikasi desain sebelum pemasangan

d)

Meminta kontraktor menyesuaikan bearing dengan cara grinding di lapangan

41.

Pengendalian Teknis Retak Beton. Retak pada slab lantai jembatan muncul pada usia 2 hari, pola acak, lebar < 0,2 mm. Penyebab paling mungkin dan tindakan pengawas yang tepat adalah...

a)

Kegagalan struktur; bongkar total

b)

Shrinkage plastis / thermal; periksa curing, temperatur, angin, dan lakukan monitoring serta tindakan perbaikan sesuai jenis retak

c)

Kuat tekan terlalu tinggi; hentikan suplai semen

d)

Retak akibat beban lalu lintas; tutup jalan

42.

Pengendalian Teknis pada Pekerjaan Pile Foundation. Pada uji PDA, hasil menunjukkan set lebih besar dari prediksi, dan ada indikasi impedance mismatch. Apa langkah pengawas terbaik?

a)

Mengabaikan karena uji PDA hanya perkiraan

b)

Memerintahkan penambahan jumlah tiang tanpa analisis

c)

Memverifikasi integritas tiang (PIT/CSL jika perlu), koreksi parameter hammer, evaluasi soil resistance, dan periksa kemungkinan kerusakan tiang

d)

Meminta kontraktor mengganti semua tiang tanpa evaluasi

43.

Pengendalian Geometri Jalan: Hasil pengukuran as-built menunjukkan superelevasi pada tikungan kurang dari desain 2%. Risiko teknis paling signifikan adalah...

a)

Bahu jalan lebih rapi

b)

Meningkatkan kenyamanan kendaraan

c)

Menurunkan faktor keselamatan (skidding/overturning), mengubah keseimbangan gaya sentrifugal terhadap gaya normal, dan memengaruhi drainase permukaan

d)

Tidak berpengaruh karena hanya 2%

44.

Pengendalian Teknis Pemeriksaan Progress vs Metode: Kurva S menunjukkan keterlambatan, kontraktor meminta pengurangan tahapan pengujian (QC) agar pekerjaan cepat. Sebagai pengawas teknis, sikap paling benar adalah...

a)

Menyetujui demi mengejar waktu

b)

Menolak total tanpa memberikan alternatif

c)

Menolak pengurangan QC karena berisiko mutu dan keselamatan, namun menawarkan percepatan melalui metode alternatif yang tetap memenuhi prosedur pengendalian teknis (penambahan shift, batching plan, parallel work)

d)

Mengabaikan permintaan kontraktor

45.

Pengendalian Teknis Konflik antara Field Condition dan Design: Saat pekerjaan abutment, ditemukan elevasi tanah keras lebih dalam dari investigasi awal sehingga rencana pondasi tidak mencapai bearing layer. Tindakan pengawas paling tepat adalah...

a)

Tetap membangun sesuai desain tanpa perubahan

b)

Mengubah kedalaman pondasi langsung di lapangan tanpa persetujuan

c)

Mengeluarkan NCR, melakukan koordinasi revisi desain (redesign), uji tanah tambahan, dan memastikan perubahan terdokumentasi sesuai mekanisme perubahan kontrak

d)

Mengurangi beban struktur agar pondasi aman

46.

Tugas Pengawas – Quality Control: Dalam pekerjaan penghamparan AC-WC, pengawas menemukan hasil core drill menunjukkan tebal rata-rata memenuhi, namun deviasi tinggi antar titik. Tindakan pengawas yang paling tepat adalah...

a)

Menerima pekerjaan karena rata-rata tebal sudah sesuai

b)

Menolak pekerjaan dan memerintahkan pembongkaran total

c)

Memerintahkan evaluasi variabilitas dan pemeriksaan metode hampar-rolling serta kemungkinan segregasi

d)

Meminta kontraktor menambah aspal di area yang tipis tanpa analisis

47.

Pengendalian Proses – Critical Path: Pada proyek jembatan, keterlambatan terjadi pada pekerjaan pemasangan bearing pad yang merupakan bagian jalur kritis (CPM). Pengawas harus mengarahkan kontraktor untuk...

a)

Menambah jumlah pekerja pada item lain

b)

Melakukan percepatan pada aktivitas jalur kritis dengan opsi crash/fast track

c)

Menunda pekerjaan struktural sampai semua material lengkap

d)

Mengajukan perpanjangan waktu tanpa analisis

48.

Koordinasi – Konflik Utilitas: Saat pekerjaan galian drainase jalan, ditemukan utilitas bawah tanah yang tidak tercatat pada gambar rencana. Pengawas yang paling tepat adalah...

a)

Mengarahkan kontraktor lanjut galian pelan-pelan

b)

Menghentikan pekerjaan, mengaktifkan prosedur RFI, koordinasi dengan owner dan pemilik utilitas, lalu revisi metode kerja

c)

Mengubah trase drainase tanpa persetujuan

d)

Menunggu sampai utilitas rusak agar ada bukti klaim

49.

Tugas Pengawas – Administrasi Kontrak: Kontraktor mengajukan MC (Monthly Certificate) dengan volume timbunan yang meningkat drastis dibanding pengukuran lapangan pengawas. Langkah pengawas adalah...

a)

Menyetujui agar cashflow kontraktor lancar

b)

Menolak penuh tanpa verifikasi

c)

Melakukan cross-check: pengukuran bersama, review metode perhitungan volume, dan cek data survey/benchmark

d)

Meminta kontraktor menurunkan angka agar tidak ribut

50.

Pengendalian Mutu – Beton: Pada pengecoran pier jembatan, slump test menunjukkan hasil melebihi batas spesifikasi. Namun kontraktor beralasan “cuaca panas”. Sikap pengawas terbaik...

a)

Menerima karena slump tinggi mempermudah pengecoran

b)

Menolak beton dan meminta koreksi mix design/retarder sesuai prosedur, karena slump di luar toleransi dapat memicu segregasi dan penurunan kuat tekan

c)

Mengizinkan asalkan vibrator diperbanyak

d)

Mengizinkan jika kuat tekan umur 7 hari baik

51.

Koordinasi – Keselamatan Kerja: Pada pekerjaan erection girder malam hari, terjadi risiko tinggi karena pencahayaan minim dan lalu lintas aktif. Pengawas wajib...

a)

Mengizinkan karena kontraktor sudah punya pengalaman

b)

Menghentikan pekerjaan sampai rencana manajemen lalu lintas, penerangan, safety officer, dan izin kerja malam lengkap

c)

Meminta pekerja lebih hati-hati

d)

Meminta kontraktor memasang spanduk peringatan saja

52.

Pengendalian Proses – Compaction: Hasil sand cone pada lapis pondasi agregat menunjukkan kepadatan hanya 93% (syarat 98%). Kontraktor meminta tetap lanjut aspal karena “nanti tertutup”. Pengawas harus...

a)

Menyetujui karena tidak terlihat lagi setelah aspal

b)

Menolak, memerintahkan rework: scarify, tambah air bila perlu, lalu recompact sampai memenuhi spesifikasi

c)

Menyetujui dengan catatan

d)

Menerima jika ketebalan agregat ditambah

53.

Tugas Pengawas – Pengendalian Dokumen: Dalam proyek jalan, kontraktor mengubah metode kerja tanpa persetujuan tertulis. Konsekuensi pengendalian yang benar menurut pengawasan adalah...

a)

Tidak masalah selama hasil sesuai

b)

Pengawas mencatat sebagai deviasi, meminta metode kerja revisi dan disetujui (method statement approval) sebelum pekerjaan dilanjutkan

c)

Pengawas hanya mengingatkan lisan

d)

Membiarkan karena kontraktor lebih tahu lapangan

54.

Koordinasi – Klaim & Perubahan: Owner memerintahkan perubahan desain oprit jembatan karena kondisi tanah. Pengawas harus memastikan...

a)

Perubahan dilaksanakan segera tanpa dokumen

b)

Ada instruksi perubahan tertulis, evaluasi VO/CCO, analisis dampak waktu-biaya, dan update baseline schedule

c)

Kontraktor menanggung semua biaya

d)

Dilaksanakan dan diukur belakangan

55.

Pengendalian Proses – Asphalt Plant: Pengawas melihat temperatur campuran aspal turun di bawah spesifikasi saat tiba di lokasi hampar. Tindakan paling benar adalah...

a)

Meminta menambah bitumen agar panas

b)

Mengizinkan karena masih bisa didapatkan

c)

Menolak muatan, evaluasi rantai pasok (haul time, insulation, plant output) dan koreksi logistik

d)

Meminta menambah roller

56.

Tugas Pengawas – Pengukuran & As-Built: Jika pengawas ingin memastikan akurasi as-built elevasi deck slab jembatan, alat dan pendekatan paling tepat adalah...

a)

Meteran dan waterpass sederhana

b)

Total station dengan kontrol benchmark, serta cross-check terhadap shop drawing & toleransi elevasi

c)

Pengukuran visual oleh mandor

d)

Drone tanpa ground control

57.

Koordinasi – Multi Pihak: Pada proyek jalan nasional, terdapat pekerjaan yang bersinggungan dengan wilayah kewenangan pemda dan masyarakat setempat. Pengawas harus...

a)

Mengabaikan karena bukan urusan proyek

b)

Menjalankan stakeholder engagement: sosialisasi jadwal, pengaturan akses, koordinasi pemda, serta mitigasi gangguan sosial

c)

Meminta polisi membubarkan warga

d)

Menghentikan pekerjaan sampai warga setuju

58.

Pengendalian Mutu – Struktur Baja: Pada pengelasan sambungan girder, NDT menunjukkan indikasi cacat porositas melebihi batas. Pengawas terbaik...

a)

Mengabaikan karena tidak terlihat

b)

Menginstruksikan perbaikan sesuai prosedur WPS/PQR, repair welding, dan retest NDT

c)

Menutup cacat dengan grinding

d)

Menerima karena masih ada baut

59.

Pengendalian Proses – Drainase & Pembebanan: Pada pekerjaan drainase samping jalan, pengawas harus memastikan urutan kerja agar tidak menimbulkan deformasi subgrade. Prioritas yang benar adalah...

a)

Hampar aspal dulu agar akses mudah

b)

Timbun final dulu lalu buat drainase belakangan

c)

Pastikan drainase dan proteksi air selesai sebelum pekerjaan lapis perkerasan utama agar subgrade tidak jenuh air dan kehilangan daya dukung

d)

Tidak perlu drainase jika perkerasan tebal

60.

Tugas Pengawas – Audit & Integritas: Dalam pengawasan, terdapat tekanan dari pihak tertentu agar pekerjaan diterima walau hasil uji tidak memenuhi. Tindakan profesional pengawas yang tepat adalah...

a)

Mengikuti instruksi agar proyek cepat selesai

b)

Menutup hasil uji dan memperbaiki laporan

c)

Mempertahankan independensi: melaporkan berbasis data, menolak acceptance, mengusulkan tindakan korektif sesuai kontrak dan spesifikasi

d)

Menerima sebagian tanpa catatan

61.

Tugas Pengawas – Pengendalian Administrasi: Dalam pengendalian administrasi proyek jalan/jembatan, dokumen yang paling krusial untuk membuktikan keabsahan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sekaligus menjadi dasar pembayaran adalah...

a)

Laporan harian kontraktor

b)

Notulen rapat mingguan

c)

Monthly Certificate / Sertifikat Pembayaran Interim (IPC)

d)

Shop drawing terverifikasi

62.

Jika ditemukan ketidaksesuaian antara volume pekerjaan yang tercatat pada laporan harian dengan hasil ukur lapangan, tindakan administratif pengawas yang paling tepat adalah…

a)

Menyetujui laporan harian karena kontraktor bertanggung jawab

b)

Mengajukan addendum kontrak agar volume menyesuaikan

c)

Menerbitkan instruksi koreksi dan melakukan pengukuran ulang bersama (joint measurement)

d)

Mengabaikan selisih karena dianggap toleransi

63.

Dokumen yang berfungsi sebagai catatan resmi perubahan pekerjaan yang berdampak pada biaya/waktu dan harus memiliki persetujuan pihak terkait adalah…

a)

Field Memo

b)

Variation Order / Change Order

c)

Daily Report

d)

Work Permit

64.

Dalam sistem pengendalian dokumen proyek, prosedur yang paling tepat untuk mencegah penggunaan gambar yang sudah tidak berlaku (obsolete drawing) adalah…

a)

Menyimpan semua gambar dalam satu folder

b)

Menghapus versi lama agar tidak membingungkan

c)

Menerapkan register dokumen + distribusi terkendali (controlled distribution) dan stempel “superseded”

d)

Mengandalkan komunikasi lisan di rapat lapangan

65.

Salah satu risiko administratif terbesar jika pengawas terlambat memproses Request for Inspection (RFI) adalah…

a)

Keterlambatan suplai material

b)

Meningkatnya biaya overhead pemilik

c)

Klaim keterlambatan (delay claim) akibat idle time yang dapat dibebankan ke owner

d)

Penurunan mutu pekerjaan karena material cepat rusak

66.

Dalam kontrak berbasis unit price, pengendalian administrasi kuantitas pekerjaan paling tepat dilakukan melalui…

a)

Berita acara serah terima pekerjaan (PHO)

b)

Measurement Book (buku ukur) yang ditandatangani bersama + cross-check dengan as-built

c)

Laporan mingguan kontraktor

d)

Foto dokumentasi

67.

Jika pengawas menemukan pekerjaan telah dilaksanakan tanpa adanya approval metode kerja (method statement), tindakan administratif yang paling tepat adalah…

a)

Meminta kontraktor menyerahkan method statement setelah pekerjaan selesai

b)

Menyetujui pekerjaan selama kualitas terlihat baik

c)

Menerbitkan Non-Conformance Report (NCR) dan menghentikan pekerjaan terkait hingga prosedur dipenuhi

d)

Mengarahkan kontraktor menambah tenaga kerja agar cepat selesai

68.

Dalam proses administrasi mutu, hubungan yang benar antara NCR, Corrective Action, dan Preventive Action adalah…

a)

NCR adalah bukti corrective action

b)

Corrective action selalu terjadi sebelum NCR

c)

Preventive action hanya berlaku bila pekerjaan gagal uji

d)

NCR memicu corrective action, sedangkan preventive action mencegah pengulangan masalah yang sama

69.

Dalam pengendalian administrasi proyek jembatan, dokumen yang paling tepat untuk menilai kesesuaian material sebelum masuk lokasi adalah…

a)

Surat jalan

b)

Laporan harian

c)

Material Approval Request (MAR) + sertifikat uji (mill certificate/test report)

d)

Notulen koordinasi

70.

Jika kontraktor mengajukan EOT (Extension of Time), pengawas wajib memeriksa aspek administratif paling utama berikut, KECUALI…

a)

Kronologi kejadian

b)

Bukti keterlambatan yang dapat ditelusuri (traceable)

c)

Dampak terhadap critical path

d)

Jumlah tenaga kerja yang tersedia di lapangan

71.

Pengendalian administrasi rapat proyek yang baik mensyaratkan notulen rapat harus memuat…

a)

Agenda dan daftar hadir saja

b)

Hasil rapat tanpa penanggung jawab

c)

Keputusan, action item, PIC (person in charge), batas waktu, dan status tindak lanjut

d)

Hanya kesimpulan umum untuk efisiensi

72.

Ketika terjadi perubahan desain di tengah proyek jalan, urutan administrasi yang benar untuk menjaga validitas pelaksanaan adalah…

a)

Kontraktor langsung melaksanakan lalu dibuatkan berita acara

b)

Pengawas menyetujui lisan, lalu kontraktor bekerja

c)

Desain revisi → approval konsultan/pemilik → instruksi kerja tertulis (SI/VO) → update shop drawing → implementasi

d)

Implementasi segera agar tidak delay, dokumen menyusul

73.

Dalam pengendalian administrasi pembayaran, salah satu indikator paling kuat untuk menghindari overpayment adalah…

a)

Foto progres

b)

Laporan mingguan

c)

Perhitungan progres berbasis kuantitas terukur (measured work) + BOQ + verifikasi lapangan

d)

Estimasi persentase pekerjaan oleh kontraktor

74.

Pada proyek jembatan, jika dokumen as-built drawing tidak diperbarui selama pelaksanaan, dampak administratif paling kritis adalah…

a)

Keterlambatan PHO saja

b)

Sulitnya koordinasi dengan masyarakat

c)

Potensi sengketa saat final account karena volume, detail pekerjaan, dan perubahan tidak terverifikasi

d)

Penurunan kualitas beton

75.

Dalam pengendalian administrasi, prinsip “audit trail” paling tepat dimaknai sebagai…

a)

Dokumen proyek harus disimpan maksimal 1 tahun

b)

Semua komunikasi harus melalui telepon agar cepat

c)

Setiap keputusan/proses harus dapat ditelusuri jejaknya (siapa, kapan, dasar, dokumen apa) secara sistematis

d)

Semua dokumen harus ditandatangani oleh kontraktor saja

76.

(Pengendalian Progress & Baseline) Dalam supervisi proyek jalan, pengawas menemukan deviasi progres fisik −8% dari baseline pada minggu ke-6, sementara biaya aktual masih sesuai rencana. Langkah paling tepat untuk mengevaluasi kondisi ini adalah…

a)

Memastikan kurva‑S diperbarui agar deviasi terlihat normal

b)

Melakukan audit mutu material karena deviasi progres pasti akibat kualitas buruk

c)

Menggunakan indikator Schedule Performance Index (SPI) dan analisis jalur kritis

d)

Menambahkan tenaga kerja tanpa analisis karena keterlambatan harus segera ditutup

77.

(Kendali Jadwal – Jalur Kritis) Pengawas memeriksa rencana kegiatan dan menemukan pekerjaan “pemasangan girder” memiliki float 0 dan tertunda 2 hari, sedangkan pekerjaan lain masih sesuai jadwal. Apa konsekuensi utama?

a)

Dampak tertunda dapat diabaikan karena hanya 2 hari

b)

Proyek akan terlambat kecuali dilakukan tindakan korektif pada jalur kritis

c)

Biaya proyek akan otomatis meningkat

d)

Mutu pekerjaan akan menurun karena jadwal ketat

78.

(Evaluasi Rencana Kegiatan – Metode Pengukuran) Dalam pengendalian rencana kegiatan pengawasan jembatan, metode penilaian progres yang paling valid untuk pekerjaan struktur beton bertulang adalah…

a)

Berdasarkan jumlah pekerja yang hadir

b)

Berdasarkan jumlah material yang sudah datang

c)

Berdasarkan volume terpasang dan tervalidasi (as‑built measurement)

d)

Berdasarkan nilai termin yang diajukan kontraktor

79.

(Pengendalian Mutu & Jadwal Terintegrasi) Pada pekerjaan overlay asphalt, hasil uji kepadatan (density) memenuhi tetapi suhu pemadatan berada di bawah spesifikasi. Tindakan pengawas yang paling tepat adalah…

a)

Tetap menerima karena kepadatan memenuhi

b)

Menolak pekerjaan karena suhu adalah parameter proses kritis yang mempengaruhi durabilitas

c)

Mengizinkan dengan catatan tidak perlu uji tambahan

d)

Mengganti metode uji density

80.

(Evaluasi Risiko Kegiatan) Dalam evaluasi rencana kegiatan, pengawas perlu menentukan prioritas risiko pekerjaan pondasi jembatan. Parameter prioritas risiko yang paling tepat digunakan adalah…

a)

Tingkat kebisingan dan polusi

b)

Besarnya risiko × probabilitas kejadian × dampak pada jalur kritis

c)

Jumlah alat berat yang digunakan

d)

Banyaknya tenaga kerja proyek

81.

(Pengendalian Penyimpangan & Corrective Action) Jika progres terlambat karena keterlambatan supply bearing pad, corrective action terbaik yang dapat direkomendasikan pengawas adalah…

a)

Menghentikan seluruh pekerjaan lapangan

b)

Mempercepat pekerjaan finishing tanpa mempertimbangkan urutan kegiatan

c)

Menyusun re‑sequencing kegiatan agar pekerjaan non‑bearing pada zona lain dipercepat

d)

Menghapus item bearing dari kontrak

82.

(Evaluasi Time–Cost Tradeoff) Pengawas menganalisis rencana percepatan karena proyek terlambat. Strategi yang paling sesuai untuk percepatan tanpa meningkatkan risiko mutu secara signifikan adalah…

a)

Menambah shift kerja dengan pengawasan mutu yang diperkuat

b)

Menurunkan spesifikasi material agar pekerjaan lebih cepat

c)

Mengurangi waktu curing beton

d)

Menghapus inspeksi harian