Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kumpulan Soal Pilihan Ganda – Internet of Things (IoT)

Total questions: 102

Worksheet time: 2hrs 42mins

Name
Class
Date
1.

Apa definisi paling tepat dari Internet of Things (IoT)?

a)

Jaringan perangkat fisik yang saling terhubung melalui internet untuk bertukar data secara otomatis tanpa campur tangan manusia

b)

Platform media sosial bagi manusia untuk berkomunikasi

c)

Sistem komputer personal yang tidak terhubung ke jaringan apa pun

d)

Konsep perangkat analog yang beroperasi tanpa komunikasi data

e)

Kumpulan database terisolasi yang tidak terhubung internet

2.

Unsur atau ciri utama apa yang wajib dimiliki oleh sebuah sistem agar dapat disebut IoT?

a)

Seluruh pemrosesan data dilakukan manual oleh pengguna manusia

b)

Konektivitas antarp perangkat melalui jaringan sehingga data dapat saling dipertukarkan secara otomatis

c)

Sistem hanya bekerja jika selalu ada interaksi langsung dari manusia

d)

Tidak diperlukan jaringan komunikasi sama sekali antar perangkat

e)

Perangkat-perangkat beroperasi secara offline tanpa koneksi apa pun

3.

Konsep IoT berkembang dari teknologi komunikasi antar mesin. Teknologi awal yang menjadi cikal bakal IoT dikenal dengan istilah...

a)

Cloud gaming, yaitu bermain game melalui cloud

b)

Machine-to-Machine (M2M), yaitu komunikasi otomatis antar perangkat tanpa interaksi manusia

c)

Virtual Reality (VR), yaitu simulasi dunia virtual untuk pengguna

d)

Jaringan komputer mainframe pada era 1970-an

e)

Fiber optic telephony, yaitu telepon menggunakan serat optik

4.

Teknologi jaringan generasi baru apa yang menjadi pendorong utama tren IoT karena menyediakan latensi rendah dan kapasitas koneksi perangkat yang sangat besar?

a)

Jaringan 4G LTE

b)

Dial-up (internet via telepon dial-up)

c)

LAN (Local Area Network) kabel

d)

5G (generasi kelima jaringan seluler)

e)

2G (teknologi GSM lama)

5.

Untuk menghasilkan analisis data IoT yang cerdas dan prediktif, IoT kini banyak diintegrasikan dengan teknologi...

a)

Word processing (pengolah kata) generasi terbaru

b)

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence, AI) dan Big Data

c)

Jaringan listrik analog konvensional

d)

Perangkat mekanik sepenuhnya tanpa komputasi

e)

Komputer berbasis tabung vakum

6.

Berikut yang bukan merupakan kelebihan (advantage) dari penerapan IoT adalah...

a)

Peningkatan efisiensi melalui otomasi dan pemantauan real-time di berbagai sektor

b)

Kemudahan pengendalian perangkat dari jarak jauh (remote) bagi pengguna

c)

Risiko keamanan siber yang jauh lebih rendah pada semua sistem yang terhubung IoT

d)

Penghematan biaya operasional melalui maintenance prediktif dan pengurangan downtime

e)

Peningkatan kualitas pengambilan keputusan berkat data yang lebih detail dan akurat

7.

Menurut analisis industri terbaru, pada tahun 2024 jumlah perangkat IoT yang terkoneksi di seluruh dunia diperkirakan telah melampaui...

a)

50 miliar unit perangkat

b)

1 miliar unit perangkat

c)

100 juta unit perangkat

d)

18 miliar unit perangkat

e)

500 ribu unit perangkat

8.

Mengapa IoT dianggap sebagai salah satu pilar penting dalam transformasi digital di era modern?

a)

Karena IoT menghilangkan kebutuhan akan koneksi internet dalam bisnis

b)

Karena IoT mampu meningkatkan efisiensi operasional, mendukung otomasi proses, dan memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data real-time

c)

Karena IoT membuat sistem menjadi lebih lambat demi alasan keamanan

d)

Karena IoT mengurangi jumlah data yang tersedia untuk dianalisis

e)

Karena IoT sepenuhnya menggantikan peran manusia dalam semua bidang

9.

Manakah di antara perangkat berikut yang bukan termasuk perangkat IoT?

a)

Smart watch yang memantau detak jantung dan mengirim data ke aplikasi ponsel secara real-time

b)

Kamera CCTV yang dapat diakses secara online melalui jaringan internet

c)

Termometer digital biasa yang hasil pengukurannya hanya dibaca manual

d)

Sensor suhu terhubung internet untuk memantau kondisi ruangan secara jarak jauh

e)

Lampu rumah pintar yang terkoneksi Wi-Fi dan dapat dikendalikan melalui aplikasi internet

10.

Istilah Internet of Things pertama kali diperkenalkan pada akhir 1990-an oleh...

a)

Bill Gates

b)

Kevin Ashton (peneliti yang mencetuskan istilah IoT, 1999)

c)

Vint Cerf

d)

Mark Zuckerberg

e)

Alan Turing

11.

Singkatan IoT secara harfiah merujuk pada...

a)

International organization for Telecommunication – organisasi internasional

b)

Internet of Tools – kumpulan alat di internet

c)

Information on Transit – informasi yang sedang ditransmisikan

d)

Integrated object Technology – teknik integrasi objek digital

e)

Internet of Things (Internet untuk segala/gawai) – jaringan internet yang menghubungkan berbagai benda/perangkat

12.

Apa fungsi sensor dalam sistem IoT?

a)

Menyimpan data jangka panjang dari perangkat IoT

b)

Menerima sinyal perintah dari internet dan melakukan aksi mekanik

c)

Menghubungkan jaringan internet dengan perangkat lain

d)

Mendeteksi perubahan fisik atau lingkungan (cahaya, suhu, dll) dan mengubahnya menjadi sinyal elektrik atau data digital sebagai input

e)

Menampilkan informasi keluaran kepada pengguna akhir

13.

Apa peran aktuator dalam konteks perangkat IoT?

a)

Mengirim data sensor ke server cloud melalui internet

b)

Melakukan aksi fisik (gerakan/output) sebagai respons terhadap sinyal atau perintah yang diterima dari sistem kontrol

c)

Menyimpan data sensor ke memori internal

d)

Mengukur parameter lingkungan seperti suhu dan kelembaban

e)

Mendeteksi keberadaan sinyal Wi-Fi di sekitarnya

14.

Manakah dari berikut ini yang merupakan aktuator (perangkat output), bukan sensor?

a)

Motor servo (penggerak mekanik)

b)

Thermistor (sensor suhu)

c)

LDR (sensor cahaya)

d)

Mikrofon (sensor suara)

e)

Kamera CCTV (sensor visual)

15.

Pernyataan manakah yang benar mengenai perbedaan mikrokontroler dan mikrokomputer dalam perangkat IoT?

a)

Mikrokomputer biasanya lebih hemat energi daripada mikrokontroler untuk tugas sederhana

b)

Mikrokontroler dirancang untuk tugas spesifik dan hemat daya (biasanya tanpa OS), sedangkan mikrokomputer (misal Raspberry Pi) menjalankan OS untuk tugas lebih kompleks namun boros daya

c)

Mikrokontroler umumnya menjalankan sistem operasi lengkap seperti Linux atau Windows

d)

Mikrokontroler lebih cocok untuk multitasking berat dibanding mikrokomputer

e)

Mikrokomputer umumnya memiliki lebih sedikit memori dan I/O dibanding mikrokontroler

16.

Contoh papan mikrokontroler yang populer digunakan untuk prototipe IoT adalah...

a)

Smartphone Android

b)

Arduino Uno

c)

Router Wi-Fi rumahan

d)

Raspberry Pi 4

e)

Laptop konvensional

17.

Perangkat manakah yang tergolong mikrokomputer (komputer mini) untuk aplikasi IoT, bukan mikrokontroler?

a)

Arduino Nano

b)

Chip ATmega328 (mikrokontroler pada Arduino Uno)

c)

STM32 Nucleo Board

d)

Raspberry Pi (contoh mikrokomputer yang menjalankan OS)

e)

ESP32 Dev Board

18.

Mengapa mikrokontroler sering dipilih sebagai “otak” node IoT yang ditenagai baterai?

a)

Karena mikrokontroler memerlukan daya listrik tinggi agar berfungsi optimal

b)

Karena mikrokontroler sangat hemat energi untuk tugas-tugas sederhana, sehingga cocok untuk perangkat IoT berbaterai yang harus bekerja lama

c)

Karena mikrokontroler membutuhkan OS besar yang mengelola daya secara otomatis

d)

Karena mikrokontroler selalu terhubung ke listrik PLN

e)

Karena mikrokontroler memiliki prosesor paling cepat dibanding perangkat lain

19.

Komponen apa yang biasanya berperan sebagai pengendali utama (otak) yang mengontrol sensor dan aktuator dalam sebuah perangkat IoT?

a)

Aktuator mekanik

b)

Catu daya (power supply)

c)

Mikrokontroler – unit pemroses terintegrasi yang menjalankan instruksi program pada perangkat IoT

d)

Koneksi internet (modul Wi-Fi)

e)

Sensor analog

20.

Apa fungsi dari sebuah gateway dalam arsitektur jaringan IoT?

a)

Mengendalikan gerakan aktuator secara langsung tanpa komunikasi apa pun

b)

Menyimpan seluruh data IoT secara lokal tanpa meneruskannya

c)

Menghubungkan jaringan lokal perangkat IoT (sensor/aktuator) dengan jaringan yang lebih luas serta melakukan agregasi dan translasi protokol data

d)

Bertindak sebagai sensor tambahan untuk mendeteksi lingkungan

e)

Mengganti peran cloud dalam menyimpan seluruh data IoT

21.

Sensor DHT11/DHT22 pada proyek IoT biasanya digunakan untuk mengukur...

a)

Intensitas cahaya

b)

Suhu dan kelembaban udara (temperature & humidity) di lingkungan sekitar

c)

Jarak sebuah objek

d)

Tekanan udara

e)

Tingkat medan magnet

22.

Mikrokontroler populer ESP32 banyak dipakai dalam proyek IoT karena memiliki keunggulan apa?

a)

Layar sentuh terpasang berukuran besar

b)

Integrasi modul Wi-Fi dan Bluetooth di dalam chip, memungkinkan komunikasi nirkabel langsung untuk IoT

c)

Daya tahan baterai tidak terbatas tanpa pengisian

d)

Mampu menjalankan OS Windows 10 secara langsung

e)

Sensor suhu internal dengan akurasi 0,1°C

23.

Mengapa modul ADC (Analog-to-Digital Converter) penting dalam mikrokontroler IoT?

a)

Karena ADC mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog untuk aktuator

b)

Karena banyak sensor menghasilkan sinyal analog, ADC diperlukan untuk mengubah sinyal analog menjadi data digital yang dapat diproses mikrokontroler

c)

Karena ADC berfungsi sebagai memori penyimpanan program

d)

Karena ADC memperkuat sinyal Wi-Fi pada perangkat

e)

Karena ADC mengenkripsi data sebelum dikirim

24.

Apa kegunaan modul DAC (Digital-to-Analog Converter) pada perangkat IoT?

a)

Mengubah sinyal analog dari sensor menjadi data digital

b)

Mengonversi keluaran data digital dari mikrokontroler menjadi sinyal analog (misal tegangan) untuk menggerakkan aktuator analog seperti motor atau speaker

c)

Mengubah tegangan listrik AC menjadi DC untuk catu daya

d)

Menyimpan konfigurasi jaringan pada perangkat IoT

e)

Mengamankan data dengan enkripsi di level hardware

25.

Pin GPIO (General Purpose Input/Output) pada mikrokontroler digunakan untuk...

a)

Menyimpan program yang di-upload ke mikrokontroler

b)

Antarmuka I/O serbaguna yang dapat diprogram sebagai input atau output untuk berinteraksi dengan perangkat eksternal (sensor/aktuator)

c)

Mengatur kecepatan clock mikrokontroler

d)

Menyediakan suplai daya tinggi ke komponen

e)

Komunikasi serial khusus (UART/I2C/SPI saja)

26.

Sinyal PWM (Pulse Width Modulation) pada sistem IoT biasanya dimanfaatkan untuk...

a)

Mengukur suhu lingkungan dengan sinyal pulsa

b)

Mengendalikan perangkat analog (misal: mengatur kecepatan motor DC atau kecerahan LED) dengan mengubah lebar pulsa sinyal output

c)

Menyimpan konfigurasi protokol jaringan

d)

Mengirimkan data digital antar sensor melalui modul Wi-Fi

e)

Mengenkripsi pesan sebelum dikirim ke cloud

27.

Memori manakah yang digunakan mikrokontroler untuk menyimpan program (firmware) secara permanen sehingga data tidak hilang saat perangkat dimatikan?

a)

RAM (memori akses acak)

b)

Hard disk drive

c)

Cache CPU

d)

ROM/Flash Memory (memori hanya baca yang dapat diprogram ulang)

e)

Kartu memori eksternal

28.

Memori manakah yang digunakan untuk menyimpan data sementara selama program IoT berjalan dan akan hilang ketika perangkat kehilangan daya?

a)

Hard disk eksternal

b)

Flash storage internal

c)

RAM (Random Access Memory – memori kerja temporer)

d)

ROM (Read Only Memory)

e)

Memori non-volatile jenis EEPROM

29.

Sensor ultrasonik (misal modul HC-SR04) dalam konteks IoT digunakan untuk...

a)

Mendeteksi kelembaban udara.

b)

Mengukur jarak ke sebuah objek dengan memancarkan gelombang ultrasonik dan menghitung pantulannya (sensor jarak).

c)

Mengukur intensitas cahaya ruangan.

d)

Mendeteksi medan magnet bumi.

e)

Menghitung tekanan udara.

30.

Sensor LDR (Light Dependent Resistor) akan menghasilkan perubahan output berdasarkan...

a)

Suhu lingkungan sekitar.

b)

Intensitas cahaya yang mengenai sensornya (semakin terang, nilai resistansi berubah) – digunakan untuk deteksi tingkat pencahayaan.

c)

Kelembaban tanah tempat sensor berada.

d)

Tekanan udara di sekitarnya.

e)

Arah dan kekuatan medan magnet.

31.

Model arsitektur IoT 3-layer terdiri dari lapisan-lapisan apa saja?

a)

Device, Fog, dan Cloud – tiga lapisan arsitektur alternatif.

b)

Perception, Network, dan Application – tiga lapisan utama dalam arsitektur IoT dasar.

c)

Sensor, Actuator, dan Controller – komponen perangkat IoT (bukan lapisan arsitektur).

d)

Physical, Data Link, dan Network – tiga lapisan terendah model OSI.

e)

Edge, Fog, dan Cloud – model hierarki komputasi (bukan model 3-layer klasik).

32.

Apa tugas lapisan Perception (lapisan penginderaan) dalam arsitektur IoT 3-layer?

a)

Menghubungkan perangkat IoT ke jaringan internet global.

b)

Mengumpulkan data dari lingkungan melalui sensor dan aktuator, mewakili interaksi fisik dengan dunia nyata.

c)

Menyajikan informasi kepada pengguna akhir.

d)

Memproses dan menganalisis data yang dikumpulkan.

e)

Mengelola kebijakan bisnis berdasarkan data IoT.

33.

Apa peran lapisan Network dalam arsitektur IoT?

a)

Menyimpan data yang terkumpul dalam database terpusat.

b)

Mengolah data mentah menjadi informasi bermakna.

c)

Menyediakan konektivitas antar perangkat IoT dan meneruskan data dari lapisan perangkat ke lapisan yang lebih tinggi (misal ke internet/cloud).

d)

Mengonversi data analog menjadi digital.

e)

Menentukan strategi bisnis dari data yang ada.

34.

Lapisan Application pada arsitektur IoT berfungsi untuk...

a)

Mengumpulkan data mentah dari sensor di lapangan.

b)

Mengolah data sensor secara detail di dekat sumber data.

c)

Menyajikan informasi yang telah diproses kepada pengguna melalui antarmuka aplikasi, serta memungkinkan pengguna mengontrol perangkat IoT.

d)

Mengamankan komunikasi data antar perangkat IoT.

e)

Mengirim paket data antar node dalam jaringan.

35.

Model arsitektur IoT 5-layer menambahkan lapisan apa saja yang tidak ada pada model 3-layer?

a)

Device dan Gateway.

b)

Transport, Processing, dan Business – lapisan-lapisan tambahan yang lebih rinci pada model 5-layer.

c)

Presentation dan Session (lapisan model OSI, bukan model IoT).

d)

Data Link dan Transport (hanya dalam OSI).

e)

Perception dan Network (sudah ada di 3-layer).

36.

Apa fungsi lapisan Transport dalam model arsitektur IoT 5-layer?

a)

Mengumpulkan data fisik dari lingkungan.

b)

Mengatur dan memastikan pengiriman data antar perangkat dan sistem (antara lapisan Network dan Processing) secara handal.

c)

Menyimpan data ke dalam data warehouse.

d)

Menampilkan data ke pengguna akhir.

e)

Mengendalikan akses perangkat berdasarkan kebijakan bisnis.

37.

Lapisan Processing (Pemrosesan) dalam model 5-layer bertanggung jawab untuk...

a)

Menyajikan data mentah langsung ke antarmuka pengguna.

b)

Mentransmisikan data antar node dalam jaringan internet.

c)

Menganalisis data yang dikumpulkan dari lapisan sebelumnya dan mengolahnya menjadi informasi yang berguna atau siap disajikan.

d)

Menentukan keputusan strategis berbasis data untuk organisasi.

e)

Mengumpulkan data mentah dari sensor dan aktuator.

38.

Lapisan Business dalam model arsitektur 5-layer berperan untuk...

a)

Mengendalikan komunikasi level perangkat keras.

b)

Menghubungkan perangkat IoT ke jaringan LAN lokal.

c)

Menyimpan data sementara sebelum dikirim ke cloud.

d)

Mengelola keputusan strategis dan kebijakan bisnis berdasarkan data IoT yang telah diproses, serta mengatur alur bisnis secara keseluruhan.

e)

Melakukan pemrosesan awal data di dekat sensor.

39.

Model arsitektur IoT manakah yang paling sederhana dan umum dijadikan acuan dasar?

a)

Model 5-layer.

b)

Model 3-layer (Perception–Network–Application).

c)

Model 4-layer.

d)

Model TCP/IP 4-layer.

e)

Model 7-layer OSI.

40.

Model arsitektur IoT 4-layer menambahkan satu lapisan ekstra dibanding model 3-layer. Lapisan tambahan tersebut adalah...

a)

Lapisan Perception (sudah ada di 3-layer).

b)

Lapisan Application (sudah ada di 3-layer).

c)

Lapisan Data Processing (Pemrosesan Data), yang ditempatkan antara lapisan Network dan Application.

d)

Lapisan Network (sudah ada di 3-layer).

e)

Lapisan Business (hanya ada di model 5-layer).

41.

MQTT (Message Queuing Telemetry Transport) adalah protokol IoT yang...

a)

Ringan dan menggunakan pola komunikasi publish/subscribe, dirancang untuk transmisi data IoT berukuran kecil dengan overhead minimal.

b)

Berbasis request-response seperti HTTP dan membutuhkan bandwidth besar.

c)

Khusus untuk transfer file berukuran besar antar server IoT.

d)

Dirancang untuk streaming video HD melalui jaringan IoT.

e)

Memerlukan koneksi internet berkecepatan tinggi yang selalu aktif.

42.

Constrained Application Protocol (CoAP) ditujukan untuk...

a)

Transfer file berukuran besar antar komputer di internet.

b)

Perangkat IoT dengan sumber daya terbatas, memungkinkan komunikasi efisien berbasis permintaan/respons mirip HTTP pada lingkungan terbatas.

c)

Streaming audio/video berkualitas tinggi secara real-time.

d)

Otentikasi pengguna pada aplikasi media sosial.

e)

Mengendalikan perangkat IoT melalui perintah SMS.

43.

Mengapa protokol HTTP murni dianggap kurang efisien jika digunakan langsung pada perangkat IoT?

a)

Karena HTTP tidak mendukung komunikasi internet pada perangkat embedded.

b)

Karena HTTP relatif berat (overhead besar) dan berbasis teks, sehingga boros bandwidth dan daya untuk perangkat IoT berdaya rendah.

c)

Karena HTTP hanya bisa berjalan di jaringan lokal, bukan internet global.

d)

Karena HTTP tidak memiliki mekanisme request/response.

e)

Karena HTTP selalu terenkripsi TLS sehingga membutuhkan sumber daya besar.

44.

Apa fungsi protokol WebSocket dalam konteks IoT?

a)

Mengatur alamat IP perangkat IoT secara dinamis.

b)

Memungkinkan komunikasi dua arah penuh (full-duplex) secara real-time antara perangkat IoT dan server/aplikasi, sehingga data dapat dikirim dan diterima seketika.

c)

Menghubungkan sensor langsung ke aktuator tanpa perantara.

d)

Mengirim email otomatis dari perangkat IoT ke pengguna.

e)

Menyimpan data sensor ke dalam database lokal perangkat.

45.

Peran RESTful API dalam sistem IoT biasanya adalah...

a)

Mengatur routing paket data di lapisan network.

b)

Menyediakan antarmuka berbasis web (HTTP) yang memungkinkan perangkat IoT berkomunikasi dengan aplikasi cloud atau web, memfasilitasi integrasi layanan.

c)

Mengamankan data sensor dengan enkripsi end-to-end.

d)

Menghubungkan sensor langsung ke aktuator di lapangan.

e)

Mempercepat kinerja mikrokontroler dengan akses hardware langsung.

46.

Protokol keamanan TLS/SSL digunakan dalam komunikasi IoT untuk...

a)

Mengatur alamat IP secara otomatis untuk perangkat IoT.

b)

Mengenkripsi data yang ditransmisikan antara perangkat IoT dan server, memastikan kerahasiaan dan integritas data selama komunikasi.

c)

Memberikan token akses kepada aplikasi IoT pihak ketiga.

d)

Mengompresi data sensor agar ukurannya lebih kecil saat dikirim.

e)

Melakukan handshake perangkat keras antara sensor dan aktuator.

47.

Dalam konteks IoT, OAuth berfungsi untuk...

a)

Mengatur manajemen daya perangkat IoT secara otomatis.

b)

Mengautentikasi perangkat/aplikasi dan memberikan izin akses terbatas yang aman (melalui access token) tanpa harus membagikan kredensial langsung.

c)

Menjaga sinkronisasi waktu antar perangkat IoT.

d)

Mengenkripsi payload data pada lapisan jaringan (network layer).

e)

Menyiarkan data sensor ke banyak subscriber sekaligus.

48.

IPsec bermanfaat dalam jaringan IoT karena...

a)

Mengatur pembagian alamat IP secara dinamis ke perangkat IoT.

b)

Melindungi paket data di lapisan IP (network layer) dengan enkripsi dan autentikasi, sehingga komunikasi antar perangkat IoT menjadi aman dan terlindungi.

c)

Mengompresi paket data agar lebih ringan ditransmisikan.

d)

Mempercepat transfer file besar antar server IoT.

e)

Menyimpan data sensor secara terdistribusi di berbagai node.

49.

Teknologi komunikasi nirkabel manakah yang sering digunakan untuk jaringan sensor IoT jarak pendek berdaya rendah (misalnya pada sistem smart home)?

a)

NFC (Near Field Communication).

b)

Ethernet (kabel).

c)

Zigbee (protokol nirkabel mesh berdaya rendah dan jangkauan pendek).

d)

5G NR (teknologi seluler jarak jauh).

e)

Satelit LEO.

50.

LoRaWAN merupakan teknologi LPWAN (Low Power Wide Area Network) yang memungkinkan...

a)

Komunikasi nirkabel jarak jauh dengan konsumsi daya rendah untuk perangkat IoT, cocok untuk mengirim data berukuran kecil secara periodik (contoh: sensor area luas).

b)

Streaming video beresolusi tinggi secara real-time ke banyak perangkat.

c)

Koneksi Wi-Fi kecepatan tinggi di dalam ruangan sempit.

d)

Komunikasi jarak sangat pendek (near-field) antar perangkat IoT.

e)

Transfer file besar secara cepat antar komputer.

51.

NB-IoT (Narrowband IoT) adalah teknologi LPWAN yang...

a)

Hanya mendukung perangkat IoT yang bergerak dengan cepat (mobilitas tinggi).

b)

Beroperasi di jaringan seluler berlisensi dengan bandwidth sempit, ideal untuk perangkat IoT statis yang mengirim data berukuran kecil secara berkala.

c)

Dirancang untuk streaming video 4K antar perangkat IoT.

d)

Memerlukan gateway tersendiri di setiap jaringan sensor.

e)

Menggunakan frekuensi Wi‑Fi publik untuk komunikasi jarak jauh.

52.

Berikut ini adalah protokol/teknologi komunikasi yang lazim digunakan dalam IoT, kecuali...

a)

MQTT – protokol publish/subscribe untuk IoT.

b)

CoAP – protokol ringan berbasis UDP untuk IoT.

c)

HTTP – protokol web yang juga dipakai IoT berbasis REST.

d)

WebSocket – protokol komunikasi full-duplex real-time.

e)

FTP (File Transfer Protocol) – protokol transfer berkas tradisional.

53.

Kepanjangan dari singkatan MQTT adalah...

a)

Machine Querying Topology Tree.

b)

Message Queuing Telemetry Transport.

c)

Mobile Quick Transfer Technique.

d)

Microsoft Quality Testing Tool.

e)

Multicast QoS Transfer Tunnel.

54.

Pasangan protokol IoT dan model komunikasi berikut ini manakah yang tepat?

a)

MQTT – request/response; HTTP – publish/subscribe.

b)

HTTP – publish/subscribe; MQTT – polling berkelanjutan.

c)

CoAP – publish/subscribe; MQTT – request/response.

d)

MQTT – publish/subscribe; CoAP – request/response.

e)

MQTT – broadcast; CoAP – multicast only.

55.

Pada lapisan transport, CoAP biasanya menggunakan protokol _, sedangkan MQTT menggunakan protokol _.

a)

TCP; UDP.

b)

IP; Ethernet.

c)

HTTP; WebSocket.

d)

Bluetooth; Zigbee.

e)

UDP; TCP.

56.

Istilah LPWAN sering muncul dalam konteks IoT. Apa kepanjangan dan maksud LPWAN tersebut?

a)

Low Power Wide Area Network – jaringan area luas berdaya rendah yang memungkinkan konektivitas IoT jarak jauh dengan konsumsi daya sangat kecil (contoh: LoRaWAN, NB-IoT).

b)

Long Protocol Wireless Area Network – protokol wireless jarak jauh.

c)

Low Performance Wireless Access Network – jaringan wireless berperforma rendah.

d)

Linear Power Wavelength Network – jaringan linear berbasis panjang gelombang.

e)

Local Protocol Wireless Access Node – protokol lokal akses wireless.

57.

Format data ringan apa yang umum digunakan untuk pertukaran data IoT melalui REST API web karena mudah dibaca dan di-parse?

a)

CSV (Comma-Separated Values)

b)

PDF

c)

JSON (JavaScript Object Notation)

d)

HTML

e)

XML (eXtensible Markup Language)

58.

Apa yang dimaksud dengan edge computing dalam konteks IoT?

a)

Penyimpanan semua data IoT di perangkat pengguna (edge) saja

b)

Pemrosesan data dilakukan di tepi jaringan, yaitu dekat dengan sumber data (pada perangkat IoT atau gateway lokal) tanpa selalu mengirimkan seluruh data mentah ke cloud

c)

Komputasi yang dilakukan dengan perangkat tajam (edge devices secara harfiah)

d)

Semua data diproses di pusat data cloud jauh dari perangkat lapangan

e)

Memindahkan server cloud ke lokasi geografis tepi pantai

59.

Salah satu keuntungan utama penerapan edge computing pada sistem IoT adalah…

a)

Menghilangkan kebutuhan protokol keamanan data

b)

Menghemat biaya dengan mengirim semua data mentah ke cloud untuk diproses

c)

Mengurangi latensi (waktu tunda) secara signifikan dengan memproses data di dekat sumbernya, sehingga respon bisa diperoleh lebih cepat

d)

Meningkatkan kebutuhan bandwidth jaringan (karena semua data dikirim terus-menerus)

e)

Memberikan kapasitas komputasi dan penyimpanan tak terbatas di perangkat kecil

60.

Dalam skenario IoT manakah edge computing lebih sesuai digunakan dibanding cloud computing?

a)

Analisis data historis besar-besaran untuk tren jangka panjang (misal analisis data tahunan)

b)

Penyimpanan arsip data jangka panjang untuk keperluan regulasi

c)

Sistem kendaraan otonom yang memerlukan pemrosesan sensor dan pengambilan keputusan dalam milidetik secara lokal di mobil

d)

Pelatihan model machine learning berskala besar menggunakan seluruh data terkumpul

e)

Proses render video resolusi tinggi yang bukan waktu nyata

61.

Apa salah satu kelemahan edge computing dibandingkan cloud computing?

a)

Latensi komunikasi yang lebih tinggi pada edge (sebenarnya lebih rendah)

b)

Risiko privasi lebih tinggi dibanding cloud (tidak selalu, tergantung)

c)

Sumber daya komputasi dan penyimpanan di perangkat edge umumnya terbatas jauh lebih kecil dibanding server cloud

d)

Ketergantungan penuh pada koneksi internet (edge dapat beroperasi lokal)

e)

Biaya penskalaan perangkat edge yang sangat mahal (relatif, namun cloud juga punya biaya)

62.

Apa keunggulan utama cloud computing dalam konteks IoT?

a)

Menjamin latensi nyaris nol untuk setiap perangkat IoT di manapun

b)

Menyediakan kapasitas komputasi dan penyimpanan yang besar secara terpusat, memungkinkan pengolahan data IoT dalam skala besar dan analitik mendalam secara mudah

63.

Salah satu tantangan ketika menggunakan cloud dalam IoT adalah…

a)

Sulitnya menambah kapasitas penyimpanan atau komputasi (padahal cloud mudah diskalakan)

b)

Biaya awal infrastruktur yang tinggi di sisi pengguna (cloud berbasis langganan fleksibel)

c)

Ketergantungan pada koneksi internet yang stabil dan adanya latensi lebih tinggi karena pemrosesan dilakukan di server jarak jauh

d)

Tidak tersedia mekanisme enkripsi di cloud (sebenarnya tersedia)

e)

Terbatasnya kemampuan analitik data (padahal cloud sangat mendukung analitik besar)

64.

Skenario manakah yang lebih cocok ditangani dengan cloud computing daripada edge computing?

a)

Kendali robot yang membutuhkan respon milidetik (seharusnya edge)

b)

Filter data sensor sederhana sebelum tindakan lokal (lebih cocok edge)

c)

Sistem alarm darurat yang harus bereaksi seketika (edge)

d)

Analisis data historis berskala besar untuk menemukan tren pola penggunaan selama beberapa tahun (membutuhkan sumber daya besar dan tidak sensitif waktu nyata)

e)

Kendali peralatan pabrik secara langsung di lapangan (biasa edge/lokal)

65.

Apa yang dimaksud dengan predictive maintenance dalam konteks Industrial IoT?

a)

Menjalankan perawatan hanya setelah mesin rusak (reaktif, bukan prediktif)

b)

Menunda semua perawatan mesin demi efisiensi biaya jangka pendek

c)

Penggunaan sensor IoT untuk memantau kondisi mesin secara real-time sehingga bisa memprediksi kerusakan sebelum terjadi dan menjadwalkan perawatan proaktif

d)

Menjadwalkan perawatan secara rutin tanpa melihat data apa pun

e)

Menggantikan teknisi manusia dengan robot sepenuhnya

66.

Contoh penerapan IoT di sektor pertanian adalah smart irrigation, yaitu…

a)

Penggunaan traktor konvensional tanpa perangkat IoT apa pun

b)

Memasang kamera di sawah untuk memantau secara manual oleh petani

c)

Petani menyiram tanaman sesuai jadwal tetap tanpa sensor

d)

Pemberian pupuk oleh petani berdasarkan kebiasaan turun-temurun

e)

Penggunaan sensor kelembaban tanah untuk mengendalikan sistem irigasi secara otomatis, sehingga penyiraman berlangsung efisien sesuai kebutuhan tanaman

67.

Di lingkungan kota pintar (smart city), IoT dapat diterapkan untuk…

a)

Menggantikan semua lampu jalan dengan lampu minyak

b)

Mengizinkan warga mengontrol lampu lalu lintas sesuka hati via aplikasi

c)

Memantau lalu lintas, penerangan jalan, dan status tempat sampah secara real-time menggunakan sensor, lalu mengoptimalkan pengelolaannya secara otomatis

d)

Menghilangkan semua rambu lalu lintas dan mengandalkan kendaraan otonom sepenuhnya

e)

Membiarkan sistem kota berjalan tanpa pengawasan apa pun

68.

Sistem smart parking memanfaatkan IoT dengan…

a)

Kamera CCTV di parkiran untuk merekam pelat nomor (CCTV sendiri bisa IoT tapi opsi ini tidak menggambarkan sistem utuh)

b)

Palang parkir otomatis terbuka tanpa sensor (tidak mendeteksi, hanya timer)

c)

Sensor parkir mendeteksi slot parkir yang kosong lalu mengirim informasi tersebut ke pengemudi (misalnya via aplikasi) untuk panduan parkir

d)

Petugas parkir mencatat ketersediaan parkir di papan tulis

e)

Pengemudi berkeliling sendiri mencari slot kosong tanpa bantuan sistem

69.

Di lingkungan pendidikan, contoh smart classroom berbasis IoT adalah…

a)

Penggunaan papan tulis pintar elektronik (bisa TIK tapi belum tentu IoT jika tidak terhubung sensor)

b)

Penggunaan sensor cahaya dan suhu untuk mengatur pencahayaan lampu serta AC secara otomatis demi kenyamanan dan efisiensi energi di kelas

c)

Siswa belajar dengan buku digital PDF (bukan IoT)

d)

Guru menggunakan proyektor dan slide presentasi (tidak melibatkan IoT)

e)

E-learning menggunakan video conference (ini TIK tapi bukan IoT)

70.

Bagaimana IoT meningkatkan layanan di bidang kesehatan (smart health)?

a)

Menggantikan dokter dan perawat dengan robot sepenuhnya

b)

Memungkinkan telemedicine dan pemantauan kesehatan pasien jarak jauh secara real-time melalui perangkat medis pintar, sehingga deteksi dini masalah kesehatan bisa dilakukan dan kualitas perawatan meningkat

c)

Mengirim obat ke pasien melalui email (tidak mungkin secara fisik)

d)

Menyimpan catatan medis pasien di komputer (digitalisasi saja, bukan IoT spesifik)

e)

Mengharuskan pasien datang lebih sering ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin

71.

Dalam manajemen rantai pasok (supply chain), IoT dapat dimanfaatkan untuk…

a)

Mengirim barang menggunakan teknologi teleportasi (fiksi ilmiah)

b)

Melacak lokasi dan kondisi barang secara real-time sepanjang distribusi, sehingga meningkatkan transparansi dan efisiensi logistik

c)

Menghilangkan sistem inventori dan stok karena digantikan IoT

d)

Menunda pengiriman barang sampai data terkumpul penuh

e)

Menggantikan seluruh pekerja gudang dengan robot tanpa sensor apa pun

72.

Istilah Industrial Internet of Things (IIoT) mengacu pada…

a)

IoT yang digunakan khusus di perangkat rumah tangga konsumen

b)

Penerapan IoT di lingkungan industri/manufaktur untuk otomatisasi, monitoring, dan analisis proses industri secara real-time guna meningkatkan efisiensi

c)

Penggunaan media sosial oleh perusahaan manufaktur

d)

Jaringan internet industri yang terpisah dari internet publik

e)

Konsep IoT yang masih teori dan belum pernah diterapkan

73.

Penggunaan kamera CCTV pintar yang terhubung ke internet untuk pemantauan jarak jauh adalah contoh IoT di bidang…

a)

Pertambangan

b)

Pendidikan

c)

Keamanan (surveillance) – misalnya keamanan rumah atau sekolah dengan CCTV online

d)

Pertanian

e)

Energi terbarukan

74.

Dalam sistem pengelolaan sampah kota berbasis IoT, sensor pada tempat sampah mendeteksi ketika bak penuh. Apa manfaat utama dari sistem ini?

a)

Secara otomatis membakar sampah di tempat saat penuh

b)

Menghilangkan kebutuhan petugas kebersihan sama sekali

c)

Mengganti semua tempat sampah dengan robot

d)

Memilah sampah menjadi organik dan anorganik secara otomatis (perlu teknologi tambahan)

e)

Mengoptimalkan jadwal dan rute pengumpulan sampah oleh dinas kebersihan (efisiensi waktu dan biaya) melalui notifikasi real-time dari sensor

75.

Jaringan listrik pintar (smart grid) memanfaatkan IoT untuk…

a)

Menggantikan kabel listrik dengan jaringan nirkabel Wi-Fi

b)

Memantau dan mengendalikan distribusi listrik secara real-time, misalnya melalui smart meter di rumah-rumah, sehingga meningkatkan efisiensi energi dan keandalan jaringan listrik

c)

Menghilangkan kebutuhan pembangkit listrik konvensional

d)

Menghasilkan listrik otomatis dari sensor IoT

e)

Menjamin tidak pernah terjadi pemadaman listrik

76.

Perangkat wearable IoT yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari contohnya adalah…

a)

Televisi analog 21 inci

b)

Smartwatch atau fitness tracker yang dipakai di pergelangan, memantau detak jantung, langkah, dan aktivitas harian lalu mengirim data ke smartphone untuk dianalisis

c)

Kacamata hitam biasa

d)

Sepatu tanpa sensor apa pun

e)

Topi dan jaket konvensional

77.

Mengapa keamanan siber menjadi salah satu tantangan terbesar dalam implementasi IoT?

a)

Karena semua perangkat IoT sudah otomatis aman sejak diproduksi

b)

Karena banyak perangkat IoT memiliki sumber daya terbatas sehingga tidak mampu menjalankan mekanisme keamanan canggih, dan jumlah perangkat yang masif membuka banyak celah serangan

c)

Karena ancaman keamanan hanya terjadi pada komputer, bukan perangkat IoT

d)

Karena protokol IoT umumnya tidak mendukung enkripsi data

e)

Karena sebagian besar perangkat IoT beroperasi di jaringan tertutup yang tidak terhubung internet

78.

Apa dampak dari kurangnya standarisasi protokol dalam ekosistem IoT global?

a)

Perangkat IoT menjadi seragam dan mudah diintegrasikan

b)

Menyulitkan interoperabilitas antar perangkat dari vendor berbeda, sehingga perangkat tersebut sulit berkomunikasi satu sama lain dengan efisien

c)

Tidak ada pengaruh sama sekali terhadap kompatibilitas sistem

d)

Setiap perangkat IoT otomatis mengikuti satu standar universal

e)

Produsen perangkat IoT dilarang menciptakan protokol baru

79.

Banyak perangkat IoT memiliki keterbatasan komputasi dan memori. Konsekuensi apa terhadap keamanan yang muncul dari hal ini?

a)

Perangkat IoT menggunakan algoritma keamanan sendiri yang tidak perlu standar

b)

Perangkat IoT tersebut tidak mampu menerapkan enkripsi dan mekanisme keamanan tingkat tinggi, sehingga lebih rentan terhadap serangan siber

c)

Tidak ada – sumber daya terbatas tidak berdampak pada keamanan

d)

Perangkat IoT otomatis menolak semua koneksi asing

e)

Perangkat IoT menjadi kebal terhadap malware karena kemampuannya terbatas

80.

Apa risiko utama terhadap privasi yang muncul dari penggunaan perangkat IoT secara luas?

a)

Data yang dikumpulkan IoT selalu anonim dan tidak mengandung informasi pribadi

b)

Potensi penyalahgunaan data pribadi yang dikumpulkan oleh perangkat IoT, karena perangkat ini sering mengumpulkan data sensitif (privasi pengguna dapat terancam jika data tidak diamankan)

c)

Perangkat IoT hanya mengumpulkan data yang tidak penting

d)

IoT tidak pernah mengumpulkan data pengguna, jadi tidak ada risiko

e)

Regulasi privasi tidak perlu karena IoT pasti aman

81.

Bagaimana TLS/SSL meningkatkan keamanan komunikasi data pada IoT?

a)

Dengan menghapus data perangkat setelah dikirim

b)

Dengan mengenkripsi koneksi antara perangkat IoT dan server, sehingga data yang dikirim terlindungi dari penyadapan atau modifikasi selama transit

c)

Dengan mengompresi data sehingga malware tidak bisa membaca

d)

Dengan memaksa perangkat beroperasi hanya dalam jaringan lokal

e)

Dengan mengisolasi perangkat IoT dari internet sepenuhnya

82.

Bagaimana mekanisme OAuth membantu meningkatkan keamanan dalam ekosistem IoT?

a)

Dengan memisahkan jaringan IoT dari jaringan internet

b)

Dengan enkripsi end-to-end pada tingkat perangkat keras sensor

c)

Dengan menyediakan cara bagi layanan/aplikasi pihak ketiga untuk mengakses perangkat atau data IoT secara aman menggunakan token otorisasi terbatas, tanpa perlu membagi kredensial pengguna

d)

Dengan memaksa pengguna mengganti password setiap jam

e)

Dengan mendeteksi virus di firmware perangkat IoT secara otomatis

83.

Salah satu praktik keamanan yang disarankan untuk perangkat IoT adalah…

a)

Menghubungkan perangkat IoT ke Wi-Fi publik terbuka untuk kemudahan akses

b)

Menonaktifkan mekanisme enkripsi agar komunikasi lebih cepat

c)

Rutin memperbarui firmware perangkat ke versi terbaru untuk menambal celah keamanan yang ditemukan (patch update)

d)

Tidak perlu memasang mekanisme keamanan tambahan di jaringan IoT

e)

Membiarkan kata sandi default pabrik tetap terpakai untuk kemudahan

84.

Banyak serangan pada perangkat IoT (seperti botnet Mirai) berhasil karena perangkat tersebut...

a)

Menggunakan enkripsi yang terlalu kuat untuk mudah dipatahkan (justru baik jika kuat).

b)

Masih menggunakan kata sandi default pabrik yang mudah ditebak, sehingga malware dapat mengakses dan mengambil alih perangkat dengan mudah.

c)

Tidak terhubung ke internet sama sekali (tidak relevan, Mirai menyerang yang online).

d)

Terlalu sering di-update sehingga rentan bug baru (update justru menambal bug).

e)

Menggunakan protokol proprietary tertutup (bukan alasan utama serangan).

85.

Serangan siber Mirai botnet yang terkenal pada tahun 2016 memanfaatkan perangkat IoT untuk melakukan...

a)

Pembajakan mobil pintar melalui jaringan CAN Bus.

b)

Serangan DDoS (Distributed Denial of Service) berskala besar, dengan mengontrol ribuan perangkat IoT yang terinfeksi malware Mirai untuk membanjiri target dengan lalu lintas sampai macet.

c)

Perusakan fisik perangkat IoT melalui overheating sengaja.

d)

Penyebaran ransomware ke sensor dan aktuator IoT di industri.

e)

Serangan phishing melalui email kepada pemilik perangkat IoT.

86.

Apa yang dimaksud dengan CIA Triad dalam konteks keamanan informasi (termasuk IoT)?

a)

Control, Inspection, Authentication – metode pengamanan data IoT.

b)

Communication, Integration, Automation – aspek utama IoT.

c)

Confidentiality, Integrity, Availability – yaitu menjaga kerahasiaan data, keutuhan data, dan ketersediaan sistem sebagai tiga pilar utama keamanan.

d)

Confidentiality, Identity, Authorization – konsep sekuriti.

e)

Aliansi Central Intelligence Agency untuk keamanan IoT.

87.

Salah satu tantangan skalabilitas (scalability) dalam pengembangan IoT skala besar adalah...

a)

Mencegah penambahan perangkat baru ke dalam jaringan.

b)

Menjamin bahwa sistem dan protokol yang digunakan mampu menangani jumlah perangkat IoT yang sangat banyak serta volume data yang tinggi tanpa penurunan kinerja.

c)

Menjaga agar jumlah perangkat IoT tidak bertambah di lapangan.

d)

Mengurangi jenis data yang dikumpulkan agar seragam.

e)

Membatasi kapasitas penyimpanan cloud agar tidak terlalu besar.

88.

Kebanyakan perangkat IoT konsumen diproduksi dengan kredensial default. Tindakan apa yang harus dilakukan pengguna untuk mencegah penyusup memanfaatkan hal ini?

a)

Menghubungkan perangkat ke internet publik supaya mendapatkan update (update penting, tapi tanpa ganti password tetap rawan).

b)

Mengganti kata sandi default pabrik dengan kata sandi kuat yang unik pada setiap perangkat sebelum dioperasikan di jaringan.

c)

Membiarkan saja karena password default biasanya sudah aman.

d)

Menggunakan password yang sama untuk semua perangkat agar mudah diingat.

e)

Menonaktifkan semua fitur keamanan agar perangkat tidak jadi target.

89.

Kepanjangan dari TLS (sebuah protokol yang digunakan untuk mengamankan komunikasi IoT) adalah...

a)

Total Lockdown System – sistem penguncian total perangkat.

b)

Transaction Link Secure – metode keamanan transaksi.

c)

Transport Layer Security – protokol keamanan lapisan transport yang mengenkripsi data end-to-end.

d)

Tunnel Layer Standard – standar terowongan jaringan.

e)

Trusted LAN Signal – sinyal lokal terpercaya.

90.

Sebuah sistem irigasi pertanian cerdas memiliki sensor kelembaban tanah terhubung ke node mikrokontroler (misal Arduino) di lapangan. Node tersebut mengirim data melalui jaringan LoRaWAN ke gateway internet, lalu diteruskan ke platform cloud untuk dianalisis dan ditampilkan ke petani lewat aplikasi. Lapisan arsitektur IoT apa saja yang terlibat dalam skenario ini?

a)

Lapisan Perception (sensor & node mikrokontroler), Network (komunikasi LoRaWAN & gateway), dan Application (platform cloud dan aplikasi pengguna) – sesuai model 3-layer.

b)

Hanya lapisan Application (karena ada aplikasi cloud).

c)

Perception dan Application saja (melewati Network).

d)

Lapisan Transport, Processing, dan Business (itu model 5-layer, tidak semua ada di skenario ini).

e)

Tidak satupun, skenario di atas bukan IoT.

91.

Dalam sebuah kota pintar, terpasang ratusan sensor parkir IoT yang mengirim data status (kosong/penuh) tiap menit ke server kota. Untuk jangkauan luas dengan konsumsi daya rendah, teknologi komunikasi apa yang paling sesuai digunakan sensor-sensor tersebut?

a)

Bluetooth BLE – jangkauan sangat pendek, tidak cocok untuk skala satu kota.

b)

Jaringan 5G mmWave – jangkauan per cell terbatas dan modul 5G boros daya untuk sensor kecil.

c)

Wi-Fi standar – jangkauan terbatas dan boros daya untuk ratusan sensor.

d)

LoRaWAN – jaringan area luas berdaya rendah yang ideal untuk koneksi banyak sensor tersebar di kota.

e)

Ethernet – butuh kabel ke setiap sensor, tidak praktis.

92.

Sebuah pabrik memiliki ratusan sensor IoT memantau getaran mesin setiap detik. Data harus dikirim real-time ke sistem monitoring, dan alarm dipicu segera jika terdeteksi anomali. Pilihan solusi komunikasi manakah yang paling tepat?

a)

Menggunakan HTTP dengan metode polling setiap detik dari masing-masing sensor (boros bandwidth dan tidak real-time sebenarnya).

b)

Menggunakan protokol MQTT dengan pola publish/subscribe ke broker lokal/cloud, karena MQTT ringan dan mendukung komunikasi real-time ke banyak klien (subscriber) sekaligus.

c)

Mengirim data melalui email setiap jam dari sensor (terlalu lambat dan tidak real-time).

d)

Merekam data di SD card tiap sensor untuk dianalisis manual mingguan (tidak real-time dan reaktif).

e)

Menggunakan protokol FTP untuk upload data sensor secara bergantian (tidak dirancang untuk notifikasi instan).

93.

Dalam sebuah rumah pintar, sensor gerak mendeteksi kehadiran orang di ruangan. Informasi ini dikirim ke hub pusat (gateway) di rumah, yang kemudian menyalakan lampu pintar di ruangan tersebut via protokol nirkabel lokal. Komponen IoT apa saja beserta perannya dalam skenario ini?

a)

Hanya lampu yang termasuk IoT, sensor gerak dan hub bukan (keliru, semua bagian dari sistem IoT).

b)

Sensor gerak sebagai aktuator, hub sebagai sensor, lampu sebagai gateway (salah penempatan peran).

c)

Sensor gerak sebagai penyimpan data, hub sebagai sensor, lampu sebagai gateway (tidak sesuai kenyataan).

d)

Semua perangkat tersebut berperan hanya sebagai sensor.

e)

Sensor gerak sebagai sensor (input) yang mendeteksi keberadaan; hub pusat sebagai gateway yang memproses data sensor dan menjembatani ke jaringan; lampu pintar sebagai aktuator (output) yang menerima perintah menyalakan lampu.

94.

Pada skenario rumah pintar di atas, bagaimana cara meningkatkan keamanan komunikasi data antara hub/gateway di rumah dan server cloud yang mengendalikan perangkat?

a)

Menghindari penggunaan cloud sama sekali untuk menghilangkan risiko (namun juga kehilangan fungsionalitas remote).

b)

Menerapkan enkripsi end-to-end (misalnya menggunakan TLS) pada koneksi antara hub dan cloud, serta menggunakan mekanisme otentikasi (misal API key atau OAuth token) untuk setiap akses dari aplikasi.

c)

Membiarkan hub terhubung ke internet tanpa firewall agar latensi minimum.

d)

Menonaktifkan fitur keamanan pada hub supaya kinerja maksimal.

e)

Menggunakan kembali kata sandi default pabrik untuk semua perangkat agar konsisten.

95.

Suatu jaringan IoT pabrik menggunakan broker MQTT lokal sebagai middleware. Sensor-sensor mengirim data ke broker tersebut. Broker dikonfigurasi untuk memproses data segera guna kontrol lokal, dan hanya mengirim ringkasan data ke cloud tiap jam untuk analisis historis. Arsitektur ini menunjukkan kombinasi...

a)

Hanya edge computing tanpa keterlibatan cloud sama sekali (padahal cloud masih dipakai analisis).

b)

Hanya cloud computing (semua data ke cloud, padahal di skenario ada filter).

c)

Pemrosesan batch offline (tidak, ada yang real-time lokal).

d)

Fog computing saja di semua lapisan (fog adalah istilah antara edge–cloud, tapi di sini ada cloud juga).

e)

Edge computing (pemrosesan lokal di broker/gateway untuk respons cepat) sekaligus cloud computing (analisis mendalam terpusat secara periodik) – memanfaatkan kelebihan keduanya.

96.

Ratusan sensor IoT di area terpencil harus mengirim data melalui jaringan seluler yang kadang tidak stabil. Agar data tetap tersampaikan andal meskipun koneksi naik-turun, protokol manakah yang lebih sesuai digunakan?

a)

HTTP, karena protokol ini akan secara otomatis mencoba mengirim terus (HTTP tidak punya mekanisme QoS, request bisa timeout habis).

b)

UDP raw, karena tanpa overhead sehingga selalu lebih andal (UDP justru tidak andal, tidak ada ACK).

c)

MQTT, karena memiliki mekanisme queue dan Quality of Service (QoS) yang dapat menjamin pesan tersimpan dan dikirim ulang saat koneksi pulih.

d)

FTP, karena protokol ini dirancang untuk resume transfer (FTP untuk file besar, bukan streaming sensor).

e)

SMTP (email), karena dapat antre pengiriman (email tidak cocok untuk data sensor cepat).

97.

Jika sebuah perangkat sensor IoT sangat terbatas kemampuannya dan tidak dapat melakukan enkripsi kompleks, apa solusi yang dapat diambil untuk tetap mengamankan data yang dikirim perangkat tersebut?

a)

Mengganti semua sensor dengan komputer industri yang mahal (tidak efisien, sebaiknya pakai gateway).

b)

Menggunakan password sederhana pada data sebagai ganti enkripsi (tidak efektif, data tetap bisa dibaca).

c)

Mengirim data plaintext saja, nanti diamankan di cloud (data raw bisa disadap sebelum sampai cloud).

d)

Menggunakan gateway atau edge device yang lebih kuat di dekat sensor untuk menangani enkripsi komunikasi (misal gateway menerapkan TLS ke cloud atas nama sensor).

e)

Tidak usah mengirim data sama sekali demi keamanan (menggagalkan tujuan IoT).

98.

Sebuah perusahaan listrik ingin memanfaatkan IoT untuk memantau meteran listrik pelanggan secara jarak jauh dan otomatis (smart meter). Sistem ini melibatkan ribuan meter di berbagai lokasi mengirim data ke pusat setiap jam. Kombinasi teknologi manakah yang paling sesuai?

a)

Sensor analog biasa + pencatatan manual oleh petugas.

b)

Sensor smart meter + komunikasi LPWAN (misal NB-IoT atau LoRaWAN) untuk jangkauan luas + platform cloud untuk agregasi dan analisis data konsumsi listrik.

c)

Mengirim petugas ke tiap lokasi setiap jam (bukan IoT sama sekali).

d)

Penggunaan kamera CCTV untuk membaca angka meteran (bisa, tapi kurang efisien dibanding sensor digital).

e)

Sensor smart meter + Bluetooth + penyimpanan lokal tanpa koneksi.

99.

Platform simulasi IoT online yang memungkinkan perancangan dan pengujian rangkaian Arduino secara virtual (lengkap dengan sensor dan kode) adalah...

a)

Microsoft Paint.

b)

TinkerCAD (simulator sirkuit dan perangkat Arduino berbasis browser).

c)

Google Docs.

d)

Adobe Photoshop.

e)

Autodesk AutoCAD.

100.

Wokwi adalah platform yang digunakan untuk...

a)

Bahasa pemrograman khusus IoT.

b)

Mensimulasikan elektronik dan mikrokontroler (misal Arduino, ESP32) secara online, termasuk sensor dan komponen, tanpa perlu hardware fisik.

c)

Portal komunitas pengguna IoT.

d)

Menjual perangkat IoT secara daring.

e)

Sistem operasi untuk mikrokontroler.

101.

Platform IoT Blynk berguna untuk...

a)

Mengatur keamanan jaringan IoT secara otomatis.

b)

Mendesain model 3D perangkat IoT.

c)

Menghubungkan perangkat keras IoT dengan aplikasi smartphone sehingga pengguna dapat memonitor dan mengontrol perangkat dari jarak jauh, termasuk menyimpan dan visualisasi data sensor.

d)

Mensimulasikan rangkaian elektronik IoT secara offline.

e)

Merekam log data IoT ke dalam file CSV manual.

102.

ThingSpeak adalah layanan cloud IoT yang menyediakan...

a)

Bahasa pemrograman untuk mikrokontroler Arduino.

b)

Sarana untuk menerima data dari perangkat IoT (melalui HTTP), menyimpannya dalam cloud, serta menampilkan data tersebut dalam bentuk visual (dashboard).

c)

Jaringan seluler khusus untuk IoT.

d)

Toko online komponen IoT.

e)

Protokol komunikasi khusus antar sensor.