NEW
Font size
WorksheetsSoal Komunikasi Terapeutik
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Pasien laki-laki 45 tahun hari ke-1 pasca operasi laparotomi berteriak, memukul bed railing, dan berkata, "Dari tadi saya bilang sakit, tapi perawatnya lama sekali datang!" Respon komunikasi terapeutik paling tepat adalah:
"Bapak harus sabar, semua pasien juga merasakan nyeri."
"Nyeri seperti ini masih normal setelah operasi."
"Kalau Bapak terus marah, saya tidak bisa membantu."
"Saya lihat Bapak sangat kesakitan dan marah. Saya di sini sekarang untuk membantu mengatasi nyerinya."
"Nanti obat nyerinya juga akan bekerja sendiri."
Pasien perempuan 32 tahun di IGD menunggu lebih dari 2 jam dan berkata, "Saya diabaikan! Saya akan laporkan rumah sakit ini!" Respon perawat yang paling terapeutik adalah:
"Pasien di IGD ditangani sesuai tingkat kegawatannya."
"Kalau tidak darurat, memang harus menunggu lama."
"Ancaman seperti itu tidak akan mempercepat pelayanan."
"Semua pasien juga menunggu, Bu."
"Ibu tampak sangat kesal karena menunggu lama. Saya mohon maaf dan akan mengecek kembali antrian Ibu."
Pasien skizofrenia paranoid menuduh perawat ingin meracuninya dan mengepalkan tangan. Tindakan komunikasi terapeutik paling tepat adalah:
Meyakinkan pasien bahwa pikirannya salah
Menjelaskan kandungan obat secara rinci
Mengakui rasa takut pasien tanpa membenarkan waham
Mengatakan pasien harus patuh pada perintah dokter
Mengabaikan ucapan pasien dan meninggalkan ruangan
Kalimat berikut yang TIDAK BOLEH diucapkan perawat pada pasien dengan waham adalah:
"Saya melihat Bapak merasa takut sekarang."
"Saya tidak berniat menyakiti Bapak."
"Saya akan menjaga jarak agar Bapak merasa aman."
"Kita bisa bicara nanti saat Bapak lebih tenang."
"Itu hanya waham, Bapak mengada-ada."
Saat pemasangan infus, pasien menarik tangannya dan berkata, "Kok sakit sekali? Memang tidak bisa atau bagaimana?" Respon perawat yang paling tepat adalah:
"Pemasangan infus memang terasa sakit."
"Bapak jangan berlebihan."
"Kalau tidak sekarang, nanti lebih susah."
"Saya hentikan dulu, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kita lanjutkan jika Bapak sudah siap."
"Tenang saja, ini hanya sebentar."
Pasien mengeluh saat perawatan luka, menepis tangan perawat, dan meminta tindakan dihentikan. Prinsip komunikasi terapeutik yang harus diprioritaskan adalah:
Penyelesaian tindakan secepat mungkin
Kepatuhan pasien terhadap perawat
Efisiensi waktu pelayanan
Keselamatan dan kenyamanan pasien
Ketegasan perawat dalam bertindak
Pasien perempuan 65 tahun merasa malu karena tirai tidak ditutup saat ganti pakaian. Respon perawat yang paling tepat adalah:
"Di ruang ini memang bersama-sama."
"Saya akan cepat selesaikan saja."
"Ibu seharusnya maklum dengan kondisi rumah sakit."
"Nanti juga terbiasa, Bu."
"Mohon maaf, saya akan menutup tirainya agar Ibu lebih nyaman."
Pasien pasca operasi sering memanggil perawat malam hari, sulit tidur, dan tampak gelisah. Respon perawat yang paling terapeutik adalah:
Membatasi pasien memanggil perawat
Menyuruh pasien menyesuaikan diri
Mengabaikan selama tanda vital stabil
Memvalidasi perasaan pasien dan membantu kenyamanan tidur
Menjelaskan aturan jam istirahat
Pasien lansia dehidrasi ringan sering meminta minum dan cemas saat keluarga tidak ada. Respon perawat yang tidak terapeutik adalah:
Memberikan minum sesuai instruksi
Menemani pasien sebentar
Mengatur posisi duduk pasien
Menjelaskan kondisi dan lingkungan RS
"Bapak jangan sering memanggil, nanti juga terbiasa."
Tujuan utama komunikasi terapeutik dalam keperawatan adalah:
Menyelesaikan tindakan keperawatan
Menghindari komplain pasien
Membuat pasien patuh
Menjaga kewibawaan perawat
Membangun hubungan saling percaya dan menurunkan kecemasan pasien
Pasien laki-laki 50 tahun dengan nyeri kronis mengatakan, "Percuma saya bicara, perawat di sini tidak pernah benar-benar dengar." Pasien berbicara datar dan menghindari kontak mata. Respon komunikasi terapeutik paling tepat adalah:
"Bapak harus lebih terbuka supaya kami bisa membantu."
"Semua pasien juga mendapat perlakuan yang sama."
"Saya ingin mendengarkan Bapak sekarang. Hal apa yang paling mengganggu Bapak saat ini?"
"Bapak jangan berpikir negatif dulu."
"Kami sudah bekerja sesuai prosedur."
Pasien perempuan 27 tahun menangis sebelum tindakan pemasangan kateter dan berkata, "Saya takut dan malu." Respon perawat yang paling terapeutik adalah:
"Tenang saja, ini prosedur biasa."
"Ibu tidak perlu malu, kami profesional."
"Kalau tidak sekarang, nanti lebih sulit."
"Perasaan takut itu wajar. Saya akan jelaskan pelan-pelan dan menjaga privasi Ibu."
"Ibu harus kuat demi kesembuhan."
Pasien skizofrenia berkata, "Suara itu menyuruh saya melukai diri." Pasien tampak tegang. Respon komunikasi terapeutik paling tepat adalah:
"Itu hanya halusinasi, jangan dipikirkan."
"Apa yang suara itu katakan sekarang?"
"Suara itu tidak nyata."
"Bapak tidak boleh mendengarkan suara itu."
"Kalau Bapak tenang, suara itu akan hilang."
Pasien lansia berkata berulang kali, "Saya ingin pulang sekarang." Padahal kondisi belum stabil. Pendekatan komunikasi terapeutik paling tepat adalah:
Meyakinkan pasien untuk tetap dirawat
Mengalihkan pembicaraan
Mengabaikan permintaan pasien
Mengeksplorasi alasan pasien ingin pulang
Memberi nasihat panjang tentang risiko medis
Saat perawatan luka, pasien berkata dengan nada tinggi, "Kamu kasar sekali!" Respon perawat yang paling tepat secara terapeutik adalah:
"Saya tidak kasar, saya sudah sesuai SOP."
"Kalau tidak tahan, kita hentikan saja."
"Saya minta maaf Bapak merasa kesakitan. Kita hentikan sebentar dan atur ulang agar lebih nyaman."
"Luka memang harus dibersihkan meski sakit."
"Saya lakukan secepat mungkin."
Pasien di IGD mondar-mandir, gelisah, dan terus bertanya kapan diperiksa, tanda vital stabil. Respon komunikasi terapeutik paling tepat adalah:
Menyuruh pasien duduk dan menunggu
Menjelaskan sistem triase sambil memvalidasi kecemasan
Mengabaikan pasien karena tidak gawat
Menegur pasien agar tidak mondar-mandir
Meminta pasien kembali ke tempat duduk tanpa penjelasan
Pasien berkata, "Saya takut mati setelah operasi ini." Respon terapeutik yang PALING BENAR adalah:
"Jangan berpikir yang aneh-aneh."
"Operasi ini risikonya kecil."
"Semua orang pasti takut."
"Apa yang paling membuat Bapak takut tentang operasi ini?"
"Tenang saja, dokter sudah ahli."
Pasien berkata, "Perawat sebelumnya tidak ramah, saya tidak suka dirawat di sini." Respon perawat yang paling terapeutik adalah:
"Saya berbeda dengan perawat sebelumnya."
"Saya minta maaf Bapak merasa tidak nyaman. Bisa Bapak ceritakan apa yang membuat Bapak merasa seperti itu?"
"Kami semua bekerja keras di sini."
"Itu hanya perasaan Bapak saja."
"Yang penting sekarang saya yang bertugas."
Pasien hemodialisa berkata pelan, "Saya capek sekali." Respon perawat yang paling tepat adalah:
"Bapak harus kuat."
"Istirahat memang penting."
"Saya dengar Bapak sangat lelah. Saya akan bantu agar Bapak bisa istirahat lebih nyaman."
"Nanti juga terbiasa."
"Kondisi ini wajar."
Dalam komunikasi terapeutik, kalimat yang menunjukkan pemberdayaan pasien adalah:
"Ikuti saja instruksi saya."
"Saya tahu yang terbaik untuk Anda."
"Apa yang ingin Bapak lakukan sekarang?"
"Jangan banyak bertanya."
"Semua sudah diatur."
Anak laki-laki usia 4 tahun dirawat dan menangis saat perawat akan mengukur suhu tubuh. Anak memeluk ibunya dan menolak disentuh. Teknik komunikasi terapeutik paling tepat yang dilakukan perawat adalah:
Menjelaskan prosedur secara detail agar anak mengerti
Meminta ibu meninggalkan ruangan agar anak mandiri
Mengalihkan perhatian anak dengan permainan atau boneka
Menegur anak agar tidak menangis
Menunda tindakan tanpa penjelasan
Anak perempuan usia 7 tahun akan dilakukan pemasangan infus dan tampak takut, bertanya berulang kali apakah akan sakit. Pendekatan komunikasi terapeutik paling tepat adalah:
Menjawab singkat agar anak tidak semakin cemas
Memberikan penjelasan sederhana dan jujur sesuai usia anak
Meminta orang tua menjelaskan sendiri
Mengabaikan pertanyaan anak agar cepat selesai
Menakut-nakuti agar anak patuh
Anak laki-laki usia 10 tahun dirawat pasca operasi ringan. Anak tampak diam, menunduk, dan jarang berbicara saat perawat mengajak komunikasi. Teknik komunikasi terapeutik paling tepat adalah:
Memaksa anak menjawab pertanyaan perawat
Berbicara dengan nada dewasa agar anak merasa dihargai
Mengajak anak mengekspresikan perasaan melalui gambar atau cerita
Menganggap anak baik-baik saja karena tidak menangis
Fokus pada tindakan tanpa komunikasi
Pasien perempuan usia 75 tahun dirawat karena pneumonia ringan. Pasien sering bertanya hal yang sama, tampak cemas, dan mengatakan takut sendirian saat malam hari. Teknik komunikasi terapeutik paling tepat dilakukan perawat adalah:
Menjawab singkat agar pasien tidak terlalu bergantung
Mengabaikan pertanyaan berulang karena pasien pikun
Memberikan penjelasan dengan suara tenang, sederhana, dan mengulang bila perlu
Meminta keluarga terus berada di ruangan agar perawat tidak terganggu
Menegur pasien karena terlalu sering bertanya
Pasien laki-laki usia 80 tahun dengan penurunan pendengaran ringan tampak mudah tersinggung dan rewel saat diajak bicara oleh perawat. Pendekatan komunikasi terapeutik paling tepat adalah:
Berbicara lebih keras dengan nada tinggi agar terdengar jelas
Berbicara perlahan, jelas, dan menghadap langsung ke pasien
Menggunakan istilah medis agar pasien merasa dihargai
Membatasi komunikasi agar pasien tidak mudah marah
Menyerahkan komunikasi sepenuhnya kepada keluarga
Seorang pasien laki-laki usia 50 tahun dirawat di ICU dengan penurunan kesadaran ( GCS 7 ) dan menggunakan ventilator. Saat akan melakukan suction, tindakan komunikasi terapeutik paling tepat yang dilakukan perawat adalah:
Tidak perlu berbicara karena pasien tidak sadar
Menjelaskan tindakan secara singkat sebelum dilakukan
Berbicara kepada keluarga saja
Melakukan tindakan secepat mungkin tanpa komunikasi
Menunggu pasien sadar terlebih dahulu
Pasien perempuan usia 60 tahun tidak sadar akibat stroke dan dirawat di ICU. Keluarga bertanya apakah perlu tetap berbicara kepada pasien. Respon perawat paling tepat adalah:
Tidak perlu karena pasien tidak bisa mendengar
Hanya dokter yang boleh berbicara kepada pasien
Tetap berkomunikasi dengan pasien karena pendengaran kadang masih berfungsi
Berbicara hanya jika pasien membuka mata
Berbicara dapat memperburuk kondisi pasien
Saat melakukan perawatan kebersihan mulut pada pasien tidak sadar di ICU, perawat paling tepat melakukan komunikasi dengan cara:
Mengabaikan komunikasi agar fokus tindakan
Menjelaskan tindakan dan menyebutkan nama pasien
Berbicara keras agar pasien terbangun
Menunda komunikasi sampai pasien sadar
Hanya berkomunikasi dengan keluarga
Seorang pasien laki-laki usia 35 tahun datang ke IGD dengan luka robek di tangan akibat kecelakaan kerja. Pasien tampak cemas, berbicara cepat, dan terus bertanya apakah lukanya berbahaya. Tindakan komunikasi terapeutik paling tepat dilakukan perawat adalah:
Meminta pasien diam agar tindakan cepat selesai
Menjelaskan kondisi dan tindakan secara singkat dengan nada tenang
Mengabaikan pertanyaan pasien dan fokus pada tindakan
Menyuruh keluarga menenangkan pasien
Memberikan penjelasan panjang dan detail medis
Seorang pasien perempuan usia 28 tahun datang ke IGD dengan nyeri hebat akibat kolik ginjal. Pasien menangis dan berteriak kesakitan. Respon komunikasi terapeutik paling tepat oleh perawat adalah:
Menegur pasien agar tidak berteriak
Menenangkan pasien dan menyampaikan bahwa perawat akan segera membantu
Meminta pasien menahan nyeri sementara
Menunda komunikasi hingga pasien tenang
Menjelaskan prosedur secara rinci sebelum menenangkan pasien
