wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

QUIZ Pembekalan pkpa PKM

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Dispensing obat non-steril dalam praktik kefarmasian didefinisikan sebagai kegiatan …

a)

Produksi massal sediaan farmasi di industri

b)

Peracikan, penyiapan, dan penyerahan obat non-steril kepada pasien berdasarkan resep

c)

Pengujian mutu fisika dan kimia obat

d)

Distribusi obat dari PBF ke apotek

e)

Pengemasan obat untuk keperluan ekspor

2.

Tahap pertama yang harus dilakukan apoteker dalam proses dispensing obat non-steril setelah menerima resep adalah …

a)

Penimbangan bahan obat

b)

Penyerahan obat kepada pasien

c)

Skrining resep

d)

Pemberian etiket obat

e)

Peracikan sediaan

3.

Skrining resep meliputi aspek administratif, farmasetik, dan klinis. Contoh skrining farmasetik adalah …

a)

Kesesuaian indikasi dengan diagnosis

b)

Kelengkapan nama dan tanda tangan dokter

c)

Stabilitas dan kompatibilitas bahan obat

d)

Usia dan berat badan pasien

e)

Riwayat alergi pasien

4.

Contoh sediaan yang termasuk dalam obat non-steril adalah …

a)

Injeksi insulin

b)

Infus NaCl 0,9%

c)

Tetes mata

d)

Salep kulit

e)

Vaksin

5.

Alat yang paling tepat digunakan untuk menimbang bahan obat dengan ketelitian tinggi dalam peracikan non-steril adalah …

a)

Timbangan meja

b)

Timbangan gantung

c)

Timbangan analitik

d)

Gelas ukur

e)

Mortir dan stamper

6.

Tujuan utama penggunaan etiket pada obat hasil dispensing non-steril adalah …

a)

Memperindah kemasan obat

b)

Menunjukkan harga obat

c)

Memberikan informasi penggunaan obat kepada pasien

d)

Menggantikan penjelasan lisan apoteker

e)

Memenuhi persyaratan administrasi apotek

7.

Kesalahan dalam proses dispensing obat non-steril yang dapat menyebabkan medication error adalah …

a)

Penggunaan mortir porselen

b)

Skrining resep yang tidak optimal

c)

Penggunaan etiket berwarna

d)

Konseling pasien

e)

Pencatatan resep

8.

Pada peracikan sediaan serbuk bagi (pulveres), keseragaman bobot bertujuan untuk menjamin …

a)

Stabilitas kimia obat

b)

Keseragaman dosis obat

c)

Penampilan sediaan

d)

Kecepatan disolusi

e)

Daya simpan obat

9.

Informasi yang wajib disampaikan apoteker kepada pasien saat penyerahan obat non-steril adalah …

a)

Harga bahan baku obat

b)


Cara penggunaan, dosis, dan penyimpanan obat

c)


Proses peracikan obat

d)

Nama distributor obat

e)



Masa berlaku izin apotek

10.

Seorang apoteker menerima resep berikut:

R/
Paracetamol 250 mg
CTM 2 mg
m.f pulv dtd No. X

Langkah paling tepat yang harus dilakukan apoteker sebelum peracikan adalah …

a)

Langsung menimbang bahan obat

b)

Menghitung harga obat

c)

Melakukan skrining farmasetik dan klinis resep

d)

Menyiapkan etiket obat

e)

Melakukan pembagian serbuk

11.

Seorang pasien anak usia 3 tahun datang dengan resep sirup racikan non-steril. Apoteker menemukan bahwa dosis obat lebih tinggi dari dosis lazim untuk usia tersebut. Tindakan yang paling sesuai prinsip GDP adalah …

a)

Mengurangi dosis tanpa konfirmasi

b)

Tetap meracik sesuai resep

c)

Menghubungi dokter untuk klarifikasi

d)

Menolak resep dan menyuruh pasien kembali

e)

Menyerahkan obat dengan catatan khusus

12.

Dalam praktik dispensing, penggunaan sarung tangan dan pembersihan alat peracikan bertujuan utama untuk …

a)

Memenuhi standar estetika

b)

Mengurangi biaya operasional

c)

Mencegah kontaminasi dan menjamin mutu obat

d)

Mempercepat pelayanan

e)

Mengurangi limbah bahan obat

13.

Seorang pasien anak mendapatkan resep antibiotik dengan dosis melebihi dosis lazim. Berdasarkan skrining klinis, tindakan apoteker yang benar adalah …

a)

Mengganti obat dengan golongan lain

b)

Mengurangi dosis tanpa konfirmasi

c)

Menghubungi dokter untuk klarifikasi

d)

Tetap menyerahkan obat sesuai resep

e)

Menyerahkan obat dengan catatan khusus

14.

Pada tahap penyerahan obat, apoteker wajib memberikan informasi berikut, kecuali

a)

Cara penggunaan obat

b)

Dosis dan frekuensi pemakaian

c)

Efek samping utama obat

d)

Harga bahan baku obat

e)

Cara penyimpanan obat

15.

Contoh kesalahan yang termasuk dispensing error di apotek adalah …

a)

Dokter salah menuliskan dosis

b)

Pasien salah menggunakan obat

c)

Apoteker salah memberikan etiket

d)

Pasien lupa minum obat

e)

Dokter salah mendiagnosis

16.

Apoteker menemukan bahwa pasien tidak membawa resep saat ingin mendapatkan obat. Tindakan yang paling tepat adalah …

a)

Menyerahkan obat tanpa resep

b)

Menolak memberikan obat

c)

Memberikan obat dengan catatan

d)

Menawarkan obat generik

e)

Menghubungi dokter untuk konfirmasi

17.

Seorang pasien dewasa datang dengan resep obat yang sudah kadaluarsa. Tindakan yang paling sesuai adalah …

a)

Memberikan obat dengan catatan khusus

b)

Menolak memberikan obat

c)

Menghubungi dokter untuk resep baru

d)

Menawarkan alternatif obat

e)

Menyerahkan obat sesuai resep

18.

Berapa jumlah puyer yang harus diracik dalam resep tersebut

a)

10

b)

20

c)

5

d)

15

19.

Berapa jumlah sanmol yang diambil

a)

10 tab

b)

2,4 tab

c)

24 tab

d)

12 tab

20.

berapa jumlah CTM yag diambil

a)

10 tab

b)

2 tab

c)

4 tab

d)

5 tab