wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Page 1

Total questions: 150

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

Kompetensi dasar topik ini menekankan penerapan prinsip pewarisan sifat berdasarkan hukum siapa?

a)

Hukum Darwin tentang seleksi

b)

Hukum Mendel pada makhluk hidup

c)

Hukum Lamarck tentang adaptasi

d)

Hukum Hardy–Weinberg populasi

2.

Istilah yang merujuk pada uji silang dengan individu homozigot resesif untuk mengetahui genotip disebut apa?

a)

Resiprok sebagai silang balik

b)

Outcross pada populasi liar

c)

Testcross dalam analisis genotip

d)

Backcross untuk stabilisasi sifat

3.

Hukum Mendel I secara umum menjelaskan prinsip apa dalam pewarisan sifat?

a)

Dominansi tidak sempurna pada fenotip

b)

Interaksi epistatik antar gen

c)

Asortimen bebas pada dua gen

d)

Segregasi alel saat pembentukan gamet

4.

Hukum Mendel II berkaitan dengan konsep apa?

a)

Asortimen bebas dua karakter

b)

Segregasi satu alel tunggal

c)

Polimeri gen menambah efek

d)

Kodomainan dua alel setara

5.

Menentukan jumlah macam gamet dari genotip parental terutama menggunakan prosedur apa?

a)

Menilai interaksi epistasis gen

b)

Menguji silang resiprok dua arah

c)

Mengukur frekuensi fenotip F2

d)

Menghitung kombinasi alel per lokus

6.

Backcross berbeda dari testcross karena tujuan utamanya adalah apa?

a)

Mengembalikan sifat ke induk

b)

Menguji hipotesis epistasis

c)

Menentukan genotip tersembunyi

d)

Menghasilkan asortimen bebas

7.

Kodomainan ditandai oleh apa pada individu heterozigot?

a)

Kedua alel diekspresikan bersama

b)

Satu alel menutupi alel lain

c)

Fenotip berada di tengah-tengah

d)

Alel mematikan mengurangi viabilitas

8.

Dominansi tidak sempurna menghasilkan fenotip seperti apa pada keturunan heterozigot?

a)

Campuran penuh kedua fenotip lengkap

b)

Sama persis dengan homozigot dominan

c)

Menengah antara kedua homozigot

d)

Tidak terkait genotip kedua induk

9.

Epistasis–hipostasis menggambarkan hubungan apa antar gen?

a)

Gen memunculkan sifat kuno atavisme

b)

Kedua gen menambah efek polimeri

c)

Satu gen menutupi ekspresi gen lain

d)

Alel ganda muncul bersamaan

10.

Dalam perhitungan rasio fenotip F2 pada dua sifat bebas, rasio klasik yang diharapkan adalah berapa?

a)

3:1 pada monohibrid tunggal

b)

9:3:3:1 pada dihibrid bebas

c)

12:3:1 pada epistasis dominan

d)

1:2:1 pada gen kodominan

11.

Siapa tokoh yang dianggap berjasa besar dalam mengembangkan prinsip dasar genetika modern dan dijuluki Bapak Genetika?

a)

Gregor John Mendel, biarawan Austria

b)

Charles Darwin, naturalis Inggris

c)

Thomas Hunt Morgan, ahli Drosophila

d)

Francis Crick, ahli biologi molekuler

12.

Istilah parental pada persilangan genetika merujuk pada

a)

keturunan pertama yang dihasilkan

b)

pasangan alel pada satu gen

c)

orang tua atau tetua pasangan

d)

susunan genetik individu

13.

Gamet dalam konteks pewarisan sifat didefinisikan sebagai

a)

sel kelamin jantan dan betina

b)

pasangan alel alternatif

c)

fenotip yang teramati

d)

unit gen yang dominan

14.

Istilah F1, F2, dan F3 masing-masing merujuk pada

a)

tipe fenotip struktural organisme

b)

generasi filial hasil perkawinan

c)

jenis alel dominan dan resesif

d)

urutan lokus pada kromosom

15.

Gen dalam materi ini dijelaskan sebagai

a)

sifat yang selalu muncul di keturunan

b)

susunan genetik seluruh individu

c)

pasangan alel dengan variasi alternatif

d)

faktor pembawa sifat berupa DNA

16.

Alel menggambarkan

a)

lokus yang berdekatan pada kromosom

b)

kumpulan genotip seluruh populasi

c)

tingkat ekspresi fenotip dalam lingkungan

d)

pasangan gen yang menunjukkan sifat alternatif

17.

Sifat dominan adalah sifat yang

a)

muncul jika alel resesif berpasangan

b)

selalu muncul pada keturunan dan mengalahkan alel pasangannya

c)

tidak selalu muncul kecuali homozigot

d)

hanya terlihat pada kondisi lingkungan tertentu

18.

Sifat resesif akan tampak pada fenotip jika

a)

tidak ada alel dominan dalam genotip

b)

berpasangan dengan alel dominan

c)

terjadi mutasi pada kedua alel

d)

lingkungan memicu ekspresi sifat

19.

Genotip diartikan sebagai

a)

ciri-ciri yang teramati secara fenotipik

b)

tingkat dominansi dalam ekspresi sifat

c)

susunan genetik suatu sifat pada individu

d)

pasangan alel yang identik atau berbeda

20.

Fenotip adalah

a)

susunan genetik yang mendasari sifat

b)

unit faktor pewarisan pada DNA

c)

sifat yang muncul atau dapat diamati pada organisme

d)

pasangan alel dominan dan resesif

21.

Homozigot merujuk pada kondisi ketika

a)

alel berada pada lokus berbeda

b)

alel menunjukkan sifat alternatif

c)

satu alel dominan dan satu resesif

d)

pasangan alel gen sama, dominan atau resesif

22.

Heterozigot terjadi bila

a)

alel tidak mempengaruhi fenotip apapun

b)

sepasang alel identik keduanya resesif

c)

sepasang alel identik keduanya dominan

d)

sepasang alel berbeda, satu dominan satu resesif

23.

Istilah karakter digunakan untuk

a)

menjelaskan sifat yang dapat diturunkan seperti warna bunga

b)

menamai lokasi gen pada kromosom tertentu

c)

mengelompokkan alel berdasarkan dominansi

d)

mengukur tingkat ekspresi gen secara kuantitatif

24.

Apa yang dinyatakan oleh Hukum Mendel I (hukum segregasi) tentang perilaku alel saat meiosis?

a)

Alel pasangan berpisah bebas pada anafase meiosis

b)

Alel bergabung kembali saat pembentukan zigot

c)

Alel dominan selalu tetap pada kromosom yang sama

d)

Alel resesif hilang selama pembelahan meiosis

25.

Pada akhir meiosis, berapa banyak alel untuk suatu gen yang dimiliki setiap gamet?

a)

Satu alel untuk tiap gen

b)

Dua alel untuk tiap gen

c)

Tiga alel untuk tiap gen

d)

Jumlah alel bergantung pada dominansi

26.

Perkawinan monohibrid yang dikaji Mendel fokus pada...

a)

Dua sifat sekaligus pada satu individu

b)

Satu sifat pada dua spesies berbeda

c)

Banyak sifat pada populasi berbeda

d)

Satu sifat beda pada dua individu sejenis

27.

Dalam percobaan kacang kapri, sifat batang tinggi (T) terhadap batang pendek (t) bersifat...

a)

Dominan terhadap pendek

b)

Kodominan dengan pendek

c)

Resesif terhadap pendek

d)

Intermediet terhadap pendek

28.

Jika induk P1 adalah ♀ tt dan ♂ TT, seperti pada skema, bagaimana genotipe semua F1?

a)

Semua Tt heterozigot

b)

Semua TT homozigot

c)

Semua tt homozigot

d)

Campuran TT dan tt

29.

Ketika sesama F1 (Tt × Tt) dikawinkan, rasio fenotip F2 yang dihasilkan untuk tinggi:pendek adalah...

a)

Tinggi : pendek = 1 : 3

b)

Tinggi : pendek = 2 : 1

c)

Tinggi : pendek = 1 : 1

d)

Tinggi : pendek = 3 : 1

30.

Jika suatu tanaman F2 berfenotip pendek, genotipenya mesti...

a)

TT atau Tt tidak dibedakan

b)

Tt heterozigot dominan

c)

tt homozigot resesif

d)

TT homozigot dominan

31.

Manakah pernyataan yang paling tepat menjelaskan asal rasio 3:1 pada fenotip F2 tinggi:pendek?

a)

Dua alel T dan t segregasi saat gamet terbentuk

b)

Alel T menggandakan diri lebih sering dari alel t

c)

Gen tinggi berada pada kromosom berbeda dengan gen pendek

d)

Lingkungan menyebabkan tiga tanaman tumbuh lebih tinggi

32.

Pada persilangan monohibrid batang tinggi (TT) dengan batang pendek (tt), genotip keturunan F1 adalah apa?

a)

Semua homozigot TT

b)

Semua heterozigot Tt

c)

Setengah TT setengah tt

d)

Semua homozigot tt

33.

Dalam pembentukan gamet individu heterozigot Tt, jenis gamet yang dihasilkan adalah apa?

a)

Gamet T dan gamet t

b)

Hanya gamet T saja

c)

Hanya gamet t saja

d)

Tidak menghasilkan gamet

34.

Rasio genotip F2 dari persilangan Tt × Tt adalah berapa?

a)

1 TT : 2 Tt : 1 tt

b)

3 TT : 1 Tt : 0 tt

c)

1 TT : 1 Tt : 2 tt

d)

2 TT : 1 Tt : 1 tt

35.

Rasio fenotip F2 dari persilangan Tt × Tt untuk sifat tinggi-pendek adalah berapa?

a)

4 tinggi : 0 pendek

b)

2 tinggi : 2 pendek

c)

1 tinggi : 3 pendek

d)

3 tinggi : 1 pendek

36.

Pernyataan yang tepat tentang dominansi pada contoh batang tinggi adalah apa?

a)

Alel T dominan terhadap alel t

b)

Dominansi berubah pada F2

c)

Alel t dominan terhadap alel T

d)

Tidak ada alel yang dominan

37.

Saat F1 heterozigot Tt dikawinkan sesamanya, berapa macam gamet yang dibentuk masing-masing induk?

a)

Satu macam gamet

b)

Tiga macam gamet

c)

Dua macam gamet

d)

Empat macam gamet

38.

Hukum Mendel II (Hukum Asortasi) menyatakan apa mengenai pasangan sifat?

a)

Tidak dapat berpasangan bersama

b)

Selalu bergantung satu sama lain

c)

Hanya berpasangan pada satu sifat

d)

Berpasangan secara bebas satu sama lain

39.

Konsekuensi hukum asortasi pada perkawinan dengan dua sifat adalah apa?

a)

Penurunan kedua sifat berlangsung independen

b)

Satu sifat menentukan sifat lainnya

c)

Tidak terjadi pemisahan alel

d)

Kedua sifat selalu muncul bersama

40.

Pada persilangan F2 dari F1 Tt × Tt, berapa probabilitas mendapatkan keturunan fenotip pendek?

a)

0 persen dari seluruh keturunan

b)

50 persen dari seluruh keturunan

c)

75 persen dari seluruh keturunan

d)

25 persen dari seluruh keturunan

41.

Dalam konteks hukum asortasi, alel untuk satu sifat terhadap alel sifat lain bersifat bagaimana?

a)

Tidak saling mempengaruhi saat berpasangan

b)

Selalu menekan alel sifat lain

c)

Saling bergabung membentuk satu gen

d)

Menentukan urutan gen lain

42.

Pada persilangan BBKK dengan bbkk, genotipe semua individu F1 adalah apa?

a)

bbkk semuanya sama

b)

BBKK beragam

c)

BbKk semuanya sama

d)

BbKK campuran

43.

Dari persilangan F1 sesama (BbKk × BbKk), rasio fenotip F2 untuk bulat kuning : bulat hijau : keriput kuning : keriput hijau adalah apa?

a)

1 : 2 : 1 : 2

b)

4 : 2 : 2 : 4

c)

9 : 3 : 3 : 1

d)

3 : 9 : 1 : 3

44.

Jika alel B dominan untuk bentuk bulat dan b resesif keriput, K dominan kuning dan k resesif hijau, fenotip dari genotipe Bbkk adalah apa?

a)

Keriput kuning

b)

Keriput hijau

c)

Bulat hijau

d)

Bulat kuning

45.

Berapa rasio genotip F2 yang ditunjukkan: BBKK : BBKk : BbKK : BBkk : BbKk : bbKK : Bbkk : bbKk : bbkk?

a)

1 : 2 : 2 : 1 : 4 : 1 : 2 : 2 : 1

b)

9 : 3 : 3 : 1 : 0 : 0 : 0 : 0 : 0

c)

1 : 3 : 3 : 1 : 4 : 2 : 2 : 2 : 1

d)

2 : 2 : 1 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 1

46.

Hukum Mendel II menyatakan apa tentang pemisahan alel pada dihibid?

a)

Alel selalu ikut bersama

b)

Dominansi penuh selalu terjadi

c)

Mutasi terjadi setiap generasi

d)

Asortasi bebas dua gen

47.

Gametes yang mungkin dari individu BbKk adalah apa?

a)

bk dan kk saja

b)

BK, Bk, bK, bk

c)

BB, kk, BK, bb

d)

BK saja semua

48.

Dalam skema, P1 BBKK disilangkan dengan bbkk. Gamet yang dihasilkan dari BBKK dan bbkk masing-masing adalah apa?

a)

BB dan kk

b)

BK dan bk

c)

BK dan KK

d)

Bk dan bK

49.

Jika dua individu BbKk disilangkan, probabilitas mendapatkan keturunan bulat hijau adalah berapa?

a)

1/16 dari total

b)

6/16 dari total

c)

9/16 dari total

d)

3/16 dari total

50.

Pada persilangan dihibird dengan sifat biji bulat (B) dominan terhadap keriput (b) dan warna biji kuning (K) dominan terhadap hijau (k), genotip induk BBKK disilangkan dengan bbkk. Genotip F1 yang terbentuk adalah apa?

a)

bbKk pada seluruh keturunan

b)

BbKk pada seluruh keturunan

c)

BBKK pada seluruh keturunan

d)

Bbkk pada seluruh keturunan

51.

Menurut Hukum Mendel I, saat pembentukan gamet dari alel Kk, bagaimana pemisahan alel terjadi?

a)

k selalu resesif sehingga hanya gamet k

b)

K selalu dominan sehingga hanya gamet K

c)

K tetap bersama k membentuk gamet Kk

d)

K dan k berpisah menjadi gamet K dan gamet k

52.

Menurut Hukum Mendel II, pada individu BbKk, kombinasi gamet yang mungkin adalah apa?

a)

Hanya BK dan bk

b)

BK saja karena dominansi

c)

Hanya Bk dan bK

d)

BK, Bk, bK, bk

53.

Jika dua individu F1 dengan genotip BbKk kawin sesama, pasangan alel yang mengelompok bebas antara B/b dan K/k akan membentuk kombinasi berikut. Pilih pernyataan yang benar.

a)

B dengan K membentuk bk; b dengan k membentuk BK

b)

B dengan k membentuk BK; b dengan K membentuk bk

c)

B dengan K membentuk BK; b dengan k membentuk bk

d)

B selalu dengan B; k selalu dengan k

54.

Pada persilangan BbKk × BbKk, rasio genotip F2 BBKK:BBKk:BbKK:BbKk:bbKK:bbKk:BBkk:Bbkk:bbkk dilaporkan 1:2:2:4:1:2:2:2:1. Makna rasio ini menunjukkan apa?

a)

Frekuensi kombinasi genotip sembilan kotak Punnett

b)

Rasio fenotip dominan terhadap resesif tunggal

c)

Urutan generasi dari P ke F2

d)

Jumlah gamet yang dihasilkan tiap induk

55.

Rasio fenotip biji pada F2 dari BbKk × BbKk adalah bulat kuning : bulat hijau : keriput kuning : keriput hijau = 9:3:3:1. Penyebab utama rasio 9:3:3:1 adalah apa?

a)

Epistasis resesif mengubah rasio menjadi 9:7

b)

Kodominansi kedua gen dan pautan erat

c)

Asortasi bebas dua gen dan dominansi lengkap

d)

Mutasi genetik acak pada F2

56.

Testcross didefinisikan sebagai perkawinan individu berfenotip dominan yang genotipnya tidak diketahui dengan individu sejenis yang ber-genotip apa?

a)

Intermediet kodominan

b)

Homozigot dominan

c)

Heterozigot dominan

d)

Homozigot resesif

57.

Tujuan testcross untuk menguji apakah individu dominan adalah homozigot atau heterozigot. Jika seluruh keturunan menunjukkan fenotip sama 100%, kesimpulan yang tepat adalah apa?

a)

Terjadi mutasi pada gen resesif

b)

Induk dominan adalah homozigot

c)

Induk dominan adalah heterozigot

d)

Terjadi pautan gen kuat

58.

Dalam testcross, jika keturunan menunjukkan fenotip beragam, kesimpulan genotip induk dominan paling mungkin adalah apa?

a)

Heterozigot

b)

Poliploid

c)

Homozigot

d)

Hemizigot

59.

Backcross berbeda dari testcross karena apa?

a)

Backcross mengawinkan keturunan dengan salah satu induknya

b)

Backcross menghasilkan rasio 9:3:3:1

c)

Backcross selalu menggunakan induk homozigot resesif

d)

Backcross hanya untuk sifat resesif terkait seks

60.

Dalam uji testcross, alel H bersifat dominan terhadap alel h. Jika betina HH disilangkan dengan jantan hh, bagaimana fenotipe seluruh F1?

a)

Semua putih resesif

b)

Tiga perempat hitam

c)

Semua abu-abu intermediet

d)

Separuh hitam separuh putih

e)

Semua hitam dominan

61.

Pada persilangan betina Hh dengan jantan hh, berapa rasio genotipe F1 yang diharapkan?

a)

hh:HH = 1:3

b)

HH:hh = 3:1

c)

HH:Hh = 1:1

d)

Hh:HH = 3:1

e)

Hh:hh = 1:1

62.

Mengapa betina HH pada testcross menghasilkan hanya satu macam gamet?

a)

Karena heterozigot tidak stabil

b)

Karena homozigot dominan

c)

Karena dominansi tidak lengkap

d)

Karena terjadi penyilangan balik

e)

Karena mutasi gen spontan

63.

Jika hasil testcross menunjukkan keturunan 50% hitam dan 50% putih, genotipe tetua betina paling mungkin adalah?

a)

HH dengan epistasis

b)

Hh dengan kodominansi

c)

HH homozigot

d)

Hh heterozigot

e)

hh homozigot

64.

Tujuan utama backcross adalah untuk?

a)

Menghasilkan fenotipe intermediet

b)

Menguji linkage gen

c)

Meningkatkan heterozigositas

d)

Mendeteksi mutasi baru

e)

Mengembalikan galur murni

65.

Dalam backcross, individu F1 disilangkan dengan tetua bergalur murni. Apa hasil yang diharapkan bila F1 Yy disilangkan dengan tetua yy?

a)

Rasio fenotipe 1:1

b)

Semua resesif murni

c)

Semua dominan sama

d)

Rasio fenotipe 2:1

e)

Rasio genotipe 3:1

66.

Pada testcross betina Hh × jantan hh, berapa macam gamet yang dihasilkan betina?

a)

Tiga macam H, h, hh

b)

Empat macam dengan rekombinan

c)

Tidak menghasilkan gamet

d)

Satu macam H saja

e)

Dua macam H dan h

67.

Pernyataan mana yang benar tentang alel resesif h pada konteks ini?

a)

Tidak pernah diwariskan

b)

Selalu dominan pada Hh

c)

Hanya muncul karena mutasi

d)

Menampakkan fenotipe pada hh

e)

Menyebabkan letal pada F1

68.

Jika seekor marmot berambut hitam memiliki genotipe tidak diketahui, testcross dengan hh dilakukan. Hasil semua anak hitam. Kesimpulan paling tepat?

a)

Dominansi tidak lengkap

b)

Gen H tidak segregasi

c)

Terjadi epistasis warna

d)

Induk hitam bergentipe Hh

e)

Induk hitam bergentipe HH

69.

Pada backcross untuk memperoleh homozigot dominan, individu F1 Yy harus disilangkan dengan tetua apa?

a)

YY homozigot

b)

HH homozigot

c)

hh homozigot

d)

yy homozigot

e)

Yy heterozigot

70.

Pada perkawinan resiprok, apa yang dipertukarkan antara induk jantan dan betina?

a)

Genotip keseluruhan individu

b)

Jumlah alel heterozigot bebas

c)

Sifat fenotip jenis kelaminnya

d)

Kromosom autosom dominan

71.

Pernyataan manakah yang benar tentang pengaruh perkawinan resiprok terhadap rasio hasil jika gen tidak tertaut pada kromosom seks?

a)

Rasio hasil mengikuti pola interaksi epistasis

b)

Rasio hasil bergantung pada induk jantan

c)

Rasio hasil tidak terpengaruh

d)

Rasio hasil selalu berubah signifikan

72.

Contoh perkawinan resiprok pada monohibrid ercis yang diberikan adalah antara tanaman betina berbiji kuning dengan jantan berbiji hijau. Pasangan resiprok yang setara adalah:

a)

Betina hijau × jantan hijau

b)

Betina kuning × jantan kuning

c)

Betina kuning × jantan ungu

d)

Betina hijau × jantan kuning

73.

Rumus untuk menghitung jumlah macam gamet yang dihasilkan individu dengan n pasang alel heterozigot bebas adalah:

a)

2^n untuk alel heterozigot

b)

n! untuk kombinasi alel

c)

2n untuk gen tertaut

d)

n² untuk semua gen

74.

Langkah pertama dalam membuat diagram anak garpu untuk menentukan macam gamet adalah:

a)

Menuliskan alel heterozigot terpisah

b)

Menentukan epistasis dominan

c)

Menambahkan rasio fenotip akhir

d)

Menghubungkan alel homozigot bercabang

75.

Pada diagram anak garpu, garis penghubung untuk alel heterozigot dibuat bercabang, sedangkan alel homozigot dibuat:

a)

Menyilang dua cabang

b)

Berulang dengan loop

c)

Lurus tanpa cabang

d)

Bercabang tiga tingkat

76.

Individu AaBb memiliki dua pasang alel heterozigot. Berapa jumlah macam gamet yang dapat dihasilkan?

a)

8 macam gamet

b)

4 macam gamet

c)

3 macam gamet

d)

2 macam gamet

77.

Macam gamet yang dihasilkan oleh individu AaBb menurut contoh adalah:

a)

AB, AA, BB, bb

b)

AB, Ab, aB, ab

c)

Aa, Bb, AA, BB

d)

AA, BB, ab, bb

78.

Jika sebuah individu memiliki tiga pasang alel heterozigot bebas (AaBbCc), berapa jumlah macam gamet yang dihasilkan menurut rumus yang diberikan?

a)

6 macam gamet

b)

8 macam gamet

c)

2 macam gamet

d)

4 macam gamet

79.

Pernyataan manakah yang paling tepat tentang tujuan penggunaan diagram anak garpu dalam penentuan gamet?

a)

Memprediksi terjadinya mutasi spontan

b)

Menentukan urutan gen pada kromosom seks

c)

Memvisualisasi pemisahan alel saat pembentukan gamet

d)

Menghitung rasio fenotip F2 secara langsung

80.

Individu dengan genotip AABbCCDd membentuk jenis gamet apa saja sesuai diagram percabangan?

a)

ABCD, ABCd, AbCD, AbCd

b)

ABCD, ABCd, AbCd, aBCd

c)

ABcD, AbcD, aBcD, abcD

d)

ABCD, AbcD, aBCD, abCD

81.

Pada persilangan ercis BbKk × BbKk, sifat dominan yang diuji adalah apa?

a)

Bulat dan hijau

b)

Keriput dan hijau

c)

Bulat dan kuning

d)

Keriput dan kuning

82.

Langkah pertama dalam metode diagram anak garpu untuk menghitung fenotip F1 adalah apa?

a)

Menentukan jenis gamet terlebih dulu

b)

Menghitung total genotip lengkap

c)

Mengalikan koefisien akhir

d)

Memasangkan alel yang sejenis

83.

Menurut data, jumlah pasangan alel yang sama untuk lokus B pada BbKk × BbKk adalah berapa?

a)

BB:2, Bb:1, bb:1

b)

BB:0, Bb:3, bb:1

c)

BB:1, Bb:1, bb:2

d)

BB:1, Bb:2, bb:1

84.

Menurut data, jumlah pasangan alel yang sama untuk lokus K pada BbKk × BbKk adalah berapa?

a)

KK:0, Kk:3, kk:1

b)

KK:1, Kk:1, kk:2

c)

KK:2, Kk:1, kk:1

d)

KK:1, Kk:2, kk:1

85.

Jika langkah 3 menggabungkan pasangan alel antar-lokus, kombinasi 1KK dengan 1BB menghasilkan fenotip apa?

a)

BBKK, bulat kuning

b)

BbKK, bulat kuning

c)

BBKk, bulat kuning

d)

BBkk, bulat keriput

86.

Pada penggabungan, 2Kk dengan 1BB menghasilkan apa menurut skema?

a)

2 BBKk, bulat kuning

b)

2 BbKk, bulat kuning

c)

2 BBkk, bulat keriput

d)

2 bbKk, keriput kuning

87.

Pada penggabungan, 1kk dengan 1BB menghasilkan apa menurut skema?

a)

1 BBKk, bulat kuning

b)

1 bbkk, keriput hijau

c)

1 Bbkk, bulat keriput

d)

1 BBkk, bulat keriput

88.

Konsep yang memungkinkan penghitungan fenotip tanpa menentukan jenis gamet disebut apa?

a)

Uji silang balik

b)

Hukum pemisahan alel

c)

Tabel Punnett besar

d)

Diagram anak garpu

89.

Pada genotip AABbCCDd, pasangan alel heterozigot terdapat pada lokus mana saja?

a)

B dan D

b)

A dan D

c)

A dan C

d)

B dan C

90.

Dalam persilangan dihibrid dengan sifat bulat–keriput dan kuning–hijau, rasio fenotipe F2 yang diperoleh adalah

a)

9:3:3:1 empat kelompok fenotipe

b)

12:3:1 tiga kelompok fenotipe

c)

15:1 dua kelompok fenotipe

d)

9:7 dua kelompok fenotipe

91.

Koefisien fenotipe 'bulat kuning' pada skema dihibrid di halaman ini dihitung dari penjumlahan

a)

1+2+2+4 total sembilan

b)

1+2+4 total tujuh

c)

2+2+4 total delapan

d)

1+4+4 total sembilan

92.

Jika 'bulat hijau' berkoefisien 3 dan 'keriput hijau' berkoefisien 1, maka rasio lengkap fenotipe adalah

a)

bulat kuning : keriput kuning : bulat hijau : keriput hijau = 9:3:1:3

b)

bulat kuning : bulat hijau : keriput kuning : keriput hijau = 9:1:3:3

c)

bulat kuning : bulat hijau : keriput kuning : keriput hijau = 9:3:3:1

d)

bulat kuning : bulat hijau : keriput kuning : keriput hijau = 3:9:3:1

93.

Pada tabel korelasi jumlah sifat beda n dengan jumlah macam genotipe F2, rumus umum yang digunakan adalah

a)

4^n untuk genotipe F2

b)

2^n untuk genotipe F2

c)

3^n untuk genotipe F2

d)

n^3 untuk genotipe F2

94.

Menurut tabel, kemungkinan jumlah fenotipe F2 untuk n sifat adalah

a)

2^n untuk fenotipe F2

b)

3^n untuk fenotipe F2

c)

4^n untuk fenotipe F2

d)

n^2 untuk fenotipe F2

95.

Jumlah perbandingan F2 (banyak rasio individu dalam skala penuh) untuk n sifat pada tabel adalah

a)

4n4^n nilai skala perbandingan

b)

2n2^n nilai skala perbandingan

c)

3n3^n nilai skala perbandingan

d)

n! nilai skala perbandingan

96.

Dalam contoh AABBccDD × aabbCCdd, jumlah sifat beda yang disilangkan adalah

a)

3 karena satu lokus sama alelnya

b)

4 karena ada empat lokus berbeda

c)

5 karena termasuk epistasis kompleks

d)

2 karena dua lokus homozigot

97.

Berdasarkan contoh tersebut, jumlah macam genotipe F2 yang dihasilkan adalah

a)

343^4 = 81 kombinasi genotipe

b)

242^4 = 16 kombinasi genotipe

c)

333^3 = 27 kombinasi genotipe

d)

444^4 = 256 kombinasi genotipe

98.

Masih dari contoh yang sama, jumlah macam fenotipe F2 yang diharapkan adalah

a)

343^4 = 81 macam fenotipe

b)

242^4 = 16 macam fenotipe

c)

232^3 = 8 macam fenotipe

d)

444^4 = 256 macam fenotipe

99.

Bagian 'Penyimpangan Semu Hukum Mendel' menyatakan bahwa pada dihibird, selain rasio umum 9:3:3:1, peneliti kadang memperoleh perbandingan lain. Contoh rasio yang disebutkan adalah

a)

16:1, 1:16, 8:8, 10:6

b)

9:3:4, 9:7, 12:3:1, 9:6:1

c)

3:1, 1:2:1, 1:1, 2:1

d)

7:1, 5:3, 4:4, 2:2

100.

Pada kasus warna rambut sapi shorthorn dengan alel CRC^R dan CWC^W , genotip CRCRC^R C^R akan menghasilkan fenotip apa?

a)

hitam akibat alel lain

b)

merah muda hasil campuran

c)

putih tanpa pigmen merah

d)

roan dengan bercak putih merata

e)

merah terang tanpa bercak putih

101.

Istilah roan pada sapi shorthorn merujuk pada...

a)

putih polos tanpa pigmen merah

b)

coklat kemerahan bercampur percikan putih

c)

hitam pekat akibat epistasis

d)

abu-abu karena mutasi spontan

e)

merah murni tanpa variasi warna

102.

Rasio fenotip F1 dari persilangan CRCWC^R C^W × CRCWC^R C^W pada sapi shorthorn adalah...

a)

1 merah : 2 roan : 1 putih

b)

3 merah : 1 putih : 0 roan

c)

1 roan : 2 merah : 1 putih

d)

2 putih : 1 merah : 1 roan

e)

1 merah : 1 putih : 2 roan

103.

Perbedaan utama kodominan dengan dominansi tidak sempurna adalah...

a)

fenotip heterozigot tidak menunjukkan kedua alel

b)

fenotip heterozigot identik dengan homozigot resesif

c)

fenotip heterozigot selalu letal pada F1

d)

fenotip heterozigot mengekspresikan alel dominan penuh

e)

fenotip heterozigot mengekspresikan kedua alel

104.

Pada bunga snapdragon, persilangan merah × putih menghasilkan F1 dengan warna...

a)

merah muda pada semua individu

b)

putih polos pada seluruh individu

c)

merah pekat pada setengah individu

d)

ungu tua akibat epistasis

e)

roan mirip pola bercak sapi

105.

Fenomena di mana alel dominan tidak sepenuhnya menutupi alel resesif disebut...

a)

dominansi tidak sempurna

b)

kodominan penuh

c)

resesif letal

d)

epistasis dominan

e)

penetransi lengkap

106.

Rasio fenotip pada F2 hasil menyilangkan sesama F1 merah muda snapdragon adalah...

a)

1 merah : 1 putih : 2 merah

b)

2 merah muda : 1 merah : 1 putih

c)

3 merah : 1 putih : 0 merah muda

d)

1 putih : 2 merah : 1 merah muda

e)

1 merah : 2 merah muda : 1 putih

107.

Pernyataan yang benar tentang alel kodominan adalah...

a)

selalu menyebabkan rasio 3:1 di F2

b)

ditulis selalu dengan huruf kecil yang sama

c)

menghasilkan fenotip identik dengan homozigot

d)

ditulis dengan simbol dasar huruf kapital berbeda

e)

tidak dapat muncul pada heterozigot sama sekali

108.

Jika genotip C^W C^W pada sapi shorthorn, fenotip yang muncul adalah...

a)

roan campuran merah putih

b)

merah muda homogen

c)

coklat tua akibat dominansi penuh

d)

merah pekat bercak putih

e)

putih tanpa pigmen merah

109.

Alasan penyimpangan semu hukum Mendel dapat terjadi adalah karena...

a)

interaksi antar alel dan interaksi genetik

b)

pengaruh lingkungan semata

c)

kesalahan perhitungan rasio klasik

d)

mutasi acak tanpa gen lain

e)

dominansi penuh di semua lokus

110.

Pada persilangan bunga snapdragon merah (MM) dengan putih (mm), F1 berfenotip merah muda. Apa istilah untuk fenomena ini?

a)

Dominansi penuh tanpa heterozigot

b)

Intermediet karena heterozigot

c)

Kodominansi dengan dua warna

d)

Epistasis menutupi alel lain

111.

Jika dua bunga snapdragon F1 (Mm × Mm) disilangkan, berapakah rasio fenotip merah : merah muda : putih?

a)

2 : 1 : 1

b)

1 : 2 : 1

c)

1 : 1 : 2

d)

3 : 1 : 0

112.

Pada snapdragon, alel M tidak menutupi alel m pada heterozigot. Konsekuensinya bagi fenotip heterozigot adalah?

a)

Fenotip campuran di antara dua ekstrem

b)

Fenotip sama dengan dominan penuh

c)

Fenotip sama dengan resesif murni

d)

Fenotip tidak dapat diprediksi acak

113.

Dalam sistem golongan darah ABO, alel IA dan IB bersifat?

a)

Intermediet menghasilkan golongan A

b)

Kodominan satu sama lain

c)

Dominan penuh terhadap i

d)

Resesif terhadap alel i

114.

Golongan darah AB memiliki kombinasi alel apa?

a)

IBi dengan ekspresi B saja

b)

IAIB dengan ekspresi keduanya

c)

IAi dengan ekspresi A saja

d)

ii tanpa antigen apapun

115.

Pada kelinci, hierarki dominansi warna adalah C > cch > ch > c. Apa fenotip genotip Cc?

a)

Abu-abu penuh dominan

b)

Himalaya dengan ujung gelap

c)

Cinchilla abu-abu keperakan

d)

Albino tanpa pigmen

116.

Kelinci betina abu-abu muda (Cchc) dikawinkan dengan kelinci jantan abu-abu (Cch). Mana pernyataan benar tentang gamet yang mungkin dari betina?

a)

Hanya gamet C saja

b)

Hanya gamet ch saja

c)

Gamet C, ch, dan c

d)

Gamet C dan c

117.

Pada persilangan Cchc × Cch, anak dengan genotip cc akan berfenotip apa?

a)

Abu-abu penuh cerah

b)

Cinchilla abu-abu keperakan

c)

Himalaya ujung gelap

d)

Albino tanpa warna

118.

Jika genotip anak adalah Cc, fenotip yang muncul sesuai hierarki dominansi adalah?

a)

Putih resesif total

b)

Kodominan dua pola

c)

Merah muda intermediet

d)

Abu-abu penuh dominan

119.

Pertimbangkan grafik persilangan kelinci pada gambar. Pasangan mana yang dapat menghasilkan anak Cc h?

a)

Induk ii × IAIB

b)

Induk CC × cc

c)

Induk cc × chch

d)

Induk Cch × Cchc

120.

Pada persilangan kucing dengan alel warna bulu ChC^h , chc^h , dan CC , rasio fenotip keturunan abu‑abu : abu‑abu keperakan (cinchila) : himalayan adalah

a)

4:0:0 karena satu alel mematikan

b)

1:2:1 mengikuti hukum segregasi

c)

3:0:1 karena alel himalayan resesif

d)

2:1:1 sesuai data persilangan

e)

1:1:2 sesuai dominansi penuh

121.

Istilah alel letal mengacu pada alel yang

a)

menyebabkan kematian pada pemilik gen

b)

hanya muncul pada kromosom X

c)

mengubah warna bulu pada hewan

d)

meningkatkan laju metabolisme sel

e)

selalu bersifat resesif pada semua kasus

122.

Pernyataan yang benar tentang alel letal dominan adalah

a)

homozygot hidup normal tanpa kelainan

b)

tidak mempengaruhi pembentukan organ tubuh

c)

heterozygot selalu mati sebelum lahir

d)

selalu terkait dengan kromosom seks

e)

homozygot biasanya letal sebelum lahir

123.

Dalam persilangan Cc × Cc pada ayam creeper, individu CC tidak ditemukan karena

a)

bersifat steril sehingga tidak terhitung

b)

letal sejak embrio akibat kelainan perkembangan

c)

menderita penyakit metabolik dewasa

d)

terjadi nondisjungsi kromosom saat meiosis

e)

tereliminasi oleh seleksi alam saat dewasa

124.

Rasio keturunan menetas pada persilangan Cc × Cc ayam creeper adalah

a)

80% menetas karena perawatan inkubator

b)

25% menetas semuanya normal

c)

50% menetas karena setengahnya letal

d)

75% menetas dengan sebagian subletal

e)

100% menetas tanpa kelainan

125.

Rasio fenotip ayam normal : creeper yang menetas pada F1 dari Cc × Cc adalah

a)

2:1 akibat penetransi tidak penuh

b)

1:1 karena alel seimbang

c)

1:3 karena dominansi lengkap

d)

3:1 sesuai hukum Mendel klasik

e)

1:2 karena satu genotip letal

126.

Konsep subletal pada heterozygot Cc ayam creeper berarti

a)

individu menunjukkan gejala ringan dan tetap hidup

b)

individu mati sebelum lahir seperti homozygot

c)

individu hanya jantan yang terpengaruh

d)

individu steril sehingga tidak menghasilkan keturunan

e)

individu sepenuhnya normal tanpa gejala

127.

Jika suatu populasi ayam mengandung alel C dan c dengan frekuensi sama, persilangan acak menghasilkan berapa proporsi embrio letal?

a)

0 karena alel C bukan letal

b)

3/4 embrio letal bertipe CC

c)

1/8 embrio letal bertipe CC

d)

1/2 embrio letal bertipe Cc

e)

1/4 embrio letal bertipe CC

128.

Pada kucing, jika F1 menunjukkan 2525% Cc^h (CinchiIa), 2525% Cc (abu‑abu), 2525% c^h c (himalayan), maka sisa 2525% adalah

a)

CC dominan penuh warna pekat

b)

C^c^h heterozigot dengan fenotip abu‑grey

c)

C^c^h homozigot dengan fenotip cinchila

d)

C c^h homozigot dengan fenotip himalayan

e)

C^h C^h dengan fenotip berbeda

129.

Alel letal resesif menyebabkan kematian pada individu dengan genotip mana?

a)

Heterozigot dominan

b)

Homozygot dominan

c)

Homozygot resesif

d)

Heterozigot resesif

130.

Pada jagung, alel dominan G mengatur terbentuknya klorofil. Jika kedua induk heterozigot disilangkan (Gg × Gg), rasio keturunan letal adalah

a)

25 persen keturunan

b)

50 persen keturunan

c)

75 persen keturunan

d)

0 persen keturunan

131.

Dari 1.200 biji hasil persilangan Gg × Gg yang semuanya ditanam, berapa yang tumbuh menjadi tanaman baru?

a)

1.200 tanaman tumbuh

b)

900 tanaman tumbuh

c)

600 tanaman tumbuh

d)

300 tanaman tumbuh

132.

Fenotip yang dihasilkan oleh genotip GG pada kasus jagung tersebut adalah

a)

Albino tanpa klorofil

b)

Berdaun hijau normal

c)

Berdaun hijau kekuningan

d)

Mati pada fase embrio

133.

Apa yang benar tentang alel subletal?

a)

Selalu dominan penuh

b)

Hanya menyebabkan kematian embrio

c)

Mengakibatkan kematian pada usia anak-anak

d)

Tidak memengaruhi viabilitas individu

134.

Contoh penyakit manusia yang merupakan subletal homozygot dominan adalah

a)

Hemofilia

b)

Talasemia

c)

Achondroplasia

d)

Albino

135.

Contoh kondisi manusia yang merupakan subletal resesif adalah

a)

Ichthyosis congenita

b)

Talasemia

c)

Hemofilia

d)

Albino

136.

Penyimpangan semu hukum Mendel akibat interaksi genetik umumnya melibatkan

a)

Satu pasang alel tunggal

b)

Dua pasang gen non alelik

c)

Rekombinasi kromosom seks

d)

Mutasi lingkungan murni

137.

Interaksi genetik yang menimbulkan rasio fenotip menyimpang secara semu dari hukum Mendel dapat terjadi pada tingkat

a)

Semata karena peristiwa meiosis

b)

Produk-produk gen atau aksi sel

c)

Hanya pada organ reproduksi

d)

Hanya pada level DNA

138.

Peristiwa interaksi genetik yang termasuk penyimpangan semu dari hukum Mendel meliputi

a)

Atavisme, epistasis-hipostasis, kriptomeri, komplementer

b)

Dominansi tak lengkap saja

c)

Linkage dan crossing over saja

d)

Pleiotropi tunggal saja

139.

Istilah atavisme pada konteks bentuk pial ayam merujuk pada apa?

a)

Perubahan lingkungan yang mengubah fenotip permanen

b)

Munculnya sifat baru berbeda dari tetua

c)

Hilangnya seluruh sifat dominan pada F1

d)

Pembentukan gen baru selama meiosis

140.

Pada ayam ras, empat bentuk pial yang dikenal adalah apa saja?

a)

Walnut, crown, pea, rose

b)

Single, pea, comb, ros

c)

Ros, pea, crest, single

d)

Ros, pea, walnut, single

141.

Gen untuk bentuk pial ayam dikendalikan oleh berapa pasang alel?

a)

Tiga pasang alel tidak terkait

b)

Satu pasang alel tunggal

c)

Empat pasang alel saling bebas

d)

Dua pasang alel berinteraksi

142.

Simbol alel untuk sifat pial gerigi (ros) dan pial biji (pea) yang digunakan pada materi ini adalah apa?

a)

R untuk ros, P untuk pea

b)

r untuk ros, p untuk pea

c)

G untuk ros, B untuk pea

d)

R untuk pea, P untuk ros

143.

Dominansi antara sifat pial ros dan pial bilah (single) adalah bagaimana?

a)

Keduanya resesif terhadap pea

b)

Ros dominan terhadap single

c)

Single dominan terhadap ros

d)

Keduanya kodominan setara

144.

Dominansi antara sifat pial pea dan pial bilah (single) adalah bagaimana?

a)

Pea dominan terhadap single

b)

Single dominan terhadap pea

c)

Keduanya kodominan setara

d)

Keduanya resesif terhadap ros

145.

Genotip yang mungkin untuk fenotip pial ros menurut tabel adalah apa?

a)

RrPp atau rrpp

b)

RRpp atau Rrpp

c)

RRPP atau rrPP

d)

RRpp atau RRPP

146.

Genotip yang mungkin untuk fenotip pial pea menurut tabel adalah apa?

a)

RRpp atau Rrpp

b)

rrPP atau rrPp

c)

rrpp atau RRPP

d)

RrPp saja tunggal

147.

Fenotip pial walnut memiliki genotip apa menurut tabel?

a)

RrPp heterozigot gabungan

b)

RRpp homozigot dominan

c)

rrPP homozigot dominan

d)

rrpp homozigot resesif

148.

Hasil F1 dari persilangan ayam ros galur murni dengan ayam single adalah apa?

a)

Semua F1 berfenotip single

b)

F1 semua berfenotip pea

c)

Semua F1 berfenotip ros

d)

F1 separuh ros separuh single

149.

Rasio fenotip F2 dari F1 hasil persilangan ros galur murni × single adalah bagaimana?

a)

25% ros dan 75% single

b)

50% ros dan 50% single

c)

100% ros tanpa single

d)

75% ros dan 25% single

150.

Pial bilah (single) memiliki genotip apa menurut tabel?

a)

rrpp homozigot ganda

b)

RRpp dominan tunggal

c)

rrPP dominan tunggal

d)

RrPp heterozigot ganda