WorksheetsPost Test Pembekalan Magang Gizor Batch 7
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Tahapan dalam periodisasi gizi adalah, kecuali
Tahap persiapan khusus
Tahap Pra-pertandingan
Tahap persiapan umum
Tahap transfer
Langkah pendampingan gizi untuk mendampingi atlet adalah
Eat to slim
Eat to drift
Eat to learn
Eat to fly
Meal timing penting dalam mendukung performa atlet, sebaiknya penambahan meal selama latihan yang lebih dari 3 jam adalah
50 gram/jam
10 gram/jam
30 gram/jam
100 gram/jam
Manipulasi dalam periodisasi gizi adalah fase dimana terjadi perubahan dalam
Tujuan latihan
Kemauan atlet
Perintah pelatih
Mood atlet
Apa yang harus menjadi perhatian dari Ahli Gizi dalam merancang periodisasi gizi?
Lingkar kepala
Komposisi tubuh
Musim pertandingan
Rekan satu tim
Langkah pertama dalam asuhan gizi olahraga adalah
Memberikan suplemen tambahan
Membuat program latihan fisik
Menilai status gizi dan pola makan atlet
Menentukan kebutuhan kalori harian atlet
Faktor utama yang harus diperhatikan dalam menentukan kebutuhan gizi atlet adalah
Harga bahan makanan yang tersedia
Jenis olahraga, intensitas, dan durasi latihan
Selera makan dan preferensi makanan atlet
Keinginan atlet untuk menurunkan berat badan
Prinsip dasar dalam asuhan gizi olahraga adalah memastikan atlet mendapatkan
Asupan energi dan zat gizi yang cukup sesuai kebutuhan
Suplemen untuk meningkatkan performa olahraga
Minuman berenergi sebelum dan sesudah latihan
Pola makan rendah karbohidrat dan tinggi protein
Kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi protein dalam mendukung pemulihan otot setelah olahraga?
Sebelum latihan dimulai
Kapan saja tanpa aturan khusus
Hanya saat sarapan pagi
30–60 menit setelah latihan
Salah satu indikator keberhasilan asuhan gizi olahraga adalah
Penurunan berat badan yang drastis
Peningkatan performa dan daya tahan atlet
Konsumsi suplemen setiap hari
Berkurangnya nafsu makan atlet
Pada fase pemulihan (recovery), fokus utama gizi adalah
Pembatasan energi
Peningkatan karbohidrat dan protein
Diet tinggi lemak
Puasa intermiten
Rekomendasi asupan lemak untuk atlet adalah sekitar
<10% energi total
10–15% energi total
20–30% energi total
>40% energi total
Kebutuhan protein atlet untuk latihan rutin umumnya adalah
0,6–0,8 g/kg BB/hari
0,8–1,0 g/kg BB/hari
1,2–2,0 g/kg BB/hari
>3,0 g/kg BB/hari
Lemak tetap dibutuhkan oleh atlet karena
Menghambat penyerapan nutrisi
Menjadi sumber energi cadangan dan membantu penyerapan vitamin larut lemak
Menurunkan performa
Menggantikan fungsi karbohidrat
Contoh penerapan periodisasi gizi yang tepat adalah
Asupan karbohidrat sama setiap hari
Karbohidrat ditingkatkan saat intensitas latihan meningkat
Protein hanya dikonsumsi saat pertandingan
Lemak dihilangkan sepenuhnya
Kesalahan yang sering terjadi pada tahap diagnosis gizi adalah
Diagnosis tidak berbasis data assessment
Diagnosis ditulis dengan format PES
Diagnosis spesifik
Diagnosis sesuai masalah gizi
Parameter yang dapat digunakan dalam evaluasi atlet adalah, kecuali
Berat badan
Komposisi tubuh
Warna seragam latihan
Performa latihan
Contoh intervensi gizi yang tepat pada atlet dengan defisit energi adalah
Mengurangi frekuensi makan
Meningkatkan asupan energi dan frekuensi makan
Membatasi karbohidrat
Menurunkan asupan lemak total
Tujuan utama tahap Monitoring & Evaluation adalah
Menentukan diagnosis gizi
Memberikan edukasi gizi
Menilai efektivitas intervensi gizi
Mengumpulkan data awal
Komponen utama dalam penulisan diagnosis gizi menurut ADIME adalah
Masalah saja
Masalah dan etiologi
Masalah, etiologi, dan tanda/gejala
Etiologi dan intervensi
