Font size
Worksheetssoal ct PMR NASIONAL V8 by yoga @pelatih.songong
Total questions: 80
Worksheet time: 40mins
PMI adalah satu-satunya perhimpunan nasional di Indonesia. Keberadaan satu perhimpunan nasional dalam suatu negara dinyatakan dalam berbagai ketentuan, antara lain:
Keppres RIS No 25 tahun 1950 dan Keppres No 246 tahun 1963
Keputusan Konferensi Internasional mengenai Statuta Gerakan
Prinsip kesatuan dalam tujuh prinsip dasar Gerakan
Semua pernyataan benar
Berikut adalah kondisi yang mengharuskan adanya aturan pembagian peran dan koordinasi bantuan internasional, kecuali:
Konflik bersenjata
Bencana alam/teknologi
Konflik bersamaan dengan bencana alam/teknologi
Situasi normal
Memberikan bantuan dengan prioritas kepada yang paling membutuhkan adalah salah satu penjabaran dari Prinsip Dasar Kepalangmerahan berikut ini:
Kenetralan
Kesamaan
Kemanusiaan
Kesukarelaan
Prinsip Kenetralan setiap komponen Gerakan berarti:
Perhimpunan Nasional harus mandiri dalam hubungannya dengan pemerintahannya
Tindakan pertolongan berdasarkan kebutuhan korban tanpa diskriminasi
Tidak melibatkan diri dalam permusuhan dan pertentangan yang bersifat politik, ras, keagamaan, atau ideologis
Memberikan prioritas kepada kasus-kasus yang paling mendesak
Semua perhimpunan nasional memiliki status yang setara. Hal ini tersirat dalam Prinsip Dasar Kepalangmerahan:
Kesatuan
Kesemestaan
Kemandirian
Kesamaan
Pada suatu negara, sosialisasi/diseminasi Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI) adalah kewajiban utama dari:
Perhimpunan Nasional
ICRC
Pemerintah/negara
IFRC
Penghargaan Donor Darah 75x diberikan oleh:
Presiden
Bupati
Gubernur
Walikota
Siapakah yang berhak menggunakan lambang Palang Merah sebagai tanda pengenal:
Kesatuan Medis Militer
Komponen Gerakan
Kementerian Kesehatan
Semua benar
Siapakah yang berhak menggunakan lambang Palang Merah sebagai tanda pelindung:
Kesatuan Medis Militer
Komponen Gerakan
Kementerian Kesehatan
Semua benar
Berikut ini adalah mereka yang berhak menggunakan lambang-lambang kepalangmerahan dalam situasi konflik, kecuali:
Perhimpunan Nasional
Rumah Sakit dan klinik umum
Dinas Medis Militer
ICRC
Siapakah yang berupaya pendirian organisasi Palang Merah Indonesia yang sudah dimulai sejak sebelum Perang Dunia II:
Dr. RCL Senduk dan Dr. Bahder Johan
Dr. Marzuki dan Dr. Sitanala
Dr. R. Moehtar dan Dr. Djoehana
Drs. Moh. Hatta
Apakah nama organisasi yang didirikan oleh Belanda sebelum organisasi PMI diresmikan:
Nederland Rude Kruis Afdeling India (NRKAI)
Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (NERKAI)
Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
Komite Internasional Palang Merah
Setelah kemerdekaan, Presiden Soekarno memerintahkan untuk dibentuknya panitia lima. Organisasi ini diresmikan pada tanggal 17 September 1945. Siapakah yang melantik pengurus PMI pertama kali:
Presiden Soekarno
Wakil Presiden Moh. Hatta
Pemerintah Belanda
Dr. Bahder Djohan
Ada berapakah materi dalam kurikulum PMR:
4 (empat)
5 (lima)
6 (enam)
7 (tujuh)
HPI berlaku dalam situasi:
Gangguan dalam negeri
Kekacauan dalam negeri
Konflik bersenjata non internasional dan internasional
Semua jawaban benar
Perhimpunan Nasional disamping membantu pemerintahnya menolong sesama manusia, tidak melanggar peraturan negaranya, namun menjaga supaya tetap otonomi, merupakan prinsip dasar dari:
Kemanusiaan
Kesamaan
Kenetralan
Kemandirian
Pertolongan yang diberikan tujuannya untuk mengurangi penderitaan manusia sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan keadaan yang paling parah merupakan prinsip dasar dari:
Kemanusiaan
Kesamaan
Kenetralan
Kemandirian
Agar setiap saat mendapat kepercayaan dari semua pihak, Perhimpunan Nasional tidak boleh melibatkan diri dalam pertentangan, maupun memihak, adalah prinsip dasar dari:
Kemanusiaan
Kesamaan
Kenetralan
Kemandirian
Pada tahun berapakah Prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah yang diproklamirkan dalam konferensi internasional di Wina-Austria:
1963
1964
1965
1966
Lambang yang digunakan ketika konflik, perang atau saat bencana terjadi. Fungsinya sebagai tanda perlindungan, digunakan oleh:
Staff PMI
Pengurus PMI
Medis Militer
IFRC
Pertolongan pertama adalah:
Pemberian pertolongan segera pada penderita sakit/cedera dengan penanganan medis dasar
Pemberian pertolongan pada penderita sesuai kemampuan dokter
Pemeriksaan menyeluruh pada penderita sakit
Perawatan intensif di rumah sakit
Tujuan pertolongan pertama adalah
Menyelamatkan jiwa penderita
Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan
Mencegah cacat
Semua jawaban benar
Dasar hukum memberikan pertolongan pertama adalah pasal KUHP
531
322
331
500
Kerahasiaan medis penderita diatur dalam pasal KUHP
322
223
531
315
Alat pelindung diri yang diperlukan saat menangani pertolongan pertama
Sarung tangan
Masker
Kaca mata pelindung
Semua benar
Penilaian yang dilakukan untuk mengenali dan mengatasi keadaan yang mengancam nyawa penderita disebut
Penilaian dini (Initial Assessment)
Penilaian lanjutan (Secondary Assessment)
Evaluasi akhir
Observasi umum
Kepanjangan DASS dalam pertolongan pertama adalah
Danger (Bahaya), Assessment (Penilaian), Support (Bantuan), Send (Rujuk)
Drop (Jatuhkan), Assess (Nilai), Stabilize (Stabilisasi), Save (Simpan)
Detect (Deteksi), Arrange (Atur), Secure (Amankan), Serve (Layani)
Danger (Bahaya), Action (Tindakan), Safety (Keselamatan), Stop (Hentikan)
Dalam melakukan pertolongan pertama, yang harus diutamakan adalah
Keamanan diri sendiri, korban, dan lingkungan
Kecepatan membawa korban ke rumah sakit
Kenyamanan penolong
Kelengkapan peralatan
Kondisi korban yang tepat untuk dilakukan pertolongan pertama adalah
Korban sakit atau cedera yang memerlukan penanganan medis dasar sebelum ditangani tenaga medis profesional
Korban tanpa keluhan sama sekali
Korban yang sudah mendapat terapi lengkap
Korban dengan penyakit kronis tanpa keadaan darurat
Rongga tubuh yang mengandung jantung dan paru-paru adalah
Rongga hidung
Rongga dada
Rongga perut
Rongga tengkorak
Pembuluh nadi yang bukan merupakan tempat pemeriksaan nadi adalah
Brakialis
Karotis
Radialis
Femoralis
Untuk memeriksa nadi pada penderita yang tidak sadarkan diri, gunakan nadi
Radialis
Karotis
Femoral
Dorsalis pedis
Jumlah denyut nadi normal pada orang dewasa adalah
40–60 kali per menit
60–100 kali per menit
100–140 kali per menit
20–40 kali per menit
Frekuensi pernapasan normal orang dewasa adalah
6–12 kali per menit
12–20 kali per menit
20–28 kali per menit
28–36 kali per menit
Tekanan darah normal pada orang dewasa adalah
90/60 mmHg
100/70 mmHg
120/80 mmHg
140/90 mmHg
Suhu tubuh normal manusia adalah
35,0 – 36,0∘ C
36,5 – 37,5∘ C
37,5 – 38,5∘ C
38,5 – 39,5∘ C
Cara menghitung denyut nadi yang benar adalah
Selama 10 detik lalu dikalikan 6
Selama 30 detik lalu dikalikan 2
Selama 15 detik lalu dikalikan 4
Selama satu menit penuh
Cara menghitung pernapasan yang benar adalah
Mengamati selama 10 detik lalu dikalikan 6
Mengamati selama 30 detik lalu dikalikan 2
Mengamati selama 15 detik lalu dikalikan 4
Mengamati selama satu menit penuh
Tanda-tanda pertama dari syok adalah
Nadi lambat dan kuat, kulit hangat
Nadi cepat dan lemah, napas cepat dan dangkal, kulit pucat dingin dan lembab
Napas dalam dan teratur, kulit kemerahan
Tekanan darah tinggi stabil
PLNB dalam memeriksa pernapasan adalah singkatan dari
Lihat, Dengarkan, Rasakan
Periksa, Lacak, Nilai, Bandingkan
Lakukan, Dorong, Napas, Bantu
Lihat, Dorong, Nilai, Bantu
Pemeriksaan awal untuk korban dengan pendekatan ABC adalah
Airway (Jalan napas), Breathing (Pernapasan), Circulation (Sirkulasi)
Assess, Balance, Care
Alert, Bleeding, Comfort
Air, Body, Condition
Posisi yang tepat untuk korban yang tidak sadar tetapi bernapas adalah
Telentang lurus
Posisi miring stabil (recovery position)
Duduk bersandar
Berdiri dengan bantuan
Alasan posisi miring stabil perlu dilakukan pada korban tidak sadar yang bernapas adalah
Untuk memudahkan pemeriksaan tekanan darah
Untuk mengurangi nyeri punggung
Untuk mencegah aspirasi muntahan atau air liur masuk ke jalan napas
Untuk mempercepat denyut nadi
Tindakan yang dilakukan jika jalan napas tersumbat saat melakukan ABC adalah
Memberi minum segera
Buka jalan napas dengan head tilt–chin lift (jika tidak ada trauma) atau jaw thrust (jika ada trauma kepala/leher)
Melakukan kompresi dada
Memasang bidai leher tanpa penilaian
Jenis bidai yang tepat untuk patah tulang paha adalah
Bidai keras
Bidai gendong
Bidai improvisasi
Bidai traksi
Jaringan tubuh yang tidak terlepas dan masih menempel membentuk lembaran gantung merupakan ciri dari luka
Robek
Amputasi
Avulsi
Sayat
Langkah pertama untuk menghentikan perdarahan pada luka adalah
Mengangkat anggota tubuh tanpa penekanan
Memberikan obat segera
Penekanan langsung pada luka dengan kain steril selama 5 – 10 menit
Membiarkan darah mengalir agar kotoran keluar
Pembuluh nadi yang ditekan saat perdarahan di lengan atas adalah
Brakialis
Karotis
Radialis
Femoralis
Lama waktu maksimal aplikasi tourniquet adalah
10 – 20 menit
20 – 30 menit
30 – 60 menit
Lebih dari 60 menit tanpa batas
Cedera keseleo otot (terkilir) disebut
Strain
Sprain
Kontusio
Fraktur
Cedera pada ligamen sendi disebut
Strain
Sprain
Kontusio
Fraktur
Prinsip penanganan cedera otot atau sendi dengan RICE adalah
Rest, Ice, Compression, Elevation
Relax, Immobilize, Cool, Exercise
Reduce, Insert, Cover, Elevate
Rest, Inspect, Clean, Elevate
Lama waktu yang tepat untuk kompres es per sesi adalah
5 – 10 menit
10 – 15 menit
15 – 20 menit
Lebih dari 30 menit
Alasan area cedera harus ditinggikan (elevation) adalah
Meningkatkan suhu jaringan
Mengurangi nyeri langsung
Mengurangi pembengkakan dengan membantu aliran darah balik ke jantung
Mempercepat pembentukan jaringan parut
Posisi kepala korban mimisan yang benar adalah:
Duduk tegak dan menunduk ke depan
Berbaring telentang
Menengadah kepala ke belakang
Tidur miring
Bagian yang ditekan saat mimisan adalah:
Cuping hidung
Puncak kepala
Pangkal leher
Tulang hidung
Pada korban yang mengalami kejang, yang harus dilakukan adalah:
Melonggarkan pakaian
Menjaga jalan napas
Menahan gerakan kejang
Menjauhkan dari benda keras
Memberi makan atau minum saat kejang
Penanganan korban pingsan (sinkop) adalah:
Baringkan korban
Tinggikan kaki 20-30 cm
Beri udara segar
Beri makan/minum segera
Penanganan awal korban keracunan adalah:
Tenangkan korban
Segera hubungi pusat racun
Memuntahkan jika racun korosif
Menunda bantuan hingga gejala berat
Gejala utama dari syok adalah:
Nadi cepat lemah
Napas cepat dangkal
Kulit pucat dan dingin
Kesadaran menurun
Demam tinggi
Posisi korban syok yang tepat adalah:
Baringkan datar
Tungkai diturunkan
Tinggikan tungkai 20-30 cm
Beri kehangatan
Perbedaan antara mati klinis dan mati biologis adalah:
Mati klinis terjadi 4-6 menit dan dapat pulih; mati biologis terjadi 8-10 menit dan tidak dapat pulih
Mati klinis terjadi 8-10 menit dan tidak dapat pulih; mati biologis terjadi 4-6 menit dan dapat pulih
Mati klinis dan mati biologis sama-sama irreversible
Mati klinis tidak memiliki batas waktu
Waktu pemberian RJP pada korban henti jantung adalah:
Dimulai segera dan dilanjutkan sampai korban sadar atau bantuan profesional datang
Menunggu 10 menit sebelum memulai
Setelah korban bernapas normal kembali
Hanya jika tersedia alat AED
Kedalaman penekanan dada pada RJP orang dewasa adalah:
5-6 cm dengan kecepatan 100-120 kali per menit
3-4 cm dengan kecepatan 60 kali per menit
7-8 cm dengan kecepatan 140 kali per menit
2-3 cm dengan kecepatan 80 kali per menit
Terdapat kasus penyakit menular di desa Y. Pihak puskesmas melakukan pengamatan sistematis dengan mengumpulkan data selama beberapa tahun. Teknik apakah yang dilakukan:
Pendidikan kesehatan
Surveilans Epidemiologi
Perubahan budaya
Wawancara
Komponen utama dalam 3 faktor epidemiologi adalah:
Host (Pejamu), Agent (Penyebab), Environment (Lingkungan)
Virus, Vektor, Vaksin
Rumah sakit, Dokter, Pasien
Promotif, Preventif, Kuratif
Yang berperan sebagai Host dalam kasus penyakit adalah:
Orang yang sakit atau dapat sakit (rentan)
Bakteri penyebab penyakit
Faktor lingkungan seperti air dan udara
Alat diagnostik di laboratorium
Yang berperan sebagai Agent dalam kasus penyakit adalah:
Penyebab penyakit (bakteri, virus, parasit, jamur)
Orang yang rentan terhadap penyakit
Tenaga kesehatan di puskesmas
Perilaku hidup bersih dan sehat
Berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, peningkatan kasus penyakit dua kali lipat atau lebih dianggap sebagai:
Kejadian Luar Biasa (KLB)
Tren musiman
Endemisitas
Insidensi dasar
Pelayanan kesehatan yang mengutamakan promosi kesehatan disebut:
Preventif
Promotif
Kuratif
Rehabilitatif
Fogging untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti termasuk upaya:
Promotif
Preventif
Kuratif
Rehabilitatif
Nasihat untuk mencuci tangan sebelum makan termasuk upaya:
Promotif
Preventif
Kuratif
Rehabilitatif
Pemberian obat untuk penderita diare termasuk upaya:
Promotif
Preventif
Kuratif
Rehabilitatif
Rehabilitasi setelah penyakit untuk mengembalikan fungsi tubuh termasuk upaya:
Promotif
Preventif
Kuratif
Rehabilitatif
Program puskesmas yang bukan termasuk pengobatan adalah:
Unit Gawat Darurat (UGD)
Puskesmas Keliling
Rawat Inap
Konsultasi Gratis
Upaya peningkatan gizi untuk mengatasi anemia pada anak adalah tanggung jawab:
Rumah sakit swasta
Upaya Peningkatan Gizi (Puskesmas)
Sekolah dasar
Lembaga swadaya masyarakat
Pelayanan kesehatan yang mencakup promosi, preventif, kuratif, rehabilitasi disebut:
Pelayanan Kesehatan Komprehensif
Pelayanan Darurat Medis
Pelayanan Rawat Inap
Pelayanan Spesialistik
Struktur penunjang pelayanan puskesmas yang terendah adalah:
Rumah Sakit Kabupaten
Puskesmas Pembantu
Posyandu/Dasa Wisma
Balai Kesehatan
Peran sebagai regulator oleh Pemerintah dalam kesehatan adalah:
Menetapkan kebijakan dan peraturan perundangan kesehatan
Memberikan layanan konsultasi gratis
Melakukan fogging berkala
Mendistribusikan obat secara langsung ke rumah warga
Persyaratan air bersih yang paling penting adalah:
Tidak berwarna
Tidak berasa
Tidak berbau
Semua benar
