Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan Try Out Kelas 9

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Ajaran Weda tidak hanya berisi teologi, tetapi juga mengatur hubungan antara perbuatan manusia dengan konsekuensi yang akan diterimanya (karma) serta cara memuliakan Tuhan. Di tengah krisis moralitas remaja saat ini, Weda berfungsi sebagai pedoman perilaku agar manusia terhindar dari kehancuran etika.

Berdasarkan pernyataan di atas, manakah kesimpulan yang paling tepat mengenai peran strategis Weda bagi kehidupan modern?

a)

Weda hanyalah buku sejarah peradaban jaman emas yang tidak lagi relevan.

b)

Weda berfungsi sebagai instrumen kontrol sosial dan spiritual yang menuntun manusia mencapai keharmonisan

c)

Weda sebagai kitab suci hanya perlu dibaca dan dihafalkan untuk mendapatkan pahala.

d)

Weda merupakan aturan kaku yang membatasi kebebasan manusia dalam bertindak.

2.

Bu Ratna membeli banten untuk upacara Bulan Purnama bukan karena ketidaktahuannya dalam membuat banten, melainkan agar ia bisa menunjukkan kemewahan banten tersebut kepada tetangganya untuk mendapatkan pujian.

Jika dikaitkan dengan kualitas Yadnya, tindakan Bu Ratna tersebut dapat dikategorikan sebagai Rajasika Yadnya. Alasan utama yang mendukung pernyataan ini adalah...

a)

Upacara dilakukan pada hari yang tidak tepat (salah waktu).

b)

Upacara dilaksanakan dengan ketulusan hati yang sangat tinggi.

c)

Motivasi pelaksanaan upacara didasari oleh sifat pamer (riyak) dan ambisi pribadi.

d)
  • Upacara tersebut menggunakan sarana yang sangat sederhana namun ikhlas.

3.

Konsep Tri Hita Karana mengajarkan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan. Saat ini, dunia sedang menghadapi ancaman perubahan iklim dan konflik sosial yang berkepanjangan.

Hubungan logis antara pengamalan ajaran Palemahan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan global adalah...

a)

Menjaga hubungan dengan Tuhan akan secara otomatis memperbaiki alam tanpa tindakan nyata.

b)

Melaksanakan yadnya hanya berfokus pada hubungan antarmanusia agar lingkungan terjaga.

c)

Melestarikan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab manusia terhadap ciptaan Sang Hyang Widhi dapat meminimalkan dampak pemanasan global.

d)

Membangun tempat ibadah yang mewah di setiap jengkal tanah tanpa memperhatikan penghijauan.

4.

Dalam percakapan Swetaketu dengan Rsi Udalaka, keberadaan Sang Hyang Widhi diibaratkan seperti garam dalam air; meskipun wujud fisiknya tidak terlihat karena sangat halus, namun rasanya dapat dirasakan di seluruh bagian air tersebut.

Fenomena "halus dan tidak terlihat namun ada" dalam ajaran Asta Aiswarya merujuk pada sifat...

a)

Mahima, yaitu sifat Tuhan yang Maha Besar dan meliputi segalanya.

b)

Anima, yaitu sifat Tuhan yang Maha Kecil sehingga dapat merasup ke dalam atom terkecil ciptaan-Nya.

c)

Laghima, yaitu sifat Tuhan yang Maha Ringan bagaikan kapas.

d)

Prapti, yaitu sifat Tuhan yang dapat menjangkau segala tempat.

5.

Seorang dokter Hindu bekerja tanpa lelah di daerah konflik untuk mengobati pasien tanpa membedakan latar belakang, karena ia meyakini bahwa melayani kemanusiaan adalah bentuk pengabdian kepada Tuhan.

Tindakan dokter tersebut merupakan implementasi dari perpaduan dua jalan dalam Catur Marga, yaitu...

a)
  • Jñana Marga (pengetahuan medis) dan Karma Marga (pelayanan tanpa pamrih).

b)
  • Yoga Marga (meditasi) dan Bhakti Marga (lagu pujian).

c)
  • Raja Marga (kepemimpinan) dan Jñana Marga (filsafat).

d)
  • Bhakti Marga (simbol keagamaan) dan Yoga Marga (disiplin diri).

6.

Dalam percakapan Swetaketu, Tuhan digambarkan seperti rasa asin pada garam yang ada di seluruh air namun tak terlihat mata. Ini menunjukkan Tuhan Maha Kecil dan dapat merasuk ke dalam segalanya.

Sifat Tuhan yang paling sesuai dengan ilustrasi garam tersebut adalah...

a)

Mahima, karena Tuhan Maha Besar meliputi jagat raya.

b)

Anima, karena Tuhan Maha Kecil sehingga mampu merasup ke atom terkecil ciptaan-Nya.

c)

Prapti, karena Tuhan dapat menjangkau segala sesuatu yang diinginkan.

d)
  • Yatrakamawasayitwa, karena Tuhan berada di mana-mana sebagai saksi agung.

7.

Tri Hita Karana mengajarkan keseimbangan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), sesama (Pawongan), dan alam (Palemahan).

Manakah contoh implementasi Tri Hita Karana yang mencerminkan hubungan yang benar secara berurutan (Parahyangan, Pawongan, Palemahan)?

a)

Sembahyang di Pura, bergotong royong dengan tetangga, dan melakukan penanaman pohon.

b)

Menghaturkan segehan, melaksanakan upacara wiwaha, dan menebang hutan.

c)

Melaksanakan Tumpek Kandang, memusuhi teman, dan merusak taman.

d)

Melaksanakan Mahasaba, bersembahyang, dan membuang sampah di sungai.

8.

Sebuah yadnya besar seperti Aswameda Yadnya oleh Pandawa dipimpin oleh pendeta dari golongan Sudra atas saran Sri Krishna. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas yadnya tidak ditentukan oleh kemewahan atau kasta pimpinannya saja.

Berdasarkan cerita tersebut, salah satu syarat kualitas yadnya yang terpenuhi adalah...

a)
  • Sastra, yaitu harus sesuai dengan petunjuk kitab suci.

b)
  • Nasmita, yaitu tidak dilaksanakan demi pamer atau kemasyhuran.

c)
  • Daksina, yaitu pemberian upah yang sangat mahal kepada pendeta.

d)
  • Annaseewa, yaitu hanya berfokus pada pemberian makanan yang mewah.

9.

Agama Hindu di Indonesia berkembang dengan kearifan lokal. Daerah Jawa mengenal Tembang Sinom dan Pucung , sedangkan umat Hindu Kaharingan di Kalimantan mengenal Kandayu.

Jika seorang anak Hindu ingin mempelajari kidung yang menggambarkan masa transisi menuju dewasa (bersemi), maka jenis lagu yang tepat adalah...

a)
  • Tembang Pucung, karena berisi teka-teki kehidupan.

b)
  • Tembang Sinom, karena bermakna pucuk daun yang baru tumbuh/bersemi.

c)

Kandayu Parawei, karena lagu ini khusus untuk pemujaan Tuhan.

d)
  • Tembang Dandang Gula, karena menggambarkan kehidupan yang manis.

10.

Zaman Brahmana di India ditandai dengan munculnya kitab-kitab yang mengatur tata cara upacara yang sangat detail dan kompleks.

Manakah dampak utama dari perkembangan Zaman Brahmana terhadap kehidupan beragama saat itu?

a)
  • A. Munculnya pemikiran filsafat yang mendalam pada kitab Upanisad.

b)
  • B. Penyusunan tata cara ritual dan upacara agama menjadi lebih teratur dan dominan.

c)
  • C. Terjadinya perpindahan bangsa Dravida ke pegunungan tinggi.

d)
  • D. Penemuan sistem astronomi/astrologi yang disebut Jyotisa.

11.

Masyarakat yang bekerja sebagai petani, pedagang, dan pengusaha yang menopang ekonomi bangsa.

Dalam sistem Catur Warna, kelompok ini disebut...

a)

A. Brahmana

b)

B. Ksatriya

c)

C. Wesya

d)

D. Sudra

12.

Jalan untuk mencapai persatuan dengan Tuhan dengan cara mendalami ilmu pengetahuan suci dan filsafat. Jalan ini disebut...

a)

Bhakti Marga

b)

Karma Marga

c)

Jnana Marga

d)

Yoga Marga

13.

Pengabdian kepada Tuhan yang dilakukan dengan cara bekerja tulus tanpa mengharapkan pujian atau pamrih materi. Jalan ini disebut...

a)

Bhakti Marga

b)

Karma Marga

c)

Jnana Marga

d)

Yoga Marga

14.

Sifat Tuhan yang "Maha Ada" namun tidak terlihat secara fisik oleh mata manusia yang masih terikat oleh ego. Istilah bagi sifat Tuhan yang "ada namun tak tampak" adalah...

a)

Hana Tan Hana

b)

Sthula

c)

Nirguna

d)

Saguna

15.

Konsep "Aku adalah kamu" yang mengajarkan kasih sayang karena semua makhluk pada hakikatnya berasal dari sumber yang sama. Ajaran ini dikenal dengan istilah...

a)

Tat Twam Asi

b)

Ahimsa

c)

Satya

d)

Wasudewa Kutumbakam

16.

Sarana persembahyangan berupa bunga memiliki makna kesucian hati, sedangkan dupa memiliki makna sebagai saksi. Dalam ritual Hindu, dupa merupakan simbol dari unsur...

a)

Prthiwi (tanah)

b)

Teja (api)

c)

Apah (air)

d)

Bayu (udara)

17.

Kebebasan abadi adalah di mana jiwa tidak lagi lahir kembali dan bersatu dengan Tuhan secara utuh. Tingkatan kebebasan tertinggi ini disebut...

a)

Moksha

b)

Swarga

c)

Naraka

d)

Punarbhawa

18.

Keyakinan akan adanya hukum sebab-akibat yang menentukan nasib seseorang di masa depan atau kelahiran berikutnya. Keyakinan ini disebut...

a)

Brahman

b)

Atman

c)

Karma Phala

d)

Samsara

19.

Nyanyian suci yang bersifat puji-pujian kepada Tuhan yang dilakukan secara berkelompok dengan sahut-menyahut. Salah satu jenis Dharma Gita ini adalah... A. Sloka B. Bhajan/Kirtan C. Palawakya D. Sekar Agung

a)

Sloka

b)

Bhajan/Kirtan

c)

Palawakya

d)

Sekar Agung

20.

Pemujaan kepada Sang Hyang Widhi melalui perwujudan Dewa-Dewi atau arca karena keterbatasan manusia dalam membayangkan Tuhan yang tanpa wujud. Pemujaan Tuhan dengan wujud/simbol disebut...

a)

Nirguna Brahman

b)

Saguna Brahman

c)

Parama Siwa

d)

Sadasiwa