wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KUIS CPMK 1_2026

Total questions: 25

Worksheet time: 19mins

Name
Class
Date
1.
Seorang perempuan umur 29 tahun, G2P1, datang ke Puskesmas dengan keluhan perdarahan pervaginam sejak 2 jam yang lalu. Kehamilan usia 38 minggu. Riwayat kehamilan sebelumnya normal. Pemeriksaan fisik menunjukkan TD 90/60 mmHg, N 112 x/menit, RR 26 x/menit, S 36,7°C, wajah tampak pucat dan berkeringat dingin. Pemeriksaan Hb menunjukkan 8,4 g/dL. Apakah gambaran kondisi ibu tsb dalam masalah kegawatdaruratan maternal?
a)
A. Kondisi obstetri fisiologis yang dapat ditangani dengan observasi rutin
b)
B. Keadaan gawat yang mengancam nyawa dan memerlukan tindakan segera
c)
C. Keadaan darurat ringan yang dapat ditunda penanganannya
d)
D. Masalah kebidanan tanpa risiko terhadap keselamatan ibu
e)
E. Kondisi non-gawat yang memerlukan edukasi dan pemantauan
2.
Seorang perempuan umur 34 tahun, P3A0, dirujuk ke RS pascapersalinan dengan keluhan demam tinggi sejak 2 hari. Riwayat persalinan lama dan ketuban pecah dini. Pemeriksaan menunjukkan TD 100/60 mmHg, N 118 x/menit, RR 28 x/menit, S 39,2°C. Pemeriksaan leukosit meningkat. Manakah penyebab kegawatdaruratan maternal yang paling sesuai dengan kondisi ini?
a)
Infeksi maternal yang berkembang menjadi sepsis
b)
Perdarahan fisiologis pascapersalinan
c)
Hipertensi kronik tanpa komplikasi
d)
Kontraksi uterus pascapersalinan
e)
Gangguan psikologis masa nifa
3.
Seorang bayi perempuan usia 2 hari dirawat di Puskesmas dengan keluhan tidak mau menyusu sejak 12 jam. Pemeriksaan menunjukkan suhu 35,4°C, RR 68 x/menit, warna kulit pucat, dan refleks hisap lemah. Berat lahir 1900 gram. Manakah tanda yang menunjukkan kondisi kegawatdaruratan neonatal pada bayi ini?
a)
Hipotermia, takipnea, dan refleks hisap lemah
b)
Berat badan lahir cukup dan refleks normal
c)
Tangisan kuat dan warna kulit merah muda
d)
Pola tidur panjang tanpa gangguan
e)
Frekuensi napas normal dan suhu stabil
4.
Seorang perempuan umur 31 tahun, G3P2, datang terlambat ke RS setelah mengalami kejang di rumah. Keluarga menyatakan awalnya menganggap sakit kepala biasa. Saat tiba, TD 180/120 mmHg, N 120 x/menit, RR 30 x/menit. Manakah konsep yang paling menggambarkan faktor penyebab perburukan kondisi ibu tsb?
a)
Keterlambatan mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan
b)
Gangguan komunikasi antar tenaga Kesehatan
c)
Kesalahan dalam dokumentasi kebidanan
d)
Ketidaktepatan pencatatan tanda vital
e)
Keterbatasan sumber daya rumah sakit
5.
Seorang perempuan umur 27 tahun, P1A0, 2 jam pascapersalinan normal datang ke Praktek Mandiri Bidan dengan keluhan perdarahan banyak sejak 45 menit terakhir. Riwayat persalinan berlangsung lama. Pemeriksaan fisik menunjukkan TD 85/55 mmHg, N 120 x/menit, RR 28 x/menit, S 36,4°C, wajah pucat, ekstremitas dingin. Hb 7,9 g/dL. Belum diberikan terapi sebelumnya. Pertanyaan: Manakah kategori triase yang paling tepat pada kondisi ibu ini?
a)
Triase merah karena kondisi mengancam nyawa dan perlu tindakan segera
b)
Triase hijau karena perdarahan masih dalam batas wajar
c)
Triase kuning karena kondisi serius tetapi masih stabil
d)
Triase hitam karena kondisi tidak dapat diselamatkan
e)
Triase observasi karena masih dapat ditunda
6.
Seorang perempuan umur 35 tahun G3P2 datang ke Puskesmas dengan keluhan sakit kepala berat sejak 5 jam dan penglihatan kabur. Usia kehamilan 37 minggu. Riwayat hipertensi kehamilan sebelumnya. Pemeriksaan menunjukkan TD 180/115 mmHg, N 104 x/menit, RR 26 x/menit, S 37,3°C, edema tungkai. Protein urin +++. Pertanyaan: Apakah fokus utama penilaian cepat pertama pada kondisi ibu ini?
a)
Riwayat obstetri lengkap dan faktor sosial
b)
Airway, breathing, dan risiko kejang pada ibu
c)
Pemeriksaan laboratorium lanjutan secara menyeluruh
d)
Edukasi keluarga terkait proses rujukan
e)
Dokumentasi SOAP secara lengkap
7.
Seorang bayi perempuan usia 1 jam dirawat di Puskesmas. Berat lahir 1800 gram, lahir prematur. Keluhan bayi tampak lemah dan tidak aktif. Pemeriksaan menunjukkan suhu 35,3°C, RR 66 x/menit, denyut jantung 148 x/menit, warna kulit pucat. Belum diberikan terapi sebelumnya. Pertanyaan: Manakah hasil penilaian cepat yang menunjukkan kondisi kegawatdaruratan neonatal?
a)
Denyut jantung normal dan tangisan lemah
b)
Berat badan lahir rendah tanpa gejala lain
c)
Hipotermia dan takipnea pada bayi BBLR
d)
Warna kulit pucat sementara pascalahir
e)
Adaptasi fisiologis pada bayi prematur
8.
Seorang perempuan umur 26 tahun, P1A0, 1 jam pascapersalinan normal dirawat di Praktek Mandiri Bidan dengan keluhan perdarahan banyak sejak 30 menit. Riwayat persalinan berlangsung lama. Pemeriksaan fisik menunjukkan TD 88/54 mmHg, N 118 x/menit, RR 28 x/menit, S 36,5°C, uterus teraba lunak, wajah pucat. Hb 8,2 g/dL. Belum diberikan terapi sebelumnya. Pertanyaan: Apakah prinsip manajemen umum kegawatdaruratan yang paling tepat diterapkan pertama kali pada kasus ini?
a)
Edukasi keluarga dan persiapan dokumentasi rujukan
b)
Stabilisasi sirkulasi, kontrol perdarahan, dan persiapan rujukan
c)
Pemberian antibiotik spektrum luas dan observasi ketat
d)
Pemberian analgesik intravena dan istirahat total
e)
Pemeriksaan laboratorium lanjutan sebelum tindakan
9.
Seorang bayi laki-laki usia 3 menit lahir di Praktek Mandiri Bidan, tidak menangis spontan. Riwayat persalinan lama dan air ketuban bercampur mekonium. Pemeriksaan menunjukkan denyut jantung 90 x/menit, napas tidak teratur, warna kulit sianosis sentral, tonus otot lemah. Belum dilakukan tindakan sebelumnya. Pertanyaan: Apakah prinsip manajemen umum kegawatdaruratan neonatal yang paling tepat pada bayi ini?
a)
Resusitasi neonatus segera sesuai standar dan rujukan
b)
Observasi ketat sambil menunggu adaptasi spontan
c)
Pemberian antibiotik profilaksis dan penghangatan
d)
Pemberian ASI dini dan kontak kulit
e)
Dokumentasi dan edukasi keluarga
10.
Seorang perempuan umur 31 tahun, G2P1, pascapersalinan dirawat di Praktek Mandiri Bidan dengan perdarahan dan penurunan kesadaran. Setelah stabilisasi awal, bidan memutuskan untuk merujuk ke RS. Keluarga tampak cemas dan bingung. Pertanyaan: Apakah prinsip manajemen umum yang paling tepat dilakukan sebelum dan selama proses rujukan?
a)
Stabilisasi optimal, komunikasi efektif, dan pendampingan keluarga
b)
Menyerahkan sepenuhnya penanganan pada fasilitas rujukan
c)
Dokumentasi singkat tanpa penjelasan pada keluarga
d)
Rujukan segera tanpa koordinasi antar tenaga kesehatan
e)
Menunggu kondisi ibu sepenuhnya normal
11.
Seorang perempuan umur 28 tahun, P2A0, 1 jam pascapersalinan normal di Praktek Mandiri Bidan mengalami perdarahan banyak sejak 30 menit. Riwayat persalinan lama. Pemeriksaan menunjukkan TD 90/60 mmHg, N 116 x/menit, RR 28 x/menit, S 36,6°C, uterus lunak. Hb 8,1 g/dL. Bidan akan merujuk pasien ke RS dan melakukan komunikasi awal dengan dokter penerima. Pertanyaan: Manakah informasi yang paling tepat disampaikan bidan pada komponen Situation dalam komunikasi SBAR?
a)
Riwayat kehamilan, persalinan, dan pemeriksaan antenatal ibu
b)
Kondisi ibu saat ini berupa perdarahan aktif disertai tanda syok
c)
Hasil pemeriksaan laboratorium dan terapi yang telah diberikan
d)
Analisis penyebab perdarahan dan rencana tindakan lanjutan
e)
Rekomendasi transfusi darah di rumah sakit rujukan
12.
Seorang bayi laki-laki usia 5 menit lahir di Praktek Mandiri Bidan, tidak menangis spontan. Riwayat persalinan lama. Pemeriksaan menunjukkan denyut jantung 85 x/menit, napas tidak teratur, warna kulit sianosis sentral. Setelah resusitasi awal, bidan akan merujuk bayi ke RS. Pertanyaan: Manakah informasi utama yang perlu dikomunikasikan bidan kepada fasilitas rujukan?
a)
Riwayat sosial ekonomi dan pendidikan orang tua bayi
b)
Kondisi klinis bayi saat ini dan tindakan resusitasi yang telah dilakukan
c)
Jadwal kunjungan neonatal selanjutnya
d)
Rencana pemberian ASI eksklusif setelah pulang
e)
Data administrasi keluarga secara rinci
13.
Seorang perempuan umur 36 tahun G3P2 dirawat di Puskesmas dengan diagnosis preeklamsia berat. Ibu tampak gelisah dan menyalahkan diri sendiri karena merasa gagal menjaga kehamilan. TD 170/110 mmHg, N 100 x/menit, RR 24 x/menit, S 37,2°C. Setelah stabilisasi awal, bidan memberikan pendampingan. Pertanyaan: Manakah pendekatan dukungan psikologis yang paling tepat dilakukan bidan?
a)
Membatasi interaksi untuk mencegah stres tambahan
b)
Menjelaskan bahwa kondisi terjadi karena kesalahan ibu
c)
Menghindari pembahasan emosi agar fokus pada tindakan medis
d)
Menyerahkan dukungan emosional sepenuhnya kepada keluarga
e)
Memberikan edukasi medis singkat dan dukungan tanpa menyalahkan
14.
Seorang perempuan umur 32 tahun, G2P1, dirawat di RS karena perdarahan antepartum. Keluarga tampak panik dan terus bertanya dengan nada tinggi. Kondisi ibu mulai stabil setelah penanganan awal. Pertanyaan: Apakah pendekatan dukungan emosional yang paling tepat dilakukan bidan terhadap keluarga pasien tsb?
a)
Menyerahkan komunikasi sepenuhnya kepada tenaga lain
b)
Membatasi komunikasi agar tim fokus pada tindakan medis
c)
Mengabaikan pertanyaan keluarga untuk menghindari konflik
d)
Menyalahkan keluarga karena keterlambatan datang ke fasilitas kesehatan
e)
Memberikan informasi jelas, menenangkan, dan melibatkan keluarga secara terarah
15.
Seorang perempuan umur 28 tahun, P2A0, dirawat di Praktek Mandiri Bidan 1 jam pascapersalinan normal dengan keluhan perdarahan banyak sejak 30 menit. Riwayat persalinan berlangsung lama. Pemeriksaan fisik menunjukkan TD 85/55 mmHg, N 120 x/menit, RR 28 x/menit, S 36,4°C, kulit dingin dan pucat, uterus teraba lembek. Hb 7,8 g/dL. Belum diberikan terapi sebelumnya. Pertanyaan: Apakah jenis syok yang paling sesuai dengan kondisi ibu ini?
a)
Syok kardiogenik akibat gangguan fungsi pompa jantung
b)
Syok hipovolemik akibat kehilangan volume darah akut
c)
Syok septik akibat respons sistemik terhadap infeksi
d)
Syok neurogenik akibat gangguan sistem saraf otonom
e)
Syok anafilaktik akibat reaksi alergi berat
16.
Seorang perempuan umur 30 tahun, G2P1, dirawat di Puskesmas setelah mendapatkan injeksi antibiotik. Lima menit kemudian ibu mengeluh sesak napas, gatal seluruh tubuh, dan pusing. Pemeriksaan menunjukkan TD 80/50 mmHg, N 130 x/menit, RR 32 x/menit, S 36,8°C, urtikaria generalisata, wheezing pada auskultasi paru. Pertanyaan: Apakah jenis syok yang paling sesuai dengan kondisi pasien ini?
a)
Syok septik akibat infeksi akut
b)
Syok kardiogenik akibat aritmia
c)
Syok neurogenik akibat cedera saraf
d)
Syok hipovolemik akibat kehilangan cairan
e)
Syok anafilaktik akibat reaksi hipersensitivitas
17.
Seorang perempuan umur 27 tahun, P1A0, dirawat di Praktek Mandiri Bidan 1 jam pascapersalinan normal dengan keluhan perdarahan banyak sejak 25 menit. Riwayat persalinan lama. Pemeriksaan fisik menunjukkan TD 85/55 mmHg, N 122 x/menit, RR 28 x/menit, S 36,4°C, kulit pucat dan dingin, uterus lembek. Hb 7,6 g/dL. Pertanyaan: Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada ibu ini?
a)
Gangguan fungsi jantung akibat kardiomiopati
b)
Reaksi alergi terhadap obat pascapersalinan
c)
Kehilangan darah akut akibat atonia uteri
d)
Gangguan saraf otonom akibat trauma
e)
Infeksi sistemik pascapersalinan
18.
Seorang perempuan umur 34 tahun, G3P2, mengalami sesak napas mendadak dan penurunan kesadaran saat persalinan di RS. Pemeriksaan menunjukkan TD 70/40 mmHg, N 120 x/menit, RR 36 x/menit, S 36,5°C, sianosis sentral. Saturasi oksigen 75%. Tidak ditemukan perdarahan eksternal. Pertanyaan: Manakah penyebab syok obstetri yang paling sesuai dengan gambaran ini?
a)
A. Perdarahan postpartum
b)
B. Sepsis intrapartum
c)
C. Emboli cairan ketuban
d)
D. Reaksi anafilaktik
e)
E. Kardiomiopati peripartum
19.
Seorang perempuan umur 30 tahun, P2A0, dirawat di RS 2 jam pascapersalinan dengan keluhan perdarahan terus-menerus dari jalan lahir dan bekas suntikan sejak 45 menit. Riwayat solusio plasenta. Pemeriksaan fisik menunjukkan TD 90/60 mmHg, N 118 x/menit, RR 28 x/menit, S 36,5°C. Laboratorium menunjukkan trombosit 60.000/mm³, PT dan aPTT memanjang, fibrinogen menurun. Pertanyaan: Apakah konsep utama yang paling tepat menjelaskan kondisi ibu ini?
a)
A. Gangguan pembekuan primer akibat defisiensi faktor herediter
b)
B. Aktivasi koagulasi sistemik yang menyebabkan perdarahan dan trombosis
c)
C. Kehilangan faktor pembekuan akibat perdarahan pascapersalinan biasa
d)
D. Reaksi alergi sistemik terhadap transfusi darah
e)
E. Gangguan agregasi trombosit karena obat
20.
Seorang perempuan umur 29 tahun, P2A0, dirawat di Praktek Mandiri Bidan 1 jam pascapersalinan dengan keluhan perdarahan banyak sejak 30 menit. Riwayat persalinan lama. Pemeriksaan fisik menunjukkan TD 82/54 mmHg, N 124 x/menit, RR 30 x/menit, S 36,3°C, kulit pucat dan dingin. Hb 7,5 g/dL. Belum diberikan terapi. Pertanyaan: Apakah langkah manajemen awal yang paling tepat pada kondisi ibu ini?
a)
A. Pemeriksaan laboratorium lanjutan sebelum intervensi
b)
B. Stabilisasi ABC, kontrol perdarahan, dan resusitasi cairan cepat
c)
C. Pemberian antibiotik spektrum luas dan observasi
d)
D. Edukasi keluarga dan persiapan dokumentasi rujukan
e)
E. Pemberian analgesik intravena
21.
Seorang perempuan umur 28 tahun, P1A0, dirawat di Puskesmas dengan perdarahan postpartum dan tanda syok. Setelah stabilisasi awal, bidan mencurigai perkembangan DIC dan mempersiapkan rujukan. Pertanyaan: Apakah peran utama bidan dalam manajemen awal syok dan DIC pada kondisi ini?
a)
A. Menetapkan diagnosis definitif dan terapi lanjutan
b)
B. Stabilisasi awal, deteksi dini, dan rujukan cepat
c)
C. Memberikan transfusi darah mandiri
d)
D. Menunda rujukan sampai hasil laboratorium lengkap
e)
E. Fokus pada dokumentasi administratif
22.
Seorang perempuan umur 27 tahun, P1A0, dirawat di Praktek Mandiri Bidan 1 jam pascapersalinan dengan keluhan perdarahan banyak sejak 30 menit. Riwayat persalinan lama. Pemeriksaan fisik menunjukkan TD 88/56 mmHg, N 118 x/menit, RR 28 x/menit, S 36,5°C, uterus lembek. Hb 8,0 g/dL. Setelah masase uterus dan pemasangan infus, perdarahan masih berlangsung. Pertanyaan: Apakah prinsip rujukan maternal yang paling tepat diterapkan pada kondisi ini?
a)
A. Menunggu respons terapi sampai perdarahan berhenti
b)
B. Stabilisasi awal dan rujukan segera ke fasilitas rujukan
c)
C. Observasi ketat di tempat dengan pemantauan berkala
d)
D. Edukasi keluarga dan kontrol ulang terjadwal
e)
E. Dokumentasi singkat tanpa komunikasi rujukan
23.
Seorang bayi laki-laki usia 10 menit lahir di Praktek Mandiri Bidan, tidak menangis spontan. Riwayat persalinan lama. Pemeriksaan menunjukkan denyut jantung 90 x/menit, napas tidak teratur, warna kulit sianosis sentral. Setelah resusitasi awal, bayi masih memerlukan bantuan napas. Pertanyaan: Manakah prinsip rujukan neonatal yang paling tepat pada kondisi bayi ini?
a)
Stabilisasi jalan napas dan rujukan dengan pendampingan
b)
Menunggu adaptasi spontan sebelum merujuk
c)
Observasi ketat tanpa intervensi lanjutan
d)
Rujukan tanpa komunikasi klinis
e)
Menunda rujukan hingga bayi menyusu
24.
Seorang perempuan umur 32 tahun, G2P1, mengalami perdarahan antepartum dan dirujuk dari Puskesmas ke RS. Kondisi ibu relatif stabil setelah cairan intravena. Bidan menyiapkan proses rujukan. Pertanyaan: Apakah komponen komunikasi rujukan yang paling penting untuk disampaikan kepada fasilitas penerima?
a)
Jadwal kontrol pascarujukan.
b)
Riwayat sosial ekonomi pasien
c)
Identitas keluarga dan alamat lengkap
d)
Preferensi pasien terhadap fasilitas Kesehatan
e)
Kondisi klinis terkini, tindakan pra-rujukan, dan respons pasien
25.
Seorang perempuan umur 27 tahun, P1A0, dirawat di Praktek Mandiri Bidan 1 jam pascapersalinan dengan keluhan perdarahan banyak sejak 20 menit. Riwayat persalinan lama. Pemeriksaan fisik menunjukkan TD 88/56 mmHg, N 118 x/menit, RR 28 x/menit, S 36,6°C, uterus lunak. Hb 8,4 g/dL. Bidan telah melakukan masase uterus dan pemasangan infus. Pertanyaan: Apakah prinsip dokumentasi asuhan kebidanan kegawatdaruratan yang paling tepat diterapkan pada situasi ini?
a)
A. Dokumentasi lengkap setelah pasien dirujuk dan kondisi stabil
b)
B. Pencatatan segera tindakan dan respons pasien secara kronologis
c)
C. Pencatatan singkat tanpa waktu kejadian untuk efisiensi
d)
D. Pencatatan berdasarkan ingatan setelah semua tindakan selesai
e)
E. Dokumentasi hanya pada tindakan yang berhasil