NEW
Font size
WorksheetsKuis Biost Intermdiate
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Dinas Kesehatan ingin survei cepat tingkat kepuasan pasien rawat inap di RS X. RS memiliki daftar pasien rawat inap lengkap (sampling frame tersedia), populasi relatif tidak terlalu besar, dan tidak perlu estimasi per kelas perawatan. Metode sampling yang paling tepat adalah
A. Cluster sampling
B. Stratified random sampling
C. Simple random sampling
D. Snowball sampling
Peneliti ingin mengestimasi cakupan imunisasi dasar di tingkat provinsi. Tidak ada daftar individu balita yang lengkap, wilayah luas, dan akses ke beberapa kabupaten sulit. Metode sampling yang paling tepat adalah
A. Cluster random sampling
B. Simple random sampling
C. Systematic random sampling
D. Convenience sampling
Studi bertujuan menaksir proporsi remaja putri anemia di Kecamatan Y tahun 2026. Peneliti hanya mendata remaja putri yang hadir di 10 sekolah yang mudah diakses. Pernyataan yang paling tepat adalah
A. Populasi = remaja putri yang hadir saat survei; sampel = seluruh remaja putri Kecamatan Y
B. Populasi target = seluruh remaja putri di Kecamatan Y (tahun 2026); sampel = remaja putri yang dipilih dan diukur dalam studi (misalnya dari sekolah terpilih)
C. Populasi target = 10 sekolah; sampel = semua remaja putri Kecamatan Y
D. Populasi dan sampel selalu sama, jadi tidak perlu dibedakan
Mahasiswa melakukan survei “persepsi stres” dengan mengambil responden dari teman sekelas yang bersedia mengisi kuesioner karena keterbatasan waktu. Jenis pendekatan sampling yang digunakan adalah
A. Probability sampling
B. Non-probability sampling
C. Stratified random sampling
D. Systematic random sampling
Peneliti menargetkan komposisi responden: 50% mahasiswa S1 dan 50% mahasiswa S2, sesuai proporsi yang diinginkan, kemudian mengisi kuota tersebut dari responden yang tersedia sampai terpenuhi. Metode non-probability yang digunakan adalah
A. Convenience sampling
B. Purposive sampling
C. Quota sampling
D. Snowball sampling
Penelitian mengenai stigma kesehatan mental pada kelompok yang sulit dijangkau. Peneliti memulai dari beberapa responden kunci, lalu meminta mereka merekomendasikan responden lain yang memenuhi kriteria. Metode non-probability yang digunakan adalah
A. Purposive sampling
B. Quota sampling
C. Snowball sampling
D. Simple random sampling
Peneliti ingin mengestimasi prevalensi diare balita di Kota Z (variabel kategorik: diare/tidak) dengan tingkat kepercayaan 95% dan presisi tertentu. Rumus besar sampel yang paling tepat adalah
A. Rumus estimasi rata-rata: n = z^2 σ^2 / d^2
B. Rumus estimasi proporsi (SRS): n = z^2 p(1-p) / d^2
C. Rumus uji beda dua rata-rata independen
D. Rumus uji beda rata-rata berpasangan (paired)
Peneliti ingin mengestimasi rata-rata kadar Hb ibu hamil (variabel numerik) di Kabupaten A dengan tingkat kepercayaan 95%, presisi (simpangan maksimum dari rata-rata), dan memiliki perkiraan SD dari studi terdahulu. Rumus besar sampel yang paling tepat adalah
A. Rumus estimasi proporsi (SRS): n = z^2 p(1-p) / d^2
B. Rumus estimasi rata-rata (SRS): n = z^2 σ^2 / d^2
C. Rumus uji beda dua proporsi
D. Rumus systematic sampling: k = N/n
Studi analitik ingin menguji perbedaan proporsi ASI eksklusif antara ibu berpendidikan tinggi vs rendah (outcome kategorik; dua kelompok independen). Peneliti menetapkan 95% CI dan power 80%. Rumus besar sampel yang paling tepat adalah
A. Rumus estimasi proporsi tunggal: n = z^2 p(1-p) / d^2
B. Rumus uji hipotesis beda dua proporsi (dua kelompok independen)
C. Rumus estimasi rata-rata: n = z^2 σ^2 / d^2
D. Rumus uji beda rata-rata berpasangan (paired)
Dua kelompok mahasiswa menghitung besar sampel untuk penelitian yang sama, tetapi hasilnya berbeda. Kelompok 1 memilih presisi lebih ketat dan tingkat kepercayaan lebih tinggi. Faktor yang paling menjelaskan mengapa n mereka lebih besar adalah
A. Presisi yang diinginkan makin ketat (d makin kecil) dan interval kepercayaan lebih tinggi (z makin besar) akan meningkatkan n
B. Menggunakan non-probability sampling selalu membuat n lebih kecil
C. Menggunakan stratified sampling selalu mengurangi n tanpa syarat
D. Populasi besar otomatis membuat n tidak perlu dihitung
