WorksheetsDETIK DETIK TKA
Total questions: 3
Worksheet time: 2mins
Fenomena Solstis Matahari
Fenomena solstis matahari terjadi saat matahari terbenam atau terbit. Solstis matahari terjadi di sepanjang garis horizon. Kata solstis berasal dari bahasa Latin, solstitium. Kata tersebut berarti 'matahari berhenti. Fenomena solstis matahari menandai awal hari terpanjang dalam setahun.
Solstis terjadi ketika sinar matahari melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal. Pada saat solstis, sinar matahari berada di sudut rendah. Saat solstis, warna langit menjadi kemerahan, oranye, atau kuning. Perubahan ini disebabkan oleh efek hamburan Rayleigh. Hamburan Rayleigh terjadi oleh molekul-molekul dan debu udara. Keduanya memantulkan serta menyebarkan cahaya. Adapun panjang gelombangnya lebih pendek, seperti warna biru dan hijau. .
Fenomena solstis matahari terjadi dua kali dalam setahun. Keduanya disebut solstis musim panas dan solstis musim dingin. Umumnya, solstis musim panas terjadi sekitar 21 atau 22 Juni. Fenomena ini terjadi di belahan bumi utara. Wilayah tersebut berada di atas garis khatulistiwa. Sementara itu, solstis musim dingin terjadi sekitar 21 atau 22 Desember. Solstis musim dingin terjadi di belahan bumi utara.
Ketika solstis terjadi, matahari mencapai titik terjauhnya dari ekuator. Dampak solstis matahari yakni memengaruhi durasi siang dan malam. Saat solstis musim panas, siang hari menjadi lebih lama. Malam hari berdurasi lebih sebentar di belahan bumi utara. Sementara itu, di belahan bumi selatan, malam akan terasa lebih lama. Tahun ini, fenomena solstis menyebabkan kutub utara condong ke arah matahari. Fenomena ini menandakan hari pertama musim panas di belahan bumi utara. Di belahan bumi selatan, solstis menandai hari pertama musim dingin.
1. Apa makna kata durasi dalam kalimat ”Dampak solstis matahari yakni memengaruhi durasi siang dan malam”? :
A. Perbedaan waktu antara siang dan malam.
B..Jarak antara waktu matahari terbit dan terbenam.
C. . Lama waktu berlangsungnya siang atau malam.
D. Jumlah waktu yang dibutuhkan oleh matahari untuk bersinar.
2. Tentukan gagasan pendukung parapraf kedua teks
Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih satu.
Urutan peristiwa fenomena solstis matahari.
Perubahan warna langit saat solstis matahari.
Efek hamburan Rayleigh saat solstis matahari.
Kronologi terjadinya fenomena solstis matahari
Peran Pikiran terhadap Kesehatan Manusia
Menurut Prof. Kasoki Moraka, sekitar 90% penyakit yang dialami manusia dipengaruhi oleh kondisi pikiran. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh faktor fisik, tetapi juga oleh aspek psikologis dan sosial. Pikiran yang tidak terkelola dengan baik dapat memicu gangguan kesehatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Prof. Kasoki Moraka merinci penyebab gangguan kesehatan tersebut ke dalam beberapa faktor. Sebanyak 50% penyakit disebabkan oleh jiwa yang kotor, yaitu kondisi batin yang dipenuhi rasa iri, dengki, kebencian, dan emosi negatif lainnya. Emosi negatif yang terus dipendam dapat memengaruhi sistem tubuh dan menurunkan daya tahan fisik.
Selanjutnya, 25% penyakit berasal dari pikiran keliru, seperti pola pikir pesimis, cemas berlebihan, dan kebiasaan menyalahkan diri sendiri. Selain itu, 15% penyakit dipicu oleh hubungan sosial yang terganggu, misalnya konflik berkepanjangan, perasaan terasing, atau kurangnya dukungan sosial. Faktor terakhir adalah makanan, yang menyumbang 10% penyebab penyakit, terutama jika pola makan tidak seimbang dan tidak sehat.
Paparan tersebut menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental, mengelola emosi, serta membangun hubungan sosial yang harmonis agar tubuh tetap sehat secara menyeluruh.
Pertanyaan:
Istilah “emosi negatif” pada teks tersebut merupakan kosakata bidang psikologi, yang bermakna …
A. perasaan menyenangkan yang meningkatkan semangat hidup
B. reaksi tubuh terhadap makanan yang tidak sehat
C. perasaan tidak menyenangkan yang dapat memengaruhi kondisi mental dan fisik
D. gangguan fisik yang disebabkan oleh virus dan bakteri
