WorksheetsBersatu dalam Keberagaman
Total questions: 8
Worksheet time: 12mins
(C4 – Analisis) Perhatikan ilustrasi berikut! Di sebuah daerah yang sedang mengalami transisi industri, muncul ketegangan antara penduduk lokal yang memegang teguh adat istiadat dengan pendatang yang membawa gaya hidup urban. Penduduk lokal merasa identitas budayanya terancam, sementara pendatang merasa penduduk lokal terlalu tertutup terhadap kemajuan. Berdasarkan analisis Anda, akar pemicu konflik pada ilustrasi tersebut yang paling mendasar adalah ....
Perbedaan kepentingan ekonomi antara buruh dan pengusaha.
Kurangnya komunikasi formal antara perangkat desa dan warga.
Etnosentrisme dan perbedaan latar belakang kebudayaan dalam menyikapi perubahan.
Dominasi kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas di wilayah industri.
Ketidakadilan hukum dalam pembagian lahan pemukiman pendatang.
Evaluasilah tindakan yang paling tepat dilakukan oleh pemerintah sesuai dengan nilai keadilan dan keberadaban Pancasila untuk mengatasi konflik ras tersebut adalah ....
Melakukan pemblokiran akses internet secara total di daerah yang berkonflik.
Menangkap seluruh pengunggah komentar tanpa melakukan proses verifikasi.
Mengedepankan penegakan hukum yang transparan serta memfasilitasi dialog lintas tokoh etnis.
Meminta kelompok ras yang menjadi korban untuk mengalah demi stabilitas keamanan.
Melakukan asimilasi paksa agar semua ras memiliki identitas budaya yang seragam.
(C4 – Analisis) Dalam sejarah Indonesia, konflik berbasis agama sering kali berawal dari persoalan pendirian rumah ibadah atau tafsir keagamaan yang sempit. Jika Anda adalah seorang pemimpin daerah, kebijakan preventif (pencegahan) manakah yang paling efektif untuk membangun harmoni beragama?
Melarang diskusi keagamaan di ruang publik untuk menghindari perdebatan.
Mewajibkan seluruh warga mengikuti satu paham keagamaan yang diakui pemerintah.
Membentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang aktif mengadakan dialog interaktif dan kerja sama sosial lintas iman.
Membangun rumah ibadah yang berdekatan tanpa mempertimbangkan izin lingkungan.
Menyerahkan seluruh penyelesaian konflik agama kepada aparat keamanan tanpa mediasi.
(C4 – Analisis) Konflik antarsuku sering kali dipicu oleh rasa "Primordialisme" yang berlebihan. Dampak paling berbahaya dari sifat ini terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia adalah ....
Meningkatnya jumlah kunjungan wisata antardaerah.
Menguatnya rasa bangga terhadap kekayaan budaya daerah sendiri.
Melemahnya rasa persatuan nasional karena warga lebih setia pada kelompok suku daripada negara.
Semakin banyaknya penelitian tentang sejarah suku-suku di Indonesia.
Terbentuknya perkampungan khusus suku tertentu di wilayah perkotaan.
(C6 – Kreasi/Mengonstruksi) Salah satu solusi strategis dalam menangani konflik keberagaman adalah melalui "Gagasan Solutif yang Berkeadilan". Manakah tindakan di bawah ini yang mencerminkan solusi berkeadilan tersebut?
Menyelesaikan konflik dengan cara memenangkan pihak yang memiliki jumlah anggota terbanyak.
Mengambil keputusan yang didasarkan pada kesepakatan bersama melalui musyawarah tanpa merugikan hak dasar kelompok minoritas.
Memberikan kompensasi uang kepada korban konflik tanpa perlu mengadili pelaku kekerasan.
Mengharuskan pihak yang berkonflik untuk meninggalkan wilayah sengketa secara permanen.
Menyeragamkan bahasa dan adat istiadat seluruh suku di Indonesia menjadi satu budaya nasional.
(HOTS – Analisis) Mengapa keberagaman suku dan agama di Indonesia sering kali diibaratkan sebagai "pisau bermata dua"? Jelaskan argumen Anda dengan mengaitkan potensi harmoni dan potensi konflik yang mungkin timbul!
(HOTS – Sintesis) Di era digital saat ini, hoaks (berita bohong) sering menjadi pemicu konflik SARA. Rancanglah sebuah strategi bagi pelajar kelas XI untuk berperan sebagai "Duta Damai Digital" dalam mencegah konflik keberagaman di media sosial!
(HOTS – Evaluasi) Kasus konflik budaya sering terjadi ketika ada klaim warisan budaya oleh kelompok atau negara lain. Bagaimana seharusnya cara kita menyikapi keberagaman budaya agar tidak terjadi konflik klaim, namun budaya kita tetap lestari dan diakui secara global?
