wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ulum al-Hadits — Lembar Soal Kelas 11

Total questions: 150

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang disebut dengan ilmu mushtalah al-hadits?

a)

Ilmu tentang dasar-dasar dan kaidah untuk mengetahui kondisi sanad dan matan hadis dari sisi diterima atau ditolaknya

b)

Ilmu yang membahas tafsir ayat-ayat Al-Qur'an secara tematik

c)

Ilmu yang meneliti sejarah para khalifah secara kronologis

d)

Ilmu yang mempelajari fiqih ibadah dan muamalah sehari-hari

2.

Apa yang menjadi objek pembahasan ilmu mushtalah al-hadits?

a)

Sanad dan matan dari sisi diterima atau ditolaknya

b)

Biografi ulama ahli hadis sepanjang sejarah

c)

Metode penafsiran ayat-ayat hukum dalam Al-Qur'an

d)

Bahasa Arab klasik untuk memahami teks hadis

3.

Apa manfaat dari ilmu mushtalah al-hadits?

a)

Untuk membedakan hadis yang sahih dari hadis yang lemah

b)

Untuk menentukan makna bahasa Arab dalam kamus klasik

c)

Untuk mengurutkan peristiwa sejarah Islam awal

d)

Untuk menetapkan hukum fiqih tanpa merujuk sanad

4.

Di antara kitab-kitab tentang ilmu mushtalah al-hadits adalah kitab المكتَّث الفاصل بين الراوي والواعي. Siapakah penyusun kitab tersebut?

a)

Al-Hasan bin ‘Abd al-Rahman al-Ramahurmuzi

b)

Muhammad bin Ismail al-Bukhari

c)

Yahya bin Syaraf al-Nawawi

d)

Ibn Hajar al-‘Asqalani

5.

Di antara kitab-kitab tentang ilmu mushtalah al-hadits adalah kitab معرفة علوم الحديث. Siapakah penyusun kitab tersebut?

a)

Al-Hakim al-Nisaburi

b)

Al-Khatib al-Baghdadi

c)

Ibn Sa‘d

d)

Imam al-Dzahabi

6.

Di antara kitab-kitab tentang ilmu mushtalah al-hadits adalah kitab الكفاية في علم الرواية. Siapakah yang menyusun kitab tersebut?

a)

Al-Khatib al-Baghdadi

b)

Al-Hakim al-Nisaburi

c)

Imam al-Bukhari

d)

Ibn Hibban al-Busti

7.

Di antara kitab-kitab tentang ilmu mushtalah al-hadits adalah kitab الجامع لأخلاق الراوي وآداب السامع. Siapakah yang menyusun kitab tersebut?

a)

Al-Khatib al-Baghdadi

b)

Imam al-Bukhari

c)

Yahya bin Ma‘in

d)

Ibn Abi Hatim al-Razi

8.

Di antara kitab-kitab tentang ilmu mushtalah al-hadits adalah kitab التقريب والتيسير لمعرفة سنن البشير النذير. Siapakah yang menyusun kitab tersebut?

a)

Yahya bin Syaraf al-Nawawi

b)

‘Abd al-Ghani al-Maqdisi

c)

Imam al-Dzahabi

d)

Ibn ‘Adi

9.

Di antara kitab-kitab tentang ilmu mushtalah al-hadits adalah kitab تدريب الراوي في شرح تقريب النووي. Siapakah yang menyusun kitab tersebut?

a)

Jalal al-Din al-Suyuthi

b)

Ibn Hajar al-‘Asqalani

c)

Ahmad ibn Syu‘ayb al-Nasa’i

d)

Al-Khatib al-Baghdadi

10.

Siapa nama penulis kitab ilmu hadis تيسير مصطلح الحديث?

a)

Dr. Mahmud al-Tahhan

b)

Muhammad bin Shihab al-Zuhri

c)

Imam al-Bukhari

d)

Yahya bin Ma‘in

11.

Apa yang disebut dengan ilmu rijal al-hadits?

a)

Ilmu untuk mengetahui para perawi hadis dari sisi keberadaan mereka sebagai perawi

b)

Ilmu untuk menafsirkan hadis secara tematik dan hukum

c)

Ilmu yang mengulas sejarah penulisan kitab hadis

d)

Ilmu yang menjelaskan cara periwayatan hadis Nabi secara rinci

12.

Ungkapan Arab yang menjelaskan cabang ilmu hadis berikut: العلم الذي يُعرَفُ به رُواةُ الحديث من الناحية التي تتعلّق بروايتهم للحديث... merupakan definisi dari ilmu apa?

a)

Ilmu tarikḥ al-ruwāt (sejarah para perawi)

b)

Ilmu mushtalah al-hadits

c)

Ilmu dirayah

d)

Ilmu riwayah

13.

Salah satu kitab yang terkait dengan ilmu tārīkh al-ruwāt adalah kitab التاريخ الكبير. Siapakah nama penyusun kitab tersebut?

a)

Muhammad bin Isma‘il al-Bukhari

b)

Ibn Sa‘d

c)

Al-Hakim al-Nisaburi

d)

Ibn Hibban al-Busti

14.

Kitab تهذيب التهذيب merupakan salah satu kitab tentang ilmu tārīkh al-ruwāt. Siapakah penyusun kitab tersebut?

a)

Ibn Hajar al-‘Asqalani

b)

Imam al-Dzahabi

c)

Al-Khatib al-Baghdadi

d)

Yahya bin Ma‘in

15.

Salah satu kitab yang terkait dengan ilmu tārīkh al-ruwāt adalah kitab الطبقات الكبير. Siapakah nama penyusun kitab tersebut?

a)

Ibn Sa‘d

b)

Imam al-Bukhari

c)

Ibn ‘Adi

d)

‘Abd al-Ghani al-Maqdisi

16.

Salah satu kitab yang terkait dengan ilmu tārīkh al-ruwāt adalah kitab تاريخ نيسابور. Siapakah nama penyusun kitab tersebut?

a)

Al-Hakim al-Nisaburi

b)

Al-Khatib al-Baghdadi

c)

Ibn Hibban al-Busti

d)

Yahya bin Ma‘in

17.

Salah satu kitab yang terkait dengan ilmu tārīkh al-ruwāt adalah kitab تاريخ بغداد. Siapakah nama penyusun kitab tersebut?

a)

Al-Khatib al-Baghdadi

b)

Imam al-Bukhari

c)

Ibn Sa‘d

d)

Ibn Hajar al-‘Asqalani

18.

Salah satu kitab yang terkait dengan ilmu tārīkh al-ruwāt adalah kitab تاريخ الإسلام. Siapakah nama penyusun kitab tersebut?

a)

Al-Dzahabi

b)

Al-Hakim al-Nisaburi

c)

Ibn ‘Adi

d)

‘Abd al-Ghani al-Maqdisi

19.

Kalimat Arab: علم يُبحث فيه عن جرح الرواة وتعديلهم بألفاظ مخصوصة... merupakan definisi dari cabang ilmu hadis apa?

a)

Ilmu al-jarh wa al-ta‘dil

b)

Ilmu mushtalah al-hadits

c)

Ilmu dirayah

d)

Ilmu rijal al-hadits

20.

Jelaskan apa pentingnya ilmu al-jarh wa al-ta‘dil!

a)

Mengetahui mana perawi yang dapat diterima periwayatannya dan mana yang ditolak agar dapat dibedakan hadis sahih dan hadis daif

b)

Menentukan tema-tema besar dalam kajian tafsir Al-Qur’an

c)

Menjelaskan latar belakang sosial politik para perawi

d)

Menyusun urutan kronologis penulisan kitab-kitab hadis

21.

Sebutkan salah satu dalil yang mensyaratkan adanya al-jarh wa al-ta‘dil!

a)

Ayat QS. Al-Hujurat: 6\text{QS. Al-Hujurat: 6} : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

b)

Hadis tentang keutamaan menulis ilmu

c)

Ayat tentang kewajiban shalat lima waktu

d)

Kaidah fikih tentang sadd al-dzari‘ah

22.

Bagaimana cara mengetahui keadilan seorang perawi?

a)

Popularitas keadilannya

b)

Tazkiyah (rekomendasi dari perawi lain yang adil tentang keadilan perawi yang diteliti)

c)

Melalui jumlah hadis yang diriwayatkan tanpa melihat kualitas

d)

Dengan melihat tempat kelahiran perawi

23.

Pada al-jarh wa al-ta‘dil terdapat tingkatan redaksi. Manakah pasangan redaksi pada tingkatan paling tinggi yang tepat?

a)

Al-ta‘dil: هو أوثق الناس; al-jarh: هو أكذب الناس

b)

Al-ta‘dil: صدوق; al-jarh: ضعيف

c)

Al-ta‘dil: ثقة; al-jarh: متروك

d)

Al-ta‘dil: حافظ; al-jarh: سيئ الحفظ

24.

Di dalam menerangkan keadaan perawi, ada kode etik yang harus dipegang oleh ulama. Pilih kombinasi dua kode etik yang benar!

a)

Teliti dan jeli dalam membahas serta menghukumi; jujur dalam menghukumi

b)

Bersikap netral tanpa menilai; tidak menyebutkan cacat perawi

c)

Tetap memegang etika ketika mengkritik; bersih dari tendensi apa pun demi menjaga kemurnian hadis

d)

Hanya melihat jumlah murid; mengabaikan guru dan perjalanan ilmiahnya

25.

Jika seorang perawi diketahui dahulu fāsiq lalu bertobat dan menjadi adil, apakah riwayatnya dapat diterima?

a)

Diterima jika diriwayatkan setelah menjadi adil, tidak diterima jika sebelum menjadi adil, dan dipending jika waktunya tidak jelas

b)

Selalu ditolak meski sudah bertobat

c)

Selalu diterima tanpa syarat setelah bertobat

d)

Hanya diterima jika perawi berasal dari kota besar

26.

Apa pendapat ulama terkait adanya ta‘ārud (pertentangan) antara jarh dan ta‘dil terhadap satu perawi?

a)

Tiga pendapat: dimenangkan pendapat jārih yang lebih jeli; dimenangkan suara terbanyak; dipending jika tidak bisa ditarjih

b)

Satu pendapat bulat: selalu memenangkan ta‘dil

c)

Dua pendapat: menolak semua riwayat atau menerima semuanya

d)

Tidak ada pembahasan khusus tentang ta‘ārud dalam literatur

27.

Di antara kitab-kitab tentang al-jarh wa al-ta‘dil adalah kitab الجرح والتعديل. Siapakah penyusun kitab tersebut?

a)

Ibn Abi Hatim al-Razi

b)

Imam al-Bukhari

c)

Ibn Hajar al-‘Asqalani

d)

Al-Dzahabi

28.

Di antara kitab-kitab tentang al-jarh wa al-ta‘dil adalah kitab الضعفاء. Siapakah penyusun dari kitab tersebut?

a)

Imam al-Bukhari

b)

Ibn ‘Adi

c)

Al-Hakim al-Nisaburi

d)

‘Abd al-Ghani al-Maqdisi

29.

Di antara kitab-kitab tentang al-jarh wa al-ta‘dil adalah kitab الضعفاء والمتروكين. Siapakah penyusun dari kitab tersebut?

a)

Ahmad ibn Syu‘ayb al-Nasa’i

b)

Imam al-Bukhari

c)

Ibn Hibban al-Busti

d)

Yahya bin Ma‘in

30.

Di antara kitab-kitab tentang al-jarh wa al-ta‘dil adalah kitab معرفة الرجال. Siapakah penyusun dari kitab tersebut?

a)

Yahya bin Ma‘in

b)

Ibn Sa‘d

c)

Al-Khatib al-Baghdadi

d)

Imam al-Dzahabi

31.

Di antara kitab-kitab tentang al-jarh wa al-ta‘dil adalah kitab في نقد الرجال ميزان الاعتدال. Siapakah penyusun dari kitab tersebut?

a)

Imam al-Dzahabi

b)

Ibn Hajar al-‘Asqalani

c)

Ibn Hibban al-Busti

d)

Ibn Abi Hatim al-Razi

32.

Siapa penulis kitab tentang biografi perawi hadis لسان الميزان?

a)

Ibn Hajar al-‘Asqalani

b)

Imam al-Bukhari

c)

Ibn ‘Adi

d)

Al-Hakim al-Nisaburi

33.

Di antara kitab-kitab tentang al-jarh wa al-ta‘dil adalah الثقات. Siapakah penyusun dari kitab tersebut?

a)

Ibn Hibban al-Busti

b)

Imam al-Dzahabi

c)

Al-‘Ijli

d)

Ibn Sa‘d

34.

Di antara kitab-kitab tentang al-jarh wa al-ta‘dil adalah الكامل في الضعفاء. Siapakah penyusun dari kitab tersebut?

a)

Ibn ‘Adi

b)

Ibn Hibban al-Busti

c)

Imam al-Bukhari

d)

Yahya bin Ma‘in

35.

Di antara kitab-kitab tentang al-jarh wa al-ta‘dil adalah المغني في الضعفاء. Siapakah penyusun dari kitab tersebut?

a)

Imam al-Dzahabi

b)

Ibn ‘Adi

c)

Al-Khatib al-Baghdadi

d)

Ibn Hajar al-‘Asqalani

36.

Di antara kitab-kitab tentang al-jarh wa al-ta‘dil adalah التاريخ الكبير. Siapakah penyusun dari kitab tersebut?

a)

Imam al-Bukhari

b)

Ibn Hibban al-Busti

c)

Ibn Abi Hatim al-Razi

d)

Ibn Sa‘d

37.

Di antara kitab-kitab tentang al-jarh wa al-ta‘dil adalah الكمال في أسماء الرجال. Siapakah penyusun dari kitab tersebut?

a)

‘Abd al-Ghani al-Maqdisi

b)

Al-Dzahabi

c)

Al-Khatib al-Baghdadi

d)

Ibn ‘Adi

38.

Apa yang disebut dengan ilmu hadis dirayah?

a)

Ilmu untuk mengetahui keadaan sanad dan matan, cara menerima dan menyampaikan hadis, serta sifat-sifat para perawi

b)

Ilmu yang hanya membahas hafalan matan hadis

c)

Ilmu tentang penulisan biografi sahabat Nabi

d)

Ilmu yang memusatkan kajian pada hukum fikih dari hadis

39.

Apa objek kajian ilmu hadis dirayah?

a)

Sanad dan matan hadis sehingga diketahui apakah hadis bisa diterima atau ditolak

b)

Biografi ulama penulis kitab hadis

c)

Aspek bahasa dan balaghah dalam teks hadis

d)

Sejarah politik masa penulisan hadis

40.

Siapa orang pertama yang menyusun kitab tentang ilmu hadis dirayah?

a)

Abu Muhammad al-Hasan bin ‘Abd al-Rahman al-Ramahurmuzi

b)

Muhammad bin Shihab al-Zuhri

c)

Imam al-Bukhari

d)

Ibn Hajar al-‘Asqalani

41.

Apa yang disebut dengan ilmu hadis riwayah?

a)

Ilmu yang mempelajari hadis yang disandarkan kepada Nabi, baik berupa ucapan, perbuatan, ketetapan, ataupun sifat

b)

Ilmu yang meneliti tafsir hadis oleh para ulama

c)

Ilmu yang menjelaskan metode kritik sanad saja

d)

Ilmu yang mengkaji kata-kata Arab dalam hadis

42.

Apa objek kajian ilmu hadis riwayah?

a)

Hadis Nabi dari segi periwayatannya dan pemeliharaannya

b)

Sejarah peradaban Islam secara umum

c)

Tafsir Al-Qur’an dengan pendekatan tematik

d)

Fiqih muamalah dalam praktik sehari-hari

43.

Siapa orang pertama yang menyusun kitab tentang ilmu hadis riwayah?

a)

Muhammad bin Shihab al-Zuhri (atas perintah Khalifah ‘Umar bin ‘Abd al-‘Aziz)

b)

Abu Muhammad al-Hasan al-Ramahurmuzi

c)

Imam al-Bukhari

d)

Yahya bin Ma‘in

44.

Sebutkan kitab-kitab induk hadis riwayah yang disebut dengan al-kutub al-khamsah! Pilih daftar yang tepat.

a)

Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan al-Tirmidzi, Sunan al-Nasai

b)

Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan al-Darimi, Sunan Ibn Majah, Muwatta’ Malik

c)

Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Musnad Ahmad, Sunan al-Tirmidzi, Sunan al-Nasai

d)

Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan al-Tirmidzi, Sunan al-Nasai, Musnad Ahmad

45.

Sebutkan kitab-kitab induk hadis riwayah yang disebut dengan al-kutub al-sittah! Pilih daftar yang tepat.

a)

Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan al-Tirmidzi, Sunan al-Nasai, Sunan Ibn Majah

b)

Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan al-Tirmidzi, Sunan al-Nasai, Musnad Ahmad

c)

Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan al-Darimi, Sunan Ibn Majah, Musnad Ahmad, Muwatta’ Malik

d)

Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan al-Tirmidzi, Sunan al-Nasai, Sunan Ibn Majah, Musnad Ahmad

46.

Sebutkan kitab-kitab induk hadis riwayah yang disebut dengan al-kutub al-tis’ah! Pilih daftar yang tepat.

a)

Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan al-Tirmidzi, Sunan al-Nasai, Sunan Ibn Majah, Musnad Ahmad bin Hanbal, Muwatta’ Malik, Sunan/Musnad al-Darimi

b)

Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan al-Tirmidzi, Sunan al-Nasai, Sunan Ibn Majah, Muwatta’ Malik, Musnad al-Suyuti, Sunan al-Daraqutni

c)

Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan al-Darimi, Sunan Ibn Majah, Musnad Ahmad bin Hanbal, Muwatta’ Malik, Musnad al-Suyuti, Sunan al-Daraqutni, Sunan Abi Dawud

d)

Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan al-Tirmidzi, Sunan al-Nasai, Sunan Ibn Majah, Musnad Ahmad bin Hanbal, Muwatta’ Malik, Sunan al-Daraqutni, Sunan al-Darimi

47.

Apa istilah yang dipakai untuk arti: menerangkan keadaan perawi, sanad, dan derajat hadis yang terdapat pada suatu kitab yang belum diterangkan keadaan perawi, sanad, dan derajatnya?

a)

Takhrij

b)

Jarh wa ta’dil

c)

Musthalah al-hadits

d)

Ilmu rijal al-hadits

48.

“Penelusuran atau pencarian hadis pada berbagai kitab sebagai sumber asli dari hadis yang bersangkutan, yang bertujuan untuk menemukan secara lengkap sanad dan matan hadis yang bersangkutan supaya diketahui kualitas dari hadis tersebut”. Ilmu apakah yang digambarkan dalam definisi ini?

a)

Ilmu takhrij al-hadits

b)

Ilmu ‘ilal al-hadits

c)

Ilmu gharib al-hadits

d)

Ilmu musthalah al-hadits

49.

Sebutkan dua saja kitab yang dipakai untuk membantu takhrij hadis! Pilih semua yang termasuk kitab untuk takhrij.

a)

Al-Mu’jam al-Mufahras li Alfazh al-Hadits al-Nabawi oleh Arent Jan Wensinck

b)

Miftah Kunuz al-Sunnah oleh Arent Jan Wensinck

c)

Fihris Sahih Muslim oleh Muhammad Fu’ad ‘Abd al-Baqi

d)

Jam‘ al-Jawami‘ oleh al-Suyuti

50.

Ungkapan Arab: “عبارةُُ عَمَّا وَقَعَ في مَتُونِ الأحاديث من الألفاظِ الغامِضَةِ العَبِيْدَةِ من الفَهْم لِقِلَّةِ اِسْتِعْمَالِهَا”. Ungkapan di atas adalah definisi dari salah satu cabang ilmu hadis. Ilmu hadis apakah yang dimaksud pada ungkapan di atas?

a)

Ilmu gharib al-hadits

b)

Ilmu ‘ilal al-hadits

c)

Ilmu rijal al-hadits

d)

Ilmu takhrij al-hadits

51.

Apa yang dimaksud dengan ilmu ‘ilal al-hadits? Pilih definisi yang tepat.

a)

Ilmu yang membahas sebab-sebab yang samar dan rumit dari segi potensinya di dalam merusak hadis, seperti me-washal-kan sanad yang putus, me-‘arfu’-kan hadis yang mawquf, memasukkan satu hadis ke dalam hadis yang lain, menempatkan sanad pada matan yang tidak semestinya, dan sejenisnya

b)

Ilmu yang mengumpulkan hadis dari berbagai kitab untuk mengetahui jalur periwayatan

c)

Ilmu yang menjelaskan istilah-istilah teknis dalam musthalah al-hadits

d)

Ilmu yang hanya menelusuri lafaz asing dalam matan hadis

52.

Pengertian Arab: “العِلْمُ الذي يَبْحَثُ عن الأَسْبابِ الخَفِيَّةِ الغامِضَةِ مِنْ جِهَةِ قُدْحِها في الحديثِ كَوَصْلِ مُنْقَطِعٍ، وَرَفْعِ مَوْقُوْفٍ، وَإِدْخَالِ حديثٍ إلى حديثٍ، أو إِزْلاقِ سَنَدٍ في مَتْنٍ أو غير ذلك”. Pengertian di atas merupakan definisi dari ilmu apa?

a)

Ilmu ‘ilal al-hadits

b)

Ilmu gharib al-hadits

c)

Ilmu takhrij al-hadits

d)

Ilmu rijal al-hadits

53.

Bagaimana kedudukan hadis/sunnah dalam Islam?

a)

Hadis merupakan referensi/sumber rujukan utama selain Al-Qur’an dan mempunyai kekuatan untuk ditaati dan diikuti oleh seluruh umat Islam

b)

Hadis hanya sebagai sejarah tanpa kekuatan hukum

c)

Hadis sekadar penjelas budaya Arab tanpa relevansi hukum

d)

Hadis tidak memiliki peran dalam penetapan hukum Islam

54.

Bacakan satu saja ayat Al-Qur’an yang menunjukkan kehujjahan sunnah! Pilih semua ayat yang menunjukkan kehujjahan sunnah.

a)

“Wa mā ātākumu al-rasūlu fa khudzhūhu wa mā nahākum ‘anhu fantahū” (Q.S. Al-Hashr: 7)

b)

“Man yuthi‘ al-rasūla faqad athā‘a Allāh” (Q.S. An-Nisa: 80)

c)

“Iqra’ bismi rabbika” (Q.S. Al-‘Alaq: 1)

d)

“Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin” (Q.S. Al-Fatihah: 2)

55.

Sebutkan fungsi hadis terhadap Al-Qur’an! Pilih semua yang benar.

a)

Sebagai muakkid (penguat ketetapan Al-Qur’an)

b)

Sebagai mufassir (penjelas ayat Al-Qur’an)

c)

Menetapkan hukum yang tidak ditetapkan dalam Al-Qur’an

d)

Menggantikan seluruh kandungan Al-Qur’an

56.

Jika Al-Qur’an menentukan sesuatu secara umum, lalu hadis menjelaskan pengecualian atas sesuatu itu, atau membatasi kemutlakannya, maka itu merupakan fungsi hadis terhadap Al-Qur’an berupa .....?

a)

Mufassir (penjelas ayat-ayat Al-Qur’an)

b)

Muakkid (penguat)

c)

Menetapkan hukum yang tidak ditetapkan dalam Al-Qur’an

d)

Pembatal Al-Qur’an

57.

Hadis melarang lelaki memakai emas dan sutra, melarang memadu seorang perempuan dengan tante/keponakannya, yang dua-duanya itu tidak ditetapkan dalam Al-Qur’an. Yang demikian itu merupakan fungsi sunnah berupa ....?

a)

Menetapkan hukum yang tidak ditetapkan dalam Al-Qur’an

b)

Muakkid (penguat)

c)

Mufassir (penjelas)

d)

An-Nāsikh (penghapus Al-Qur’an)

58.

Jika Al-Qur’an memerintahkan sesuatu, lalu hadis juga memerintahkan sesuatu itu, maka itu merupakan fungsi hadis terhadap Al-Qur’an berupa ....?

a)

Muakkid (penguat)

b)

Mufassir (penjelas)

c)

Menetapkan hukum yang tidak ditetapkan dalam Al-Qur’an

d)

Pembatal Al-Qur’an

59.

Pada awalnya Nabi melarang umat Islam secara umum untuk menulis hadis. Pilih redaksi larangan penulisan hadis yang tepat sesuai kutipan.

a)

“Lā taktubū ‘annī ghaira al-Qur’ān, wa man kataba ‘annī ghaira al-Qur’ān fal-yamḥahu, wa ḥaddithū ‘annī wa lā ḥaraj…”

b)

“Uktubū ‘annī mā syi’tum balā qayd”

c)

“Lā ba’sa bi kitābati kulli kalāmī”

d)

“Uktubū kullu mā sami‘tum min ghayr taqyīd”

60.

Sebutkan dua saja alasan tidak ditulisnya hadis di masa Nabi! Pilih semua alasan yang disebutkan.

a)

Dikhawatirkan tercampurnya sabda Nabi dengan ayat Al-Qur’an

b)

Menulis apa pun dari Nabi saat beliau hidup membutuhkan waktu lama dari para sahabat

c)

Jumlah sahabat yang bisa menulis masih sangat sedikit

d)

Karena keumumannya, para sahabat lebih mengandalkan daya hafal

61.

Secara umum Nabi pernah melarang sahabat untuk menulis hadis, namun pada akhirnya beliau membolehkannya kepada sahabat tertentu dengan izin pribadi. Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash menceritakan bahwa Nabi sambil menunjuk mulutnya bersabda sesuatu terkait kebolehan menulis hadisnya. Pilih redaksi yang tepat.

a)

“Uktub, fa walladzi nafsi bi yadih mā yakhruju minhu illā ḥaqq”

b)

“Lā taktubū ‘annī ghaira al-Qur’ān”

c)

“Uktubū ‘annī mā syi’tum balā qayd”

d)

“Lā ba’sa bi kitābati kulli kalāmī”

62.

Redaksi hadis di atas menunjukkan ada seorang sahabat yang secara resmi diperkenankan oleh Rasulullah saw untuk menuliskan hadis dari beliau. Siapakah sahabat yang dimaksud dalam hadis tersebut?

a)

‘Abdullāh bin ‘Amr bin al-‘Āsh

b)

Abu Hurairah

c)

‘Umar bin al-Khattab

d)

‘Ali bin Abi Talib

63.

Siapakah sahabat yang mengatakan: “Tidak ada sahabat Rasulullah yang lebih banyak mengetahui hadis Rasul dari pada aku selain ‘Abdullāh bin ‘Amr bin al-‘Āsh. Dia menulis (apa yang ia dengar) sedangkan aku tidak menuliskannya”?

a)

Abu Hurairah

b)

‘Abdullāh bin Mas‘ūd

c)

Anas bin Malik

d)

Zaid bin Thabit

64.

Apa nama kumpulan hadis-hadis yang dihimpun oleh ‘Abdullāh bin ‘Amr bin al-‘Āsh?

a)

Al-Shahifah al-Shadiqah

b)

Al-Shahifah al-Shahihah

c)

Al-Muwatta’

d)

Al-Musnad

65.

Selain Al-Shahifah al-Shadiqah, ada juga shahifah lainnya yang berisi kumpulan hadis Nabi yang dihimpun pada masa awal Islam. Apa nama shahifah tersebut dan siapa penghimpunnya?

a)

Al-Shahifah al-Shahihah oleh Hammām bin Munabbih

b)

Al-Shahifah al-Shahihah oleh Abu Hurairah

c)

Al-Shahifah al-Shadiqah oleh Hammām bin Munabbih

d)

Al-Shahifah al-Shadiqah oleh ‘Umar bin al-Khattab

66.

Masa al-Khulafa’ al-Rasyidun dikenal sebagai masa taqill al-riwayah. Apa maksud dari istilah tersebut?

a)

Masa penyidikan/pembatasan riwayat hadis untuk menjaga kemurnian hadis

b)

Masa penulisan resmi hadis dalam kitab-kitab besar

c)

Masa penyebaran hadis tanpa seleksi

d)

Masa penghapusan hadis dari pembelajaran

67.

Kenapa penyebaran hadis di masa Abu Bakr dan ‘Umar kurang berkembang pesat? Pilih semua alasan yang disebutkan.

a)

Karena mereka ingin mendorong umat Islam untuk memastikan dulu validitas dan autentisitas hadis

b)

Karena mereka ingin mendorong umat Islam untuk terlebih dulu memperhatikan Al-Qur’an

c)

Karena mereka kekurangan penulis

d)

Karena ada larangan total meriwayatkan hadis

68.

Siapakah khalifah yang pernah membakar sekitar 500 catatan hadis karena kehati-hatiannya dalam menjaga hadis?

a)

Abu Bakr al-Shiddiq

b)

‘Umar bin al-Khattab

c)

‘Uthman bin ‘Affan

d)

‘Ali bin Abi Talib

69.

Di antara beberapa khalifah yang karena kehati-hatiannya dalam menjaga hadis, beliau meminta setiap perawi hadis mendatangkan saksi terhadap hadis yang diriwayatkannya untuk memastikan kebenaran periwayatan tersebut. Siapakah beliau? Pilih semua yang benar.

a)

Abu Bakr

b)

‘Umar bin al-Khattab

c)

‘Uthman bin ‘Affan

d)

‘Ali bin Abi Talib

70.

Seorang khalifah yang karena kehati-hatiannya dalam menjaga hadis, beliau meminta setiap perawi hadis untuk bersumpah demi memastikan kebenaran periwayatannya adalah ....

a)

‘Ali bin Abi Talib

b)

Abu Bakr

c)

‘Umar bin al-Khattab

d)

‘Uthman bin ‘Affan

71.

Ada suatu masa yang dikenal sebagai masa penyebaran riwayat. Kapankah masa itu?

a)

Masa sahabat kecil dan tabi’in besar, yakni sejak berakhirnya masa al-khulafā’ al-rāsyidūn hingga berdirinya khilafah Umayyah

b)

Masa awal kenabian sebelum hijrah

c)

Masa Abbasiyah awal

d)

Masa setelah abad ketiga hijriyah

72.

Kapan hadis pertama kali dibukukan?

a)

Abad kedua hijriyah

b)

Abad pertama hijriyah

c)

Abad ketiga hijriyah

d)

Abad keempat hijriyah

73.

Pernyataan Arab: “أُكْتُبْ إِلَيَّ بما ثَبَتَ مِنَ الحَدِيثِ عن رَسولِ اللهِ وَاجْعَلْهُ عِنْدَكَ وَإِيَّايَ قَد خَشِينَّا دُرُوسَ العِلْمِ وَذَهَابَهُ”. Pernyataan tersebut merupakan isi surat dari salah seorang khalifah yang ditujukan buat gubernur kota Madinah untuk menulis hadis Nabi. Siapa khalifah dan gubernur yang dimaksud?

a)

Khalifah ‘Umar bin ‘Abd al-‘Aziz dan gubernurnya Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm

b)

Khalifah Abu Bakr al-Shiddiq dan gubernurnya Zaid bin Thabit

c)

Khalifah ‘Uthman bin ‘Affan dan gubernurnya ‘Ali bin Abi Talib

d)

Khalifah ‘Ali bin Abi Talib dan gubernurnya Mu‘awiyah bin Abi Sufyan

74.

Pernyataan Arab: “انْظُرُوا حَدِيثَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَاكْتُبُوهُ، وَإِنِّي قَدْ خَشِيتُ دُرُوسَ العِلْمِ وَذَهَابَ أَهْلِهِ”. Pernyataan di atas adalah isi surat seorang khalifah yang ditujukan kepada ulama Madinah untuk menuliskan hadis Nabi. Siapakah khalifah yang dimaksud?

a)

‘Umar bin ‘Abd al-‘Aziz

b)

Abu Bakr al-Shiddiq

c)

‘Umar bin al-Khattab

d)

‘Uthman bin ‘Affan

75.

Ungkapan di atas adalah pernyataan seorang ulama yang dianggap sebagai orang yang pertama kali men-tadwin (membukukan) hadis. Siapakah ulama itu?

a)

Muhammad ibn Syihab al-Zuhri

b)

Abu Hurairah

c)

Ibn ‘Abbas

d)

Anas bin Malik

76.

“اِجْتَلِفْتُ مِنَ الحِجازِ إلى الشّامِ وَمِنَ الحِجازِ إلى الحِجازِ خَمْساً وَأَرْبَعِينَ سَنَةً ما اسْتَفْقَهْتُ حَدِيْثاً واحِداً”. Siapakah yang mengatakan kalimat itu?

a)

Muhammad ibn Syihab al-Zuhri

b)

‘Umar bin ‘Abd al-‘Aziz

c)

Abu Bakr al-Shiddiq

d)

‘Uthman bin ‘Affan

77.

Di antara para penghapal hadis yang diminta oleh Khalifah ‘Umar bin ‘Abd al-‘Aziz kepada gubernur Madinah untuk men-tadwin hadis itu ada seorang wanita ansar. Siapakah nama wanita tersebut?

a)

‘Amrah bint ‘Abd al-Rahman

b)

Aisyah binti Abu Bakr

c)

Hafshah binti ‘Umar

d)

Ummu Salamah

78.

Abad hijriyah yang ke berapa yang dikenal sebagai periode penyaringan dan seleksi antara yang sahih dan yang tidak sahih?

a)

Abad ketiga hijriyah

b)

Abad kedua hijriyah

c)

Abad keempat hijriyah

d)

Abad pertama hijriyah

79.

Sebutkan dua saja langkah yang dipakai oleh ulama dalam penyaringan dan seleksi antara yang sahih dan yang tidak shahih! Pilih semua yang termasuk langkah tersebut.

a)

Meminta perawi untuk menyebutkan sanad hadis

b)

Verifikasi kebenaran hadis kepada sahabat dan tabi’in

c)

Menjelaskan kondisi perawi (kritik perawi)

d)

Membuat kaidah umum untuk mengklasifikasikan hadis berdasarkan kualitasnya

80.

Diberikan kutipan Arab tentang pentingnya sanad: الإِسْنَادُ مِنَ الدِّينِ وَلَوْلاَ الإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ. Siapakah tokoh yang mengucapkan pernyataan tersebut?

a)

‘Abdullāh bin al-Mubārak

b)

Imām Mālik

c)

Abū Ḥanīfah

d)

Ibnu Ḥajar al-‘Asqalānī

81.

Arti pernyataan Arab berikut: الإِسْنَادُ مِنَ الدِّينِ وَلَوْلاَ الإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ adalah apa?

a)

Isnād adalah bagian dari agama; tanpa isnād siapa pun bisa berkata sesuka hati

b)

Isnād tidak penting selama riwayat masyhur

c)

Isnād hanya diperlukan untuk hadis sahih saja

d)

Isnād sama sekali bukan bagian dari agama

82.

Apa sebutan bagi orang yang bertemu Rasulullah secara wajar dalam keadaan beriman dan tetap beriman hingga wafatnya?

a)

Shahābat

b)

Tābi‘īn

c)

Mukhadlram

d)

Ulamā’

83.

Seorang shahābī dapat diketahui melalui lima cara. Pilih semua cara yang benar untuk mengenali shahābat.

a)

Melalui khabar mutawātir tentang tokoh seperti Abū Bakr, ‘Umar, ‘Utsmān, ‘Alī

b)

Melalui khabar masyhur seperti riwayat Dhamām bin Tsa‘labah

c)

Melalui penjelasan dari shahābī lain

d)

Melalui penjelasan dari tābi‘ī yang tsiqah

e)

Melalui pengakuan diri yang dipastikan adil dan hidup semasa Nabi

84.

Apakah seluruh shahābat dianggap adil?

a)

Ya, jumhur ahli sunnah menyatakan seluruh shahābat adil tanpa kecuali

b)

Hanya sebagian kecil shahābat yang adil

c)

Shahābat tidak dianggap adil bila terlibat politik

d)

Tidak ada ketetapan tentang keadilan shahābat

85.

Manakah dalil yang menunjukkan keadilan shahābat? Pilih semua yang termasuk dalil pada nash dan hadis yang disebutkan.

a)

Ayat tentang as-sābiqūn al-awwalūn dari kalangan muhājirīn dan anshār serta orang yang mengikuti mereka

b)

Ayat tentang orang yang berinfak dan berjihad di jalan Allah

c)

Hadis: “Janganlah kalian mencela sahabatku…”

d)

Kisah sejarah penaklukan Madinah

86.

Siapa dua sahabat yang paling awal masuk Islam?

a)

Khadījah

b)

Abū Bakr

c)

‘Alī bin Abī Ṭālib

d)

Zayd bin Ḥāritsah

e)

Bilāl bin Rabāḥ

87.

Siapakah shahābat yang fatwanya paling banyak diriwayatkan?

a)

‘Abdullāh bin al-‘Abbās

b)

Abū Bakr

c)

‘Umar bin al-Khaṭṭāb

d)

Anas bin Mālik

88.

Siapakah shahābat yang paling akhir wafat secara mutlak?

a)

Abū al-Ṭufayl ‘Āmir bin Wātsilah

b)

Anas bin Mālik

c)

‘Abdullāh bin ‘Umar

d)

Salamah bin al-Akwā’

89.

Siapakah shahābat yang paling akhir wafat di kota Madinah menurut salah satu pendapat?

a)

Sahl bin Sa‘d (w. 88 H)

b)

Al-Sāib bin Yazīd (w. 91 H)

c)

Anas bin Mālik (w. 92 H)

d)

Abdullāh bin al-‘Abbās (w. 68 H)

90.

Siapakah shahābat yang paling akhir wafat di Ṭā’if?

a)

‘Abdullāh bin al-‘Abbās (w. 68 H)

b)

Abū Ḥurayrah (w. 59 H)

c)

Anas bin Mālik (w. 92 H)

d)

Sahl bin Sa‘d (w. 88 H)

91.

Siapakah shahābat yang paling akhir wafat di pedalaman (bādiya)?

a)

Salamah bin al-Akwā’ (w. 74 H)

b)

Abū Ḥurayrah (w. 59 H)

c)

Anas bin Mālik (w. 92 H)

d)

‘Abdullāh bin ‘Umar (w. 73 H)

92.

Siapakah shahābat yang paling akhir wafat di Bashrah?

a)

Anas bin Mālik (w. 92 H, wa qīla 93 H)

b)

Abū al-Ṭufayl ‘Āmir bin Wātsilah

c)

Sahl bin Sa‘d

d)

‘Abdullāh bin al-‘Abbās

93.

Abū Ḥurayrah termasuk 7 sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis. Berapakah jumlah hadis yang diriwayatkannya?

a)

5374 hadis

b)

2630 hadis

c)

2286 hadis

d)

2210 hadis

94.

‘Abdullāh bin ‘Umar termasuk 7 sahabat perawi terbanyak. Berapakah jumlah hadis yang diriwayatkannya?

a)

2630 hadis

b)

5374 hadis

c)

2286 hadis

d)

2210 hadis

95.

Anas bin Mālik termasuk 7 sahabat perawi terbanyak. Berapakah jumlah hadis yang diriwayatkannya?

a)

2286 hadis

b)

2630 hadis

c)

5374 hadis

d)

1170 hadis

96.

‘Āisyah bint Abī Bakr termasuk 7 sahabat perawi terbanyak. Berapakah jumlah hadis yang diriwayatkannya?

a)

2210 hadis

b)

1170 hadis

c)

2630 hadis

d)

5374 hadis

97.

Siapakah sahabat perawi yang meriwayatkan sebanyak 1660 hadis?

a)

‘Abdullāh bin al-‘Abbās

b)

Jābir bin ‘Abdullāh al-Anshārī

c)

Abū Sa‘īd al-Khudrī

d)

Anas bin Mālik

98.

Siapakah sahabat perawi yang meriwayatkan sebanyak 1540 hadis?

a)

Jābir bin ‘Abdullāh al-Anshārī

b)

‘Abdullāh bin al-‘Abbās

c)

Abū Sa‘īd al-Khudrī

d)

Abū Ḥurayrah

99.

Sebutkan satu sahabat yang meriwayatkan hadis sebanyak 1170 hadis.

a)

Abū Sa‘īd al-Khudrī

b)

Anas bin Mālik

c)

Jābir bin ‘Abdullāh

d)

‘Abdullāh bin ‘Umar

100.

Di kalangan shahābat dikenal kelompok ‘Abādilah. Siapa saja anggota inti dan apa keistimewaan mereka? Pilih pernyataan yang benar.

a)

Anggota inti: ‘Abdullāh bin ‘Umar, ‘Abdullāh bin ‘Amr, ‘Abdullāh bin al-‘Abbās, ‘Abdullāh bin al-Zubayr

b)

Jumlah sahabat bernama ‘Abdullāh sekitar 300 orang, tetapi hanya empat yang masuk kelompok ‘Abādilah

c)

Keistimewaan: mereka ulama pada periode akhir; fatwanya ditunggu masyarakat

d)

Istilah untuk kesamaan pendapat mereka: هذا قول العِبادِلَةُ

e)

Kelompok ‘Abādilah terdiri dari tujuh orang shahābat

101.

Siapakah empat terdepan shahābat yang paling utama menurut ulama sunni (urutan baku)?

a)

Abū Bakr, ‘Umar, ‘Utsmān, ‘Alī

b)

‘Umar, ‘Alī, Abū Bakr, ‘Utsmān

c)

Abū Bakr, ‘Utsmān, ‘Umar, ‘Alī

d)

‘Alī, ‘Utsmān, Abū Bakr, ‘Umar

102.

Apa nama asli Abū Bakr al-Ṣiddīq?

a)

‘Abd al-Ka‘bah (kemudian diganti menjadi ‘Abdullāh bin Abī Quḥāfah ‘Utsmān)

b)

‘Abdullāh bin ‘Umar

c)

Abū ‘Amr bin ‘Āmir

d)

Zayd bin Ḥāritsah

103.

Apa nama asli ‘Alī bin Abī Ṭālib?

a)

Asad bin Abī Ṭālib

b)

‘Abdullāh bin Abī Ṭālib

c)

Ḥamzah bin ‘Abd al-Muṭṭalib

d)

Abū al-Ṭufayl

104.

Sebutkan dua saja kitab tentang shahābat beserta penyusunnya. Pilih pasangan yang benar.

a)

Al-Iṣābah fī Tamyīz al-Ṣaḥābah — Ibnu Ḥajar al-‘Asqalānī

b)

Al-Istī‘āb fī Ma‘rifat al-Aṣḥāb — Ibnu ‘Abd al-Barr

c)

Asad al-Ghābah fī Ma‘rifat al-Ṣaḥābah — ‘Izz al-Dīn Abī al-Ḥasan ‘Alī bin Muhammad (Ibn al-Atsīr)

d)

Tajrīd Asmā’ al-Ṣaḥābah — Muḥammad bin Aḥmad bin ‘Utsmān al-Dzahabī

e)

Kitāb Ma‘rifah man nazala min al-Ṣaḥābah Sā’ir al-Bilādān — ‘Alī bin al-Madīnī

105.

Apa sebutan bagi orang Islam yang berjumpa dengan shahābat Nabi dan wafat dalam keadaan Islam (tidak pernah berjumpa Nabi Muhammad)?

a)

Tābi‘īn

b)

Shahābat

c)

Mukhadlram

d)

Tābi‘ al-Tābi‘īn

106.

Disebut apa generasi orang yang hidup pada masa jahiliyah dan masa Nabi Muhammad dalam keadaan Islam tetapi tidak sempat berjumpa Nabi?

a)

Mukhadlram (jamak: mukhadlramūn)

b)

Shahābat

c)

Tābi‘īn

d)

Ulamā’

107.

Siapakah al-Mukhadlram itu? Pilih pernyataan yang benar.

a)

Orang yang hidup pada masa jahiliyah dan masa Nabi dalam keadaan Islam, tetapi tidak sempat bertemu Nabi

b)

Orang yang bertemu Nabi dan hidup semasa beliau

c)

Orang yang hanya hidup pada masa tabi‘īn

d)

Orang yang tidak beriman pada masa Nabi

108.

Siapakah tabi‘ī yang paling utama menurut Imām Aḥmad?

a)

Sa‘īd bin al-Musayyab

b)

‘Uways al-Qarnī

c)

Al-Qāsim bin Muḥammad

d)

‘Urwah ibn al-Zubayr

109.

Siapakah perempuan dari kalangan tabi‘īn yang paling utama?

a)

Ḥafshah bint Sīrīn

b)

‘Ā’isyah bint Abī Bakr

c)

Umm al-Dardā’ al-Shughra

d)

‘Amrah bint ‘Abd al-Raḥmān

110.

Ada tiga orang tabi‘īn yang paling mengetahui dan paling banyak meriwayatkan hadis dari ‘Ā’isyah. Siapakah yang ketiga?

a)

‘Amrah bint ‘Abd al-Raḥmān

b)

Al-Qāsim bin Muḥammad ibn Abī Bakr

c)

‘Urwah ibn al-Zubayr

d)

‘Uways al-Qarnī

111.

Siapakah di antara imam mazhab empat yang termasuk golongan tabi‘īn?

a)

Imām Abū Ḥanīfah

b)

Imām Mālik

c)

Imām al-Shāfi‘ī

d)

Imām Aḥmad bin Ḥanbal

112.

Apa nama asli Imām Abū Ḥanīfah dan bagaimana kedudukan karya beliau dalam hadis?

a)

Al-Nu‘mān bin Thābit bin Zuṭā; tidak punya karya hadis, Musnad Abī Ḥanīfah adalah karya muridnya

b)

Al-Nu‘mān bin Zuṭā; memiliki kitab hadis masyhur

c)

‘Abdullāh bin Thābit; memiliki musnad karya sendiri

d)

Al-Nu‘mān bin Zuṭā; tidak ada karya murid tentang beliau

113.

Apa gelar untuk orang Islam yang bertemu dengan tabi‘īn, meninggal dalam keadaan Islam, dan tidak pernah berjumpa dengan shahābat apalagi Nabi Muhammad?

a)

Tābi‘ al-Tābi‘īn

b)

Tābi‘īn

c)

Mukhadlram

d)

Shahābat

114.

Sebutkan akhir masa shahābat, tabi‘īn, dan tābi‘ al-tābi‘īn yang disepakati ulama. Pilih pernyataan yang benar.

a)

Akhir masa shahābat tahun 110 H

b)

Akhir masa tabi‘īn tahun 150 H

c)

Akhir masa tābi‘ al-tābi‘īn tahun 220 H

d)

Akhir masa shahābat tahun 90 H

115.

Siapa di antara imam mazhab empat yang tergolong tābi‘ al-tābi‘īn?

a)

Imām Mālik dan Imām al-Shāfi‘ī

b)

Imām Abū Ḥanīfah

c)

Imām Aḥmad bin Ḥanbal

d)

Semua imam empat termasuk tābi‘ al-tābi‘īn

116.

Apa nama asli Imām Mālik dan apa karya beliau dalam hadis?

a)

Abū ‘Abdillāh Mālik bin Anas bin Mālik bin Abī ‘Āmir; karya: al-Muwaṭṭa’

b)

Abū ‘Abdillāh Mālik bin Anas; tidak memiliki karya hadis

c)

Mālik bin Abī ‘Āmir; karya: Musnad Mālik

d)

Mālik bin ‘Umar; karya: al-Muwaṭṭa’

117.

Tokoh ini lebih memilih praktik amal penduduk Madinah dibanding hadis ijtihad sekalipun sahih jika terjadi pertentangan. Siapakah beliau?

a)

Imām Mālik

b)

Imām Abū Ḥanīfah

c)

Imām al-Shāfi‘ī

d)

Imām Aḥmad bin Ḥanbal

118.

Apa nama asli Imām al-Shāfi‘ī dan bagaimana status karya beliau dalam hadis?

a)

Abū ‘Abdillāh Muḥammad bin Idrīs bin al-‘Abbās bin ‘Utsmān bin Shāfi‘; tidak punya karya hadis, Musnad al-Shāfi‘ī adalah karya muridnya

b)

Muḥammad bin Idrīs al-Shāfi‘ī; memiliki musnad yang ditulis sendiri

c)

Abū ‘Abdillāh Muḥammad bin Idrīs; tidak ada karya murid

d)

Muḥammad bin Idrīs bin al-‘Abbās; memiliki kitab al-Muwaṭṭa’

119.

Salah satu dari imam mazhab empat ini tergolong generasi tābi‘ al-tābi‘īn; siapakah beliau yang dikenal sebagai رَابِعُ تَابِعِي التَّابِعِينَ?

a)

Aḥmad bin Ḥanbal

b)

Abū Ḥanīfah

c)

Mālik bin Anas

d)

Muḥammad bin Idrīs al-Shāfi‘ī

120.

Siapa nama asli Aḥmad bin Ḥanbal dan apa karya beliau dalam hadis?

a)

Abū ‘Abdillāh Aḥmad bin Muḥammad bin Ḥanbal bin Hilāl al-Syībānī; Musnad Aḥmad

b)

Aḥmad bin ‘Alī bin Ḥanbal al-Baghdādī; Sunan Aḥmad

c)

Abū Ḥanīfah al-Nu‘mān bin Thābit; Musnad al-Nu‘mān

d)

Muḥammad bin Idrīs al-Syāfi‘ī; Musnad al-Syāfi‘ī

121.

Ulama hadis dikelompokkan menurut periodenya kepada ulama mutaqaddimīn dan ulama muta’akhkhirīn. Tahun hijriah berapa yang dijadikan sebagai pemisah antara kedua kelompok tersebut menurut al-Dzahaby?

a)

Abad ke-3 H

b)

Abad ke-2 H

c)

Abad ke-4 H

d)

Abad ke-1 H

122.

Apa yang dimaksud dengan ulama al-Mutaqaddimīn dalam ilmu hadis?

a)

Ulama yang hidup sebelum tahun 300 H hingga awal tahun 300 H

b)

Ulama yang hidup setelah tahun 500 H

c)

Ulama khusus dari wilayah Makkah

d)

Ulama yang hanya menulis kitab fiqh

123.

Sebutkan 2 saja nama ulama hadis yang tergolong al-Mutaqaddimūn berikut tahun lahir dan wafat! Pilih dua jawaban yang benar.

a)

Imam Aḥmad Ibn Ḥanbal (164–241 H)

b)

Imam al-Bukhārī (194–256 H)

c)

Imam Muslim (220–261 H)

d)

Imam al-Nasā’ī (215–303 H)

e)

Imam Abū Dāwūd (202–276 H)

124.

Sebutkan nama lengkap Imam al-Bukhārī dan karya monumental beliau dalam hadis!

a)

Abū ‘Abdillāh Muḥammad bin Ismā‘īl bin Ibrāhīm bin al-Mughīrah bin Bardizbah; Shahīḥ al-Bukhārī

b)

Muḥammad bin Idrīs al-Syāfi‘ī; al-Umm

c)

Abū al-Ḥusayn Muslim bin al-Ḥajjāj; Shahīḥ Muslim

d)

Aḥmad bin ‘Alī bin Ḥajar; Fatḥ al-Bārī

125.

Apa nama asli kitab Shahīḥ al-Bukhārī?

a)

al-Jāmi‘ al-musnad al-ṣaḥīḥ al-mukhtaṣar min umūr Rasūlillāh wa sunnihi wa ayyāmihi

b)

Shahīḥ al-Bukhārī

c)

al-Mustadrak ‘ala al-Ṣaḥīḥayn

d)

al-Kawākib al-Darārī

126.

Kitab Shahīḥ al-Bukhārī di-syarah-i oleh beberapa ulama. Sebutkan dua saja nama beliau beserta nama kitab syarahannya! Pilih dua jawaban yang benar.

a)

Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī — Fatḥ al-Bārī

b)

al-Kirmānī — al-Kawākib al-Darārī

c)

al-‘Aynī — ‘Umdat al-Qārī

d)

al-Qasṭallānī — Irsyād al-Sārī

127.

Siapa nama Imam Muslim dan apa karya monumental beliau dalam hadis?

a)

Abū al-Ḥusayn Muslim bin al-Ḥajjāj al-Qusyairī al-Nīsābūrī; Shahīḥ Muslim

b)

Abū Dāwūd Sulaimān bin al-Asy‘ats; Sunan Abī Dāwūd

c)

Yahyā bin Syaraf al-Nawawī; Riyāḍ al-Ṣāliḥīn

d)

Aḥmad bin Ḥanbal; Musnad Aḥmad

128.

Siapa nama asli Imam al-Tirmidzī dan apa karya monumental beliau dalam hadis?

a)

Abū ‘Īsā Muḥammad bin ‘Īsā bin Sūrah bin Mūsā bin al-Ḍaḥḥāk; Sunan al-Tirmidzī

b)

Muḥammad bin Isḥāq bin Khuzaymah; Shahīḥ Ibn Khuzaymah

c)

Abū ‘Abdillāh al-Dārimī; Sunan al-Dārimī

d)

Aḥmad bin ‘Amr bin ‘Abd al-Khāliq al-Bashrī; Musnad al-Bazzār

129.

Sebutkan nama asli dan karya monumental Imam al-Nasā’ī dalam hadis!

a)

Abū ‘Abd al-Raḥmān Aḥmad bin Syu‘ayb bin ‘Alī bin Sinān bin Bahr; Sunan al-Nasā’ī

b)

Abū ‘Abdillāh Muḥammad bin Yazīd; Sunan Ibn Mājah

c)

Sulaimān bin al-Asy‘ats; Sunan Abī Dāwūd

d)

Muḥammad bin Isḥāq bin Khuzaymah; Shahīḥ Ibn Khuzaymah

130.

Kitab Sunan al-Nasā’ī itu ada dua: al-Sunan al-Kubrā dan al-Sunan al-Sughrā. Jelaskan perbedaannya!

a)

al-Sunan al-Kubrā adalah karya lengkap; al-Sunan al-Sughrā (al-Mujtabā) adalah kumpulan hadis pilihan dari al-Kubrā

b)

al-Sunan al-Kubrā hanya ringkasan; al-Sughrā adalah versi lengkap

c)

Keduanya identik tanpa perbedaan isi

d)

al-Sughrā berisi hadis dari Imam Mālik; al-Kubrā dari Imam Syāfi‘ī

131.

Sebutkan nama asli Imam Ibn Mājah dan karya monumental beliau dalam hadis!

a)

Abū ‘Abdillāh Muḥammad bin Yazīd bin Mājah al-Rab‘ī al-Qazwīnī; Sunan Ibn Mājah

b)

Abū Dāwūd Sulaimān bin al-Asy‘ats; Sunan Abī Dāwūd

c)

Ibn Ḥibbān; Shahīḥ Ibn Ḥibbān

d)

Muḥammad bin Idrīs; al-Umm

132.

Siapakah orang yang pertama kali memasukkan Sunan Ibn Mājah sebagai kitab hadis pokok ke-enam dan apa alasannya?

a)

Muḥammad bin Ṭāhir al-Maqdisī; karena banyak zawā’id yang menambah perbendaharaan hadis

b)

Ibn Ḥajar; karena sanadnya paling kuat dari yang lain

c)

al-Dzahabī; karena ditulis lebih awal dari semua sunan

d)

al-Nawawī; karena memuat fiqh Syāfi‘ī lengkap

133.

Sebutkan nama asli Imam Abū Dāwūd dan karya monumental beliau dalam hadis!

a)

Sulaimān bin al-Asy‘ats bin Isḥāq bin Basyīr bin Syidād; Sunan Abī Dāwūd

b)

Muḥammad bin Ḥibbān; Shahīḥ Ibn Ḥibbān

c)

Aḥmad bin Ḥanbal; Musnad Aḥmad

d)

Ibn Mājah; Sunan Ibn Mājah

134.

Sebutkan nama asli Imam Aḥmad bin Ḥanbal dan karya monumental beliau dalam hadis!

a)

Abū ‘Abdillāh Aḥmad bin Muḥammad bin Ḥanbal bin Hilāl al-Syībānī; Musnad Aḥmad

b)

Abū ‘Abdillāh Muḥammad bin Ismā‘īl; Shahīḥ al-Bukhārī

c)

Abū al-Ḥusayn Muslim bin al-Ḥajjāj; Shahīḥ Muslim

d)

Abū ‘Īsā Muḥammad bin ‘Īsā; Sunan al-Tirmidzī

135.

Apa sebutan yang biasa disandangkan kepada orang-orang yang bersikap menolak hadis?

a)

Kelompok inkār al-sunnah (munkir al-sunnah)

b)

Ahl al-ḥadīs

c)

al-Muhadditsīn

d)

al-Ḥuffāẓ

136.

Apa yang dimaksud dengan al-musnid?

a)

Orang yang meriwayatkan hadis dengan sanadnya, baik menguasai ilmunya maupun tidak

b)

Orang yang hanya menghafal matan tanpa sanad

c)

Orang yang menulis biografi perawi

d)

Orang yang menilai derajat sahih dan dhaif hadis

137.

Siapakah yang disebut dengan al-muhaddits?

a)

Orang yang pandai dan sibuk bergelut dengan ilmu hadis (dirāyah dan riwāyah), mengetahui riwayat, kondisi perawi, membedakan sahih dan tidak, serta menguasai keilmuan terkait hadis

b)

Orang yang hanya hafal 1000 hadis

c)

Orang yang khusus menulis kitab fiqh

d)

Orang yang membaca hadis tanpa meneliti perawinya

138.

Apa yang dimaksud dengan al-Ḥāfiẓ dalam julukan ahli hadis?

a)

Seorang muḥaddits yang hafalan hadisnya minimal 100.000 hadis

b)

Seorang muḥaddits yang hanya menulis kitab biografi

c)

Seorang ulama yang tidak menghafal hadis

d)

Seorang periwayat tanpa kritik sanad

139.

Apa yang dimaksud dengan al-ḥujjah (al-ḥāfiẓ al-ḥujjah) dalam julukan ahli hadis?

a)

Seorang muḥaddits dengan hafalan minimal 300.000 hadis

b)

Seorang penulis kitab fiqh yang terkenal

c)

Seorang perawi yang tidak menilai hadis

d)

Seorang yang menguasai hanya hadis mursal

140.

Apa yang dimaksud dengan al-Ḥākim dalam julukan ahli hadis?

a)

Orang yang pengetahuannya mencakup seluruh hadis-hadis sehingga yang tidak diketahuinya lebih sedikit dari yang ia ketahui

b)

Orang yang hanya meriwayatkan hadis dari satu guru

c)

Orang yang fokus pada ilmu tafsir saja

d)

Orang yang menyusun kitab musthalah tanpa mengetahui sanad

141.

Apa yang dimaksud dengan amīr al-mu’minīn fī al-ḥadīts?

a)

Gelar pakar hadis tertinggi bagi ahli hadis yang menguasai seluruh cabang ilmu terkait hadis, menjadi tokoh dan imam pada masanya

b)

Gelar untuk khalifah politik

c)

Sebutan bagi penulis kitab sirah

d)

Julukan bagi penghafal Al-Qur’an

142.

Siapakah shahābat yang paling banyak hadisnya yang diriwayatkan?

a)

Abū Hurayrah

b)

‘Abdullāh bin Mas‘ūd

c)

‘Alī bin Abī Ṭālib

d)

‘Umar bin al-Khaṭṭāb

143.

Pria ini adalah pembantu Rasulullah, lahir di Madinah dan wafat di Bashrah. Beliau salah seorang dari enam shahābat yang paling banyak meriwayatkan hadis. Beliau juga merupakan shahābat yang paling akhir meninggal di Bashrah. Siapakah beliau?

a)

Anas bin Mālik

b)

Abū Hurayrah

c)

‘Abdullāh bin ‘Umar

d)

Zayd bin Thābit

144.

Pria ini lahir tahun 149 H, belajar Al-Qur’an dan hadis sejak kecil, melakukan perjalanan luas dalam mencari hadis. Akhirnya beliau menjadi rujukan terdepan dalam masalah hadis. Siapa nama populer tokoh ini?

a)

Imam al-Bukhārī

b)

Imam Muslim

c)

Imam Mālik

d)

Imam Aḥmad

145.

Pria ini lahir di Mekkah, termasuk salah satu tokoh Quraisy yang terkaya, mengorbankan hartanya di jalan Allah, dan dibai’at sebagai khalifah saat Rasulullah meninggal dunia. Siapakah beliau?

a)

Abū Bakr al-Ṣiddīq

b)

‘Umar bin al-Khaṭṭāb

c)

‘Uthmān bin ‘Affān

d)

‘Alī bin Abī Ṭālib

146.

Seorang tokoh ilmu dan sejarah berasal dari ‘Asqalān Palestina, wafat di Kairo, menekuni hadis dan banyak perjalanan. Pernah menjadi qāḍī dan memiliki karya tulis paling masyhur Fatḥ al-Bārī fī Syarḥ Shahīḥ al-Bukhārī. Siapakah tokoh ini?

a)

Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī

b)

al-Dzahabī

c)

al-Suyūṭī

d)

al-Nawawī

147.

Seorang imam dari mazhab empat lahir di Ghazza, kemudian dibawa ke Makkah. Murid Imam Mālik di Madinah dalam fiqh dan hadis. Pergi ke Baghdad dua kali, kemudian pindah ke Mesir dan wafat di sana. Siapakah beliau?

a)

Imam Syāfi‘ī

b)

Imam Mālik

c)

Imam Aḥmad

d)

Imam Abū Ḥanīfah

148.

Siapakah penulis kitab al-Mu‘jam al-Mufahras li Alfāẓ al-Ḥadīts al-Nabawī?

a)

Arent Jan Wensinck (A.J. Wensinck)

b)

Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī

c)

al-Dzahabī

d)

al-Suyūṭī

149.

Siapa nama asli Imam Nawawī, penulis kitab hadis Riyāḍ al-Ṣāliḥīn?

a)

Yaḥyā bin Syaraf

b)

Muḥyiddīn bin ‘Arabī

c)

‘Abd al-Raḥmān al-Suyūṭī

d)

Jalāl al-Dīn al-Qāsimī

150.

Siapa nama asli Imam al-Dāruquṭnī, penulis kitab Sunan al-Dāruquṭnī?

a)

‘Alī bin ‘Umar bin Aḥmad bin Mahdī al-Dāruquṭnī

b)

Muḥammad bin Ismā‘īl al-Bukhārī

c)

Aḥmad bin Ḥanbal

d)

Abū ‘Īsā al-Tirmidzī