WorksheetsKeluarga Sukinah
Total questions: 10
Worksheet time: 15mins
Tujuan Wiwaha menurut Agama Hindu
Melahirkan keturunan atau anak yang berbhakti kepada orang tua (suputra) sebab keturunan adalah cahaya kehidupan serta untuk mendoakan leluhurnya.
Melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai keluarga di dalam bermasyarakat (yadnya).
Untuk menikmati atrha , kama dan mencapai moksa
Membentuk keluarga yang bahagia secara lahir dan batin, sejahtera, dan langgeng berdasarkan ke Ketuhanan Yang Maha Esa.
Seorang suami dan istri bersama-sama menjalan kan dharma dalam semua kegiatan dan kewajiban beragama, tujuan tersebut terdapat dalam kitab suci Manawadharmasastra disebut dengan...
Ratri
Dharmasampati
Praja
suami dan istri bertugas melanjutkan keturunan sebagai kewajiban kepada leluhur, dalam kitab Manawasatra disebut dengan
(a)
Seorang suami dan istri dapat menikmati kepuasan batin dan kepuasan-kepuasan lainnya (Artha dan Kama) yang sesuai ajar an Dharma, dalam kitab Manawadharmasastra disebut dengan..
(a)
Undang-undang yang lama memuat mengenai pernikahan/ perkawinan ialah
UU No 1. Tahun 1974 Pasal 1
UU No 1.Tahun 1964 Pasal 1
UU No 2. Tahun 1974 Pasa 5
Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pernyataan tersebut termuat dalam ....
Kitab Manawadharmasastra
Kitab Reg Weda
UU No.16 Tahun 2018
UU No. 1 Tahun 1974
Sumber kitab wiwaha yang isinya mengenai persiapkan masa berumah tangga atau grhasta yang harmonis.
Kitab Manawadharmasastra
Kitab Srascamuscaya
Kitab Reg Weda
Usia minimal perkawinan dalam UU No.1 Tahun 1974 telah direvisi dalam UU No. 16 Tahun 2019 yaitu ....
Laki-laki dan perempuan 19 tahun
L = 19 tahun,
P= 20 tahun
L = 19 Tahun
P = 16 Tahun
L = 25 tahun
P = 22 tahun
Berikut tata upacara perkawinan menurut agama Hindu di Bali....
Penyambutan kedua mempelai, Mabyakala, Mapejati atau Pesaksian
Penyambutan kedua mempelai, Mabyakala, Mapejati atau Pesaksian, macaru
Penyambutan kedua mempelai, Mabyakala
Tukar cincin, Penyambutan kedua mempelai, Mabyakala, Mapejati atau Pesaksian
Dimana masa seseorang tidak lagi ikut serta dalam riuh piuk kehidupan sosial, tidak terikat dengan kesenangan dan jalinan sosial , lebih berdiam diri mengevaluasi diri dan memilih waktunya untuk membimbing keluarga. Jenjang tersebut dalam catyur asrama disebut dengan
Ghryasta
Biksuka
Wanaprasta
Brahmacari
