WorksheetsPage 1
Total questions: 40
Worksheet time: 30mins
Tujuan utama penyusunan neraca saldo sebelum penyesuaian adalah....
Menentukan besarnya laba rugi periode berjalan
Mengetahui saldo tiap akun dan mengecek keseimbangan debit–kredit
Menentukan besarnya modal akhir
Menyusun laporan arus kas
Menghitung penyusutan aset tetap
Neraca saldo yang benar menuntut adanya....
Total aset selalu lebih besar dari total kewajiban
Total debit lebih besar dari total kredit
Total debit sama dengan total kredit
Total penjualan sama dengan total pembelian
Total biaya sama dengan total pendapatan
Berikut ini yang bukan kesalahan yang dapat terjadi tanpa memengaruhi kesamaan debit dan kredit neraca saldo adalah....
Transaksi tidak dicatat di jurnal
Transaksi dicatat dua kali di jurnal
Transaksi dicatat pada akun yang salah
Terjadi kesalahan transposisi angka
Jurnal tidak diposting ke buku besar sama sekali
Pencatatan penyesuaian di perusahaan dagang dengan metode periodik memiliki satu transaksi tambahan dibanding perusahaan jasa, yaitu penyesuaian untuk akun....
Beban sewa
Persediaan barang dagangan
Piutang dagang
Pendapatan diterima di muka
Utang dagang
Basis penyesuaian persediaan barang dagangan yang digunakan dalam modul adalah berbasis akun....
Persediaan
Penjualan
Harga Pokok Penjualan
Ikhtisar Laba Rugi
Modal
Pada metode periodik berbasis HPP, peng-nol-an saldo awal persediaan barang dagangan dilakukan dengan jurnal....
Persediaan (D); HPP (K)
HPP (D); Persediaan (K)
Persediaan (D); Pembelian (K)
Pembelian (D); Persediaan (K)
Persediaan (D); Penjualan (K)
Memindahkan akun Pembelian ke HPP dalam jurnal penyesuaian dilakukan dengan cara....
Pembelian (D); HPP (K)
HPP (D); Pembelian (K)
HPP (D); Persediaan (K)
Penjualan (D); HPP (K)
HPP (D); Potongan Pembelian (K)
Potongan pembelian merupakan akun kontra dari akun Pembelian sehingga saat dipindahkan ke HPP, jurnal yang benar adalah
Potongan Pembelian (D); HPP (K)
HPP (D); Potongan Pembelian (K)
Pembelian (D); Potongan Pembelian (K)
Potongan Pembelian (D); Pembelian (K)
HPP (D); Pembelian (K)
Informasi persediaan akhir berdasarkan perhitungan fisik akan dicatat dengan jurnal
HPP (D); Persediaan (K)
Persediaan (D); HPP (K)
Persediaaan (D); Pembelian (K)
Persediaan (D); Penjualan (K)
HPP (D); Penjualan (K)
Neraca saldo setelah penyesuaian disusun berdasarkan
Saldo awal buku besar
Jurnal umum saja
Buku pembantu dan jurnal khusus saja
Buku besar setelah pencatatan penyesuaian
Laporan laba rugi dan neraca
Dalam perhitungan HPP Perusahaan Dagang, unsur berikut ini mengurangi pembelian bersih adalah
Biaya angkut pembelian
Potongan pembelian
Persediaan awal
Persediaan akhir
Retur penjualan
Rumus “Barang dagangan siap dijual” pada perusahaan dagang adalah
Persediaan awal + pembelian bersih + persediaan akhir
Persediaan awal + pembelian bersih − persediaan akhir
Pembelian bersih − persediaan akhir
Persediaan awal + pembelian bersih
Penjualan bersih − HPP
Harga pokok penjualan dihitung dengan rumus
Persediaan awal + pembelian bersih + persediaan akhir
Persediaan awal + pembelian bersih − persediaan akhir
Penjualan bersih − laba kotor
Penjualan − potongan penjualan
Penjualan bersih + persediaan akhir
Dalam laporan laba rugi perusahaan dagang, laba bruto diperoleh dari
Penjualan bersih – beban operasional
Penjualan – HPP
Penjualan bersih – HPP
Penjualan – beban operasional
Penjualan bersih – beban lain-lain
Dalam laporan laba rugi, pendapatan lain-lain dan biaya lain-lain disajikan untuk menghitung
Laba kotor
Laba operasional
Laba rugi non-operasional
Laba sebelum pajak
Laba bruto
Dasar pencatatan yang digunakan dalam menentukan pendapatan dan beban pada laporan laba rugi menurut modul adalah
Cash basis
Deferral basis
Accrual basis
Hybrid basis
Tax basis
Pendapatan diakui pada saat
Kas diterima
Nota penjualan diterbitkan
Terjadi transaksi penjualan barang dagangan
Piutang ditagih
Persediaan dibeli
Beban diakui ketika
Kas dikeluarkan
Faktur pembelian diterima
Persediaan disimpan di gudang
Upaya untuk menciptakan pendapatan telah selesai dilakukan
Persediaan dibeli secara kredit
Laporan laba rugi digunakan antara lain sebagai
Alat mengukur likuiditas perusahaan
Tolok ukur keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan laba
Laporan kebijakan investasi perusahaan
Dasar penentuan struktur organisasi
Daftar aset tetap perusahaan
Dalam laporan laba rugi perusahaan dagang, laba operasional dihitung dari
Laba bruto + pendapatan lain-lain
Penjualan bersih – HPP – biaya operasional
Laba bruto – biaya lain-lain
Laba rugi non-operasional + HPP
Penjualan bersih − biaya operasional − biaya lain-lain
Akun temporer yang ditutup pada akhir periode meliputi
Aset, kewajiban, ekuitas
Pendapatan, beban, prive, dan akun kliring
Aset tetap, pendapatan, utang
Pendapatan, ekuitas, prive
Pendapatan, kewajiban, prive
Tahap pertama dalam proses penutupan akun temporer menurut modul adalah menutup
Akun beban ke modal
Akun pendapatan ke modal
Akun pendapatan ke ikhtisar laba rugi
Akun prive ke modal
Akun ikhtisar laba rugi ke modal
Akun ikhtisar laba rugi termasuk jenis akun
Permanen dan muncul di neraca
Permanen dan muncul di laporan laba rugi
Kliring yang dibuka dan langsung ditutup
Beban operasional
Pendapatan non-operasional
Penutupan akun HPP ke ikhtisar laba rugi dilakukan dengan jurnal
HPP (D); Ikhtisar Laba Rugi (K)
Ikhtisar Laba Rugi (D); HPP (K)
Penjualan (D); HPP (K)
Ikhtisar Laba Rugi (D); Penjualan (K)
HPP (D); Penjualan (K)
UD Amanah memperoleh laba sehingga penutupan ikhtisar laba rugi ke modal dilakukan dengan
Ikhtisar Laba Rugi (D); Modal (K)
Modal (D); Ikhtisar Laba Rugi (K)
Ikhtisar Laba Rugi (D); Prive (K)
Modal (D); Prive (K)
Pendapatan (D); Modal (K)
Menutup akun prive ke modal dilakukan dengan jurnal
Prive (D); Modal (K)
Modal (D); Prive (K)
Modal (D); Kas (K)
Prive (D); Kas (K)
Kas (D); Prive (K)
Laporan perubahan modal perusahaan perseorangan menyajikan informasi mengenai…
Perubahan ekuitas akibat laba rugi dan transaksi dengan pemilik
Perubahan aset dan kewajiban
Perubahan kas dari aktivitas operasi
Perubahan HPP dan penjualan bersih
Perubahan piutang dan utang
Dalam laporan perubahan modal, modal akhir dihitung dari....
Modal awal + prive − laba bersih
Modal awal + laba bersih − prive
Modal awal + prive + laba bersih
Modal awal − laba bersih − prive
Laba bersih − prive
Laporan posisi keuangan (neraca) menyajikan, kecuali....
Aset
Kewajiban
Ekuitas
HPP
Posisi keuangan pada suatu tanggal tertentu
Dalam format neraca, aset diklasifikasikan antara lain menjadi....
Aset lancar dan aset tidak lancar
Aset lancar dan aset tetap saja
Aset tetap dan aset tak berwujud saja
Aset operasi dan aset non operasi saja
Aset lancar dan aset berwujud
Laporan arus kas menyajikan informasi mengenai....
Penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode
Pendapatan dan beban selama satu periode
Aset dan kewajiban perusahaan
Laba bruto dan laba operasional
Modal awal dan modal akhir
Tiga kelompok kegiatan dalam laporan arus kas adalah....
Operasi, produksi, dan distribusi
Operasi, investasi, dan pendanaan
Investasi, produksi, dan pemasaran
Operasi, pemasaran, dan pembiayaan
Operasi, penjualan, dan pembelian
Neraca lajur (worksheet) 12 kolom antara lain memuat kolom....
Neraca saldo sebelum penyesuaian dan neraca saldo setelah penyesuaian saja
Penyesuaian, laba rugi, dan neraca saja
Neraca saldo, penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian, laba rugi, pencatatan penutup, dan neraca
Jurnal umum dan jurnal khusus
Penutup dan pembalik saja
Salah satu kelemahan neraca lajur 10 kolom menurut modul adalah
Tidak memuat kolom penyesuaian
Tidak dapat digunakan untuk menghitung laba rugi
Menempatkan akun prive di kolom neraca
Tidak dapat digunakan untuk menyusun neraca
Hanya memuat kolom neraca saja
Akun ikhtisar laba rugi tidak muncul di neraca lajur 10 kolom sehingga
Tidak dapat menghitung HPP
Penyusunan laba rugi mengandalkan jumlah di kolom laba rugi tanpa alat cross-check
Neraca tidak seimbang
Modal tidak dapat dihitung
Persediaan tidak bisa disesuaikan
Jurnal pembalik dibuat dengan tujuan utama
Menghapus seluruh jurnal penyesuaian
Menghindari pencatatan penutup
Agar tidak mengganggu pencatatan akuntansi periode berikutnya
Mengganti neraca lajur 12 kolom
Menutup akun permanen
Jurnal pembalik merupakan
Jurnal yang bunyinya sama dengan jurnal penyesuaian
Jurnal yang bunyinya kebalikan dari jurnal penyesuaian
Jurnal yang bunyinya sama dengan jurnal penutup
Jurnal untuk menghapus jurnal koreksi
Jurnal untuk memindahkan akun temporer ke permanen
Langkah pertama pengisian neraca lajur adalah
Mengisi kolom penyesuaian
Mengisi kolom laba rugi
Mengisi kolom neraca saldo dengan nama akun dan saldonya
Mengisi kolom neraca dengan akun-akun aset
Mengisi kolom penutup
Salah satu tujuan jurnal penyesuaian adalah
Menilai penyusutan aktiva dan kewajiban akrual
Menghapus seluruh beban
Menyusun laporan arus kas
Mengurangi saldo kas
Mengurangi jumlah akun pendapatan
Salah satu cara mencegah kesalahan pencatatan transaksi menurut modul adalah
Mengabaikan analisis elemen laporan keuangan
Tidak perlu membandingkan angka jurnal dengan akun
Menguji ulang kesamaan total debit dan kredit dalam jurnal
Mengabaikan kesalahan transposisi angka
Tidak perlu membuat neraca saldo
