wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

soal PIKR v12 kehamilan

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Kontrasepsi modern meliputi:

a)

Hanya alat kontrasepsi tradisional

b)

KB hormonal, IUD, kondom, suntik, pil

c)

Hanya abstinens

d)

Hanya coitus interruptus

2.

Efektivitas kontrasepsi ditentukan oleh:

a)

Popularitas metode

b)

Konsistensi penggunaan dan pemilihan metode yang cocok

c)

Harga

d)

Banyaknya pilihan iklan

3.

Kondom memiliki manfaat tambahan berupa:

a)

Mencegah kehamilan saja

b)

Mencegah IMS/HIV jika digunakan dengan benar

c)

Hanya untuk pasangan menikah

d)

Efek samping serius selalu

4.

Pil KB (pil hormon) sebaiknya:

a)

Diminum tanpa peduli riwayat medis

b)

Dipilih berdasarkan konsultasi medis dan riwayat kesehatan

c)

Digunakan tanpa evaluasi

d)

Hanya jika terlintas dalam tren

5.

IUD adalah kontrasepsi yang:

a)

Alat dalam rahim yang mencegah kehamilan jangka panjang

b)

Pil yang diminum harian

c)

Suntikan hormon mingguan

d)

Metode yang hanya mengandalkan abstinens

6.

Suntik kontrasepsi umumnya diberikan setiap:

a)

Minggu

b)

3 bulan

c)

6 bulan

d)

1 tahun

7.

Metode kontrasepsi barier mencakup:

a)

Kondom, diafragma

b)

Pil KB

c)

Suntik

d)

IUD

8.

Efek samping umum pil KB meliputi:

a)

Peningkatan energi tanpa efek lain

b)

Perubahan siklus haid, mual, nyeri payudara

c)

Kehilangan pendengaran

d)

Rambut rontok berat

9.

Pilihan kontrasepsi yang tepat untuk remaja dengan nyeri haid berat adalah:

a)

Pil KB kombinasi bisa membantu mengatur siklus

b)

Hanya hormonal IUD

c)

Hanya kondom

d)

Tanpa terapi

10.

Pilihan kontrasepsi berkesinambungan harus mempertimbangkan:

a)

Biaya saja

b)

Keamanan, kenyamanan, aksesibilitas, dan preferensi pengguna

c)

Hanya faktor estetika

d)

Hanya rekomendasi teman

11.

Kontrasepsi darurat sebaiknya:

a)

Digunakan sebagai metode rutin

b)

Digunakan dalam 72 jam setelah hubungan berisiko

c)

Hanya untuk pasangan menikah

d)

Tidak diperlukan edukasi

12.

Efek samping kontrasepsi hormonal perlu diawasi karena:

a)

Hanya remaja yang mengalami

b)

Dapat memengaruhi kesehatan jangka pendek maupun panjang

c)

Selalu berat dan tidak bisa diatasi

d)

Tidak ada manfaatnya

13.

Kelebihan kondom pria meliputi:

a)

Perlindungan terhadap IMS/HIV

b)

Tidak memadai untuk kehamilan

c)

Hanya menjaga kebersihan

d)

Hanya efektif jika pasangan sudah menikah

14.

Pilihan kontrasepsi sebaiknya disesuaikan dengan:

a)

Gaya hidup, riwayat medis, preferensi, dan kenyamanan

b)

Harga terendah

15.

Nonogin kontrasepsi tradisional meliputi:

a)

Kalender ovulasi, vas deferens

b)

Metode basal suhu tubuh

c)

Pil hormonal saja

d)

Kondom modern

16.

Praktik kontrasepsi yang benar membutuhkan:

a)

Informasi salah

b)

Edukasi, akses, dan dukungan

c)

Sanksi hukum

d)

Penolakan komunitas

17.

Kesadaran tentang kontrasepsi perlu ditingkatkan di kalangan:

a)

Remaja yang tidak aktif secara seksual

b)

Remaja yang berisiko secara seksual dan pasangan sebaya

c)

Hanya dewasa

d)

Hanya penduduk kota

18.

Keamanan kontrasepsi juga bergantung pada:

a)

Jenis metode saja

b)

Cara pemakaian, frekuensi, dan kepatuhan

c)

Iklan promosi

d)

Umur pengguna

19.

Akses kontrasepsi bagi remaja sebaiknya dilakukan melalui:

a)

Layanan kesehatan yang ramah remaja dengan konseling

b)

Media sosial tanpa pendampingan profesional

c)

Pembelian sembarang tanpa informasi di apotek

d)

Larangan total dari orang tua

20.

Pelayanan kontrasepsi perlu:

a)

Penilaian kebutuhan, opsi, dan rujukan bila diperlukan

b)

Satu opsi untuk semua

c)

Penghindaran topik sensitif

d)

Pengucilan bagi mereka yang tidak menikah

21.

Pemilihan metode kontrasepsi perlu mempertimbangkan:

a)

Status pernikahan

b)

Riwayat penyakit tromboemboli, hipertensi, dan merokok

c)

Status pekerjaan saja

d)

Hanya preferensi pasangan

22.

Kontrasepsi non-hormonal yang umum adalah:

a)

IUD hormonal

b)

Kondom

c)

Pil kombinasi

d)

Suntik hormonal

23.

Penanganan efek samping kontrasepsi sebaiknya:

a)

Dihentikan tanpa konsultasi

b)

Dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan

c)

Dibiarkan saja

d)

Dialihkan ke obat lain tanpa evaluasi

24.

Edukasi KTD di sekolah perlu menjelaskan:

a)

Hanya teknik kontrasepsi

b)

Hak, tanggung jawab, dan akses informasi yang akurat

c)

Hanya konsekuensi hukum

d)

Hanya mitos seputar reproduksi

25.

Penguatan kapasitas tenaga kesehatan untuk KTD meliputi:

a)

Pelatihan komunikasi, etika, dan pengetahuan kontrasepsi

b)

Pelatihan teknis semata

c)

Pengurangan jam layanan

d)

Tidak perlu pelatihan tambahan

26.

Keputusan reproduksi yang bertanggung jawab menekankan:

a)

Otonomi pribadi tanpa dialog

b)

Pertimbangan nilai, informasi akurat, dan diskusi dengan pasangan

c)

Mengabaikan perasaan pasangan

d)

Menghindari bantuan profesional

27.

Peran penting komunikasi dengan pasangan adalah:

a)

Membuat keputusan sepihak

b)

Memastikan kesepakatan bersama dan kenyamanan kedua pihak

c)

Mengabaikan kebutuhan satu pihak

d)

Menghindari pembicaraan

28.

Cakupan pendidikan reproduksi yang baik:

a)

Pengetahuan anatomi saja

b)

Nilai, etika, hak kesehatan, dan keterampilan komunikasi

c)

Hanya teknik kontrasepsi

d)

Hanya mitos reproduksi

29.

Budaya lokal dan norma sosial dapat mempengaruhi:

a)

Kesiapan menerima informasi

b)

Ketergantungan pada teknologi

c)

Hanya pilihan metode kontrasepsi tertentu

d)

Keluasan kurikulum

30.

Ketahanan keluarga dalam pencegahan kehamilan tidak direncanakan berarti:

a)

Dukungan emosional dan praktis untuk remaja

b)

Tekanan untuk melanjutkan kehamilan

c)

Kesenjangan informasi

d)

Penghilangan hak pendidikan

31.

Pendidikan mengenai hak kesehatan seksual dan reproduksi menekankan:

a)

Hak untuk informasi, privasi, dan akses layanan

b)

Kewajiban mengikuti norma tanpa pertanyaan

c)

Pengawasan orang tua saja

d)

Hanya untuk orang dewasa

32.

Peran teman sebaya dalam keputusan reproduksi sebaiknya:

a)

Mengganti peran keluarga

b)

Mendukung diskusi terbuka dan berbagi sumber informasi tepercaya

c)

Mengarahkan ke perilaku berisiko

d)

Hanya melakukan diskusi diam-diam

33.

Ketika pasangan menolak menggunakan kontrasepsi, langkah yang tepat adalah:

a)

Memaksa pasangan

b)

Melakukan komunikasi terbuka, edukasi, dan mencari solusi bersama

c)

Menghindari topik tersebut

d)

Menghadiri acara tanpa pasangan

34.

Kebijakan sekolah mengenai KRR sebaiknya menegaskan:

a)

Konten sensor dan pembatasan topik sensitif

b)

Ruang aman untuk diskusi, akses informasi, dan dukungan

c)

Hanya materi biologis

d)

Hanya untuk siswa berpasangan

35.

Pemanfaatan layanan konseling keluarga dapat membantu:

a)

Menenangkan konflik keluarga

b)

Mendorong keputusan reproduksi yang tidak sehat

c)

Mengabaikan kebutuhan remaja

d)

Menekan hak pasien

36.

Peran pemerintah dalam pencegahan KTD meliputi:

a)

Meningkatkan akses layanan, edukasi, dan perlindungan hak anak

b)

Mengurangi program edukasi

c)

Hanya fokus pada ketertiban umum

d)

Mengabaikan isu kesehatan remaja

37.

Etika penanganan informasi kehamilan tidak direncanakan pada remaja adalah:

a)

Menyebarkan informasi tanpa persetujuan

b)

Menjaga kerahasiaan dan memberi dukungan

38.

Perubahan sikap keluarga terhadap KRR sebaiknya:

a)

Mendukung diskusi terbuka dan edukasi

b)

Menghindari pembicaraan sensitif

c)

Menghukum remaja yang mencari informasi

d)

Mengontrol semua pilihan

39.

Evaluasi program KTD di sekolah sebaiknya mencakup:

a)

Relevansi materi, kepuasan peserta, dan perubahan perilaku sehat

b)

Hanya jumlah materi yang diajarkan

c)

Hanya kepatuhan murid

d)

Tidak ada evaluasi

40.

Upaya literasi keuangan reproduksi untuk remaja adalah:

a)

Hanya tentang biaya kontrasepsi

b)

Informasi tentang akses layanan, biaya, dan asuransi jika ada

c)

Tidak perlu penjelasan biaya

d)

Hanya promo produk

41.

Partisipasi laki-laki muda dalam program KRR penting karena:

a)

Mereka tidak perlu informasi

b)

Meningkatkan dukungan dan tanggung jawab bersama

c)

Hanya fokus pada perempuan

d)

Menghilangkan hak perempuan

42.

Penanganan kasus kehamilan tidak direncanakan pada remaja perlu melibatkan:

a)

Orang tua atau wali

b)

Tenaga kesehatan profesional

c)

Konselor atau psikolog sekolah

d)

Pihak penegak hukum

43.

Upaya pencegahan IMS/HIV pada remaja juga terkait dengan KTD karena:

a)

IMS tidak berhubungan dengan kehamilan

b)

Pencegahan IMS meningkatkan kesehatan reproduksi secara umum

c)

Hanya fokus pada pencegahan kehamilan

d)

IMS selalu berakhir pada kehamilan

44.

Hubungan sehat dalam konteks reproduksi berarti:

a)

Mengabaikan persetujuan pasangan

b)

Komunikasi terbuka, saling menghormati, dan keseimbangan hak

c)

Tekanan untuk memenuhi keinginan satu pihak

d)

Hindari diskusi

45.

Pengenalan materi KTD melalui media digital sebaiknya:

a)

Menyediakan informasi tepercaya, verifikasi, dan sumber bantuan

b)

Hanya promosi produk

c)

Mengabaikan keakuratan

d)

Hanya untuk orang dewasa

46.

Penanganan stigma terhadap kehamilan remaja perlu dilakukan dengan:

a)

Diskriminasi terhadap ibu hamil muda

b)

Edukasi publik, dukungan sosial, dan contoh peran positif

c)

Menutup akses layanan

d)

Mengabaikan isu stigma

47.

Kebijakan perlindungan data pasien remaja di fasilitas kesehatan should:

a)

Memungkinkan berbagi data tanpa persetujuan

b)

Menegakkan hak privasi sesuai hukum dan etika

c)

Mengganti identitas pasien

d)

Mengungkap data saat diperlukan

48.

Dasar etika dalam penyuluhan KTD meliputi:

a)

Kejujuran, respek, dan non-diskriminasi

b)

Pemaksaan nilai tertentu

c)

Privasi tanpa edukasi

d)

Pembatasan akses informasi

49.

Program KTD yang efektif perlu menggabungkan:

a)

Edukasi saja tanpa dukungan praktis

b)

Edukasi, akses layanan, dukungan keluarga, dan lingkungan komunitas

c)

Hanya fasilitas kesehatan

d)

Tanpa keterlibatan sekolah

50.

Tujuan utama PIK-R terkait KTD adalah:

a)

Meningkatkan jumlah kehamilan remaja

b)

Meningkatkan pengetahuan, akses layanan, dan keputusan reproduksi yang bertanggung jawab

c)

Membatasi hak remaja untuk informasi

d)

Menghindari topik reproduksi