Font size
Worksheetssoal PIKR v12 kehamilan
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Kontrasepsi modern meliputi:
Hanya alat kontrasepsi tradisional
KB hormonal, IUD, kondom, suntik, pil
Hanya abstinens
Hanya coitus interruptus
Efektivitas kontrasepsi ditentukan oleh:
Popularitas metode
Konsistensi penggunaan dan pemilihan metode yang cocok
Harga
Banyaknya pilihan iklan
Kondom memiliki manfaat tambahan berupa:
Mencegah kehamilan saja
Mencegah IMS/HIV jika digunakan dengan benar
Hanya untuk pasangan menikah
Efek samping serius selalu
Pil KB (pil hormon) sebaiknya:
Diminum tanpa peduli riwayat medis
Dipilih berdasarkan konsultasi medis dan riwayat kesehatan
Digunakan tanpa evaluasi
Hanya jika terlintas dalam tren
IUD adalah kontrasepsi yang:
Alat dalam rahim yang mencegah kehamilan jangka panjang
Pil yang diminum harian
Suntikan hormon mingguan
Metode yang hanya mengandalkan abstinens
Suntik kontrasepsi umumnya diberikan setiap:
Minggu
3 bulan
6 bulan
1 tahun
Metode kontrasepsi barier mencakup:
Kondom, diafragma
Pil KB
Suntik
IUD
Efek samping umum pil KB meliputi:
Peningkatan energi tanpa efek lain
Perubahan siklus haid, mual, nyeri payudara
Kehilangan pendengaran
Rambut rontok berat
Pilihan kontrasepsi yang tepat untuk remaja dengan nyeri haid berat adalah:
Pil KB kombinasi bisa membantu mengatur siklus
Hanya hormonal IUD
Hanya kondom
Tanpa terapi
Pilihan kontrasepsi berkesinambungan harus mempertimbangkan:
Biaya saja
Keamanan, kenyamanan, aksesibilitas, dan preferensi pengguna
Hanya faktor estetika
Hanya rekomendasi teman
Kontrasepsi darurat sebaiknya:
Digunakan sebagai metode rutin
Digunakan dalam 72 jam setelah hubungan berisiko
Hanya untuk pasangan menikah
Tidak diperlukan edukasi
Efek samping kontrasepsi hormonal perlu diawasi karena:
Hanya remaja yang mengalami
Dapat memengaruhi kesehatan jangka pendek maupun panjang
Selalu berat dan tidak bisa diatasi
Tidak ada manfaatnya
Kelebihan kondom pria meliputi:
Perlindungan terhadap IMS/HIV
Tidak memadai untuk kehamilan
Hanya menjaga kebersihan
Hanya efektif jika pasangan sudah menikah
Pilihan kontrasepsi sebaiknya disesuaikan dengan:
Gaya hidup, riwayat medis, preferensi, dan kenyamanan
Harga terendah
Nonogin kontrasepsi tradisional meliputi:
Kalender ovulasi, vas deferens
Metode basal suhu tubuh
Pil hormonal saja
Kondom modern
Praktik kontrasepsi yang benar membutuhkan:
Informasi salah
Edukasi, akses, dan dukungan
Sanksi hukum
Penolakan komunitas
Kesadaran tentang kontrasepsi perlu ditingkatkan di kalangan:
Remaja yang tidak aktif secara seksual
Remaja yang berisiko secara seksual dan pasangan sebaya
Hanya dewasa
Hanya penduduk kota
Keamanan kontrasepsi juga bergantung pada:
Jenis metode saja
Cara pemakaian, frekuensi, dan kepatuhan
Iklan promosi
Umur pengguna
Akses kontrasepsi bagi remaja sebaiknya dilakukan melalui:
Layanan kesehatan yang ramah remaja dengan konseling
Media sosial tanpa pendampingan profesional
Pembelian sembarang tanpa informasi di apotek
Larangan total dari orang tua
Pelayanan kontrasepsi perlu:
Penilaian kebutuhan, opsi, dan rujukan bila diperlukan
Satu opsi untuk semua
Penghindaran topik sensitif
Pengucilan bagi mereka yang tidak menikah
Pemilihan metode kontrasepsi perlu mempertimbangkan:
Status pernikahan
Riwayat penyakit tromboemboli, hipertensi, dan merokok
Status pekerjaan saja
Hanya preferensi pasangan
Kontrasepsi non-hormonal yang umum adalah:
IUD hormonal
Kondom
Pil kombinasi
Suntik hormonal
Penanganan efek samping kontrasepsi sebaiknya:
Dihentikan tanpa konsultasi
Dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan
Dibiarkan saja
Dialihkan ke obat lain tanpa evaluasi
Edukasi KTD di sekolah perlu menjelaskan:
Hanya teknik kontrasepsi
Hak, tanggung jawab, dan akses informasi yang akurat
Hanya konsekuensi hukum
Hanya mitos seputar reproduksi
Penguatan kapasitas tenaga kesehatan untuk KTD meliputi:
Pelatihan komunikasi, etika, dan pengetahuan kontrasepsi
Pelatihan teknis semata
Pengurangan jam layanan
Tidak perlu pelatihan tambahan
Keputusan reproduksi yang bertanggung jawab menekankan:
Otonomi pribadi tanpa dialog
Pertimbangan nilai, informasi akurat, dan diskusi dengan pasangan
Mengabaikan perasaan pasangan
Menghindari bantuan profesional
Peran penting komunikasi dengan pasangan adalah:
Membuat keputusan sepihak
Memastikan kesepakatan bersama dan kenyamanan kedua pihak
Mengabaikan kebutuhan satu pihak
Menghindari pembicaraan
Cakupan pendidikan reproduksi yang baik:
Pengetahuan anatomi saja
Nilai, etika, hak kesehatan, dan keterampilan komunikasi
Hanya teknik kontrasepsi
Hanya mitos reproduksi
Budaya lokal dan norma sosial dapat mempengaruhi:
Kesiapan menerima informasi
Ketergantungan pada teknologi
Hanya pilihan metode kontrasepsi tertentu
Keluasan kurikulum
Ketahanan keluarga dalam pencegahan kehamilan tidak direncanakan berarti:
Dukungan emosional dan praktis untuk remaja
Tekanan untuk melanjutkan kehamilan
Kesenjangan informasi
Penghilangan hak pendidikan
Pendidikan mengenai hak kesehatan seksual dan reproduksi menekankan:
Hak untuk informasi, privasi, dan akses layanan
Kewajiban mengikuti norma tanpa pertanyaan
Pengawasan orang tua saja
Hanya untuk orang dewasa
Peran teman sebaya dalam keputusan reproduksi sebaiknya:
Mengganti peran keluarga
Mendukung diskusi terbuka dan berbagi sumber informasi tepercaya
Mengarahkan ke perilaku berisiko
Hanya melakukan diskusi diam-diam
Ketika pasangan menolak menggunakan kontrasepsi, langkah yang tepat adalah:
Memaksa pasangan
Melakukan komunikasi terbuka, edukasi, dan mencari solusi bersama
Menghindari topik tersebut
Menghadiri acara tanpa pasangan
Kebijakan sekolah mengenai KRR sebaiknya menegaskan:
Konten sensor dan pembatasan topik sensitif
Ruang aman untuk diskusi, akses informasi, dan dukungan
Hanya materi biologis
Hanya untuk siswa berpasangan
Pemanfaatan layanan konseling keluarga dapat membantu:
Menenangkan konflik keluarga
Mendorong keputusan reproduksi yang tidak sehat
Mengabaikan kebutuhan remaja
Menekan hak pasien
Peran pemerintah dalam pencegahan KTD meliputi:
Meningkatkan akses layanan, edukasi, dan perlindungan hak anak
Mengurangi program edukasi
Hanya fokus pada ketertiban umum
Mengabaikan isu kesehatan remaja
Etika penanganan informasi kehamilan tidak direncanakan pada remaja adalah:
Menyebarkan informasi tanpa persetujuan
Menjaga kerahasiaan dan memberi dukungan
Perubahan sikap keluarga terhadap KRR sebaiknya:
Mendukung diskusi terbuka dan edukasi
Menghindari pembicaraan sensitif
Menghukum remaja yang mencari informasi
Mengontrol semua pilihan
Evaluasi program KTD di sekolah sebaiknya mencakup:
Relevansi materi, kepuasan peserta, dan perubahan perilaku sehat
Hanya jumlah materi yang diajarkan
Hanya kepatuhan murid
Tidak ada evaluasi
Upaya literasi keuangan reproduksi untuk remaja adalah:
Hanya tentang biaya kontrasepsi
Informasi tentang akses layanan, biaya, dan asuransi jika ada
Tidak perlu penjelasan biaya
Hanya promo produk
Partisipasi laki-laki muda dalam program KRR penting karena:
Mereka tidak perlu informasi
Meningkatkan dukungan dan tanggung jawab bersama
Hanya fokus pada perempuan
Menghilangkan hak perempuan
Penanganan kasus kehamilan tidak direncanakan pada remaja perlu melibatkan:
Orang tua atau wali
Tenaga kesehatan profesional
Konselor atau psikolog sekolah
Pihak penegak hukum
Upaya pencegahan IMS/HIV pada remaja juga terkait dengan KTD karena:
IMS tidak berhubungan dengan kehamilan
Pencegahan IMS meningkatkan kesehatan reproduksi secara umum
Hanya fokus pada pencegahan kehamilan
IMS selalu berakhir pada kehamilan
Hubungan sehat dalam konteks reproduksi berarti:
Mengabaikan persetujuan pasangan
Komunikasi terbuka, saling menghormati, dan keseimbangan hak
Tekanan untuk memenuhi keinginan satu pihak
Hindari diskusi
Pengenalan materi KTD melalui media digital sebaiknya:
Menyediakan informasi tepercaya, verifikasi, dan sumber bantuan
Hanya promosi produk
Mengabaikan keakuratan
Hanya untuk orang dewasa
Penanganan stigma terhadap kehamilan remaja perlu dilakukan dengan:
Diskriminasi terhadap ibu hamil muda
Edukasi publik, dukungan sosial, dan contoh peran positif
Menutup akses layanan
Mengabaikan isu stigma
Kebijakan perlindungan data pasien remaja di fasilitas kesehatan should:
Memungkinkan berbagi data tanpa persetujuan
Menegakkan hak privasi sesuai hukum dan etika
Mengganti identitas pasien
Mengungkap data saat diperlukan
Dasar etika dalam penyuluhan KTD meliputi:
Kejujuran, respek, dan non-diskriminasi
Pemaksaan nilai tertentu
Privasi tanpa edukasi
Pembatasan akses informasi
Program KTD yang efektif perlu menggabungkan:
Edukasi saja tanpa dukungan praktis
Edukasi, akses layanan, dukungan keluarga, dan lingkungan komunitas
Hanya fasilitas kesehatan
Tanpa keterlibatan sekolah
Tujuan utama PIK-R terkait KTD adalah:
Meningkatkan jumlah kehamilan remaja
Meningkatkan pengetahuan, akses layanan, dan keputusan reproduksi yang bertanggung jawab
Membatasi hak remaja untuk informasi
Menghindari topik reproduksi
