wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

M3 Perioperatif dasar new - SMT 1

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.
16. Tujuan utama asesmen pra-anestesi bukan semata-mata menentukan teknik anestesi, melainkan mengurangi risiko perioperatif. Di bawah ini, faktor paling krusial yang membedakan asesmen pra-anestesi dari asesmen medis biasa adalah:
a)
A. Penentuan diagnosis kerja pasien
b)
B. Penilaian organ target penyakit utama
c)
C. Identifikasi potensi kegagalan ventilasi dan intubasi
d)
D. Evaluasi hasil laboratorium secara menyeluruh
e)
E. Penentuan lama rawat inap pascaoperasi
2.
17. Seorang pasien dengan ASA III akan menjalani operasi elektif. Pernyataan berikut paling tepat mengenai implikasi klasifikasi ASA adalah:
a)
A. Menentukan jenis anestesi yang wajib digunakan
b)
B. Memprediksi mortalitas pasien secara individual
c)
C. Menggambarkan kompleksitas tindakan bedah
d)
D. Mengestimasi risiko perioperatif secara global
e)
E. Menentukan kebutuhan ICU pascaoperasi
3.
18. Dalam penilaian jalan napas, kombinasi LEMON dan MOANS digunakan karena:
a)
A. Keduanya menilai anatomi jalan napas bagian bawah
b)
B. LEMON untuk ventilasi, MOANS untuk intubasi
c)
C. Keduanya menilai risiko gagal intubasi saja
d)
D. LEMON menilai intubasi, MOANS menilai ventilasi sungkup
e)
E. Keduanya hanya relevan pada anestesi regional
4.
19. Pemantauan ETCO₂ selama anestesi umum paling penting karena:
a)
A. Mengukur kedalaman anestesi
b)
B. Menggantikan analisis gas darah
c)
C. Mendeteksi hipoksia lebih cepat dari SpO₂
d)
D. Menilai ventilasi dan integritas jalan napas secara real-time
e)
E. Menentukan kebutuhan cairan intraoperatif
5.
20. Pemberian premedikasi anestesi tidak selalu wajib diberikan karena:
a)
A. Berisiko menyebabkan hipotermia
b)
B. Dapat mengganggu informed consent
c)
C. Harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan jenis operasi
d)
D. Menunda waktu induksi anestesi
e)
E. Selalu meningkatkan risiko aspirasi
6.
21. Pasien laki-laki 58 tahun, obesitas, edentulous, riwayat OSA, akan menjalani laparotomi elektif. Pada asesmen pra-anestesi ditemukan risiko sulit ventilasi. Pendekatan paling rasional berdasarkan temuan tersebut adalah:
a)
A. Menghindari anestesi umum
b)
B. Menyiapkan strategi ventilasi sulit sejak awal
c)
C. Langsung merencanakan trakeostomi
d)
D. Menggunakan anestesi inhalasi tanpa induksi
e)
E. Menunda operasi sampai berat badan turun
7.
22. Bayi usia 6 bulan dijadwalkan operasi elektif. Terakhir mendapat ASI 3 jam sebelum rencana operasi. Tindakan paling tepat adalah:
a)
A. Melanjutkan operasi sesuai jadwal
b)
B. Menunda operasi minimal 1 jam
c)
C. Memberikan antasida lalu operasi
d)
D. Mengganti anestesi umum dengan regional
e)
E. Melakukan rapid sequence induction
8.
23. Selama anestesi umum, ETCO₂ meningkat progresif dari 35 menjadi 55 mmHg, dengan SpO₂ tetap normal. Interpretasi paling tepat adalah:
a)
A. Hipoksia jaringan
b)
B. Overdosis anestesi inhalasi
c)
C. Hipoventilasi atau peningkatan produksi CO₂
d)
D. Gangguan perfusi perifer
e)
E. Artefak monitor
9.
24. Pasien pascaoperasi mayor dipindahkan ke PACU. Pasien membuka mata, bernapas spontan adekuat, tekanan darah stabil, tetapi masih mengantuk. Parameter utama yang menentukan keamanan pemindahan dari PACU adalah:
a)
A. Kesadaran penuh (GCS 15)
b)
B. Nilai Aldrete Score
c)
C. Nyeri 0/10
d)
D. Tidak ada mual muntah
e)
E. Lama waktu di PACU
10.
25. Seorang pasien geriatri dengan penyakit jantung stabil, menjalani operasi abdomen lama. Faktor paling menentukan dalam pemilihan teknik anestesi adalah:
a)
A. Preferensi operator bedah
b)
B. Ketersediaan obat anestesi
c)
C. Status fisiologis dan komorbid pasien
d)
D. Lama puasa pasien
e)
E. Jenis monitoring non-invasif