wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Sistem A/C Manual

Total questions: 86

Worksheet time: 43mins

Name
Class
Date
1.

Pada diagram, komponen mana yang berfungsi mengompresi refrigeran dalam sistem A/C mobil?

a)

ECM yang mengatur sinyal kontrol

b)

Relay kompresor A/C di boks sekring

c)

Sensor tekanan refrigeran A/C di saluran

d)

Kompresor A/C yang digerakkan mesin

2.

Unit HVAC pada kendaraan biasanya terletak di area mana sesuai ilustrasi?

a)

Di ruang mesin dekat radiator

b)

Di bawah dashboard kabin depan

c)

Di atas atap kabin tengah

d)

Di bagasi belakang kendaraan

3.

Jika blower tidak berputar pada kecepatan rendah, komponen mana yang paling mungkin bermasalah?

a)

Relay utama di boks relay

b)

Resistor motor blower di rangka blower

c)

Sensor suhu evaporator di unit HVAC

d)

Sakelar A/C pada panel kontrol

4.

Untuk mendiagnosis kipas pendingin radiator tidak menyala saat A/C aktif, langkah awal yang paling logis adalah?

a)

Membersihkan evaporator di unit HVAC

b)

Memeriksa relai kipas pendingin radiator

c)

Mengisi ulang refrigeran hingga maksimum

d)

Mengganti kompresor A/C tanpa pengecekan

5.

Pemilih suhu pada panel kontrol berfungsi utama untuk apa dalam sistem A/C?

a)

Mendeteksi tekanan refrigeran di kondensor

b)

Mengaktifkan kipas pendingin radiator

c)

Mengatur percampuran udara panas-dingin

d)

Menentukan tingkat kompresi kompresor

6.

Pada siklus A/C, komponen yang menaikkan tekanan refrigerant dari rendah menjadi tinggi adalah apa?

a)

Kompresor mekanis berpenggerak sabuk

b)

Evaporator penukar panas kabin

c)

Kondensor pelepas panas luar

d)

Katup ekspansi pengatur aliran

7.

Setelah keluar dari kondensor, wujud umum refrigerant sebelum memasuki katup ekspansi adalah apa?

a)

Cair suhu tinggi bertekanan rendah

b)

Uap suhu rendah bertekanan tinggi

c)

Cair suhu rendah bertekanan tinggi

d)

Uap suhu tinggi bertekanan rendah

8.

Fungsi utama katup ekspansi dalam siklus A/C adalah apa?

a)

Meningkatkan kecepatan kipas kondensor

b)

Mencampur udara luar dengan refrigerant

c)

Menaikkan suhu agar panas dilepas

d)

Menurunkan tekanan untuk menghasilkan campuran

9.

Di sisi tekanan rendah, komponen yang menyerap panas dari udara kabin adalah apa?

a)

Kondensor berpipa sirip luar

b)

Evaporator berfin dan pipa

c)

Kompresor pengisap gas refrigerant

d)

Katup ekspansi jarum orifice

10.

Manifold pressure gauge (MPG) digunakan untuk apa pada sistem A/C kendaraan?

a)

Menentukan kecepatan motor blower

b)

Menghitung massa aliran refrigerant

c)

Mengukur tegangan listrik kompresor

d)

Membaca tekanan saluran LO dan HI

11.

Urutan aliran komponen yang benar dalam satu putaran siklus refrigerant adalah apa?

a)

Kondensor → kompresor → evaporator → ekspansi

b)

Ekspansi → kondensor → kompresor → evaporator

c)

Evaporator → ekspansi → kondensor → kompresor

d)

Kompresor → kondensor → ekspansi → evaporator

12.

Tekanan standar pada pengukur tekanan rendah (LO) untuk motor bensin pada suhu ruang sekitar 30°C adalah berapa?

a)

240–350 kPa pada pengukur LO

b)

1220–1540 kPa pada pengukur HI

c)

240–350 kPa pada pengukur HI

d)

1220–1540 kPa pada pengukur LO

13.

Pembacaan manifold: Tekanan LO 0,8–1,0 kg/cm² dan HI 7–10 kg/cm². Apa diagnosis paling mungkin?

a)

Katup ekspansi macet menutup total

b)

Pengisian refrigerant kurang pada sistem

c)

Kondensor pendingin berlebihan bekerja

d)

Komponen kompresor jenuh tekanan tinggi

14.

Jika pengisian refrigerant kurang, tindakan perbaikan awal yang tepat adalah apa?

a)

Membersihkan sirip kondensor dahulu

b)

Mengencangkan belt kompresor segera

c)

Cari kebocoran dengan leak detector

d)

Mengganti receiver tanpa pemeriksaan

15.

Tekanan LO 2,5–3,5 kg/cm² dan HI 20–25 kg/cm². Dua kemungkinan penyebab paling umum adalah?

a)

Refrigerant jenuh atau cooling fan kurang

b)

Receiver rusak atau dryer kotor

c)

Komponen evaporator tersumbat total

d)

Sensor BCM gagal membaca suhu

16.

Manifold menunjukkan HI 20–25 kg/cm², LO 2,5–3,5 kg/cm², sirip kondensor tampak kotor. Tindakan perbaikan yang tepat adalah?

a)

Mengganti kompresor dengan baru

b)

Menambah refrigerant hingga jenuh

c)

Membersihkan sirip kondensor segera

d)

Melakukan vakum berulang kali

17.

Ada udara dalam saluran sistem. Apa tindakan perbaikan yang dianjurkan?

a)

Membuang sebagian refrigerant saja

b)

Menambah oli kompresor berlebih

c)

Mengganti receiver atau filter

d)

Mengencangkan drive belt kompresor

18.

Tekanan LO 2,5–3,5 kg/cm² dan HI 20–25 kg/cm² terjadi karena proses pembuangan udara saat pemvakuman kurang sempurna. Langkah yang benar adalah?

a)

Ulangi pemvakuman dan isi ulang refrigerant

b)

Bersihkan sirip kondensor berulang

c)

Tambah refrigerant sampai tekanan naik

d)

Ganti katup ekspansi segera

19.

Tekanan tidak stabil: LO 1,5–2,5 kg/cm², HI 14–23 kg/cm². Kemungkinan penyebab utama adalah?

a)

Evaporator overheat karena sensor

b)

Cooling fan berputar terlalu cepat

c)

Kompresor kehabisan oli pelumasan

d)

Air membeku pada katup ekspansi

20.

Sirkulasi refrigerant tidak jalan dengan pembacaan LO sekitar −76 Hg (di bawah 0 kg/cm²) dan HI 6 kg/cm². Apa diagnosis yang sesuai?

a)

Penyumbatan kotoran di katup ekspansi

b)

Receiver jenuh menyaring uap air

c)

Kebocoran besar pada kondensor

d)

Drive belt terlalu kencang dan slip

21.

Katup ekspansi tidak normal, tekanan LO 2,5 kg/cm² dan HI 19–20 kg/cm². Jika katup rusak, tindakan tepat adalah?

a)

Setel jika mungkin atau ganti katup

b)

Menambah refrigerant hingga stabil

c)

Mengganti kompresor dan dryer

d)

Ubah posisi tabung kontrol sementara

22.

Tabung kontrol kendur pada pemasangan katup ekspansi. Apa langkah perbaikan?

a)

Kurangi tekanan HI dengan membuang gas

b)

Perbaiki posisi agar benar-benar rapat

c)

Buka sebagian katup untuk meringankan

d)

Tambahkan oli kompresor agar lengket

23.

Tekanan kompresi kurang baik: LO 4–6 kg/cm², HI 7–10 kg/cm². Diagnosis dan tindakan perbaikan yang paling tepat adalah?

a)

Receiver jenuh, lakukan pengeringan

b)

Kompresor rusak, perbaiki atau ganti

c)

Fan kondensor lambat, kencangkan belt

d)

Udara terperangkap, ulang vakum sistem

24.

Magnetic clutch A/C berfungsi saat ON. Apa yang terjadi pada sistem ketika clutch ON?

a)

Condenser fan berhenti mendinginkan gas

b)

Kompresor berputar memompa refrigerant

c)

BCM memutus seluruh rangkaian sensor

d)

Evaporator menahan aliran udara luar

25.

Pada diagram rangkaian magnetic clutch dan condenser fan, komponen yang menghubungkan daya ke kopling magnet saat termostat menutup adalah…

a)

Relay kopling magnet seri termostat

b)

Sakelar blower paralel resistor

c)

Motor kipas kondensor langsung baterai

d)

Fuse under-hood tanpa kontrol ECU

26.

Di rangkaian motor blower, posisi L, M, H pada selektor kecepatan berfungsi untuk…

a)

Memilih jalur tahanan blower bertingkat

b)

Mengalihkan kompresor ke mode ekonomi

c)

Menyambung kipas kondensor secara langsung

d)

Memutus BCM dari jalur kontrol A/C

27.

Pada rangkaian lengkap A/C konvensional, hubungan antara sakelar blower dan termostat adalah…

a)

Termostat memutus jalur tahanan depan

b)

Keduanya paralel ke motor kondensor

c)

Termostat mengendalikan pilihan kecepatan L M H

d)

Sakelar blower memasok arus ke termostat

28.

Pada sistem A/C tanpa BCM, elemen yang langsung mengendalikan compressor clutch relay adalah…

a)

Under-dash fuse box tanpa sensor apapun

b)

Pressure switch seri dengan thermo switch

c)

Blower resistor melalui heater fan switch

d)

Ignition switch melalui ECU sinyal BLK/RED

29.

Fungsi blower resistor pada diagram tanpa BCM adalah…

a)

Memberi penurunan tegangan untuk kecepatan

b)

Melindungi relay dari lonjakan induksi

c)

Mengalihkan sinyal sensor ke ECU

d)

Menjaga arus konstan pada kopling

30.

Jika pressure switch membuka karena tekanan rendah, konsekuensi pada kompresor adalah…

a)

Termostat memintas resistor blower

b)

Kipas kondensor berputar maksimum

c)

Blower motor bertambah cepat

d)

Relay kompresor tidak mendapat arus

31.

Dalam skema kerja A/C dengan BCM, sinyal kecepatan blower dari HVAC control unit digunakan untuk…

a)

Mengendalikan blower motor melalui blower resistor

b)

Mengatur radiator fan relay secara langsung

c)

Mengaktifkan compressor clutch tanpa relay

d)

Memberi umpan balik ke evaporator sensor

32.

Sensor evaporator temperature pada sistem dengan BCM berperan untuk…

a)

Memutus arus ke under-hood fuse box

b)

Menghidupkan langsung motor kipas kondensor

c)

Mengaktifkan heater fan switch pada MAX

d)

Memberi masukan ke ECM agar kompresor aman

33.

Menurut tabel diagnosis, bila condenser fan tidak berputar di semua kondisi dengan kemungkinan fuse putus, tindakan perbaikan yang tepat adalah…

a)

Ganti fuse pada jalur kipas kondensor

b)

Periksa BCM lalu reprogram

c)

Hubungkan kompresor langsung ke baterai

d)

Tambah resistor untuk arus lebih kecil

34.

Pada kasus magnetic clutch tidak bekerja dengan kemungkinan open circuit pada wiring, langkah yang benar adalah…

a)

Melepas relay kipas radiator sementara

b)

Perbaiki atau ganti jaringan kabel

c)

Naikkan setting kecepatan blower

d)

Menambah tekanan refrigeran manual

35.

Saat memeriksa tekanan refrigerant A/C, langkah awal yang benar terkait manifold gauge adalah apa?

a)

Menghubungkan selang ke kompresor langsung

b)

Menutup rapat katup HI dan LO pada gauge

c)

Membuka katup HI dan LO pada gauge segera

d)

Menyalakan blower lalu membuka katup gauge

36.

Selang HI dari manifold gauge harus dihubungkan ke komponen mana pada kendaraan?

a)

Port pengisian oli mesin

b)

Sensor temperatur kisi-kisi blower

c)

Katup servis LO pada sistem A/C

d)

Katup servis HI pada sistem A/C

37.

Sebelum membaca tekanan, mesin harus dijalankan hingga kondisi apa?

a)

Kompresor A/C nonaktif sementara

b)

Suhu kabin turun di bawah 0°C

c)

Putaran tinggi selama 5 menit

d)

Mencapai temperatur kerja dan idle normal

38.

Pada pengukuran standar sekitar 30°C, rentang tekanan rendah (LO) yang benar adalah apa?

a)

240–350 kPa atau 2,4–3,6 kgf/cm²

b)

1220–1540 kPa atau 12,4–15,7 kgf/cm²

c)

90–150 kPa atau 0,9–1,5 kgf/cm²

d)

400–600 kPa atau 4–6 kgf/cm²

39.

Untuk menstabilkan pengoperasian A/C sebelum pengukuran, tindakan yang disarankan adalah apa?

a)

Naikkan putaran mesin di atas idle

b)

Tunggu sekitar 10 menit dan buka jendela

c)

Matikan magnetic clutch sementara

d)

Matikan blower lalu tutup semua kisi

40.

Jika sistem A/C tidak bekerja seluruhnya dan ditemukan fuse putus, tindakan perbaikan yang tepat adalah apa?

a)

Ganti ECM tanpa pemeriksaan lain

b)

Setel ulang clearance pada puli

c)

Periksa selector kecepatan blower dulu

d)

Ganti fuse dengan spesifikasi yang sama

41.

Ketika blower tidak beroperasi karena resistor motor rusak, langkah teknis yang benar adalah apa?

a)

Ganti pressure switch segera

b)

Setel clearance puli kompresor

c)

Perbaiki atau ganti wiring condenser

d)

Periksa resistor dan ganti bila perlu

42.

Urutan prosedur pengosongan dan pengisian refrigerant yang benar adalah apa?

a)

Pengosongan, pengisian oli, pemvakuman, pengisian

b)

Pengosongan, pemvakuman, pengisian, pengisian oli

c)

Pemvakuman, pengosongan, pengisian, pengisian oli

d)

Pengisian oli, pengosongan, pengisian, pemvakuman

43.

Tujuan utama penggunaan alat pendaur ulang refrigerant (3R) saat pengosongan adalah apa?

a)

Meningkatkan kapasitas kompresor saat bekerja

b)

Menurunkan suhu evaporator lebih cepat

c)

Mencegah pencemaran lingkungan oleh refrigerant

d)

Mempercepat proses pengisian refrigerant baru

44.

Apa risiko jika jumlah oli kompresor A/C terlalu banyak atau terlalu sedikit?

a)

Meningkatkan efisiensi kondensor secara signifikan

b)

Dapat merusak kompresor karena pelumasan tidak tepat

c)

Menyebabkan refrigerant menguap lebih lambat

d)

Mengurangi tekanan vakum pada manifold gauge

45.

Saat hanya mengisi refrigerant, bagaimana perlakuan terhadap oli kompresor A/C?

a)

Kuras seluruh oli dan isi kapasitas maksimum

b)

Tambahkan oli dua kali dari kapasitas spesifikasi

c)

Biarkan oli lama tanpa penyesuaian jumlahnya

d)

Isi dengan jumlah oli terukur yang sama saat pengosongan

46.

Berapa standar jumlah oli kompresor A/C untuk model bensin?

a)

40–50 cm³ untuk kebanyakan kendaraan

b)

80–90 cm³ agar tekanan stabil

c)

60–70 cm³ sesuai standar model bensin

d)

100–110 cm³ pada sistem berkapasitas besar

47.

Langkah awal pada pemvakuman sistem A/C menggunakan vacuum pump adalah apa?

a)

Periksa indikator tekanan pada gauge

b)

Buka kedua katup pada manifold gauge

c)

Pasang selang pengisi tengah ke pompa

d)

Hubungkan selang HI dan LO ke katup servis

48.

Indikasi tidak ada kebocoran setelah 10 menit operasi awal pompa vakum ditunjukkan oleh apa pada pengukur LO?

a)

Indikator naik turun tanpa stabil dalam 5 menit

b)

Tekanan bertambah hingga di atas 200 kPa

c)

Vakum kurang dari 100 kPa atau -760 mmHg

d)

Jarum menunjukkan nol dan kembali ke posisi awal

49.

Sebelum pengisian, bagaimana cara uji kebocoran melalui retensi vakum?

a)

Tunggu 10 menit dan pastikan pembacaan tekanan rendah tidak berubah

b)

Naikkan tekanan lalu lihat perubahan pada indikator HI

c)

Tambahkan refrigerant sedikit untuk memeriksa kebocoran

d)

Buka katup LO dan HI untuk mengalirkan udara masuk

50.

Langkah awal pengisian manual yang benar pada sistem A/C saat mesin berhenti adalah apa?

a)

Mengisi dari sisi tekanan rendah terlebih dulu

b)

Mengisi dari sisi tekanan tinggi terlebih dulu

c)

Membuka kedua katup LO dan HI sekaligus

d)

Menyalakan A/C dan menaikkan putaran mesin

51.

Saat membersihkan saluran pengisian, katup mana yang harus dibuka pada tabung refrigerant?

a)

Katup pada kompresor A/C

b)

Katup LO pada manifold gauge

c)

Katup HI pada manifold gauge

d)

Katup pada tabung refrigerant

52.

Apa bahaya jika katup HI tidak tertutup rapat saat pengisian?

a)

Evaporator membeku karena aliran refrigerant rendah

b)

Sight glass buram karena kondensasi

c)

Kompresor macet karena oli berlebih

d)

Ledakan tabung akibat aliran balik tekanan tinggi

53.

Pada tahap pengisian uap, posisi tabung refrigerant harus bagaimana?

a)

Horizontal sejajar lantai

b)

Menghadap ke atas untuk uap

c)

Terbalik agar cairan keluar

d)

Miring 45 derajat ke bawah

54.

Setelah sistem diisi, tindakan apa yang dilakukan dengan manifold pressure gauge?

a)

Menguji kebocoran dengan gelembung sabun

b)

Memeriksa tekanan LO dan HI lalu menutup LO

c)

Mengurangi tekanan hingga nol bar

d)

Mengalirkan refrigerant kembali ke tabung

55.

Kapan tes kebocoran refrigerant dilakukan dalam proses servis A/C?

a)

Hanya sebelum pemvakuman sistem

b)

Hanya saat mesin beroperasi 2000 RPM

c)

Selama pengisian awal cairan

d)

Setelah pemvakuman dan setelah pengisian

56.

Alat apa yang digunakan untuk mendeteksi titik kebocoran secara elektronik pada saluran A/C?

a)

Sight glass indikator

b)

Vacuum pump portabel

c)

Leak detector elektronik

d)

Thermometer inframerah genggam

57.

Dalam diagram prosedur, jika jarum pengukur tidak tetap di -76 cmHg setelah berhenti 30 detik, tindakan yang tepat adalah apa?

a)

Melanjutkan vakum selama 30 menit lagi

b)

Segera mengisi refrigerant ke sistem

c)

Memeriksa adanya kebocoran lalu lakukan perbaikan

d)

Menutup semua katup dan menyalakan A/C

58.

Menurut rentang spesifikasi, berapa tekanan sisi LO saat mesin 2000 RPM yang dinyatakan pada diagram?

a)

0,5–1,0 kg/cm2

b)

1,5–2,5 kg/cm2

c)

10–12 kg/cm2

d)

15–17 kg/cm2

59.

Dalam kondisi A/C beroperasi saat pengisian, katup mana yang boleh dibuka sesuai prosedur?

a)

Tidak ada katup yang dibuka

b)

Kedua katup LO dan HI

c)

Hanya katup HI pada manifold

d)

Hanya katup LO pada manifold

60.

Langkah awal saat kondensor fan tidak berputar adalah apa?

a)

Periksa fuse dari putus/terbakar

b)

Ukur tekanan refrigerant sistem

c)

Setel clearance magnetic switch

d)

Tes kerja heater control panel

61.

Saat fuse OK tetapi kondensor fan masih tidak berputar, tindakan berikutnya adalah apa?

a)

Setel clearance clutch pulley

b)

Periksa kebocoran refrigerant

c)

Ganti motor condenser fan

d)

Lepas konektor relay kondensor

62.

Pada pemeriksaan kondensor fan, jika tidak ada tegangan baterai di terminal 86 relay, tindakan yang tepat adalah apa?

a)

Ganti relay condenser fan segera

b)

Kalibrasi pressure switch A/C

c)

Perbaiki open circuit diantara relay dan fuse

d)

Isi ulang refrigerant sistem

63.

Tes motor condenser fan dilakukan dengan cara apa?

a)

Hubungkan baterai 12V ke terminal (+) dan (-) motor

b)

Menyetel clearance magnetic switch

c)

Memberi tekanan refrigerant tambahan

d)

Mengukur tahanan heater control panel

64.

Jika motor condenser fan tidak dapat berputar saat diuji langsung 12V, apa tindakan berikut?

a)

Perbaiki open circuit antara fuse dan relay

b)

Ganti motor condenser fan

c)

Ganti fuse utama sistem

d)

Lepas konektor thermoswitch

65.

Saat compressor/magnetic clutch tidak bekerja dan fuse OK, langkah uji berikutnya adalah apa?

a)

Periksa kebocoran sistem refrigerant dulu

b)

Lepas konektor thermoswitch A/C dan jumper dua terminal

c)

Setel clearance pressure plate segera

d)

Ganti relay condenser fan untuk berjaga-jaga

66.

Jika setelah men-jumper thermoswitch mesin start dan kompresor tidak bekerja, apa yang harus diperiksa?

a)

Level oli kompresor mekanis

b)

Kontinuitas kabel ground heater

c)

Kebocoran pada evaporator kabin

d)

Tegangan input di terminal 30 relay magnetic clutch

67.

Ketika relay clutch dinyatakan tidak OK, tindakan yang tepat adalah apa?

a)

Ganti relay magnetic clutch

b)

Setel clearance clutch pulley

c)

Perbaiki open circuit ke ECU

d)

Ganti thermoswitch A/C

68.

Apa tujuan memeriksa clearance antara clutch pulley dan pressure plate pada magnetic clutch?

a)

Menentukan besarnya aliran refrigerant ke kondensor

b)

Memvalidasi tekanan sistem pada pressure switch

c)

Mengetahui kondisi bearing kompresor aus

d)

Memastikan celah sesuai agar clutch dapat meng-engage

69.

Pada sistem A/C tidak bekerja, setelah memastikan fuse OK, pemeriksaan berikutnya berfokus pada apa?

a)

Kalibrasi sensor temperatur kabin otomatis

b)

Cek kebocoran refrigerant menggunakan nitrogen

c)

Tes kerja motor blower kabin secara manual

d)

Ukur tegangan input pressure switch dengan IG ON

70.

Jika relay condenser fan tidak OK saat diuji, tindakan yang benar adalah apa?

a)

Ganti pressure switch segera

b)

Ganti relay condenser fan

c)

Jumper terminal 30 dan 87 permanen

d)

Setel clearance magnetic switch

71.

Ketika kontinuitas terminal pressure switch tidak ada, langkah diagnosis selanjutnya adalah apa?

a)

Periksa tekanan refrigerant dan kebocoran sistem

b)

Membersihkan konektor heater control panel

c)

Ganti langsung ECU tanpa pemeriksaan lain

d)

Menambah tegangan ke terminal 86 relay

72.

Udara kotor dan suhu lembab di sekitar evaporator cenderung menyebabkan apa pada kisi-kisi evaporator?

a)

Pengurangan kebisingan pada sistem kompresor

b)

Korosi serta kebocoran pada evaporator

c)

Peningkatan laju pendinginan udara kabin

d)

Perubahan tekanan refrigeran menjadi stabil

73.

Tindakan dasar untuk menjaga umur evaporator agar awet adalah apa?

a)

Membersihkan dan mengganti filter kabin berkala

b)

Menambah oli kompresor setiap minggu

c)

Mematikan blower saat suhu tinggi

d)

Menaikkan setelan tekanan refrigeran

74.

Kerusakan kompresor A/C biasanya ditandai oleh mana berikut ini?

a)

Drive belt selalu kencang tanpa penyetelan

b)

Evaporator lebih cepat mendinginkan kabin

c)

Tekanan pemompaan berkurang dan kebocoran seal

d)

Magnetic clutch tidak membutuhkan shim

75.

Jika kompresor mengalami kerusakan serius dan perbaikan tidak memungkinkan, langkah yang tepat adalah apa?

a)

Menambah refrigeran tanpa memeriksa

b)

Mengganti blower resistor terlebih dahulu

c)

Mematikan sistem A/C secara permanen

d)

Ganti kompresor A/C dengan unit baru

76.

Saat melepas dan memasang komponen kompresor, apa yang dianjurkan pada ulir komponen?

a)

Olesi dengan grease bertekanan tinggi

b)

Gunakan sealer sebelum dipasang

c)

Semprotkan refrigeran cair

d)

Biarkan kering tanpa pelumas

77.

Standar ketegangan drive belt penggerak kompresor A/C adalah berapa?

a)

7–8 mm saat disetel

b)

2–3 mm saat bebas

c)

5–6 mm saat berjalan

d)

10–12 mm saat beban

78.

Saat pemeriksaan drive belt, kondisi apa yang mengharuskan penggantian?

a)

Tegangan sedikit di atas standar

b)

Permukaan halus tanpa serabut

c)

Keausan, retak, atau tercemar oli

d)

Bunyi klik pada magnetic clutch

79.

Langkah awal memeriksa magnetic clutch pada puli rotor adalah apa?

a)

Mengganti evaporator sebelum pengujian

b)

Menambah shim penyetel pada armature

c)

Mengukur tekanan pemompaan kompresor

d)

Periksa bearing puli dengan memutar tangan

80.

Jika saat pemeriksaan puli rotor ditemukan noise atau kekocakan, tindakan yang benar adalah apa?

a)

Menambah refrigeran ke sistem

b)

Membersihkan evaporator dengan udara

c)

Menurunkan tegangan drive belt

d)

Ganti puli rotor yang rusak

81.

Apa yang diukur setelah melepas konektor magnetic clutch?

a)

Tinggi ketegangan drive belt

b)

Resistansi kumparan medan clutch

c)

Suhu evaporator di kisi-kisi

d)

Tekanan statis refrigeran

82.

Nilai clearance yang disyaratkan di antara rotor puli dan armature adalah sekitar berapa?

a)

± 0,05–0,10 mm

b)

± 2,0–2,5 mm

c)

± 1,0–1,5 mm

d)

± 0,35–0,65 mm

83.

Jika clearance magnetic clutch tidak sesuai spesifikasi, apa yang harus dilakukan?

a)

Naikkan kecepatan blower fan

b)

Ganti evaporator segera

c)

Isi refrigeran hingga maksimum

d)

Tambah atau kurangi shim penyetel

84.

Saat perlu melepas pulli untuk perbaikan magnetic clutch, alat yang dianjurkan adalah apa?

a)

Kunci pas adjustable biasa

b)

SST puller sesuai manual

c)

Obeng pipih berukuran besar

d)

Tang kombinasi standar

85.

Faktor utama yang sering menyebabkan kerusakan kompresor adalah apa?

a)

Shim penyetel terlalu banyak

b)

Baling-baling blower tidak seimbang

c)

Usia penggunaan dan kesalahan pengisian refrigeran

d)

Kelembapan rendah pada evaporator

86.

Prosedur yang harus diikuti saat melepas atau memasang evaporator adalah mengacu pada apa?

a)

Manual instruksi radio kendaraan

b)

Service manual book kendaraan

c)

Tabel tekanan kompresor umum

d)

Panduan keselamatan pabrik umum