WorksheetsSOAL IPS_Tanam Paksa
Total questions: 50
Worksheet time: 17mins
Name
Class
Date
1.
Kebijakan pembangunan Jalan Raya Pos (Anyer-Panarukan) oleh Daendels sering disebut sebagai bentuk modernisasi sekaligus eksploitasi. Alasan utamanya adalah...
a)
Mempercepat distribusi hasil perkebunan untuk rakyat
b)
Membangun infrastruktur demi kepentingan pertahanan militer Belanda
c)
Meningkatkan kesejahteraan buruh tani di Jawa
d)
Membuka lapangan kerja bagi penduduk pribumi
2.
Salah satu dampak jangka panjang dari sistem Kerja Paksa (Rodi) bagi struktur sosial masyarakat desa di Indonesia adalah...
a)
Hilangnya kekuasaan para bangsawan lokal sepenuhnya
b)
Menguatnya ikatan gotong royong untuk kepentingan kolonial
c)
Perubahan status tanah dari milik komunal menjadi milik pribadi
d)
Munculnya sistem upah yang adil bagi pekerja kasar
3.
Perbedaan mendasar antara sistem Kerja Paksa pada masa Daendels dengan sistem Tanam Paksa pada masa van den Bosch terletak pada...
a)
Jenis komoditas yang wajib dihasilkan oleh rakyat
b)
Metode pemerasan yang dilakukan terhadap tenaga kerja
c)
Tujuan utama penggunaan hasil eksploitasi tersebut
d)
Penggunaan militer dalam pengawasan di lapangan
4.
Dilihat dari perspektif HOTS, kebijakan Tanam Paksa (Cultuurstelsel) menyebabkan "dualisme ekonomi" di Indonesia, yang artinya...
a)
Berkembangnya ekonomi uang di kota dan ekonomi barter di desa
b)
Munculnya usaha swasta asing di tengah sistem tanam wajib pemerintah
c)
Rakyat dipaksa menanam komoditas ekspor namun tetap harus memenuhi pangan
d)
Pertumbuhan perkebunan besar yang tidak berdampak pada ekonomi rakyat
5.
Ketentuan Tanam Paksa menyatakan bahwa tanah yang digunakan untuk tanaman wajib bebas pajak, namun dalam praktiknya...
a)
Rakyat justru dikenakan pajak tambahan untuk biaya pengangkutan
b)
Tanah tersebut tetap dikenakan pajak oleh pejabat lokal demi bonus
c)
Hasil panen seringkali gagal karena serangan hama
d)
Pemerintah Belanda memberikan kompensasi berupa uang tunai
6.
Sistem Cultuurprocenten dalam Tanam Paksa secara sosiologis mendorong para pejabat pribumi untuk...
a)
Melindungi rakyat dari penindasan penjajah
b)
Menjadi perantara yang adil antara Belanda dan petani
c)
Melakukan eksploitasi terhadap rakyatnya sendiri demi keuntungan pribadi
d)
Meningkatkan kualitas hasil pertanian di wilayahnya
7.
Salah satu dampak positif yang "tidak disengaja" dari sistem Tanam Paksa bagi perkembangan pertanian di Indonesia saat ini adalah...
a)
Rakyat menjadi mahir dalam teknik pengolahan sawah tradisional
b)
Dikenalnya berbagai jenis tanaman komoditas ekspor unggulan
c)
Terbentuknya serikat pekerja tani yang kuat
d)
Hilangnya sistem monopoli perdagangan di Nusantara
8.
Perang Paderi (1803-1838) pada awalnya adalah konflik internal masyarakat Minangkabau. Transformasi konflik ini menjadi perang melawan Belanda terjadi karena...
a)
Belanda ingin menyebarkan agama tertentu di Sumatra Barat
b)
Kaum Adat meminta bantuan Belanda untuk menghadapi Kaum Paderi
c)
Kaum Paderi menyerang benteng-benteng pertahanan Belanda
d)
Belanda ingin memonopoli perdagangan lada di pedalaman Minangkabau
9.
Strategi "Benteng Stelsel" yang digunakan Belanda dalam menghadapi perlawanan Paderi dan Diponegoro bertujuan untuk...
a)
Memberikan perlindungan bagi penduduk sipil dari serangan pemberontak
b)
Mempersempit ruang gerak pasukan lawan dengan membagi wilayah
c)
Membangun kota-kota baru sebagai pusat administrasi kolonial
d)
Membujuk para pemimpin perlawanan agar mau menyerah tanpa syarat
10.
Perjanjian Plakat Panjang (1833) dalam Perang Paderi merupakan strategi diplomasi Belanda yang bermaksud...
a)
Menghentikan perang sepenuhnya dan mengakui kedaulatan Paderi
b)
Menarik simpati rakyat dengan janji tidak akan mencampuri urusan adat
c)
Memberikan otonomi khusus bagi wilayah Sumatra Barat
d)
Membagi wilayah kekuasaan antara Kaum Adat dan Kaum Paderi
11.
Penyebab utama pecahnya Perang Diponegoro (1825-1830) yang bersifat fundamental adalah...
a)
Kekecewaan Pangeran Diponegoro karena tidak diangkat menjadi raja
b)
Campur tangan Belanda dalam urusan internal kraton Yogyakarta
c)
Pembangunan jalan yang melintasi makam leluhur Diponegoro
d)
Beban pajak yang sangat tinggi yang diderita oleh rakyat jelata
12.
Pangeran Diponegoro menggunakan taktik perang gerilya yang sangat menyulitkan Belanda. Makna taktik ini dalam konteks perjuangan bangsa adalah...
a)
Menghindari pertempuran terbuka demi menghemat pasukan
b)
Mengandalkan bantuan dari kekuatan asing di luar Jawa
c)
Memanfaatkan kondisi geografis dan dukungan rakyat sepenuhnya
d)
Mengutamakan negosiasi daripada pertumpahan darah
13.
Penangkapan Pangeran Diponegoro melalui jebakan perundingan di Magelang menunjukkan bahwa...
a)
Belanda memiliki kekuatan militer yang jauh lebih unggul
b)
Kurangnya kewaspadaan dari pihak pengawal Pangeran Diponegoro
c)
Belanda menghalalkan segala cara untuk mengakhiri perang yang mahal
d)
Diplomasi adalah jalan terbaik bagi kedua belah pihak
14.
Dampak Perang Diponegoro bagi pemerintah kolonial Belanda secara finansial adalah...
a)
Mendapatkan keuntungan besar dari rampasan perang
b)
Mengalami kebangkrutan yang memicu munculnya sistem Tanam Paksa
c)
Meningkatnya cadangan emas di kas negara Belanda
d)
Mampu membangun infrastruktur modern di seluruh pulau Jawa
15.
Perang Aceh dikenal sebagai perang terlama dan tersulit bagi Belanda. Faktor utama yang membuat rakyat Aceh sulit ditaklukkan adalah...
a)
Persenjataan rakyat Aceh yang jauh lebih modern dari Belanda
b)
Semangat Jihad (Perang Sabil) yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat
c)
Geografi Aceh yang berupa padang pasir luas
d)
Adanya bantuan militer besar-besaran dari Kesultanan Turki Utsmani
16.
Dr. Snouck Hurgronje memberikan saran kepada Belanda untuk memenangkan Perang Aceh dengan cara...
a)
Menghancurkan seluruh kekuatan ulama Aceh tanpa ampun
b)
Merangkul golongan bangsawan (Teuku) dan memecah belah dengan ulama
c)
Melakukan gencatan senjata dan mengakui kemerdekaan Aceh
d)
Menggunakan kekuatan militer secara frontal di semua wilayah
17.
Strategi "Marsose" yang dibentuk Belanda dalam Perang Aceh merupakan pasukan khusus yang bertujuan...
a)
Melakukan negosiasi damai dengan pemimpin gerilya Aceh
b)
Melakukan serangan kilat ke pusat-pusat pertahanan di pedalaman
c)
Mengawasi distribusi logistik untuk rakyat Aceh
d)
Melindungi kapal-kapal Belanda di perairan Selat Malaka
18.
Kesamaan motif antara Perang Paderi dan Perang Aceh dalam melawan kolonialisme adalah...
a)
Perjuangan untuk mempertahankan sistem monarki tradisional
b)
Perlawanan yang didasari oleh motivasi ekonomi semata
c)
Peran nilai-nilai agama Islam sebagai pemersatu perlawanan
d)
Keinginan untuk membentuk negara merdeka yang demokratis
19.
Kebijakan Kerja Paksa pada masa penjajahan merupakan pelanggaran HAM berat jika dilihat dari perspektif modern karena...
a)
Upah yang diberikan tidak sesuai dengan standar hidup
b)
Pekerja tidak mendapatkan jaminan kesehatan dari perusahaan
c)
Menghilangkan kebebasan individu dan melakukan pemaksaan fisik
d)
Lokasi kerja yang terlalu jauh dari tempat tinggal asal
20.
Analisis terhadap keberhasilan Belanda memadamkan berbagai perlawanan daerah di Indonesia menunjukkan pola utama berupa...
a)
Keunggulan teknologi komunikasi seperti telegraf
b)
Penggunaan strategi adu domba (devide et impera) yang konsisten
c)
Jumlah tentara Belanda yang selalu lebih banyak dari rakyat
d)
Dukungan rakyat Indonesia yang lebih memilih dipimpin asing
21.
Mengapa kebijakan Tanam Paksa disebut lebih kejam daripada sistem upeti tradisional kerajaan Nusantara?
a)
Karena tanaman yang ditanam bukan tanaman asli Indonesia
b)
Karena melibatkan pengawasan langsung militer Belanda di sawah
c)
Karena menuntut hasil yang pasti di tengah ketidakpastian alam
d)
Karena merusak tatanan adat yang sudah ada sebelumnya
22.
Perang Diponegoro berakhir setelah pemimpinnya ditangkap. Hal ini menunjukkan kelemahan perjuangan bangsa Indonesia saat itu, yaitu...
a)
Kurangnya dukungan dari rakyat jelata
b)
Sangat bergantung pada kharisma seorang pemimpin tunggal
c)
Persenjataan yang sudah sangat ketinggalan zaman
d)
Tidak adanya koordinasi antar daerah di luar Jawa
23.
Pada Perang Paderi, Kaum Adat akhirnya bersatu dengan Kaum Paderi. Hal ini membuktikan bahwa...
a)
Kesadaran nasionalisme sudah muncul sejak awal abad ke-19
b)
Kepentingan agama lebih penting daripada kepentingan adat
c)
Musuh bersama (Belanda) lebih berbahaya daripada konflik internal
d)
Kaum Adat telah kalah secara militer dari Kaum Paderi
24.
Apa dampak psikologis jangka panjang dari sistem Kerja Rodi bagi mentalitas sebagian masyarakat Indonesia?
a)
Munculnya sifat rajin dan disiplin dalam bekerja
b)
Tumbuhnya rasa benci yang mendalam terhadap semua bangsa Eropa
c)
Munculnya mentalitas "takut atasan" dan pasrah pada keadaan
d)
Keinginan yang kuat untuk menjadi tentara kolonial
25.
Perlawanan Aceh dianggap paling berat oleh Belanda karena struktur kepemimpinannya bersifat...
a)
Sentralistik di bawah satu sultan yang sangat kuat
b)
Terdesentralisasi sehingga banyak pusat perlawanan kecil
c)
Monarki absolut yang tidak bisa diganggu gugat
d)
Diplomasi yang selalu mengandalkan pihak ketiga
26.
Kebijakan pemerintah kolonial dalam Tanam Paksa seringkali menyebabkan kelaparan, seperti di Cirebon (1844). Penyebab utamanya adalah...
a)
Lahan untuk tanaman pangan habis digunakan untuk tanaman ekspor
b)
Rakyat sengaja membakar lumbung padi agar tidak diambil Belanda
c)
Terjadinya kemarau panjang yang tidak terprediksi
d)
Kurangnya pengetahuan petani dalam menanam padi
27.
Mengapa Belanda sangat ambisius membangun Jalan Raya Pos meski harus mengorbankan ribuan nyawa rakyat?
a)
Untuk meningkatkan taraf hidup penduduk di sepanjang jalur tersebut
b)
Demi mempermudah pengiriman surat antar kantor pos
c)
Sebagai jalur logistik militer menghadapi ancaman Inggris
d)
Untuk memamerkan kekuatan teknologi Belanda di mata dunia
28.
Strategi Snouck Hurgronje "memisahkan agama dari politik" di Aceh bertujuan untuk...
a)
Menjamin kebebasan beragama bagi seluruh rakyat Aceh
b)
Menghilangkan pengaruh ulama dalam pergerakan perlawanan
c)
Modernisasi sistem pendidikan Islam di tanah Aceh
d)
Menjadikan Aceh sebagai pusat studi Islam di Asia Tenggara
29.
Pangeran Diponegoro menggunakan simbol-simbol keagamaan dalam perjuangannya. Tujuannya adalah...
a)
Menarik dukungan dari Kesultanan Turki Utsmani
b)
Membedakan diri secara visual dari pasukan Belanda
c)
Menyatukan rakyat dalam semangat perang suci (Jihad)
d)
Mengganti sistem kerajaan menjadi sistem kekhalifahan
30.
Dampak ekonomi Tanam Paksa bagi negara Belanda adalah...
a)
Mengalami defisit karena biaya pengawasan yang mahal
b)
Berhasil melunasi hutang luar negeri dan memperkuat kas negara
c)
Menyebabkan inflasi besar-besaran di pasar Eropa
d)
Mendorong Belanda untuk segera memerdekakan Indonesia
31.
Perlawanan rakyat Aceh tetap berlanjut meskipun Sultan Aceh sudah menyerah pada 1903. Hal ini dikarenakan...
a)
Rakyat Aceh tidak mengakui kekuasaan Sultan
b)
Adanya bantuan senjata dari pedagang-pedagang Amerika
c)
Perlawanan gerilya dipimpin oleh ulama dan tokoh lokal
d)
Belanda tidak berani memasuki wilayah pedalaman Aceh
32.
Apa inti dari kritik Multatuli dalam bukunya "Max Havelaar" terhadap sistem Tanam Paksa?
a)
Belanda harus memberikan kemerdekaan penuh bagi Jawa
b)
Pejabat Belanda dan pribumi bekerja sama memeras rakyat
c)
Tanaman kopi tidak cocok ditanam di wilayah Lebak
d)
Sistem pendidikan di Indonesia sangat tertinggal
33.
Strategi "Devide et Impera" dalam Perang Paderi dilakukan Belanda dengan cara...
a)
Mendukung Kaum Paderi untuk menghancurkan Kaum Adat
b)
Memberi bantuan senjata kepada kedua pihak yang bertikai
c)
Memanfaatkan konflik internal antara Kaum Adat dan Paderi
d)
Membeli tanah-tanah milik pemuka adat di Minangkabau
34.
Mengapa perang gerilya sangat efektif digunakan oleh pasukan Diponegoro dan Aceh?
a)
Karena pasukan Belanda tidak terbiasa dengan iklim tropis
b)
Karena jumlah pasukan Indonesia lebih banyak dari Belanda
c)
Memaksa Belanda mengeluarkan biaya besar dan waktu lama
d)
Karena Belanda tidak memiliki peta wilayah pedalaman
35.
Salah satu bukti kegagalan pelaksanaan aturan Tanam Paksa adalah...
a)
Jatah tanah untuk tanaman wajib melebihi 1/5 dari tanah desa
b)
Kelebihan hasil panen selalu dikembalikan kepada petani
c)
Waktu pengerjaan tanaman ekspor tidak mengganggu padi
d)
Kegagalan panen sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah
36.
Tuanku Imam Bonjol akhirnya ditangkap Belanda melalui penipuan perundingan. Pola ini serupa dengan penangkapan...
a)
Cut Nyak Dhien
b)
Pangeran Diponegoro
c)
Teuku Umar
d)
Sultan Hasanuddin
37.
Apa konsekuensi dari Perjanjian London 1824 terhadap kedudukan Aceh?
a)
Aceh secara resmi menjadi wilayah kekuasaan Inggris
b)
Belanda memiliki kebebasan untuk memperluas wilayah di Sumatera
c)
Aceh diakui sebagai negara merdeka oleh dunia internasional
d)
Belanda dilarang melakukan serangan militer ke wilayah Aceh
38.
"Tanah adalah milik pemerintah kolonial, maka rakyat harus membayar sewa". Logika ini mendasari munculnya sistem...
a)
Kerja Rodi
b)
Tanam Paksa
c)
Sewa Tanah (Landrent)
d)
Politik Pintu Terbuka
39.
Mengapa tokoh seperti Teuku Umar sempat berpura-pura menyerah dan bergabung dengan Belanda?
a)
Karena sudah tidak sanggup lagi melakukan perlawanan
b)
Untuk mendapatkan strategi militer dan senjata dari Belanda
c)
Karena dijanjikan jabatan sebagai Gubernur di wilayah Aceh
d)
Untuk menyelamatkan keluarganya yang ditawan Belanda
40.
Perang Diponegoro disebut sebagai perang rakyat. Bukti dari pernyataan tersebut adalah...
a)
Dipimpin oleh seorang pangeran dari kalangan kraton
b)
Melibatkan seluruh lapisan masyarakat dari petani hingga ulama
c)
Mendapat bantuan dana dari pengusaha-pengusaha pribumi
d)
Dilaksanakan serentak di seluruh pulau Jawa dan Madura
41.
Apa hubungan antara Revolusi Industri di Eropa dengan kebijakan Tanam Paksa di Indonesia?
a)
Belanda membutuhkan tenaga kerja untuk pabrik di Eropa
b)
Meningkatnya permintaan pasar dunia akan komoditas perkebunan
c)
Belanda ingin membangun pabrik-pabrik besar di wilayah Jawa
d)
Munculnya alat pertanian modern yang dibawa ke Indonesia
42.
Keberadaan Benteng Fort de Kock di Bukittinggi merupakan bukti sejarah dari...
a)
Perlawanan rakyat Maluku terhadap monopoli Belanda
b)
Strategi pertahanan Belanda dalam menghadapi Perang Paderi
c)
Pusat pemerintahan Belanda pada masa Tanam Paksa
d)
Tempat penahanan Pangeran Diponegoro sebelum dibuang
43.
Mengapa pemerintah Belanda akhirnya menghapus sistem Tanam Paksa secara bertahap?
a)
Karena rakyat Indonesia melakukan pemberontakan massal
b)
Adanya desakan dari kaum liberal dan kemanusiaan di Belanda
c)
Karena tanah di Jawa sudah tidak subur lagi untuk ditanami
d)
Belanda telah mendapatkan cukup uang untuk modal industri
44.
Dalam Perang Aceh, Belanda menggunakan taktik "Teror" melalui pasukan Marsose. Dampak dari taktik ini adalah...
a)
Rakyat Aceh menjadi takut dan segera menyerah kalah
b)
Meningkatnya dendam dan semangat perlawanan rakyat Aceh
c)
Belanda mendapatkan simpati dari para bangsawan Aceh
d)
Berakhirnya perang dalam waktu yang sangat singkat
45.
Perang Paderi diakhiri dengan kemenangan Belanda yang mengakibatkan...
a)
Sumatera Barat menjadi pusat penyebaran agama Kristen
b)
Runtuhnya kekuasaan adat di seluruh wilayah Sumatera
c)
Jatuhnya wilayah pedalaman Minangkabau ke tangan Belanda
d)
Terbentuknya persatuan antara Belanda dan kaum ulama
46.
Apa makna historis dari "Benteng Stelsel" bagi perjuangan bangsa Indonesia?
a)
Simbol kecanggihan arsitektur pertahanan Belanda
b)
Bukti bahwa perlawanan rakyat sangat sulit dipatahkan Belanda
c)
Tempat pelatihan bagi tentara-tentara pribumi yang setia
d)
Sarana komunikasi tercepat pada abad ke-19 di pulau Jawa
47.
Mengapa Kerja Paksa zaman Jepang (Romusha) sering dibandingkan dengan Kerja Rodi zaman Belanda?
a)
Keduanya bertujuan untuk membangun infrastruktur pendidikan
b)
Keduanya sama-sama memberikan upah yang sangat tinggi
c)
Keduanya mengakibatkan penderitaan fisik dan kematian massal
d)
Keduanya hanya dilakukan oleh penduduk di luar pulau Jawa
48.
Dampak positif Tanam Paksa bagi Belanda yang dirasakan hingga sekarang dalam sistem ekonomi mereka adalah...
a)
Belanda menjadi negara dengan cadangan pangan terbesar
b)
Terbentuknya dasar-dasar perbankan modern di Belanda
c)
Modal awal bagi kemajuan industri dan ekonomi negara Belanda
d)
Belanda menjadi ahli dalam teknik irigasi pertanian dunia
49.
Cut Nyak Dhien tetap memimpin perang meski matanya sudah buta dan fisiknya lemah. Nilai HOTS yang bisa diambil adalah...
a)
Kepasrahan terhadap nasib yang sudah ditentukan Tuhan
b)
Keteguhan prinsip dalam mempertahankan kedaulatan bangsa
c)
Keinginan untuk dikenal sebagai pahlawan nasional
d)
Ketakutan akan hukuman jika menyerah kepada Belanda
50.
Pelajaran terpenting dari sejarah perlawanan daerah (Paderi, Diponegoro, Aceh) bagi persatuan Indonesia adalah...
a)
Perjuangan akan berhasil jika menggunakan senjata modern
b)
Kerjasama dengan penjajah adalah jalan keluar yang aman
c)
Persatuan dan nasionalisme adalah kunci kemenangan bangsa
d)
Diplomasi selalu lebih efektif daripada pertempuran fisik
100 %
