wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan Soal analisis kebijakan publik

Total questions: 80

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Berikut yang merupakan contoh kebijakan pemerintah adalah :

a)

Kenaikan harga sembako di kota X

b)

Kenaikan harga BBM di kota Y, akibat kapal kesulitan menyeberang Pulau karena tiba-tiba cuaca buruk

c)

Program low cost and green car

d)

Larangan sementara melewati jalan protokol karena sedang ada pawai pembangunan

2.

Sesuai dengan undang-undang nomor 13 tahun 2013, pada pasal 88 (1). Menyebutkan bahwa setiap pekerja berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, yaitu mampu memenuhi kebutuhan hidup pekerja dan keluarganya secara wajar. Dilihat dari substansi masalah kebijakan tersebut merupakan kebijakan

a)

Sosial

b)

Kesejahteraan

c)

Ketenagakerjaan

d)

Kemanusiaan

3.

Pemerintah kota YBS telah menerbitkan surat keputusan tentang pembebasan tanah untuk kepentingan umum, terkait dengan rencana pembangunan LRT. Kebijakan tersebut dikelompokkan sebagai :

a)

Substantive policy

b)

Procedural policy

c)

Distributive policy

d)

Redistributive policy

4.

Pemerintah kota PQR dalam rencana pembangunan 5 tahun kedepan, bertekad mewujudkan penyediaan taman dan ruang hijau seluas 10% dari wilayah kota PQR. Kebijakan tersebut dikelompokkan sebagai :

a)

Material policy

b)

Distributive policy

c)

Redistributive policy

d)

Public goods policy

5.

Pada tahun 2019, DPRD kabupaten BJN menggunakan hak inisiatifnya membuat Raperda. Pemberdayaan dan pengembangan koperasi. Setelah melalui proses pembuatan yang cukup lama dan pembahasan yang alot dengan eksekutif, Raperda telah disahkan menjadi Perda. Menurut howlet dan ramesh, DPRD kabupaten bjn dalam pembuatan kebijakan dikategorikan sebagai aktor kebijakan :

a)

Aparatur yang ditunjuk

b)

Aparatur yang dipilih

c)

Kelompok-kelompok kepentingan

d)

Kelompok inisiator

6.

Pihak yang terlibat dalam semua tahap kebijakan, berfungsi sebagai komunikator antara pemerintah dan masyarakat, berperan dalam agenda setting, mandi seminasikan kebijakan, serta monitoring implementasi kebijakan adalah :

a)

Birokrat

b)

Kelompok-kelompok yang berkepentingan

c)

Media massa

d)

Kelompok intelektual dan non kampus

7.

Dinas pelayanan kota CTR, sedang membahas dengan berbagai pihak terkait dengan kebijakan pelayanan secara online apakah dilanjutkan dengan tujuan dan target pencapaian yang baru. Kegiatan tersebut,, menurut William Dunn, dalam penyusunan kebijakan publik berada pada tahap :

a)

Penyusunan agenda

b)

Formulasi kebijakan

c)

Implementasi kebijakan

d)

Suksesi kebijakan

8.

Dinas perhubungan kota BG ditunjuk oleh walikota untuk mengkaji kebijakan terkait dengan kemacetan para pada jam-jam sibuk yang dikeluhkan warga. Dinas perhubungan sebagai aparatur yang ditunjuk merupakan

a)

Asisten birokrat yang menjadi kunci dasar dan tokoh sentral dalam proses kebijakan

b)

Mewakili walikota BG dalam menetapkan kebijakan

c)

Inisiator utama dalam mengkaji kebijakan publik

d)

Salah satu kelompok kepentingan yang terpilih dalam menganalisis kebijakan

9.

Aktor kebijakan yang berwenang melakukan ajudikasi pada implementasi kebijakan dan pada gilirannya menjadi masukan untuk formasi kebijakan, adalah :

a)

Kelompok intelektual

b)

Lembaga yudikatif

c)

Birokrat

d)

Lembaga kepresidenan

10.

Isu yang dapat dijadikan agenda kebijakan publik antara lain adalah :

a)

Terjadi antrian panjang pembagian raskin di beberapa kelurahan di kota NJ

b)

Terdapat demo di BUMN ABC di kota NJ karena pelayanan yang buruk

c)

Selama tahun 2016, jumlah pencurian kendaraan di kota NJ sebanyak 999 kali, dengan 20% diantaranya dilakukan dengan kekerasan, dan 2% diantaranya sampai meninggal dunia

d)

Pada musim penghujan banyak jalan di kota NJ yang rusak

11.

Budi seorang auditor madya pada inspektorat kota DD, mendapat penugasan dari inspektur kota DD untuk menjadi analis kebijakan publik atas suatu kebijakan di kantor pemerintah kota DD. Budi setidaknya harus memiliki 5 keterampilan dasar yang harus dimiliki seorang/tim analis, yaitu :

a)

Kemampuan bersosialisasi sehingga menunjang pelaksanaan analisa, keterampilan teknis, kemampuan mengkomunikasikan hasil analisa secara efektif, kemampuan memahami konteks politik dan kelembagaan, dan memiliki etika profesi

b)

Kemampuan meletakkan masalah sosial yang dipersepsikan dalam konteks yang tepat, keterampilan teknis, kemampuan mengkomunikasikan hasil analisa secara efektif, kemampuan memahami konteks politik dan kelembagaan, dan memiliki etika profesi, bebas dari pengaruh partai dan kepentingan lainnya

c)

Kemampuan meletakkan masalah sosial yang dipersepsikan dalam konteks yang tepat, keterampilan teknis, kemampuan mengkomunikasikan hasil analisa secara efektif, kemampuan memahami berbagai jenis kebijakan publik

d)

Kemampuan meletakkan masalah sosial yang dipersepsikan dalam konteks yang tepat, keterampilan teknis, kemampuan mengkomunikasikan hasil analisa secara efektif, kemampuan memahami konteks politik dan kelembagaan, memiliki etika profesi

12.

Pernyataan yang benar mengenai analisis kebijakan publik, adalah :

a)

Personel hanya terbatas pada staf/personil yang terlibat dalam penyusunan kebijakan

b)

Ruang lingkup ditentukan oleh pembuat kebijakan

c)

Batasan keilmuan hanya mencangkup yang diasumsikan dalam penyusunan kebijakan

d)

Waktu pelaksanaan analisis kebijakan publik dapat dilakukan pada seluruh fase penyusunan kebijakan

13.

Analisis yang berfokus pada tujuan yang ingin dicapai dari sebuah kebijakan, dan dilakukan pada tahap evaluasi serta pendekatan yang paling memungkinkan bagi APIP untuk mengambil peran secara aktif merupakan :

a)

Analisis metal

b)

Analisis meso

c)

Analisis keputusan

d)

Analisis pelaksanaan

14.

Tahapan-tahapan pokok analisis kebijakan publik adalah sebagai berikut :

a)

Pemilihan kriteria dan teknis analisis, persiapan analisis, penilaian pengendalian kebijakan, pelaksanaan analisis, pelaporan hasil analisis

b)

Persiapan analisis, pemilihan kriteria dan teknis analisis, penilaian pengendalian kebijakan, pelaksanaan analisis, pelaporan hasil analisis

c)

Persiapan analisis, pemilihan kriteria dan teknis analisis, penilaian pengendalian kebijakan, pelaksanaan analisis, evaluasi hasil analisis

d)

Perencanaan analisis, pemilihan kriteria dan teknis analisis, penilaian pengendalian kebijakan, pelaksanaan analisis, evaluasi hasil analisis

15.

"Penetapan kawasan pengendalian lalu lintas dan kewajiban mengangkut paling sedikit 3 orang penumpang berkendaraan pada ruas-ruas jalan tertentu di provinsi Daerah khusus ibukota Jakarta" .

Pernyataan tersebut di atas merupakan :

a)

Definisi kebijakan

b)

Definisi masalah

c)

Definisi solusi

d)

Definisi pemecahan masalah

16.

DPRD kabupaten TG telah meminta kepada tongkat TG melalui badan penanaman modal dan pelayanan perizinan terpadu (BPMP2T) dan DPRD kabupaten TG telah meminta kepada Pemkab PG melalui badan penanaman modal dan pelayanan perizinan terpadu (BPMP2T) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota TG untuk membatasi izin usaha ritel X-mart dan Y-mart di kabupaten TG.

BPMP2T dan Disperindag Pemkab TG diharapkan dapat membatasi izin usaha ritel X-mart dan Y-mart, agar tidak membuka usaha di kampung-kampung karena dapat mematikan perekonomian dan usaha masyarakat. Namun wacana ini mendapat penolakan dari asosiasi pekerja X-mart dan Y-mart.

Definisi masalahnya adalah :

a)

Usaha ritel X-mart dan Y-mart mematikan perekonomian dan usaha masyarakat

b)

Rencana penyusunan raperda oleh DPRD kabupaten TG

c)

Penyusunan Raperda oleh badan penanaman modal dan pelayanan perizinan terpadu (BPMP2T) dan dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Pemkab TG

d)

Penolakan asosiasi pekerja X-mart dan Y-mart

17.

Teluk AB begitu kaya akan perikanan dan ekowisata. Hutan mangrove ada di sepanjang pesisir teluk ini. Namun, semua ini terancam hilang karena ada pengembangan kawasan industri baru (KI Baru) seluas 7000 hektar, dan semula hanya direncanakan 3.500 hektar. Saat ini, kawasan hutan mangrove di sepanjang pesisir teluk AB masih aman karena dilindungi Perda No 7 tahun 2007 tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) kota 2007-2027. Namun dengan usulan revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) kota 2017-2037, kawasan ini terancam punah.

Dalam penugasan analisis kebijakan pengembangan kawasan industri baru, Dewi dan tim telah menilai tingkat efektivitas, pengaruh yang tidak diinginkan, keadilan bagi masyarakat, biaya dari kebijakan, kelayakan dan tingkat penerimaan. Tahapan pokok analisis kebijakan yang dilaksanakan Dewi dan tim berada pada tahap :

a)

Penilaian kriteria dan pengendalian kebijakan

b)

Pelaksanaan analisis

c)

Pemilihan kriteria dan teknik analisis

d)

Penilaian pengaruh dan penerapan kebijakan

18.

Dewi dan tim mendapat penugasan menganalisis kebijakan pengembangan kawasan industri baru. Dewi dan tim telah mendapatkan Perda No 7 tahun 2007, usulan revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) kota AB 2017-2037 dan dokumen terkait lainnya. Tim juga telah memverifikasi, mendefinisikan, mendetailkan masalah yang akan dipecahkan dengan kebijakan, membangun kerangka logis utama dan mencari hubungan sebab akibat dari masalah yang akan dipecahkan.

Tahapan pokok analisis kebijakan yang dilaksanakan Dewi dan tim berada pada tahap :

a)

Perencanaan analisis

b)

Persiapan analisis

c)

Perumusan masalah

d)

Perumusan definisi kebijakan

19.

Teluk AB begitu kaya akan perikanan dan ekowisata. Hutan mangrove ada di sepanjang pesisir teluk ini. Namun, semua ini terancam hilang karena ada pengembangan kawasan industri baru (KI Baru) seluas 7000 hektar, dan semula hanya direncanakan 3.500 hektar. Saat ini, kawasan hutan mangrove di sepanjang pesisir teluk AB masih aman karena dilindungi Perda No 7 tahun 2007 tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) kota 2007-2027. Namun dengan usulan revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) kota 2017-2037, kawasan ini terancam punah.

Berikut adalah penyajian hasil analisis kebijakan pengembangan kawasan industri baru dalam bentuk skor

a)

Tidak efektif, pengaruh-pengaruh yang tidak diharapkan sangat besar, adil, biaya tidak ekonomis, sangat tidak layak, dan penolakan yang besar

b)

Tidak efektif, tidak ada pengaruh-pengaruh negatif, adil, biaya tidak ekonomis, sangat tidak layak, dan penolakan yang besar

c)

Tidak efektif, pengaruh-pengaruh yang tidak diharapkan sangat besar, adil, biaya ekonomis, sangat tidak layak, dan penolakan yang besar

d)

Tidak efektif, tidak ada pengaruh-pengaruh yang negatif, adil, biaya ekonomis, sangat tidak layak, dan penolakan yang besar

20.

Kesimpulan analisis kebijakan pengembangan kawasan industri baru, adalah sebagai berikut :

Membangun KI Baru memang penting bagi perkembangan ekonomi, namun harus ada keseimbangan antara ekonomi dan kelestarian lingkungan. Rencana pengembangan dari 3500 hektar menjadi 7000 hektar terlalu besar. Pengembangan kawasan KI Baru dengan mengorbankan teluk AB menimbulkan kerugian yang besar, limbah dan polusi pabrik akan mencemari kawasan teluk AB, merusak hutan mangrove, terumbu karang dan kelestarian alam pada umumnya. Rencana semula 3.500 hektar sudah sangat luas untuk mengembangkan kawasan ini 20 tahun ke depan, tanpa perlu mengorbankan teluk AB yang juga berpotensi ekonomis di sektor perikanan, pariwisata dan yang terpenting adalah menjaga hutan mangrove, dan terumbu karang untuk kelestarian lingkungan.

Saran yang sesuai adalah :

a)

Menghentikan pembangunan KI Baru

b)

Tetap membangun KI Baru sesuai rencana semula seluas 3.500 hektar

c)

Tetap mengembangkan kawasan industri baru seluas 7000 hektar

d)

Berkoodinasi dengan kementerian perdagangan

21.

Salah satu kerangka keilmuan dalam melakukan analisis kebijakan adalah pilihan publik. Berikut yang merupakan contoh pilihan publik adalah :

a)

Ketika mendekati hari raya di mana harga melambung, maka pemerintah melakukan operasi pasar supaya harga stabil

b)

Dalam mekanisme pasar harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah mengintervensi pasar dengan melakukan subsidi untuk bahan bakar tertentu

c)

Dalam kebutuhan energi listrik, masyarakat tidak punya pilihan selain harus berlangganan/membeli listrik dari PLN

d)

Dalam kebutuhan air bersih, masyarakat tidak punya pilihan selain harus berlangganan/membeli air bersih dari PDAM

22.

Dalam analisis kebijakan publik, contoh sederhana aksesibilitas dari masyarakat adalah :

a)

Masyarakat tertentu mendapat berbagai kemudahan

b)

Masyarakat tidak diuntungkan tetapi juga tidak dirugikan

c)

Tidak adanya protes dari masyarakat

d)

Adanya usulan revisi kebijakan dari masyarakat

23.

Dalam menganalisis suatu kebijakan dinas pariwisata kabupaten XYZ menggunakan pendekatan yang mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Analisis digunakan untuk menentukan validitas bahwa pilihan kebijakan merupakan pilihan terbaik sesuai kondisi yang dihadapi. Teknik analisis yang digunakan adalah :

a)

Analisis stakeholder

b)

Analisis SWOT

c)

Analisis AHP

d)

Analisis CBA

24.

Berikut adalah laporan dalam bentuk skor hasil analisis suatu kebijakan yang dilakukan oleh inspektorat XY.

Pembacaan dari hasil analisis untuk kebijakan A adalah sebagai berikut :

a)

Kebijakan A, tingkat efektivitas yang tinggi, terdapat pengaruh-pengaruh yang negatif, tingkat keadilan yang tinggi, biaya surplus dan tidak ekonomis, layak, dan tidak diterima

b)

Kebijakan A, tingkat efektivitas yang tinggi, tidak ada pengaruh-pengaruh yang tidak diharapkan, tingkat keadilan yang tinggi, biaya tinggi sehingga tidak ekonomis, tidak layak, dan tidak diterima

c)

Kebijakan A, tingkat efektivitas yang tinggi, terdapat pengaruh-pengaruh yang negatif, tingkat keadilan yang tinggi, biaya yang ekonomis, tidak layak, dan tidak diterima

d)

Kebijakan A, tingkat efektivitas yang sangat tinggi, tidak ada pengaruh-pengaruh yang tidak diharapkan, tingkat keadilan yang sangat tinggi, biaya yang ekonomis, layak, dan dapat diterima

25.

Contoh membangun kerangka logis utama, yaitu pemecahan sebuah masalah melalui kebijakan:

a)

Masalah: harga bahan pokok mahal --> Kebijakan: Masyarakat dihimbau mengurangi kosumsi kebutuhan bahan pokok --> harga bahan pokok turun

b)

Masalah: Biaya transportasi mahal, lama, dan tidak nyaman --> Masyarakat beralih ke transportasi online --> Biaya transportasi murah, cepat, dan nyaman

c)

Masalah: Harga sewa toko mahal sehingga harga jual mahal --> Penjualan secara online --> Harga jual turun --> Penjual dan pembeli sama-sama diuntungkan

d)

Masalah: kemacetan di jalan tertentu dan waktu tertentu -->Kebijakan: pembatasan lalu lintas dengan sistem genap ganjil -->kemacetan di jalan tertentu dan waktu tertentu teratasi/berkurang

26.

Analisis terhadap Keputusan Gubernur DKI Jakarta nomor 164 tahun 2016 tentang pembatasan lalu lintas dengan sistem genap ganjil. Unit analis adalah frasa ”mengatasi kemacetan”, menyusun definisi operasional dari mengatasi kemacetan, dengan sederhana dihitung berapa kali frasa tersebut muncul dalam SK Gubernur, termasuk frasa lain yang mempunyai makna yang sama dengan mengatasi kemacetan.

Analisis tersebut merupakan salah satu teknik analisis kebijakan publik, yaitu:

a)

Analisis diskriptif kualitatif

b)

Analisis isi

c)

Analisis stakeholder

d)

Analisis AHP (Analytical Hierarchy Process)

27.

APIP Kementerian Z telah melakukan kajian Undang-Undang Nomor 28 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, dengan maksud mendapat informasi sejauh mana ketentuan-ketentuan dalam undang-undang tersebut telah menunjukkan adanya pengaturan yang menyangkut area good governance, good government, dan clean government. Urutan metodologi yang sesuai adalah :

a)

Diskusi internal, telaah, uji konsistensi, dan uji dengan referensi kriteria

b)

Telaah, uji konsistensi, uji dengan referensi kriteria, dan diskusi internal

c)

Uji konsistensi, telaah, uji dengan referensi kriteria, dan diskusi internal

d)

Telaah isi, uji konsistensi, uji dengan referensi kriteria, dan diskusi internal

28.

Berdasarkan Permendagri Nomor 6 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penetapan SPM dan Revisi Kemenkes Nomor 1457/2003 tentang SPM Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota, maka program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu di antara urusan wajib yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, yaitu pelayanan kesehatan dasar. Pemerintah Kabupaten yang telah mendukung program KIA tersebut adalah:

a)

Pemerintah Kabupaten A telah menyiapkan alokasi anggaran untuk program KIA yang bersumber dari APBD sebesar Rp300 juta, yang akan digunakan untuk sosialisasi kesehatan ibu dan anak dari total APBD sebesar 4,6 triliun rupiah.

b)

Pemerintah Kabupaten B telah menyiapkan alokasi anggaran untuk program KIA yang bersumber dari APBD sebesar Rp300 juta, yang akan digunakan untuk peningkatan kesehatan ibu dan anak dari total APBD sebesar 712 miliar rupiah.

c)

Puskesmas Benmari di Kabupaten C berinisiatif melakukan sosialisasi KIA ke seluruh masyarakat di wilayah Puskesmas Benmari

d)

Pemerintah Kabupaten D belum menyusun Perda/Perbup/Perkadis terkait dengan upaya penurunan AKI dan AKB

29.

Dalam implementasi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009, Ranperda dilengkapi mekanisme pengendalian berdasarkan SPIP (PP 60 Tahun 2008). Mekanisme pengendalian yang sesuai antara lain dengan membuat:

a)

Pembagian bank yang dapat menerima setoran pajak daerah, dengan bank daerah sebagai bank penerima utama

b)

Pembagian fungsi, antara lain yang menetapkan tidak melakukan pemungutan, yang memungut tidak melakukan pengeluaran berdasarkan hasil pungutan, dan yang menetapkan dan memungut tidak melakukan pengawasan

c)

Pengawasan harus dilakukan lembaga pengawasan eksternal

d)

Pemungutan pajak daerah harus dilakukan pihak ketiga, yang bebas dari kepentingan

30.

Kebijakan publik menurut James A. Anderson, adalah:

a)

Kewenangan pemerintah dalam pembuatan suatu kebijakan yang digunakan ke dalam perangkat peraturan hukum

b)

Rangkaian pilihan-pilihan yang saling berhubungan yang dibuat oleh lembaga

c)

Serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan tertentu yang diikuti dan dilaksanakan oleh seorang pelaku atau sekelompok pelaku guna memecahkan suatu masalah

d)

Suatu arah tindakan yang diusulkan oleh seseorang, kelompok, atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu yang memberikan hambatan dan kesempatan

31.

Pernyataan yang benar tentang karakteristik kebijakan publik adalah:

a)

Berisi tindakan-tindakan atau pola tindakan pejabat pemerintah

b)

Kebijakan itu didasarkan pada peraturan yang bersifat tidak memaksa

c)

Bersifat negatif dalam arti suatu tindakan tidak akan dilakukan

d)

Fokus kebijakan publik adalah yang dikeluarkan pihak non pemerintah

32.

Karakteristik kebijakan publik berdasarkan pada definisinya, antara lain adalah:

a)

Berisi tindakan atau pola tindakan yang dilakukan oleh masyarakat

b)

Kebijakan itu didasarkan pada peraturan atau perundang-undangan yang bersifat tidak mengikat

c)

Merupakan apa yang benar-benar dilakukan oleh masyarakat

d)

Fokus kebijakan publik adalah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah

33.

Dalam Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, terdapat empat kebijakan pokok yang terkait dengan perlindungan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja yaitu kebijakan upah minimum, ketentuan PHK dan pembayaran uang pesangon, ketentuan yang berkaitan hubungan kerja dan ketentuan yang berkaitan dengan jam kerja. Kebijakan tentang ketenagakerjaan ini dikelompokkan ke dalam jenis:

a)

Public policy

b)

Regulatory policy

c)

Substantive policy

d)

Distributive policy

34.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan telah menetapkan ketentuan baru dalam kebijakan tax holiday. Ketentuan baru dalam bentuk insentif perpajakan ini sekaligus meniadakan ketentuan lama yang dinilai belum maksimal mendorong investasi di Indonesia. Pada ketentuan terdahulu yang bisa mendapatkan tax holiday ini adalah Wajib Pajak (WP) baru. Sekarang diubah, yang mendapatkan tax holiday adalah penanaman modal baru. Sehingga perusahaan lama yang ada ekspansi, bisa mengajukan tax holiday untuk penanaman modal baru,” kata Direktur Jenderal Pajak melalui konferensi pers di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat. Kebijakan ini dikelompokkan ke dalam jenis:

a)

Substantive policy

b)

Distributive policy

c)

Material policy

d)

Public policy

35.

Senjata api yang kita ketahui selama ini adalah sebagai perlindungan terhadap kepentingan diri sendiri maupun orang lain. Sejak tahun 2005,masyarakat sipil dilarang memiliki senjata api. Dalam pelaksanaannya untuk memiliki senjata api tersebut masyarakat sipil harus memiliki dan memperoleh izin kepemilikan senjata api dari Institusi Kepolisian yang berwenang. Kebijakan ini dikelompokkan ke dalam jenis:

Substantive policy

a)

Substantive policy

b)

Material policy

c)

Regulatory policy

d)

Private good policy

36.

Korlantas Polri sudah mulai memberlakukan sistem ganjil genap di beberapa ruas jalan tol. Namun, kebijakan ini masih menuai pro dan kontra dari masyarakat. Termasuk mengenai ketidakadilan pembayaran pajak kendaraan yang dihitung secara tahunan, padahal mobil hanya digunakan selama enam bulan dalam setahun. Rektor Universitas Mercu Kembar mengatakan, kebijakan ganjil genap yang tengah diterapkan saat ini perlu dikaji kembali dari sisi pemungutan pajak. Rektor Universitas Mercu Kembar adalah aktor kebijakan publik termasuk dalam kategori:

a)

Elected official

b)

Research organization

c)

Appointed official

d)

Interest group

37.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tinggal selangkah lagi untuk mewujudkan janjinya tentang pemangkasan tarif perusahaan menjadi 20%. Usulan Trump telah disetujui oleh Kongres dalam bentuk undang-undang (UU). Menteri Keuangan tetap memantau kebijakan yang dijalankan Trump. Sehingga Indonesia tetap terlindungi dari setiap efek yang dimungkinkan muncul. Pemerintah tetap akan mencoba melindungi kepentingan Indonesia dalam perubahan policy global ini sehingga kepentingan dari pemungutan pajak di Indonesia dan hak-hak untuk memungut pajak tidak tererosi dengan adanya perubahan kebijakan di negara lain. Menteri Keuangan adalah aktor kebijakan publik termasuk dalam kategori:

a)

Interest group

b)

Elected official

c)

Appointed official

d)

Research organization

38.

Korlantas Polri sudah mulai memberlakukan sistem ganjil genap di beberapa ruas jalan tol. Namun kebijakan ini masih menuai pro dan kontra dari masyarakat. Termasuk mengenai ketidakadilan pembayaran pajak kendaraan yang dihitung secara tahunan, padahal mobil hanya digunakan selama enam bulan dalam setahun. Rektor Universitas Mercu Kembar mengatakan, kebijakan ganjil genap yang tengah diterapkan saat ini perlu dikaji kembali dari sisi pemungutan pajak. Kajian akan dilaksanakan guna mengetahui proses pembuatan kebijakan, proses implementasi, konsekuensi kebijakan, dan efektivitas dampak kebijakan. Tahapan proses kebijakan publik ini berada pada tahap:

a)

Formulasi kebijakan

b)

Adopsi kebijakan

c)

Implementasi kebijakan

d)

Evaluasi kebijakan

39.

Menteri Keuangan mengatakan akan mengejar penerimaan pajak tahun 2019 dengan memanfaatkan basis data yang telah dimiliki Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Otoritas pajak akan memberikan data kepada seluruh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) agar kinerja pengumpulan penerimaan pajak lebih terorganisir dan tepat sasaran. Tahap ini adalah tahap yang paling krusial karena keberhasilan tahap selanjutnya tergantung pada keberhasilan tahap ini. Tahap ini disebut tahap:

a)

Penyusunan agenda

b)

Formulasi kebijakan

c)

Adopsi kebijakan

d)

Implementasi kebijakan

40.

Pemerintah secara resmi menerapkan kebijakan intervensi untuk beberapa barang komoditas pangan, demi menjaga stabilitas harga pangan menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran tahun 2019. Menteri Perdagangan mengatakan barang-barang yang telah diputuskan akan diintervensi diantaranya beras, daging, ayam, telur, minyak, dan gula. Menteri Perdagangan telah meminta auditor pada Inspektorat Jenderal Kementerian Perdagangan untuk melaksanakan analisis kebijakan atas jenis barang yang akan diintervensi. Jenis penugasan yang dilakukan auditor intern tersebut di atas, adalah:

a)

Assurance

b)

Consulting

c)

Bimbingan teknis

d)

Sosialisasi

41.

Pernyataan yang benar tentang perbedaan yang mendasar antara evaluasi dan analisis kebijakan, antara lain adalah:

a)

Analisis kebijakan dilakukan oleh auditor berpengalaman dan dilakukan pada informasi untuk kebijakan, dokumentasi kebijakan, komunikasi kebijakan, dan proses pembuatan kebijakan

b)

Analisis kebijakan akan dilaksanakan pada seluruh tahapan kebijakan

c)

Analisis dilakukan setelah proses monitoring pelaksanaan kebijakan yang dipilih

d)

Evaluasi dilakukan sebelum kebijakan diimplementasikan

42.

Berdasarkan komponen “Waktu melaksanakan” maka pernyataan yang benar atas evaluasi atau analisis kebijakan publik adalah:

a)

Evaluasi kebijakan publik dapat dilakukan pada seluruh fase penyusunan kebijakan

b)

Analisis kebijakan publik hanya mencakup batasan-batasan yang diasumsikan dalam penyusunan kebijakan

c)

Evaluasi kebijakan publik dilakukan setelah kebijakan diimplementasikan

d)

Analisis kebijakan dilakukan oleh staf yang terlibat dalam penyusunan kebijakan

43.

Menteri Keuangan memerintahkan kepada Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan untuk melaksanakan analisis secara menyeluruh terkait dengan definisi masalah, penetapan agenda, pengambilan keputusan, serta implementasi kebijakan atas kebijakan pajak secara menyeluruh dan matang untuk memberi kepastian kepada wajib pajak. Analisis kebijakan yang dilakukan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan menurut Hamdi (2014:126) berada pada tingkatan:

a)

Analisis meta

b)

Analisis meso

c)

Analisis keputusan

d)

Analisis pelaksanaan

44.

Evaluasi kebijakan publik ditentukan oleh pembuat kebijakan, sedangkan analisis kebijakan publik ditentukan oleh analis kebijakan. Perbedaan antara evaluasi dan analisis ini terdapat pada komponen:

a)

Personel

b)

Ruang lingkup

c)

Waktu melaksanakan

d)

Batasan keilmuan

45.

Analis harus bisa mendefinisikan masalah yang diatasi dan kebijakan yang dipilih. Contoh definisi kebijakan adalah:

a)

Ketentuan baru tentang tax holiday telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Yang mendapatkan tax holiday adalah penanaman modal baru

b)

Kepadatan lalu lintas/kemacetan pada jalur jalan menuju Bekasi dirasakan sangat mengganggu

c)

Kenaikan harga angkutan kota sebesar Rp500,00 disebabkan kenaikan harga BBM

d)

Kenaikan harga sembako menjelang Hari Raya Idul Fitri meresahkan masyarakat

46.

Salah satu program Kementerian Kesehatan adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Pada tahap awal GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan yaitu 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur, 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin. Teknis analisis kebijakan publik yang tepat untuk menganalisis kebijakan kesehatan ini adalah:

a)

Analisis diskriptif kualitatif

b)

Analisis isi

c)

Analisis stakeholder

d)

Analisis SWOT

47.

Dua sudut pandang dalam melakukan analisis kebijakan publik adalah pengaruh-pengaruh kebijakan yang dipelajari dan isu-isu yang berkaitan dengan implementasi kebijakan. Dalam kegiatan atas pengaruh-pengaruh kebijakan publik terdapat tiga pengaruh/dimensi kebijakan terhadap masalah yang selama ini akan dipecahkan pada masyarakat target. Salah satu pengaruh/dimensi kebijakan publik adalah ‘keadilan’. Pertanyaan mendasar guna mendukung dimensi ‘keadilan’ ini adalah:

a)

Apa dan berapa biaya dari kebijakan ini?

b)

Apa pengaruh-pengaruh yang tidak diperkirakan dari kebijakan ini?

c)

Apa pengaruh dari kebijakan terhadap masyarakat di luar masyarakat yang ditargetkan?

d)

Apa pengaruh kebijakan terhadap masalah yang akan terselesaikan pada kelompok masyarakat target?

48.

Tahapan pokok proses analisis kebijakan terdiri dari lima tahapan, yaitu persiapan analisis; pemilihan kriteria dan teknik analisis; penilaian pengendalian kebijakan; pelaksanaan analisis; dan pelaporan hasil analisis. Pada tahapan penilaian pengendalian kebijakan, analisis yang akan dilakukan seorang analis adalah:

a)

Membangun kerangka logis utama yaitu pemecahan sebuah masalah melalui kebijakan

b)

Menentukan kriteria analisis dan teknik analisis, karena kalau tidak dibatasi akan melebar dan ranahnya menjadi tidak jelas

c)

Melaksanakan pemonitoran kebijakan, perbaikan dari hasil pemonitoran, dan tindakan perbaikan yang diambil untuk memperbaiki atau mengoreksi kebijakan

d)

Mengumpulkan data yang sangat dipengaruhi oleh kerangka logis yang dibangun dan metode pengumpulan datanya.

49.

Dalam Permendikbud tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah diatur mengenai sistem zonasi yang harus diterapkan sekolah dalam menerima calon peserta didik baru. Domisili calon peserta didik tersebut berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling lambat enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB. Sistem zonasi merupakan implementasi dari arahan Presiden mengenai pentingnya pemerataan kualitas pendidikan. Atas kebijakan ini dilakukan analisis secara sederhana dengan membandingkan berapa biaya dari kebijakan PPDB ini dengan manfaat yang bisa didapat dari penerapan kebijakan tersebut. Analisis kebijakan publik ini dikenal dengan:

a)

Analisis diskriptif kualitatif

b)

Analisis SWOT

c)

Analisis CBA

d)

Analisis AHP

50.

Persoalan harga daging sapi di saat bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri terus menjadi polemik. Melambungnya harga daging menjadi fokus pemerintah untuk mengelolanya. Kementerian Perdagangan tengah mempertimbangkan impor daging sapi. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga stabilitas harga daging sapi di masyarakat. Pendekatan kebijakan yang dilakukan pemerintah adalah kerangka analisis kebijakan publik yang disebut:

a)

Pilihan publik

b)

Struktur sosial

c)

Proses politik

d)

Ekonomi kesejahteraan

51.

Untuk golongan pelanggan non subsidi, PLN menerapkan mekanisme tarif adjusment (penyesuaian tarif). Kebijakan ini berlaku sejak 1 Januari 2015 sesuai dengan Permen ESDM Nomor 31 Tahun 2014. Tarif adjusment diberlakukan setiap bulan menyesuaikan 3 faktor, yaitu perubahan nilai tukar rupiah, harga bahan bakar, dan inflasi bulanan. Dengan mekanisme tarif adjusment, harga listrik menyesuaikan kondisi pasar. Tarif dasar listrik non-subsidi per Maret 2018 adalah Rp1.467,28/kWh. Menurut Parsons (1995:32), kerangka keilmuan dalam melakukan analisis kebijakan tersebut di atas, disebut dengan:

a)

Ekonomi kesejahteraan

b)

Pilihan publik

c)

Struktur sosia

d)

Proses politik

52.

Fenomena yang ada dalam tubuh partai politik (parpol) saat ini kebanyakan pengurus dan kadernya belum memaknai dengan baik tentang pentingnya “memahami ideologi partai”. Dalam membangun parpol modern, posisi ideologi partai tidak seharusnya hanya dijadikan pajangan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai, tetapi diaplikasikan dalam gerak langkah partai di tengah kehidupan masyarakat. Menurut Parsons (1995:32), kerangka keilmuan dalam melakukan analisis kebijakan tersebut di atas, disebut dengan:

a)

Pilihan publik

b)

Pemrosesan Informasi

c)

Proses politik

d)

Struktur sosial

53.

Pelakuusaha perhotelan dan restoran yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sudah berancang-ancang untuk menaikkan tarif sewa kamar hotel. Diperkirakan, tarif akan naik pada kisaran 20 persen dari tarif sebelumnya. Sekretaris PHRI Kota ABC mengatakan kenaikan tarif tak bisa dihindari karena kenaikan BBM bersubsidi berimbas pada operasional hotel. Kebijakan tentang perhotelan sedang dikaji oleh Pemerintah Kota ABC. Kebijakan ini termasuk dalam jenis/kategori kebijakan publik:

a)

Redistributive policy

b)

Private goods policy

c)

Public goods policy

d)

Distributive policy

54.

Di Indonesia ketersediaan lahan kerap kali menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tol. Padahal, percepatan pembangunan infrastruktur dipandang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara secara signifikan. Oleh karena itu pemerintah mengubah aturan pelelangan konstruksi pembangunan jalan tol sebelum pembebasan lahan mencapai 75 persen. Hal ini dilakukan agar investor atau pemenang tender tak lagi menggunakan alasan terbatasnya lahan untuk kemudian menunda pembangunan jalan tol. Kebijakan ini termasuk dalam jenis/kategori kebijakan publik:

a)

Substantive and procedural policies

b)

Distributive, redistributive, and regulatory policies

c)

Private goods policy

d)

Public goods policy

55.

Dalam dimensi ilmu politik terdapat enam dimensi untuk melaksanakan analisis kebijakan publik yaitu tingkat efektivitas; pengaruh-pengaruh yang tidak diinginkan; keadilan; biaya; kelayakan dan tingkat penerimaannya. Pertanyaan mendasar guna mendukung dimensi “tingkat efektivitas” adalah:

a)

Apa pengaruh dari kebijakan terhadap masyarakat di luar masyarakat yang ditargetkan?

b)

Para pemangku kepentingan melihat apakah kebijakan diterima dalam tingkat yang memadai?

c)

Apa pengaruh kebijakan terhadap masalah yang akan terselesaikan pada kelompok masyarakat target?

d)

Para pemangku kepentingan melihat apakah kebijakan diterima dalam tingkat yang tinggi?

56.

Tahapan pokok dalam analisis kebijakan antara lain persiapan analisis. Yang mencakup kegiatan pemahaman hubungan sebab akibat. Pertanyaan mendasar dari kegiatan ini antara lain adalah:

a)

Apakah penyebab dari masalah yang timbul sudah diselesaikan?

b)

Apakah kebijakan yang dipilih mengatasi akibat dari masalah?

c)

Apakah kebijakan disusun berdasarkan inventarisasi masalah yang ada?

d)

Apakah hasil yang diperkirakan dari sebuah kebijakan merupakan akibat tidak langsung dari kebijakan?

57.

Sejumlah organisasi kesehatan dan perlindungan konsumen di Indonesia mendesak Presiden menolak RUU Pertembakauan yang masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas). Analisis yang dilakukan pemerintah untuk masalah pertembakauan menggunakan pohon masalah dan melakukan identifikasi masalah dan faktor-faktor penyebab masalah. Teknik analisis kebijakan publik yang dilakukan Pemerintah dikenal dengan sebutan:

a)

Analisis CBA

b)

Analisis AHP

c)

Analisis stakeholder

d)

Analisis SWOT

58.

Menurut Weimer dan Vining seorang/tim analis kebijakan atau personel yang melakukan analisis paling tidak harus memiliki lima keterampilan dasar. Salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki seorang analis kebijakan adalah:

a)

Kemampuan untuk melakukan audit operasional atas kebijakan yang telah di implementasikan

b)

Kemampuan meletakkan masalah sosial yang dipersepsikan dalam konteks yang tepat

c)

Keterampilan untuk melakukan reviu atas kebijakan yang telah dibuat pemerintah

d)

Keterampilan untuk melakukan evaluasi atas kebijakan yang telah di implementasikan

59.

Para ahli kebijakan publik mempunyai berbagai pendapat tentang tahapan proses analisis kebijakan. Menurut Hamdi, proses analisis kebijakan publik terdiri dari empat langkah yaitu:

a)

Tetapkan kriteria evaluasi; identifikasi alternatif kebijakan; evaluasi kebijakan; dan sampaikan alternatif kebijakan yang dipilih

b)

Perumusan masalah kebijakan; perumusan alternatif kebijakan; pemilihan alternatif kebijakan; dan penyusunan makalah kebijakan

c)

Mendefinisikan dan menganalisis masalah; merumuskan alternatif kebijakan; membangun kriteria evaluasi; dan menilai alternatif

d)

Persiapan analisis; pemilihan kriteria dan teknis analisis; penilaian pengendalian kebijakan; pelaksanaan analisis; dan pelaporan hasil analisis

60.

Dari pihak-pihak berikut ini, manakah yang termasuk ke dalam aktor kebijakan publik yang ditunjuk secara resmi (appointed official) menurut Howlet dan Ramesh?

a)

Walikota

b)

Pimpinan lembaga swadaya masyarakat

c)

Kepala Bidang Teknis pada kementerian

d)

Anggota DPR/D

61.

Dari pernyataan berikut manakah yang tidak termasuk ke dalam peran media massa dalam kebijakan publik?

a)

Diseminasi kebijakan pemerintah pada masyarakat

b)

Berperan dalam tahapan agenda setting

c)

Menjadi aktor yang terlibat dalam semua tahap kebijakan

d)

Monitoring kebijakan

62.

Menurut Weimer dan Vining terdapat 5 keterampilan dasar yang harus dimiliki seorang analis kebijakan publik. Dari keterampilan berikut ini manakah yang termasuki kategori keterampilan teknis?

a)

Kemampuan mengomunikasikan hasil analisis kepada pemerintah dan masyarakat

b)

Kemampuan seseorang dalam menggunakan aplikasi Eviews, dan mampu mengintepretasikan hasil pengolahan data menjadi simpulan-simpulan

c)

Kemampuan meletakan permasalahan sosial dalam konteks yang tepat

d)

Kemampuan menjaga objektivitas dalam melakukan analisis sesuai kode etik auditor intern

63.

Pada saat suatu instansi pemerintah akan menganalisis sebuah kebijakan dengan menggunakan teknik Analisis SWOT, maka yang sebaiknya dilakukan adalah:

a)

Memastikan bahwa kelemahan telah ditutup dengan peluang dan mengubah ancaman menjadi kekuatan

b)

Memastikan bahwa kelemahan telah ditutup dengan kekuatan dan mengubah ancaman menjadi peluang

c)

Memastikan bahwa kekuatan telah ditutup dengan kelemahan dan mengubah peluang menjadi ancaman

d)

Memastikan bahwa peluang telah ditutup dengan ancaman dan mengubah kelemahan menjadi kekuatan

64.

Dalam teknik Analisis SWOT, langkah awal dalam kebijakan publik terkait dengan rencana pembangunan bandara internasional di sebuah wilayah tertentu adalah menentukan:

a)

Kekuatan eksternal dan ancaman eksternal

b)

Kelemahan eksternal dan peluang eksternal

c)

Peluang internal dan kelemahan internal

d)

Kelemahan internal dan kekuatan internal

65.

Berikut ini adalah kondisi-kondisi yang dihadapi oleh pemerintah dalam menetapkan sebuah kebijakan, manakah yang termasuk unsur kelemahan dalam teknik analisis SWOT:

a)

Anggaran yang sangat memadai

b)

Meningkatnya harga minyak dunia

c)

Sarana prasarana tidak memadai

d)

Masuknya serbuan tenaga kerja asing

66.

Diantara kondisi-kondisi yang dihadapi oleh pemerintah dalam menetapkan sebuahkebijakan di bawah ini, manakah yang termasuk unsur ancaman dalam teknik analisis SWOT:

a)

Banyaknya pegawai tidak kompeten

b)

Defisit anggaran yang terus meningkat

c)

Depresiasi rupiah terhadap mata uang asing

d)

Sarana prasarana tidak memadai

67.

Kebijakan yang paling baik dalam analisis SWOT pada kuadaran W – O:

a)

Mendorong kebijakan untuk diversifikasi

b)

Mendorong kebijakan yang bersifat perbaikan kapabilitas internal

c)

Mendorong kebijakan yang bersifat defensif

d)

Mendorong kebijakan yang bersifat agresif

68.

Proses voting dalam penetapan rancangan undang-undang yang dilakukan di gedung DPR untuk pengambilan suara terbanyak dalam mengambil keputusan atas alternatif-alternatif kebijakan yang dilakukan oleh para anggota legislatif, merupakan kejadian yang biasa terjadi pada tahapan?

a)

Agenda setting

b)

Formulasi kebijakan

c)

Adopsi kebijakan

d)

Adaptasi kebijakan

69.

Untuk memecahkan sebuah permasalahan yang terjadi di masyarakat, pihak kementerian dan lembaga telah membuat beberapa alternatif kebijakan. Di samping itu beberapa lembaga swadaya masyarakat juga sudah mengusulkan alternatif kebijakan baik kepada pemerintah maupun kepada pihak legislatif. Kegiatan tersebut dilakukan pada tahapan:

a)

Penyusunan agenda

b)

Formulasi kebijakan

c)

Legitimitasi kebijakan

d)

Implementasi kebijakan

70.

Manakah kondisi yang paling tepat yang dapat menyebabkan implementasi sebuah kebijakan dihentikan?

a)

Pimpinan pemerintahan meninggal dunia

b)

Kepala daerah masuk penjara karena tersangkut kasus tindak pidana korupsi

c)

Keputusan Mahkamah Konstitusi bahwa sebuah kebijakan harus dihentikan

d)

Postingan pengguna internet di media sosial yang setuju sebuah kebijakan dihentikan

71.

Manakah pernyataan yang tidak tepatterkait evaluasi kebijakan publik:

a)

Evaluasi kebijakan dilakukan setelah kebijakan publik diimplementasikan

b)

Evaluasi kebijakan dilakukan setelah pelaksanaan monitoring sebuah kebijakan

c)

Evaluasi kebijakan dilakukan untuk menguji apakah problem dapat diselesaikan dengan sebuah kebijakan publik

d)

Evaluasi kebijakan umumnya dilakukan oleh publik secara luas termasuk editorial pada media massa

72.

Manakah pernyataan yang paling tepat terkait analisis kebijakan publik:

a)

Ruang lingkup analisis kebijakan ditentukan pihak pemerintah

b)

Pemangku kepentingan dalam analisis kebijakan meliputi pemerintah dan masyarakat luas

c)

Analisis kebijakan dilakukan setelah kebijakan diimplementasikan

d)

Analisis kebijakan hanya dapat dilakukan oleh jabatan analis kebijakan pada instansi pemerintah

73.

Analisis kebijakan publik yang dilakukan secara menyeluruh terkait dengan definisi masalah, penetapan agenda, pengambilan keputusan serta implementasi kebijakan, merupakan analisis kebijakan publik pada tingkatan?

a)

Analisis meta

b)

Analisis meso

c)

Analisis keputusan

d)

Analisis pelaksanaan

74.

Dari kegiatan-kegiatan berikut ini, manakah yang tidak lazim dilaksanakan pada tahapan implementasi sebuah kebijakan publik?

a)

Membuat juklak untuk pengorganisasian secara detil sebuah program pemerintah

b)

Membuat surat keputusan (SK) tim pusat, tim wilayah provinsi dan tim daerah

c)

Membuat prioritas masalah yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat

d)

Menyalurkan bantuan pada masyarakat yang terdampak oleh kenaikan harga BBM

75.

Pemerintah menerapkan uji coba kebijakan kendaraan ganjil genap di Tol Jakarta Cikampek, hal ini dilakukan dalam rangka mengurai kemacetan yang kerap terjadi di ruas tol tersebut. Termasuk tahapan kebijakan publik manakah hal tersebut?

a)

Agenda setting

b)

Formulasi kebijakan

c)

Adopsi kebijakan

d)

Adaptasi kebijakan

76.

Pemerintah Kota Gadog Sejahtera akan mengimplementasikan e-government. Masa manfaat dari implementasi e-government adalah 5 tahun. Diketahui hasil analisis kuantitatif atas proyeksi manfaat (benefit) dan kebutuhan biaya (cost) untuk implementasi kebijakan tersebut adalah sebagai berikut:

Dari analisis kuantitatif yang dilakukan, berapa Net Present Value dari kebijakan implementasi e-government pada Pemerintah Kota Gadog Sejahtera tersebut?

a)

Rp 65.925.460.000

b)

Rp 39.720.000.000

c)

Rp 31.973.240.000

d)

Rp 15.320.000.000

77.

Pemerintah Kota Gadog Sejahtera akan mengimplementasikan e-government. Masa manfaat dari implementasi e-government adalah 5 tahun. Diketahui hasil analisis kuantitatif atas proyeksi manfaat (benefit) dan kebutuhan biaya (cost) untuk implementasi kebijakan tersebut adalah sebagai berikut:

Berdasarkan analisis biaya dan manfaat menggunakan perhitungan Net Present Value di atas, rencana kebijakan implementasi e-government pada Pemerintah Kota Gadog Sejahtera, berarti:

a)

Kebijakan yang dilakukan memberikan manfaat bagi pemerintah maka dapat dijalankan

b)

Kebijakan yang dilakukan memberikan manfaat bagi pemerintah namun tidak dapat dijalankan

c)

Kebijakan yang dilakukan akan mengakibatkan kerugian bagi pemerintah

d)

Kebijakan yang dilakukan tidak mengakibatkan pemerintah memperoleh manfaat ataupun kerugian

78.

Pemerintah Kota Gadog Sejahtera akan mengimplementasikan e-government. Masa manfaat dari implementasi e-government adalah 5 tahun. Diketahui hasil analisis kuantitatif atas proyeksi manfaat (benefit) dan kebutuhan biaya (cost) untuk implementasi kebijakan tersebut adalah sebagai berikut:

Pilihlah mana pernyataan yang paling tepat terkait metode analisa atas rencana kebijakan yang dilakukan seperti pada informasi di atas?

a)

Berfokus pada nilai uang

b)

Mencerminkan tingkat pengembalian

c)

Keputusan didasarkan pada urutan prioritas kebijakan

d)

Kemudahan dalam membuat urutan proyek

79.

Pemerintah Kota Gadog Sejahtera akan mengimplementasikan e-government. Masa manfaat dari implementasi e-government adalah 5 tahun. Diketahui hasil analisis kuantitatif atas proyeksi manfaat (benefit) dan kebutuhan biaya (cost) untuk implementasi kebijakan tersebut adalah sebagai berikut:

Dalam implementasi kebijakan tersebut apabila terdapat pengurangan jumlah penggunaan kertas yang cukup besar dalam pelayanan karena beralih pada penggunaan teknologi informasi yang paperless. Maka berkurangnya belanja barang untuk pembelian kertas tersebut akan dianalisis sebagai?

a)

Benefit – Pendapatan Asli Daerah

b)

Benefit – Penghematan biaya

c)

Cost – Biaya Awal

d)

Cost – Biaya Operasional

80.

Pemerintah Kota Gadog Sejahtera akan mengimplementasikan e-government. Masa manfaat dari implementasi e-government adalah 5 tahun. Diketahui hasil analisis kuantitatif atas proyeksi manfaat (benefit) dan kebutuhan biaya (cost) untuk implementasi kebijakan tersebut adalah sebagai berikut:

Dari metode-metode berikut ini, manakah teknik yang paling tidak lazim digunakan dalam melakukan Teknik Analisis Biaya dan Manfaat atas suatu kebijakan?

a)

Metode Internal Rate of Return

b)

Metode Net Present Value

c)

Metode Return on Asset

d)

Metode Payback Period