Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

HSE Massmeeting 31 Januari 2026

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Alasan utama penggunaan Formal Safety Assessment (FSA) dalam Design Safety Case adalah untuk memastikan bahwa seluruh Major Accident Event (MAE) telah:

a)

Diidentifikasi tanpa perlu analisis kuantitatif

b)

Dikendalikan melalui prosedur administratif saja

c)

.Dianalisis secara sistematis terhadap penyebab, konsekuensi, dan efektivitas barrier

d)

Dihilangkan melalui perubahan desain tanpa studi risiko

2.

Suatu risiko dikategorikan ALARP apabila:

a)

Risiko masih tinggi tetapi belum menyebabkan kecelakaan

b)

Risiko dapat diterima tanpa pengendalian tambahan

c)

.Risiko telah dikurangi sejauh wajar secara teknis dan ekonomis

d)

Risiko hanya dianalisis secara kualitatif

3.

Berdasarkan hasil QRA Design Safety Case Akatara, faktor utama yang menyebabkan Operator Area Proses AGPF memiliki IRPA tertinggi adalah:

a)

Kurangnya kompetensi operator

b)

.Frekuensi keberadaan di area berbahaya

c)

Jarak yang dekat dengan area kantor

d)

Minimnya sistem proteksi kebakaran

4.

Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan perbedaan HAZID dan HAZOP?

a)

HAZID digunakan saat operasi, HAZOP saat konstruksi

b)

.HAZOP lebih fokus pada deviation proses dibanding HAZID

c)

HAZID bersifat kuantitatif, HAZOP kualitatif

d)

HAZOP hanya digunakan untuk sistem mekanik

5.

Dalam Bowtie Analysis, Safety Critical Element (SCE) diklasifikasikan sebagai:

a)

Administrative control

b)

Recovery control

c)

.Barrier pencegah dan/atau mitigasi MAE

d)

Sistem pendukung produksi

6.

Fungsi utama Performance Standard pada SCE adalah untuk:

a)

Menentukan spesifikasi vendor

b)

Mengontrol biaya pemeliharaan

c)

.Menetapkan kriteria kinerja agar SCE selalu efektif

d)

Menyederhanakan proses audit

7.

Mengapa Human Factor Engineering (HFE) dianggap krusial dalam pengendalian MAE?

a)

Karena sebagian besar kegagalan disebabkan oleh peralatan

b)

.Karena kesalahan manusia dapat memperbesar dampak kegagalan teknis

c)

Karena HFE menggantikan sistem proteksi teknis

d)

Karena HFE menghilangkan kebutuhan pelatihan

8.

Dalam konteks Design Safety Case, Fire and Explosion Risk Analysis (FERA) digunakan terutama untuk:

a)

Menghitung kapasitas produksi aman

b)

Menentukan jarak aman antar fasilitas

c)

Menilai dampak panas, overpressure, dan eskalasi kebakaran.

d)

Menentukan rute evakuasi administratif

9.

Apabila hasil QRA menunjukkan risiko berada di Unacceptable Region, maka tindakan yang PALING BENAR adalah:

a)

Risiko diterima dengan catatan monitoring

b)

Operasi tetap berjalan dengan prosedur tambahan

c)

Dilakukan redesign atau penambahan barrier sebelum operasi.

d)

Risiko diturunkan dengan pelatihan saja

10.

Tujuan utama Emergency Shutdown & Depressurizing System dalam MAE hidrokarbon adalah:

a)

Menghentikan produksi secara permanen

b)

Mengurangi tekanan dan inventori hidrokarbon saat kondisi darurat.

c)

Mencegah kegagalan struktur bangunan

d)

Mengurangi konsumsi energi

11.

Mengapa pipeline sales gas Akatara dipasang underground?

a)

Untuk mempercepat instalasi

b)

Untuk memudahkan inspeksi

c)

.Untuk mengurangi risiko eksternal dan dampak kebakaran

d)

Untuk menurunkan biaya konstruksi

12.

Remedial Action Plan (RAP) dinyatakan efektif apabila:

a)

Semua action dicatat

b)

Action ditutup tanpa verifikasi

c)

Seluruh action diselesaikan dan diverifikasi efektivitasnya.

d)

Action hanya berasal dari HAZOP

13.

Apabila sebuah SCE gagal berfungsi sesuai Performance Standard, maka implikasi utamanya adalah:

a)

Produksi terganggu

b)

Administrasi proyek terhambat

c)

Kegagalan barrier terhadap MAE.

d)

Kualitas produk menurun

14.

Hubungan paling tepat antara QRA dan ALARP Demonstration adalah:

a)

QRA menggantikan ALARP

b)

ALARP dilakukan sebelum QRA

c)

QRA hanya untuk laporan regulator

d)

QRA menyediakan dasar kuantitatif untuk pembuktian ALARP.

15.

Kesimpulan “Safe Design is Justified” dalam Design Safety Case berarti:
A. Tidak ada bahaya di fasilitas

a)

Risiko nol telah tercapai

b)

Tidak ada bahaya di fasilitas

c)

Fasilitas tidak memerlukan inspeksi

d)

Risiko utama telah dikendalikan sesuai regulasi dan prinsip ALARP.