WorksheetsHSE Massmeeting 31 Januari 2026
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Alasan utama penggunaan Formal Safety Assessment (FSA) dalam Design Safety Case adalah untuk memastikan bahwa seluruh Major Accident Event (MAE) telah:
Diidentifikasi tanpa perlu analisis kuantitatif
Dikendalikan melalui prosedur administratif saja
.Dianalisis secara sistematis terhadap penyebab, konsekuensi, dan efektivitas barrier
Dihilangkan melalui perubahan desain tanpa studi risiko
Suatu risiko dikategorikan ALARP apabila:
Risiko masih tinggi tetapi belum menyebabkan kecelakaan
Risiko dapat diterima tanpa pengendalian tambahan
.Risiko telah dikurangi sejauh wajar secara teknis dan ekonomis
Risiko hanya dianalisis secara kualitatif
Berdasarkan hasil QRA Design Safety Case Akatara, faktor utama yang menyebabkan Operator Area Proses AGPF memiliki IRPA tertinggi adalah:
Kurangnya kompetensi operator
.Frekuensi keberadaan di area berbahaya
Jarak yang dekat dengan area kantor
Minimnya sistem proteksi kebakaran
Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan perbedaan HAZID dan HAZOP?
HAZID digunakan saat operasi, HAZOP saat konstruksi
.HAZOP lebih fokus pada deviation proses dibanding HAZID
HAZID bersifat kuantitatif, HAZOP kualitatif
HAZOP hanya digunakan untuk sistem mekanik
Dalam Bowtie Analysis, Safety Critical Element (SCE) diklasifikasikan sebagai:
Administrative control
Recovery control
.Barrier pencegah dan/atau mitigasi MAE
Sistem pendukung produksi
Fungsi utama Performance Standard pada SCE adalah untuk:
Menentukan spesifikasi vendor
Mengontrol biaya pemeliharaan
.Menetapkan kriteria kinerja agar SCE selalu efektif
Menyederhanakan proses audit
Mengapa Human Factor Engineering (HFE) dianggap krusial dalam pengendalian MAE?
Karena sebagian besar kegagalan disebabkan oleh peralatan
.Karena kesalahan manusia dapat memperbesar dampak kegagalan teknis
Karena HFE menggantikan sistem proteksi teknis
Karena HFE menghilangkan kebutuhan pelatihan
Dalam konteks Design Safety Case, Fire and Explosion Risk Analysis (FERA) digunakan terutama untuk:
Menghitung kapasitas produksi aman
Menentukan jarak aman antar fasilitas
Menilai dampak panas, overpressure, dan eskalasi kebakaran.
Menentukan rute evakuasi administratif
Apabila hasil QRA menunjukkan risiko berada di Unacceptable Region, maka tindakan yang PALING BENAR adalah:
Risiko diterima dengan catatan monitoring
Operasi tetap berjalan dengan prosedur tambahan
Dilakukan redesign atau penambahan barrier sebelum operasi.
Risiko diturunkan dengan pelatihan saja
Tujuan utama Emergency Shutdown & Depressurizing System dalam MAE hidrokarbon adalah:
Menghentikan produksi secara permanen
Mengurangi tekanan dan inventori hidrokarbon saat kondisi darurat.
Mencegah kegagalan struktur bangunan
Mengurangi konsumsi energi
Mengapa pipeline sales gas Akatara dipasang underground?
Untuk mempercepat instalasi
Untuk memudahkan inspeksi
.Untuk mengurangi risiko eksternal dan dampak kebakaran
Untuk menurunkan biaya konstruksi
Remedial Action Plan (RAP) dinyatakan efektif apabila:
Semua action dicatat
Action ditutup tanpa verifikasi
Seluruh action diselesaikan dan diverifikasi efektivitasnya.
Action hanya berasal dari HAZOP
Apabila sebuah SCE gagal berfungsi sesuai Performance Standard, maka implikasi utamanya adalah:
Produksi terganggu
Administrasi proyek terhambat
Kegagalan barrier terhadap MAE.
Kualitas produk menurun
Hubungan paling tepat antara QRA dan ALARP Demonstration adalah:
QRA menggantikan ALARP
ALARP dilakukan sebelum QRA
QRA hanya untuk laporan regulator
QRA menyediakan dasar kuantitatif untuk pembuktian ALARP.
Kesimpulan “Safe Design is Justified” dalam Design Safety Case berarti:
A. Tidak ada bahaya di fasilitas
Risiko nol telah tercapai
Tidak ada bahaya di fasilitas
Fasilitas tidak memerlukan inspeksi
Risiko utama telah dikendalikan sesuai regulasi dan prinsip ALARP.
