NEW
Font size
WorksheetsPembangunan Masa Orde Lama dan Orde Baru
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Kondisi awal Indonesia setelah kemerdekaan membuat pemerintah Orde Lama memprioritaskan penataan politik dan ekonomi karena…
Rakyat menolak sistem pemerintahan baru
Indonesia ingin segera menjadi negara industri maju
Sistem kolonial masih kuat dan stabilitas negara belum terwujud
Indonesia sudah memiliki cadangan devisa besar
Penerapan sistem parlementer pada masa Orde Lama berdampak pada kondisi politik karena…
Tidak ada peran perdana menteri dalam pemerintahan
Pergantian kabinet menjadi sering terjadi karena bergantung pada dukungan parlemen
Kabinet tidak perlu bertanggung jawab kepada DPR
Presiden memegang seluruh kekuasaan pemerintahan
Banyaknya pergantian perdana menteri pada masa Orde Lama menunjukkan bahwa…
DPR tidak memiliki kekuasaan dalam pemerintahan
Situasi politik cenderung tidak stabil akibat sistem parlementer
Sistem pemerintahan berjalan sangat stabil
Presiden sering memberhentikan perdana menteri tanpa alasan
Peran presiden dalam sistem pemerintahan parlementer masa Orde Lama lebih menekankan fungsi sebagai…
Pengendali penuh kebijakan ekonomi
Pemimpin partai politik mayoritas
Kepala negara yang tidak langsung memimpin kabinet
Kepala pemerintahan yang mengatur jalannya kabinet
Upaya pemerintah meningkatkan kesadaran politik masyarakat pada masa Orde Lama tercermin dari…
Penguatan kekuasaan militer dalam politik
Penghapusan lembaga perwakilan rakyat
Pelaksanaan pemilu dan perubahan sistem kenegaraan
Pembatasan jumlah partai politik
Salah satu kelemahan utama sistem demokrasi parlementer yang diterapkan Indonesia sebelum 1959 adalah…
Kekuasaan militer terlalu dominan dalam pemerintahan
Tidak adanya pemilu untuk memilih wakil rakyat
Kabinet mudah jatuh akibat mosi tidak percaya dari parlemen
Presiden tidak dipilih langsung oleh rakyat
Dikeluarkannya Dekret Presiden 5 Juli 1959 menunjukkan bahwa…
Presiden ingin membatasi kekuasaan DPR
Sistem parlementer dianggap berhasil menjaga stabilitas
Sistem sebelumnya dinilai gagal menciptakan stabilitas politik
Indonesia akan kembali menjadi negara federal
Perbedaan utama antara sistem parlementer dan Demokrasi Terpimpin pada masa Orde Lama terletak pada…
Lokasi ibu kota negara
Peran partai politik dalam pemerintahan
Masa jabatan presiden
Jumlah kementerian dalam kabinet
Pemilu 1955 sering disebut sebagai salah satu pemilu paling demokratis dalam sejarah Indonesia. Hal ini dapat disimpulkan karena…
Pemilu dilaksanakan setelah Indonesia menjadi negara maju
Pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, dan rahasia dengan partisipasi luas dari berbagai partai politik
Pemerintah mengatur hasil pemilu demi menjaga stabilitas nasional
Pemilu hanya diikuti oleh satu partai besar sehingga tidak menimbulkan konflik
Jika dibandingkan dengan masa demokrasi parlementer, kedudukan presiden pada masa Demokrasi Terpimpin menjadi…
Lebih kuat karena memegang kekuasaan pemerintahan langsung
Hanya sebagai simbol negara
Lebih lemah karena dikontrol DPR
Sama saja seperti sebelumnya
Pembentukan Badan Perancang pada tahun 1947 menunjukkan bahwa pemerintah Orde Lama…
Lebih memprioritaskan pembangunan militer daripada ekonomi
Menghentikan pembangunan karena kondisi perang
Sudah mulai menyusun rencana pembangunan nasional secara terarah
Menyerahkan perencanaan pembangunan kepada pihak asing
Dokumen perencanaan awal yang dihasilkan Panitia Pemikir Siasat Ekonomi memiliki arti penting karena…
Menjadi dasar Indonesia bergabung dengan negara maju
Menjadi pedoman awal pemerintah dalam merencanakan pembangunan ekonomi nasional
Digunakan untuk kepentingan perdagangan luar negeri saja
Disusun sepenuhnya oleh pemerintah kolonial Belanda
Pembangunan berbagai infrastruktur seperti jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, dan Bandara Djuanda pada masa Orde Lama menunjukkan bahwa pemerintah saat itu berupaya…
Memusatkan pembangunan hanya di bidang militer
Menghentikan pembangunan ekonomi demi stabilitas politik
Mendukung mobilitas, pelayanan publik, dan pertahanan negara secara bersamaan
Mengabaikan kesejahteraan masyarakat
Pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara pada masa Orde Lama memberi dampak utama berupa…
Berkurangnya jumlah penduduk Indonesia
Meningkatnya hubungan dan mobilitas antardaerah
Menurunnya aktivitas perdagangan
Berpindahnya pusat pemerintahan ke luar Jawa
Pembangunan sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum lainnya pada masa Orde Lama menunjukkan bahwa pemerintah juga memperhatikan…
Kepentingan politik partai saja
Penguatan sektor militer
Kesejahteraan sosial masyarakat
Kepentingan negara asing
Pembangunan Bandara Djuanda dan berbagai sarana transportasi lainnya pada masa Orde Lama berperan penting karena…
Hanya digunakan untuk kepentingan wisata
Mendukung mobilitas penduduk serta kepentingan pertahanan negara
Tidak berkaitan dengan pembangunan nasional
Dibangun untuk menggantikan semua pelabuhan laut
Lahirnya pemerintahan Orde Baru ditandai dengan peristiwa…
Pemilu pertama tahun 1955
Konferensi Asia Afrika
Dikeluarkannya Supersemar tahun 1966
Dekret Presiden 5 Juli 1959
Fokus utama pembangunan pada awal masa Orde Baru adalah…
Peningkatan kebebasan berpendapat
Penguatan peran partai politik
Stabilitas politik dan pemulihan ekonomi
Perluasan wilayah negara
Pembatasan aktivitas politik masyarakat pada masa Orde Baru dilakukan pemerintah dengan tujuan utama…
Mempercepat pergantian presiden
Menjaga stabilitas nasional demi kelancaran pembangunan
Mengurangi peran militer dalam pemerintahan
Memberi kebebasan penuh kepada rakyat
Berdasarkan kondisi politik masa Orde Baru, pembangunan nasional dapat berjalan lebih terarah karena…
Presiden hanya menjabat satu periode
Tidak ada lembaga perwakilan rakyat
Pemerintah menekankan stabilitas dan kontrol politik
Semua partai politik dibubarkan
Langkah awal pemerintah Orde Baru dalam proses pembangunan difokuskan pada…
Peningkatan kegiatan partai politik
Industrialisasi besar-besaran
Pemulihan stabilitas politik dan ekonomi
Perluasan kerja sama militer
Salah satu keberhasilan awal kebijakan ekonomi Orde Baru adalah…
Penghapusan pajak bagi seluruh rakyat
Inflasi meningkat hingga 600%
Penurunan tingkat inflasi secara signifikan pada akhir 1960-an
Penghentian bantuan luar negeri
Program pembangunan jangka panjang pada masa Orde Baru dibagi ke dalam tahapan lima tahunan yang disebut…
Repelita
Dekrit
Supersemar
GBHN
Salah satu tujuan utama Pelita I (1969–1974) adalah…
Memenuhi kebutuhan dasar dan membangun infrastruktur, terutama pertanian
Mengembangkan industri teknologi tinggi
Mengurangi peran sektor pertanian
Memusatkan pembangunan di kota-kota besar
Trilogi Pembangunan yang menjadi landasan kebijakan Orde Baru menekankan pada…
Stabilitas nasional, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan pembangunan
Politik luar negeri bebas aktif, perdagangan bebas, dan investasi asing
Demokrasi, otonomi daerah, dan kebebasan pers
Industrialisasi, militerisasi, dan urbanisasi
Program Keluarga Berencana (KB) pada masa Orde Baru berperan penting dalam mendukung pembangunan ekonomi karena…
Meningkatkan jumlah penduduk di kota besar
Menekan laju pertumbuhan penduduk sehingga beban pembangunan sosial dapat lebih terkendali
Mengurangi jumlah tenaga kerja usia produktif
Membatasi hak masyarakat untuk berkeluarga
Program transmigrasi dikaitkan dengan upaya pemerataan pembangunan karena…
Memindahkan seluruh penduduk desa ke kota
Menghapus ketimpangan sosial secara instan
Mengurangi jumlah pulau di Indonesia
Menyebarkan penduduk ke daerah yang jarang penduduk sekaligus membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru
Industrialisasi pertanian dan perluasan pendidikan dasar pada PJP Tahap I saling berkaitan dalam mendukung pembangunan jangka panjang karena…
Keduanya bertujuan menggantikan peran sektor pertanian tradisional sepenuhnya
Peningkatan keterampilan dasar penduduk mendukung penerapan teknologi pertanian yang lebih modern
Industrialisasi pertanian tidak membutuhkan sumber daya manusia terdidik
Pendidikan dasar hanya diperlukan untuk pegawai negeri
Jika dibandingkan dengan PJP Tahap I yang menekankan pemenuhan kebutuhan dasar, arah pembangunan pada PJP Tahap II lebih difokuskan pada…
Penghentian pembangunan infrastruktur
Pengurangan jumlah industri nasional
Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing global
Perluasan lahan pertanian tradisional
Penekanan pada pengembangan industri berteknologi lebih maju pada Pelita PJP Tahap II menunjukkan bahwa pemerintah merencanakan…
Ketergantungan penuh pada impor barang jadi
Peralihan dari ekonomi berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis industri dan teknologi
Pengurangan peran tenaga kerja terampil
Penghentian ekspor hasil industri
Apabila tujuan peningkatan kualitas pendidikan pada PJP Tahap II berhasil, dampak jangka panjang yang paling logis adalah…
Menurunnya kebutuhan akan teknologi
Berkurangnya peran sektor jasa
Meningkatnya kemampuan tenaga kerja dalam menghadapi persaingan global
Bertambahnya angka putus sekolah
Rencana pembangunan infrastruktur yang lebih modern pada PJP Tahap II berhubungan erat dengan kebutuhan untuk…
Membatasi kegiatan ekonomi di luar Jawa
Menggantikan seluruh transportasi darat dengan laut
Mendukung pertumbuhan industri, perdagangan, dan konektivitas antardaerah
Mengurangi mobilitas penduduk
Jika dikaitkan dengan Trilogi Pembangunan, tantangan utama dalam PJP Tahap II kemungkinan terletak pada…
Menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi tinggi dan pemerataan hasil pembangunan
Menghapus semua bentuk kerja sama luar negeri
Mengurangi jumlah penduduk usia produktif
Menghentikan pembangunan sektor industri
Pelita VII yang seharusnya melanjutkan PJP Tahap II tidak terlaksana sebagaimana direncanakan karena…
Sistem Repelita dianggap tidak lagi relevan sejak awal
Indonesia telah mencapai seluruh target pembangunan
Berakhirnya pemerintahan Orde Baru pada tahun 1998 yang mengubah arah kebijakan pembangunan nasional
Tidak adanya dukungan dari lembaga internasional
Jika dibandingkan, perbedaan prioritas pembangunan awal antara Orde Lama dan Orde Baru paling tepat dijelaskan oleh…
Orde Lama menata politik–ekonomi pascakemerdekaan, Orde Baru memulihkan krisis dan menstabilkan ekonomi
Orde Lama fokus industri, Orde Baru fokus militer
Keduanya langsung fokus pada teknologi tinggi
Keduanya tidak memiliki rencana pembangunan
Seringnya pergantian kabinet pada masa Orde Lama berdampak pada pembangunan karena…
Pembangunan hanya berfokus pada sektor militer
Presiden tidak terlibat dalam pembangunan
Kebijakan pembangunan sering berubah sehingga kurang konsisten
Program pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan
Stabilitas politik yang ditekankan Orde Baru membuat program pembangunan lebih terarah, tetapi sekaligus berisiko karena…
Semua keputusan harus melalui pemilu
Rakyat terlalu bebas mengkritik pemerintah
Pembangunan tidak membutuhkan stabilitas
Pembatasan kebebasan politik dapat mengurangi partisipasi dan kontrol masyarakat
Jika dilihat dari strategi ekonominya, perbedaan pendekatan Orde Lama dan Orde Baru menunjukkan bahwa…
Orde Lama lebih terencana dibanding Orde Baru
Orde Baru lebih menekankan perencanaan jangka panjang melalui tahapan pembangunan
Keduanya menolak bantuan luar negeri
Orde Lama tidak membangun infrastruktur
Program pembangunan pertanian pada awal Orde Baru dapat dianggap sebagai kelanjutan kebutuhan mendesak sejak Orde Lama karena…
Indonesia sudah menjadi negara industri
Sebagian besar penduduk masih bergantung pada sektor pertanian
Pemerintah ingin mengurangi produksi pangan
Sektor pertanian tidak penting bagi ekonomi
Jika dibandingkan dari sisi dampak sosial, pembangunan Orde Baru yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi tinggi tetapi memunculkan kesenjangan menunjukkan bahwa…
Pertumbuhan ekonomi otomatis menjamin pemerataan
Pemerataan lebih mudah dicapai daripada pertumbuhan
Pembangunan ekonomi perlu diimbangi kebijakan sosial agar hasilnya merata
Kesenjangan sosial tidak berhubungan dengan kebijakan pembangunan
