wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Obstetri 1.1

Total questions: 67

Worksheet time: 34mins

Name
Class
Date
1.

Ny. Shelia, usia 22 tahun, saat ini sedang hamil anak pertama. Berdasarkan HPHT pasien tengah hamil 12 minggu. Pasien belakangan sering merasakan perut menjadi kembung dan mual. Pasien sering muntah terutama saat pagi hari. Pasien masih dapat makan dan minum. Pasien menyangka adanya penurunan berat badan. Pada pemeriksaan fisik Tanda vital TD 120/80mmHg, HR 89 kali/menit, RR 20 kali/menit, T 37°C, TFU setinggi 3 jari di atas symphysis. Hormon yang berkaitan dengan keluhan pasien adalah...

a)

Beta hCG

b)

GnRH

c)

Testosterone

d)

FSH

e)

LH

2.

Ny. Molly berusia 19 tahun, G1P0A0 datang ke puskesmas dengan keluhan terlambat haid selama 3 bulan. Sebelumnya ia mengeluh mual. Siklusnya 28 hari. Pasien mengeluhkan mual dan muntah semua yang ia makan tiap kali makan dalam 5 hari ini. Pasien juga mengeluhkan lemas, kehilangan berat badan, dan pembesaran payudara yang membuatnya tak nyaman. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, HR 82 kali/menit, RR 23 kali/menit, suhu 36.7°C. Pada pemeriksaan obstetri didapatkan tinggi fundus 3 jari di atas symphysis. Apakah kesimpulan hasil pemeriksaan obstetri yang paling tepat?

a)

Usia gestasional adalah sekitar 10 minggu

b)

Ukuran uterus lebih kecil dari usia gestasional

c)

Ukuran uterus cukup untuk usia gestasional

d)

Ukuran uterus lebih besar dari usia gestasional

3.

Ny. Rania, usia 22 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 12 minggu datang untuk periksa rutin kehamilan dan ingin imunisasi. Tanda vital TD 110/70, HR 72 kali/menit, RR 22 kali/menit, suhu 37°C, pemeriksaan fisik lainnya tidak ditemukan adanya kelainan. Pasien belum pernah imunisasi TT sebelumnya. Dokter memutuskan untuk memberikan imunisasi TT1 yang pertama. Setelah imunisasi TT sekarang, kapankah jadwal imunisasi TT berikutnya?

a)

UK 13 minggu

b)

UK 16 minggu

c)

UK 18 minggu

d)

UK 28 minggu

e)

1 tahun setelah TT 1

4.

Ny. Lidseu, usia 27 tahun, G2P1A0 datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya. Hari pertama haid terakhir 14 Maret 2021. Pasien memiliki siklus haid 28 hari. Riwayat HT (-), DM (-). Tanda vital 120/80mmHg, HR 70 kali/menit, RR 20 kali/menit, T 36,7°C. Kapankan taksiran persalinan pasien?

a)

21 Oktober 2021

b)

21 November 2021

c)

21 Desember 2021

d)

21 Januari 2021

e)

24 November 2018

5.

Ny. Jessica 24 tahun datang bersama suami ke Klinik dokter umum dengan keluhan ingin menunda kehamilan. Pasien tidak ingat sama sekali mengenai hari terakhir haid. Pasien mengaku siklus haid tidak teratur dengan siklus terpanjang 30 hari dan siklus terpendek 28 hari. Kapan masa subur wanita tersebut?

a)

Hari ke 10-14

b)

Hari ke 10-19

c)

Hari ke 14-20

d)

Hari ke 11-14

e)

Hari ke 13-18

6.

Ny Serly berusia 20 tahun, hamil 16 minggu datang untuk kontrol kehamilannya. Riwayat menstruasi terakhir 15-21 Maret 2020, pasien menstruasi teratur dengan siklus 28-30 hari. Pemeriksaan tanda vital: TD 110/70mmHg, HR 80 kali/menit, RR 20 kali/menit, suhu 36.7°C. Pada pemeriksaan leopold 1 didapatkan TFU di antara simpisis dan umbilikus. Taksiran persalinan pada pasien ini adalah...

a)

18 Januari 2021

b)

8 November 2020

c)

8 Desember 2020

d)

22 Desember 2020

e)

22 November 2020

7.

Ny. Sunrise, usia 26 tahun G2P1A0, melakukan ANC di rumah sakit. Riwayat obstetri: persalinan anak pertama secara SC 2 tahun yang lalu, BBL 2.900 gram. Pasien memiliki riwayat menstruasi teratur dan riwayat makan baik. Tanda vital saat pemeriksaan TD 110/70 mmHg, nadi 96 x/menit, frekuensi nafas 23 x/menit, suhu 36,7°C. Dari hasil pemeriksaan fisik, besar masa kehamilan setinggi pertengahan pusat dan simfisis pubis. Berapakah usia kehamilan kasus diatas?

a)

28 minggu

b)

24 minggu

c)

20 minggu

d)

16 minggu

e)

12 minggu

8.

Seorang perempuan berusia 21 tahun G1P0A0 usia kehamilan 38 minggu datang ke IGD RS dengan gawat darurat RS dengan keluhan keluar lendir darah dan sakit perut tembus belakang yang sering sejak 3 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan obstetrik tinggi fundus uteri 32 cm, bagian bawah teraba kulit keras, punggung kanan, denyut jantung janin 148x/menit dan his 3x/10"/30". Pada pemeriksaan dalam didapatkan vulva vagina normal, porsio pembukaan 5 cm, selaput ketuban utuh, penurunan kepala di Hodge I-2. Apakah diagnosis yang paling tepat?

a)

G1P0A0 inpartu kala I

b)

P1A0 gravid 38 minggu kala III

c)

G1P0A0 gravid 38 minggu inpartu kala I fase aktif

d)

P1A0 gravid 38 minggu kala IV

e)

G1P0A0 gravid 38 minggu inpartu kala I fase laten

9.

Ny. Salsa, usia 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan 38 minggu datang ke UGD dengan keluhan keluar lendir bercampur darah dari kemaluan sejak 2 jam yang lalu. Pasien juga merasakan perutnya kencang-kencang. Tanda vital : TD 100/70 mmHg, nadi 90 x/menit, pernapasan 18 x/menit, T37°C. Pada pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 5 cm, letak kepala ubuh, kepala bayi H I, His 4x0 menit dengan durasi 40". Dilakukan observasi. Kemudian, didapatkan pembukaan 8 cm. Setelah berapa jam penilaian terbaru denyut jantung janin seharusnya?

a)

30 menit

b)

1 jam

c)

2 jam

d)

3 jam

e)

4 jam

10.

Ny. Raeya, usia 27 tahun G2P1A0 usia gestasi 39 minggu datang ke RS dengan keluhan nyeri perut tembus ke belakang sejak 8 jam yang lalu. Nyeri dirasakan makin sering disertai keluar lendir dan darah. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 90 x/menit, frekuensi nafas 18 x/menit, Suhu 36.7°C. Pada pemeriksaan fisik leopold 1 lunak, leopold 2 memanjang di sebelah kiri, leopold 3 keras, leopold 4 teraba 1/5. Pada VT ditemukan pembukaan 8 cm, teraba dagu anterior. Apa tatalaksana yang tepat?

a)

Induksi oksitosin

b)

Ekstraksi Vakum

c)

Ekstraksi Forcep

d)

Persalinan pervaginam

11.

Dokter memberikan magnesium sulfat pada pasien dengan kejang dan edema tungkai. Yang bukan merupakan kontraindikasi pemberian MgSO4 pada pasien adalah?

a)

Ada refleks patella

b)

Tidak ada tanda depresi napas

c)

Tersedia antidotum Ca glukonas 10%

d)

Tersedia antidotum Ca glukonas 5%

e)

Output urin minimal 0,5mL/kgBB/jam

12.

G1P0A0 hamil 38 minggu datang dengan TD 170/110 mmHg, HR 90 kali/menit, RR 20 kali/menit, T 36,7°C, proteinemia (+2), edema. Apa diagnosis yang tepat?

a)

Preeklampsi berat

b)

Preeklampsi ringan

c)

HELLP syndrome total

d)

HELLP syndrome parsial

e)

Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)

13.

Pasien G4P1A3 hamil 33 minggu dengan kejang 15 menit, kesadaran menurun, nadi 120 kali/menit, RR 25 kali/menit, T 37,0°C. Pada pemeriksaan laboratorium: Hb 11,5 g/dL, leukosit 9.000/mm³, trombosit 88.000/mm³, ureum 50 mg/dL, kreatinin 0,8 mg/dL, proteinemia (+2). Apakah terapi medikamentosa awal yang tepat diberikan pada pasien ini?

a)

Fenitoin 20 mg/kgBB intravena

b)

Kalsium Glukonasi 1 gram IV

c)

Magnesium sulfat 10 gram di bokong kiri dan bokong kanan

d)

Magnesium sulfat 4 gram intravena dengan dosis rumatan 6 gram selama 6 jam

e)

Magnesium sulfat 6 gram intravena dengan dosis rumatan 4 gram selama 6 jam

14.

G1P0A0 usia 28 tahun, hamil 7 minggu dengan mual muntah berat. Pemeriksaan fisik: TD 100/70 mmHg, nadi 100 kali/menit, RR 20 kali/menit, suhu 37,6°C. Berat badan turun, turgor kulit lambat. Apakah hasil laboratorium yang Anda harapkan?

a)

Protein +

b)

Bakteri +

c)

Keton +

d)

Leukosit +

e)

Nitrit +

15.

Usia 21 tahun G1P0A0 UK 12 minggu, mual muntah 6–8 kali/hari, sulit makan, BB turun >5%. Tanda vital: TD 100/60 mmHg, HR 102 kali/menit, RR 20 kali/menit, suhu 37°C; kulit kering; keton urin ++. Diagnosis yang tepat?

a)

Hiperemesis gravidarum grade 5

b)

Hiperemesis gravidarum grade 1

c)

Hiperemesis gravidarum grade 3

d)

Hiperemesis gravidarum grade 4

e)

Hiperemesis gravidarum grade 2

16.

G2P1A0 hamil 10 minggu, mual muntah hingga 5–10×/hari, sulit makan, BB turun >5%. Vital: TD 120/70 mmHg, HR 80 kali/menit, RR 20 kali/menit, suhu 37°C. Keton urin negatif. Apa terapi yang tepat diberikan?

a)

Domperidone

b)

Omeprazole

c)

Misoprostol

d)

Promethazine

17.

Usia 22 tahun datang ke IGD dengan keluhan mual muntah hebat 3–5×/hari, menjadi lemas, sulit makan, BB turun. Tanda vital: TD 90/60 mmHg, HR 100 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 36,8°C. Pemeriksaan: kehamilan positif, ketonuria (+). Apa tatalaksana yang sesuai untuk pasien adalah?

a)

Rehidrasi, antasida dan ranitidin

b)

Rehidrasi, pemberian PPI selama 6–8 minggu

c)

Small frequent feeding, vitamin B6, dan misoprostol

d)

Rehidrasi, vitamin B6 dan domperidone

e)

Rehidrasi, vitamin B6 dan ondansetron

18.

Perempuan 30 tahun, G1P0A0 hamil 10 minggu dengan perdarahan dari jalan lahir sejak 1 hari, tidak ada keluhan mual muntah, nyeri perut, atau demam. Pemeriksaan fisik: TD 110/70 mmHg, denyut nadi 90/menit, RR 20/menit, T 36,9°C. Pemeriksaan ginekologi: ostium uteri eksternum tertutup, perdarahan minimal, TFU sesuai usia kehamilan. Diagnosis yang tepat pada pasien ini?

a)

Abortus insipiens

b)

Kehamilan ektopik

c)

Kehamilan ektopik terganggu

d)

Abortus inkomplet

e)

Abortus iminens

19.

Usia 22 tahun, G1P0A0 UK 16 minggu, dibawa ke RS dengan keluhan darah berwarna merah kehitaman dari jalan lahir sejak 3 hari, tanpa nyeri perut. Pemeriksaan: TFU tinggi fundus di antara simfisis dan umbilikus, portio tertutup. Apakah diagnosis yang tepat?

a)

Missed abortion

b)

Kehamilan ektopik

c)

Abortus komplet

d)

Abortus iminens

e)

Abortus inkomplet

20.

Perempuan 30 tahun, G1P0A0 hamil 10 minggu dengan perdarahan dari jalan lahir berupa bercak, tidak ada nyeri perut. Tanda vital: TD 110/60 mmHg, HR 80/menit, RR 20/menit, T 37,0°C. Pemeriksaan ginekologi: portio lunak, ostium eksternum masih tertutup. Apakah diagnosis yang paling tepat pada pasien di atas?

a)

Abortus spontan inkomplit

b)

Abortus spontan komplet

c)

Abortus mengancam

d)

Abortus insipiens

e)

Abortus habitualis

21.

Usia 26 tahun, G1P0A1 hamil 17 minggu dengan riwayat keluar darah dari jalan lahir disertai perut mulas sejak 6 jam. Pemeriksaan abdomen: uterus sebesar telur ayam; TD 100/70 mmHg, nadi 90/menit, RR 18/menit, suhu 36,7°C. Pada pemeriksaan dalam: ostium uteri eksternum tertutup, tidak ada massa pada adneksa, nyeri tekan. Apakah diagnosis yang tepat?

a)

Abortus iminens

b)

Abortus komplet

c)

Abortus insipiens

d)

Abortus inkomplit

e)

Missed abortion

22.

Usia 26 tahun, G3P0A2, UK 8 minggu dengan nyeri perut mendadak sejak 1 hari, riwayat keguguran usia kehamilan 16 dan 10 minggu. Ditemukan tanda vital TD 100/60 mmHg, HR 98 kali/menit, RR 20 kali/menit, T 37°C. Pemeriksaan: perdarahan dari jalan lahir, ostium uteri eksternum tertutup. Diagnosis yang tepat?

a)

Hiperemesis gravidarum

b)

Missed abortion

c)

Mola inkomplit

d)

Mola komplet

e)

Kehamilan ektopik

23.

Usia 20 tahun, G1P0A0 UK 12 minggu datang dengan nyeri perut hebat, perdarahan banyak dari jalan lahir sejak 2 jam. Tanda vital: TD 100/70 mmHg, HR 88/menit, RR 20/menit, suhu 36,5°C. Pemeriksaan dalam: TFU setinggi 1 jari di atas simfisis, ostium tertutup, jaringan di kavum douglas. Tatalaksana definitif kasus di atas adalah?

a)

Laparotomi

b)

Kuretase tajam

c)

Aspirasi vakum manual

d)

Drip oksitosin

e)

Observasi

24.

Usia 22 tahun, G1P0A0 hamil 16 minggu dengan keluhan keluar darah sejak 2 hari. Tanda vital: TD 100/70 mmHg, HR 90/menit, RR 18/menit, suhu 36,7°C. Pemeriksaan obstetri: TFU sesuai usia kehamilan, ostium tertutup, perdarahan minimal. USG: tidak ada aktivitas jantung embrio dalam gestasional sac. Diagnosis yang tepat?

a)

Abortus inkomplit

b)

Blighted ovum

c)

Missed abortion

d)

Abortus imminens

25.

Usia 20 tahun G1P0A0 hamil 16 minggu datang dengan nyeri perut dan perdarahan setelah hubungan seksual. Riwayat keputihan berbau. Tanda vital: TD 90/60 mmHg, nadi 88/menit, RR 18/menit, suhu 36,5°C. Pemeriksaan dalam: portio lunak, serviks terbuka, jaringan di kavum douglas. Diagnosis yang tepat?

a)

Abortus komplet

b)

Abortus inkomplit

c)

Missed abortion

d)

Abortus insipiens

26.

Usia 28 tahun G1P0A0 hamil 14 minggu datang dengan nyeri perut hebat sejak 3 jam, riwayat IUD. Tanda vital: TD 90/60 mmHg, HR 110/menit, RR 18/menit, suhu 36,5°C. Pemeriksaan dalam: nyeri goyang portio, cavum douglas menonjol, cervix tertutup. Dimanakah lokasi tersering dari diagnosis kasus di atas?

a)

Isthmus

b)

Ampulla

c)

Interstitial

d)

Ovarium

e)

Miometrium

27.

Usia 28 tahun G2P1A0 hamil 12 minggu dengan perdarahan jalan lahir sejak 2 jam, nyeri perut kanan bawah. Tanda vital: TD 100/60 mmHg, nadi 100/menit, RR 20/menit, suhu 36,9°C. Pemeriksaan dalam: fornix posterior menonjol dan nyeri goyang portio. Test kehamilan (+). USG: cairan bebas pada cavum douglas. Diagnosis yang tepat?

a)

Abortus insipiens

b)

Kehamilan ektopik

c)

Kehamilan ektopik terganggu

d)

Adnexitis akut

28.

Usia 32 tahun datang dengan nyeri perut dan perdarahan dari jalan lahir. Haid terakhir 6 minggu lalu, hamil 3 bulan. Tanda vital: TD 100/60 mmHg, HR 100/menit, RR 18/menit, suhu 36,5°C. Beta-hCG 1.600 mIU/mL, 4 hari kemudian 1.900 mIU/mL. USG tidak menemukan kavum uteri kosong. Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus ini?

a)

Mola hidatidosa

b)

Kehamilan ektopik terganggu

c)

Abortus imminens

d)

Abortus komplet

29.

Usia 26 tahun, G1P0A0 UK 8 minggu datang ke RS dengan perdarahan jalan lahir sejak 2 hari. Pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, HR 90/menit, RR 20/menit, suhu 36,7°C. Obstetri: TFU sesuai usia, portio tertutup. USG: embrio dengan CRL sesuai usia; tidak tampak aktivitas jantung. Diagnosis yang tepat?

a)

Abortus inkomplit

b)

Blighted ovum

c)

Missed abortion

d)

Abortus imminens

30.

Usia 35 tahun, G2P0A1 UK 10 minggu, mual muntah hebat, darah pada jalan lahir 2 jam, TD 130/70 mmHg, HR 102/menit, RR 18/menit, suhu 36,8°C, fundus di pertengahan simfisis–umbilikus, USG honey comb appearance. Diagnosis kasus tersebut adalah ...

a)

Blighted ovum

b)

Missed abortion

c)

Hiperemesis gravidarum

d)

Mola hidatidosa parsial

e)

Mola hidatidosa komplet

31.

Usia 30 tahun, G3P2A0 UK 17 minggu, mual muntah hebat dibanding kehamilan sebelumnya, perdarahan dari jalan lahir sejak 1 hari. Tanda vital: TD 110/80 mmHg, HR 90/menit, RR 22/menit, suhu 36,5°C. TFU setinggi di atas simfisis dari usia. USG abdomen: snowstorm appearance. Tindakan selanjutnya yang tepat?

a)

Laparotomi

b)

Urinalisis

c)

USG transvaginal

d)

Pemberian obat metotrexat

e)

Periksa kadar beta-hCG

32.

Usia 35 tahun, G4P2A1, UK 37 minggu dengan perdarahan 800 cc dan bergumpal, nyeri perut hebat. Riwayat SC 1 kali dan PPA 2. Tanda vital: TD 90/60 mmHg, HR 105/menit, RR 23/menit, T 37°C. Pemeriksaan obstetri: scar yang menonjol di midline abdomen, bagian janin jelas, DJJ 180 kali/menit. Apakah diagnosis yang paling tepat?

a)

Ruptur uteri

b)

Vasa previa

c)

Plasenta previa

d)

Solusio plasenta

e)

Cephalopelvic disproportion

33.

Usia 29 tahun, G2P1A0 UK 38 minggu dengan perdarahan pervaginam, nyeri perut hebat. Sebelum perdarahan, pasien merasa perut kencang mendadak lalu berhenti. Anak pertama dilahirkan SC atas indikasi CTG non-reassuring. Apa diagnosis yang tepat?

a)

Plasenta previa

b)

Abruptio plasenta

c)

Vasa previa

d)

Ruptur uteri

e)

Abortus imminens

34.

Usia 29 tahun, G2P1A0 hamil 22 minggu untuk ANC rutin. TD 120/80 mmHg, HR 89/menit, RR 20/menit, T 37°C. TFU 1 jari di atas umbilikus. USG: pembuluh darah masuk ke bagian amnion dan berjalan menyebrangi ostium internal, plasenta dekat dengan kerekatan internal. Diagnosis yang paling tepat pada pasien ini?

a)

Plasenta previa

b)

Solusio plasenta

c)

Tali pusat termekua

d)

Tali pusat menumbung

e)

Vasa previa

35.

Usia 30 tahun, G3P2A0 UK 31 minggu dengan perdarahan merah segar 1 jam. Tidak ada nyeri perut. USG: plasenta di tepi ostium interna. Diagnosis yang paling tepat?

a)

Plasenta previa letak rendah

b)

Plasenta previa marginalis

c)

Plasenta previa parsialis

d)

Plasenta previa subtotalis

e)

Plasenta previa totalis

36.

Perempuan 22 tahun, G2P1A0 UK 35 minggu dengan perdarahan dari jalan lahir, spotting, nyeri perut hebat. TD 110/80 mmHg, HR 120/menit, RR 23/menit, T 36,8°C. DJJ 155×/menit kemudian dilakukan USG: plasenta di dinding bawah rahim dan menutupi OUI. Diagnosis pada pasien ini adalah ...

a)

Plasenta previa

b)

Abruptio plasenta

c)

Vasa previa

d)

Ruptur uteri

e)

Abortus imminens

37.

Usia 22 tahun, G2P1A0 UK 35 minggu dengan perdarahan merah gelap 1 jam, nyeri perut hebat. TD 90/60 mmHg, HR 105/menit, RR 23/menit, T 37°C, fundus teraba keras. DJJ 90×/menit, station −. Apa diagnosis yang tepat?

a)

Plasenta previa

b)

Vasa previa

c)

Abortus insipien

d)

Mola hidatidosa

e)

Abruptio plasenta

38.

Usia 31 tahun G1P0A0 hamil 38 minggu dengan perdarahan merah dari jalan lahir, nadi 100×/menit, RR 20×/menit, T 37°C, inspeksi tampak pembuluh darah menutupi jalan lahir. Diagnosis pasien tersebut adalah ...

a)

Vasa previa

b)

Plasenta previa

c)

Solusio plasenta

d)

Ruptur uteri

e)

Abortus komplet

39.

Usia 24 tahun, G1P0A0 kehamilan 36 minggu dengan perdarahan hitam sejak 2 jam, nyeri perut hebat. TD 90/60 mmHg, RR 23/menit, T 36,5°C, fundus setinggi prosesus xiphoideus, perut tegang. Apakah tatalaksana yang tepat?

a)

Persalinan spontan pervaginam dengan induksi persalinan

b)

Ekstraksi forceps

c)

Ekstraksi vakum

d)

Terminasi kehamilan dengan SC

e)

Laparotomi + repair uteri

40.

Usia 30 tahun G1P0A0 dengan perdarahan dari jalan lahir setelah trauma. Haid terakhir 10 minggu lalu. TD 80/60 mmHg, nadi 100×/menit, RR 18×/menit, T 36,7°C. Perdarahan berwarna merah kecoklatan, serviks dilatasi, kavum douglas menonjol dan nyeri goyang serviks. HCG (+). Tatalaksana tepat kasus di atas adalah?

a)

Kuretase tajam

b)

Aspirasi vakum manual

c)

Drip oksitosin

d)

Laparotomi

e)

Sectio caesaria

41.

Usia 22 tahun, G2P1A0 UK 35 minggu, perdarahan dari jalan lahir sejak 3 jam, tanpa nyeri. Pemeriksaan fisik: pucat, TD 110/80 mmHg, HR 90/menit, RR 22/menit, suhu 36,5°C, DJJ 130/menit. Pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan pada pasien?

a)

Pemeriksaan Leopold

b)

Pemeriksaan colok dubur

c)

Pemeriksaan VT

d)

Pemeriksaan dalam

e)

Pemeriksaan CTG

42.

Usia 19 tahun, P3A0 post partum 2 jam dengan perdarahan mengalir dari jalan lahir. TD 80/60 mmHg, nadi 130×/menit, RR 24×/menit, suhu 36,5°C, uterus di atas umbilikus, teraba lembek. Tidak ada massa sisa plasenta. Apakah diagnosis yang tepat?

a)

Retensio plasenta

b)

Ruptur uteri

c)

Sisa plasenta

d)

Atonia uteri

43.

Ny. Sheila usia 35 tahun, P2A0 dirujuk ke rumah sakit oleh bidan desa dengan keluhan perdarahan jalan lahir 1 jam yang lalu. Pasien baru saja melahirkan bayi perempuan dibantu oleh bidan dengan berat 4500 gram. Tanda vital TD 110/70 mmHg, HR 70 kali/menit, RR 20 kali/menit, suhu 36,8°C. Dari pemeriksaan status lokal didapatkan robekan perineum tanpa melibatkan otot perineum. Berapakah derajat laserasi kasus tersebut?

a)

Derajat I

b)

Derajat II

c)

Derajat III a

d)

Derajat III b

e)

Derajat III c

44.

Ny. Jennifer, 27 tahun, G1P0A0, UK 39 minggu dengan keluhan keluhan nyeri perut yang semakin memberat. Diketahui 2 jam yang lalu pasien mengalami persalinan pervaginam yang dipersulit dengan retensio plasenta. Dokter melakukan manual plasenta setelah tali pusat gagal berkali-kali. Tanda vital TD 120/80 mmHg, HR 70 kali/menit, RR 20 kali/menit, suhu 36,8°C. Pada pemeriksaan genitalia ditemukan perdarahan aktif dari vagina dengan massa melengkar yang keluar dari vagina. Fundus tidak teraba pada pemeriksaan abdomen. Apakah penyebab perdarahan postpartum pada kasus ini?

a)

Ruptur uteri

b)

Bisa

c)

Sisa plasenta

d)

Atonia uteri

e)

Prolaps uteri

45.

Ny. Flo, usia 32 tahun P1A0 dibawa oleh keluarganya ke IGD dengan keluhan perdarahan jalan lahir. Riwayat persalinan di tolong oleh dukun 1 jam yang lalu. Bayi lahir dengan berat badan 4200 gram. Pemeriksaan tanda vital : TD 100/60 mmHg, nadi 90 ×/menit, pernapasan 18 ×/menit, T37°C. Pemeriksaan fisik abdomen didapatkan TFU dua jari di bawah umbilikus dan kontraksi baik. Pemeriksaan vulvo vaginal didapatkan laserasi pada mukosa vagina, otot-otot perineum, sfingter ani eksterna hingga sfingter ani interna. Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus di atas?

a)

Ruptur Perineum Grade I

b)

Ruptur Perineum Grade II

c)

Ruptur Perineum Grade III A

d)

Ruptur Perineum Grade III B

e)

Ruptur Perineum Grade III C

46.

Ny. Shin Min Ah, usia 29 tahun, P2A0 datang ke IGD setelah melahirkan 1 jam yang lalu di bidan, plasenta belum berhasil dikeluarkan walaupun sudah dilakukan manajemen aktif kala 3 berupa pemberian 10 satuan oksitosin intramuskular setelah 30 menit. Tanda vital TD 120/80 mmHg, HR 89 kali/menit, RR 20 kali/menit, T 37°C. Tindakan apakah yang paling tepat dilakukan berikutnya?

a)

Injeksi oksitosin

b)

Injeksi metilergometrin

c)

Pemberian misoprostol

d)

Sectio caesarea

e)

Manual plasenta

47.

Ny. Kelly, usia 37 tahun, datang ke RS dengan keluhan perdarahan pasca persalinan 1 jam lalu dan dirujuk oleh bidan. Plasenta telah lahir dengan kotiledon lengkap. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 110 kali/menit, laju napas 28 kali/menit, suhu 37,8°C. Pada pemeriksaan uterus teraba lunak. Apa tatalaksana yang tepat pada kasus ini?

a)

Resusitasi cairan + kortikosteroid

b)

Resusitasi cairan + antibiotik

c)

Resusitasi cairan + asam traneksamat

d)

Resusitasi cairan + MgSO₄

e)

Resusitasi cairan + oksitosin

48.

Ny. Victoria, usia 25 tahun, P2A0 dibawa ke RS karena mengalami perdarahan terus-menerus sejak 4 jam setelah melahirkan. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 90/60 mmHg, nadi 104 kali/menit, laju napas 20×/menit, suhu 36,7°C. Pasien ditolong oleh mahasiswa kebidanan, dan bersalin di puskesmas. Terdapat riwayat plasenta ditarik keluar dengan kuat sehingga tampak massa berwarna kemerahan keluar dari introitus dengan permukaan kasar. Apakah kondisi yang tepat pada pasien tersebut?

a)

Ruptur uteri

b)

Inversio uteri

c)

Prolaps uteri

d)

Abruptio plasenta

e)

Atonia uteri

49.

Ny. Calista, usia 22 tahun, P1A0 post partum 12 jam, dirujuk dengan keluhan pasien tidak bisa kencing. Pasien sudah dilakukan suntik oksitosin 10 unit. Tanda vital TD 110/80 mmHg, nadi 98 ×/menit, RR 20 ×/menit, T 36,7°C. Pada pemeriksaan tampak tali pusat menjulur melalui jalan lahir. Apakah tindakan selanjutnya yang dilakukan terhadap pasien tersebut?

a)

Suntik oksitosin

b)

Peregangan tali pusat terkendali

c)

Pasang i.v. line 2 jalur

d)

Manual plasenta

e)

Kompresi bimanual

50.

Ny. Sandra, usia 31 tahun G2P1A0 usia kehamilan 38 minggu dibawa ke IGD Puskesmas karena nyeri dan keluar cairan ketuban. Pemeriksaan fisik didapatkan pembukaan lengkap. Kemudian dipimpin untuk bersalin, namun bayi tak kunjung lahir kemudian dilakukan manuver cerdle untuk membantu persalinan. Setelah bayi dan plasenta lahir terjadi perdarahan aktif. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 110 ×/menit, frekuensi napas 18 ×/menit, suhu 36,8°C. Pemeriksaan genitalia didapatkan tampak endometrium terbalki di vulva, perdarahan (+), laserasi jalan lahir (−). Apakah tatalaksana awal pada kasus ini?

a)

Rujuk

b)

Resusitasi cairan

c)

Reposisi manual uteri

d)

Laparotomi

e)

Histerektomi

51.

Ny. Cici, usia 35 tahun P1A0 dirujuk dari praktik bidan dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir setelah melahirkan 2 jam yang lalu. Perdarahan masih keluar dari jalan lahir pasien. Pasien tampak lemah, TD 90/60 mmHg, nadi 90 kali per menit, RR 20 kali/menit, suhu 37°C. Pada palpasi kontraksi uterus kuat, pada inspeku tidak didapatkan laserasi vagina, namun ditemukan laserasi serviks. Hb pasien 9 g/dL, WBC 7000/mm³, PLT 155.000/mm³. Tindakan utama yang tepat pada pasien ini?

a)

Reposisi manual

b)

Transfusi darah

c)

Kompresi bimanual

d)

Resusitasi cairan

e)

Repair serviks

52.

Ny. Maya usia 36 tahun P2A0 dirujuk ke IGD RS post partum 2 jam yang lalu dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir. Keluhan disertai lemas, pucat. Pasien terpasang infus dengan drip oksitosin. Tanda vital TD 100/70 mmHg, nadi 100×/menit, RR 24×/menit T 36,7°C. Pemeriksaan abdomen uterus terasa lembek. Selama eksplorasi didapatkan kesan plasenta lahir lengkap. Tidak didapatkan laserasi jalan lahir. Apakah tindakan yang awal untuk menangani pasien tersebut?

a)

Memasang tampon uterus

b)

Injeksi oksitosin

c)

B-Lynch suture

d)

Kompresi bimanual abdomen

e)

Manual plasenta

53.

Ny. Maya, usia 26 tahun datang ke UGD dengan keluhan perdarahan terus menerus. Pasien baru saja melahirkan 1 minggu lalu. Keluhan perdarahan disertai sekret berbau busuk. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 90 ×/menit, frekuensi napas 18 ×/menit, suhu 38°C, nyeri tekan suprasimfisis (+), uterus teraba setinggi umbilikus. Pada pemeriksaan lab Hb 9 g/dL, WBC 14.000/mm³, PLT 150.000/mm³. Diagnosis yang tepat?

a)

Perdarahan postpartum e.c. ruptur uteri e.c. manuver kristeller

b)

Perdarahan postpartum e.c. subinvolusi uteri e.c. endometritis

c)

Perdarahan postpartum e.c. ruptur serviks e.c. manuver kristeller

d)

Perdarahan postpartum e.c. subinvolusi uteri e.c. sisa plasenta

e)

Perdarahan postpartum e.c. atoni uteri

54.

Ny. Alesia, usia 26 tahun, datang ke RS dengan keluhan demam sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai nyeri perut bawah. Pasien juga mengeluhkan perdarahan pervaginam sejak melahirkan anak pertamanya 1 minggu yang lalu dengan BB 2800 gram. Darah nifas sebanyak 3 pembalut penuh dan berbau busuk. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 89 kali/menit, RR 20 kali/menit, T 38,5°C, nyeri tekan hypogastrium. Payudara keras dan berisi penuh air susu. Fundus uteri teraba di atas simfisis dan umbilikus. Tatalaksana yang tepat untuk pasien ini adalah...

a)

Ampicillin 2 g IV setiap 6 jam + Metronidazole 500 mg IV tiap 8 jam

b)

Ampicillin 2 g IV setiap 6 jam + Gentamisin 5 mg/kgBB IV tiap 8 jam

55.

Ny. Camila, Usia 24 tahun , G1P0A0 UK 36 Minggu datang untuk pemeriksaan trimester 3 antenatal care. Saat ini pasien mengeluhkan keluarnya cairan bening dari jalan lahir sejak 1 jam yang lalu. Pergerakan janin masih aktif. Keluhan tidak disertai dengan nyeri perut maupun keluar darah. Dari pemeriksaan fisik obstetrik ditemukan TFU 38 cm, DJJ 150 kali/1, Leopold 1 terdapat bagian tubuh yang panjang dan keras, leopold II terdapat bagian tubuh yang panjang dan keras, terasa leopold IV konvergen. Apakah diagnosis yang tepat?

a)

G1P0A0 UK 36 minggu, janin presentasi kepala, tunggal hidup + Persalinan Preterm

b)

G1P0A0 UK 36 minggu, janin presentasi bokong, tunggal hidup + Premature Rupture of membran

c)

G1P0A0 UK 36 minggu, janin presentasi kepala, tunggal hidup + Preterm Premature Rupture Of membran

d)

G1P0A0 UK 36 minggu, janin presentasi bokong, tunggal hidup + Inpartu

56.

Ny. Helen, usia 30 tahun G3P2A0 UK 38 minggu datang ke RS dengan keluhan keluar air deras dari jalan lahir sejak 30 menit yang lalu. Keluhan tidak disertai adanya darah keluar dari darah. Keluar air berbau namun warna kuning disangkal. Tanda vital TD 120/80 mmHg, HR 100 kali/menit, RR 20 ×/menit, suhu 36,7°C. Pemeriksaan obstetrik didapatkan tinggi fundus sesuai usia kehamilan. Dokter melakukan pemeriksaan sampel cairan vagina dan didapatkan hasil berbentuk pakis pada mikroskopis. Apakah diagnosis pada pasien tersebut?

a)

Inpartu kala I fase laten

b)

Inpartu kala I fase aktif

c)

Preterm labor

d)

Preterm Premature Rupture Of membran

e)

Premature Rupture Of Membrane

57.

Ny. Meylisa usia 20 tahun, diantar suaminya ke IGD dengan keluhan keluar air-air dari kemaluannya sejak 3 jam yang lalu. Pasien hamil 35 minggu sebelumnya rutin kontrol ke bidan. Dari anamnesis didapatkan keterangan keluar air-air kurang lebih 1 gelas (250 ml) tidak disertai darah. Tidak dirasakan nyeri dan mulas pada perut. Tanda vital TD 110/70 mmHg, HR 84 kali/menit, RR 20 kali/menit, suhu 36,9°C. Apa tatalaksana yang tepat?

a)

Eritromicin 4×250 mg + oksitosin

b)

Eritromicin 4×250 mg + tocolitik

c)

Betametason 2 × 12 mg + oksitosin

d)

Rawat jalan + Eritromicin 4×250 mg

e)

Rawat jalan + Eritromicin 4×250 mg + Deksametason 4 × 6 mg

58.

Ny. Bella, usia 28 tahun, G2P1A0, UK 36 minggu datang ke RS dengan keluhan demam sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai keluar air-air deras dari kemaluan. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 110/70 mmHg, HR 130 kali/menit, RR 23 kali/menit, suhu 38,4°C. Pada pemeriksaan obstetrik ditemukan cairan kehuningan berbau yang keluar dari jalan lahir. Pada pemeriksaan dalam ditemukan pembukaan 0 cm. DJJ 120 kali/menit. Analisa cairan tersebut mengubah kertas nitrazin menjadi warna biru. Pemeriksaan darah rutin dijumpai leukositosis. Apakah diagnosis yang paling tepat pada pasien ini?

a)

Syok sepsis

b)

Abortus septik

c)

Korioamnionitis

d)

Salpingitis

e)

Ketuban pecah dini

59.

Ny. Jane, usia 22 tahun G2P1A0, hamil 28 minggu datang ke RS dengan keluhan demam tinggi sejak 2 hari yang lalu, keluhan disertai mengigil. Sebelumnya pasien jatuh dari tangga, perdarahan pervaginam tidak ada, hanya keluar seperti air kencing dari kemaluan. Kesadaran compos mentis, TD 100/70 mmHg, HR 106 kali/menit, RR 22 kali/menit, T 38,8°C, pemeriksaan abdomen didapatkan TFU setinggi pertengahan umbilikus dan proce xiphoideus, DJJ 170 kali/menit. Inspekulo tampak cairan warna kehijauan, berbau busuk, OUE tertutup. Dari hasil laboratorium didapatkan Hb 11 g/dL, WBC 13.000/mm³, PLT 150.000/mm³, Neutrofil segmen 78%. Apakah diagnosis pasien tersebut?

a)

Syok Sepsis

b)

Infeksi puerperalis

c)

Abortus septik

d)

Korioamnionitis

e)

Endometritis

60.

Ny. Dita, berusia 32 tahun G2P1A0 hamil 38 minggu melahirkan didukun beranak. Sejak 2 jam bayi tidak kunjung lahir. Kemudian pasien dibawa kerumah sakit. Pasien memiliki riwayat melahirkan anak pertama spontan pervaginam. Selama ANC rutin untuk kehamilan kedua ini, pasien dikatakan memiliki GDM (GDMP) dan berhasil melakukan pembebanan 75 gram: 215 mg/dL. Pemeriksaan fisik: TD 100/70 mmHg, nadi 90 ×/menit, pernapasan 18 ×/menit, T37°C. Tampak kepala bayi sudah terdorong keluar, tetapi kembali ke dalam vagina setelah kontraksi. Perkiraan berat badan bayi 5.000 gram. Diagnosis yang tepat adalah...

a)

After coming head

b)

Retensio bayi

c)

Distosia bahu

d)

Kala I lama

e)

Kala II lama

61.

Ny. Cameron, bersuia 32 tahun, G3P2A0 usia kehamilan 38 minggu datang ke IGD dengan keluhan perut terasa kencang-kencang sejak 1 jam yang lalu dan keluar air dari kemaluan. Pemeriksaan tanda vital TD 120/80 mmHg, HR 89 kali/menit, RR 20 kali/menit, T 36,7°C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TFU sesuai satu jari dibawah proc xiphoideus. DJJ 150 kali/menit, presentasi kepala, sudah masuk PAP, kontraksi 4× dalam 10 menit, selama 40–60 detik. Saat pembukaan lengkap, ibu dipimpin meneran dan sesuai usia kehamilan tanpa kontraksi. Pada pemeriksaan Leopold I ditemukan massa bulat keras dengan ballottement (+), Leopold II punggung kanan, Leopold III tidak didapatkan ballottement. Pada USG ditemukan kedua kaki ekstensi. Apakah presentasi janin yang tepat pada kasus ini?

a)

Frank Breech

b)

Complete Breech

c)

Incomplete Breech

d)

Presentasi kaki

e)

Presentasi kepala

62.

Ny. Marisa, usia 22 tahun G1P0A0 UK 38 minggu datang ke RS dengan keluhan nyeri perut semakin sering sejak 2 jam yang lalu. Keluhan disertai keluar lendir dari jalan lahir. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 90 ×/menit, frekuensi napas 18 ×/menit, Suhu 36,7°C. Pada pemeriksaan ditemukan his 3× selama 30–40 detik tiap 10 menit, palpasi 1 teraba kepala, leopold 2 teraba struktur memanjang di sisi kiri, leopold 3 teraba lunak, taksiran berat janin 2700 gram. Pada pemeriksaan dalam pembukaan 4 cm, ketuban (+), teraba bagian kecil. Diagnosis yang tepat?

a)

G1P0A0 hamil preterm intrauterin letak presentasi kepala

b)

G1P0A0 hamil preterm ketuban pecah dini

c)

G1P0A0 hamil aterm inpartu kala I fase aktif letak sunsang

d)

G1P0A0 hamil aterm inpartu kala I fase laten letak oblique

63.

Ny. Ann, berusia 29 tahun, G2P1A0, hamil 38 minggu datang ke RS sejak 8 jam yang lalu. Keluhan disertai dengan keluarnya cairan dari jalan lahir sejak 8 jam yang lalu. Riwayat persalinan sebelumnya dengan ekstraksi forceps karena gawat janin. Riwayat penyakit lain tidak ada. Pada pemeriksaan didapatkan keadaan umum baik, kesadaran compos mentis. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 82 ×/menit, RR 18 ×/menit, suhu 36,8°C. Tinggi fundus uteri 32 cm, hs 2–3× dalam 10 menit, DJJ 158 ×/menit, palpasi fundus uteri terasa bagian keras, bulat dan menonjol, bagian di atas simfisis teraba bagian lunak dan tidak kelementing. Pemeriksaan dalam didapatkan darah di jalan lahir, porsio ‘kelun’, pdaetarian 50%, ostium uteri eksternum terbuka, pembukaan 6 cm, ketuban tidak aktif, air ketuban jernih, teraba tali pusat, pulsasi (+). Pemeriksaan penunjang didapatkan Hb 12,2 g/dL, leukosit 9.000/mm³, trombosit 680.000/mm³, GDS 110 g/dL. Apakah diagnosis yang paling tepat?

a)

Inpartu kala 1 fase deselerasi, letak bokong, fetal distress

b)

Inpartu kala 1 fase deselerasi, letak bokong, fetal distress, dengan ketuban pecah dini

c)

Inpartu kala 1 fase akselerasi, presentasi kepala, dengan prolaps tali pusat

d)

Inpartu kala 1 fase deselerasi, letak bokong, presentasi bokong, dengan prolaps tali pusat terumbung

64.

Ny. Warren, usia 22 tahun, UK 37 minggu datang ke RS untuk pemeriksaan ANC rutin. Sejak 2 ANC lalu, janin diketahui memiliki presentasi sunsang. Pada pemeriksaan tanda vital TD 110/70 mmHg, HR 78 kali/menit, RR 17 kali/menit, suhu 36,6°C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan abdomen sepu, TFU sesuai usia kehamilan tanpa kontraksi. Pada pemeriksaan Leopold I ditemukan massa bulat keras dengan ballottement (+), Leopold II punggung kanan, Leopold III tidak didapatkan ballottement. Pada USG ditemukan kedua kaki ekstensi. Apakah presentasi janin yang tepat pada kasus ini?

a)

Frank Breech

b)

Complete Breech

c)

Incomplete Breech

d)

Presentasi kaki

e)

Presentasi kepala

65.

Ny. Emmy, usia 33 tahun, G3P2A0 kehamilan 38 minggu datang ke UGD dengan keluhan ingin kencing kenceng sejak 2 jam yang lalu. Tanda vital dalam batas normal. Pada pemeriksaan didapatkan his 1×/10 detik tiap 5 menit, pembukaan 3 cm dan ketuban intak. 15 menit kemudian ketuban pecah, dilakukan pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 4, ketuban tidak jernih, air ketuban jernih, teraba tali pusat, pulsasi (+), teraba tali pusat. Apakah diagnosis yang sesuai?

a)

Ketuban pecah dini

b)

Tali pusat terkendali

c)

Lilitan tali pusat

d)

Tali pusat menumbung

e)

Tali pusat terkemuka

66.

Ny. Juice, usia 28 tahun, G2P1A0, UK 39 minggu datang ke puskesmas dengan keluhan keluar cairan bening dari jalan lahir. Keluhan disertai nyeri pada perut yang semakin memberat. Pada pemeriksaan tanda vital TD 110/70 mmHg, HR 89 kali/menit, RR 20 kali/menit, suhu 37°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan his 1 kali setiap 10 menit dengan durasi 20 detik. DJJ 160 kali/menit. Pada VT ditemukan bukaan 2 cm dan teraba semacam tali pusat. Tatalaksana yang wajar?

a)

Fowler position

b)

Left lateral decubitus

c)

Knee chest position

d)

Manuver no per

e)

Posisi litotomi

67.

Ny. Mitie, usia 30 tahun, G1P0A0, UK 38 minggu datang ke puskesmas dengan keluhan keluar cairan bening dari jalan lahir. Keluhan disertai nyeri pada perut yang semakin memberat. Pada pemeriksaan tanda vital TD 110/70 mmHg, HR 89 kali/menit, RR 20 kali/menit, suhu 37°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan his 2 kali setiap 10 menit dengan durasi 20 detik. DJJ 170 kali/menit, Pada VT ditemukan bukaan 3 cm dan teraba semacam tali berdenyut yang nampak dari jalan lahir, terdapat mekonium pada sarung tangan. Tatalaksana yang tepat?

a)

Rujuk ke faskes sekunder dan berikan oksigen

b)

Berikan oksigen dan posisi knee chest, rujuk ke faskes sekunder

c)

Segera lahirkan bayi karena sudah terjadi fetal distress

d)

Lakukan SC

e)

Menindaklanjuti tali pusat manual, kemudian rujuk ke faskes sekunder