Font size
WorksheetsPediatri 1
Total questions: 99
Worksheet time: 50mins
Seorang perempuan usia 24 tahun melahirkan bayi laki-laki pervaginam dengan BBL 2200 gram. Bayi lahir dengan usia kehamilan 30 minggu, APGAR score 6 pada menit pertama. Saat bayi lahir tampak kebiruan, tidak menangis dan tonus otot lemah. Apakah tindakan yang harus dilakukan terhadap bayi tersebut?
VTP 21%
VTP + kompresi dada
Injeksi adrenalin
Keringkan, hangatkan dan stimulasi rangsangan
Oksigen sungkup 100%
Seorang bayi perempuan baru lahir dari ibu dengan riwayat DM tidak terkontrol dengan usia kehamilan 42 minggu. Sebelumnya, ibu telah dipimpin meneran namun diputuskan untuk SC disebabkan oleh resiko kesulitan mengeluarkan bahu bayi. Dokter kemudian menilai keadaan umum bayi tersebut. Apakah informasi yang dibutuhkan oleh dokter sebelum melakukan resusitasi neonatus?
Tonus otot dan usia kehamilan
GDS ibu dan GDS bayi
BB lahir dan usia bayi
Tonus otot dan menangis atau tidak
Apgar skor dan warna ketuban
Seorang bayi laki-laki lahir dari ibu P2A0 secara spontan dengan BB 3200 gram dan PB 49 cm. Pada saat lahir bayi langsung menangis, bergerak aktif, frekuensi denyut jantung 144x/menit, ekstremitas kebiruan. Berapakah nilai APGAR pada bayi ini?
6
7
8
9
10
Seorang bayi perempuan baru lahir secara spontan per vaginam dari ibu G1P0A0, dengan ketuban hijau kental disertai meconium staining pada bayi. Saat lahir anak tampak menyeringai lemah, badan dan ekstremitas tampak kebiruan, denyut jantung 120 bpm, napas tampak lambat dan ireguler, serta tonus otot lemah, kaki dan tangan hanya fleksi sedikit. Berapakah APGAR score pasien di atas?
4
5
6
7
9
Seorang bayi perempuan lahir di Puskesmas secara spontan dari ibu G5P3A1 usia gestasi 38 minggu dengan presentasi belakang kepala. Setelah bayi lahir, bayi tampak tidak bernapas, tonus otot lunglai, dan, tidak ada detak jantung. Setelah dilakukan ventilasi tekanan positif, kompresi dada, pemberian cairan, dan obat-obatan selama 20 menit tetap tidak ada respon. Apakah tindakan selanjutnya yang paling tepat?
Menghentikan resusitasi
Mengulangi resusitasi dari awal
Memperbaiki langkah resusitasi
Melanjutkan resusitasi hingga 15 menit
Merujuk setelah meresusitasi
Bayi laki laki berusia 3 hari datang dibawa ke Puskesmas oleh ibunya karena ada benjolan di bagian belakang kepala. Bayi lahir spontan pervaginam ditolong bidan, berat lahir bayi 3200 gram. Saat persalinan dikatakan berlangsung lama karena ibu kelelahan saat mengedan. Saat lahir bayi aktif, menangis kuat, menyusu dengan baik serta berhasil IMD. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya benjolan berukuran 2x3 cm yang teraba lunak serta melewati garis sutura. Apa diagnosis yang paling mungkin dari kondisi bayi di atas?
Spina bifida
Meningocele
Subdural hematom
Cephal hematom
Caput suksedaneum
Bayi laki-laki usia 2 hari dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan ada benjolan di kepala. Riwayat persalinan dengan forceps. Dari pemeriksaan fisik ada pembengkakan di parietal kanan, batas tegas, tidak melewati sutura. Diagnosis?
Caput succedaneum
Cephal hematome
Perdarahan subgael
Perdarahan subdural
Extradural hematome
Bayi berusia 2 hari, lahir dengan ekstraksi vakum karena partus lama. Pada pemeriksaan fisik didapatkan penurunan kesadaran, mulut kering, ada benjolan di kepala yang bertambah besar, kemerahan, tekanan darah 70/40 mmHg, ada gejala syok, perdarahan melewati sutura. Diagnosis yang tepat adalah?
Caput sucadanaum
Subgaleal hematom
Cepal hematom
EDH
Intracerebral hemorrhage
Bayi baru lahir dirujuk oleh bidan ke RS karena tampak pucat dan ikterik. Riwayat persalinan normal pervaginam, usia kehamilan cukup bulan, berat badan lahir 2.900 gram dan panjang badan 89 cm. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal, didapatkan anemia dan ikterus kramer IV. Pemeriksaan lab: Hb 6 g/dL, Hct 28%, eritrosit 2.400.000/µL, leukosit 9.200/mm3, trombosit 160.000/mm3. Ibu pasien memiliki golongan darah O rhesus positif dan bayi B rhesus positif. Apakah kemungkinan diagnosis untuk kasus di atas?
Thalassemia
Asfiksia neonatorum
Sepsis neonatorum
Inkompatibilitas rhesus
Inkompatibilitas ABO
Bayi perempuan usia 1 hari dibawa ibunya ke dokter karena kuning satu badan. Riwayat demam disangkal. BAB warna coklat dan urin warna kuning jernih. Riwayat lahir normal di bidan, usia cukup bulan, berat badan lahir normal. Bayi mendapatkan ASI eksklusif. Pemeriksaan fisik tanda vital normal, sklera ikterik, ikterus kramer IV. Pemeriksaan penunjang bilirubin total 19 mg/dL, bilirubin indirek 18 mg/dL, bilirubin direk 1 mg/dL. Apa yang harus dilakukan pada bayi ini?
Fototerapi
Transfusi tukar
Medikamentosa
Suportif
Observasi
Seorang bayi berusia 5 hari dibawa ke dokter karena kuning sejak 1 hari yang lalu. Bayi lahir cukup bulan tanpa komplikasi. Selama ini bayi minum ASI dengan kuat sekitar 5–6x/hari. Pemeriksaan fisik nadi 130x/m, RR 30x/m, suhu 36,5°C; pemeriksaan lain dalam batas normal. Hasil lab bilirubin total 7,5 mg/dL, bilirubin indirek 6,6 mg/dL, bilirubin direk 0,9 mg/dL. Apakah terapi yang tepat?
Pasang infus dan rehidrasi
Berikan susu formula tambahan
Fototerapi
Transfusi tukar
Berikan ASI lebih sering
Bayi laki-laki berusia 3 bulan dibawa UGD RS oleh ibunya karena keluhan kuning yang muncul sejak bayi berusia 1 bulan. Bayi juga dikeluhkan air kencing berwarna kuning pekat dan feses berwarna putih dempul. Keluhan juga disertai penurunan BB. Pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 134x/menit, suhu 37,8°C dan frekuensi napas 38x/menit, kedua mata ikterik, hepar membesar teraba 3 jari di bawah arcus costae dengan konsistensi keras, limpa teraba membesar (S2), ikterus Kramer IV. Pada pemeriksaan lab didapatkan bilirubin total 14,0, bilirubin direk 11,8, SGOT 317, SGPT 183, ALP 783, gamma GT 360. Apakah diagnosis yang tepat?
Hepatitis akut
Hepatitis kronis
Atresia bilier
Kolesistitis akut
Hepatoblastoma
Bayi laki laki usia 17 hari dibawa ke dokter karena keluhan kuning dan lemas. Ibu juga mengeluhkan bayi malas menetek sejak 2 hari ini. Riwayat persalinan pervaginam, BBL 2.300 gram, uk 30 minggu. Riwayat mendapatkan terapi sinar selama 3 hari kehidupan pertamanya, namun orang tua pasien memutuskan pulang paksa. Pemeriksaan fisik bayi tampak lemas, hipotonis, ikterus Kramer 5. Hasil lab bilirubin total 21, bilirubin indirek 18. Diagnosa pasien ini adalah?
Sepsis
Kernikterus
Atresia bilier
Hemolisis of newborn
DIC
Bayi baru lahir 6 jam yang lalu dirujuk oleh bidan ke RS karena tampak pucat dan ikterik. Riwayat persalinan normal pervaginam, usia kehamilan cukup bulan, BBL 2.900 gram, AS 8–9. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal, didapatkan anemis dan ikterus kramer IV. Pemeriksaan lab: Hb 9 g/dL, Hct 28%, Eritrosit 2.400.000, Leukosit 9.200, Trombosit 160.000. Ibu pasien memiliki golongan darah A rhesus positif dan bayi B rhesus negatif. Apakah diagnosa pasien ini?
Anemia
Asfiksia neonatorum
Sepsis neonatorum
Hydrops fetalis
Hemolytic disease of newborn
Didapatkan retraksi dada dan akrosianosis. Ibu bayi mengatakan hanya sekali melakukan ANC saat usia kehamilan 3 bulan. Apakah diagnosis paling mungkin pada bayi ini?
Transient Takipneu of the Newborn
Hyalin membrane disease
Sepsis neonatorum
Mekonial Aspirasi
Pneumonia
Seorang bayi perempuan baru lahir di ruang perinatology dengan usia kehamilan 30 minggu mengalami sesak napas dan kebiruan. Riwayat persalinan pervaginam dan skor Apgar 6/8. Pemeriksaan fisik didapatkan retraksi dinding dada, nafas cuping hidung dan akrosianosis. Apakah kemungkinan temuan radiologis thoraks yang didapatkan pada bayi tersebut?
Honey comb appearance
Hiperinflasi
Ground glass appearance
Patchy infiltrate
Infiltrat peribronchial
Seorang bayi usia 4 jam dirujuk bersama bidan ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan utama sesak nafas. Dari hasil anamnesis didapatkan usia kehamilan ibu 28 minggu dan berat badan bayi saat lahir 1100 gram. Dari pemeriksaan fisik didapatkan RR 60x/menit, nadi 170x/menit, dan Tax 38°C. Bayi tampak sianosis, nafas cuping hidung (+), retraksi substernal (+), dan retraksi intercosta (+). Dari hasil foto radiologi tampak pengembangan paru kurang dengan gambaran bell shaped thorax, ground glass dengan granuloretikular dan air bronkogram (+). Penyebab dari kasus ini adalah?
Defisiensi surfaktan
Kegagalan transformasi sirkulasi
Aspirasi mekonium
Infeksi parenkim paru kongenital
Keterlambatan clearance cairan paru
Bayi laki laki berusia 12 jam di rujuk ke Rumah Sakit oleh bidan karena tampak merintih sejak 4 jam SMRS. Bayi lahir spontan pervaginam, ditolong bidan, dari ibu G2P1A0 usia gestasi 40 minggu. Saat lahir ketuban kehijauan (mekoneum pada ketuban), tubuh bayi terdapat meconium staining. Dari pemeriksaan fisik tampak bayi terdapat sianosis pada mulut dan jari tangan serta kaki, terdapat warna kehijauan pada tali pusat. Bayi tampak sesak, terdapat pernafasan cuping hidung dan retraksi interkosta, RR 81x/menit, HR 180 bpm. Apakah diagnosis yang mungkin dari kondisi pasien diatas?
Pneumonia
Respiratory distress syndrome
Sindroma aspirasi mekonium
Asfiksia neonatorum
Transient takipnea of the newborn
Anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke dokter dengan keluhan bengkak di pipi kanan dan leher kanan. Keluhan sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai demam, lemah dan lelah. Teman sekelas pasien juga mengalami hal yang sama. Apakah diagnosa dari kasus tersebut?
Parotitis epedemika
Limfadenitis
Limfoma burkit
Limfoma Hodgkin
Parotitis supuratif
Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa ibunya berobat ke poliklinik dengan keluhan demam sejak 2 hari yang lalu disertai batuk pilek. Pasien juga mengalami bengkak di depan telinga hingga rahang bawah kanan. Pasien mengeluh merasa nyeri jika memakan makanan yang masam. Ibu pasien mengatakan beberapa teman anaknya mengalami hal yang serupa. Apakah kemungkinan mikroorganisme penyebab kasus diatas?
Mumpsvirus
Rotavirus
Parainfluenza
EBV
Rhinovirus
Seorang anak laki-laki usia 7 tahun di bawa ibunya berobat dengan keluhan demam sejak 2 hari yang lalu disertai batuk pilek. Pasien juga dikeluhkan bengkak di depan telinga hingga rahang bawah kanan. Pasien mengeluh merasa nyeri jika memakan makanan yang masam. Pemeriksaan fisik didapatkan suhu febris, edema pada daerah pre aurikular hingga submandibula kanan, teraba lunak, nyeri tekan (+). Apakah komplikasi yang sering terjadi?
Orchitis
Cystitis
Meningitis
Ensefalitis
Rhinitis
Seorang anak perempuan usia 2 tahun datang dengan keluhan demam disertai batuk sejak 5 hari. Saat ini muncul kemerahan di kulit namun tidak disertai gatal. Pasien juga dikeluhkan kedua mata merah dan berair sejak 1 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik nadi 100 x/menit, RR 28 x/menit, T 38 C, ditemukan konjungtivitis ODS, dan makulopapular eritema kasar pada bagian wajah, leher, badan dan ekstremitas. Hasil pemeriksaan lain dalam batas normal. Apakah diagnosis yang tepat?
Morbili
Rubela
Mumps
Demam dengue
Demam scarlet
Seorang anak berusia 2 tahun datang dengan keluhan muncul bercak kemerahan di seluruh tubuh. Awalnya bercak kemerahan muncul di belakang telinga, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Seminggu sebelum muncul bercak kemerahan pasien dikeluhkan demam batuk pilek. Pemeriksaan fisik menunjukkan RR 30x/menit, Nadi 100x/menit, T39C. Terapi yang tepat untuk pasien di atas adalah?
Antipiretik
Antipiretik dan vitamin A
Antipiretik dan antibiotic
Antibiotik dan vitamin A
Antipiretik, Antibiotik dan Vitamin A
Anak perempuan umur 7 tahun dibawa ibunya ke IGD dengan keluhan bercak merah di seluruh tubuh. Keluhan awalnya mulai dari belakang telinga, kening kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Pasien mengalami demam tinggi sejak 4 hari yang lalu. Demam tidak disertai keluhan lain. Nadi 98x/m, RR 24x/m, Suhu 37.8C. Pemeriksaan fisik didapatkan limfadenopati coli. Apakah kemungkinan diagnosa pasien ini?
Kawasaki disease
Rubella
Roseola
Measles
Demam scarlet
Seorang bayi perempuan berusia 9 bulan dibawa ibunya ke RS dengan keluhan timbul bintik-bintik merah pada tubuh. Keluhan didahului demam tinggi sejak 3 hari yang lalu dan pada hari ketiga kemudian demamnya turun dan keluar bintik-bintik merah di seluruh tubuh. Bayi tidak rewel dan tidak didapatkan keluhan yang lain. Pada saat demam hari kedua bayi dibawa ke Puskesmas dan mendapat terapi penurun panas dan antibiotika amoksisilin. Pemeriksaan fisik menunjukkan ruam makulopapular di seluruh tubuh sementara pemeriksaan lain dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
Rubella
Rubeola
Scarlet fever
DBD grade I
Roseola infantum
Seorang anak laki-laki usia 4 tahun dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan terdapat ruam kemerahan di bagian lehernya yang beberapa hari ini menyebar ke seluruh badan. Keluhan juga disertai dengan batuk dan hidung berair. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38,80C, terdapat conjunctivitis dan bercak putih pada mulutnya. Apakah kemungkinan diagnosis keluhan anak tersebut?
Exanthema subitum
Scarlet fever
Measles
Rubella
Varicella
Anak perempuan usia 7 tahun datang ke RS bersama ibunya karena mengeluh diare berlendir darah. Keluhan dialami sejak 5 hari ini. Keluhan disertai mual dan nyeri perut. Riwayat pasien suka makan lalapan. Pemeriksaan fisik nadi 90x/m, RR 26x/m, suhu 37.4C, tidak didapatkan tanda dehidrasi. Hasil pemeriksaan makroskopis feses didapatkan eritrosit (+), leukosit (+), mikroorganisme bulat bulat kecil berisi eritrosit, Kristal Charcot-Leyden (+). Apakah diagnosis pasien?
Disentri amoeba oleh Escherichia Coli
Disentri basiliform oleh Shigella disentriae
Diare disentriiform oleh collitis ulcerativa
Disentri amoeba oleh Entamoeba histolytica
Diare basiliform oleh Salmonella typhi
Seorang anak laki-laki berumur 9 tahun diantar oleh ibunya ke klinik dalam keadaan lemas karena BAB terus-menerus selama 2 hari. BAB seperti air cucian beras dan lebih dari 10 kali dalam sehari. Pasien juga tidak mau makan dan minum. Nadi 110x/menit, RR 30x/m, suhu 37C, pada pemeriksaan fisik didapatkan mata cowong, turgor kulit kembali dalam 2 detik. Apakah etiologi kasus pasien?
Clostridium botulinum
Shigella disentri
Salmonella thyposa
Eschericia coli
Vibrio cholera
Bayi laki-laki usia 5 bulan datang dengan diare cair disertai muntah lebih dari 10 kali per hari selama 2 hari. Pemeriksaan: nadi 120 x/menit, RR 28 x/menit, suhu 36,5 °C, mata cowong dan turgor kulit menurun. Berapa dosis terapi Zinc yang diberikan untuk pasien ini?
1 × 10 mg selama 10 hari
1 × 20 mg selama 10 hari
2 × 10 mg selama 10 hari
2 × 20 mg selama 10 hari
3 × 10 mg selama 10 hari
Seorang anak laki-laki usia 6 tahun mengalami nyeri perut, muntah, dan diare setelah makan makanan kaleng. Pemeriksaan fisik menunjukkan mulut kering serta kelemahan otot kelopak mata dan wajah. Apakah kemungkinan penyebab kondisi pasien?
Toksin botulinum
Toksin clostridium
Enterotoksin
Shigatoksin
Intoleransi makanan
Anak laki-laki usia 4 tahun dibawa ke IGD dengan muntah dan diare selama 5 hari. Tanda vital: TD 110/70 mmHg, nadi 100 x/menit, pernapasan 20 x/menit, suhu 37,9 °C. Pemeriksaan fisik: kesadaran apatis, mata cowong, dan turgor kembali sangat lambat. Apakah diagnosis pasien tersebut?
Diare akut tanpa dehidrasi
Diare akut dengan dehidrasi ringan–sedang
Diare akut dengan dehidrasi berat
Diare kronik dengan dehidrasi ringan–sedang
Diare kronik dengan dehidrasi berat
Anak usia 13 bulan diare cair 7 kali per hari selama 4 hari. Anak rewel, sangat haus, bibir kering, turgor menurun, dan cubitan kulit kembali lambat. Berat badan 20 kg. Berapa jumlah rehidrasi yang harus diberikan?
750 cc Pedialit per oral dalam 3–4 jam
1500 cc Pedialit per oral dalam 3–4 jam
140 cc Ringer Laktat intravena selama 1 jam
525 cc Ringer Laktat intravena dalam 3–4 jam
210 cc Ringer Laktat intravena selama 1 jam dilanjutkan 490 cc Ringer Laktat selama 5 jam
Seorang anak laki-laki usia 8 bulan mengalami diare cair 6 kali per hari sejak 2 hari, tanpa darah maupun lendir. Sebelum keluhan muncul, bayi diberi susu formula. Pemeriksaan: perut kembung, bising usus meningkat, turgor baik, anus kemerahan, dan bau tinja asam. Apakah kemungkinan diagnosis pasien tersebut?
Diare akut dengan dehidrasi ringan–sedang
Diare kronik
Diare persisten
Intoleransi laktosa
Alergi susu sapi
Anak laki-laki usia 1 tahun dibawa karena anus tampak kemerahan. BAB lebih sering hingga 5–6 kali per hari dan kadang berbau asam. Pasien tidak mendapat ASI dan minum susu formula. Riwayat ibu: urtikaria dan diabetes melitus. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Alergi susu sapi
Intoleransi laktosa
Dermatitis popok
Disentri
Diare rotavirus
Anak perempuan 1 tahun mengalami diare cair 6–8 kali per hari selama 2 hari, perut kembung, menjadi rewel. Tanda vital baik, ubun-ubun tidak cekung, daerah perianal tampak kemerahan. Orang tua menyebut pasien mulai minum susu formula 3 kali sehari sejak 1 minggu. Apa penyebab kasus di atas?
Adanya laktase di usus
Keracunan zat makanan
Defisiensi enzim pencernaan di usus
Hipersensitivitas
Infeksi virus
Anak laki-laki usia 2 tahun mencret sekitar 5 kali per hari sejak 1 hari, feses cair kekuningan, tanpa ampas, darah negatif, lendir positif. Pasien masih mau minum. Tanda vital dalam batas normal, tidak ada tanda dehidrasi. Bagaimanakah prinsip tatalaksana yang harus diperhatikan pada pasien ini?
Setelah rehidrasi, suplementasi zinc, antibiotika selektif, edukasi
Setelah rehidrasi, suplementasi zinc, antibiotika seperti amoksisilin, ampisilin, dan kotrimoksazol
Setelah rehidrasi, suplementasi zinc, dukungan nutrisi berupa susu rendah laktosa, antibiotika selektif, edukasi
Setelah rehidrasi, suplementasi zinc, antibiotika seperti amoksisilin, ampisilin, dan kotrimoksazol, dukungan nutrisi susu rendah laktosa
Setelah rehidrasi, suplementasi zinc, antibiotika seperti amoksisilin, ampisilin, dan kotrimoksazol, dukungan nutrisi berupa susu rendah laktosa
Anak laki-laki usia 11 bulan datang ke UGD karena diare cair tanpa darah atau lendir lebih dari 10 kali per hari sejak 7 hari dan tidak buang air kecil selama 6 jam. Pemeriksaan: sakit berat, somnolen, ubun-ubun besar cekung, mata cekung, bibir dan mukosa mulut kering, turgor menurun, perfusi perifer buruk, RR 40 x/menit, nadi 150 x/menit, suhu 39 °C. Berat badan 10 kg. Apa tatalaksana awal yang paling tepat untuk pasien ini?
Rehidrasi intravena dengan cairan fisiologis 10 ml/kgBB
Berikan rehidrasi 300 ml selama 1 jam dengan pemantauan tanda vital
Berikan cairan dekstrosa 5% dengan natrium bikarbonat
Rehidrasi dengan dekstrosa 10% disertai koreksi suhu
Pemeriksaan ureum, kreatinin, dan analisis gas darah terlebih dahulu
Anak laki-laki usia 1 tahun dengan diare cair 5–7 kali per hari sejak 2 hari. Pemeriksaan fisik normal, keadaan umum baik, BB 8 kg, turgor kembali cepat dan mukosa bibir basah. Apakah terapi yang tepat diberikan pada pasien ini?
Rehidrasi 600 ml dalam 4 jam
Pemberian oralit 50 ml setiap diare
Pemberian oralit 200 ml setiap diare
Infus cairan 800 ml dalam 3 jam
Infus cairan 250 ml dalam 1 jam
Bayi usia 4 bulan datang untuk imunisasi. Di buku KMS tercatat telah mendapat Hepatitis B0, Polio 1, BCG, Polio 2, dan DPT-HB-Hib 1. Keadaan umum dan pemeriksaan fisik dalam batas normal. Maka imunisasi apakah yang saat ini diberikan?
Polio 3 dan DPT-HB-Hib 2
Polio 4 dan DPT-HB-Hib 3
Polio 3 dan 4, DPT-HB-Hib 2 dan 3
Hepatitis B 1
Campak
Anak laki-laki usia 4 tahun batuk tidak kunjung membaik selama 2 minggu, batuk paroksismal dengan suara whoop dan muntah setelah batuk. Riwayat imunisasi tidak lengkap. Pemeriksaan menunjukkan perdarahan subkonjungtiva, faring dan tonsil tanpa hiperemis. Apa vaksin yang tidak diberikan pada pasien ini?
Rubella
Pneumokokus
Hemofilus influenzae tipe b
DPT
Campak
Anak perempuan usia 2 tahun demam dan batuk 5 hari, muncul ruam makulopapular eritema kasar pada wajah, leher, badan, dan ekstremitas, disertai konjungtivitis bilateral. Vaksin yang tepat untuk mencegah penyakit tersebut adalah?
MMR
DPT
Polio
Hepatitis B
Hib
Anak laki-laki usia 11 bulan demam, batuk pilek 3 hari, dan ruam makulopapular eritema. Riwayat belum pernah mendapat vaksin campak. Kapan imunisasi campak pertama kali diberikan sesuai jadwal?
Usia 6 bulan
Usia 9 bulan
Usia 12 bulan
Usia 15 bulan
Usia 18 bulan
Seorang bayi laki-laki baru lahir spontan dari ibu P2A0 usia kehamilan 37 minggu, HBsAg (+), berat badan 2000 gram, APGAR 8/9. Dokter merencanakan pemberian vaksin pada bayi. Apa tatalaksana yang harus dilakukan?
Vaksin Hepatitis B dan BCG
Vaksin Hepatitis B dan imunoglobulin Hep B
OPV oral
Vaksin Hepatitis B dan DPT
Vaksin Hepatitis B
Anak perempuan usia 15 tahun dibawa ke dokter umum oleh ibunya dengan keluhan bintik-bintik kemerahan berisi air pada pipi dan wajahnya. Didapatkan demam sebelum bintik muncul. Pemeriksaan fisik: compos mentis, TD 110/80 mmHg, nadi 92 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 38 °C. Tampak erupsi papul kemerahan, vesikel, dan krusta di perut dan dada. Untuk mencegah penyakit tersebut, diberikan imunisasi pada?
Dosis tunggal pada usia 9 bulan
Dosis tunggal pada usia 12 bulan
2 kali pada usia 9 bulan dan 12 bulan
2 kali pada usia 12 bulan dan 24 bulan
2 kali pada usia 16 bulan dan 23 bulan
Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun dibawa ibunya ke IGD RS dengan keluhan demam dan tidak mau makan. Pasien juga mengalami batuk pilek sejak 3 hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tonsil T2/T3 dan selaput membran putih yang mudah berdarah saat digores dengan spatula lidah. Kapankah usia pertama kali vaksin diberikan untuk mencegah penyakit tersebut?
0 bulan
1 bulan
2 bulan
3 bulan
4 bulan
Anak laki-laki berusia 4 tahun dibawa ke puskesmas karena batuk berdahak sejak 3 minggu. Dari anamnesis diperoleh bahwa anak sering batuk pilek, berat badan sulit naik, dan sulit makan dalam 6 bulan terakhir. Pemeriksaan: BB 12 kg, suhu 38 °C, ditemukan limfadenopati leher multiple. Apa pemeriksaan selanjutnya untuk kasus ini?
Skin prick test
PPD test
Laboratorium darah
Foto rontgen
BTA sputum
Seorang bayi lahir dari ibu G1P0A0, kehamilan aterm, dengan HBsAg (+). Tindakan yang saudara lakukan terhadap bayi tersebut adalah?
Berikan vaksinasi hepatitis B pada usia 1 bulan
Berikan imunisasi HBIg pada usia 1, 2, dan 6 bulan
Berikan vaksinasi hepatitis B dan HBIg pada usia 1, 2, dan 6 bulan
Berikan HBIg pada 12 jam setelah lahir, dan vaksinasi hepatitis B pada usia 1 bulan, 2 bulan, dan 6 bulan
Berikan vaksinasi hepatitis B dan HBIg pada 12 jam setelah lahir, dan vaksinasi hepatitis B pada usia 1 bulan dan 6 bulan
Seorang anak perempuan 12 tahun dibawa ke puskesmas oleh ibunya karena sang ibu menganggap anaknya lebih pendek dibanding anak seusianya. Dari pemeriksaan antropometri didapatkan TB 110 cm dan BB 40 kg. BMI didapatkan di atas persentil 95 kurva BMI. Apakah diagnosis pada anak ini?
Overweight
Obesitas
Gizi baik
Gizi kurang
Gizi buruk
Anak laki-laki usia 10 tahun datang ke dokter bersama ibunya karena keluhan anak sering sesak terutama saat beraktivitas. Tidak ada keluhan demam, batuk, atau keluhan lain. Pasien juga dikeluhkan badannya lebih gemuk dibandingkan teman-teman seusianya. Riwayat pasien sering makan mie instan, cokelat, dan minuman manis. Didapatkan BB 60 kg dan TB 110 cm. Dokter menyimpulkan bahwa pasien mengalami obesitas. Bagaimanakah hasil ploting kurva pertumbuhan pasien ini?
BMI/U > P95
BB/U > P95
BB/TB > P95
TB/U > P85
%BBI > 90%
Bayi laki-laki usia 8 bulan dibawa ibunya ke puskesmas untuk evaluasi tumbuh kembangnya. Tidak ada keluhan. Bayi mendapatkan ASI + MPASI. BB 9 kg, PB 60 cm. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Apakah tahapan perkembangan motorik kasar yang dapat ditemukan pada pasien?
Mengangkat kepala
Duduk dengan posisi tripod
Mengambil manik-manik
Tertawa saat diajak bermain cilukba
Mengucapkan 3 kata-kata
Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun dibawa ke klinik karena batuk-pilek berulang sudah 1 bulan. Pemeriksaan fisik: berat badan 4 kg, tinggi badan 67 cm, frekuensi napas 32 kali/menit, denyut nadi 122 kali/menit, suhu 37,3 °C. Anak tampak sakit berat dengan wajah seperti orang tua, palpebra cekung, kedua hemithoraks simetris, suara vesikular normal, iga gambang. Turgor kurang, kulit bila dicubit lambat kembali seperti semula, tidak terdapat edema, akral hangat. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
Underweight
Gizi buruk tipe marasmik
Gizi buruk tipe kwashiorkor
Gizi kurang tipe kwashiorkor
Gizi buruk tipe marasmik-kwashiorkor
Anak laki-laki usia 3 tahun merupakan anak dari keluarga miskin. Anak tersebut mengalami kondisi wajah sembab, rambut kemerahan dan mudah dicabut. Pada pemeriksaan didapatkan asites dan pitting edema. Apakah yang paling mungkin dialami anak tersebut?
Gizi kurang
Gizi buruk marasmus
Gizi buruk kwashiorkor
Gizi buruk marasmus dan kwashiorkor
Gizi sangat buruk
Seorang anak perempuan usia 3 tahun dibawa ke IGD RS oleh ibunya dengan keluhan lemas. Ibu pasien juga mengeluhkan penurunan nafsu makan dan diare pada anaknya sejak 1 bulan ini. Pada pemeriksaan fisik didapatkan lemak subkutis tipis, sedikit edema di perut dan kedua kaki, rambut pirang mudah dicabut tanpa terasa sakit, dan tanda baggy pants (+). Apakah diagnosis pada pasien tersebut saat ini?
Marasmus
Kwashiorkor
Marasmus kwashiorkor
Stunting
Diare kronis
Anak laki-laki usia 3 tahun dibawa berobat oleh ibunya karena lemas dan kurus. Anak biasa diberi makan sayur dan nasi, tanpa lauk ikan ataupun daging. Tampilan klinis anak lemah, rambut merah dan jarang serta mudah rontok, edema pretibial, dan ditemukan "crazy pavement dermatosis". Perbaikan nutrisi yang paling tepat untuk pasien ini adalah?
Karbohidrat
Vitamin B1
Vitamin C
Protein
Lemak jenuh
Bayi baru lahir 5 jam dibawa orang tuanya ke IGD karena kejang dan lemas. Persalinan ditolong oleh bidan, cukup bulan, BBL 4000 g, APGAR 9/10. Pemeriksaan fisik: kesadaran apatis, hipotoni, kadar gula darah 35 mg/dL. Ibu dengan riwayat diabetes melitus. Tatalaksana yang tepat?
D10% 2 cc/kgBB (IV)
D10% 2 cc/kgBB/menit (IV)
D10% 6 mg/kgBB (IV)
D10% 6 mg/kgBB/menit (IV)
D40% 2 cc/kgBB (IV)
Seorang anak usia 8 tahun dibawa ke poliklinik dengan keluhan nyeri saat mengunyah dan membuka mulut sejak 2 hari. Keluhan berawal 4 hari sebelumnya, pipi kanan membengkak disertai demam. Beberapa teman sekelas pasien juga mengalami keluhan serupa. Pada pemeriksaan fisik suhu 38,2 °C, angulus mandibularis tidak terlihat. Apakah komplikasi tersering dari penyakit yang dialami pasien tersebut?
Mumps
OMSK
Epididimitis
Orkitis
Abses Bezold
Anak laki-laki usia 2 tahun dibawa ke IGD oleh orang tuanya karena kejang selama 3 menit di rumah. Kejang merupakan pertama kali, terjadi pada seluruh tubuh, dan setelah kejang pasien menangis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 39 °C. Apakah diagnosis pasien tersebut?
Kejang absans
Kejang demam sederhana
Kejang demam kompleks
Epilepsi umum primer
Kejang fokal non-demam
Anak laki-laki usia 2 tahun dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan batuk-batuk yang dialami sudah 4 minggu ini. Batuk disertai dengan sesak napas dan terkadang muntah. Sudah berulang kali dibawa berobat namun tidak sembuh-sembuh. Di akhir batuk, terdengar suara melengking dan anak menarik napas dalam-dalam. Apakah imunisasi pencegahan untuk penyakit di atas?
DPT
BCG
Influenza
Campak
MMR
Seorang anak usia 4 bulan dibawa ibunya ke puskesmas untuk imunisasi. Riwayat persalinan ibu dibantu oleh bidan dan sampai saat ini bayi belum pernah mendapat imunisasi. Bayi lahir cukup bulan dengan berat badan lahir 2200 gram. Tanda vital dalam batas normal. Apakah tindakan yang dilakukan pada bayi tersebut?
Periksa mantoux test
Periksa radiologi
Berikan imunisasi BCG
Berikan profilaksis TB
Periksa darah lengkap
Seorang anak berusia 7 tahun datang dengan keluhan demam yang tidak tinggi hilang timbul dalam 1 bulan belakangan. Riwayat batuk lama (+). Anak tersebut tinggal bersama neneknya yang menderita penyakit TB paru. Dokter akan melakukan pemeriksaan mantoux. Bagaimanakah cara melakukan pemeriksaan tersebut?
Tuberculin 0,1 mL IM
Tuberculin 0,1 mL SC
Tuberculin 0,1 mL IC
Tuberculin 0,05 mL IC
BCG 0,1 mL IC
Anak laki-laki umur 5 tahun dibawa ke dokter karena keluhan kaki kanan tiba-tiba lemah sejak 1 hari ini. Riwayat pasien mengalami demam dan diare dua minggu yang lalu namun saat ini sudah sembuh. Pemeriksaan fisik didapatkam hipotonus pada ekstremitas bawah. Riwayat imunisasi (-). Vaksin yang sebaiknya diberikan untuk pencegahan penyakit di atas jika pasien HIV (+) dengan gejala, diberikan melalui?
Per oral
Intramuskular
Subcutan
Intracutan
Intravena
Bayi laki laki berusia 2 bulan datang dibawa ibunya ke Puskesmas untuk memperoleh imunisasi. Bayi lahir normal di bidan dan cukup bulan pada usia gestasi 39 minggu. Anak akan diberikan imunisasi BCG oleh dokter. Saat ini anak tidak ada demam dan tampak aktif ceria. Tidak terdapat ruam atau lesi kulit di area penyuntikan. Tidak ada riwayat alergi pada anak sebelumnya. Bagaimanakah cara pemberian imunisasi BCG pada anak kasus diatas?
Intramuscular
Subcutan
Intracutan
Intravena
Oral
Seorang anak perempuan usia 6 tahun datang dibawa ibunya dengan keluhan muntah dan diare sejak 5 hari lalu. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg, frekuensi nadi 110 kali/menit, pernafasan 30 kali/menit, suhu 38º C. Pemeriksaan fisik didapatkan anak apatis, mata cekung, akral dingin, dan turgor menurun. BB/TB pasien didapatkan 67%. Apakah diagnosis pasien tersebut?
Dehidrasi ringan dan gizi kurang
Dehidrasi sedang dan gizi buruk
Dehidrasi berat dan gizi buruk
Dehidrasi berat dan gizi kurang
Dehidrasi sedang dan gizi kurang
Seorang ibu datang ke dokter dengan membawa anaknya yang berusia 1 minggu. Pasien khawatir anaknya tertular TB karena saat ini pasien sedang mengkonsumsi obat TB selama 3 bulan. Pemeriksaan fisik anak tampak aktif dan tidak demam. Apakah yang seharusnya pasien lakukan?
Pasien tetap memberikan ASI dan anak diberikan obat INH
Pasien tetap memberikan ASI dan anak diberikan obat Rifampisin
Pasien tetap memberikan ASI dan anak tidak diberikan obat TB karena tidak akan menular
Pasien tidak memberikan ASI tapi diganti dengan susu formula
Pasien tetap melanjutkan pengobatan dan memberikan anak ASI dan semua obat TB
Anak laki-laki usia 5,5 bln dibawa ibunya ke IGD karena kejang seluruh tubuh saat di rumah. Kejang berlangsung sekitar 3 menit dan ini merupakan kejang pertama kali. Pasien dikeluhkan mengalami kejang sebanyak 3 kali sejak tadi malam. Riwayat demam sejak 2 hari ini disertai batuk pilek. Pemeriksaan fisik di IGD anak sudah tidak kejang, nadi 110x/m, RR 36x/m, suhu 38,9º C. Pemeriksaan neurologis tidak didapatkan kelainan. Diagnosis?
Epilepsi
KDS
KDK
Meningitis
Ensefalitis
Seorang anak usia 2 tahun dibawa ibunya ke IGD puskesmas dengan keadaan kejang. Hal ini dialami sejak beberapa menit sebelum sampai ke puskesmas. Kejang terjadi seluruh tubuh. Menurut ibunya, pasien mengalami demam sejak 2 hari yang lalu. Pasien belum diberikan apapun selain obat penurun panas. Berat badan anak saat ini 10 kg. Bagaimanakah tatalaksana awal pada anak tersebut?
Longgarkan pakaian, kompres pada lipatan badan
Longgarkan pakaian, beri diazepam rektal 5mg
Longgarkan pakaian, beri diazepam rektal 10 mg
Longgarkan pakaian, beri diazepam IV
Berikan anak obat penurun panas segera
Anak laki-laki usia 11 bulan dibawa orang tuanya ke IGD dengan demam tinggi. Sesaat setelah sampai di IGD, bayi mengalami kejang kelonjotan dengan mata melihat ke atas. Riwayat demam sejak 3 hari ini. Tidak ada riwayat kejang sebelumnya. Pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi nadi 120x/menit, pernafasan 30x/menit, suhu 39º C. Berat badan 9 kg. Apakah tatalaksana yang tepat pada pasien?
Diazepam rektal 5 mg
Diazepam rektal 10 mg
Diazepam IV 5 mg
Diazepam IV 10 mg
Diazepam oral 5 mg
Anak 4 tahun mengalami kejang seluruh tubuh. Kejang disertai demam. Ini merupakan yang pertama kali. Di rumah sudah diberikan diazepam per rektal oleh orangtuanya. Sewaktu sampai di RS, pasien kembali kejang dan perawat memberikan diazepam per rektal. Jika pasien kejang kembali, terapi apa yang diberikan?
Diazepam rektal 10 mg
Diazepam oral 0,3–0,5 mg/kgBB
Fenitoin bolus IV 15–20 mg/kgBB
Fenobarbital IV 10–20 mg/kg BB
Diazepam IV 0,3–0,5 mg/kgBB
Anak perempuan berusia 3 tahun dibawa ibunya ke RS dengan keluhan kejang saat di rumah. Kejang kelonjotan seluruh tubuh berlangsung sekitar 3 menit kemudian berhenti sendiri. Didapatkan riwayat demam sejak 3 hari ini. Pada pemeriksaan fisik GCS 456, Nadi 115, RR 21 kali/menit, laju napas 30 kali/menit, suhu 39,5º C, tanda meningeal (-). Berat badan 10 kg. Jika pasien kejang lagi di RS, terapi apakah yang diberikan?
Diazepam rektal 5 mg
Diazepam intravena 5 mg
Diazepam intravena 10 mg
Fenitoin intravena 200 mg
Fenobarbital intravena 200 mg
Anak laki-laki usia 3 tahun dibawa ke IGD karena kejang saat di rumah sekitar 20 menit, kejang kaku klonjotan seluruh tubuh dan tidak berulang. Didapatkan riwayat demam tinggi sejak 3 hari. Riwayat pasien sering mengalami kejang yang disertai demam sejak usia 1 tahun. Pasien juga dikeluhkan sejak 1 bulan terakhir kedua kakinya kaku sehingga sulit berjalan. Pemeriksaan fisik Nadi 110x/m, RR 28x/m, Suhu 39º C, pemeriksaan neurologis meningeal sign negative namun kedua ekstremitas bawah spastik dengan refleks fisiologi meningkat dan refleks patologi positif. Apakah terapi profilaksis yang tepat pada kasus diatas?
Asam valproat selama 1 tahun
Asam valproat selama 2 tahun
Fenitoin rumatan
Fenobarbital rumatan
Diazepam saat kejang
Seorang bayi usia 6 bulan dibawa oleh ibunya ke puskesmas untuk imunisasi. Dalam tes perkembangan, bayi belum bisa menegakkan kepalanya saat ditelungkupkan. Kontak mata dan refleks bayi dalam batas normal. Riwayat bayi lahir di klinik bersalin, cukup bulan dan langsung menangis. Riwayat trauma (-), riwayat kejang (-). Apakah sektor perkembangan yang mengalami gangguan keterlambatan pada bayi tersebut?
Motorik kasar
Motorik halus
Personal sosial
Emosional
Kognitif
Bayi laki-laki usia 10 hari dibawa ke IGD dengan keluhan kejang 15 menit yang lalu selama kurang lebih 2 menit, kejang disertai demam sejak 2 hari. Riwayat bayi lahir didukun dari ibu tidak pernah melakukan ANC selama kehamilan. Pemeriksaan fisik: nadi 120 x/menit, RR 30 x/menit, T 39°C; mulut mencucu seperti ikan, perut teraba keras, dan tonus otot kaku. Apakah kemungkinan diagnosa?
Sepsis neonatorum dini
Sepsis neonatorum lanjut
Defisiensi vitamin K
Tetanus neonatorum
Meningitis bakterialis
Bayi usia 2 hari dibawa ibu datang dengan keluhan mulut mencucu, mata mendelik ke atas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan opistotonus. Apa faktor yang berperan pada kejadian kasus di atas yang perlu ditanyakan kepada ibu pasien?
Riwayat persalinan dan vaksinasi ibu
Riwayat ANC
Riwayat penyakit pada ibu
Riwayat imunisasi awal bayi
Riwayat kuning pada bayi
Seorang bayi laki-laki usia 2 hari dirujuk bidan ke RS karena badan kaku, tidak mau menyusu, mulut kaku. Riwayat bayi lahir ditolong dukun beranak. Pemeriksaan fisik didapatkan tonus otot spasme, trismus, dan pada umbilikus bayi tercium bau busuk serta tampak pus. Apa tatalaksana awal yang dilakukan?
Bersihkan tali pusat dengan NaCl 0,9%
Diazepam dan ATS
Injeksi TT
Pemberian antibiotik
Injeksi vitamin K
Bayi usia 3 hari dibawa ibunya ke IGD karena kejang. Riwayat ibu melahirkan ditolong oleh tenaga nonmedis, ANC tidak teratur, tidak mendapatkan vaksin saat hamil. Pemeriksaan fisik: nadi 143 x/menit, RR 52 x/menit, suhu 37,0°C; bayi sadar, otot-otot kaku, mulut mencucu, tali pusat bau. Apakah pencegahan yang dapat dilakukan ketika ibu hamil?
Injeksi kortikosteroid
Imunisasi TT
Vaksinasi DT
Pemberian ATS
Injeksi vitamin K
Seorang anak umur 2 tahun dibawa ke RS karena belum bisa berdiri. Pasien lahir secara SC, cukup bulan, dengan riwayat ketuban pecah 24 jam sebelumnya. Skor APGAR 1 menit 2, 5 menit 5. Pemeriksaan fisik tidak menunjukkan gambaran dismorfik, kelemahan pada keempat ekstremitas, tonus otot meningkat, kaki posisi menggunting. Diagnosis yang mungkin?
Hipotiroid
Cerebral palsy
Down sindrom
Retardasi mental
Distrofi otot
Anak 10 tahun datang dengan keluhan tampak kuning sejak 1 hari. Urin berwarna seperti air teh; anak tampak lemas, mual muntah. Sebelumnya teman sekelasnya juga mengalami hal yang sama. Pemeriksaan fisik: nadi 102 x/menit, RR 24 x/menit, suhu 37,2°C; sklera ikterik; nyeri tekan hipokondrium kanan. Pada pemeriksaan laboratorium yang pasti dapat ditemukan adalah?
HBsAg (+)
HBeAg (+)
IgM-anti HAV (+)
HBV antigen (+)
Anti-HBc
Seorang pasien laki-laki berusia 5 tahun datang dengan keluhan sering lemas. Ibu mengatakan pasien menjadi lebih sering makan, sering kencing, dan lebih mudah merasa haus, namun berat badan tidak meningkat. Riwayat 5 bulan yang lalu pasien sempat demam tinggi namun sembuh sendiri. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Pemeriksaan lab: GDS 320 g/dl, C-peptide rendah, urin glukosa +3 . Apa mekanisme penyebab penyakit pada pasien ini?
Resistensi insulin
Peningkatan penggunaan glukosa darah berlebihan
Destruksi sel islet beta pankreas
Gangguan hepar
Kurangnya asupan glukosa
Bayi perempuan usia 6 bulan datang dengan keluhan sesak napas sejak 2 hari. Keluhan diawali demam dan batuk pilek sejak 3 hari. Pemeriksaan fisik: hiperpireksia, wheezing dan ronkhi basah nyaring pada kedua lapang paru. Pada pemeriksaan rontgen toraks didapatkan hiperaerasi dan patchy infiltrat. Apakah diagnosis pasien?
Bronkopneumonia
Bronkiolitis
Bronkitis
Asma bronkial
Sindroma croup
Anak perempuan 5 tahun datang dengan sesak sejak 2 jam, keluhan disertai demam, batuk, dan pilek sejak 2 hari. Tanda vital: TD 120/80 mmHg, N 120 x/menit, RR 40 x/menit, T 37,8°C. Pemeriksaan fisik didapatkan ronchi dan wheezing di semua lapangan paru. Apakah etiologi paling sering dari penyakit tersebut?
Staphylococcus aureus
Streptococcus pyogenes
Moraxella catarrhalis
Corynebacterium diphtheriae
Haemophilus influenzae
Anak usia 10 bulan dibawa ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 1 hari. Keluhan diawali batuk, demam, dan suara parau sejak 1 minggu. Tanda vital: nadi 150 x/menit, suhu 39°C, RR 40 x/menit. Pemeriksaan fisik: sianosis (+), retraksi dinding dada (+), stridor inspirasi (+), wheezing (-), ronkhi (-). Apakah diagnosis pasien?
Trakeitis
Bronkitis
Bronkiolitis
Pneumonia
Croup syndrome
Anak laki-laki 4 tahun datang ke IGD dengan batuk berat sejak dua minggu. Batuk terus-menerus hingga sulit bernapas dan saat batuk wajah menjadi merah kebiruan. Di saat tidak batuk, keadaan pasien biasa saja. Tanda vital: TD 130/80 mmHg, HR 120 x/menit, RR 30 x/menit, suhu 37,2°C. Riwayat imunisasi tidak diketahui. Apakah pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis?
PCR
Kultur sekret nasofaring
Tes serologi
Rontgen dada
Kultur darah
Anak laki-laki usia 9 bulan dibawa ke RS karena belum bisa duduk atau merangkak. Riwayat lahir normal dengan BBL 3000 g. Pasien dikeluhkan lebih kecil dan pendek dibandingkan seusianya. Pemeriksaan fisik: tanda vital normal, sklera kebiruan, dahi menonjol. Pemeriksaan X-ray menunjukkan densitas tulang menurun dan banyak garis fraktur pada tulang panjang. Apakah kemungkinan etiologi yang mendasari kondisi pasien?
Konsumsi obat teratogenik
Infeksi antepartum
Mutasi genetik
Defisiensi vitamin D
Radiasi saat kehamilan
Seorang bayi perempuan berusia 7 hari dibawa ke UGD RS dengan keluhan keluar nanah dari tali pusar sejak 2 hari, disertai demam tinggi sejak 1 hari. Riwayat persalinan ditolong dukun beranak. Tanda vital: suhu 39°C, frekuensi napas 38 x/menit, denyut nadi 148 x/menit. Pemeriksaan fisik: tali pusat hiperemis, edema, terdapat discharge purulen. Apakah diagnosis pasien?
Omfalitis
Omfalokel
Patent urakus
Hernia umbilikalis
Granuloma umbilikalis
Anak laki-laki 13 tahun dibawa ke puskesmas dengan keluhan pertumbuhan lambat dan tidak mampu berdiri sendiri. Riwayat patah tulang pada usia 5 bulan. Pemeriksaan fisik: kedua kaki melengkung, craniotabes, bengkak, penebalan pada pergelangan tangan dan kaki. Apakah etiologi kasus tersebut?
Aktivitas berlebihan osteoblas
Defisiensi vitamin D
Defisiensi asam folat
Peningkatan remodeling osteoklas
Ketidakseimbangan osteoblas dan osteoklas
Seorang bayi perempuan berusia 2 bulan dibawa ke poli umum RS dengan bercak merah cerah di pipi yang muncul sejak usia 1 minggu. Tidak ada keluhan lain. Bayi lahir prematur dengan BBL 2300 g. Pemeriksaan umum dalam batas normal. Pemeriksaan dermatologis: ruam berupa makula eritematosa terang pada regio bukalis dekstra. Apakah diagnosis pasien?
Hemangioma infantil (strawberry hemangioma)
Nevus flammeus (port-wine stain)
Eritema toksikum neonatorum
Petechiae karena trombositopenia
Seorang anak laki-laki usia 10 tahun datang ke poliklinik dengan panas, nyeri sendi, dan bercak-bercak di kulit. Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema marginatum serta nodul subkutan. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis dan ASTO (+), serta pada EKG didapatkan pemanjangan interval PR. Organisme yang paling mungkin menyebabkan kondisi tersebut adalah
Staphylococcus aureus
Streptococcus viridans
Streptococcus grup E
Streptococcus grup beta
Streptococcus grup alpha
Anak usia 10 tahun dibawa ke UGD karena mengalami kejang 2 jam sebelumnya, di rumah sebanyak 3 kali, berlangsung 5–7 menit, didahului demam. Berat badan 7,2 kg, panjang badan 75 cm, suhu 38°C. Pada pemeriksaan fisik: kaku kuduk tidak pasti, brudzinski negatif, kernig positif. Pemeriksaan hematologi: leukosit 19.000. Pemeriksaan selanjutnya yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis adalah
Kultur darah
Foto toraks AP
Lumbal pungsi
CT-scan kepala
MRI kepala
Seorang laki-laki usia 11 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan lemas dan pusing 1 bulan, tanpa demam, mual, muntah; BAB dan BAK normal. Tanda vital TD 105/70 mmHg, nadi 88/menit, RR 24/menit, suhu 36°C. Ditemukan konjungtiva anemis, sklera ikterik, dan pembesaran hepar serta lien. Laboratorium: Hb 6,8 g/dL, Hct 28%, leukosit 4500/µL, trombosit 234.000/µL; apusan darah tepi menunjukkan anemia normositik normokromik; Coombs test (+). Diagnosis paling tepat adalah
Anemia penyakit kronis
Anemia defisiensi besi
Talasemia
Anemia hemolitik
Anemia aplastik
Bayi laki-laki usia 5 hari dibawa ke RS karena perdarahan yang sulit berhenti pada bekas suntikan hepatitis B. Pemeriksaan fisik: darah merembes dari bekas suntikan paha kanan, anemis (+), ikterus (−), hepatomegali (−), splenomegali (−). Lahir cukup bulan, berat lahir normal, mendapat susu formula karena ASI tidak keluar. Laboratorium: Hb 11 g/dL, leukosit 8.500/µL, trombosit 170.000/µL; BT normal, PT dan aPTT memanjang. Diagnosis yang tepat adalah
Penyakit von Willebrand
Hemofilia A
Hemofilia B
Defisiensi vitamin K
Disseminated intravascular coagulation
Seorang anak usia 2 tahun dibawa ke RS karena belum bisa berdiri. Lahir secara SC, cukup bulan, dengan ketuban pecah 24 jam sebelum persalinan. Skor APGAR 1 menit 2 dan 5 menit 5. Tidak ada gambaran dismorfik, lingkar kepala kecil, kelemahan keempat ekstremitas, peningkatan tonus otot, dan posisi kaki menggunting. Diagnosis yang paling mungkin adalah
Hipotiroid
Cerebral palsy
Down sindrom
Mental retardasi
Muskular distrofi
Anak perempuan usia 14 tahun datang dengan nyeri perut disertai mual muntah, sering terbangun malam untuk BAK, dan sering haus. Tampak kurus dengan turgor kulit sangat lambat. Laboratorium menunjukkan GDS 400mg/dL dan keton (+). Tatalaksana awal yang paling tepat adalah
Infus D5%
Infus D10%
Infus NaCl 3%
Rehidrasi kristaloid
Insulin bolus
Anak laki-laki usia 6 tahun datang dengan keluhan lemas 2 minggu disertai sering BAK, cepat haus dan lapar, mual muntah, dan gangguan penglihatan. Tanda vital dalam batas normal. Laboratorium: GDS 412mg/dL , islet cell antibody (+), insulin antibody (+). Terapi yang tepat adalah
Pengaturan diet
Edukasi
Metformin
Glibenclamide
Insulin
Anak laki-laki usia 7 tahun mengalami suara menjadi besar sejak 1 bulan terakhir, timbul jerawat, dan tumbuh rambut kemaluan. Pemeriksaan fisik menunjukkan rambut pubis, dengan testis dan penis lebih besar dibandingkan anak seusianya. Mekanisme yang paling mungkin mendasari kelainan tersebut adalah
Peningkatan GnRH
Peningkatan adrenal
Peningkatan kortisol
Peningkatan growth hormone
Peningkatan TRH
Anak usia 8 tahun sulit berkonsentrasi saat belajar di sekolah. Pasien tinggal di daerah pegunungan (Mojorejo) bersama orang tuanya, dan banyak anak di daerah tersebut mengalami keluhan serupa. Kemungkinan yang menjadi penyebab keadaan anak tersebut adalah
Kekurangan kapasitas intelektual
Kekurangan asam iodium
Kelebihan garam iodium
Kekurangan garam iodium
Kelebihan asam amino
Pasien usia 2 tahun datang dengan keluhan sulit BAB; hanya dapat BAB bila diberi pencahar. Saat pemeriksaan ditemukan BAB menyemprot saat colok dubur. Diagnosis yang paling mungkin adalah
Ileus obstruksi
Ileus paralitik
Hirschsprung disease
Hemoroid eksterna
Atresia ani
Anak laki-laki usia 24 bulan dengan berat 11 kg dan tinggi 83 cm dibawa ke puskesmas karena belum bisa berjalan. Riwayat perkembangan: tengkurap pada usia 1 tahun dan saat ini baru dapat duduk tanpa pegangan. Anak bisa bicara dan dapat dimengerti, mampu bermain menyusun 4–6 kubus, serta tumbuh gigi sesuai usia. Kesimpulan mengenai perkembangan pasien adalah
Gangguan perkembangan motorik kasar dan halus
Gangguan perkembangan motorik kasar
Gangguan perkembangan sosial
Gangguan perkembangan bicara
Keterlambatan perkembangan global
Bayi laki-laki usia 1 minggu dengan perut membesar progresif, muntah kehijauan, malas menyusu. Lahir cukup bulan dengan berat 2.800 g; kehamilan disertai polihidramnion. Foto radiologis abdomen menunjukkan gambaran khas dua gelembung udara di regio epigastrium dengan sedikit atau tanpa gas distal. Diagnosis yang tepat adalah
Atresia esofagus
Hipertrofi stenosis pilorus
Atresia biliaris
Atresia duodenum
Atresia jejunum
Seorang anak laki-laki mengalami gatal pada badan setelah bermain di pantai satu minggu sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik terlihat lesi berlekuk/berkelok (serpiginosa) pada kulit seperti pada gambar. Agen penyebab penyakit ini adalah
Pediculus capitis
Pediculus corporis
Pthirus pubis
Ancylostoma
Sarcoptes scabiei hominis
