WorksheetsPediatri 1.1
Total questions: 43
Worksheet time: 22mins
Bayi Bea, baru saja lahir dari ibu dengan usia gestasi 38 minggu melalui prosedur SC. Setelah lahir, bayi segera dihangatkan, dikeringkan, serta distimulasi. Penilaian awal didapatkan bayi hanya merintih, tonus otot lemah. Laju nadi 120×/mnt namun bayi tampak megap-megap dan terlihat kebiruan. Tindakan selanjutnya yang tepat dilakukan adalah
O2 suplementasi 100%
Injeksi epinefrin
Persiapkan CPAP
VTP dengan O2 21%
VTP + pijat jantung, dengan O2 100%, injeksi epinefrin
An. Floria, lahir 1 jam lalu, lahir pada usia kehamilan 38 minggu dari ibu G1P0A0 di bidan. Riwayat persalinan tidak ada masalah. Selama kehamilan, ibu juga rutin melakukan asuhan antenatal dengan rutin meminum suplemen besi dan asam folat. Karena pasien tampak tidak bugar, bidan kemudian membawa pasien ke RS untuk tindakan lebih lanjut. Ketika sampai di IGD, dokter jaga kemudian melakukan penilaian awal, dan pada pemeriksaan fisik didapatkan nadi 50×/menit, napas megap-megap, tampak sianosis. Tindakan selanjutnya adalah
O2 suplementasi 100%
Injeksi adrenalin
Pemasangan CPAP
VTP dengan udara kamar
VTP + pijat jantung, dengan O2 100%, injeksi epinefrin
By. Emry baru lahir di Puskesmas secara spontan dari ibu G5P3A1 usia gestasi 38 minggu dengan presentasi belakang kepala. Setelah bayi lahir, bayi tampak tidak bernapas, tonus otot tungkai, dan tidak ada detak jantung. Setelah dilakukan ventilasi tekanan positif, kompresi dada, pemberian cairan, dan obat-obatan selama 20 menit tetap tidak ada respons. Apakah tindakan selanjutnya yang paling tepat?
Menghentikan resusitasi
Mengulanggi resusitasi dari awal
Memperbaiki langkah resusitasi
Melanjutkan resusitasi hingga 15 menit
Merujuk setelah resusitasi
Ny Sarah, usia 23 tahun baru saja melahirkan bayi laki-laki secara normal pervaginam dengan usia kehamilan 36 minggu, berat badan lahir 2000 gram. Ibu tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya, rutin kontrol di bidan. Pada pemeriksaan tanda-tanda vital dalam batas normal. Apakah diagnosis neonatus yang tepat pada bayi tersebut?
Neonatus kurang bulan, berat lahir normal, besar masa kehamilan
Neonatus kurang bulan, berat lahir rendah, sesuai masa kehamilan
Neonatus cukup bulan, berat lahir rendah, besar masa kehamilan
Neonatus cukup bulan, berat lahir normal, kecil masa kehamilan
Neonatus lebih bulan, berat lahir rendah, besar masa kehamilan
By. Angel lahir secara SC dengan usia gestasi 43 minggu, berat lahir bayi 2400 gram. Tanda-tanda vital dalam batas normal. Diagnosis neonatus yang paling tepat adalah
Neonatus cukup bulan, berat lahir rendah, besar masa kehamilan
Neonatus lebih bulan, berat lahir normal, sesuai masa kehamilan
Neonatus lebih bulan, berat lahir rendah, sesuai masa kehamilan
Neonatus lebih bulan, berat lahir normal, kecil masa kehamilan
Neonatus lebih bulan, berat lahir rendah, kecil masa kehamilan
By. Asyi usia 3 hari datang ke RS dengan keluhan benjolan di kepala sejak lahir. Pasien memiliki riwayat dilahirkan dengan metode vakum akibat partus macet. Dari pemeriksaan fisik ditemukan adanya benjolan di regio oksipital. Tidak ada tanda inflamasi. Dokter mencurigai adanya suatu cephalhematoma pada pasien. Hasil pencitraan yang dapat mendukung diagnosis dokter adalah
Adanya gambaran perdarahan di area subaponeurosis
Adanya hematoma di area subkutis
Adanya hematoma di area subgaleus
Adanya ventrikulomegali dan kalsifikasi
Pencitraan tidak diperlukan
By. Clowdy berusia 3 hari datang dibawa ke Puskesmas oleh ibunya dengan keluhan terdapat benjolan di bagian belakang kepala. Bayi lahir spontan pervaginam ditolong bidan, berat lahir bayi 3200 gram. Saat persalinan dikatakan berlangsung lama karena ibu kelelahan saat mengejan. Saat lahir bayi aktif, menangis kuat, menyusu dengan baik serta berhasil IMD. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya benjolan berukuran 2×3 cm yang terasa lunak serta melewati garis sutura. Apa diagnosis yang paling mungkin dari kondisi bayidiatas?
Spina bifida
Meningocele
Subdural hematom
Cephal Hematom
Caput Succedaneum
By. Aliyah, usia 2 hari dirujuk dari puskesmas ke IGD RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 hari yang lalu. Riwayat bayi lahir cukup bulan secara normal dengan bantuan forceps di puskesmas. Pemeriksaan fisik TTV HR 170×/mnt, RR 40×/mnt, Suh 36,0 °C, air dingin, CRT>2. Status lokalis tampak hematoma pada parietal kiri konsistensi padat, melintasi garis sutura, serta tampak adanya perdarahan. Diagnosis yang tepat pada kasus tersebut adalah
Caput succedaneum
Cephalhematom
Perdarahan subgaleal
Perdarahan subaponeurotika
Perdarahan subdural
By. Laurent usia 4 hari, dibawa ke dokter oleh ibunya dengan keluhan kuning sejak 1 hari yang lalu. Pasien diberikan ASI, namun ASI keluar masih sedikit. Pada pemeriksaan didapatkan gerak bayi aktif, ikterus Kramer I, golongan darah ibu dan bayi keduanya O Rh (+). Hasil lab Bilirubin total 11,5 mg/dL, Indirek 11 mg/dL, Direk 0,5 mg/dL. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Breastmilk jaundice
Breastfeed jaundice
Inkompatibilitas ABO
Hepatitis neonatal
Atresia bilier
By Romeo usia 1 hari dibawa ibunya ke RS dengan keluhan kuning sejak usia 4 hari dan menetap hingga saat ini. Riwayat lahir normal di bidan, usia cukup bulan, BBL 3000 gram. Riwayat bayi mendapatkan ASI eksklusif. Bayi minum ASI dengan kuat dan sering. Pemeriksaan fisik bayi aktif, tanda vital normal, ikterus Kramer III. Pemeriksaan laboratorium bilirubin total 12 mg/dL, indirek 11,4 mg/dL, direk 0,6 mg/dL. Apakah kemungkinan diagnosis pasien?
Breast feeding jaundice
Breast milk jaundice
Ikterus fisiologis
Kernikterus
Neonatal jaundice
By. Brynn, usia 6 minggu dibawa orang tuanya ke IGD dengan keluhan kuning sejak 10 hari yang lalu. Ibu mengatakan BAB pasien berwarna sangat pucat dengan kencing yang berwarna gelap. Bayi cukup bulan dengan BBL 2900 gram dan menangis saat lahir. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak kuning, bayi tampak letargis, dan menangis lemah. Dari pemeriksaan lab didapatkan Hb 11 g/dL, leukosit 10.000/mm³, trombosit 350.000/mm³, SGOT 78, SGPT 51, gamma glutamyl transferase 788.000 U/L, Bilirubin total 15 mg/dL, bilirubin direk 8 mg/dL. Pada USG didapatkan triangular cord sign (+). Gold standard pemeriksaan pada kasus ini adalah
MRI
CT-Scan
Kolangiografi
USG
Foto polos abdomen
By Maya, usia 2 minggu dibawa oleh ibunya karena mengalami kejang. Kejang terjadi pada ekstremitas atas kiri sejak kurang lebih 15 menit SMRS. Tidak terdapat demam pada bayi. Bayi lahir cukup bulan dengan bantuan dukun beranak. Riwayat suntik vaksin hepatitis B maupun Vitamin K tidak diketahui. Dari pemeriksaan didapatkan nadi 128×/menit, laju nafas 32×/menit dan suhu 36,7 °C. Selain itu didapatkan pula UUB menonjol disertai pupil anisokor dan anak keesaan tidak sadar sepenuhnya. Riwayat sakit lain sebelum kejang disangkal. Diagnosis yang paling mungkin?
Encephalitis
Meningitis bakterial
Brain Abscess
Acquired Prothrombin Complex Deficiency
Tetanus Neonatorus
Bayi Zayn, usia 1 bulan dibawa orang tuanya ke IGD dengan keluhan kejang berulang, anak tidak demam, kejang terjadi pada seluruh tubuh, setelah kejang anak tidak sadar. Pasien diketahui lahir dibantu dukun beranak. Pemeriksaan fisik: somnolen, HR 150 kali/mnt, RR 40 kali/mnt, suhu 36,7 °C, UUB membonjol. Pemeriksaan penunjang yang menegakkan diagnosis yang paling tepat.
Darah rutin
Fungsi hepar
Kadar bilirubin
Coombs test
Apusan darah tepi
By. Ivree, usia 3 hari dibawa ke poli anak dengan keluhan kulitpada seluruh tubuh sejak 10 jam setelah lahir. Riwayat persalinan pasien normal dengan UK aterm, BB 3200gr. Bayi tampak aktif, kuat menyusu, produksi ASI masih seperti biasa. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kramer 4. Dokter melakukan pemeriksaan darah dan ditemukan memiliki golongan darah ibu O, Rh(+), dan bayi memiliki golongan darah A, Rh (+). Apakah penyebab yang paling mungkin pada kasus ini?
Inkompatibilitas ABO
Inkompatibilitas rhesus
Atresia bilier
Breastmilk jaundice
Breastfeed jaundice
Bayi Viri berusia 12 jam di ruang perinatologi dengan keluhan kuning. Bayi lahir normal pervaginam, cukup bulan. Apgar Score 7–9, tidak demam dan tidak ada keluhan lainnya. tanda vital nadi 120×/mnt, RR 40×/mnt, Suh 36,7 °C. Pada pemeriksaan awal, bayi tampak kuning kramer 1. Diketahui ibu memiliki golongan darah O Rhesus (+), dan bayi memiliki golongan darah O Rhesus (+). Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini?
Inkompatibilitas ABO
Inkompatibilitas rhesus
Ikterus fisiologis
Neonatal sepsis
Atresia bilier
By. Helen usia 2 hari datang ke RS dibawa oleh ibunya dengan keluhan badan kuning sejak 1 hari yang lalu. Riwayat persalinan normal pervaginam di bidan, cukup bulan, berat lahir normal dan bayi lahir langsung menangis. Ibu pasien memiliki golongan darah O Rh (+) dan ayah pasien memiliki golongan darah B Rh (+). Pemeriksaan fisik tanda vital HR 150 kali/mnt, RR 50 kali/mnt, T 36,7 °C, ikterus Kramer III. Hasil lab bilirubin total 14 mg/dL, bilirubin indirek 13 mg/dL. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Inkompatibilitas ABO
Inkompatibilitas rhesus
Neonatal sepsis
Ikterus fisiologis
Atresia bilier
Bayi Arnold, usia 3 hari dirujuk ke RS dengan keluhan kulit menguning beberapa jam setelah lahir, emosi keluar segera setelah lahir dan ibu kontrol rutin kehamilan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan bayi menangis kuat, ikterus Kramer 3, HR 170×/’/, RR 70×/’, suhu 36,7 °C. Pemeriksaan golongan darah menunjukkan bahwa ibu memiliki golongan darah O dan bayi memiliki golongan darah B. Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis yang paling tepat adalah
Transfusi tukar
Kortikosteroid
Berikan ASI, ditambah susu formula
ASI sesering mungkin
By. Sharlene, usia 2 hari dibawa ke poli anak dengan keluhan kulit dan mata kuning sejak 17 jam yang lalu. Riwayat persalinan pasien normal dengan UK 38 minggu per vaginam. BBL 3.100 g. Ibu pasien tidak pernah ANC untuk kehamilan ini. Pada pemeriksaan fisik didapatkan sklera ikterik dengan kulit jaundice. Dokter melakukan pemeriksaan darah dan ditemukan memiliki golongan darah ibu O, Rh(-) dan bayi memiliki golongan darah B, Rh (+). Apakah penyebab yang paling mungkin pada kasus ini?
Defisiensi enzim pada sel darah merah
Sel darah merah bentuk sabit
Antibodi anti-A
Malformasi duktus biliaris
Antibodi anti-B
By. Emily usia 14 hari dibawa ke IGD RS dirujuk dari Puskesmas dengan keluhan badan sangat kuning yang tidak kunjung hilang sejak pasien baru lahir. Tidak ada keluhan demam. BAB dan BAK warna normal. Riwayat pasien mendapat ASI + susu formula. Namun satu hari ini pasien mulai tampak lemas dan malas menetek. Pemeriksaan fisik tanda vital HR 156 kali/mnt, RR 55 kali/mnt, T 36,7 °C, sklera ikterik, refleks fisiologis menurun, tonus otot lemah. Apakah komplikasi yang dapat terjadi pada pasien ini?
Ensefalopati bilirubin
Kernikterus
Penyakit liver kronik
Kolestasis
Sepsis
By. Resya berusia 20 hari dibawa ke Rumah Sakit dengan keluhan seluruh badan kuning. Keluhan kuning muncul sejak bayi berusia 7 hari dan tidak hilang hingga saat ini. Keluhan tersebut disertai dengan muntah tiap kali minum. Bayi mendapatkan ASI eksklusif. Riwayat lahir di bidan, usia cukup bulan, BBL 2800 gram. Pada pemeriksaan fisik RR 50×/menit, Nadi 132×/menit, Suhu 36,8 °C, didapatkan sklera ikterik, kulit ikterik mulai wajah, leher, dada, perut, punggung, hingga ekstremitas. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Bilirubin Total 24, Bilirubin Direk 18, Bilirubin Indirek 12. Penanganan yang paling tepat untuk kasus diatas adalah
Terapi sinar
Transfusi tukar
Transfusi Criopresipitat
Observasi hingga usia satu bulan
Pemberian ASI
By. Billy usia 7 hari dibawa ibunya ke dokter karena kuning satu badan sejak lahir. Riwayat dengan demam disangkal. BAB warna coklat dan urin warna kuning jernih. Riwayat lahir normal di bidan, usia cukup bulan, berat badan lahir normal. Bayi mendapatkan ASI eksklusif. Pemeriksaan fisik tanda vital HR 150 kali/mnt, RR 50 kali/mnt, T 36,7 °C, sklera ikterik, ikterus kramer IV. Pemeriksaan penunjang bilirubin total 19 mg/dL, bilirubin indirek 18 mg/dL, bilirubin direk 1 mg/dL. Apa yang harus dilakukan pada bayi ini?
Fototerapi
Transfusi tukar
Medikamentosa
Suportif
Observasi
By. Derby, dibawa ke RS dengan keluhan tubuh kuning. Bayi lahir di bidan, aterm dengan BB 3300 gram. Bayi tersebut mendapat ASI eksklusif. Pada pemeriksaan fisik RR 50×/menit, Nadi 132×/menit, Suhu 36,8 °C. Pada hari kedua, BB bayi menjadi 2950 gram. Kadar bilirubin serum yang dilakukan saat usia 48 jam adalah 18 mg/dL. Didapatkan sklera ikterik, kulit ikterik mulai wajah, leher, dada, perut, punggung, hingga ekstremitas. Penanganan yang tepat untuk kasus diatas adalah
Fototerapi
Transfusi tukar
Cek bilirubin kembali 48 jam kemudian
Stop ASI, ganti susu formula
Stop ASI, ganti dextrose
By. Romeo dibawa ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak lahir 1 jam yang lalu. Ibu bayi melahirkan di bidan desa dengan usia gestasi 42 minggu. Ketika melahirkan, air ketuban tampak berwarna hijau, keruh dan berbau busuk. Pada pemeriksaan fisik didapatkan HR 165×/menit, RR 67×/menit, suhu 37,0 °C, terdapat napas cuping hidung, dan retraksi subcostal, terdengar ronki basah kasar bilateral. Diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah
Hyaline membrane disease
Transient tachypnea of newborn
Respiratory distress syndrome
Sepsis neonatorum
Mekonium aspiration syndrome
Bayi aurela lahir diharikan 4 jam yang lalu, tampak merintih dan kebiruan. Bayi dilahirkan secara sectio caesarea pada usia kehamilan 28 minggu dengan indikasi gawat janin. Bayi jenis kelamin perempuan dengan berat badan lahir 1.2500 gram. Pada pemeriksaan fisik didapatkan HR 160×/menit, RR 76×/menit, suhu 37,0 °C, terdapat retraksi substernal. Gambaran radiologi tampak infiltrate retikulogranular. Diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah
Transient tachypnea of newborn
Pneumonia neonatus
Sepsis neonatorum
Respiratory distress syndrome
Mekonium aspiration syndrome
Bayi Kiki, usia 1 hari tampak merintih dan kebiruan. Bayi dilahirkan secara SC dengan UK 32 minggu dengan indikasi gawat janin. Pada pemeriksaan tampak nafas cepat, retraksi sesak kuat, RR 70×/’/. Gambaran radiologi tampak gambaran ground glass. Penyebab pada kasus ini adalah
Kelahiran preterm
Gangguan sintesis dan sekresi surfaktan
Retensi cairan dalam alveoli
Kelainan kongenital akibat mutase gen
Infeksi intrauterine
By. Yuda, baru saja lahir dari ibu G1P1A0 usia gestasi 37 minggu, secara operasi seksio sesarea atas indikasi partus tidak maju. Bayi lahir dengan skor APGAR 8/10, BB 2900 gram, PB 46 cm, dan air ketuban jernih. Pada usia 3 jam setelah lahir, bayi mulai terlihat sesak nafas, dengan cuping hidung, laju nafas 72 ×/menit, retraksi (+), sianosis (-). Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien ini?
Transient tachypnea of newborn
Pneumonia neonatus
Sepsis neonatorum
Mekonium aspiration syndrome
Hyaline membrane disease
Pasien anak dengan napas cuping hidung, wheezing, dan ronki basah kasar disertai stridor saat inspirasi; RR 60/menit, nadi 125/menit, suhu 38,2°C. Apakah tata laksana yang harus segera dilakukan pada pasien?
Inhalasi steroid
Antibiotik dosis yang sesuai
Inhalasi beta-2 agonis kerja singkat
Oksigen dengan aliran tinggi
Inhalasi epinefrin
Anak usia 6 tahun dengan gangguan perkembangan, belum dapat mengucapkan 3 suku kata, tidak dapat berjalan normal, berjalan jinjit, refleks fisiologis meningkat, sign Babinski (+), postur kaki tampak seperti gunting. Diagnosis yang tepat untuk pasien adalah...
Duchenne muscular dystrophy
Becker muscular dystrophy
Poliomyelitis
Cerebral palsy
Osteogenesis imperfecta
Anak usia 5 tahun dengan riwayat lahir prematur, berjalan dengan postur seperti gunting, tonus dan refleks fisiologis meningkat, refleks patologis (+) pada kedua tungkai. Kelainan lesi pada pasien ini terdapat pada...
Cerebellum
Ganglia basalis
Korteks cerebri
Cornu anterior medulla spinalis
Otot skeletal
Anak usia 2 tahun, anggota tubuh lemah, head lag (+), terdapat tetraparesis dan atrofi otot. Diagnosis yang paling tepat adalah...
Cerebral palsy tipe hemiplegia
Cerebral palsy tipe athetoid
Cerebral palsy tipe ataxia
Cerebral palsy tipe spastic diplegia
Cerebral palsy tipe quadriplegia
Anak usia 5 tahun tampak sangat lemah, belum dapat berbicara, berjalan, makan, atau memakai pakaian sendiri. Saat ingin berdiri, harus bertumpu pada kedua tangan dan kaki kemudian perlahan mendekatkan kedua tangan ke kaki (tanda Gowers). IQ 20. Diagnosis pasien tersebut adalah...
Amyotrophic lateral sclerosis
Becker muscular dystrophy
Myasthenia gravis
Duchenne muscular dystrophy
Osteogenesis imperfecta
Anak usia 6 tahun tampak sangat lemah dan mengalami gangguan pertumbuhan tulang dengan temuan yang mengarah pada kelainan metabolisme tulang. Penyebab utama kasus tersebut adalah...
Gangguan autoimun secara molecular mimicry
Demyelinisasi
Kekurangan vitamin D
Kelebihan vitamin D
Gangguan jaringan ikat glikosaminoglikan
Bayi baru lahir 1 hari, BBL 1900 g, ditemukan lekukan pada punggung setinggi L3–4; refleks primitif dan motorik kedua ekstremitas inferior normal. Apakah diagnosis pada pasien ini?
Meningocele
Myeloschisis
Meningomyelocele
Spina bifida occulta
Omphalocele
Bayi baru lahir 1 hari dengan benjolan di punggung, membran transparan; refleks primitif ekstremitas atas baik namun refleks primitif ekstremitas bawah tidak ada; saat menangis kedua tungkai tidak bergerak. Apakah diagnosis pada pasien ini?
Meningocele
Myeloschisis
Meningomyelocele
Spina bifida occulta
Omphalocele
Bayi usia 8 bulan dengan benjolan di punggung yang muncul sejak lahir dan membesar; USG lumbosakral menunjukkan defek neural tube. Etiologi kelainan pada pasien adalah...
Defisiensi Fe
Defisiensi asam folat
Infeksi toksoplasma
Infeksi CMV
Infeksi rubella
Bayi lahir spontan, BBL 2600 gram, ditemukan hidrosefalus dengan kalsifikasi intrakranial dan ODS korioretinitis. Kemungkinan yang menyebabkan kondisi tersebut adalah...
Infeksi toksoplasma
Infeksi CMV
Infeksi rubella
Infeksi HSV
Infeksi varisela
Anak usia 2 tahun, penonjolan vena pada kulit kepala, sunset phenomenon (+). Kemungkinan diagnosis pada pasien ini...
Tumor otak
Abses otak
Hidrosefalus
Encephalocele
Megalocephali
Bayi usia 2 bulan dengan bintik putih pada kedua mata dan didapatkan murmur jantung. Apa diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut?
Rubeola
Congenital toxoplasmosis
Congenital varicella syndrome
Congenital rubella syndrome
Congenital cytomegalovirus infection
Anak usia 4 tahun dengan tungkai berbentuk huruf O, riwayat konsumsi susu formula hingga usia 2,5 tahun, jarang keluar rumah; ditemukan Harrison groove dan tulang dada prominen. Kemungkinan penyebab penyakit pasien adalah...
Mutasi X-linked resesif
Kelainan posisi duduk
Defisiensi vitamin B12
Defisiensi vitamin K
Defisiensi vitamin D
Anak usia 2 tahun, craniotabes (+), Harrison groove (+), manki-manki pada daerah tulang iga serta kaki melengkung. Kemungkinan diagnosis pasien adalah...
Juvenile rheumatoid arthritis
Osteomalasia
Osteogenesis imperfecta
Marfan syndrome
Rickets
Anak usia 3 tahun dengan riwayat jatuh dari tempat tidur; radiologi menunjukkan multiple callus yang mengarah pada beberapa fraktur lama. Temuan lain apa yang dapat mendukung kemungkinan diagnosis anak ini?
Harrison groove
Gower sign
Blue sclera
Rosary beads
Bamboo spine
Bayi usia 3,5 bulan dengan benjolan merah pada pipi yang muncul sejak lahir, membesar lalu stabil; lesi merah cerah, tunggal, berbatas tegas, permukaan tampak berbenjol-benjol halus dan tidak nyeri; ditemukan krusta dan ekskoriasi. Diagnosis pasien yang paling mungkin adalah...
Malformasi vaskular kapilaris
Hemangioblastoma
Nevus pigmentosa
Hemangioma infantil
Granuloma piogenik
TD 70/35 mmHg, HR 120 kali/menit, RR 67 kali/menit, suhu 36,5°C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nyeri tekan abdomen difus disertai defans muskular, bising usus tidak terdengar. Hasil laboratorium menunjukkan Hb 12,8 g/dL, leukosit 18.000 sel/mm³, trombosit 78.000 sel/mm³. Fecalysis ditemukan darah. Lihat foto polos abdomen yang menyertai soal. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini?
Hirschsprung disease
Alergi susu sapi
Intususepsi
Malrotasi dengan volvulus
Necrotizing enterocolitis
