wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Tropmed 1.1

Total questions: 59

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Seorang anak perempuan berusia 12 tahun dibawa keluarga ke instalasi gawat darurat RS dengan keluhan demam tinggi terus menerus sejak 2 hari. Pasien mengeluh nyeri kepala, nyeri otot, dan nyeri ulu hati. Pada pemeriksaan klinis didapatkan suhu 39,4 °C, hepatomegali, petechiae dan uji torniket (+). Pemeriksaan serologi NS1 antigen (+). Apakah pemeriksaan laboratorium yang harus dievaluasi pada pasien ini?

a)

Hitung limfosit dan Hb

b)

Protein plasma dan hematokrit

c)

Hb dan hematokrit

d)

Trombosit dan hematokrit

e)

Hb dan trombosit

2.

Seorang perempuan 15 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam tinggi sejak 4 hari. Keluhan disertai sakit kepala, nyeri di belakang mata dan nyeri-nyeri di badan. Pasien juga mengeluh mimisan sejak 1 hari yang lalu. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nadi 88 kali/menit, frekuensi 20 kali/menit, suhu 38,3 °C. Pemeriksaan fisik didapatkan jantung dan paru tidak ada kelainan, shifting dullness (+), tampak bercak-bercak merah di tangan dan kaki, capillary refill time 2 detik. Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat pada pasien tersebut?

a)

IgG anti dengue

b)

IgM anti dengue

c)

NS1 antigen dengue

d)

Widal

e)

Tubex test

3.

An. Albi, usia 14 tahun, datang ke IGD dibawa orang tuanya dengan keluhan demam tinggi mendadak sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai mual, nyeri kepala hebat, disertai rasa berat pada kedua mata. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 110/70 mmHg, nadi 100x/menit, RR 20x/menit, Suhu 39,2 °C. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 13 g/dL, Hematokrit 39%, Trombosit 128.000/mm³. Pemeriksaan darah yang paling tepat untuk dilakukan pada pasien adalah...

a)

Widal

b)

Kultur urin

c)

IgG anti dengue

d)

IgM anti dengue

e)

NS1

4.

Seorang laki-laki usia 24 tahun datang ke klinik dokter umum dengan keluhan demam hari keempat. Dari anamnesis juga didapatkan adanya keluhan mual, muntah dan nyeri sendi serta otot. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien sadar baik, denyut nadi 98 kali per menit, laju nafas 14 kali per menit, suhu tubuh 38,9 °C, dan Rumpel Leede positif. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 12,6 g/dL, leukosit 3000/µL, trombosit 65.000/µL. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis?

a)

Swab tenggorokan

b)

Hapusan darah tepi

5.

An. Mark, berusia 12 tahun, datang diantar ibunya ke Puskesmas dengan keluhan demam. Keluhan sudah dirasakan pasien sejak 4 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mimisan dan gusi berdarah. Riwayat keluhan yang sama sebelumnya (-). Hasil pemeriksaan fisik tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 90x/menit, pernapasan 20x/menit, suhu 38 °C. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan hemoglobin 10,5 g/dL, leukosit 4.500/µL, trombosit 44.000/µL, hematokrit 43%. Hasil uji serologi apakah yang tepat untuk kasus di atas?

a)

IgM Anti Dengue (+), IgG Anti Dengue (-)

b)

IgM Anti Dengue (+), Anti Dengue IgG (+)

c)

IgM Anti Dengue (-), IgG Anti Dengue (-), NS1 (+)

d)

IgM Anti Dengue (+), IgG Anti Dengue (-), NS1 (+)

e)

IgM Anti Dengue (+), IgG Anti Dengue (+), NS1 (+)

6.

Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun diantar orangtuanya ke unit gawat darurat RS dengan keluhan demam sejak 4 hari yang lalu. Keluhan disertai nyeri kepala dan lemas. Pada pemeriksaan fisik: kesadaran baik, tidak ada kelainan tanda vital, tampak kesadaran apatis, petechiae di bagian volar ekstremitas, hepar teraba membesar. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan trombosit 15.000/mm³. Apakah diagnosis paling tepat?

a)

DHF derajat I

b)

DHF derajat II

c)

DHF derajat III

d)

Dengue Shock Syndrome

e)

DHF derajat IV

7.

Seorang perempuan usia 22 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan keluar darah dari hidung sejak 2 jam sebelumnya. Awalnya penderita mengeluh demam tinggi sejak 4 hari yang lalu, dirasakan terus menerus. Pada pemeriksaan tanda vital ditemukan tekanan darah 100/70 mmHg, denyut nadi 112 x/menit, frekuensi napas 18 x/menit, suhu 38,8 °C, petechiae pada kulit lengan bawah kanan. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan Hemoglobin Hb 10,4 g/dL, hematokrit 31,5%, leukosit 3200/µL, trombosit 65.000/µL. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus di atas?

a)

Demam dengue

b)

Anemia hipoplasia

c)

Anemia aplasia

d)

Malaria

e)

Demam berdarah dengue

8.

An. Daren, usia 4 tahun dibawa ayahnya ke RS dengan keluhan demam tinggi sejak 3 hari, disertai nyeri sendi dan sakit kepala sejak 1 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik kesadaran kompos mentis, TD 95/60 mmHg, nadi 110x/menit, RR 30x/menit, suhu 38,5 °C, didapatkan petechie pada kedua lengan, tidak ada hepatosplenomegali, akral hangat. Hasil lab Hb 11 g/dL, Hct 40%, leukosit 4.000/µL, trombosit 80.000/µL. Apakah diagnosis pasien?

a)

DHF derajat I

b)

DHF derajat II

c)

DHF derajat III

d)

DHF derajat IV

e)

Demam dengue

9.

Seorang anak perempuan, berusia 5 tahun, datang dibawa oleh kedua orangtuanya ke UGD RS dengan keluhan demam sejak 3 hari. Keluhan disertai nyeri kepala dan mual sehingga tidak dapat makan dan minum. Diketahui ada riwayat mimisan sehari sebelumnya. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg, denyut nadi 130 kali/menit, dan suhu badan 39,5 °C, hepar teraba 3 cm di bawah arcus costae, terdapat petechiae di bagian volar ekstremitas. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan trombosit 45.000/µL, leukosit 2.000/µL, Hb 10 g/dL. Apakah diagnosis yang paling mungkin?

a)

Leptospirosis

b)

Sindroma syok dengue

c)

Demam berdarah dengue derajat I

d)

Demam berdarah dengue derajat II

e)

Demam dengue

10.

Seorang perempuan 30 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan demam naik turun sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan disertai sakit seluruh badan, sakit kepala, dan mual muntah. Riwayat bepergian ke daerah endemis malaria. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 130/70 mmHg, denyut nadi 80x/menit, frekuensi napas 18 x/menit dan suhu tubuh 38,7 °C. Apa pemeriksaan laboratorium yang paling tepat dilakukan pada pasien ini?

a)

Pemeriksaan jumlah leukosit

b)

Pemeriksaan jumlah trombosit

c)

Pemeriksaan Laju Endap Darah

d)

Pemeriksaan Sediaan Darah Hapus

e)

Pemeriksaan kadar Hb

11.

Seorang laki-laki berusia 33 tahun diantar oleh keluarga ke UGD RS dengan keluhan tidak sadar sejak 2 jam yang lalu. Keluhan diawali demam tinggi 3 hari yang lalu disertai mengigau dan berkeringat. Riwayat perjalanan ke daerah pedalaman hutan. Hasil pemeriksaan apusan darah tepi didapatkan plasmodium falciparum dengan skizon lebih banyak dari trofozoit. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien ini?

a)

Meningitis

b)

Encephalitis

c)

Stroke

d)

Dengue Shock Syndrome

e)

Malaria tropika

12.

Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan demam sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai nyeri kepala, mual, muntah, nyeri otot dan sendi, serta menggigil. Dari anamnesis diketahui ia pernah berkunjung ke daerah endemik malaria 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik, keadaan umum sakit sedang, tekanan darah 130/70 mmHg, denyut nadi 87x/menit, frekuensi napas 18 x/menit, suhu tubuh 38,2 °C. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 12 g/dL, leukosit 8800/mm3, trombosit 152.000/mm3. Pemeriksaan apusan darah tepi didapatkan gametosit sausage shape. Apakah pengobatan yang paling tepat?

a)

Kina + doksisiklin + primakuin

b)

Kina + klindamisin + primakuin

c)

Klorokuin + primakuin

d)

Artesunat + amodiakuin + primakuin

e)

Klorokuin + sulfadoksin

13.

Tn. O, usia 32 tahun, datang ke RS dengan keluhan demam sejak 1 minggu yang lalu. Pasien diketahui baru menyelesaikan bertugas di Manokwari selama 4 bulan. Pada pemeriksaan, kesadaran compos mentis, BB 65 kg, TD 110/80 mmHg, HR 110x/menit, RR 28x/menit, suhu 39°C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan hepar teraba 4 jari di bawah arkus kost dan pembesaran limpa Schuffner 3. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan Hb 10 g/dL, leukosit 13.000, trombosit 230.000. Pada pemeriksaan apusan darah tepi didapatkan adanya titik ovale pada eritrosit. Apakah tatalaksana kausatif yang sesuai untuk pasien berikut?

a)

Artesunat + amodiakuin

b)

Artemeter intramuskular

c)

Dihidroartemisinin + piperakuin

d)

Kina + tetrasiklin + primakuin

e)

Dihidroartemisinin + piperakuin + primakuin

14.

Seorang anak perempuan usia 4 tahun dibawa berobat ke puskesmas oleh ibunya dengan keluhan demam selama 4 hari. Keluhan disertai mual, muntah, dan menggigil. Berdasarkan anamnesis diketahui demam dirasakan terutama pada sore hari hingga menjelang malam. Dari pemeriksaan klinis diperoleh tekanan darah 100/70 mmHg, denyut nadi 78x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu tubuh 38,7°C, berat badan 15 kg, tampak gizi cukup, tidak ada tanda-tanda dehidrasi. Pada pemeriksaan laboratorium darah tepi ditemukan positif plasmodium falciparum dan plasmodium vivax. Apakah tatalaksana farmakoterapi yang paling tepat?

a)

DHP 1/2 tablet selama 3 hari + primakuin 1/4 selama 3 hari

b)

DHP 1/2 tablet selama 3 hari + primakuin 1/4 selama 14 hari

c)

DHP 1/2 tablet selama 3 hari + primakuin 1/2 selama 3 hari

d)

DHP 1/2 tablet selama 3 hari + primakuin 1/2 selama 14 hari

e)

DHP 1/2 tablet selama 3 hari + primakuin 1/2 selama 3 hari

15.

Ny. Rania, usia 12 tahun G1P0A0 datang ke Puskesmas untuk konsultasi dokter umum, berencana berkunjung ke Lombok Timur. Pasien dijadwalkan akan berangkat dalam 2 minggu sejak hari ini dan akan tinggal selama 1 bulan di lokasi tersebut. Pasien khawatir karena daerah tujuan merupakan daerah endemis penyakit malaria dan menanyakan kepada dokter apakah ada obat pencegahan agar tidak tertular penyakit. Apakah profilaksis yang tepat diberikan pada pasien tersebut?

a)

Mefloquin 250 mg diminum 1 minggu sebelum berangkat sampai 4 minggu setelah pulang

b)

Doksisiklin 100 mg setiap hari, 1–2 hari sebelum berangkat sampai dengan 4 minggu

c)

Kina 10 mg/kgBB, 4 hari sebelum berangkat sampai dengan 4 minggu setelah kembali

d)

Piperakuin 4 mg, diminum setiap hari selama 2 minggu setelah kembali

e)

Klorokuin 500 mg setiap hari, 1 minggu sebelum berangkat sampai dengan 4 minggu setelah kembali

16.

Ny. Clara, usia 32 tahun, dibawa berobat ke IGD oleh keluarganya dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu. Belakangan ini pasien kurang responsif dan cenderung mengantuk. Demam dirasakan naik turun sepanjang hari. Sejak 2 hari yang lalu, BAB pasien menjadi berwarna merah kehitaman. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 130/80 mmHg, nadi 125x/menit, RR 22x/menit, suhu 39°C. Pemeriksaan Hb didapatkan 5,8 g/dL. Apakah tatalaksana yang paling sesuai?

a)

Dihidroartemisinin + piperakuin per oral

b)

Kina + klindamisin per oral

c)

Artesunat 2,4 mg/kgBB intravena

d)

Artesunat 2,4 mg/dL intravena

17.

Tn. Daniel, usia 28 tahun datang ke RS dengan keluhan demam tinggi sejak 3 hari lalu. Demam dirasakan terus menerus disertai dengan menggigil dan nyeri pada betis. Rumah pasien baru saja mengalami kebanjiran. Tanda vital didapatkan TD 100/70 mmHg, RR 24x/menit, T 38°C, ditemukan injeksi konjungtiva, ikterus, splenomegali, serta nyeri penekanan gastrocnemius. Pemeriksaan lab: leukosit 5.000/µL, BUN 50 mg/dL, Cr 3 mg/dL, kalium 2,8 mEq/L. Apakah diagnosis yang tepat untuk pasien saat ini?

a)

Dengue Shock Syndrome

b)

Black water fever

c)

Leptospirosis

d)

Weil Disease

e)

Demam tifoid

18.

Tn. Jeremi, usia 37 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan panas, mata kuning, dan nyeri pada betis sejak 1 minggu yang lalu. Sebelumnya pasien mengikuti kerja bakti membersihkan selokan. Saat dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/80 mmHg, HR 88x/menit, RR 20x/menit, suhu 38°C, ikterus (+), nyeri tekan pada m. gastrocnemius. Penularan penyakit ini melalui....

a)

Droplet infection

b)

Kontak dengan air tanah/lumpur yang terkontaminasi

c)

Airborne infection

d)

Kontak dengan manusia

e)

Vektor nyamuk

19.

Tn. Toni, usia 40 tahun, datang ke RS dengan keluhan demam sejak 9 hari yang lalu, demam naik turun tanpa pola yang jelas. Keluhan disertai sakit kepala dan pegal-pegal di kedua kaki dan lengan. Pasien merupakan seorang petugas kebersihan yang baru saja mengikuti kegiatan kerja bakti membersihkan selokan warga. Pemeriksaan tanda-tanda vital menunjukkan TD 130/90 mmHg, HR 110x/menit, suhu 39°C, RR 25x/menit. Status generalis didapatkan injeksi konjungtiva pada kedua mata dan nyeri tekan di epigastrium. Pemeriksaan penunjang yang paling tepat dilakukan adalah...

a)

Microscopic agglutination test

b)

Darah rutin

c)

Tes Widal

d)

IgM dan IgG Anti Dengue

e)

Pemeriksaan ALT dan AST

20.

Tn. Mariosua, 32 tahun datang ke RS dengan keluhan demam sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan disertai nyeri otot. Pasien bekerja sebagai pekerja di sebuah perusahaan. Tanda vital: TD 110/70 mmHg, Nadi 88x/menit, RR 20x/menit, suhu 38°C. Pemeriksaan lab: Hb 14 g/dL, leukosit 15.800 dengan neutrofil 90%, SGOT 30, SGPT 20, urinalisis eritrosit 3–4 lpb. Hasil analisis menunjukkan kecurigaan leptospirosis. Apakah tatalaksana yang tepat untuk pasien saat ini?

a)

Penisilin G 1,5 juta unit tiap 8 jam selama 5 hari

b)

Tetrasiklin 4x500 mg selama 5–7 hari

c)

Metronidazol 3x500 mg selama 5 hari

d)

Ciprofloxacin 2x500 mg selama 5 hari

e)

Doksisiklin 2x100 mg selama 7 hari

21.

An. Bruice, usia 16 tahun datang ke RS dengan keluhan demam sejak 10 hari lalu. Keluhan demam dirasakan terus menerus sejak 2 hari lalu disertai menceret dan badan pegal, penurunan nafsu makan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD 110/90 mmHg, Nadi 85x/menit, RR 18x/menit, Suhu 39°C, ditemukan nyeri tekan abdomen, hepar teraba 3 cm di bawah arcus kosta, coated tongue (+) dan tremor (+). Pada laboratorium ditemukan leukosit 4000/mm3, trombosit 130.000. Titer O pada tes widal adalah 1/320. Riwayat kebanjiran (-). Apakah diagnosis yang tepat pada pasien?

a)

Leptospirosis

b)

Amoebiasis

c)

Dengue fever

d)

Demam tifoid

e)

Shigelosis

22.

Nn. Sheila, berusia 22 tahun datang ke RS dengan keluhan demam sejak 3 hari yang lalu. Demam dirasakan makin turun terutama sore hingga malam hari. Selain demam, pasien juga mengeluhkan mual muntah dan nyeri di daerah ulu hati. Tanda vital TD 120/80 mmHg, Nadi 66x/menit, RR 20x/menit, suhu 38,2°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan lidah berselaput di tengah dengan pinggir bersih serta nyeri tekan epigastrium. Hasil laboratorium Hb 13,3 g/dL, leukosit 5.200/µL, trombosit 190.000/µL. Apakah pemeriksaan penunjang yang sesuai?

a)

Apusan darah tepi

b)

Pemeriksaan Widal

c)

Pemeriksaan fungsi hati

d)

Tes Tourniquet

e)

Pemeriksaan IgM antibodi dengue

23.

An. Ami, usia 10 tahun datang ke RS dengan ibunya karena keluhan demam sejak 10 hari yang lalu. Demam terus-menerus meningkat di malam hari. Keluhan disertai mual muntah dan kadang nyeri perut. Pasien juga mengeluhkan sulit BAB sejak hari pertama. Pemeriksaan fisik TD 100/60 mmHg, Nadi 108x/menit, RR 21x/menit, Suhu 38,3°C, tenesmus (+). Pada pemeriksaan feses didapatkan Bakteri Gram Negatif. Agen penyebabnya adalah...

a)

Bakteri basilus gramnegatif berflagela

b)

Bakteri diplokokus gramnegatif

c)

Bakteri coccobacillus gramnegatif

d)

Bakteri spiral gramnegatif

e)

Acid fast bacilli

24.

Ny. Laura berusia 21 tahun datang ke RS dengan keluhan demam sejak 7 hari. Keluhan disertai nyeri kepala, mual muntah dan nyeri perut. Pasien mengeluhkan sulit BAB dan penurunan nafsu makan. Tanda vital TD 120/80 mmHg, Nadi 66x/menit, RR 20x/menit, suhu 38,5°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan krek di dada, nyeri tekan epigastrium dan splenomegali. Hasil laboratorium ditemukan leukopenia yaitu WBC 3,8 g/dL. Apakah terapinya tepat untuk kasus tersebut?

a)

Ampisilin 1 g/hari selama 5 hari

b)

Ciprofloxacin 2x250 mg/hari selama 10 hari

c)

Cefixime 2x400 mg/hari selama 14 hari

d)

Kloramfenikol 4x500 mg selama 10 hari

e)

Kotrimoksazol 2x960 mg selama 5 hari

25.

An. Jaedan usia 7 tahun dibawa ibunya ke praktik dokter dengan keluhan demam sejak 8 hari yang lalu. Demam naik turun terutama saat malam hari. Keluhan disertai mual muntah dan kadang nyeri perut. Pasien juga dikeluhkan sulit BAB sejak 3 hari ini. Pemeriksaan fisik TD 100/60 mmHg, Nadi 80x/menit, RR 24x/menit, T 37,8°C, didapatkan lidah kotor dan tremor. Hasil lab Hb 12 g/dL, WBC 4500, PLT 350.000, Widal Titer O 1/320. Bagaimana KIE diet untuk pasien?

a)

Diet cair atau lunak

b)

Diet tinggi karbohidrat

c)

Diet tinggi protein

d)

Diet rendah serat

e)

Diet rendah lemak

26.

Tn. Romer, 38 tahun, datang berobat diantar teman laki-lakinya dengan keluhan diare. Keluhan dirasakan hilang timbul sejak sekitar 8 bulan terakhir. Selain diare, pasien juga mengeluhkan luka di mulut seperti sariawan yang berulang. Pasien bekerja sebagai sopir truk logistik antar kota. Dengan keluhan ini, pasien merasa badannya semakin kurus dan pakaian yang selama ini jadi terasa longgar. Sebelumnya pasien diketahui memiliki riwayat penggunaan obat suntik yang dipakai bergantian bersama teman-temannya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 100/70 mmHg, Nadi 70x/menit, RR 21x/menit, Suhu 37,9°C. Diagnosa kasus tersebut adalah...

a)

HIV stadium I

b)

HIV stadium 2

c)

HIV stadium 3

d)

HIV stadium 4

e)

HIV stadium 5

27.

Ny. Quin, usia 35 tahun, datang ke RS mengeluh batuk berdahak sejak 2 bulan yang lalu. Keluhan batuk berdahak kuning kehijauan disertai diare. Pasien juga mengeluhkan penurunan berat badan dan diare > 1 bulan yang tidak kunjung sembuh setelah berobat puskesmas. Dari hasil pemeriksaan fisik tanda vital: TD 130/90 mmHg, HR 90x/menit, RR 24x/menit, suhu 37,8°C, tampak konjungtiva anemis. Hasil uji HIV 3 metode reaktif dan CD4 45. Apa tatalaksana yang tepat dilakukan?

a)

Tunda ARV karena CD4 masih tinggi, berikan OAT

b)

OAT bersamaan dengan ARV

c)

Beri ARV setelah OAT selama 2 minggu

d)

Beri OAT sampai 2 bulan baru kemudian dilanjutkan dengan ARV

e)

Beri OAT setelah ARV selama 8 minggu

28.

Tn. Fremont, usia 29 tahun datang ke RS dengan keluhan demam yang tidak kunjung sembuh 2 bulan yang lalu. Keluhan disertai BAB encer turun dari 60 kg menjadi 40 kg dalam 4 bulan ini. Pasien juga sering mengalami sariawan yang berulang. Tanda vital TD 110/70 mmHg, Nadi 90x/menit, RR 25x/menit, suhu 37,3°C. Dari pemeriksaan fisik didapatkan bercak putih di mukosa bucal dan lidah. Hasil pemeriksaan CD4 125 dan anti HIV reaktif. Regimen ARV apa yang paling tepat diberikan pada pasien adalah?

a)

Efavirenz, nevirapine, tenofovir

b)

Lamivudin, tenofovir, entecavir

c)

Zidovudin, entecavir, lamivudin

d)

Zidovudin, efavirenz, nevirapine

29.

Ny. Helena, usia 34 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan muncul bercak putih di lidah sejak 1 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluhkan nyeri tenggorokan, diare, dan penurunan berat badan. Pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg, HR 80x/menit, RR 20 x/menit, T 37,7°C, bercak putih di lidah yang meluas hingga ke palatum durum. Bagaimanakah tatalaksana pada pasien ini?

a)

Mulai ARV jika nilai CD4 < 500

b)

Mulai ARV jika nilai CD4 < 300

c)

Mulai ARV tanpa memandang nilai CD4

d)

Mulai ARV jika nilai CD4 < 200

e)

Mulai ARV jika dijumpai infeksi oportunistik

30.

Tn. Fiasco berusia 27 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan sesak nafas dan pandangan gelap tiba-tiba. Keluhan sudah dirasakan sejak 3 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 100/70 mmHg, HR 88x/menit, RR 24x/menit, suhu 36,7°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis (+/+). Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 7 g/dL, leukosit 4000/µL dan trombosit 250.000. Pasien merupakan pasien TB dan HIV yang sedang dalam pengobatan ARV. Obat yang dapat menyebabkan kondisi pasien tersebut adalah...

a)

Lamivudin

b)

Tenofovir

c)

Nevirapine

d)

Efavirenz

e)

Zidovudine

31.

Tn. Tito, usia 31 tahun datang ke puskesmas mengeluhkan diare sejak 3 hari. Keluhan disertai demam disertai darah. Frekuensi BAB lebih dari 10 kali/hari. Pasien juga mengeluh mual, kram perut dan sakit kepala serta malaise. Pada pemeriksaan fisik TD 100/60 mmHg, nadi 108x/menit, RR 21x/menit, suhu 38,3°C, tenesmus (+). Pemeriksaan feses didapatkan bakteri berbentuk basil Gram negatif. Apakah kemungkinan diagnosis yang paling tepat?

a)

Giardiasis

b)

Balantidiasis

c)

Giardiosis

d)

Shigelosis

e)

Amebiasis

32.

Seorang laki-laki berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan BAB berlendir dan berdarah sejak 1 minggu terakhir. Keluhan disertai dengan perut mulas. Pemeriksaan feses didapatkan gambaran kista yang besarnya 10–20 mikron, berbentuk bulat lonjong, memiliki dinding kista 4 buah, dan didapatkan badan parasit berbentuk cercut dengan banyak mengandung eritrosit. Apakah etiologi penyebab masalah pada pasien?

a)

Balantidium coli

b)

Entamoeba histolytica

c)

Shigella sp

d)

Entamoeba coli

e)

Giardia lamblia

33.

An. Jack, usia 7 tahun dibawa orang tuanya ke RS dengan keluhan nyeri perut, diare dengan demam yang dirasakan sejak 4 hari yang lalu. Didapatkan BAB cair 11 kali/hari namun jumlah sedikit-sedikit, terkadang bercampur lendir dan darah tanpa bau. Pada pemeriksaan fisik didapatkan N: 90x/menit, RR: 26 x/menit, S: 41,0°C, nyeri tekan abdomen. Kemudian dilakukan pemeriksaan feses rutin, ditemukan banyak sel PMN. Diagnosis yang tepat adalah?

a)

Disentri

b)

Shigellosis

c)

Amoebiasis

d)

Demam tifoid

e)

ETEC

34.

An. Sheila, usia 6 tahun diantar ibunya ke puskesmas dengan keluhan BAB cair disertai lendir dan darah berwarna merah segar sebanyak 15 kali sehari. Pasien lemas setiap akan BAB. Pada pemeriksaan tanda vital, TD 100/60 mmHg, Nadi 110x/menit, RR 24x/menit, suhu 39°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis (+), mata cowong (+), abdomen tampak cekung dan bising usus meningkat, turgor kulit kembali lambat. Dilakukan pemeriksaan feses rutin, hasilnya: eritrosit (+++), leukosit(++++). Penyebab dan cara penularan penyakit pada pasien ini adalah?

a)

Kista dan trofozoid, fecal-oral

b)

Cholera enterotoxin, fecal-oral

c)

Shiga toxin, fecal-oral

d)

Larva rhabditiform, fecal-oral

e)

Shiga-like toxin, vektor

35.

Tn. Risa usia 26 tahun datang ke IGD dengan keluhan diare sejak 1 hari yang lalu. Diare disertai lendir dan darah dengan frekuensi 12 kali/hari. Pasien juga merasakan nyeri perut bagian bawah dan rasa panas pada anusnya. Mual muntah (+). Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD: 100/70 mmHg, N: 80x/menit, RR: 18x/menit, S: 39,0°C, nyeri tekan abdomen. Kemudian dilakukan pemeriksaan pewarnaan gram dijumpai basil gram negative, nonmotil. Apakah terapi yang sesuai untuk pasien tersebut?

a)

Azithromisin 3×1 g selama 3 hari

b)

Cefixime 3×500 mg selama 3 hari

c)

Siprofloksasin 2×500 mg selama 3 hari

d)

Metronidazol 3×500 mg selama 5 hari

e)

Albendazole 1×400 mg single dose

36.

An. Robert usia 8 tahun dibawa orang tuanya ke IGD dengan keluhan anak lemas dan tidak nafsu makan. Sebelumnya diketahui diare BAB cair sejak 1 harinya lalu sebelum dibawa ke RS. BAB sekitar 12–15 kali/hari. Pada feses terdapat ampas makanan, feses tampak berlendir dan berdarah. Nyeri perut disertai Muall dan muntah (+), serta perut terasa kembung. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tampak dehidrasi ringan sedang, N: 100x/menit, RR: 18 x/menit, S: 39,0°C, nyeri tekan abdomen. Kemudian dilakukan pemeriksaan feses rutin, hasil eritrosit (+++), leukosit (+++), kristal Charcot Leyden (-), parasit (-). Tatalaksana yang tepat adalah?

a)

Loperamid

b)

Kotrimoksazol

c)

Seftriakson

d)

Amoksisilin

e)

Metronidazole

37.

Pasien setiap hari bermain kelereng dengan teman-temannya, jarang mencuci tangan sebelum makan, dan sering menggaruk-garuk anus. Apakah terapi farmakologis yang paling tepat?

a)

Ivermektin

b)

Pirantel pamoat

c)

Prazikuantel

d)

Albendazol

e)

Mebendazol

38.

Seorang anak berusia 8 tahun dibawa ke puskesmas karena sering mencuci tangan yang kambuh sejak 1 bulan yang lalu. Pasien sering kontak dengan tanah saat bermain, jarang mencuci tangan sebelum makan, dan sering menggaruk-garuk anus. Pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis dan perut buncit. Apakah tatalaksana yang paling tepat?

a)

Antibiotik

b)

Antipruritus

c)

Anthelmintik

d)

Transfusi darah

e)

Antispasmodik

39.

Seorang anak usia 10 tahun diantar orang tuanya ke puskesmas dengan keluhan nyeri pada anus sejak 2 hari yang lalu. 1 hari sebelum pasien mengeluh nyeri perut, mual, muntah, dan diare berdarah. Pasien gemar bermain di sawah dan diketahui jarang mencuci tangan sebelum makan. Pada pemeriksaan anus tampak bengkak nyeri bila ditekan. Diagnosis kasus tersebut?

a)

Larva migrans

b)

Askariasis

c)

Ankilostomiasis

d)

Strongiloidosis

e)

Taeniasis

40.

Seorang anak usia 10 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan BAB berdarah sejak 6 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri perut. Pada pemeriksaan anus terdapat kemerahan di sekitar anus dan prolaps rekti. Bagaimana ciri khas telur dari cacing ini?

a)

Makronukleus dan mikronukleus

b)

Telur double knob

c)

Memiliki dinding 3 lapis

d)

Memiliki dinding yang tipis

e)

Trofozoit dengan sitoplasma mengandung eritrosit; kista berinti 4

41.

Seorang anak perempuan berusia 8 tahun dibawa ke puskesmas dengan keluhan diare sejak 1 hari yang lalu. Pasien tampak lemas dan lesu. Badan pasien tampak kurus. Sekitar 5 hari yang lalu ibu pasien menemukan cacing yang keluar pada saat anaknya BAB. Pemeriksaan feses didapatkan telur berukuran sekitar 60 × 45 μm, berbentuk lonjong, dengan lapisan halus yang tebal dan berenda. Apakah penyebab yang paling mungkin?

a)

Trichuris trichiura

b)

Ancylostoma duodenale

c)

Schistosoma japonicum

d)

Ascaris lumbricoides

e)

Oxyuris vermicularis

42.

Seorang anak laki-laki 1 tahun dibawa orang tuanya ke puskesmas dengan keluhan utama nyeri perut sejak 5 hari yang lalu. Nyeri perut menetap dan disertai dengan nafsu makan menurun. Keluhan disertai demam 3 hari terakhir. Ibu pasien juga melaporkan bahwa 1 hari yang lalu keluar cacing bersama kotoran pasien, cacing berbentuk bulat dengan panjang sekitar 30 cm. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva hiperemis, mukosa bibir basah. Abdomen supel, nyeri tekan daerah epigastrium, peristaltik usus meningkat. Apakah parasit yang paling mungkin menjadi penyebab?

a)

Ancylostoma duodenale

b)

Trichuris trichiura

c)

Ascaris lumbricoides

d)

Oxyuris vermicularis

e)

Hymenolepis nana

43.

Seorang anak usia 7 tahun dibawa ke klinik dokter umum dengan keluhan perut sering kembung, mual, dan muntah 1–2×/hari. Ibu juga mengeluhkan perut anak kembung; jarak keluarnya cacing kurang dari 10 cm saat pasien BAB. Pemeriksaan fisis menunjukkan status nutrisi kurang. Dari pemeriksaan feses didapatkan gambaran telur cacing benang pada bagian luar berlapis tipis. Bentuk infektif dan cara penularan pada cacing penyebab kasus di atas ialah...

a)

Telur terembrio, fekal-oral

b)

Telur terembrio, penetrasi melalui kulit

c)

Larva filariform, penetrasi melalui kulit

d)

Larva rabditiform, fekal-oral

e)

Proglotid, fekal-oral

44.

Seorang anak 7 tahun dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan berat badan tidak kunjung naik walaupun sudah diberikan makanan yang cukup. Pemeriksaan fisis tanda vital normal. Pemeriksaan status gizi didapatkan pasien gizi kurang. Pada pemeriksaan feses dijumpai gambaran sebagai berikut: proglotid cacing. Apakah terapi yang tepat?

a)

Praziquantel 2 × 500 mg

b)

Pirantel pamoat 1 × 500 mg

c)

Albendazol 1 × 400 mg

d)

Albendazol 1 × 200 mg

e)

Mebendazol 1 × 200 mg

45.

Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa orang tuanya ke puskesmas dengan keluhan utama nyeri perut sejak 3 hari yang lalu. Nyeri perut menetap disertai nafsu makan menurun. Keluhan disertai demam 3 hari terakhir. Pemeriksaan feses rutin ditemukan telur cacing askaris. Apakah terapi lini pertama yang tepat untuk pengobatan?

a)

Kotrimoksazol

b)

Metronidazol

c)

Mebendazol

d)

Praziquantel

46.

Seorang anak perempuan berusia 7 tahun dibawa ibunya datang ke puskesmas dengan keluhan perut sering terasa gatal dan gatal di sekitar anus sejak 1 minggu yang lalu. Sehari sebelumnya anak tersebut mengeluh keluar cacing sepanjang 1,5 cm ketika buang air besar. Dari hasil pemeriksaan feses mikroskopik didapatkan cacing kecil, rambu-rambu (filiform) dan rapuh, serta badan tampak kurus. Setelah dilakukan pemeriksaan feses ditemukan telur parasit dengan dinding tipis yang berwarna coklat serta terdiri atas 3 lapis, dengan bagian luar yang tebal dan kasar. Apakah terapi yang tepat diberikan untuk pasien?

a)

Pirantel pamoat

b)

Metronidazol

c)

Hexyl-resorcinol

d)

Diethylcarbamazine

e)

Tetrachlorethylene

47.

Seorang laki-laki berusia 18 tahun diantar ke poliklinik RS dengan keluhan benjolan pada punggung sejak 3 bulan terakhir. Keluhan disertai demam hilang timbul, batuk berdahak, dan gatal-gatal pada kulit. Ibu pasien mengatakan bahwa 1 hari yang lalu terdapat cacing pada kotoran pasien. Pemeriksaan laboratorium didapatkan eosinofil meningkat. Pemeriksaan feses ditemukan telur cacing tambang. Apakah terapi pilihan utama saat ini?

a)

Albendazol 400 mg selama 3 hari

b)

Pirantel pamoat 10 mg/kgBB

c)

Albendazol 200 mg dosis tunggal + Prednison

d)

Levamisol 2,5 mg/kgBB

e)

Albendazol 400 mg dosis tunggal + Prednison

48.

Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mudah lelah sejak 5 bulan. Keluhan disertai nyeri perut, mual-muntah, dan BAB hitam. Pasien seorang petani yang mempunyai kebiasaan bekerja tanpa alas kaki; riwayat gatal pada punggung kaki ada. Pemeriksaan fisis menunjukkan konjungtiva anemis, nyeri tekan abdomen. Pemeriksaan laboratorium Hb 5 g/dL, mikrositik hipokromik. Pemeriksaan feses ditemukan gambaran telur berdinding tipis transparan, tampak larva sedang membelah. Apakah diagnosis yang paling mungkin?

a)

Strongiloidosis

b)

Ankilostomiasis

c)

Trikuriasis

d)

Askariasis

e)

Enterobiasis

49.

Seorang anak laki-laki 8 tahun dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan BAB keluar cacing. Pasien sering tidak menggunakan alas kaki bila bermain. Pada pemeriksaan fisis: konjungtiva anemis, tidak didapatkan distensi abdomen, pemeriksaan feses ditemukan telur yang terdiri dari selapis halin tipis dan transparan. Apakah penyebab yang paling mungkin?

a)

Askariasis

b)

Trikuriasis

c)

Infeksi Hookworm

d)

Strongiloidosis

e)

Enterobiasis

50.

Seorang laki-laki 18 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan berat badan yang menurun, nafsu makan berkurang, dan lemas. Pemeriksaan feses ditemukan telur cacing dengan dinding tipis seperti pada gambar. Apakah diagnosis yang paling mungkin?

a)

Taeniasis

b)

Trikuriasis

c)

Schistosomiasis

d)

Askariasis

e)

Ankilostomiasis

51.

Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan BAB keluar cacing. Pasien sering bermain tanpa alas kaki. Pemeriksaan fisis: konjungtiva anemis. Pemeriksaan feses ditemukan telur yang terdiri dari selapis halin tipis dan transparan. Apakah penyebab yang paling mungkin?

a)

Askariasis

b)

Trikuriasis

c)

Infeksi Hookworm

d)

Strongiloidosis

e)

Enterobiasis

52.

Seorang laki-laki 44 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan badan terasa lemas dan tidak nafsu makan sejak 1 bulan yang lalu. Pasien bekerja sebagai petani dan jarang menggunakan alas kaki. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan eosinofilia. Pemeriksaan tinja ditemukan gambaran seperti berikut ini. Apakah stadium infektif dari parasit tersebut?

a)

Miracidium

b)

Sporozoit

c)

Filariform

d)

Mikrofilaria

e)

Rabditiform

53.

Seorang laki-laki 44 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan badan terasa lemas dan tidak nafsu makan. Pasien bekerja sebagai petani, jarang menggunakan alas kaki, dan jarang mencuci tangan sebelum makan. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan eosinofilia. Pemeriksaan tinja ditemukan gambaran seperti berikut ini. Bagaimanakah tatalaksana yang paling tepat?

a)

Metronidazol 3 × 500 mg

b)

Albendazol 1 × 400 mg

c)

Pirantel pamoat 1 × 500 mg

d)

Praziquantel 1 × 600 mg

e)

Ivermektin 1 × 12 mg

54.

Seorang laki-laki 38 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan wajah terasa kaku. Keluhan dirasakan sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Riwayat 1 minggu yang lalu pasien tertusuk paku saat bekerja. Pada pemeriksaan: TD 120/80, nadi 88/menit, RR 16/menit, suhu 37°C. Otot wajah spasme. Pemeriksaan apa yang tepat dilakukan untuk menegakkan diagnosis?

a)

Nafziger test

b)

Thomsen test

c)

Wartenberg test

d)

Spatula test

e)

Chvostek sign

55.

Seorang perempuan berusia 55 tahun dibawa anaknya ke unit gawat darurat RS dengan keluhan kejang sejak 3 hari yang lalu. Saat kejang seluruh badan menjadi tegang selama beberapa detik dan pasien tetap sadar. Pasien pernah tertusuk paku berkarat di jari tangan kiri sekitar 14 hari yang lalu. Riwayat imunisasi tidak jelas. Pada pemeriksaan fisis didapatkan kesadaran compos mentis, tanda vital dalam batas normal, trismus 2,5 cm dan gangguan menelan; toraks, abdomen, dan ekstremitas tidak ada kelainan. Apakah penatalaksanaan kegawatdaruratan yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

Tizanidine 4 mg tiap 8 jam per oral

b)

Phenytoin 15–20 mg/kgBB intravena pelan

c)

Magnesium sulphate 40% 80 ml intravena tiap 4 jam

d)

Diazepam 10–40 mg intravena tiap 1–8 jam

e)

Asam valproat 5–40 mg/kgBB per oral

56.

Seorang laki-laki berusia 24 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan kaku pada mulut sejak 6 jam yang lalu. Setelah itu pasien mengeluh sakit gigi dan demam selama 5 hari. Pemeriksaan fisik: TD 140/90 mmHg, nadi 88 ×/menit, frekuensi napas 24 ×/menit, suhu 38°C. Pemeriksaan neurologis didapatkan meningismus dan trismus. Apakah terapi yang paling tepat?

a)

Penisilin G

b)

Ceftriaxone

c)

Asam klavulanat

d)

Amoksisilin

e)

Ciprofloxacin

57.

Seorang perempuan berusia 60 tahun dibawa anaknya ke UGD RS dengan keluhan kejang sejak 1 hari yang lalu. Saat kejang seluruh badan menjadi tegang selama beberapa detik dan pasien tetap sadar. Pasien pernah tertusuk paku berkarat di jari tangan kiri sekitar 10 hari yang lalu. Riwayat imunisasi tidak jelas. Pemeriksaan fisis normal; dokter merencanakan pemberian human tetanus immunoglobulin pada pasien. Bagaimana cara pemberian yang paling tepat?

a)

Dosis 3000–6000 unit intramuskular per hari selama 14–21 hari

b)

Dosis 3000–6000 unit intramuskular per hari selama 3–5 hari

c)

Dosis 40.000 unit intravena per hari selama 14–21 hari

d)

Dosis 40.000 unit intramuskular per hari selama 3–5 hari

e)

Dosis 3000–6000 unit intramuskular sekali dosis

58.

Seorang perempuan berusia 12 tahun dibawa ibunya ke unit gawat darurat RS dengan keluhan luka robek di betis kiri sejak 3 jam yang lalu. Luka terjadi akibat tersayat potongan kayu rapat. Riwayat imunisasi lengkap sesuai jadwal. Pada pemeriksaan fisik ditemukan luka laserasi dengan ukuran sekitar 4 cm × 2 cm di regio kruris lateralis kiri. Terdapat sisa serpihan kayu di dalam luka, tapi tidak ada perdarahan aktif. Bagaimanakah penanganan yang tepat?

a)

Toksid tetanus 2 mL

b)

Toksid tetanus 2 mL + human tetanus immunoglobulin 3000–6000 unit

c)

Toksid tetanus 0,5 mL + human tetanus immunoglobulin 125 unit

d)

Toksid tetanus 2 mL + human tetanus immunoglobulin 125 unit

e)

Toksid tetanus 2 mL + human tetanus immunoglobulin 3000–6000 unit

59.

Tn. Pradana berusia 27 tahun datang ke RS setelah tangan kirinya terkena pecahan kaca. Dari pemeriksaan ditemukan luka iris di tangan kiri sepanjang 3 cm, kedalaman <1 cm, luka bersih, dan tepi rata. Pasien sudah mendapat imunisasi sesuai usia. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, tekanan darah 110/80, denyut nadi 80 ×/menit, frekuensi napas 22 ×/menit, suhu afebris. Dokter melakukan perawatan dan penjahitan luka. Tindakan yang paling tepat selanjutnya adalah...

a)

Tidak perlu pemberian TT maupun ATS

b)

Memberikan TT dan ATS intramuskular

c)

Memberikan TT, ATS, dan antibiotik

d)

Memberikan ATS intramuskular saja

e)

Memberikan TT IM saja