wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Pilihan Ganda – Surat Ali 'Imran ayat 64

Total questions: 80

Worksheet time: 42mins

Name
Class
Date
1.

Surat Ali 'Imran adalah surat ke-… dalam Al-Qur'an.

(a)  

2.

Ali 'Imran ayat 64 berisi ajakan kepada Ahli Kitab. Yang dimaksud Ahli Kitab adalah umat …

(a)  

3.

Potongan ayat “Ya ahlal kitaabi ta'aalau ilaa kalimatin sawaa-in” artinya adalah…

a)

Wahai Ahli Kitab, marilah menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama

b)

Wahai orang beriman, beribadahlah kepada Allah

c)

Janganlah kalian menyembah selain Allah

d)

Saksikanlah bahwa kami adalah orang Muslim

4.

Istilah “Kalimatan Sawa” dalam ayat 64 memiliki arti…

a)

Kalimat yang sulit

b)

Kalimat yang berbeda

c)

Titik temu atau kalimat yang sama

d)

Perkataan yang sia-sia

5.

Inti dari “Kalimatun Sawa” yang diajak oleh Rasulullah dalam ayat tersebut adalah…

a)

Bekerja sama dalam perdagangan

b)

Hanya menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya

c)

Mengikuti tradisi nenek moyang

d)

Saling meminjamkan kitab suci

6.

“Alla na'budal illallah” merupakan potongan ayat yang melarang kita untuk…

a)

Berkata kasar

b)

Menyembah selain Allah

c)

Berbohong kepada orang tua

d)

Meninggalkan sekolah

7.

Lawan dari sikap menegesakan Allah (Tauhid) adalah…

(a)  

8.

Di dalam ayat 64, kita dilarang menjadikan sebagian manusia sebagai “Arbaaban”. Arti dari “Arbaaban” adalah…

a)

Pemimpin

b)

Teman

c)

Tuhan-tuhan

d)

Saudara

9.

Sikap yang benar saat ada teman yang mengajak menyembah selain Allah menurut ayat ini adalah…

a)

Mengikutinya agar tidak dimusuhi

b)

Menolaknya dan tetap teguh pada Islam

c)

Memusuhinya dengan kekerasan

d)

Menjauhinya selamanya

10.

Jika Ahli Kitab berpaling dari ajakan ketauhidan, maka sikap kita sesuai ayat 64 adalah mengucapkan…

a)

“Fasyhadu bi-anna muslimun” (Saksikanlah bahwa kami adalah orang Muslim)

b)

“Lakum diinukum waliyadiin”

c)

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un”

d)

“Subhanallah”

11.

Surat Ali 'Imran termasuk golongan surat Madaniyah karena…

a)

Diturunkan di kota Mekkah

b)

Diturunkan setelah Nabi hijrah ke Madinah

c)

Ayatnya pendek-pendek

d)

Isinya hanya tentang kiamat

12.

Contoh perilaku “menjadikan manusia sebagai tuhan” dalam kehidupan sehari-hari adalah…

a)

Menghormati guru di sekolah

b)

Mematuhi perintah teman yang bertentangan dengan perintah Allah

c)

Mendengarkan nasehat orang tua untuk salat

d)

Meminta bantuan teman saat kesulitan belajar

13.

Tujuan utama diajaknya Ahli Kitab menuju Kalimatun Sawa adalah untuk…

a)

Mencari kekuasaan

b)

Mempersatukan keyakinan di atas ketauhidan yang murni

c)

Memenangkan peperangan

d)

Menghapus semua perbedaan budaya

14.

Kalimat “Walaa nusyrika bihi syai'an” artinya adalah…

a)

Dan janganlah kita mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun

b)

Dan janganlah kita saling membenci

c)

Allah Maha Esa

d)

Hanya Allah tempat meminta

15.

Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk berdialog dengan Ahli Kitab dengan cara yang…

a)

Kasar dan memaksa

b)

Baik, bijaksana, dan santun

c)

Acuh tak acuh

d)

Tersembunyi

16.

Mengapa kita tidak boleh menjadikan manusia sebagai tuhan?

a)

Karena manusia itu lemah dan diciptakan oleh Allah

b)

Karena manusia tidak bisa bicara

c)

Karena manusia terlalu sibuk

d)

Karena manusia tidak punya tempat tinggal

17.

Islam mengajarkan toleransi, namun dalam hal ibadah dan akidah kita harus…

a)

Mengikuti agama orang lain sedikit saja

b)

Teguh pada ajaran Islam (Istiqomah)

c)

Mencampuradukkan ajaran agama

d)

Berpura-pura tidak beragama

18.

Nama “Ali 'Imran” artinya adalah…

(a)  

19.

Ayat 64 Surat Ali 'Imran ditujukan untuk membangun…

a)

Kerukunan antarumaat beragama di atas kebenaran

b)

Perpecahan antar suku

c)

Permusuhan dengan bangsa lain

d)

Kelompok eksklusif

20.

Menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya disebut dengan…

a)

Iman

b)

Ihsan

c)

Taqwa

d)

Islam

21.

Jika kamu diajak teman untuk ikut ritual ibadah agama lain, tindakan yang paling sesuai dengan prinsip Ali 'Imran 64 adalah…

a)

Ikut saja karena rasa tidak enak hati

b)

Menolak dengan sopan dan menjelaskan bahwa dalam hal ibadah kita berbeda

c)

Memarahi teman tersebut karena dianggap sesat

d)

Langsung memutuskan tali pertemanan

22.

Kalimat “Baina-na wa baina-kum” dalam ayat 64 artinya…

a)

Antara kami dan antara kalian

b)

Antara bumi dan langit

c)

Antara teman dan sahabat

d)

Antara siang dan malam

23.

Karakter seorang Muslim yang sejati menurut akhir ayat 64 adalah…

a)

Sombong dengan agamanya

b)

Berserah diri kepada Allah (Muslimun)

c)

Takut kepada ancaman manusia

d)

Selalu ingin dipuji

24.

Persamaan ajaran para Nabi terdahulu (Nabi Ibrahim, Musa, Isa) dengan Nabi Muhammad adalah dalam hal…

a)

Cara berpakaian

b)

Bahasa yang digunakan

c)

Ajaran Tauhid (Mengesakan Allah)

d)

Jenis makanan yang dimakan

25.

Berdialog dengan pemeluk agama lain untuk mencari titik temu kebaikan disebut…

a)

Muamalah

b)

Perdebatan

c)

Persaingan

d)

Penjajahan

26.

Makna dari “Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang Muslim” mengandung arti bahwa kita harus…

a)

Memamerkan ibadah kita di depan orang lain

b)

Berani menunjukkan identitas sebagai orang beriman yang taat

c)

Meminta orang lain untuk memuji kita

d)

Menyembunyikan identitas agama kita

27.

Salah satu bentuk kasih sayang Allah dalam ayat 64 adalah…

a)

Memberikan harta yang banyak

b)

Memberikan petunjuk untuk kembali ke jalan yang lurus (Tauhid)

c)

Menghukum orang kafir secara langsung

d)

Memberikan umur yang panjang

28.

Surat Ali 'Imran ayat 64 mengajarkan kita untuk tidak bersikap…

a)

Jujur

b)

Adil

c)

Fanatik buta yang merusak kerukunan

d)

Sopan

29.

Inti dari ajaran Islam adalah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain…

a)

Malaikat

b)

Nabi

c)

Allah SWT

d)

Raja

30.

Setelah mempelajari surat Ali 'Imran ayat 64, sikap yang harus kita miliki terhadap perbedaan agama adalah…

a)

Saling menghargai dalam urusan dunia tanpa mengorbankan akidah

b)

Saling mengejek karena merasa paling benar

c)

Menganggap semua agama adalah sama persis

d)

Tidak mau bergaul dengan orang yang berbeda agama

31.

Surat Ali 'Imran ayat 64 mengandung ajakan kepada Ahli Kitab untuk menuju Kalimatan Sawa. Secara mendalam, apa yang dimaksud dengan titik temu tersebut?

a)

Menyatukan semua tata cara ibadah agama menjadi satu

b)

Kesepakatan untuk hanya menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya

c)

Mengikuti aturan pemerintah dalam hal pemilihan agama

d)

Mempelajari semua kitab suci secara bersamaan di sekolah

32.

Mengapa Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mengajak Ahli Kitab berdialog menggunakan “kalimat yang sama”?

a)

Karena Ahli Kitab tidak memiliki Tuhan

b)

Karena adanya akar sejarah dan sumber wahyu yang sama dari para Nabi terdahulu

c)

Karena umat Islam ingin terlihat lebih hebat dari umat lain

d)

Agar semua orang Arab menjadi kaya raya

33.

Di era digital, banyak informasi yang mengajak kita menjauh dari ajaran tauhid. Bagaimana cara seorang siswa kelas 5 mengamalkan isi Ali 'Imran ayat 64 dalam menggunakan media sosial?

a)

Mengikuti semua tren yang ada tanpa menyaring isinya

b)

Menghapus semua teman yang berbeda agama dari daftar pertemanan

c)

Memastikan hanya menjadikan Allah sebagai tujuan utama dalam berbuat baik di medsos

d)

Hanya menonton video hiburan yang tidak ada kaitannya dengan agama

34.

Salah satu larangan dalam ayat ini adalah “jangan sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan”. Manakah perilaku di bawah ini yang melanggar prinsip tersebut secara halus?

a)

Mendengarkan nasehat guru dengan penuh rasa hormat

b)

Menuruti perintah teman untuk berbohong demi menjaga solidaritas geng

c)

Membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah di dapur

d)

Melaksanakan salat tepat waktu saat diajak bermain

35.

Jika terjadi perdebatan agama yang mulai memanas di lingkungan sekitar, sikap apa yang paling sesuai dengan penutup ayat 64 (Faquluusy-hadu bi-anna muslimun)?

a)

Ikut marah agar tidak dianggap lemah

b)

Memaksa orang lain untuk setuju dengan pendapat kita saat itu juga

c)

Menyampaikan identitas keislaman dengan damai dan tetap teguh pada keyakinan diri

d)

Menyerah dan mengikut keyakinan lawan bicara demi kedamaian palsu

36.

Konsep “Kalimatun Sawa” dapat menjadi solusi bagi bangsa Indonesia yang beragam. Penerapan yang paling tepat dalam kehidupan bernegara adalah…

a)

Memaksa satu agama menjadi agama tunggal di Indonesia

b)

Mencari persamaan dalam nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan untuk persatuan

c)

Melarang perayaan hari besar agama lain

d)

Menganggap semua agama adalah salah kecuali agama yang dianut sendiri

37.

Analisislah mengapa perbuatan mempersekutukan Allah (syirik) dianggap sebagai lawan dari pesan utama Surat Ali 'Imran ayat 64?

a)

Karena syirik merusak prinsip “Kalimatum Sawa” yang berasas ketauhidan murni

b)

Karena syirik merupakan tradisi nenek moyang yang harus dilestarikan

c)

Karena syirik membuat orang menjadi lebih kreatif

d)

Karena syirik diperbolehkan jika tujuannya untuk perdamaian

38.

Dalam ayat ini, Allah menyebut “Ahli Kitab”. Manakah tindakan yang mencerminkan etika berdialog dengan mereka sesuai tuntunan ayat tersebut?

a)

Menggunakan kata-kata yang kasar agar mereka takut

b)

Mengajak kembali kepada ajaran murni para Nabi terdahulu dengan cara yang santun

c)

Menghindari mereka karena dianggap tidak beriman

d)

Memberikan hadiah agar mereka mau berpura-pura menjadi Muslim

39.

Apa dampak sosial yang timbul jika manusia menjadikan sesamanya sebagai “tuhan” (pemberi hukum mutlak) selain Allah?

a)

Kehidupan akan menjadi sangat teratur tanpa cela

b)

Terjadi penindasan karena ada manusia yang merasa memiliki kekuasaan mutlak atas manusia lain

c)

Semua orang akan menjadi kaya dan sejahtera

d)

Tidak akan ada perbedaan pendapat di dunia

40.

Sebagai pelajar Muslim, bagaimana kamu menunjukkan bahwa kamu adalah seorang “Muslim” (orang yang berserah diri) di lingkungan sekolah yang heterogen?

a)

Menjauhi teman yang tidak salat

b)

Menunjukkan akhlak mulia dan kejujuran sebagai bukti ketaatan kepada Allah

c)

Selalu berteriak saat membaca doa di kelas

d)

Meminta perlakuan istimewa dari guru karena sudah mengaji

41.

Ayat 256 Surat Al-Baqarah dimulai dengan kalimat “Laa ikraaha fid-diin”. Apa pesan utama yang ingin disampaikan Allah melalui potongan ayat tersebut?

a)

Semua orang bebas tidak beragama

b)

Tidak boleh ada paksaan bagi siapapun untuk memeluk agama

42.

Mengapa dalam Islam tidak diperbolehkan memaksa orang lain masuk agama Islam menurut ayat ini?

a)

Karena jumlah umat Islam sudah terlalu banyak.

b)

Karena kebenaran (jalan yang benar) sudah jelas perbedaannya dari kesesatan.

c)

Karena memaksa akan membutuhkan biaya yang besar.

d)

Karena Islam adalah agama yang hanya untuk bangsa Arab.

43.

Dalam ayat 256, terdapat istilah "Al-Rusyd" dan "Al-Ghayyu". Analisislah makna dari kedua istilah tersebut secara berurutan.

a)

Jalan yang lurus dan jalan yang sesat.

b)

Surga dan Neraka.

c)

Kebaikan dan Kebahagiaan.

d)

Dunia dan Akhirat.

44.

Seorang siswa dipaksa oleh teman-temannya untuk mengikuti keyakinan mereka agar bisa masuk ke dalam geng sekolah. Bagaimana sikap siswa tersebut jika mengacu pada prinsip Al-Baqarah: 256?

a)

Mengikuti saja agar tetap memiliki teman.

b)

Menolak dengan tegas karena dalam keyakinan tidak boleh ada paksaan.

c)

Melaporkan teman-teman tersebut kepada polisi.

d)

Pura-pura setuju namun di hati tetap menolak.

45.

Apa yang dimaksud dengan "Thaghut" dalam konteks ayat ini?

a)

Orang yang taat beribadah.

b)

Segala sesuatu yang disembah selain Allah dan melampaui batas.

c)

Pemimpin yang adil dan bijaksana.

d)

Musuh dalam peperangan.

46.

Perhatikan potongan ayat: "Famay yakfur bil-thaaghuuti wayu'mim billaahi". Syarat utama untuk mendapatkan pegangan yang kuat menurut ayat tersebut adalah...

a)

Beriman kepada Allah saja tanpa peduli lingkungan.

b)

Ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah.

c)

Menghormati semua jenis sesembahan manusia.

d)

Menjadi orang paling kaya di lingkungannya.

47.

Istilah "Al-Urwatul Wutsqa" sering digambarkan sebagai tali yang sangat kuat. Dalam kehidupan sehari-hari, "tali yang kuat" ini melambangkan...

a)

Kekayaan yang melimpah.

b)

Iman dan Islam yang kokoh dalam jiwa.

c)

Hubungan pertemanan yang abadi.

d)

Kekuatan fisik yang luar biasa.

48.

Sifat dari "Al-Urwatul Wutsqa" adalah "Lanfishaama lahaa". Apa maksud dari sifat tersebut?

a)

Mudah putus jika tidak dijaga.

b)

Tidak akan putus selamanya bagi orang yang berpegang teguh.

c)

Hanya bisa dimiliki oleh orang dewasa.

d)

Sangat panjang dan berwarna-warni.

49.

Jika seseorang beriman kepada Allah tetapi masih sering mendatangi dukun untuk meminta keberuntungan, apakah ia sudah berpegang pada "Urwatul Wutsqa"?

a)

Sudah, karena ia masih mengaku beriman kepada Allah.

b)

Belum, karena ia belum sepenuhnya ingkar kepada Thaghut (dukun/sihir).

c)

Sudah, karena datang ke dukun hanya usaha tambahan.

d)

Belum, karena ia kurang memberikan sedekah.

50.

Allah menutup ayat 256 dengan asmaul husna "Sami'un 'Aliim". Apa kaitan sifat ini dengan keyakinan seseorang?

a)

Allah Maha Mendengar apa yang diucapkan dan Maha Mengetahui apa yang ada di hati manusia.

b)

Allah hanya mendengar doa orang yang bersuara keras.

c)

Allah mengetahui rahasia orang yang berbuat jahat saja.

d)

Allah tidak peduli pada orang yang tidak beriman.

51.

Bagaimana penerapan toleransi beragama yang benar sesuai surat Al-Baqarah ayat 256 di lingkungan sekolah?

a)

Ikut merayakan ibadah agama lain bersama-sama.

b)

Membiarkan teman berbeda agama beribadah dengan tenang tanpa memaksa mereka ikut cara kita.

c)

Menghindari teman yang berbeda agama agar tidak terpengaruh.

d)

Meminta teman non-muslim untuk tidak menampakkan identitas agamanya.

52.

Mengapa iman disebut sebagai "pegangan yang kuat" dibandingkan dengan harta benda?

a)

Karena harta bisa habis, sedangkan iman membawa keselamatan abadi.

b)

Karena iman tidak membutuhkan tempat penyimpanan.

c)

Karena orang beriman pasti akan selalu kaya.

d)

Karena iman mudah didapatkan di mana saja.

53.

Analisislah mengapa paksaan dalam beragama justru dapat merusak kemurnian agama itu sendiri?

a)

Karena orang yang dipaksa akan menjadi sangat rajin.

b)

Karena agama yang diterima dengan paksaan tidak lahir dari keyakinan hati (ikhlas).

c)

Karena paksaan akan membuat penganut agama menjadi terkenal.

d)

Karena paksaan adalah cara tercepat untuk menyebarkan agama.

54.

"Qad tabayyanar rusydu minal ghayy". Kalimat ini menunjukkan bahwa dakwah Islam seharusnya disampaikan dengan cara...

a)

Menakut-nakuti agar orang tunduk.

b)

Memberikan penjelasan yang logis dan jelas antara yang benar dan salah.

c)

Memberikan uang agar orang tertarik masuk Islam.

d)

Menggunakan kekuatan militer yang besar.

55.

Thaghut bisa berupa hawa nafsu yang berlebihan. Contoh perilaku menjauhi Thaghut dalam hal hawa nafsu adalah...

a)

Selalu membeli barang-barang mahal meski tidak butuh.

b)

Menahan diri dari menyontek meskipun ada kesempatan.

c)

Tidur seharian saat libur sekolah.

d)

Membenci orang yang lebih pintar dari kita.

56.

Di sebuah desa, penduduknya sangat rukun meski berbeda keyakinan. Mereka saling membantu saat ada musibah. Hal ini membuktikan bahwa...

a)

Agama tidak penting dalam bermasyarakat.

b)

Nilai kemanusiaan bisa berjalan beriringan dengan kebebasan beragama (ayat 256).

c)

Penduduk desa tersebut tidak memahami agama.

d)

Perbedaan agama adalah beban bagi masyarakat.

57.

Seseorang yang telah memegang "Al-Urwatul Wutsqa" akan memiliki ciri-ciri...

a)

Selalu merasa gelisah dan takut.

b)

Memiliki ketenangan hati karena merasa selalu diawasi dan dilindungi Allah.

c)

Merasa lebih hebat dari orang lain.

d)

Selalu beruntung dalam urusan judi.

58.

Berdasarkan ayat 256, kebenaran Islam itu diibaratkan seperti cahaya di tengah kegelapan. Maksudnya adalah...

a)

Islam hanya bisa dipelajari saat siang hari.

b)

Islam memberikan arah hidup yang jelas bagi penganutnya.

c)

Islam adalah agama yang sangat terang.

d)

Islam hanya untuk orang yang matanya sehat.

59.

Jika ada orang yang menghina agama kita, tindakan yang paling sesuai dengan martabat "Urwatul Wutsqa" adalah...

a)

Membalas menghina agamanya lebih kejam.

b)

Tetap tenang, menunjukkan akhlak mulia, dan menjelaskan dengan cara yang baik.

c)

Mengajak teman-teman untuk melakukan demonstrasi anarkis.

d)

Berhenti memeluk agama Islam karena merasa tertekan.

60.

Apa tujuan akhir bagi orang yang konsisten berpegang pada ajaran dalam Al-Baqarah ayat 256?

a)

Menjadi pemimpin dunia.

b)

Mendapatkan pujian dari masyarakat.

c)

Keselamatan dan kebahagiaan di dunia serta di akhirat.

d)

Memiliki kemampuan mujizat seperti para Nabi.

61.

Surat Al-Baqarah adalah surat ke-2 dalam Al-Qur'an. Arti dari Al-Baqarah adalah...

a)

Sapi Betina

b)

Lebah

c)

Semut

d)

Keluarga Imran

62.

Potongan ayat "Laa ikraaha fid-diin" artinya adalah...

a)

Agama Islam adalah agama yang benar.

b)

Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama.

c)

Berpegang teguh pada tali Allah.

d)

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.

63.

Mengapa dalam Islam tidak ada paksaan untuk memeluk agama?

a)

Karena agama Islam tidak membutuhkan pengikut.

b)

Karena kebenaran sudah jelas berbeda dari kesesatan.

c)

Karena semua orang pasti masuk surga.

d)

Karena aturan agama tidak penting.

64.

"Qad tabayyanar-rusydu minal-ghayy" artinya adalah "Telah jelas perbedaan antara jalan yang benar dengan..."

a)

Jalan yang lurus

b)

Jalan yang terang

c)

Jalan yang sesat

d)

Jalan yang buntu

65.

Barangsiapa yang ingkar kepada "Thaghut", maka ia telah berpegang pada tali yang kuat. Apa yang dimaksud dengan Thaghut?

a)

Malaikat Allah

b)

Segala sesuatu yang disembah selain Allah

c)

Orang yang jujur

d)

Kitab suci

66.

Istilah "Al-'Urwatul Wutsqa" dalam ayat 256 secara bahasa berarti...

a)

Jembatan yang panjang

b)

Pintu yang terbuka

c)

Tali/pegangan yang sangat kuat

d)

Cahaya yang terang

67.

Kalimat "Lan fisaama lahaa" menjelaskan bahwa pegangan (agama Allah) tersebut...

a)

Tidak akan putus

b)

Mudah rusak

c)

Hanya sementara

d)

Sulit ditemukan

68.

Surat Al-Baqarah ayat 256 diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW saat berada di kota...

a)

Mekkah

b)

Madinah

c)

Mesir

d)

Thaif

69.

Allah menutup ayat 256 dengan asmaul husna "Sami'un 'Aliim", yang artinya...

a)

Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

b)

Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

c)

Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana

d)

Maha Pengampun lagi Maha Penerima Tobat

70.

(HOTS) Jika ada temanmu yang beragama lain, sikapmu yang sesuai dengan Al-Baqarah 256 adalah...

a)

Memaksanya ikut shalat agar dia mendapat pahala

b)

Menghargai keyakinannya tanpa memaksanya masuk Islam

c)

Menjauhinya karena dia tidak seiman

d)

Memusuhi keluarganya

71.

Inti dari ajaran Al-Baqarah 256 mengajarkan umat Islam untuk memiliki sifat...

a)

Keras kepala

b)

Toleransi (Tasamh)

c)

Sombong

d)

Boros

72.

Kebenaran dalam ayat tersebut diibaratkan sebagai "Ar-Rusyud". Sumber kebenaran mutlak bagi umat Islam adalah...

a)

Media sosial

b)

Pendapat teman

c)

Al-Qur'an dan Hadits

d)

Mimpi manusia

73.

Sikap "Famay yakfur bith-thaghut" artinya adalah...

a)

Maka barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut

b)

Maka barangsiapa yang taat kepada pemimpin

c)

Maka barangsiapa yang rajin bersedekah

d)

Maka barangsiapa yang suka menolong

74.

Mengapa berpegang pada ajaran Allah disebut sebagai pegangan yang tidak akan putus?

a)

Karena Allah Maha Kekal dan janji-Nya nyata

b)

Karena tali tersebut terbuat dari emas

c)

Karena tidak ada yang berani memutuskannya

d)

Karena ajaran tersebut sangat rahasia

75.

Allah Maha Mendengar segala ucapan hamba-Nya dan Maha Mengetahui apa yang ada di dalam...

a)

Tas sekolah

b)

Hati dan pikiran

c)

Lemari buku

d)

Rumah manusia

76.

Ayat 256 Surat Al-Baqarah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih jalan hidup, namun setiap pilihan akan...

a)

Dilupakan begitu saja

b)

Dipertanggungjawabkan di hadapan Allah

c)

Dihapus oleh malaikat

d)

Disembunyikan

77.

(HOTS) Salah satu alasan mengapa Islam melarang pemaksaan agama adalah agar seseorang beriman dengan...

a)

Takut kepada ancaman manusia

b)

Kesadaran hati dan ketulusan (Ikhlas)

c)

Ikut-ikutan orang lain

d)

Terpaksa karena keadaan

78.

Syarat agar seseorang bisa berpegang pada "tali yang kuat" menurut ayat ini adalah...

a)

Menjadi kaya raya

b)

Ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah

c)

Menjadi juara kelas

d)

Sering bepergian jauh

79.

Al-Baqarah ayat Sopya 256 merupakan dalil utama dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang...

a)

Selalu bertengkar

b)

Damai dan rukun dalam perbedaan

c)

Saling mencurigai

d)

Tidak peduli satu sama lain

80.

Sebagai siswa kelas 5, cara paling mudah mengamalkan ayat ini di sekolah adalah...

a)

Tidak mengejek teman yang berbeda cara beribadahnya

b)

Berdebat sampai menang masalah agama

c)

Meminta semua orang mengikuti pendapat kita

d)

Melarang orang lain berdoa menurut keyakinannya