WorksheetsLATIHAN SOAL BAHASA INDONESIA (Kelas 12)
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! Cermati kalimat dalam paragraf berikut! "Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan rintisan (startup) tersebut harus melakukan rasionalisasi anggaran secara ketat agar dapat bertahan hidup. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas arus kas perusahaan." Kata yang dicetak tebal dalam kalimat tersebut merupakan kata serapan dari bahasa asing (Inggris/Belanda). Makna kata rasionalisasi yang paling tepat sesuai konteks kalimat di atas adalah ....
Proses penggabungan dua perusahaan untuk memperkuat modal.
Perbaikan kinerja karyawan dengan memberikan pelatihan intensif.
Tindakan penghematan biaya dan penyesuaian agar lebih efisien.
Pembukaan cabang baru di berbagai daerah untuk memperluas pasar.
Peminjaman modal kepada bank dengan bunga yang rendah.
Bacalah ilustrasi berikut dengan saksama! Pak Budi dikenal sebagai pengrajin kayu yang sangat telaten. Ia tidak pernah terburu-buru dalam menyelesaikan pesanan, melainkan memperhatikan setiap detail ukiran dengan kesabaran tinggi agar hasilnya sempurna dan memuaskan pelanggan. Kata telaten pada kalimat di atas merupakan kata serapan dari bahasa daerah (Jawa). Padanan makna yang paling tepat untuk kata tersebut dalam bahasa Indonesia adalah ....
Cekatan dan cepat dalam bekerja.
Sabar, teliti, dan cermat dalam melakukan pekerjaan.
Cerdas dan berwawasan luas.
Kuat secara fisik dan mental.
Jujur dan dapat dipercaya oleh orang lain.
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama! "Di bawah temaram lampu senthir, tangan keriputnya masih cekatan meracik mbako dan klembaк. Aroma menyan tipis menguar dari sudut ruangan, bercampur dengan bau tanah basah sisa hujan sore tadi. Ia duduk bersila di atas lincak bambu, sementara suara gamelan lamat-lamat terdengar dari kejauhan, mengiringi malam yang kian larut di desa itu." Berdasarkan kosakata khas yang digunakan dalam kutipan tersebut (senthir, mbako, klembak, menyan, lincak, gamelan), latar suasana dan tempat yang paling dominan tergambar adalah ....
Suasana mistis dan mencekam di sebuah pedepokan terpencil.
Suasana pedesaan Jawa yang tradisional, tenang, dan bersahaja.
Suasana upacara adat yang sakral di lingkungan keraton.
Suasana kemiskinan masyarakat pinggiran kota yang kumuh.
Suasana malam kesenian yang meriah di sebuah pendopo desa.
Cermati paragraf berikut! "Sosok itu melangkah masuk dengan dagu terangkat tinggi. Tanpa permisi, ia menghempaskan tumpukan berkas ke meja resepsionis hingga menimbulkan bunyi gebrak yang memekakkan telinga. Matanya memindai ruangan dengan tatapan cynical, seolah mencari cela sekecil apa pun dari para pegawai yang menunduk takut. Kalimat-kalimat sarkas dan intimidatif terus meluncur dari mulutnya setiap kali ada yang mencoba memberikan penjelasan." Melalui penggunaan kosakata seperti gebrak, cynical (sinis), sarkas, dan intimidatif, karakter tokoh yang dideskripsikan dalam teks tersebut adalah ....
Seorang pemimpin yang tegas dan disiplin dalam menegakkan aturan.
Seorang perfeksionis yang sangat teliti terhadap detail pekerjaan.
Seorang pengamat yang kritis namun objektif dalam menilai situasi.
Seorang pribadi yang arogan, otoriter, dan cenderung menindas.
Seorang negosiator yang agresif dalam mempertahankan argumen.
Bacalah teks argumentasi berikut dengan saksama! (1) Fenomena Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah kini menjadi perdebatan baru pascapandemi. (2) Di satu sisi, banyak karyawan merasa WFH meningkatkan keseimbangan hidup dan mengurangi stres akibat kemacetan lalu lintas. Produktivitas diklaim meningkat karena waktu kerja lebih fleksibel. (3) Namun, di sisi lain, pihak manajemen perusahaan mengeluhkan sulitnya pengawasan dan berkurangnya kolaborasi tim secara langsung. Rasa keterasingan sosial juga mulai dialami oleh sebagian pekerja. (4) Oleh karena itu, model kerja hibrida (hybrid working) tampaknya menjadi jalan tengah yang paling rasional untuk mengakomodasi kepentingan karyawan maupun perusahaan. Jika teks di atas disusun menjadi sebuah kerangka karangan, urutan bagian-bagian penting yang paling tepat menggambarkan struktur teks tersebut adalah ....
Definisi WFH – Keuntungan WFH – Kerugian WFH – Penolakan WFH.
Pengenalan Isu – Argumen Pendukung (Pro) – Argumen Penentang (Kontra) – Simpulan/Solusi.
Latar Belakang Masalah – Akibat Masalah – Penyebab Masalah – Rekomendasi.
Pernyataan Umum – Uraian Sebab – Uraian Akibat – Interpretasi Penulis.
Tesis – Argumentasi I – Argumentasi II – Argumentasi III – Koda.
Cermati teks eksplanasi kompleks berikut! Ketahanan Pangan Lokal Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras sebagai sumber karbohidrat utama masih sangat tinggi. Padahal, kondisi geografis Indonesia memungkinkan tumbuhnya beragam sumber pangan lain. Hal ini membuat ketahanan pangan nasional menjadi rentan jika pasokan beras terganggu akibat gagal panen atau cuaca ekstrem. Di berbagai daerah, sebenarnya terdapat potensi pangan lokal yang melimpah seperti sagu di Maluku, jagung di Nusa Tenggara, dan umbi-umbian di Jawa. Pangan-pangan ini memiliki nilai gizi yang setara, bahkan beberapa memiliki indeks glikemik yang lebih baik daripada beras. Sayangnya, diversifikasi pangan belum berjalan optimal karena adanya persepsi bahwa "belum makan jika belum makan nasi". Pemerintah perlu melakukan kampanye masif dan inovasi pengolahan pangan lokal agar lebih diterima oleh lidah masyarakat modern sebagai pengganti nasi. Bagan kerangka yang paling tepat untuk merepresentasikan alur gagasan pokok teks di atas adalah ....
Masalah: Ketergantungan pada beras – Potensi: Sumber pangan lokal (sagu, jagung) – Hambatan & Solusi: Persepsi masyarakat dan perlunya diversifikasi.
Definisi: Pengertian ketahanan pangan – Contoh: Jenis-jenis beras – Simpulan: Beras adalah makanan pokok.
Pernyataan Umum: Cuaca ekstrem – Sebab: Gagal panen – Akibat: Kelaparan di berbagai daerah.
Tesis: Sagu lebih baik dari beras – Argumen: Data gizi sagu – Penegasan Ulang: Ajakan menanam sagu.
Pengenalan: Sejarah pertanian Indonesia – Isi: Cara mengolah umbi-umbian – Penutup: Resep masakan daerah.
Bacalah teks artikel opini berikut dengan saksama! "Transformasi digital di sektor pendidikan bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, akses terhadap sumber belajar menjadi tak terbatas; siswa di pelosok dapat mengakses materi yang sama dengan siswa di kota besar. Namun, di sisi lain, kesenjangan infrastruktur digital (digital divide) justru memperlebar jurang ketimpangan. Siswa tanpa gawai mumpuni atau sinyal internet stabil akan semakin tertinggal. Selain itu, ketergantungan pada mesin pencari disinyalir menurunkan kemampuan literasi mendalam dan daya analisis kritis siswa karena terbiasa dengan jawaban instan." Simpulan yang paling tepat mengenai inti permasalahan (ide pokok) dalam teks tersebut adalah ....
Transformasi digital memberikan dampak positif berupa pemerataan pendidikan bagi siswa di seluruh wilayah pelosok.
Ketergantungan siswa pada mesin pencari merupakan penyebab utama menurunnya kualitas pendidikan nasional saat ini.
Infrastruktur digital harus segera dibangun oleh pemerintah agar seluruh siswa memiliki gawai yang mumpuni.
Transformasi digital pendidikan membawa manfaat aksesibilitas, namun juga memicu masalah kesenjangan dan penurunan daya kritis.
Pendidikan konvensional lebih baik daripada pendidikan digital karena tidak menimbulkan ketergantungan pada teknologi.
Cermati kutipan cerpen berikut! "Sudah tiga kali surat peringatan penggusuran itu datang, namun Pak Tua tetap bergeming di beranda rumah panggungnya yang mulai lapuk. Baginya, tanah ini bukan sekadar properti yang bisa ditukar dengan ganti rugi miliaran rupiah untuk pembangunan apartemen mewah. Di tanah inilah ari-ari anak cucunya ditanam, dan di halaman belakanglah jasad istrinya beristirahat. 'Bapak tidak butuh uang kalian. Kalian bisa membeli tanah, tapi kalian tidak bisa membeli kenangan dan sejarah,' ucapnya pelan namun menukik tajam ke arah para petugas berseragam yang berdiri kaku di depan pagar." Nilai kehidupan yang paling dominan yang diperjuangkan oleh tokoh Pak Tua dalam kutipan tersebut adalah ....
Nilai Ekonomi: Pentingnya mempertahankan aset properti untuk investasi masa depan anak cucu.
Nilai Budaya/Spiritual: Penghormatan terhadap memori, sejarah keluarga, dan ikatan batin dengan tanah leluhur melebihi materi.
Nilai Sosial: Sikap solidaritas masyarakat menolak pembangunan apartemen yang merusak lingkungan.
Nilai Estetika: Keindahan rumah panggung tradisional yang harus dilestarikan di tengah modernitas kota.
Nilai Politis: Perlawanan rakyat kecil terhadap kebijakan pemerintah yang tidak memihak kaum miskin.
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama! "Awan hitam bergulung semakin pekat di atas langit desa nelayan itu. Angin mulai menderu, mematahkan ranting-ranting pohon kelapa di pesisir. Pak Marta menatap nanar perahu tuanya yang terombang-ambing di dermaga. Ia tahu, persediaan solar di tangki perahu itu sangat tipis, hanya cukup untuk sekali jalan pergi. Sementara itu, di rumah, istrinya sedang demam tinggi dan butuh biaya obat segera. Tidak ada pilihan lain, pikirnya. Meski ombak mulai menjilat-jilat bibir pantai dengan ganas, Pak Marta tetap melangkah menaiki perahunya sambil menggenggam jala erat-erat." Berdasarkan situasi dan konflik yang dibangun dalam kutipan tersebut, prediksi kelanjutan cerita yang paling logis adalah ....
Pak Marta berhasil mendapatkan banyak ikan karena ikan biasanya muncul ke permukaan saat badai, lalu ia pulang dengan selamat dan membelikan obat.
Pak Marta membatalkan niatnya melaut karena takut badai, lalu ia memilih meminjam uang kepada tetangga yang juga hidup pas-pasan.
Pak Marta tetap berangkat menerjang badai dengan risiko tinggi, mengalami kesulitan hebat di tengah laut karena kehabisan bahan bakar atau dihantam ombak.
Istri Pak Marta tiba-tiba sembuh sehingga Pak Marta tidak jadi melaut dan mereka menikmati makan malam bersama di tengah badai.
Perahu Pak Marta rusak sebelum berangkat karena tertimpa pohon kelapa, sehingga ia harus memperbaikinya seharian penuh.
Cermati paragraf eksposisi berikut! "Penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia seni rupa dan desain grafis semakin marak. AI mampu menghasilkan karya visual yang menakjubkan hanya dalam hitungan detik melalui perintah teks sederhana. Hal ini memicu keresahan di kalangan seniman manual yang merasa hak cipta dan orisinalitas karya mereka terancam. Beberapa platform portofolio seni bahkan mulai melarang unggahan karya hasil generative AI. Jika regulasi hukum mengenai hak cipta AI tidak segera ditetapkan secara global dan adil, maka ...." Prediksi lanjutan yang paling tepat untuk melengkapi paragraf rumpang tersebut (sebagai akibat logis) adalah ....
Seniman manual akan sepenuhnya beralih menggunakan AI untuk mempermudah pekerjaan mereka tanpa protes.
Akan terjadi konflik berkepanjangan antara seniman dan pengembang AI, serta potensi tuntutan hukum massal terkait pelanggaran hak cipta.
Perusahaan teknologi akan menghentikan pengembangan AI karena takut dituntut oleh seniman di seluruh dunia.
Harga karya seni manual akan turun drastis karena pasar lebih memilih karya AI yang murah dan cepat.
Masyarakat umum akan berhenti menikmati karya seni karena bingung membedakan mana buatan manusia dan mana buatan mesin.
Relevansi peristiwa konflik batin yang dialami tokoh Aris dengan kehidupan pelajar masa kini adalah ....
Banyak pelajar yang terpaksa bekerja paruh waktu seperti ayah Aris untuk membiayai sekolah sehingga mengganggu konsentrasi belajar.
Tekanan teman sebaya (peer pressure) sering kali membuat pelajar dilema antara mempertahankan integritas kejujuran atau mengikuti arus demi nilai akademis.
Penggunaan gawai di sekolah yang tidak diawasi guru menyebabkan siswa lebih sering bermain gim daring daripada belajar.
Sistem peringkat paralel di sekolah sebaiknya dihapuskan karena memicu persaingan tidak sehat antarsiswa yang berprestasi.
Orang tua sering memaksakan kehendak kepada anak dalam memilih jurusan kuliah sehingga anak merasa tertekan.
Cermati teks opini berikut! Generasi Roti Lapis (Sandwich Generation) Banyak profesional muda hari ini yang terjepit dalam situasi finansial yang pelik. Di satu sisi, mereka harus membiayai kebutuhan hidup sendiri dan anak-anaknya. Di sisi lain, mereka juga harus menanggung biaya hidup orang tua mereka yang tidak memiliki dana pensiun. Akibatnya, mereka sulit menabung untuk masa depan atau membeli rumah. Fenomena ini diperparah dengan gaya hidup modern yang menuntut pengeluaran tinggi untuk sekadar validasi sosial (ngopi di kafe mahal, gawai terbaru, dll). Pernyataan yang paling tepat untuk menilai relevansi teks di atas dengan fenomena nyata di masyarakat perkotaan saat ini adalah ....
Peristiwa tersebut sangat relevan karena menggambarkan beban ganda finansial yang dialami kaum milenial/Gen Z akibat kurangnya literasi keuangan generasi sebelumnya dan tuntutan gaya hidup.
Peristiwa tersebut tidak relevan karena saat ini pemerintah sudah memberikan jaminan hari tua yang cukup bagi seluruh lansia sehingga anak tidak perlu menanggung beban orang tua.
Peristiwa tersebut kurang relevan karena harga properti dan kebutuhan pokok saat ini cenderung turun sehingga mudah dijangkau oleh pekerja muda.
Peristiwa tersebut hanya relevan bagi masyarakat pedesaan yang masih memegang teguh adat istiadat untuk tinggal bersama orang tua dalam satu rumah besar.
Peristiwa tersebut tidak relevan karena anak muda zaman sekarang cenderung lebih hemat dan tidak peduli dengan validasi sosial di media sosial.
Bacalah teks persuasi berikut dengan cermat! Judul: Revolusi Kesehatan dengan Kalung Bio-Energi Tahukah Anda? Kini telah hadir Kalung Bio-Energi yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit kronis seperti diabetes, jantung, hingga kanker tanpa perlu operasi atau obat-obatan kimia. Kalung ini memancarkan gelombang far-infrared yang langsung memperbaiki sel tubuh yang rusak. Buktinya, Ibu Ani (50 tahun) dari Jakarta mengatakan, "Setelah memakai kalung ini selama dua hari, sakit punggung saya hilang total." Selain itu, Bapak Budi (45 tahun) mengaku merasa lebih segar saat bangun tidur. Jangan ragu lagi, lindungi keluarga Anda sekarang juga! Berdasarkan kaidah logika dan kelengkapan data, penilaian yang paling tepat mengenai kecukupan dan kekuatan informasi dalam teks tersebut adalah ....
Informasi sangat memadai dan akurat karena menyertakan testimoni dari pengguna nyata yang telah merasakan manfaatnya secara langsung.
Informasi cukup meyakinkan karena menyebutkan istilah ilmiah seperti far-infrared yang membuktikan mekanisme kerja alat tersebut secara medis.
Informasi tidak memadai dan cenderung menyesatkan karena klaim penyembuhan penyakit kronis (kanker/diabetes) hanya didasarkan pada testimoni subjektif (anekdot), bukan uji klinis medis yang valid.
Informasi sangat akurat karena menawarkan solusi alternatif pengobatan tanpa bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh jangka panjang.
Informasi cukup lengkap karena sudah memuat nama produk, manfaat, cara kerja, dan testimoni konsumen dalam satu teks yang padu.
Cermati teks laporan hasil observasi berikut! Tingkat Literasi Digital Remaja Sebuah survei dilakukan terhadap 1.000 siswa SMA di Kota Megapolitan untuk mengukur tingkat literasi digital. Data menunjukkan bahwa 98% siswa memiliki gawai pintar dan menghabiskan waktu rata-rata 8 jam per hari untuk berselancar di internet. Dari data tersebut, penulis menyimpulkan bahwa siswa SMA di Kota Megapolitan sudah memiliki kemampuan literasi digital yang sangat tinggi dan mampu memilah informasi hoaks dengan sangat baik karena terbiasa berinteraksi dengan teknologi setiap hari. Evaluasi yang paling tepat terkait ketepatan simpulan yang ditarik penulis berdasarkan data yang disajikan dalam teks tersebut adalah ....
Simpulan tersebut tepat, karena durasi penggunaan internet yang lama (8 jam) berbanding lurus dengan tingginya keterampilan menganalisis informasi.
Simpulan tersebut tepat, karena kepemilikan gawai pintar sebesar 98% menjamin akses siswa terhadap sumber-sumber pengetahuan yang kredibel.
Simpulan tersebut tidak tepat, karena penulis melupakan data demografi siswa di luar Kota Megapolitan sebagai pembanding.
Simpulan tersebut tidak tepat, karena data "durasi penggunaan" dan "kepemilikan gawai" hanya menunjukkan akses/intensitas, bukan kemampuan kognitif (kompetensi) dalam memilah informasi.
Simpulan tersebut kurang akurat, karena jumlah sampel 1.000 siswa terlalu sedikit untuk mewakili populasi pelajar di seluruh Indonesia.
Bacalah paragraf dari teks laporan kegiatan berikut! "Panitia telah berupaya keras untuk mensukseskan acara pensi sekolah tahun ini. Kami juga telah mengomunikasikan kendala teknis kepada pihak sponsor agar tidak terjadi kesalahpahaman. Namun, kami menyadari bahwa masih banyak hal yang harus dirubah pada sistem kepanitiaan tahun depan agar lebih efektif." Penilaian yang paling tepat mengenai ketepatan penggunaan kata berimbuhan (afiksasi) pada kata yang dicetak tebal dalam teks tersebut adalah ....
Penggunaan kata sudah tepat seluruhnya karena telah mengikuti kaidah peluluhan bunyi K, T, S, dan P.
Kata mensukseskan tidak tepat, seharusnya menyukseskan (huruf 's' luluh); dan kata dirubah tidak tepat, seharusnya diubah (asal kata 'ubah').
Kata mengomunikasikan tidak tepat, seharusnya mengkomunikasikan (huruf 'k' tidak luluh karena kata asing); sedangkan kata lainnya sudah tepat.
Kata dirubah sudah tepat karena berasal dari kata dasar 'rubah'; namun kata mensukseskan salah karena seharusnya menyukseskan.
Kata mensukseskan dan mengomunikasikan sudah tepat; namun kata dirubah tidak baku, seharusnya diganti menjadi direvisi.
Cermati kalimat dalam teks pidato berikut! "Bapak, Ibu, dan para hadirin sekalian yang kami muliakan. Untuk mempersingkat waktu, marilah kita melangkah ke acara selanjutnya, yaitu sambutan dari ketua panitia. Kepada Saudara Ketua Panitia, waktu dan tempat kami persilakan." Jika ditinjau dari segi logika bahasa dan keefektifan kalimat, evaluasi yang paling tepat terhadap kutipan pidato di atas adalah ....
Teks tersebut sudah tepat dan santun karena menggunakan kata sapaan yang lengkap serta alur acara yang jelas.
Teks tersebut tidak tepat pada frasa "mempersingkat waktu", karena waktu tidak bisa dipendekkan (dimensi fisika), seharusnya diganti dengan "mengefisienkan waktu" atau "memanfaatkan waktu".
Teks tersebut tidak tepat pada frasa "waktu dan tempat kami persilakan", karena subjek yang dipersilakan untuk berbicara adalah 'orang' (Ketua Panitia), bukan benda mati (waktu/tempat).
Teks tersebut kurang tepat karena menggunakan kata "para hadirin sekalian" yang merupakan pemborosan kata (pleonasme), seharusnya cukup "hadirin sekalian".
Teks tersebut salah total karena menggunakan ragam bahasa lisan yang tidak baku, seharusnya menggunakan struktur kalimat pasif sepenuhnya.
Cermati kutipan novel berikut untuk menjawab soal! "Bram tidak langsung menjawab tuduhan itu. Ia justru memungut selembar tisu yang jatuh di dekat kakinya, melipatnya menjadi persegi empat yang sempurna, lalu meletakkannya perlahan di sudut meja. Tatapannya lurus ke depan, kosong, namun rahangnya mengeras hingga urat lehernya menonjol. Napasnya terdengar teratur, terlalu teratur untuk seseorang yang baru saja kehilangan segalanya." Penilaian yang paling tepat mengenai cara pengarang menggambarkan karakter tokoh dalam kutipan tersebut adalah ....
Penggambaran karakter dinilai kurang tepat karena tokoh tidak melakukan dialog apa pun untuk membela diri, sehingga pembaca bingung mengetahui isi hatinya.
Penggambaran karakter dinilai sangat tepat karena menggunakan teknik dramatik (tak langsung); emosi tokoh yang menahan amarah yang meledak-ledak digambarkan kuat melalui gerak-gerik fisik yang detail dan simbolis.
Penggambaran karakter dinilai tepat karena penulis secara eksplisit menyebutkan bahwa tokoh tersebut adalah orang yang penyabar dan teliti melalui narasi langsung.
Penggambaran karakter dinilai kurang tepat karena fokus narasi terlalu banyak pada benda mati (tisu dan meja) daripada ekspresi wajah tokoh secara keseluruhan.
Penggambaran karakter dinilai biasa saja karena klise; tokoh yang diam saat dituduh adalah hal yang sudah sering ditemukan dalam cerita fiksi pada umumnya.
Bacalah kutipan cerpen berikut! "Matahari belum sepenuhnya tenggelam, namun gang sempit itu sudah kehilangan warnanya. Dinding-dinding berlumpur di kiri kanan seolah merapat, mengimpit siapa saja yang lewat. Bau got yang mampet bercampur dengan aroma minyak jelantah sisa penggorengan dari jendela rumah yang berderet rapat. Di ujung gang, lampion merah bergoyang-goyang dihajar angin, membiaskan cahaya remang yang justru menciptakan bayangan-bayangan panjang menyeramkan." Evaluasi yang paling tepat terkait kekuatan bagian teks tersebut dalam mendeskripsikan latar suasana dan tempat adalah ....
Deskripsi tersebut sangat efektif karena berhasil memadukan citraan penglihatan (visual) dan penciuman (olfaktori) untuk membangun suasana kumuh, sesak, dan mencekam secara simultan.
Deskripsi tersebut efektif karena secara langsung menyebutkan nama kota dan lokasi kejadian sehingga pembaca tidak perlu menebak-nebak di mana peristiwa berlangsung.
Deskripsi tersebut kurang efektif karena penggunaan kata "matahari" dan "lampion" saling bertentangan waktunya, sehingga logika waktu dalam cerita menjadi rancu.
Deskripsi tersebut tidak tepat karena terlalu melebih-lebihkan suasana (hiperbola) pada bagian dinding yang seolah merapat, padahal itu tidak mungkin terjadi secara fisik.
Deskripsi tersebut cukup baik, namun kurang kuat karena tidak menghadirkan tokoh manusia sebagai objek penderita di dalam gang tersebut.
Bacalah kutipan puisi berikut dengan perasaan mendalam! Pada Sebuah Kedai Kopi yang Tutup Kursi-kursi terbalik di atas meja, Seperti doa-doa yang belum sempat diaminkan. Debu menebal di kaca jendela, Menuliskan riwayat tentang kita yang pudar pelan-pelan. Barista tua itu tak lagi di sana, Hanya aroma ampas kopi yang tertinggal, Pahit... sepahit janji yang kauingkari di ujung tanggal. Simpulan respons emosional yang paling dominan muncul pada pembaca setelah menghayati citraan (imaji) visual dan perasa dalam puisi tersebut adalah ....
Perasaan marah yang meluap-luap karena tokoh "kau" telah mengingkari janji penting di masa lalu.
Perasaan takut dan cemas karena suasana kedai kopi digambarkan sangat gelap, kotor, dan menyeramkan.
Perasaan getir dan kehampaan yang mendalam akibat kenangan akan perpisahan yang disimbolkan melalui suasana kedai yang terbengkalai.
Perasaan damai dan tenang karena suasana kedai yang sepi justru memberikan ruang untuk berkontemplasi.
Perasaan bingung karena metafora "kursi terbalik" dan "doa yang belum diaminkan" sulit dipahami logikanya.
IBU: (Tersenyum getir, menatap Danu lekat-lekat) "Mimpi itu mahal, Nak. Yang gratis itu cuma keringat dan air mata kita." Respons emosional berupa empati yang paling tepat dirasakan pembaca atau penonton terhadap konflik batin tokoh Ibu dan Danu adalah ...
Merasa kagum atas kerja keras Ibu yang mampu membiayai sekolah Danu hingga lulus sarjana meski hanya buruh.
Merasa jengkel kepada Danu karena ia terlalu mudah menyerah setelah ditolak kerja 15 kali dan malah menyalahkan dunia.
Merasa terharu bercampur sesak (sedih) melihat realitas kemiskinan yang memaksa harapan luhur seorang anak berbenturan dengan kebutuhan perut yang mendesak.
Merasa optimis dan semangat karena Ibu dan Danu saling mendukung satu sama lain dalam menghadapi kerasnya hidup.
Merasa kasihan kepada Ibu karena memiliki anak yang tidak tahu diri dan hanya bisa meremas amplop tanpa mau bekerja kasar.
