Search Header Logo
 Proses Produksi Kerajinan Tekstil

Proses Produksi Kerajinan Tekstil

Assessment

Presentation

Professional Development

7th Grade

Hard

Created by

Bayu Aji

Used 3+ times

FREE Resource

17 Slides • 0 Questions

1

Proses Produksi Kerajinan Tekstil (Tapestri dan Batik)

Slide image

2

 Kerajinan tekstil sebagai fungsi hias dibuat dengan tujuan sebagai berikut.

  • 1. Untuk memenuhi kebutuhan,Contoh hiasan dinding, fesyen, aksesoris, dan elemen estetis interior.

  • 2. Kerajinan tekstil hasil pengembangan

3

Tapestri

Menenun bagi orang Indonesia merupakan suatu perwujudan upacarayang dimulai dari tahapan kerja yang jelas, tata tertib yang harus dipatuhi,dan menjelma menjadi suatu kebiasaan. Adat istiadat, agama, danlingkungan telah mempengaruhi para penenun dalam mengungkapkan jiwapada selebar kain hasil tenunan mereka. Demikian pula pada pembuatanhiasan tenun serat. Dari proses tersebut terciptalah hiasan tenun seratyang indah, menawan, dan memiliki harmonisasi dari warna dan tekstur.

4

Bahan Pembuatan Hiasan Tapestri

  • Benang tipis untuk lungsi

  • Benang tebal untuk pakan

5

Alat Pembuat Hiasan Tapestri

  •  Kayu spanram yang diberi paku untuk benang lungsi

  • Batang kayu

6

Slide image

7

Batik

Berdasarkan perkembangannya, ragam hias batik sangat dipengaruhioleh budaya luar sehingga dihasilkan corak batik yang beraneka ragam.Berdasarkan wilayah penyebaran motif pada kain batik dan dilihatjuga dari periode perkembangan batik di Indonesia, batik dapat dibagimenjadi dua, yaitu batik pedalaman  atau sering disebut dengan klasikdan batik pesisir. Kedua istilah batik ini tidak hanya berlaku pada masadahulu, tetap berlangsung hingga saat ini. Pembeda kedua istilah batikini terdapat pada cara pembuatannya dan motif atau corak yang adapada kain batik tersebut

8

Batik Pedalaman (Klasik)

Batik pedalaman adalah pengkategorian batik yang berkembang di masa lalu. Dahulu pembatik-pembatik hanya ditemui di daerahpedalaman. Selain itu, juga tidak sembarang orang dapat melakukanproses pembatikan, sehingga jarang dijumpai di lingkungan masyarakatluas.

9

Batik Pesisir

Batik pesisir adalah batik yang berkembang di masyarakat yang tinggal di luar benteng keraton, sebagai akibat dari pengaruh budayadaerah di luar Pulau Jawa. Selain itu, adanya pengaruh budaya asingseperti Cina dan India, termasuk agama Hindu dan Budha, hal inimenyebabkan batik tumbuh dengan berbagai corak yang beranekaragam

10

Bahan Produksi Batik

  • 1) Kain putih

  • 2) Malam/Lilin

  • 3) Zat Pewarna Batik

11

b. Alat Produksi Batik

  • 1) Canting

  • 2) Kompor

  • Adapun alat lain yang digunakan dalam membatik di antaranyadingklik; kursi pendek, pemidangan atau gawangan untukmembentangkan kain, bandul timah untuk pemberat kain, pola batik, ember, panci, dan wadah penampung limbah malam.

12

c. Proses Pembuatan  Batik

Dalam proses pembuatan  batik dikenal ada tiga teknik, yaitu teknik cap, teknik tulis, serta teknik campuran cap dan tulis. Batik dengan teknikcap diperuntukkan dalam pembuatan batik dengan bentuk pengulanganmotif. Motif yang dibuat diperhitungkan dengan ilmu ukur sehinggahasilnya akan sesuai dengan keinginan. Batik cap tidak memerlukan poladi atas kertas. Dengan menggunakan cap, perajin sudah mengetahuisecara pasti pola yang akan dihasilkan.

13

Batik tulis dikerjakan dengan menggunakan canting dalam membentukgambar awal pada permukaan kain. Bentuk gambar pada batik tulisnampak lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif bisa lebihkecil dibandingkan dengan batik cap. Meskipun demikian, batik tulisdapat pula dibuat mengulang bentuk. Oleh sebab itu, diperlukan polayang dibuat pada kertas pola dengan ukuran sebesar kain. Gambar batik tulis bisa dilihat pada kedua sisi kain. Gambar tampak lebih rata (tembus bolak-balik), terutama batik tulis yang halus.

14

Proses pembatikan dapat diuraikan sebagai berikut.

  • 1) Nganji Pemberian kanji setelah kain dicuci. Kegiatan pemberian kanji dapatdilakukan sesuai keinginan dan kebiasaan.

  • 2) Ngemplong Penghalusan permukaan kain dengan cara dipukul-pukul menggunakanalat pemukul dari kayu agar kain tidak kaku dan mudah menyerapmalam dan warna.

15

  • 3) Nyungging Membuat pola di atas  kertas.

  • 4). Njaplak Menjiplak pola dari kertas ke kain.

  • 5) Nglowong Memberi lilin/malam pada kain sesuai pola.

  • 6) Ngiseni Memberi isian motif ke dalam pola besar.

16

  • 7) Nembok Penutupan pada bagian-bagian tertentu dengan malam agar tetapberwarna putih saat dilorot.

  • 8) Nyolet Memberi warna dengan kuas atau kayu dengan ujung spon.

  • 9) Nyelup Memberi warna pada kain dengan pencelupan.

  • 10) Mopok Memberi isian pada latar belakang pola.

17

  • 11) Nglorod Membuang lilin/malam yang sudah tidak diperlukan lagi agar motifbatik terlihat.

  • 12) Nanahi Memberi isian dengan malam pada latar belakang pola.

  • 13) Selanjutnya dapat dilakukan pencelupan warna terakhir dan pelorotan.

Proses Produksi Kerajinan Tekstil (Tapestri dan Batik)

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 17

SLIDE