Search Header Logo
Pertemuan 2 Sesi 3 Kelas 6 SD

Pertemuan 2 Sesi 3 Kelas 6 SD

Assessment

Presentation

Religious Studies

6th Grade

Easy

Created by

Rukaman Rukaman

Used 1+ times

FREE Resource

8 Slides • 8 Questions

1

Pertemuan 2 Sesi 3 Kelas 6 SD

Slide image

2

Namaskara Gatha

Arahaṁ sammā sambuddho bhagavā. Buddhaṁ bhagavantaṁ abhivādemi.


Sang Bhagava, Yang Mahasuci, Yang telah mencapai Penerangan Sempurna. Aku bersujud di hadapan Sang Buddha, Sang Bhagava.


The Most Blessed Bhagava Who Has Achieved Perfect Enlightenment, I bow to the Buddha, the Blessed One


Svākkhāto bhagavatā dhammo. Dhammaṁ namassāmi.


Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagawa.

Aku bersujud di hadapan Dhamma.


Dhamma has been perfectly spoken by Bhagava, I bow to the Dhamma


Supaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho. Saṅghaṁ namāmi


Sanggha Siswa Sang Bhagawa telah bertindak sempurna.

Aku bersujud di hadapan Sanggha.


Sangha Bhagava Students have acted perfectly, I bow to the Sangha

3

Duduk Hening

Ayo kita melakukan duduk hening kurang lebih 5 sampai dengan 10 menit.

Mari kita duduk hening

Duduklah dengan santai, amati diri kita, atur pernapasan dan lakukan hal berikut.

“Napas masuk ....... semoga semua makhluk berbahagia”

“Napas keluar ........ semoga semua makhluk berbahagia”

“Napas masuk ....... tercapailah cita-citaku”

“Napas keluar ........ tercapailah cita-citaku”

4

Fill in the Blank

Sudahkah anda membaca Namaskara Gatha

5

Fill in the Blank

Sudahkah anda melatih untuk duduk hening setiap mengawali pembelajaran ?

6

Dhyana dan Prajna Paramita

7

Renungan

Pandita Vagga, 82


Bagaikan danau yang dalam, airnya jernih dan tenang.


Demikian pula batin para orang bijaksana,

menjadi tentram karena mendengarkan Dhamma.

8

A. Dhyana Paramita

Dhyana berarti usaha-usaha untuk mengalami dan memperoleh ketentraman dan ketenangan (Samatha), yang berkaitan dengan konsentrasi mental atau meditasi

(Suwarto, 1995;252).


Seorang Bodhisatva dalam upaya melatih Dhyananya akan meninggalkan kehidupan berumah tangga, dan menjalankan kehidupan suci di suatu tempat terpencil seperti hutan. Selanjutnya seorang Bodhisatva harus melatih meditasi empat Brahma Vihara, dan selanjutnya seorang Bodhisatva harus melatih meditasinya dalam obyek-obyek meditasi tertentu.

Yang dimaksud Brahma Vihara tersebut adalah.

1. Cinta kasih, atau Maitri atau metta

2. Kasih sayang sebagai Karuna

3. Simpatik/Berbudi luhur atau Mudita

4. Ketenangan hati atau Upeksha

Dhyana Paramita ini menunjukkan kepada kita, arti penting dari pelaksanaan meditasi, melalui meditasi diharapkan akan memiliki konsentrasi yang baik, sehingga mampu mengembangkan sifat-sifat luhur. Lebih jauh untuk materi meditasi akan di pelajari dalam pelajaran tersendiri.

9

B. Prajna Paramita

Kisah Mahakappina Thera Mahakappina adalah raja dari Kukkutavati. Ia mempunyai seorang permaisuri bernama Anoja. Ia juga memiliki seribu orang menteri yang membantu kelangsungan pemerintahan.

Suatu hari, Raja bersama seribu orang menteri pergi ke taman. Di sana mereka bertemu dengan beberapa pedagang dari Savatthi. Mendengar tentang Buddha, Dhamma, dan Sangha dari para pedagang, Raja dan menteri-menterinya segera pergi ke Savatthi.


Pada hari itu, ketika Sang Buddha mengamati dunia dengan kemampuan batin luar biasa-Nya, Beliau melihat bahwa Mahakappina dan para menterinya sedang dalam perjalanan menuju Savatthi. Beliau juga mengetahui bahwa mereka dapat mencapai tingkat kesucian arahat. Sang Buddha pergi ke suatu tempat yang jauhnya 120 yojana dari Savatthi untuk menemui mereka. Di bawah pohon Banyan di tepi sungai Candabhaga, Sang Buddha menunggu mereka.

Raja Mahakappina dan para menterinya datang ke tempat di mana Sang Buddha menunggu. Ketika mereka melihat Sang Buddha dengan enam warna terpancar dari tubuhnya, mereka mendekati Sang Buddha dan menghormat beliau. Sang Buddha kemudian memberikan khotbah kepada mereka. Setelah mendengarkan khotbah itu,

raja dan para menterinya mencapai tingkat kesucian sotapatti. Mereka memohon kepada Sang Buddha untuk diterima menjadi bhikkhu. Sang Buddha melihat masa lalu (kehidupan lalu) mereka, dan mengetahui bahwa mereka sudah pernah mempersembahkan jubah kuning pada kehidupan lampau. Beliau lalu berkata kepada mereka, “Ehi bhikkhu”, dan mereka semua menjadi bhikkhu. Sementara itu, Permaisuri Anoja, mendengar tentang kepergian raja ke Savatthi, memanggil istri dari seribu orang menterinya dan bersama-sama mereka mengikuti jalan yang dilalui raja. Mereka juga sampai ke tempat di mana Sang Buddha sebelumnya menemui raja Kukkutavati. Mereka menemui Sang Buddha yang memancarkan enam warna dan kemudian menghormat Beliau. Pada saat itu Sang Buddha dengan kemampuan batin-Nya, membuat raja dan para menterinya tidak dapat dilihat, sehingga istri-istri mereka tidak dapat melihat mereka. Oleh karena itu, ratu bertanya di mana raja dan para menterinya berada. Sang Buddha berkata kepada ratu dan rombongannya untuk menunggu beberapa saat dan menyatakan tak lama lagi raja akan datang bersama para menterinya. Kemudian Sang Buddha memberikan khotbah lain kepada mereka.


Pada saat khotbah berakhir, raja dan para menterinya mencapai tingkat kesucian arahat.

Ratu dan para istri menteri mencapai tingkat kesucian sotapatti. Setelah itu ratu dan rombongannya melihat bhikkhu yang baru saja ditahbiskan dan mengenali mereka bahwa mereka sebelumnya adalah suaminya.

Wanita-wanita itu kemudian memohon izin kepada sang Buddha untuk diterima menjadi bhikkhuni; mereka langsung pergi ke Savatthi. Di sana mereka diterima menjadi bhikkhuni, dan tak lama kemudian mereka juga mencapai tingkat kesucian arahat. Kemudian Sang Buddha kembali ke Vihara Jetavana bersama seribu bhikkhu. Di Vihara Jetavana, Mahakappina ketika beristirahat sepanjang malam atau pada siang hari sering berkata, “Oh, bahagia!” (Aho Sukham). Para bhikkhu yang mendengarkan beliau mengucapkan kata-kata itu beberapa kali dalam sehari, melaporkan hal tersebut kepada Sang Buddha. Kepada mereka sang Buddha menjawab “Anakku Kappina telah merasakan bahagianya kehidupan dalam Dhamma dengan pikiran yang tenang, ia mengucapkan kata-kata itu sebagai ungkapan kegembiraan yang meluap-luap berkenaan dengan nibbana.”

10

Open Ended

Apa yang dapat kamu lakukan melalui Prajna Paramita?

11

sabbe satta bhavantu sukhitatta

Semoga semua makhluk

hidup berbahagia

saddhu... saddhu... saddhu...

12

Open Ended

Mengapa kamu lakukan hal tersebut? Berikan alasannya!

13

Open Ended

Apa saja yang mendukung untuk melaksanakan Dhyana Paramita?

14

Open Ended

Sikap apa yang menjadi sebab seseorang berbuat bijaksana?

15

Open Ended

Sebutkan kapan kamu melaksanakan meditasi!

16

Open Ended

Apa saja yang mendukung untuk melaksanakan Dhyana Paramita?

Pertemuan 2 Sesi 3 Kelas 6 SD

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 16

SLIDE