
INDONESIA MASA DEMOKRASI PARLEMENTER (1950-1959)
Presentation
•
History, Social Studies
•
12th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Juli Suwirtana Putra
Used 40+ times
FREE Resource
15 Slides • 6 Questions
1
INDONESIA MASA DEMOKRASI PARLEMENTER (1950-1959)
Sisi negatif : zaman kabinet silih berganti, zaman yang melalaikan pembangunan berencana
Sisi positif : sebagai bentuk pembelajaran berdemokrasi
2
DEMOKRASI PARLEMENTER
Ada tujuh kabinet yang memegang pemerintahan, sehingga hampir setiap tahun terjadi pergantian kabinet. Kondisi inilah yang menyebabkan stabilitas nasional terganggu. Indonesia menjalankan pemilihan umum pertama yang diikuti oleh banyak partai politik. Pemilu 1955 merupakan tonggak demokrasi pertama di Indonesia.
3
SISTEM PEMERINTAHAN MASA DEMOKRASI PARLEMENTER
KABINET NATSIR (6 September 1950 - 21 Maret 1951)
KABINET SUKIMAN (27 April 1951 – 3 April 1952)
KABINET WILOPO (3 April 1952 – 3 Juni 1953)
KABINET ALI SASTROAMIJOYO I (31 Juli 1953 – 12 Agustus 1955)
KABINET BURHANUDDIN HARAHAP (12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956)
KABINET ALI SASTROAMIJOYO II (20 Maret 1956 – 4 Maret 1957)
KABINET DJUANDA ( 9 April 1957- 5 Juli 1959)
4
KABINET NATSIR (6 September 1950 - 21 Maret 1951)
Kabiet ini dilantik pada tanggal 7 September 1950 dengan Mohammad Natsir (Masyumi) sebagai perdana menteri.
Kabinet ini merupakan kabinet koalisi yang dipimpin Masyumi, di mana PNI sebagai partai kedua terbesar
Keberhasilan : Sumitro Plan yang mengubah ekonomi kolonial ke ekonomi nasional; Indonesia masuk PBB ;
Penyebab jatuhnya Kabinet Natsir dikarenakan kegagalan Kabinet ini dalam menyelesaikan masalah Irian Barat dan adanya mosi tidak percaya
5
KABINET SUKIMAN (27 April 1951 – 3 April 1952)
Setelah jatuhnya kabinet Natsir, Presiden Soekarno menunjukan Sidik Djojosukatro (PNI) dan Soekiman Wijosandjojo (Masyumi) sebagai formatur dan berhasil membentuk kabinet koalisi dari Masyumi dan PNI
Pencapaian : Tidak terlalu berarti sebab programnya melanjutkan program Kabinet Natsir
Kejatuhan Kabinet Soekiman merupakan akibat dari ditandatanganinya persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan dari Amerika Serikat kepada Indonesia atas dasar Mutual Security Act ( MSA ). Peretujuan ini menimbulkan tafsiran bahwa Indonesia telah memasuki Blok Barat, yang berarti bertentangan dengan prinsip dasar politik luar negri Indonesia yang bebas aktif.
6
KABINET WILOPO (3 April 1952 – 3 Juni 1953)
1 Maret 1952, Presiden Soekarno menunjukan Sidik Djojosukarto (PNI) dan Prawoto Mangkusasmito (Masyumi) menjadi formatur, namun gagal. Kemudian menunjuk Wilopo dari PNI sebagai formatur.
Kabinet ini merupakan zaken kabinet yaitu kabinet yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam biangnya
Keberhasilan :Memperketat impor, Rasionalisasi angkatan bersenjata melalui modernisasi dan pengurangan personil, Menekan pengeluaran pemerintah
Berakhirnya kekuasaan kabinet : Akibat peristiwa Tanjung Morawa muncullah mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia terhadap kabinet Wilopo.
7
KABINET ALI SASTROAMIJOYO I (31 Juli 1953 – 12 Agustus 1955)
Kabinet Ali Sastroamidjojo merupakan koalisi antara PNI dan NU. Sedangkan, Masyumi menjadi partai oposisi.
Keberhasilan: Persiapan Pemilihan Umum untuk memilih anggota parlemen yang akan diselenggarakan pada 29 September 1955; Menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955.
Berakhirnya kekuasaan kabinet: NU menarik dukungan dan menterinya dari kabinet sehingga keretakan dalam kabinetnya inilah yang memaksa Ali harus mengembalikan mandatnya pada presiden
8
KABINET BURHANUDDIN HARAHAP (12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956)
Setelah jatuhnya Kabinet Ali, sebagai gantinya Wakil Presiden Dr. Muh. Hatta menunjuk Mr. Burhanuddin Harahap (Masyumi) sebagai formatir kabinet.
Kabinet Burhanuddin Harahap adalah merupakan kabinet koalisi yang terdiri atas beberapa partai, bahkan hamper merupakan Kabinet Nasional, sebab jumlah partai yang tergabung dalam koalisi kabinet ini berjumlah 13 partai (partai oposisi: PNI dan partai lainnya)
Keberhasilan: Penyelenggaraan pemilu pertama yang demokratis pada 29 September 1955; Pemberantasan korupsi
Kabinet ini dengan sukarela menyerahkan mandatnya, setelah berhasil melaksanakan Pemilu
9
KABINET ALI SASTROAMIJOYO II (20 Maret 1956 – 4 Maret 1957)
Ali Sastroamidjoyo diserahi mandat untuk membentuk kabinet baru pada tanggal 20 Maret 1956. Kabinet yang terbentuk merupakan hasil koalisi 3 partai yaitu PNI, Masyumi, dan NU dengan dipimpin oleh Ali Sastroamidjoyo
Hasil: Mendapat dukungan penuh dari presiden dan dianggap sebagai titik tolak dari periode planning and investment, hasilnya adalah Pembatalan seluruh perjanjian KMB pada tanggal 3 Mei 1956.
Mundurnya sejumlah menteri dari Masyumi (Januari 1957), membuat kabinet hasil Pemilu I ini jatuh dan menyerahkan mandatnya pada Presiden pada tanggal 14 Maret 1957
10
KABINET DJUANDA ( 9 April 1957- 5 Juli 1959)
Kabinet Djuanda/Kabinet Karya resmi dilantik tanggal 9 April 1957. Kabinet ini merupakan zaken kabinet yaitu kabinet yang tidak berdasarkan atas dukungan dari parlemen karena negara dalam keadaan darurat, namun tetap terdiri dari para pakar yang ahli dalam bidangnya.
Keberhasilan: Mengatur kembali batas perairan nasional Indonesia melalui Deklarasi Djuanda; Terbentuknya Dewan Nasional; Mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) untuk meredakan pergolakan di berbagai daerah;
Berakhir saat presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan mulailah babak baru sejarah RI yaitu Demokrasi Terpimpin.
11
Multiple Choice
Transisi kekuasaan dari Kabinet Ali II ke Kabinet Juanda terjadi melalui jalan kekerasan.
SEBAB
Pasca jatuhnya Kabilet Ali Sastroamijoyo II di luar Jawa timbul pemberontakan PRRI dan Permesta.
(SBMPTN 2013)
A. Jika pernyataan benar, alasan benar, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab-akibat
B. Jika pernyataan benar, alasan benar, tetapi keduanya tidak menunjukan hubungan sebab -akibat
C. Jika pernyataan benar dan alasan salah
D. Jika pernyataan salah dan alasan benar
E. Jika pernyataan salah dan alasan salah
12
DEKLARASI DJUANDA
Di awal kemerdekaan, wilayah batas laut Indonesia mengacu pada peraturan masa Hindia Belanda yakni, Teritoriale Zee en en Maritieme Kringen Ordonantie 1939 (TZMKO 1939). Dalam peraturan itu, pulau-pulau yang ada di Indonesia sejauh 3 mil dari garis pantai.
Isi Deklarasi Djuanda : Bahwa Indonesia menyatakan sebagai negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri; Bahwa sejak dahulu kala kepulauan nusantara ini sudah merupakan satu kesatuan; Ketentuan ordonansi 1939 tentang Ordonansi, dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia dari deklarasi tersebut mengandung suatu tujuan:
- Untuk mewujudkan bentuk wilayah Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan bulat; Untuk menentukan batas-batas wilayah NKRI, sesuai dengan asas negara Kepulauan; Untuk mengatur lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keamanan dan keselamatan NKRI
13
KEBIJAKAN EKONOMI MASA DEMOKRASI PARLEMENTER
Gunting Syafruddin = kebijakan pemotongan nilai uang atau sanering yang dilakukan Menteri Keuangan Syafruddin Prawiranegara.
Gerakan Benteng = sistem ekonomi yang bertujuan mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional. Sistem ini dicanangkan oleh Menteri Perdagangan Sumitro Djojohadikusumo, ayah dari Prabowo Subianto
Nasionalisasi De Javasche Bank = Bank milik Belanda itu dijadikan sepenuhnya bank milik Indonesia untuk menaikkan pendapatan, menurunkan biaya ekspor, dan menghemat secara drastis
Sistem Ekonomi Ali-Baba = pengusaha non-pribumi harus membantu orang pribumi dalam usahanya dengan memberi pelatihan kepada pengusaha pribumi, dengan memberi kredit pada pengusaha pribumi
14
Multiple Choice
Latar belakang dikeluarkannya Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957 adalah ....
(Soal SBMPTN 2016)
Indonesia menginginkan wilayah lautnya lebih luas
Indonesia menginginkan laut-laut antarpulau menjadi wilayah teritorial
Indonesia ingin menambah wilayah teritorial lautnya sepanjang 12 mil laut
Indonesia berusaha memperluas Zona Ekonomi Ekslusif
Indonesia menolak wilayahnya dilalui kapal-kapal asing
15
DEKRIT PRESIDEN 5 JULI 1959 & DEMOKRASI TERPIMPIN
Isi Dekrit Presiden 1959 : Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya; Pemberlakuan kembali UUD ’45 dan tidak berlakunya UUDS 1950; Pembubaran Konstituante
Penyimpangan pada masa Demokrasi Terpimpin, yaitu: Membubarkan DPR hasil Pemilu 1955 Soekarno membentuk MPRS, DPR-GR dan DPAS melalui Penetapan Presiden dan Peraturan Presiden. Soekarno memihak blok Timur dengan membenuk poros Jakarta-Peking-Hanoi-Pyongyang. Melakukan pembangunan proyek Mercusuar saat Indonesia mengalami krisis ekonomi.
Faktor penyebab keruntuhan Demokrasi Terpimpin, di antaranya: Adanya kekacauan besar yang diakibatkan oleh peristiwa G30S; Krisis ekonomi nasiona; Tingkat inflasi yang tinggi; Penyimpangan yang dilakukan Soekarno terhadap konstitusi; Kegagalan Soekarno dalam bidang politik dan ekonomi
16
Multiple Choice
Salah satu isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang menandai berlakunya sistem Demokrasi Terpimpin adalah .... (SBMPTN 2017)
Diselenggarakannya pemilu setahun setelah pengumuman Dekrit Presiden
Perlunya pemimpin tunggal yang berwibawa dalam menjalankan pemerintahan
Berlakunya UUDS 1950 menjadi undang-undang dasar permanen
Berlakunya UUD 1945 menjadi undang-undang permanen
Perlunya amandemen UUD 1945 menyangkut penetapan presiden seumur hidup
17
Multiple Choice
Pada dekade 1950-an pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan kebijakan ekonomi yang dikenal dengan nama Program Benteng. Kebijakan ini bertujuan ....
1. Memperkuat sektor swasta
2. Membangun kemandirian pengusaha kecil
3. Mengembangkan sektor produksi
4. Membentuk kelompok pengusaha pribumi yang kuat
(Soal SBMPTN 2014)
A. Jika 1, 2, dan 3 benar
B. Jika 1 dan 3 benar
C. Jika 2 dan 4 benar
D. Jika hanya 4 yang benar
E. Jika semua benar
18
KEADAAN EKONOMI MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
Masa inflasi terus terjadi hingga masa Demokrasi Terpimpin. Sejak dekrit presiden 5 Juli 1959, berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan inflasi, namun upaya ini belum berhasil. Salah satunya adalah upaya devaluasi nilai rupiah. Apakah itu? Devaluasi adalah penurunan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Pada saat itu rupiah didevaluasi dari 1 USD = Rp11.40 menjadi 1 USD = Rp45.
19
MANIFESTO KEBUDAYAAN MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
Manifes kebudayaan adalah konsep kebudayaan yang mengusung humanisme universal
Manifes Kebudayaan ini adalah bentuk respon dari teror-teror dalam ranah budaya yang dilancarkan oleh orang-orang yang tergabung dalam Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat)
Oleh orang-orang Lekra, Manifes Kebudayaan yang sering disebut Manifes Kebudayaan diplesetkan oleh orang-orang Lekra menjadi manikebo yang artinya sperma kerbau
20
Multiple Choice
Salah satu penyebab kegagalan perenomian Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin adalah ....
(Soal SBMPTN 2018)
Terjadinya krisis ekonomi global
Terjadinya inflasi karena pencetakan uang baru
Adanya boikot barang-barang Indonesia di luar negeri
Adanya blokade ekonomi oleh negara-negara asing
Gagalnya ekspor barang ke luar negeri
21
Multiple Choice
Pada masa demokrasi terpimpin, pemerintah RI mengeluarkan manifesto kebudayaan untuk menyatukan para seniman dan budayawan Indonesia.
SEBAB
Seniman dan budayawan yang berafiliasi pada Partai Komunis (PKI_ mendirikan Lembaga Kesenian Rakyat (LEKRA).
(SBMPTN 2015)
A. Jika pernyataan benar, alasan benar, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab-akibat
B. Jika pernyataan benar, alasan benar, tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat
C. Jika pernyataan benar dan alasan salah
D. Jika pernyataan salah dan alasan benar
E. Jika pernyataan salah dan alasan salah
INDONESIA MASA DEMOKRASI PARLEMENTER (1950-1959)
Sisi negatif : zaman kabinet silih berganti, zaman yang melalaikan pembangunan berencana
Sisi positif : sebagai bentuk pembelajaran berdemokrasi
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 21
SLIDE
Similar Resources on Wayground
17 questions
REFUERZO ACADEMICO 1RO BGU:A,A,C,D JUEVES 01-04-2021
Presentation
•
12th Grade
15 questions
Karakteristik Negara Maju dan Negara Berkembang
Presentation
•
12th Grade
16 questions
AKM Literasi Bahasa Indonesia SMA
Presentation
•
12th Grade
15 questions
Kearifan Lokal
Presentation
•
12th Grade
13 questions
Sejarah Serekat Islam
Presentation
•
12th Grade
17 questions
STABILISASI POLITIK DAN REHABILITASI EKONOMI
Presentation
•
12th Grade
17 questions
Drt5 T1 27 Mei 2021
Presentation
•
12th Grade
17 questions
Keseimbangan Pasar
Presentation
•
12th Grade
Popular Resources on Wayground
20 questions
STAAR Review Quiz #3
Quiz
•
8th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Marshmallow Farm Quiz
Quiz
•
2nd - 5th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
12 questions
What makes Nebraska's government unique?
Quiz
•
4th - 5th Grade