Search Header Logo
Kls VI Pelajaran 6 - Rintangan dan Gangguan Meditasi - 4

Kls VI Pelajaran 6 - Rintangan dan Gangguan Meditasi - 4

Assessment

Presentation

Religious Studies

6th Grade

Easy

Created by

Rukaman Rukaman

Used 2+ times

FREE Resource

25 Slides • 9 Questions

1

Kls VI Pelajaran 6 - Rintangan dan Gangguan Meditasi - 4

oleh rukaman

Slide image

2

Namo Sanghyang Adi Buddhaya

Namo Buddhaya

3

Vandana

“NAMO SANGHYANG ADI BUDDHAYA”

Artinya: Terpujilah Sanghyang Adi Buddha Tuhan Yang Maha Esa


“NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATO SAMMASAMBUDDHASA”

Artinya: “Terpujilah Bhagava, Yang Maha Suci, Yang telah mencapai Penerangan Sempurna”


“NAMO SABBE BODHISATTVAYA MAHASATTVAYA”

Artinya: “Terpujilah semua Bodhisattva Mahasatta” 3X


4

Duduk Hening

Mari kita duduk hening

Duduklah dengan santai, amati diri kita, atur pernapasan, dan lakukan hal berikut.

“Napas masuk . . . semoga semua makhluk berbahagia”

“Napas keluar . . . semoga semua makhluk berbahagia”

“Napas masuk . . . tercapailah cita-citaku”

“Napas keluar . . . tercapailah cita-citaku”

5

Rintangan dan Gangguan Meditasi

Pertemuan 4

6

Mari coba kita merenung sejenak nasehat berikut!

Kebiasaan menganggur (malas), bahaya-bahayanya adalah ia akan selalu berkata:

1. “Terlalu dingin” dan ia tidak bekerja,

2. “Terlalu panas” dan ia tidak bekerja,

3. “Terlalu pagi” dan ia tidak bekerja,

4. “Terlalu siang” dan ia tidak bekerja,

5. “Aku terlalu lapar” dan ia tidak bekerja,

6. “Aku terlalu kenyang” dan ia tidak bekerja.

(Sigalovada Sutta)

7

Open Ended

Pernahkah muncul dalam diri kita kebiasaan buruk seperti bermalas-malasan?

8

Open Ended

Tuliskan tiga sifat buruk lain yang kadang-kadang muncul dalam diri kita?

9

Open Ended

Hujan atau cuaca merupakan faktor yang membuat kita malas bermeditasi.

Tuliskan faktor lain yang membuat kita tidak melakukan meditasi?

10

Lima Macam Rintangan

Batin kita tidak tentram disebabkan terhalanginya oleh lima rintangan batin yakni:

nafsu keinginan yang melekat (kamachanda), niat buruk (byapada), kemalasan dan kelelahan (thinamidha), keragu-raguan (viccikiccha) dan gelisah dan cemas (uddaccha kukkuccha).

11

1. Nafsu keinginan yang melekat (kamachanda)

Nafsu keinginan yang melekat (kamachanda) adalah ketika 6 landasan indria kita kontak/bersentuhan dengan objeknya masing-masing yaitu: mata melihat, telinga mendengar, hidung membau, lidah mengecap, fisik menyentuh, dan batin mengingat. Pada saat terjadinya kontak maka akan timbul perasaan senang dan tidak senang dalam batin kita, apabila objek yang menyenangkan maka kita akan melekat padanya, sebaliknya apabila objek yang tidak menyenangkan maka kita akan menolaknya.

12

2. Niat jahat (byapada)

Niat jahat (byapada) adalah karena kita ingin mendapatkan sesuatu lalu kita menghalalkan segala cara dengan menyusun siasat kemudian timbul niat buruk untuk mencelakakan orang lain. Ini adalah salah satu sebab mengapa batin kita tidak tentram.

13

3. Kemalasan dan kelelahan (thinamidha)

Kemalasan dan kelelahan (thinamidha) adalah karena kelelahan atau malas sehingga tidak bersemangat atau ngantuk. Ini adalah salah satu sebab mengapa batin kita tidak tentram.

14

4. Keragu-raguan (viccikiccha)

Keragu-raguan (viccikiccha) adalah kondisi atau keadaan di mana seseorang merasa tidak yakin terhadap tujuan yang akan dicapainya. Kondisi ini membuat orang tersebut menjadi bingung menentukan arah yang akan menjadi tujuannya.

15

5. Gelisah dan cemas (uddaccha kukkuccha)

Gelisah dan cemas (uddaccha kukkuccha) adalah kekhawatiran yang berlebihan sehingga timbul gelisah dan cemas.

16

Open Ended

Coba yulis ulang Lima rintangan meditasi !

17

Gangguan Meditasi (Palibodha)

ada 10 gangguan dalam melaksanakan meditasi, coba perhatikan kesepuluh gangguan tersebut:

18

1. Tempat tinggal (avasa)

Tempat tinggal adalah tempat di mana pemula meditasi tinggal untuk bermeditasi. Tempat tinggal yang memiliki banyak kegiatan dapat mengakibatkan gangguan melalui indra-indra, misalnya seperti: kegaduhan (telinga), bau menyenangkan atau tidak menyenangkan (hidung), banyak serangga atau angin kencang (tubuh).

19

2. Keluarga (kula)

Seseorang akan bermeditasi, namun anggota keluarganya datang mengunjungi kerena adanya persoalan di rumah atau yang berhubungan dengan salah seorang keluarganya.

20

3. Pendapatan (labha)

Bagi para Bhikkhu, hal ini berhubungan dengan empat kebutuhan pokok, yaitu jubah, makanan, tempat tinggal, dan obat-obatan. Sedangkan bagi orang awam, hal ini adalah materi atau uang.

21

4. Para siswa (gana)

Bila seorang guru akan bermeditasi, namun para siswanya sering mengunjunginya untuk minta pelajaran, bertanya, mohon petunjuk untuk memecahkan masalah yang dihadapi para siswa, dan sebagainya. Akibat kunjungan para siswa ini, waktu untuk meditasi tidak ada, ataupun bila ia sedang meditasi, meditasinya akan terganggu.

22

5. Kegiatan (kamma)

Karena sibuk dengan pekerjaan, memperbaiki tempat tinggal, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dan tak kunjung habis, sehingga kesempatan untuk meditasi sangat terbatas atau tidak ada sama sekali.

23

6. Bepergian (addhana)

Karena adanya rencana bepergian, maka pikiran

kita pun tersita oleh rencana itu. Dalam perjalanan kita tidak selalu mempunyai kesempatan untuk bermeditasi, jasmani kita tidak segar, terlalu lelah, akibatnya pemusatan pikiran menjadi sulit.

24

7. Kerabat (nati)

Kerabat datang untuk berbagai keperluan, sehingga waktu kita tersita untuk melayani mereka. Ketika sedang bermeditasi pun terganggu oleh kedatangan mereka.

25

8. Sakit (abadha)

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, sakit merupakan suatu keadaan atau kondisi di mana tubuh kita merasa tidak nyaman/sehat karena menderita sesuatu. Karena sakit, maka seseorang menjadi sulit untuk bermeditasi.

26

9. Belajar (gantha)

Kita akan bermeditasi, namun ternyata kita harus belajar, misalnya akan ada ujian. Untuk menyelesaikannya butuh waktu dan pemikiran yang dapat mengganggu meditasi.

27

10. Kemampuan batin (Iddhi)

Kemampuan batin sebagai gangguan lebih cenderung pada mereka yang akan melaksanakan meditasi Vipassana Bhavana, sebagai kelanjutan dari Samatha Bhavana. Namun kemampuan batin menjadi gangguan Samtha Bhavana, karena yang bersangkutan terlalu senang dengan melakukan kegiatan kemampuan batin, sehingga malas untuk bermeditasi.

28

Open Ended

Jelaskan yang dimaksud dengan keragu-raguan dalam rintangan meditasi!

29

Doa Penutup Pelajaran

Terpujilah Tuhan Yang Maha Esa, Terpujilah Triratna Terima kasih kepada semua orang yang telah membantuku belajar pada hari ini. Semoga mereka diberkati kesehatan dan kesejahteraan. Semoga ilmu yang kupelajari berguna bagi diriku dan orang lain.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Sadhu sadhu sadhu

30

Doa Penutup Pelajaran

Terpujilah Tuhan Yang Maha Esa, Terpujilah Triratna Terima kasih kepada semua orang yang telah membantuku belajar pada hari ini. Semoga mereka diberkati kesehatan dan kesejahteraan. Semoga ilmu yang kupelajari berguna bagi diriku dan orang lain.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Sadhu sadhu sadhu

31

Open Ended

Jelaskan nasehat yang dianjurkan Buddha untuk mengusir kantuk!

32

Open Ended

Jelaskan perbuatan untuk melenyapkan dendam?

33

Open Ended

Mengapa kesibukan bisa menjadi gangguan meditasi?

34

Open Ended

5. Mengapa sakit juga bisa menjadi gangguan meditasi!

Kls VI Pelajaran 6 - Rintangan dan Gangguan Meditasi - 4

oleh rukaman

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 34

SLIDE