Search Header Logo
Kelas IV Pelajaran 6 - Brahma Vihara

Kelas IV Pelajaran 6 - Brahma Vihara

Assessment

Presentation

Religious Studies

4th Grade

Easy

Created by

Rukaman Rukaman

Used 2+ times

FREE Resource

13 Slides • 5 Questions

1

Kelas IV Pelajaran 6 - Brahma Vihara

Sesi 7

Slide image

2

Namo Sanghyang Adi Buddhaya

Namo Buddhaya

3

Vandana

“NAMO SANGHYANG ADI BUDDHAYA”

Artinya: Terpujilah Sanghyang Adi Buddha Tuhan Yang Maha Esa


“NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATO SAMMASAMBUDDHASA”

Artinya: “Terpujilah Bhagava, Yang Maha Suci, Yang telah mencapai Penerangan Sempurna”


“NAMO SABBE BODHISATTVAYA MAHASATTVAYA”

Artinya: “Terpujilah semua Bodhisattva Mahasatta” 3X

4

Duduk hening

Mari kita duduk hening

Duduklah dengan santai, amati diri kita, atur pernapasan, dan lakukan hal berikut.

“Napas masuk . . . semoga semua makhluk berbahagia”

“Napas keluar . . . semoga semua makhluk berbahagia”

“Napas masuk . . . tercapailah cita-citaku”

“Napas keluar . . . tercapailah cita-citaku”

5

Brahma Vihara

6

1. Metta (cinta kasih)

Metta artiya cinta kasih, yaitu cinta kasih tanpa niat untuk memiliki. Jika cinta kasih ini diwujudkan dalam pikiran, pikirannya selalu mengharapkan orang lain berbahagia, sehat, panjang umur.


Jika misalnya suatu ketika kita melihat teman memiliki mainan yang bagus, kita berdoa semoga teman kita berbahagia tanpa niat ingin memiliki.


Pikiran yang demikian itulah disebut pikiran penuh dengan metta. Jika cinta kasih (metta) ini diwujudkan dalam ucapan kepada teman, ucapannya menjadi benar, baik, dan sopan tanpa disertai niat terselubung.

7

METTA

Mettaadalah mencintai tanpa pamrih, tanpa mengharapkan imbalan. Jika kita berbuat baik masih mengharapkan imbalan, bukanlah metta.

Perbuatan yang didasari cinta kasih menyebabkan perbuatan tersebut baik, benar, dan tidak menimbulkan kekecewaan bagi pembuat maupun yang menerima.


Misalnya,

ketika kita membantu ibu mencuci piring, hendaknya jangan karena ingin diberi upah atau ingin dipuji, tetapi semata-mata ingin meringankan beban kerja ibu.

8

mETTa

Metta adalah mencintai tanpa ingin mendapatkan keuntungan. Ada kalanya seseorang berbuat baik agar mendapatkan berbagai keuntungan, misalnya ingin terkenal, disegani, atau dipuji. Perbuatan demikian bukanlah metta.

Jadi,

jika misalnya ingin berteman baik dengan orang lain, jangan ingin dihormati atau “numpang” terkenal, tetapi hendaknya semata-mata ingin menjadi teman yang baik bagi semua orang.

9

mETTa

Metta adalah cinta tanpa pilih kasih tidak membeda-bedakan karena suku, agama, kaya, miskin, cantik atau pun jelek.


Ketika seseorang hanya mau berbuat baik bagi teman seagama saja dan membenci agama lain, hal itu bukanlah metta.


Berteman juga tidak boleh pilih-pilih karena kaya atau miskin, tetapi bertemanlah dengan semua orang yang berbudi baik.


Bermain juga jangan pilih-pilih karena dia cantik, tetapi bermainlah dengan semua orang karena mereka baik dan saling menghormati.

10

Metta

Metta adalah cinta yang bebas dari rasa suka atau tidak suka. Perbuatan yang didasari metta dilakukan terhadap semua orang bukan hanya mereka yang disukai saja.


Terhadap mereka yang benci atau tidak benci, terhadap mereka yang suka atau tidak suka, orang yang penuh metta akan berlaku sama, adil, tanpa membedakan. Karena itu, orang yang penuh metta bisa diterima oleh siapa pun, dan di mana pun. Semua orang merasakan cinta yang sama dari orang tersebut.

11

Manfaat Metta

Perbuatan yang didasarkan pada metta akan membuahkan berkah yang berlimpah, tak terukur, bebas dari permusuhan dan bebas dari kesedihan.

Karena itu, seseorang yang ingin hidup tanpa musuh, tanpa kesedihan harus mengembangkan metta. Metta dimulai dari cinta kasih kepada diri sendiri, baru kemudian ditujukan kepada orang lain.


Dalam Paritta Brahmavihara Pharana,

Metta dikembangkan dengan cara sebagai berikut:

Semoga aku berbahagia

Bebas dari penderitaan

Bebas dari kebencian

Bebas dari penyakit

Bebas dari kesukaran

Semoga aku dapat mempertahankan kebahagiaanku sendiri.


Semoga semua makhluk berbahagia

Bebas dari penderitaan

Bebas dari kebencian

Bebas dari kesakitan

Bebas dari kesukaran

Semoga mereka dapat mempertahankan kebahagiaan mereka sendiri.

12

Metta dalam Karaniya Metta Sutta

Dalam Karaniya Metta Sutta, Buddha mengajarkan cinta kasih dengan banyak contoh. Pertama-tama, cinta kasih dikembangkan dengan cara berperilaku jujur, sungguh jujur, rendah hati, lemah lembut, dan tiada sombong. Orang yang penuh cinta kasih adalah ia yang merasa puas, mudah dilayani, sederhana hidupnya, berhati-hati, tahu malu, tidak berbuat kesalahan walaupun kecil. Tidak menipu orang lain, atau menghina siapa saja. Meskipun marah dan benci, ia tidak akan mengharap orang lain celaka.

13

Open Ended

Apa artinya metta?

14


Terpujilah Tuhan Yang Maha Esa, Terpujilah Triratna

Terima kasih kepada semua orang yang telah membantuku belajar pada hari ini. Semoga mereka diberkati kesehatan dan kesejahteraan. Semoga ilmu yang kupelajari berguna bagi diriku dan orang lain.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Sadhu sadhu sadhu.

15

Open Ended

Apa tujuan mengembangkan metta?

16

Open Ended

Apa manfaat mengembangkan metta?

17

Open Ended

Apa ciri-ciri orang yang memiliki metta?

18

Open Ended

Bagaimana cara mengembangkan metta kepada orang yang memusuhimu?

Kelas IV Pelajaran 6 - Brahma Vihara

Sesi 7

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 18

SLIDE