Search Header Logo
Bahasa dalam Penulisan Berita: Ejaan dan Diksi

Bahasa dalam Penulisan Berita: Ejaan dan Diksi

Assessment

Presentation

Other

University

Medium

Created by

Randi Ramliyana

Used 11+ times

FREE Resource

25 Slides • 4 Questions

1

Bahasa dalam Penulisan Berita: Ejaan dan Diksi

Bahasa Indonesia for Communication

Universitas Multimedia Nusantara

2021

Slide image

2


"Bahasa bagi seorang jurnalis ialah senjata

dan kata-katanya ialah peluru.

Seorang jurnalis tak boleh menggunakan senjatanya untuk membunuh orang lain. Ia hanya boleh menggunakan senjatanya untuk mencerdaskan dan memuliakan masyarakat serta membela dan menjunjung tinggi kehormatan bangsa."


3

Slide image

Jurnalis menulis berita dengan memasukkan unsur ADIKSIMBA

4

ADIKSIMBA

  • Apa?

  • DI mana?

  • Kapan?

  • SIapa?

  • Mengapa?

  • BAgaimana?

Slide image

5

PERHATIKAN!

  • Memasukkan unsur ADIKSIMBA dalam menulis berita adalah hal-hal dasar untuk bisa menghasilkan berita yang baik. 

  • ADIKSIMBA digunakan untuk memahami inti sebuah berita/menentukan suatu pokok berita. 

  • Suatu berita dapat dikatakan baik jika dapat menjawab unsur-unsur yang terdapat dalam ADIKSIMBA.

  • Ejaan + Diksi penting diperhatikan agar menghasilkan tulisan yang baik


Slide image

6

FOKUS PEMBAHASAN!

  • Ketidakcermatan ejaan dalam berita

  • Ketidaktaatan penggunaan kata baku

  • Ketidaktepatan pilihan kata (diksi)

  • Kesalahan pengetikan (saltik/typo)

7

SIFAT-SIFAT KHAS

BAHASA BERITA

  • Singkat

  • Padat

  • Sederhana

  • Jelas

  • Lugas

  • Menarik

Slide image

8

LANGSUNG

Langsung pada pokok masalah, tidak bertele-tele, 

tidak berputar-putar,

tidak memboroskan waktu pembaca yang sangat berharga. 

Slide image

9

PADAT

Sarat informasi. Setiap kalimat dan paragraf yang ditulis memuat banyak informasi penting dan menarik untuk khalayak pembaca.


Slide image

10

SEDERHANA

Selalu mengutamakan dan memilih kata atau kalimat yang paling banyak diketahui maknanya oleh khalayak pembaca yang sangat heterogen.

Slide image

11

JELAS

Mudah ditangkap maksudnya, tidak baur, dan kabur. 

Slide image

12

LUGAS

Tegas, tidak ambigu, sekaligus menghindari eufemisme  atau penghalusan kata dan kalimat yang bisa  membingungkan khalayak pembaca sehingga terjadi  perbedaan persepsi dan kesalahan konklusi. 

Slide image

13

MENARIK

Mampu membangkitkan minat dan perhatian khalayak pembaca serta memicu selera baca.


Slide image

14

MENGAPA HARUS DIPENUHI SEMUA SIFAT KHAS TERSEBUT?

  • Berita akan dibaca oleh lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat pengetahuannya.

  • Bahasa yang singkat, padat, sederhana, jelas, dan lugas akan mudah dimengerti orang banyak, sehingga lebih mampu memenuhi makna komunikasi. 

  • Pembaca akan lebih mudah menerima pesan-pesan yang disampaikan.

  • Dengan demikian, bahasa jurnalistik harus tetap mengacu pada PUEBI, menggunakan bahasa baku, dan memperhatikan kaidah kebahasaan.

15

Multiple Choice

Di bawah ini adalah sifat-sifat khas bahasa dalam penulisan berita, kecuali...

1

Lugas

2

Jujur

3

Langsung

4

Padat

5

Menarik

16

Multiple Choice

Mengapa jurnalis harus memasukkan unsur ADIKSIMBA...

1

ADIKSIMBA digunakan untuk menjelaskan kasus rumit.

2

ADIKSIMBA digunakan untuk membaca berita.

3

ADIKSIMBA dapat mempermudah penulis dalam mengedit.

4

ADIKSIMBA digunakan untuk memahami inti sebuah berita.

5

ADIKSIMBA digunakan untuk memecahkan suatu kasus berita.

17

Multiple Choice

Di bawah ini adalah kepanjangan dari unsur ADIKSIMBA, kecuali...

1

Apa?

2

Mengapa?

3

Ke mana?

4

Siapa?

5

Bagaimana?

18

Multiple Choice

Mengapa semua sifat khas bahasa tersebut harus dipenuhi?

1

Bahasa yang singkat, padat, sederhana, jelas, dan lugas mampu memenuhi makna komunikasi.

2

Berita akan dibaca oleh lapisan masyarakat yang homogen.

3

Pembaca akan lebih mudah menerima pesan-pesan tersirat yang disampaikan.

19

Slide image

KETIDAKCERMATAN EJAAN DALAM BERITA!

20

KETIDAKCERMATAN!

  • Penulisan berita pada surat kabar dituntut mengikuti kaidah pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI).

  • Hal-hal yang diatur dalam PUEBI mencakup:

    •pemakaian huruf,

    •penulisan kata,

    •pemakaian tanda baca, dan

    •penulisan unsur serapan. 

  • •Sayangnya, masalah ejaan sering tidak diperhatikan dan tidak dianggap penting, padahal dalam semua jenis tulisan, termasuk tulisan jurnalistik, ejaan sangatlah penting.


21

Slide image

KETIDAKTAATAN PENGGUNAAN KATA BAKU!

22

KETIDAKTAATAN!

  • Dalam menjalankan fungsinya mendidik khalayak, pers wajib menggunakan serta tunduk kepada kaidah dan etika bahasa baku.

  • Bahasa dalam penulisan berita jurnalistik harus mengikuti aturan-aturan bahasa yang baku, tata bahasa yang berlaku, dan penulisan kosakata yang mengacu pada KBBI.

  • •J.S. Badudu, seorang ahli bahasa Indonesia, mengemukakan bahasa baku adalah bahasa yang digunakan oleh masyarakat yang paling luas pengaruhnya dan paling besar wibawanya.

  • •Sayangnya, masih banyak ketidaktaatan penggunaan kata baku dalam penulisan berita di berbagai media.

23

Slide image

24

Slide image

KETIDAKTEPATAN PILIHAN KATA!

25

KETIDAKTEPATAN!

  • Bahasa jurnalistik sangat menekankan efektivitas sehingga masalah diksi juga perlu mendapatkan perhatian. 

  • Para jurnalis surat kabar dituntut dapat:

    menguasai proses pembentukan kata (pengimbuhan, penggabungan kata, pengulangan, dan pengakroniman) dan

    memilih diksi yang tepat (ketepatan, kecermatan, kebenaran, kelaziman, dan kelayakan). 

  • Setiap kalimat yang disusun tidak hanya harus produktif, tetapi juga tidak boleh keluar dari asas efektivitas. 

26

Slide image

PERHATIKAN CONTOH INI!

27

Slide image

BAGAIMANA?

28

KETEPATAN DIKSI DAN

ETIKA BERBAHASA!

•Salah satu fungsi utama pers adalah edukasi, mendidik.

•Fungsi ini bukan saja harus tercermin pada materi isi berita, laporan, gambar, dan artikel-aritikelnya, melainkan juga harus tampak pada bahasanya.

•Pada bahasa tersimpul etika.

•Bahasa tidak saja mencerminkan pikiran tapi sekaligus juga menunjukkan etika orang itu.

•Bahasa pers harus baku, benar, dan baik.

•Dalam etika berbahasa, pers tidak boleh menuliskan kata-kata yang tidak sopan, vulgar, sumpah serapah, hujatan, dan makian yang sangat jauh dari norma sosial, budaya, dan agama.

•Pers juga tidak boleh menggunakan kata-kata yang mengandung unsur pornografi (cabul) dan berselera rendah lainnya yang dapat membangkitkan asosiasi serta fantasi seksual khalayak pembaca. 

29

PEDOMAN PEMAKAIAN BAHADA DALAM PERS


1.Wartawan hendaknya secara konsekuen melaksanakan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI).

2.Wartawan hendaknya membatasi diri dalam singkatan atau akronim.

3.Wartawan hendaknya tidak menghilangkan imbuhan, bentuk awal, atau prefiks.

4.Wartawan hendaknya menulis dengan kalimat-kalimat pendek.

5.Wartawan hendaknya menjauhkan diri dari ungkapan klise atau stereotipe yang sering dipakai dalam transisi berita, seperti kata-kata sementara itu, dapat ditambahkan, perlu diketahui, dalam rangka.

6.Wartawan hendaknya menghilangkan kata mubazir, seperti adalah, telah, untuk, dari, bahwa, dan bentuk jamak yang tidak perlu diulang.

7.Wartawan hendaknya mendisiplinkan pikirannya supaya jangan campur aduk dalam satu kalimat bentuk pasif dengan bentuk aktif.

8.Wartawan hendaknya menghilangkan kata-kata asing dan istilah-istilah terlalu teknis ilmiah dalam berita.

9.Wartawan hendaknya sebisa mungkin menaati kaidah tata bahasa.

10.Wartawan hendaknya ingat bahasa jurnalistik ialah bahasa yang komunikatif dan spesifik sifatnya, dan karangan yang baik dinilai dari tiga aspek yaitu, isi, bahasa, dan teknik persembahan.


Bahasa dalam Penulisan Berita: Ejaan dan Diksi

Bahasa Indonesia for Communication

Universitas Multimedia Nusantara

2021

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 29

SLIDE