Search Header Logo
FIQIH Thaharah

FIQIH Thaharah

Assessment

Presentation

Religious Studies

7th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

M.NASIRUDDIN ABID

Used 3+ times

FREE Resource

18 Slides • 6 Questions

1

FIQIH

Kelas 7

Slide image

2

Pengertian Thaharah

Taharah berasal dari kata bahasa Arab yang berarti bersih atau bersuci.

Sedangkan menurut istilah ialah suatu kegiatan bersuci dari najis dan hadas sehingga seseorang diperbolehkan untuk beribadah yang dituntut harus dalam keadaan suci.


3

Dalil Thaharah

“Dan pakaianmu bersihkanlah dan tinggalkanlah perbuatan dosa” (Q.S. al-Mudatstsir: 4-5)

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang

yang mensucikan diri” (Q.S. al-Baqarah: 222)

“Kebersihan itu sebagian dari iman” (H.RMuslim).



4

Multiple Choice

Allah menyukai orang-orang yang taubat dan orang-orang menyucikan diri”. Arti

Firman Allah ini tercantum dalam surat …

1

Al-Baqarah ayat 222.

2

An-Nahl ayat 5.

3

Al-Maidah ayat 6.

4

Al-Muddatsir ayat 4.

5

Pengertian Najis dan Hadas

Najis berasal dari bahasa Arab yang artinya kotor, sedangkan menurut istilah adalah suatu

benda yang kotor yang mencegah sahnya mengerjakan suatu ibadah yang dituntut harus

dalam keadaan suci.


Kata hadas berasal dari bahasa Arab yang artinya suatu peristiwa, atau tidak suci atau kotoran.

Sedangkan dalam istilah adalah keadaan tidak suci bagi seseorang sehingga menjadikannya

tidak sah dalam melakukan ibadah.


6

Macam- Macam Najis

  • Najis Mukhoffafah ialah najis ringan, yaitu angin kencing bayi laki-laki yang belum

    makan selain asi, cara menyucikannya adalah mencipratkannya.


  • Najis Mutawasitoh seperti kotoran

    manusia atau hewan. Cara menyucikan adalah dengan menghilangkannya sampai hilang

    bau, warna atau sifatnya dengan menyiram air.


  • Najis Mughaladzah ialah najis karena jilitan anjing atau babi, cara menyucikannya adalah

    mencuci tujuh kali, dan salah satunya dicampur dengan tanah.


7

Macam- macam Hadas

  • Hadas kecil diantara yang menyebabkan seseorang

    berhadas kecil ada buang air kecil, buang angin, menyentuh kemaluan dan sebagainya.

    Cara bersucinya adalah dengan berwudu atau tayamum.


  • Hadas besar diantara yang menyebabkan

    seseorang berhadas besar adalah haid, nifas, jima, dan sebagainya. Cara bersucinya

    adalah dengan mandi atau tayamum.



8

Fill in the Blank

Jelaskan diantara yang menyebabkan hadas kecil dan cara bersucinya!

9

Fill in the Blank

Jelaskan diantara yang menyebabkan hadas besar dan cara bersucinya!

10

Alat- alat bersuci

  • Air

  • Bukan air seperti batu

11

Macam- macam Air

  • air thair mutahir

  • air makruh

  • air musta’mal

  • air thahir gairu mutahir

  • air mutanajjis

12

Fill in the Blank

Apa itu air musta'mal?

13

Pengertian Istinja/ Cebok

Istinja’ menurut bahasa terlepas atau selamat.


Sedangkan istinja’ menurut istilah adalah bersuci sesudah buang air besar atau buang air kecil.

Beristinja dengan air, dan apabila tidak ada air, maka boleh dengan benda padat seperti batu, daun, kayu, kertas, dan sebagainya dengan syarat tertentu.


14

Adab buang air dan ketentuannya

Adab Buang Air ialah mendahulukan kaki kiri pada waktu masuk wc, pada waktu masuk dan keluar wc membaca doa, mendahulukan kaki kanan waktu keluar wc, istinja hendaknya menggunakan tangan kiri, dan sebagainya.


Hal-hal yang dilarang sewaktu buang air ialah bercakap-cakap sewaktu buang air kecuali

terpaksa, menghadap Kiblat atau membelakanginya, membaca ayat Al-Quran, serta tidak buang air di tempat terbuka, di air yang tenang, di lubang-lubang, di tempat yang

mengganggu orang lain, dan sebagainya.


15

Fill in the Blank

Tulislah doa masuk WC

16

Berwudhu

Tata cara berwudu sebagai berikut

niat, tasmiyah (membaca Basmalah), membasuh kedua telapak tangan, madmadhah (berkumur kumur), Istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung dengan menghirupnya) dan istinsyar (mengeluarkan air dari hidung), membasuh wajah, membasuh kedua tangan sampai ke siku, mengusap kepala seluruhnya termasuk telinga, at-Tartib, al-muwalat (berkesinambungan dalam berwudu sampai selesai tidak terhenti atau terputus), dan membaca doa sesudah berwudu.


17

Niat Wudhu

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ نَوَيْتُ الْوُضُوْءَلِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِفَرْضًالِلّٰهِ تَعَالٰى 

18

Doa Setelah Wudhu

اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ




19

Fill in the Blank

Apa arti isytinsyaq dan istinsyar?

20

Mandi Wajib

Tata cara mandi wajib adalah sebagai berikut:

Mengucapkan basmillah, dan berniat untuk menghilangkan hadas besar, dimulai dengan membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan, membersihkan kemaluannya, dan kotoran yang ada di sekitarnya, setelah itu berwudu sebagaimana cara berwudu untuk salat. Kemudian mengguyurkan air di mulai dari pundak kanan terus ke kepala dan seluruh tubuh, dan menyilangnyilangkan air dengan jari tangan ke sela-sela rambut kepala dan rambut jenggot dan kumis serta rambut mana saja di tubuh kita sehingga air itu rata mengenai seluruh tubuh, dan seterusnya


21

Niat Mandi Wajib

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى



22

Tayamum

Tata cara bertayamum adalah membaca basmalah dan berniat, menepuk kedua telapak tangan ke permukaan tanah, meniup kedua telapak tangan, lalu mengusap wajah dan kedua tangan hingga pergelangan, tertib dalam tayamum, dan al-muwalah.

23

Niat Tayamum

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لاِسْتِبَاحَةِ الصَّلاَةِ فَرْضً ِللهِ تَعَالَى

24

Beristinja/ cebok

Tata cara beristinja ialah membasuh qubul, dubur dengan air sampai bersih, membasuh dan membersihkan tempat keluar kotoran air besar atau air kecil dengan batu atau dengan benda kasat lainnya sampai bersih sekurang kurangnya tiga kali, najis yang jatuh di atas benda yang padat, cukup dengan membuangnya dan benda yang berada di sekitarnya. Adapun benda yang terdapat bekas minum anjing, harus dicuci sebanyak tujuh kali dan salah satunya dengan debu/tanah.


FIQIH

Kelas 7

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 24

SLIDE

Discover more resources for Religious Studies