Search Header Logo
IMAN KEPADA Allah swt melalui asma alhusna

IMAN KEPADA Allah swt melalui asma alhusna

Assessment

Presentation

Religious Studies

10th Grade

Easy

Created by

gian Putradinata

Used 4+ times

FREE Resource

9 Slides • 1 Question

1

IMAN KEPADA ALLAH SWT melalui asma al husna

Panduan Belajar

Agar kamu mendapatkan hasil yang optimal dalam menggunakan modul ini, maka

perhatikan petunjuk khusus berikut ini.

1. Sebelum memulai menggunakan modul, mari berdoa dulu kepada Allah SWT,agar di berikan kemudahan dalam memahami materi ini dan dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari kalian.

2. Kamu sebaiknya membaca dari bagian pendahuluan, kegiatan pembelajaran, rangkuman

dan evaluasi secara urut.

3. Setiap akhir kegiatan pembelajaran, kamu sebaiknya mengerjakan latihan soal dengan

jujur tanpa melihat uraian materi.

Slide image

2

IMAN KEPADA ALLAH SWT melalui asma alhusna

Tujuan kalian belajar materi ini adalah


Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik dapat:

1. Meyakini bahwa Allah Maha Mulia, Maha Mengamankan, Maha Memelihara, Maha

Sempurna Kekuatan-Nya, Maha Penghimpun, Maha Adil, dan Maha Akhir.

2. Memiliki sikap keluhuran budi; kokoh pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan adil

sebagai implementasi pemahaman al-Asmau al-Husna: Al-Karim, Al- Mu’min, Al-

Wakil, Al- Matin, Al-Jami’, Al-‘Adl, dan Al-Akhir.

3. Menganalisis makna al-Asma’u al-Husna: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al- Matin, al-

Jami’, al-‘Adl, dan al-Akhir.


Slide image

3

IMAN KEPADa ALLAH SWT

Memahami makna al-Asmā’u al-¦usnā: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, alMatin,

al-Jāmi’, al-‘Adl, dan al-Ākhir. Mari pelajari dan pahami satu persatu asmā’ul husna

tersebut!

1. Al-Karim Secara bahasa, al-Karim mempunyai arti Yang Mahamulia, Yang Maha

Dermawan atau Yang Maha Pemurah. Secara istilah, al-Karim diartikan.bahwa

Allah Swt. Yang Mahamulia lagi Maha Pemurah yang memberi anugerah atau rezeki

kepada semua makhluk-Nya. Dapat pula dimaknai sebagai Zat yang sangat banyak

memiliki kebaikan, Maha Pemurah, Pemberi Nikmat dan keutamaan, baik ketika

diminta maupun tidak. Hal tersebut sesuai dengan firman-Nya:Yang Artinya: “Hai

manusia apakah yang telah memperdayakanmu terhadap Tuhan Yang Maha Pemurah?” (Q.S. al-Infiţār:6) Al-Karim dimaknai Maha Pemberi karena Allah Swt.

senantiasa memberi, tidak pernah terhenti pemberian-Nya. Manusia tidak boleh

berputus asa dari kedermawanan Allah Swt. jika miskin dalam harta, karena

kedermawanan-Nya tidak hanya dari harta yang dititipkan melainkan meliputi segala

hal. Manusia yang berharta dan dermawan hendaklah tidak sombong karena telah

memiliki sifat dermawan karena Allah Swt. tidak menyukai kesombongan.

Slide image

4

iman kepada Allah swt

2. Al-Mu’min Al-Mu’min

secara bahasa berasal dari kata amina yang berarti pembenaran, ketenangan hati, dan

aman. Allah Swt. al-Mu’min artinya Dia Maha Pemberi rasa aman kepada semua

makhluk-Nya, terutama kepada manusia. Dengan demikian, hati manusia menjadi

tenang. Kehidupan ini penuh dengan berbagai permasalahan, tantangan, dan cobaan.

Jika bukan karena Allah Swt. yang memberikan rasa aman dalam hati, niscaya kita akan senantiasa gelisah, takut, dan cemas. Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini. Yang Artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman

mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman

dan mereka mendapat petunjuk.” (Q.S. al-An’ām/6:82)

Ketika kita akan menyeru dan berdoa kepada Allah Swt. dengan nama-Nya al-

Mu’min, berarti kita memohon diberikan keamanan, dihindarkan dari fitnah, bencana,

dan siksa. Karena Dialah Yang Maha Memberikan keamanan, Dia yang Maha

Pengaman. Mengamalkan dan meneladani al-Asmā’u al-Ĥusnā al-Mu’min, artinya

bahwa seorang yang beriman harus menjadikan orang yang ada di sekelilingnya aman dari gangguan lidah dan tangannya. Berkaitan dengan itu, Rasulullah saw. bersabda: “Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak

beriman. Para sahabat bertanya, ‘Siapa ya Rasulullah saw.?’ Rasulullah saw.

menjawab, ‘Orang yang tetangganya merasa tidak aman dari gangguannya.”

(H.R. Bukhari dan Muslim).

Slide image

5

iman kepada Allah swt

3. Al-Wakil

Kata “al-Wakil” mengandung arti Maha Mewakili atau Pemelihara. Al-Wakil

(Yang Maha Mewakili atau Pemelihara), yaitu Allah Swt. yang memelihara dan

mengurusi segala kebutuhan makhluk-Nya, baik itu dalam urusan dunia maupun

urusan akhirat. Dia menyelesaikan segala sesuatu yang diserahkan hambanya tanpa

membiarkan apa pun terbengkalai. Firman-Nya dalam al-Qur’ān: yang Artinya:

“Allah Swt. pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala

sesuatu.” (Q.S. az-Zumar/39:62). Menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah

Swt. melahirkan sikap tawakkal. Manusia harus menyadari bahwa semua usahanya

adalah sebuah doa yang aktif dan harapan akan adanya pertolongan-Nya. Allah Swt.

berfirman yang artinya, “(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah

Swt. Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.“ (Q.S. al-An’ām/6:102).

Slide image

6

iman kepada Allah swt

4. Al-Matin

Al-Matin adalah Mahasempurna dalam kekuatan dan kekukuhan-Nya.

Kekukuhan dalam prinsip sifat-sifat-Nya. Allah Swt. juga Mahakukuh dalam

kekuatan-kekuatan-Nya. Oleh karena itu, sifat al-Matin adalah kehebatan perbuatan

yang sangat kokoh dari kekuatan yang tidak ada taranya. Dengan demikian,

kekukuhan Allah Swt. yang memiliki rahmat dan azab terbukti ketika Allah Swt.

memberikan rahmat kepada hamba-hamba-Nya. Tidak ada apa pun yang dapat menghalangi rahmat ini untuk tiba kepada

sasarannya. Demikian juga tidak ada kekuatan yang dapat mencegah pembalasan-

Nya. Kekuatan dan kekukuhan-Nya tidak terhingga dan tidak terbayangkan oleh

manusia yang lemah dan tidak memiliki daya upaya. Jadi, karena kekukuhan-Nya,

Allah Swt. tidak terkalahkan dan tidak tergoyahkan. Siapakah yang paling kuat dan

kukuh selain Allah Swt? Tidak ada satu makhluk pun yang dapat menundukkan Allah

Swt. meskipun seluruh makhluk di bumi ini bekerja sama. Allah Swt. berfirman: yang

Artinya: “Sungguh Allah Swt., Dialah pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan

lagi sangat kukuh.” (Q.S. aż-Żāriyāt/51:58)

Dengan demikian, akhlak kita terhadap sifat al-Matin adalah dengan beristiqamah

(meneguhkan pendirian), beribadah dengan kesungguhan hati, tidak tergoyahkan oleh

bisikan menyesatkan, terus berusaha dan tidak putus asa serta bekerja sama dengan

orang lain sehingga menjadi lebih kuat.

Slide image

7

iman kepada Allah swt

5. Al-Jāmi’

Al-Jāmi’ secara bahasa artinya Yang Maha Mengumpulkan/Menghimpun, yaitu

bahwa Allah Swt. Maha Mengumpulkan/Menghimpun segala sesuatu yang tersebar

atau terserak. Allah Swt. Maha Mengumpulkan apa yang dikehendaki-Nya dan di

mana pun Allah Swt. berkehendak. Penghimpunan ini ada berbagai macam

bentuknya, di antaranya adalah mengumpulkan seluruh makhluk yang beraneka

ragam, termasuk manusia dan lain-lainnya, di permukaan bumi ini dan kemudian

mengumpulkan mereka di padang mahsyar pada hari kiamat. Allah Swt. berfirman:

yang Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia

untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”.

Sesungguhnya Allah Swt. tidak menyalahi janji.”(Q.S. Ali Imrān/3:9).

Slide image

8

iman kepada Allah swt

6. Al-‘Adl

Al-‘Adl artinya Mahaadil. Keadilan Allah Swt. bersifat mutlak, tidak dipengaruhi

oleh apa pun dan oleh siapa pun. Keadilan Allah Swt. juga didasari dengan ilmu Allah

Swt. yang Maha Luas. Dengan demikian, tidak mungkin keputusan-Nya itu salah.

Allah Swt. berfirman: yang Artinya: “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (al-

Qur’ān, sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah

kalimatkalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

(Q.S. al-An’ām/6:115). Al-‘Adl berasal dari kata ‘adala yang berarti lurus dan sama.

Orang yang adil adalah orang yang berjalan lurus dan sikapnya selalu menggunakan

ukuran yang sama, bukan ukuran ganda. Persamaan inilah yang menunjukkan orang

yang adil tidak berpihak kepada salah seorang yang berselisih. Adil juga dimaknai

sebagai penempatan sesuatu pada tempat yang semestinya. Allah Swt. Mahaadil. Dia menempatkan semua manusia pada posisi yang sama

dan sederajat. Tidak ada yang ditinggikan hanya karena keturunan, kekayaan, atau

karena jabatan. Dekat jauhnya posisi seseorang dengan Allah Swt. hanya diukur dari

seberapa besar mereka berusaha meningkatkan takwanya. Makin tinggi takwa

seseorang, makin tinggi pula posisinya, makin mulia dan dimuliakan oleh Allah Swt.,

begitupun sebaliknya. Sebagian dari keadilan-Nya, Dia hanya menghukum dan

memberi sanksi kepada mereka yang terlibat langsung dalam perbuatan maksiat atau

dosa. Istilah dosa turunan, hukum karma, dan lain semisalnya tidak dikenal dalam

syari’at Islam. Semua manusia di hadapan Allah Swt. akan mempertanggungjawabkan

dirinya sendiri.

Slide image

9

Iman kepada Allah swt

6. Al-Ākhir

Al-Ākhir artinya Yang Mahaakhir yang tidak ada sesuatu pun setelah Allah Swt.

Dia Mahakekal tatkala semua makhluk hancur, Mahakekal dengan kekekalan-Nya.

Adapun kekekalan makhluk-Nya adalah kekekalan yang terbatas, seperti halnya

kekekalan surga, neraka, dan apa yang ada di dalamnya. Surga adalah makhluk yang

Allah Swt. ciptakan dengan ketentuan, kehendak, dan perintah-Nya. Nama ini

disebutkan di dalam firman-Nya: yang Artinya: “Dialah Yang Awal dan Akhir

Yang Żahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu“. (Q.S.

al-Ĥadid/57:3). Allah Swt. berkehendak untuk menetapkan makhluk yang kekal dan

yang tidak, namun kekekalan makhluk itu tidak secara zat dan tabi’at. Karena secara

tabi’at dan zat, seluruh makhluk ciptaan Allah Swt. adalah fana (tidak kekal). Sifat

kekal tidak dimiliki oleh makhluk, kekekalan yang ada hanya sebatas kekal untuk

beberapa masa sesuai dengan ketentuan-Nya.

Orang yang mengesakan al-Ākhir akan menjadikan Allah Swt. sebagai satu-

satunya tujuan hidup yang tiada tujuan hidup selain-Nya, tidak ada permintaan

kepada selain-Nya, dan segala kesudahan tertuju hanya kepada-Nya. Oleh sebab itu,

jadikanlah akhir kesudahan kita hanya kepadaNya. Karena sungguh akhir kesudahan

hanya kepada Rabb kita, seluruh sebab dan tujuan jalan akan berujung ke haribaan-

Nya semata.

Slide image

10

Multiple Select

1. Bagaimana cara kita meneladani al-Asmā’u al-Ĥusnā al-Karim?

1

Senantiasa bertawakkal kepada Allah Swt. Wujud dari meneladani sifat Allah Swt.

al-Wakil DENGAN Menjadi pribadi yang mandiri, melakukan pekerjaan tanpa harus merepotkan

orang lain

2

Mempersatukan orang-orang yang sedang berselisih

3

Hidup bermasyarakat agar dapat memberikan manfaat kepada orang lain.

IMAN KEPADA ALLAH SWT melalui asma al husna

Panduan Belajar

Agar kamu mendapatkan hasil yang optimal dalam menggunakan modul ini, maka

perhatikan petunjuk khusus berikut ini.

1. Sebelum memulai menggunakan modul, mari berdoa dulu kepada Allah SWT,agar di berikan kemudahan dalam memahami materi ini dan dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari kalian.

2. Kamu sebaiknya membaca dari bagian pendahuluan, kegiatan pembelajaran, rangkuman

dan evaluasi secara urut.

3. Setiap akhir kegiatan pembelajaran, kamu sebaiknya mengerjakan latihan soal dengan

jujur tanpa melihat uraian materi.

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 10

SLIDE