
Misi Lintas Budaya di Indonesia
Presentation
•
Religious Studies
•
University
•
Hard
Jamin Tanhidy
FREE Resource
26 Slides • 0 Questions
1
Misi Lintas Budaya
Cara menyikapi budaya merupakan sebuah tantangan sekaligus peluang. Seorang praktisi misi perlu bersikap tidak egois, tidak eksklusif dan humanis, 1 Kor. 9:19-23 (I Ketut et,al, 2020), Selain itu juga perlu bersikap kritis terhadap budaya lokal, khususnya yang berlawanan dengan ajaran alkitab . Foto: Reog Ponorogo
2
Pluralisme
Pluralitas di Indonesia nampak dalam beragam suku, bahasa, logat, adat-istiadat, aliran kepercayaan yang tersebar di seluruh kepulauan Nusantara. Menurut data catatan Direktorat Jendral Pemerintah Umum, Negara Indonesia memiliki pulau dengan jumlah 17.504 dan 16.056 pulau tersebut sudah memiliki nama baku di PBB. Data satelit tahun 2002, ada 18.306 pulau. Hanya 6000 pulau di huni manusia. Data Kementerian Kelautan & Perikanan tahun 2020 sebanyak 16.771 pulau. Sensus Penduduk 2010 (SP2010) terdapat 1331 kategori suku di Nusantara.
3
Definisi Pluralisme
Kata ‘pluralitas’ berasal dari kata Latin ‘plures’ artinya ‘beberapa’. KBBI mendefiniskan kata "pluralisme" sebagai keadaan masyarakat yang majemuk bersangkutan dengan sistem sosial dan politiknya. Dari sini muncul kata sifat ‘pluralistis’ artinya ‘banyak macam, bersifat majemuk’.
4
Pluralisme Filosofis
Secara filosofis ‘Pluralisme’ dimengerti sebagai keberagaman
perspektif pemahaman manusia, dimana tidak bisa dicapai
kesatuan (Scheider, Oloan, 2014:32)
5
Pluralisme Empiris
Empiris maksudnya "penglaman manusia".
Secara empiris pluralisme dipahami sebagai
keanekaragaman keyakinan dan agama (pluralisme agama),
kemajemukan nilai (pluralisme nilai), kemajemukan kelompok
masyarakat (pluralisme sosial), kemajemukan kekuatan
politik (pluralisme politik), (Otfried Hoeffe, Oloan, 2014:32)
6
Pluralisme Agama
Dalam ilmu agama dan teologi, ‘pluralisme’ dipandang sebagai penerimaan atas universalitas dan karya penyelamatan Allah bukan hanya monopoli satu agama, tapi dalam banyak agama (Gabriel Staengle, Oloan, 2014:33)
7
Model Paradigma Misi Lintas Budaya
Sebelumnya, sudah ada 2 model paradigma misi lintas budaya yaitu: Eklusivisme dan Inklusivisme (Oloan, 2014:33).;
Eklusivisme meyakini Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan, dan keberadaan agama non kristen sama sekali tidak dihargai (Harming, et.al, 2020; Oloan, 2014:33)
8
Model Paradigma Misi Lintas Budaya
Inklusivisme mengakui bahwa ada banyak jalan menuju ke keselamatan, namun pada akhirnya Yesuslah yang menjadi norma satu-satunya.
Pandangan ini di satu sisi menerima keuniversalan dari keselamatan, tapi di sisi lain tetap mempertahankan sentralitas kedudukan dan karya Yesus (Oloan, 2014:33).
Paradigma ini lahir dari pergaulan kekristenan dengan agama-agama lain
9
Pluralisme Agama sebagai Model Paradigma Misi Lintas Budaya
Bila pada model yang pertama dan kedua Kristus sebagai pusat, maka model ketiga yaitu Pluralisme Agama menjadikan Allah sebagai pusat. Allah merupakan Realitas, sedangkan Realitas ini dipahami melalui bermacam ragam persepsi yang berhubungan dengan kebenaran.
Pluralisme Agama bersikap bahwa Yesus Kristus tetap menentukan, bahkan normatif, akan tetapi kenormatifannya tidak bisa dipaksakan bagi kaum non Kristen (Singgih, Oloan, 2014:33-34). Dengan demikian membuka ruang bagi Dialog Agama (Harming et.al, 2020) & Toleransi.
10
Strategi Misi Lintas Budaya di Indonesia
Pendahuluan
Pluralisme Keagamaan di Indonesia
Pluralisme Kebudayaan di Indonesia
11
Pendahuluan
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk, ditandai dengan beragam agama dan keyakinan, budaya, suku dan bahasa. Melaksanakan misi lintas budaya di bumi pertiwi ini tentunya akan menghadapi realita keberagaman keagamaan dan kebudayaan, di dalamnya tentunya terkait faktor ekonomi, sosial, dan politik.
12
Pluralisme Keagamaan di Indonesia
Ada 6 agama-agama diakui pemerintah Indonesia secara resmi yaitu agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu. Selain itu, ada banyak penganut agama dan aliran kepercayaan lain di luar
keenam agama itu, seperti agama suku, kendati belum diakui secara resmi oleh pemerintah. Sebagai contoh penganut agama suku Parmalim di Tapanuli/Sumatera Utara, atau di Kalimantan
ada penganut agama Kaharingan.
13
Pluralisme Keagamaan Islam
Pluralisme agama di Indonesia bukan hanya dapat diamati dari keanekaragaman agama yang dianut, tapi juga mesti dilihat dalam keanekaragaman aliran/mazhab masing-masing agama, contoh, dalam agama Islam dikenal dua aliran yang menonjol, yaitu Mazhabi dan Non Mazhabi. Kaum mazhabi menganut mazhab fikih yang dikenal banyak di kalangan Sunni, yakni mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’I dan Hambali. Di Indonesia yang paling banyak penganutnya adalah Syafi’i.
14
Pluralisme Keagamaan Islam
Sementara kaum non mazhabi tidak menganut salah satu mazhab, tapi berpegang langsung pada Al’Quran dan Hadis. Selain itu masih ada kelompok lain seperti Syiah yang berasal dari Iran.
15
Pluralisme Keagamaan Kristen/Katolik
Di lingkungan agama Kristen Kemajemukannya tidak hanya tampak dalam organisasi, tapi terlebih pada paham teologis yang dianutnya karena pengaruh teologi badan misi yang masuk ke Indonesia.
Misionaris yang datang dari Inggeris dan Belanda umumnya beraliran Calvinis, sementara yang datang dari Jerman umumnya beraliran Lutheran. Sedangkan misionaris Portugis dan Spanyol adalah membawa agama Katolik.
Belum lagi kelompok evangelikal (injili) yang ditaksir sudah ada ratusan aliran
16
Pluralisme Keagamaan Hindu
Agama Hindu memiliki kemajemukan yang lebih kompleks
Agama Hindu yang dianut oleh keturunan India yang lahir dan berdomisili di Indonesia, berbeda dengan
orang Hindu Bali, karena perbedaan tradisi dan aliran
Ada banyak penganut agama suku di Kalimantan, Toraja, Tengger menjadi penganut Hindu tanpa harus meninggalkan
tradisi agama sukunya.
17
Pluralitas Keagamaan Budha
Agama Budha punya aliran dan kelompok yang berbeda-beda
secara garis besar agama Budha dibagi dua aliran besar, yakni Hinayana dan Mahayana.
Namun masih ada sekte lain yang dikenal di Indonesia misalnya sekte Tridharma yang dipengaruhi ajaran Konghucu dan sekte Nicerent Syosyu yang berasal dari Jepang. Kedua aliran ini di Indonesia dianggap oleh orang Budha sebagai aliran sempalan
18
Konflik Keagamaan di Indonesia
Tidak bisa disangkal bahwa kemajemukan agama di Indonesia kerap menimbulkan konflik, karena perbedaan persepsi mengenai ajaran, kegiatan misi, atau kepemimpinan. Konflik sering dipicu misalnya oleh perbedaan doktrinal yang dipelihara sebagai keyakinan yang absolut.
Harus diakui kadang ada faktor non agama seperti faktor ekonomi, sosial, politik yang turut melahirkan persaingan dan perseteruan (Oloan, 2014:36).
19
Konflik Keagamaan di Indonesia
Ketegangan antar golongan umat beragama di Indonesia bisa dilihat dalam dua dimensi. Dimensi pertama ialah dimensi internal yang berkaitan dengan misi, karena golongan umat beragama di Indonesia sering terjebak oleh peningkatan kuantitas atau penambahan jumlah anggota jemaat. Keberhasilan suatu agama kerap dinilai dari besarnya jumlah anggota.
Dimensi kedua ialah dimensi eksternal,
yakni situasi sosial ekonomi dan politik yang masih diwarnai ketimpangan, yang makin kaya dekat dengan kekuatan politik, tapi sering dihubungkan dengan proses penyebaran agama dan adanya kesan kuat bahwa kemiskinan identik dengan Islam dan sebaliknya Kristen identik dengan kekayaan.
20
Konflik Keagamaan di Indonesia
3 periode prularisme agama di Indoensia menurut Sumarthana (2005):
Periode Pertama, Pluralisme Awal; stabil dan statis,terkendali, sampai kedatangan dua agama besar Hindu dan Budha. Kedatangan kedua agama ini pun tidak menimbulkan konflik berarti, malah terjadi proses sinkretisme yang menciptakan harmoni kehidupan sebagaimana terjadi pada zaman Sriwijaya, Mataram Tua, dan Majapahit
21
Konflik Keagamaan di Indonesia
Periode Kedua; Pluralisme Kompetitif: mulai sejak abad 13 tatkala Islam masuk ke Indonesia, Konflik mulai terjadi antara kerajaan Islam di pesisir pantai dengan sisa kekuatan Majapahit di pedalaman Jawa (Konflik Santri dan Abangan)
Kemudian disusul pada abad 15 oleh agama Kristen dan Katolik yang diusung oleh orang Eropa dengan motivasi dagang (Gold), wilayah (Glory) dan Misi (God).
Bentuk pluralisme yang menonjol pada masa itu adalah monopoli kelompok yang kuat terhadap yang lemah
22
Konflik Keagamaan di Indonesia
Ketiga, Pluralisme Modern/Organik: berlangsung pada awal abad 20 ditandai dengan puncak dominasi Belanda di
nusantara dengan didirikannya ‘negara’ Nederland-Indie (Hindia Belanda)
Lambat laun dominasi Hindia Belanda menjadi lemah dan agama suku bertahan terus dengan beragam keyakinan & kebudayaannya.
Misi dalam Masyarakat Majemuk berupa kekuatan sentralistik dan efektif untuk menyedot segala bentuk pluralisme di nusantara dan menjadi wadahnya pluralisme Indonesia.
23
Prularisme Kebudayaan Indonesia
Agama dan Kebudyaan
Misi Dalam Masyarakat Majemuk
24
Pendahuluan
Agama-agama yang berkembang di Indoensia membentuk kebudayaan masyarakat
Agama dan kebudyaan menjadi kesatuan utuh dan menjadi fakta yang harus dihadapi dalam bermisi
25
Misi dalam Masyarakat Majemuk
Orientasi teologis-misiologis menghadapi kemajemukan agama dan kebudayaan Asia
Menurut Ariarajah, 1993
26
Orientasi Teologis-Misiologis Dalam Masyarakat Majemuk
Membangun dialog dengan agama lain
Perubahan dari eklusifitas ke inklusivitas, bahkan Pluralitas
Dari pertobatan menuju pada penyembuhan (Misi Kerajaan Allah)
Dari mayoritas ke minoritas (kembali kepada jati diri Kristen)
Perubahan pemikiran misi dari isu-isu doktrinal belaka menuju keprihatinan spiritual yang mendalam (Penjangkaun Jiwa), Citra & Lenda, 2015.
Misi Lintas Budaya
Cara menyikapi budaya merupakan sebuah tantangan sekaligus peluang. Seorang praktisi misi perlu bersikap tidak egois, tidak eksklusif dan humanis, 1 Kor. 9:19-23 (I Ketut et,al, 2020), Selain itu juga perlu bersikap kritis terhadap budaya lokal, khususnya yang berlawanan dengan ajaran alkitab . Foto: Reog Ponorogo
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 26
SLIDE
Similar Resources on Wayground
19 questions
Teologi Islam
Presentation
•
University
18 questions
MATERI PEMBELARAN PAI SMP
Presentation
•
University
23 questions
7 Golongan Yang Mendapat Naungan Allah
Presentation
•
University
19 questions
MASA AWAL KEMERDEKAAN INDONESIA
Presentation
•
12th Grade
20 questions
Warga Aksara Bali Kelas Fase F
Presentation
•
University
19 questions
Deskriptif Statistik (Pertemuan ke-5)
Presentation
•
University
17 questions
Iman kepada Malaikat
Presentation
•
KG - University
20 questions
FALLEN
Presentation
•
University
Popular Resources on Wayground
10 questions
HCS SCI 03 Summer School Assessment 1
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
HCS SCI 05 Summer School Assessment 1 Review
Quiz
•
5th Grade
22 questions
Day 9 Equations and Inequalities Review
Quiz
•
9th Grade
10 questions
Writing and Identifying Ratios Practice
Quiz
•
5th - 6th Grade
7 questions
PYRAMID PERSPECTIVES part 1
Presentation
•
9th - 12th Grade
12 questions
Understanding the Fourth of July
Quiz
•
9th Grade
15 questions
Soccer World Cup Quiz Questions
Quiz
•
7th Grade