Search Header Logo
Kelas 4 Bahasa Indonesia

Kelas 4 Bahasa Indonesia

Assessment

Presentation

World Languages, Education

4th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

p.e. muryadi

Used 11+ times

FREE Resource

9 Slides • 0 Questions

1

Kelas 4 Bahasa Indonesia

by Tuti Ramlah, S.Pd

Wawancara

2

Pengertian

Kata wawancara dalam bahasa Indonesia merupakan padanan kata dari kata interview dalam bahasa Inggris. Kata interview sendiri berasal dari kata Latin dan Perancis yang berarti untuk “melihat di antara” atau “melihat satu sama lain”. Secara umum, interview berarti sebuah pertemuan yang sifatnya pribadi antara orang-orang ketika berbagai pertanyaan ditanyakan dan dijawab. Orang yang memberikan pertanyaan disebut dengan interviewer atau pewawancara. Sedangkan, orang yang menjawab pertanyaan disebut dengan narasumber. Dengan demikian, wawancara merupakan pertemuan pertemuan antara dua orang dengan tujuan untuk melihat atau mengenal satu sama lain.

3

jenis atau bentuk wawancara

  • Wawancara bebas adalah wawancara yang susunan pertanyaannya tidak dicantumkan terlebih dahulu dan pembicaraannya bergantung pada suasana wawancara.

  • Wawancara individual adalah wawancara yang dilakukan oleh seseorang (pewawancara) dengan responden tunggal atau wawancara secara perseorangan.

  • Wawancara kelompok adalah wawancara yang dilakukan terhadap sekelompok orang dalam waktu yang bersamaan.

  • Wawancara konferensi adalah wawancara antara seorang pewawancara dan sejumlah responden atau wawancara antara sejumlah pewawancara dan seorang responden.

  • Wawancara terbuka adalah wawancara yang berdasarkan pertanyaan yang tidak terbatas (tidak terikat) jawabannya.

  • Wawancara terpimpin adalah wawancara dengan memakai pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya.

  • Wawancara tertutup adalah wawancara yang berdasarkan pertanyaan yang terbatas jawabannya.

4

Wawancara dapat terjadi dalam berbagai macam konteks yaitu pekerjaan, psikologi, penelitian, jurnalistik, dan situasi lainnya.

  • Wawancara pekerjaan adalah wawancara yang dilakukan dengan tujuan mengevaluasi kualifikasi orang yang diwawancarai untuk menempati posisi tertentu.

  • Wawancara psikologi adalah berbagai metode dan teknik wawancara yang dilakukan oleh psikolog sebagai upaya untuk memahami dan membantu pasien.

  • Wawancara penelitian adalah wawancara yang umumnya dilakukan dalam bidang pemasaran maupun akademis. Di bidang pemasaran, wawancara biasa digunakan dalam penelitian kualitatif sebagai upaya untuk memahami pemikiran konsumen atau apa yang dipikirkan oleh konsumen.

  • Wawancara jurnalistik adalah wawancara yang dilakukan di bidang jurnalistik. Biasanya, reporter yang bertugas meliput sebuah kisah atau kejadian melakukan wawancara melalui telepon dan secara tatap muka dalam rangka memperoleh informasi untuk disajikan di media massa atau media lainnya.

  • Wawancara situasi lainnya adalah wawancara yang digunakan dalam situasi tertentu misalnya wawancara keanggotaan baru sebuah organisasi atau untuk memperoleh beasiswa.

5

Wawancara terdiri atas beberapa unsur yaitu pewawancara, narasumber atau informan, tema, serta waktu dan tempat.

  • Pewawancara adalah orang yang berperan sebagai penanya atau orang yang mencari dan menggali informasi dari narasumber atau informan.

  • Narasumber atau informan adalah orang yang diwawancarai oleh pewawancara dan berperan sebagai penjawab pertanyaan atau pemberi informasi kepada pewawancara. Biasanya, mereka yang menjadi narasumber adalah orang-orang yang berkompeten di bidangnya dan menguasai permasalahan yang tengah dibahas. Narasumber dapat beru pa tokoh, orang biasa atau pakar.

  • Tema adalah perihal yang diwawancarakan antara pewawancara dan narasumber.

  • Waktu merujuk pada waktu dilaksanakannya wawancara.

  • Tempat merujuk pada tempat dilaksanakannya wawancara.

6

1. Tahap persiapan

Terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh seorang pewawancara sebelum mengadakan wawancara dengan narasumber.

  • Menentukan tema wawancara. Tema yang akan dikupas dalam wawancara akan menentukan narasumber yang akan diwawancarai.

  • Memilih narasumber yang akan diwawancarai. Narasumber dipilih berdasarkan tema wawancara yang telah ditetapkan sebelumnya.

  • Membuat janji dengan narasumber. Setelah tema dan narasumber ditetapkan, langkah selanjutnya adalah membuat janji dengan narasumber terkait kesediaan narasumber untuk diwawancarai serta waktu dan tempat dilaksanakannya wawancara.

​Tahapan dalam Wawancara

7

Menyiapkan daftar pertanyaan. Setelah narasumber menyatakan kesediaannya untuk diwawancarai, pewawancara kemudian menyusun daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber saat wawancara. Pertanyaan ini harus disusun secara sistematis dan teratur. Adapun jenis-jenis pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber di antaranya adalah pertanyaan yang bersifat menimba, menyelidiki, menyarankan, mengungkap, dan meneliti. Selain itu, pertanyaan yang akan diajukan dalam wawancara hendaknya mengandung unsur-unsur 5W + 1H yaitu what atau apa, when atau kapan, who atau siapa, where atau di mana, why atau mengapa, dan how atau bagaimana.

  • Menyiapkan alat wawancara. Seorang pewawancara hendaknya menyiapkan alat wawancara dan memastikan alat wawancara tersebut dapat digunakan dengan baik. Adapun alat-alat yang digunakan untuk wawancara antara lain buku catatan, alat tulis, alat perekam, dan lain-lain.

8

2. Tahap pelaksanaan

Tahap pelaksanaan wawancara adalah tahapan berlangsungnya wawancara dari awal hingga akhir.

Mengawali wawancara dengan pembicaraan ringan seperti menanyakan kabar narasumber.

  • Menunjukkan sikap yang ramah dan bersahabat.

  • Mengajukan pertanyaan secara runut dan jelas.

  • Merekam dan mencatat wawancara.

  • Menghindari pertanyaan yang sifatnya memojokkan atau menginterograsi.

  • Wawancara diakhiri dengan memberikan kesan yang baik dan menyenangkan.

  • Mengucapkan terima kasih atas waktu dan kesediaan narasumber untuk diwawancarai juga hendaknya jangan sampai terlewat.

9

3. Tahap pelaporan

Setelah melakukan wawancara, pewawancara diharuskan untuk melaporkan hasil wawancara yang telah dilakukan. Laporan dapat ditulis dalam bentuk makalah, paparan atau disajikan dengan ringkas. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun laporan hasil wawancara, yaitu :

Kaidah-kaidah penulisan laporan.

  • Tidak mencampuradukkan hasil wawancara dengan opini pribadi.

  • Memilih serta mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan tema yang dibahas dalam wawancara.

  • Menjaga nama baik narasumber atau menjaga kerahasiaan identitas narasumber jika diminta sesuai dengan etika. Jika yang mewawancarai narasumber adalah jurnalis atau wartawan, etika yang dijadikan pedoman adalah Kode Etik Jurnalistik.

Kelas 4 Bahasa Indonesia

by Tuti Ramlah, S.Pd

Wawancara

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 9

SLIDE