Search Header Logo
Kelas 5 Pelajaran 2 - Petapa Siddharta Menyiksa Diri -1

Kelas 5 Pelajaran 2 - Petapa Siddharta Menyiksa Diri -1

Assessment

Presentation

Education, Religious Studies

5th Grade

Easy

Created by

Rukaman Rukaman

Used 3+ times

FREE Resource

13 Slides • 6 Questions

1

Kelas 5 Pelajaran 2 - Petapa Siddharta Menyiksa Diri -1

by Rukaman

2

Namo Sanghyang Adi Buddhaya

​Namo Buddhaya

3

​Doa Pembuka belajar

​Terpujilah Tuhan Yang Maha Esa, Terpujilah Triratna

Dengan ini saya berdoa:

Semoga saya dapat belajar dengan baik dan benar, untuk menjadi anak yang pandai dan berbudi luhur. Semoga semua makhluk hidup berbahagia

Sadhu sadhu sadhu.

4

​Mari duduk hening!

​Duduklah dengan santai, mata terpejam, kita sadari nafas, katakan dalam hati:

“Nafas masuk ... aku tahu”

“Nafas keluar ... aku tahu”

“Nafas masuk ... aku tenang”

“Nafas keluar ... aku bahagia”

5

Open Ended

Question image

Tuliskan pendapatmu terkait dengan gambar di samping!

6

Open Ended

Question image

Buatlah pertanyaan terkait dengan gambar disamping!

7

Bertapa Menyiksa diri di Uruvela bersama 5 petapa

Setelah meninggalkan Udaka, Petapa Siddharta pergi ke Negara Magadha danakhirnya sampai di Kota Sena. Di dekat kota ini terdapat sebuah hutan bernama Uruvela.

Di tempat inilah Petapa Siddharta bersama-sama dengan lima orang petapa, yaitu Kondanna, Bhaddiya, Vappa, Mahanama dan Assaji berlatih dalam berbagai cara usaha keras yang disebut penyiksaan diri (dukkaracariya). Usaha keras ini dijelaskan dalam empat tingkat yaitu (1) Meskipun yang tersisa tinggal kulit, (2) Meskipun yang tersisa tinggal urat, (3) Meskipun yang tersisa tinggal tulang, dan (4) Meskipun daging dan darah-Ku menguap

8

lanjutan...

9

​​Berikut ini adalah praktik penyiksaan diri (dukkaracariya) yang dilakukan PetapaSiddharta yang dianggapNya dapat membantu mencapai kebuddhaan:

  1. Berhenti mengumpulkan dana makanan dan hidup hanya dari buah- buahan yang jatuhdari pohon di hutan Uruvela.

  2. Bertahan hidup hanya dengan buah yang jatuh dari pohon tempat di mana Beliau tinggal.

  3. Menjemur di bawah terik matahari pada siang hari dan pada waktu tengah malamberendam di sungai dalam waktu yang lama.

  4. Menggemeretakkan gigi dan mendecakkan lidah untuk menekan kesadaran-kesadaranyang tidak baik dengan kesadaran yang baik.

  5. Mengembangkan appanāka -jhāna , yaitu usaha terus menerus menahan napas yangmasuk dan keluar melalui mulut atau hidung sehingga udara tidak dapat masuk ataukeluar.

10

​Bertapa menyiksa diri

Demikianlah, karena setiap usahanya tidak membuahkan hasil, maka Beliau meningkatkan usahanya dengan latihan yang lebih tinggi lagi hingga menimbulkan sakit yang demikian hebat. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya ia berusaha agar batinnya jangan melekat, selalu waspada, tenang dan teguh serta uletdalam usahanya.

Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidakmembawanya ke Penerangan Agung Ia berhenti dan mencoba cara yang lain. Mengalami panas yang luar biasa di seluruh tubuh-Nya, Beliau pingsan dan jatuhterduduk selagi berjalan. (Beliau tidak jatuh terjerembab seperti orang pada umumnya, karena Beliau memiliki perhatian yang sangat kuat, Beliau hanya jatuh terduduk).

Ketika Beliau jatuh dalam posisi demikian, para dewa yang berada di dekatnya mengucapkan tiga pendapat: (1) Para dewa berkata, “Samaṇa Gotama telah mati.” (2) Beberapa dewalain berkata, “Samaṇa Gotama belum mati. Beliau sekarat.” (3) Beberapa dewa lainberkata, “Samaṇa Gotama tidak mati ataupun sekarat; Samaṇa Gotama telah menjadi Arahat; dalam postur demikianlah biasanya seorang Arahat duduk.

11

​lanjutan bertapa menyiksa diri

Setelah bangun dari pingsanNya,

selanjutnya Beliau berpuasa dan tidak makan apa-apa sampai berhari-hari atau mengurangi makannya sedikit demi sedikit sampai hanyamakan beberapa butir nasi satu hari. Tentu saja kesehatannya memburuk dan badannyakurus sekali.

Kalau perutnya ditekan maka tulang punggungnya dapat dipegang dan kalau punggungnya ditekan maka perutnya dapat dipegang. Ia merupakan tengkorakhidup dengan tulang-tulang dilapisi kulit dan dagingnya sudah tidak ada lagi. Warna kulitnya berubah menjadi hitam dan rambutnya banyak yang rontok. Kalau berdiritidak bisa diam karena kakinya gemetaran.

Demikianlah, Beliau melakukannya selama enam tahun. Namun semua usahanyabelum membawa Beliau mendapatkan apa yang dicarinya.

12

Open Ended

Tuliskan pesan dalam kisah Petapa Siddharta dalam melakukan pertapaan menyiksa diri!

13

​Bacala cerita berikut!

Rudi Tidak Bodoh

Rudi adalah siswa kelas empat yang sangat menyukai pelajaran menggambar. Tidak heran, setiap ada mata pelajaran menggambar selalu yang terbaik. Ibunya tidak senang jika Rudi hanya mahir dalam menggambar. Maka dengan berbagai cara dan usaha yang keras, ibunya membantu agar Rudi terbaik juga dalam matematika dan bahasa Inggris.

Tetapi meskipun demikian, Rudi tidak pernah memperoleh nilai sebaik mata pelajaranmenggambar. Ibunya semakin keras, menuntut Rudi agar pandai dalam matematika dan bahasa inggris. Rudi pun berusaha keras membuat ibu bahagia. Ketika hasil ulangan dibagikan, Rudi masih belum mampu meraih nilai matematika dan bahasa inggris sebaik nilai menggambar.

14

Open Ended

Mengapa Rudi selalu rendah dalam nilai matematika dan bahasa Inggris? Apa yangsebaiknya Rudi dan ibunya lakukan?

15

Open Ended

Bagaimana caranya agar Rudi dapat membahagiakan ibu, meskipun rendah kemampuannyadalam matematika dan bahasa Inggris?

16

Multiple Select

Siapakah teman Petapa Siddharta yang menemani di hutan Uruvela! (jawaban boleh lebihdari 1 jawaban)

1

Badiya

2

Vappa

3

Mahanama

4

Asaji

5

Kondana

17

​Ayo menyanyi!

media

​Berikut link youtubenya:

​https://youtu.be/LLEN361sbpk

18

​Perhatian!!!

​Jangan lupa kalau sudah bisa, divideoin ya kemudian kirim di videonya di group wa

19

Doa Penutup Belajar.

​​

Terpujilah Tuhan Yang Maha Esa, Terpujilah TriratnaTerima kasih kepada semua orang yang telah membantuku belajar pada hari ini. Semoga mereka diberkati kesehatan dan kesejahteraan. Semoga ilmu yangkupelajari berguna bagi diriku dan orang lain.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Sadhu sadhu sadhu.

Kelas 5 Pelajaran 2 - Petapa Siddharta Menyiksa Diri -1

by Rukaman

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 19

SLIDE