Search Header Logo
LEMPAR

LEMPAR

Assessment

Presentation

Physical Ed

4th - 6th Grade

Hard

Created by

Wenda Kusuma

Used 1+ times

FREE Resource

10 Slides • 0 Questions

1

L E M P A R

media

2

​LEMPAR CAKRAM

Lempar cakram termasuk dalam salah satu cabang olahraga atletik lempar. Cakram yang digunakan memiliki ukuran diameter sebesar 220 mm serta memiliki berat sebesar 2 kg untuk lempar cakram pria dan 1 kg untuk wanita. Lempar cakram dipertandingkan mulai dari Olimpiade pertama pada tahun 1896 di Athena, ibu kota Negara Yunani.

media

3

TEKNIK LEMPAR CAKRAM

Ada beberapa teknik dan cara khusus untuk melempar sebuah cakram. Untuk melempar cakram dengan benar, maka tentu memegang cakram harus benar terlebih dahulu. Cara memegang cakram ada tiga tahapan, yaitu:

  • Pertama, posisi berdiri membelakangi arah lemparan.

  • Selanjutnya, posisi lengan ketika memegang cakram adalah diayunkan ke arah belakang kanan dan diikuti oleh gerakan badan dengan menekuk kaki kanan. Hal ini diperuntukkan agar berat badan sebagian besar berada di sisi kanan. Setelah itu ayunkan cakram Anda ke kiri, kendorkan kaki Anda dan tumit diangkat.

  • Terakhir, lempar cakram 30 derajat lepas dari pegangan, ayunan cakram jangan mendahului putaran badandan lepasnya cakram harus diikuti dengan condongnya badan ke depan.

4

​LEMPAR LEMBING

Olahraga yang dilakukan dengan cara melemparkan lembing, berbentuk seperti tongkat panjang. Perolehan nilai tertinggi diambil dari jarak terjauh. Panjang lembing yang digunakan laki-laki adalah 2,6-2,7 meter,Berat minimumnya 800 gram. Perempuan melempar lembing dengan panjang antara 2,2-2,3 meter. Berat minimumnya 600 gram.

media

5

​TEKNIK LEMPAR LEMBING

Pada olah raga lempar lembing ini, atlet lempar lembing untuk mengambil ancang-ancang harus berlari terlebih dahulu pada lintasan. Kemudian, atlet mulai melemparkan lembing pada area atau lapangan yang panjang lebarnya sudah ditentukan. Jenis ayunan yang harus digunakan oleh atlet olahraga lempar lembing di mana selain dua jenis gaya ini, maka gaya tersebut tidak boleh digunakan. Jenis gaya yang pertama harus dilakukan adalah gaya silang atau yang sering juga dikenal dengan cross step. Sedangkan gaya kedua adalah gaya berjingkat yang sering disebut dengan istilah hop step. Sebelum atlet melemparkan lembing, maka posisi siku diletakkan sedekat mungkin dengan lembing yang dipegang.

6

​TOLAK PELURU

Salah satu nomor lempar dalam cabang olahraga atletik yang menggunakan bola besi disebut tolak peluru. Sesuai namanya, tolak peluru dilakukan dengan cara menolak atau mendorong peluru, bukan dilempar. Adapun, berat peluru yang digunakan dalam perlombaan adalah 7,25 kg (putra) dan 4 kg (putri).

media

7

​TEKNIK TOLAK PELURU

Tempatkan bola logam pada pangkal jari, bukan telapak tangan. Rentangkan jari-jari tangan sedikit, lalu gunakan ibu jari untuk mencegah bola logam terjatuh.Letakkan bola antara kepala dan bahu, tepat pada bagian bawah rahang. Sambil menahan bola, pastikan untuk menjaga kondisi siku lengan tetap tinggi sehingga tampak lurus dengan bahu. Berdiri menyamping dengan posisi bahu tangan yang bebas dari bola mengarah ke area pendaratan. Buka kedua kaki lebar-lebar, lalu tekuk kaki yang berada jauh dari area pendaratan sehingga tubuh akan condong ke belakang. Putar pinggul sehingga menghadap arah yang berlawan dari area pendaratan. Saat bersiap melakukan tolakan, dorong dengan kaki belakang dan putar pinggul sehingga tubuh menghadap ke area pendaratan. Rentangkan lengan yang memegang bola logam ke depan dengan sudut 45 derajat, sambil berusaha mendorong bola logam dengan sekuat tenaga. Saat menembak, tambahkan dengan mendorong pergelangan tangan.

8

​LONTAR MARTIL

media

Dalam cabang olahraga atletik kategori lempar juga terdapat nomor lontar martil atau hammer throw. Lontar martil adalah jenis olahraga di mana atlet harus melontarkan sebuah benda bulat berat dengan cara memutarnya di udara dengan bantuan kawat atau tali yang melekat pada benda tersebut. Mengutip laman resmi IAAF, bola metal (metal ball) yang digunakan dalam perlombaan lontar martil berukuran 16 pon atau 7,26 kg dengan panjang tali 121,3 cm untuk putra dan 8,8 pon atau 4 kg dengan panjang tali 119,4 cm untuk putri.

9

​TEKNIK LEMPAR MARTIL

1. Awalan dan ayunan – Teknik yang pertama yang harus dikuasai terlebih dahulu oleh seorang atlet lontar martil adalah teknik awalan dan ayunan. Teknik awalan dan ayunan ini diawali dengan memegang martil pada tuas dengan menggunakan tangan kiri kemudian ditutup dengan tangan kanan. Kedua ibu jari berada pada posisi saling menyilang. Sebelum pelempar mengayunkan martil sebagai ayunan awal, letakkan marti di bagian belakang pelempar atau di bagian atas tanah sebelah kanan.

2. Putaran dan transisi – Ketika martil berada di titik terendah, maka pelempar akan mulai berputar dengan tumit tungkai kiri menjadi poros hingga si pelempar mengahadap ke arah depan dari lingkaran tersebut dan kemudian si pelempar akan melanjutkan dengan memutarnya kembali di atas telapak kaki bagian depan sampai kembali ke arah semula.

10

3. ​Fase akhir – Hal ketiga yang harus dikuasai oleh pelempar lontar martil adalah fase akhir. Pada fase akhir ini ketika putaran belum berakhir atau ketika martil belum mencapai titik terendahnya, maka pelempar akan mulai menarik martilnya dan putaran martil akan dipercepat ketika bergerak ke arah bawah agar putaran tubuh bagian bawah dapat bergerak lebih cepat.

4. Lemparan – Hal keempat yang harus dikuasai oleh pelempar lontar martil adalah lemparan. Pada fase ini, lemparan  dilakukan dengan kedua tungkai yang kuat dan lurus, di mana badan lebih condong ke depan dengan kepala merebah ke belakang atau seperti posisi tengadah. Ketika martil berada pada posisi siap untuk manuver, maka pelempar harus fokus memandang ke arah lemparan, setelah itu mengangkat kedua lengan di akhir gerakan dan pandangan fokus terus ke arah martil.

L E M P A R

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 10

SLIDE