Search Header Logo
Pertidaksamaan Linier Satu Variabel

Pertidaksamaan Linier Satu Variabel

Assessment

Presentation

Mathematics

7th Grade

Hard

Created by

Vee Three

Used 25+ times

FREE Resource

12 Slides • 5 Questions

1

Pertidaksamaan Linier Satu Variabel

by Fitria Khoirunnisa

2

Yang membedakan pertidaksamaan linear satu variabel dengan persamaan linear satu variabel yang paling mendasar adalah kalo di PLSV itu identik dengan sama dengan, di PTLSV kita tidak menggunakan tanda ‘=’ (sama dengan) lagi, melainkan menggunakan 

Tanda

Dibaca atau Diartikan

>

Lebih  dari

>

Lebih dari atau sama dengan

<

Kurang dari

<

Kurang dari atau sama dengan

3

​Sebagai contohnya, lihat beberapa kalimat seperti di bawah ini:

      x > 9

      3x – 3 < 8

      5n – 3 > 11

Beberapa kalimat terbuka di atas menggunakan tanda hubung seperti <, >, > atau <. Yang menandakan kalimat tersebut merupakan  pertidaksamaan.

4

Pertidaksamaan linear satu variabel merupakan kalimat terbuka yang hanya mempunyai satu variabel dan berderajat satu serta terdapat hubungan <, >, <, atau <

media

5

​Cara Penyelesaian Pertidaksamaan Linear Satu Variabel

Jika kedua ruas suatu pertidaksamaan ditambah atau dikurangi dengan bilangan yang sama, maka tanda pertidaksamaan tetap

Jika kedua ruas suatu pertidaksamaan dikali atau dibagi dengan bilangan positif yang sama, maka tanda pertidaksamaan tetap

Jika kedua ruas suatu pertidaksamaan dikali atau dibagi dengan bilangan negatif yang sama, maka tanda pertidaksamaan berubah.

6

​Contoh Soal

2x – 1 < 0

⇒ 2x < 1

⇒ x < 1/2

Jadi, himpunan penyelesaiannya, HP = {x | x < 1/2}

3x – 6 > 0

⇒ 3x > 6

⇒ x > 6/3

⇒ x > 2

Jadi, himpunan penyelesaiannya, HP = {x | x > 2}

7

​Contoh Soal

2x – 4 < 3x – 2

⇒ 2x – 3x <  –2 + 4

⇒ –x < 2

⇒ x > –2

Jadi, himpunan penyelesaiannya, HP = {x | x > –2}

1 + x  ≥  3 – 3x

⇒ x + 3x  ≥  3 – 1

⇒ 4x ≥  2

⇒ x  ≥ 2/4

⇒ x  ≥ 1/2

Jadi, himpunan penyelesaiannya, HP = {x | x ≥ 1/2}

8

​Contoh Soal

x/2 + 2 < x/3 + 21/2

⇒ x/2 + 2 < x/3 + 21/2

⇒ x/2 − x/3 < 21/2 – 2

⇒ 3x/6 − 2x/6 < 1/2

⇒ x/6 < 1/2

⇒ x < 6/2

⇒ x < 3

Jadi, himpunan penyelesaiannya, HP = {x | x < 3}.

media

9

Soal cerita 1.

Jumlah dua bilangan tidak lebih dari 120. Apabila bilangan kedua merupakan 10 lebihnya dari bilangan pertama, maka tentukan batas nilai untuk bilangan pertama.

Jawab:

Dari soal di atas, dapat kita ketahui bahwa terdapat dua besaran yang tidak diketahui. Yakni bilangan pertama dan juga bilangan kedua.

Sebagai contoh:

Bilangan pertama kita sebut sebagai x, sementara bilangan kedua kita sebut sebagai y.

Dari soal tersebut juga kita ketahui bahwasannya bilangan kedua “10 lebihnya dari bilangan pertama”, maka akan berlaku hubungan seperti berikut:

y = x + 10

Dalam soal juga diketahui bahwa jumlah kedua bilangan “tidak lebih” dari 120.

Kalimat “tidak lebih” adalah tanda indikasi pertidaksamaan kurang dari sama dangan (≤). Sehingga, bentuk pertidaksamaan yang sesuai dengan soal yaitu pertidaksamaan kurang dari sama dengan.

10

​Kemudian kita susun pertidaksamaannya seperti:

⇒ x + y ≤ 120

Sebab y = x + 10, sehingga pertidaksamaannya menjadi:

⇒ x + x + 10 ≤ 120

⇒ 2x + 10 ≤ 120

⇒ 2x + 10 – 10 ≤ 120 – 10

⇒ 2x ≤ 110

⇒ x ≤ 55

11

​Soal cerita 2.

Sebuah model kerangka balok terbuat dari kawat dengan ukuran panjang (x + 5) cm, lebar (x – 2) cm, serta tinggi x cm.Tentukan model matematikan dari persamaan panjang kawat yang dibutuhkan dalam x.Apabila panjang kawat yang diapakai semuanya tidak lebih dari 132 cm, maka tentukan ukuran dari nilai maksimum dari balok tersebut

​Jawab:

Contohnya K menyatakan total dari panjang kawat yang diperlukan untuk membuat kerangka balok, maka total panjang kawat yang diperlukan merupakan jumlah dari keseluruhan rusuknya.

  • Maka, panjang K ialah sebagai berikut.

    K = 4p (panjang) + 4l (lebar) + 4t (tinggi)

    K = 4(x + 5) + 4(x – 2) + 4x

    K = 4x + 20 + 4x – 8 + 4x

    K = 12x + 12

    Sehingga, kita dapatkan model matematika dari soal cerita nomor dua untuk panjang kawat total yakni K = 12x + 12

12

​Panjang kawat tidak boleh melebihi panjang dari 132 cm maka model pertidaksamaannya bisa kita tulis sebagai berikut:

K ≤ 132

12x + 12 ≤ 132

Kemudian kita selesaikan pertidaksamaan linear satu variabel tersebut dengan menggunakan penyelesaian seperti berikuti ini:

12x + 12 ≤ 132

⇒ 12x ≤ 132 – 12

⇒ 12x ≤ 120

⇒ x ≤ 10

Dari penyelesaian x ≤ 10, maka nilai maksimum dari x yaitu 10. Dengan demikian, ukuran balok yakni untuk panjang, lebar dan juga tingginya ialah sebagai berikut:

Panjang = x + 5 ⇔ 10 + 5 = 15 cm

Lebar = x – 2 ⇔ 10 – 2 = 8 cm

Tinggi = x ⇔ 10 cm

Sehingga kita dapatkan maksimum untuk balok tersebut adalah (15 × 8 × 10) cm

13

Multiple Choice

Berikut ini yang termasuk Pertidaksamaan Linier Satu Variabel adalah....

1

2x + 6 = 12

2

3a - 5 > 10

3

7 - y = -2

4

4x + 5y < 10

14

Multiple Choice

Penyelesaian dari pertidaksamaan x - 3 < 2 adalah ....

1

x > -5

2

x > 5

3

x < -5

4

x < 5

15

Multiple Choice

Penyelesaian dari pertidaksamaan 3x - 7 > 5 adalah ....

1

x > 4

2

x < 4

3

x > 12

4

x < 12

16

Multiple Choice

Penyelesaian dari pertidaksamaan 5a - 6 < 3a + 4

1

a > -1

2

a > 5

3

a < 5

4

a < -1

17

Multiple Choice

Sebuah persegi panjang mempunyai panjang 5 cm lebih panjang dari lebarnya. Jumlah panjang dan lebarnya tidak lebih dari 19 cm. Jika lebar dinyatakan dengan m, pertidaksamaan linear yang tepat dari cerita tersebut adalah...

1

2m < 19

2

2m + 5 < 19

3

2m - 5 < 19

4

2m + 10 < 19

Pertidaksamaan Linier Satu Variabel

by Fitria Khoirunnisa

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 17

SLIDE