Search Header Logo
Nurbaiti

Nurbaiti

Assessment

Presentation

Religious Studies

6th - 12th Grade

Hard

Created by

Nurbaety Asshobary

FREE Resource

10 Slides • 0 Questions

1

media

PERANAN AL QUR'AN DALAM KEHIDUPAN

NAMA : NURBAITI
Nim : 21502400470
Prodi : Magister Pendidikan Agama Islam
Matkul : Pengembangan Sistem Pembelajaran berbasis IT
Dosen : Dr. Abdullah Hamid

2

​Pengertian Ulumul Qur'an

Ulumul qur'an adalah sekumpulan ilmu yang membahas tentang berbagai segi dari Al-Qur'an. Para ulama mendefinisikan ulumul qur'an sebagai ilmu yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan Al-Qur'an dari segi aspek turun, sistematika, pengunpulan dan penulisan, bacaan, tafsir, kemukjizatan, serta nasikh dan mansukh ​dan Juga Ulumul Qur'an mengacu pada ilmu - ilmu yang mempelajari Al Qur'an secara mendalam.Ulumul Qur'an bertujuan untuk mengungkap makna dan pesan yang terkandung dalam kitab suci Islam ini. Menurut Muhammad Iqbal, dalam bukunya yang berjudul The Reconstruction of Religious Thought in Islam, Ulumul Qur'an adalah pintu masuk ke harta intelektual Islam.

3

Ruang Lingkup Ulumul Qur'an.
Ilmu ini mencakup berbagai aspek, seperti:
1. Asbab al-Nuzul

Asbab al-Nuzul adalah studi tentang sebab-sebab turunnya ayat-ayat Al-Qur'an. Ini membantu seorang Muslim memahami konteks historis di balik setiap ayat. Pemahaman tersebut membantu menjelaskan mengapa ayat-ayat tertentu diwahyukan pada waktu tertentu.

2. Ilmu Tafsir

Ilmu Tafsir adalah ilmu penafsiran Al-Qur'an. Ini mencakup beragam metode dan pendekatan yang digunakan ulama untuk menjelaskan makna dan pesan Al-Qur'an.

Menurut Sayyid Qutb dalam In the Shade of the Qur'an, tafsir adalah jembatan antara teks Al Qur'an dan pemahaman Muslim sebagai pembaca.

3. Ilmu Qira'at

Ilmu Qira'at mempelajari berbagai variasi dalam pembacaan Al-Qur'an. Ini mencakup perbedaan-perbedaan dalam dialek dan aksen dalam membaca Al-Qur'an.

Dalam buku An Introduction to the Science of the Qur'an oleh Ammaar Yasir Qadhi, ilmu ini membantu menjelaskan keragaman dalam bacaan Al-Qur'an di seluruh dunia.

4

Asal Mula Ulum Al-Qur`an

a. Masa Nabi saw

Ulumul Qur`an secara hakiki berkembang sejak masa Nabi saw, karena telah terjadi penulisan al-Qur`an dalam dedaunan, batu-batu, kulit, dan pelepah kurma, di masa ini telah terjadi penafsiran al-Qur`an yang dilakukan oleh Nabi saw dalam bentuk hadis, meski tidak ditulis karena ada larangan penulisan hadis oleh beliau dan sahabat-sahabatnya kuat hafalan sehingga setiap persoalan yang berhubungan dengan al-Qur`an ditanyakan langsung kepadanya. Selain itu menjadi faktor penyebab lainnya ialah banyak sahabat yang tidak pandai menulis.

5

Abad 1 dan 2 Hijriyyah
1. Abad Pertama Hijrah Pada Abad pertama Hijrah penulisan ulumul Qur`an belum dilakukan di masa ini, namun penulisan dan pembukuan al-Qur`an telah dilakukan oleh para sekretaris Nabi saw di masa Umar ibn Khatthab ra yang melahirkan suatu shuhuf disimpan oleh Khafsah putri Umar ibn Khatthab dan istri Nabi saw. Pada masa Utsman ibn Affan ra terjadi upaya penulisan al- Qur`an oleh para sekretaris Nabi saw dalam rangka penyeragaman model tulisannya hingga melahirkan Rasm Utsmani, dan berarti melahirkan ilmu rasm al-Qur`an Utsmani. Pada masa Ali ibn Abi Thalib dilakukan penyempurnaan penulisan al-Qur`an sesuai dengan perintahnya oleh Abu al-Aswad al-Duali dengan meletakkan dasar-dasar gramatika al- Qur`an yang disebut dengan Qawā`id Nahwiyyah dan melahirkan ilmu I’rab al-Qur`an untuk mengantisipasi sekaligus membantu pemahaman makna al-Qur`an lebih sitematis sehubungan di masa sahabat terjadi ijtihad dalam menafsirkan al-Qur`an dan banyak non muslim yang masuk Islam akibat dari penyebaran dakwah Islam ke berbagai wilayah dan negara.

6

Abad Kedua Hijrah

2.Abad ini terkenal dengan sebutan ‘Ashr al-Tadwin (masa pembukuan) sehubungan mulai muncul upaya pembukuan hadis Nabi saw berbagai babnya dan tafsir al-Qur`an yang disebutnya sebagai Tafsir bi al-Ma`tsur. Pada mulanya penafsiran dimulai dengan methode Naqliyyah menggunakan cara Talqqiy dan periwayatan, kemudian penafsirannya tertuang pada kitab-kitab hadis. Tokoh yang menjadi pelopornya ialah Yazid ibn Harun al-Salami (w. 117 H), Syu’bah ibn al-Hjjaj (w. 160 H), Waqi’ ibn al-Jirah (w. 197 H), Sufyan ibn ‘Uyaynah (w. 197 H), Abd al-Razzaq ibn Himam (w. 211 H), meski kitab-kitab mereka tidak dijumpai di masa kini, dan mereka masyhur sebagai ahli hadis. Setelah mereka bermunculan pakar-pakar tafsir yang menulis kitab-kitab tafsir, di antaranya ialah Ja’far Muhammad ibn Jarir al-Thabari dengan kitabnya Jāmi’ Al-Bayān fī Ta`wīl Al-Qur`an yang terkenal dengan sebutan Tafsīr Al-Ṭabarīy

7

Abad ke 3 dan 4 Hijriyah

Pada masa ini ulumul Qur`an semakin berkembang dengan disusunnya beberapa karya tulis yang berhubungan dengannya, yaitu:
1. ‘Ilmu Asbab al-Nuzul karya Ali ibn al-Madani (w. 234 H)
2. ‘Ilmu al-Nasikh wa al-Mansukh dan ‘Ilmu Qira`at ditulis oleh Abu ‘Ubayd ibn Salam (w. 224 H)
3. ‘Ilmu Makki dan Madani buah pena Muhammad ibn Ayub al-Dhirris (w. 294 H)
4. ‘Ilmu Gharib al-Qur`an buah pikiran Abu Bakar al-Sijistani (w. 330 H)
5. Al-Hawi fi ‘Ulum al-Qur`an setebal 27 Juz oleh Muhammad ibn Khalaf al-Marzuban (w. 309)
6. ‘Aja`ib ‘Ulum al-Qur`an tulisan Abu Bakar Muhammad ibn Qashim al-Anbari (w. 328 H) mengkaji tentang Tujuh Huruf (bentuk), penulisan Mushaf, Jumlah Bilangan Surah, Ayat, dan Kata-kata dalam al-Qur`an.
7. Al-Mukhtazan fi ‘Ulum al-Qur`an karya tulis Abu Hasan al-Asy’ari (w. 324 H)
8. Nakat al-Qur`an al-Dallah ‘ala al-Bayan fi Anwa’ al-‘Ulum wa al-Ahkam al-Munbi’ah ‘an Ikhtilaf al-Anam disusun oleh Abu Muhammad al-Qassab Muhammad ibn ‘Ali al- Karakhi (w. 360 H)
9. Al-Istighna` fi ‘Ulum al-Qur`an terdiri dari 20 Jilid karya tulis Muhammad ibn ‘Ali al- Adwafi (w. 388 H)

8

Kegunaan Ulum Al-Qur`an

a. Kegunan Internal

1. Untuk memahami al-Qur`an sesuai dengan tuntutnan Nabi saw berupa keterangan dan penjelasannya.

2. Untuk memahami al-Qur`a sejalan dengan panduan yang bersumber dari para sahabat dan tabi’in berkenaan dengan penafsiran mereka terhadap ayat-ayat al-Qur`an.

3. Untuk memahami cara-cara, syarat-syarat, dan keahlian mufassir menafsirkan al-Qur`an

4. Untuk memahami al-Qur`an dengan benar.

b. Kegunaan Eksternal

1. Untuk menjaga keaslian al-Qur`an

2. Untuk membentengi al-Qur`an dari upaya-upaya orang yang tidak mengimani, bahkan menentangnya dalam mengaburkan maksud dan makna al-Qur`an

9

Isi kandungan Al Qur'an

​a. Aqidah

b. Syari’ah 

(Ibadah, Mu’amalat, Munakahat, Jinayat, Fara`id, dll)

c. Akhlak

d. Iman

e. Islam

f. Ihsan

​g. Keimanan

h. Ibadah (Ibadah Mahdhah dan Ghaer Mahdhah)

i. Akhlak (Mahmudah dan Madzmumah)

j. Aturan Yang berkaitan dengan Hablum minallah

k. Aturan Yang berkaitan dengan Hablum minannas

l. . Janji dan Ancaman  

m. Qishah

n.  Motivasi Berfikir dan Nilai-nilai Keilmuan

10

Dan adapun Peranan Al Qur'an dalam kehidupan :

  • Sebagai pedoman hidup dan sumber hukum 

  • Sebagai sumber ajaran Islam 

  • Sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang yang beriman dan bertakwa 

  • Sebagai wasit dan petunjuk dalam menyelesaikan permasalahan 

  • Sebagai sumber kebaikan yang akan membawa kepada surga Allah 

  • Sebagai sumber dalam menuntut ilmu 

  • Menjelaskan masalah yang pernah diperdebatkan 

Al-Qur'an merupakan firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Al-Qur'an harus dibaca, dipelajari, dipahami maknanya, dan dijadikan dasar dalam kehidupan sehari-hari. 

Al-Qur'an juga memuat kisah-kisah di masa lalu yang bisa menjadi pembelajaran manusia di masa kini agar tidak melakukan kesalahan yang sama. 

media

PERANAN AL QUR'AN DALAM KEHIDUPAN

NAMA : NURBAITI
Nim : 21502400470
Prodi : Magister Pendidikan Agama Islam
Matkul : Pengembangan Sistem Pembelajaran berbasis IT
Dosen : Dr. Abdullah Hamid

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 10

SLIDE

Discover more resources for Religious Studies