Search Header Logo
Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam

Assessment

Presentation

Religious Studies

KG

Hard

Created by

taufiq arrahman

Used 4+ times

FREE Resource

12 Slides • 0 Questions

1

Pendidikan Agama Islam

by Taufikurrahman, S. Pd. I, M. Pd

2

Bagaimana Islam Menghadapi Tantangan Modernisasi ?

Dalam pandangan Islam, ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) sangat urgen bagi kehidupan umat manusia. Tanpa menguasai Iptek manusia akan tetap dalam lumpur kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan. Penguasaan manusia terhadap Iptek dapat mengubah eksistensi manusia dari yang semula manusia sebagai ‘abdullah saja menjadi khalīfatullāh. Oleh karena itu, Islam menetapkan bahwa hukum mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi adalah wajib.

3

​Islam juga tidak membedakan antara satu disiplin ilmu dan disiplin ilmu lainnya. Semua disiplin ilmu dipandang penting dan mulia di sisi Allah. Demikian juga, mulialah orang yang mempelajari, menguasai, dan mengembangkannya. Orang yang menguasai disiplin ilmu disebut ‘ālim (jamak: ‘ulamā`).

​Jadi secara umum kawan-kawan disini merupakan calon ulama pada bidangnya masing-masing.

​Dalam kacamata Islam sumber ilmu itu terbagi dua. Pertama, ayat-ayat qur`aniyah. Dari sumber yang pertama ini munculah berbagai disiplin ilmu, misalnya, teologi, mistisisme, ilmu hukum, politik, ekonomi, perdata, pidana dan lainya. Ayat-ayat qur`aniyah adalah wahyu Tuhan yang Allah berikan kepada Rasulullah, termaktub dalam musḫaf untuk kemaslahatan umat manusia.

4

Kedua, ayat kauniah. Ayat-ayat kauniah adalah alam semesta sebagai ciptaan Allah yang diteliti dengan paradigma ilmiah dan menggunakan akal yang juga ciptaan Allah. Sumbernya adalah alam ciptaan Allah, instrumennya adalah akal manusia ciptaan Allah pula. Dari penelitian akal manusia terhadap rahasia alam ciptaan Allah ini, maka lahirlah ilmu-ilmu eksakta. Implementasi ilmu eksakta menghasilkan teknologi.

​Sekarang ini sepertinya kita umat Islam lebih banyak terfokus pada ayat-ayat qur'aniyah dan mengabaikan ayat-ayat kauniyah. Sehingga saat ini kita lihat berbagai macam kemajuan teknologi bukan lagi dipelopori oleh umat Islam.

5

​Harus kita fahami bahwa belajar ilmu agama itu memang sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan. Namun bukan berarti semuanya melulu agama, Islam juga harus melahirkan sarjana-sarjana baru yang terampil dalam bidang astronomi, kedokteran bahkan ahli dalam urusan ekonomi dan pemerintahan.

​Akhir-akhir ini Islam lebih dikenal dengan agama hukum, karena segala sesuatunya dicarikan dalil atau sumber hukumnya. Tentu hal ini tidaklah sepenuhnya keliru, namun karena adanya pemikiran seperti ini akhirnya islam menjadi terbelakang. Banyak saudara-saudara kita enggan belajar kesekolah-sekolah umum hingga perguruan tinggi diluar negeri yang notabenenya bukan muslim. Pemikiran seperti ini harus direvisi dan ditinjau kembali agar umat Islam tidak semakin tertinggal.

6

​Kemajuan dalam pendidikan dan penguasaan Iptek berimplikasi terhadap kemajuan politik, ekonomi, dan budaya. Hal ini secara historis dapat Anda lacak ketika dunia Islam unggul dalam Iptek.

​Kesejahteraan yang merata juga mendorong kemajuan umat Islam dalam penguasaan Iptek. Akibatnya, dunia Islam menjadi sangat kuat secara politik dan ekonomi yang didasari penguasaan terhadap Iptek secara sempurna pada saat itu. Di Indonesia Kita bisa melaksanakan dan menjalankan ibadah dengan tenang, tidak seperti saudara-saudara kita diluar sana seperti Myanmar dan negara Islam minoritas lainnya.

media

7

Akar-akar kemajuan yang dicapai umat Islam memang telah diletakan dasar-dasarnya oleh Rasulullah. Beliau mengajarkan kepada para sahabat bahwa menguasai ilmu itu adalah wajib. Kewajiban yang tidak membedakan laki-laki dan perempuan.

Secara teologis, Allah telah menetapkan bahwa  yang akan mendapat kemajuan pada masa depan adalah bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan yang dilandasi dengan iman. Dalam sejarah, kita dapat menyaksikan kemajuan Iptek umat Islam membawa kemajuan bagi umat Islam dalam bisang ekonomi, politik, budaya, dan pendidikan. Umat Islam makmur secara materi dan rohani, juga makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran.

8

Modernisasi merupakan proses terjadinya pemoderenan untuk kemajuan dalam segala bidang kehidupan melalui akselerasi pendidikan dan aktualisasi teknologi. Modernisasi telah mengubah wajah dunia dari kusam menjadi bersinar, dari yang lamban menjadi serba cepat, dari yang tradisional menjadi rasional, dari yang primordial menjadi nalar.

Kemajuan dalam bidang teknologi-komunikasi, juga telah mengubah pola hidup masyarakat dalam segala aspeknya termasuk pola keberagamaannya. Perilaku keagamaan masyarakat, yang semula menganggap bahwa silaturahmi penting dan harus bertatap muka, bersua bertemu, dan berhadapan secara fisik, kini berubah menjadi silaturahmi online yang dapat dilakukan melalui WhatsApp, teleconferens dan lain sebagainya.

9

​Jika sebelumnya kita harus beranjak dan keluar dari rumah untuk menghadiri majelis ilmu, kini kita bisa melakukannya dari rumah.

​Jika sekarang ini kita belum mampu menemukan atau menciptakan teknologi baru yang bermanfaat bagi kehidupan manusia setidaknya kita mampu dan terampil dalam menggunakan teknologi tersebut.

Sekarang ini, ukuran maju tidaknya suatu bangsa justru diukur dari penguasaan bangsa itu terhadap Iptek. Jika suatu bangsa itu mampu menguasai Iptek, maka bangsa tersebut dikategorikan sebagai bangsa yang maju, Sebaliknya, jika suatu bangsa itu tertinggal dalam penguasaan Iptek, maka bangsa itu dipandang sebagai bangsa yang belum maju atau biasa disebut bangsa tertinggal atau disebut bangsa berkembang.

10

Secara riil Islam harus menjadi solusi dalam menghadapi dampak kemajuan zaman di berbagai bidang tanpa terkecuali Iptek. Islam memang agama yang secara potensial memiliki kemampuan dalam menghadapi semua itu. Islam yang kafah memiliki doktrin yang jelas dalam teologis dan dalam waktu yang bersamaan Islam memiliki "fleksibilitas" hukum dalam mengembangkan dan memahami persoalan-persoalan masa kini. Peristiwa hukum misalnya, harus dilihat secara kontekstual dan tidak secara tekstual. Islam harus dipahami secara rasional tidak sekedar dogma.

Islam sebagai agama rasional adalah agama masa depan, yaitu agama yang membawa perubahan untuk kemajuan seiring dengan kemajuan kehidupan modern.

media

11

Islam yang dipahami secara tekstual dan dogmatis akan sulit eksis dan sulit beradaptasi dengan lingkungan kemajuan yang semakin cepat perubahannya. Islam kontekstual akan menjadi solusi dan pemandu dalam memecahkan berbagai problem kehidupan umat manusia.

Islam yang dipahami secara tekstual akan menjadi penghambat kemajuan, padahal Islam merupakan ajaran yang berkarakter rasional, fleksibel, adaptable, dan  berwawasan ke masa depan.

media

12

Semoga bermanfaat

​&

​Terima kasih

Pendidikan Agama Islam

by Taufikurrahman, S. Pd. I, M. Pd

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 12

SLIDE